XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
405 - Soleil


__ADS_3

Sejak awal, Xiao Shuxiang memang tidak menyukai manusia. Bangkit dan hidup di lingkungan Aliran Putih serta Netral bukanlah keinginannya.


Dia hanya tidak punya pilihan sebab saat itu kondisi tubuh dan kekuatannya teramat sangat menyedihkan. Bisa dibilang, dia harus memulai dari awal lagi.


Andai saat kebangkitan kembali--dia berada di kekuatannya yang asli, maka walau tubuhnya menyusut menjadi kurcaci sekali pun, mustahil dia akan tinggal di lingkungan kedua aliran dan lebih mustahil lagi dia tidak akan membuat kekacauan.


Hu Li menyadari hal itu.


Takdir memang mempermainkan Tuan Mudanya.


Perjalanan hidup Xiao Shuxiang mengharuskan dia tinggal dan menjalani hari-hari bersama makhluk yang tidak dia sukai.


".. Perjalanan waktu membuat Tuan Muda Xiao mengalami banyak kejadian, dan sedikit demi sedikit hati Tuan mulai berubah, bahkan tanpa Beliau sadari.."


Hu Li memandang langit sejenak sebelum mengarahkan pandangannya pada dua anak yang tengah beristirahat di jarak agak jauh dari tempatnya berdiri.


".. Saya menyukai Tuan Muda Xiao yang sekarang, di mana Beliau menjalani hidup tenang tanpa harus bersentuhan dengan darah setiap hari. Tapi jika Tuan Muda ingin kembali seperti dirinya yang dulu lagi, maka saya tidak punya pilihan selain membunuh mereka."


Hu Li hanya mengikuti Xiao Shuxiang.


Jika Tuannya itu memilih untuk memusuhi manusia, maka dia juga akan melakukannya. Bahkan bila mereka berdua akan kembali menjadi musuh yang ditakuti para manusia lagi.


Hu Li menatap pola api di telapak tangannya yang kini berubah biru kembali, namun kemudian menjadi hitam lagi.


"Tuan Mudaku pemikir yang cerdas. Apa pun jalan yang dipilihnya selalu dipikirkan dengan baik. Beliau pasti tahu dampak dari setiap keputusan yang diambilnya."


Hu Li memang benar. Jika Xiao Shuxiang menjadi berpihak pada makhluk dari dunia The Fallen Angel, maka dia akan dimusuhi oleh teman-temannya saat ini.


Dia harus memutuskan hubungannya dengan ayah dan ibunya, memutuskan hubungan dengan kakeknya, dengan Xiao Lu, Qi Xuan, Jing Mi dan saudara seperguruannya yang lain.


Dia juga harus memutuskan hubungannya dengan para Patriarch dan murid-murid Sekte Pedang Langit, dengan Lai Kuan Ye, termasuk paman dan bibi angkatnya di Dunia Demon, serta rakyatnya yang ada di Dunia Elf.



Xiao Shuxiang masih memeluk Lumière sambil tetap memegang pedangnya. Perasaannya saat ini sedang tidak karuan, tetapi dengan berpelukan dia bisa mengulur waktu dan menggunakan ini untuk berpikir.


Xiao Shuxiang bukanlah pemuda yang dapat terpengaruh dengan kata-kata, apalagi bila itu diucapkan oleh seorang gadis seperti Lumière.


Dia akui makhluk dipelukannya ini amat mempesona, sebuah kecantikan yang tiada taranya. Namun tetap saja, hati yang tergerak karena kecantikan seorang gadis tidak pernah ada dalam kisah kehidupannya.


"…"


Lumière sepertinya begitu nyaman memeluk Xiao Shuxiang. Dia terus memejamkan mata dan merasakan kehangatan pada tubuh pemuda yang sudah lama ingin dirinya temui.


"Lumière.." suara Xiao Shuxiang terdengar lembut, dia tidak mencoba melepaskan pelukan gadis bersayap ini darinya.


".. Aku ingin meminta maaf. Aku tidak bisa kembali padamu dan meninggalkan keluargaku di tempat ini,"


!!


Lumière sedikit melonggarkan pelukannya, dia menatap wajah pemuda di depannya dan meminta Xiao Shuxiang memikirkannya lagi. Bangsa manusia bukanlah keluarga, mereka makhluk yang harusnya diusir dari dunia ini.


".. Kau tidak mengerti dengan yang kukatakan? Aku-"


"Aku mengerti. Sangat mengerti. Beberapa menit yang lalu aku sempat berpikir ingin melepaskan semuanya dan ikut dengamu. Sebelumnya aku ingin menyelesaikan misiku yang sempat kulupakan dan membuat dunia ini menjadi tempat tinggalmu. Tapi baru saja terlintas ingatan yang membuatku tidak akan ragu memilihnya,"


Xiao Shuxiang mengusap pelan pipi Lumière sambil tersenyum lembut. Gadis cantik ini yang pertama kali meruntuhkan hatinya, tetapi sekarang tidak lagi.


".. Manusia memang makhluk yang kejam, namun ada satu di antara mereka yang benar-benar menerimaku. Dia tidak mengungkit masa laluku, dia tidak mendesakku memilih jalan yang akan kuambil, dan dirinya jugalah orang pertama yang sangat kuhargai."


!!


"Shuxiang.." Lumière terkejut saat melihat setitik air jatuh di pelupuk mata pemuda ini saat masih menampakkan senyumannya. Dia pertama kalinya melihat Xiao Shuxiang menangis.


".. Paman Lai Kuan Ye adalah orang yang nyaris mati karena diriku. Dia tahu aku bangkit kembali, tetapi tidak pernah menaruh dendam padaku. Beliau bahkan tetap menerimaku walau banyak hal buruk yang kulakukan padanya,"


Xiao Shuxiang juga mengingat Lan Guan Zhi. Pemuda itu adalah teman pertama yang dirinya miliki. Walau pertemuan awalnya dengan kultivator itu tidak berjalan baik, namun kini mereka menjadi teman yang dekat.


".. Kau benar, aku sudah hidup lama di dunia ini dan telah kusaksikan kekejaman manusia yang tidak pernah berubah. Hati mereka sulit ditebak, dan karena itulah mereka makhluk yang menarik. Buktinya aku yang sudah membuat Tetua Tiga hidup sendirian tanpa merasakan kasih seorang ayah, namun beliau tetap memaafkanku.."


"Shuxiang.."


"Aku juga membunuh paman Kucing Putih, tepat di depan matanya sendiri. Namun dia sama sekali tidak membenci ataupun dendam padaku. Banyak orang yang sudah kusakiti, tapi mereka tetap mau menerimaku. Manusia yang kau pikir kejam itu.. Tidak ada pada mereka yang hidup bersamaku,"


Lumière menggelengkan kepalanya dan mengusap air yang turun perlahan di pipi Xiao Shuxiang. "Kau jangan terpengaruh, mereka melakukannya karena takut padamu. Mereka berusaha menarikmu agar kau tidak kembali menjadi dirimu yang dahulu. Kau adalah kekuatan yang dapat melindungi dan menghancurkan, karenanya mereka berusaha keras menarikmu ke sisi mereka."


Mendengar Lumière, membuat Xiao Shuxiang mengingat ucapan Lan Guan Zhi yang selalu menganggapnya sebagai 'Teman Baik', tidak peduli seperti apa dirinya kelak.


"Aku tidak membantah ucapanmu, itu juga benar. Jujur saja, sampai saat ini.. Masih ada satu titik di hatiku yang menginginkan kehancuran, namun kehadiranmu dan Qian Kun tidak ada di dalamnya. Kau adalah masa lalu yang tidak kuinginkan menjadi bagian dari masa depanku.. Lumière."


!!


Ucapan Xiao Shuxiang lembut, tetapi mampu membuat perasaan Lumière terguncang. Ini seakan memberinya tanda bahwa dia sudah tidak punya tempat di dalam hidup bahkan hati pemuda di depannya.


Yīng xióng, pedang pusaka Xiao Shuxiang terlihat mengeluarkan cahaya keemasan yang redup. Sungguh pertama kalinya terjadi, seolah dia mendukung keputusan pemiliknya.


"Shuxiang.. Setelah apa yang terjadi.. Apa kau akan melupakanku?" Lumière masih tidak percaya.


"Sejak aku hidup pertama kalinya di dunia ini, segala tentangmu dan dunia itu menghilang dari ingatanku. Kau bisa menyimpulkannya sendiri,"


Lumière sepertinya telah salah, pemuda di hadapannya adalah sosok yang sulit ditaklukkan. Dia memang adalah makhluk yang pernah meluluhkan hati giok hitam milik Xiao Shuxiang, tetapi sekarang dirinya tidak lagi mempunyai tempat di hati pemuda ini.


Xiao Shuxiang tidak pernah mau mengucapkan 'maaf' dan 'terima kasih', hal itu karena dia menganggap kedua kata tersebut menjadi batas dari sebuah hubungan.


Dirinya yang tadi meminta maaf pada Lumière merupakan tanda bahwa dia baru saja mempertegas garis batas terhadap hubungannya dengan makhluk bersayap indah tersebut.

__ADS_1


"Aku senang bertemu denganmu.. Tapi tolong untuk segera tinggalkan dunia ini," Xiao Shuxiang baru saja akan mengangkat senjatanya, namun Lumière lebih dulu berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang.


Gadis bersayap itu muncul di jarak sekitar tujuh meter dari tempat Xiao Shuxiang berada. Raut wajahnya terlihat sedih, dia menangis.


Dalam tiga tarikan napas, tubuh Lumière berubah. Di menjadi lebih tinggi, pakaian yang dia kenakan menjadi pakaian milik pria. Rambut putih panjangnya memendek dan postur wajahnya juga berubah.


"Xiao Shuxiang..!" suara Lumière terdengar jantan, tatapan matanya kini tajam dan nyaris mematikan. Dia berseru dengan suara yang lantang.


"Berani sekali kau membuat adikku menangis. Kau tidak akan kuampuni..!"


Puluhan pedang cahaya muncul di udara dan di sekeliling makhluk bersayap itu. Suaranya yang sangat jantan membuat Xiao Shuxiang begitu terkejut.


Dia tahu Lumière mempunyai kakak, namun tidak disangka gadis bersayap itu berbagi tubuh dengan jiwa sang kakak, apalagi diketahui bahwa kakak Lumière berjenis kelamin laki-laki.


"Apa kau belum juga mengenaliku, Shuxiang? Kau benar-benar menjijikkan." suara dingin dari makhluk bersayap itu membuat Xiao Shuxiang tanpa sadar menahan napasnya.


"Lumière.. Bagaimana-"


"Lumière? Kau masih berani menyebut nama adikku setelah apa yang kau lakukan padanya? Dia bahkan tidak ingin melihatmu. Kau makhluk yang kotor."


Dingin dan ketus, namun wajahnya seperti pahatan dari alam dewa. Dia pemuda bersayap yang teramat menawan serta tak kalah mengagumkannya dengan Lumière.


Yang dilihat Xiao Shuxiang tidak lain adalah Soleil, saudara kembar Lumière. Dia juga hanya potongan kecil dari jiwa Soleil yang sebenarnya. Kehadirannya sekarang adalah untuk menjalankan rencana yang sempat tertunda akibat ulah adiknya.


"Lumière terlalu perasa bahkan pada pion sepertimu. Dia berusaha membujukmu dan memberikanmu kesempatan, sayang kau telah memilih jalan yang salah."


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak tahu bagaimana Lumière bisa membagi tubuh dengan Soleil, tetapi kehadiran pemuda bersayap itu telah membuatnya sedikit lega. Setidaknya, dia tidak akan ragu mengayunkan Yīng xióng.


Saat puluhan pedang cahaya melesat ke arahnya, Xiao Shuxiang tetap berdiri tenang dan hanya sedikit menyipitkan mata--dia mengeluarkan Cermin Pemindah yang tidak kalah banyaknya.


Ada satu buah cermin yang lebih besar dan itu muncul tepat di belakang Soleil. Seluruh pedang cahaya tersebut kini keluar dari cermin tersebut dan mengarah langsung pada pemiliknya sendiri.


!!


Soleil memang hebat, tanpa bergerak sama sekali--puluhan pedang cahaya itu menghilang dengan sendirinya. Tatapan matanya masih mengarah pada Xiao Shuxiang.


"Berani sekali kau menentangku dengan kekuatanmu yang kecil itu.. Xiao Shuxiang..!"


Seruan dari Soleil membuat tanah bergetar, Xiao Shuxiang terpaksa melayang agar tidak terpengaruh dengan getaran pada tanah. Walau musuh hanya kepingan jiwa, tapi itu masihlah berbahaya.


Soleil, "Kegelapan hanya perlu.. Menunduk di depan cahaya. Sekarang berlututlah dan terima hukumanmu!"


!!


Keadaan di tempat ini seketika menjadi amat sangat terang dan Xiao Shuxiang merasakan tubuhnya seperti dihantam sesuatu yang berat.


Dia terjatuh namun tidak sampai mencium tanah sebab bertumpu pada Yīng xióng. Dirinya memuntahkan darah segar karena tekanan yang terjadi pada tubuhnya.


Soleil menghilang dan muncul tepat di depan Xiao Shuxiang. Tatapan matanya terlihat merendahkan, dia jelas membenci pemuda ini karena telah mengacaukan rencana yang sudah disusun dengan baik.


Sebelum menggunakan Jurus Kebangkitan Kembali, Xiao Shuxiang telah melewati perjalanan di Dunia Demon, Dunia Para Elf, termasuk Dunia Siren.


Dirinya adalah kultivator pertama yang sampai di tiga dunia tersebut, dan itulah pengetahuan serta ingatan yang dibutuhkan kaum Dunia The Fallen Angel.


Mereka ingin menguasai Empat Dunia, membuat Para Demon, Kaum Elf, Bangsa Manusia, dan Para Siren berada dalam gelapnya penderitaan.


Mereka ingin membuat makhluk-makhluk tersebut hidup penuh kesengsaraan layaknya di neraka, seperti yang mereka alami.


Dalam sekali kibasan sayapnya, Soleil membuat Xiao Shuxiang terpental sangat jauh dan baru berhenti setelah menghantam tanah dengan sangat keras. Suara hantaman itu bahkan membuat rerumputan dan tanah terbakar.


Xiao Shuxiang merasakan sekujur tubuhnya sakit, namun dia tidak pernah melepaskan Yīng xióng. Dirinya berusaha bernapas pelan, tetapi tekanan kuat kembali membuatnya memuntahkan darah.


"Memalukan! Kau memalukan, Shuxiang..! Hidup bersama manusia telah menjadikanmu bagian dari mereka. Jika bukan karena kau masih dibutuhkan, maka saat ini kau pasti sudah menjadi abu."


Wajah Xiao Shuxiang terlihat buruk, namun dia masih bisa tersenyum saat mendengar ucapan dari Soleil. Dirinya sekuat tenaga mencoba bangun, walau tubuhnya terasa sangat berat.


"Kau tahu, sekarang aku sudah sangat yakin bahwa pilihanku memang benar. Kau.. Lumière.. Termasuk Qian Kun.. Kalian tidak pantas tetap tinggal di dunia ini."


Xiao Shuxiang akhirnya dapat berdiri, tubuhnya masih terasa tertekan, dan titik keringat di dahinya merupakan pertanda bahwa dia telah berusaha keras untuk melawan tekanan yang dilakukan pemuda bersayap ini.


Soleil mendengus, "Bahkan tekanan sekecil ini saja kau berusaha mati-matian. Benar-benar lemah,"


Xiao Shuxiang tidak bisa membantah, namun bukan berarti dirinya tidak mampu melawan. Musuhnya adalah makhluk dari dunia lain, jadi dia hanya menunggu saat yang tepat untuk menyerang dan sekaranglah waktunya.


Dia mengeluarkan Aura Pendekarnya untuk mengurangi sedikit tekanan yang diberikan Soleil. Xiao Shuxiang pun mulai buka suara.


"Saat cahaya semakin terang, maka bayangan pun akan makin pekat. Aku memang tidak bisa mengalahkanmu, tapi berbeda bila yang kulawan hanyalah kepingan jiwa yang kecil."


Satu gerakan tangan membuat bayangan Xiao Shuxiang dan Soleil menyemburkan asap hitam tebal lalu melesat naik hingga meledak di titik yang tertinggi.


Kejadian ini membuat suasana di sekitar mereka kembali seperti sedia kala.


!!


Soleil tersentak, tidak disangka pemuda ini masih mengingat salah satu kekuatan dari Dunia The Fallen Angel. Dia membentangkan sayapnya dan lalu melesat ke udara.


Tubuh Xiao Shuxiang sudah terlepas dari tekanan, dia ikut melesat dengan kulit wajah yang sekilas membentuk urat tipis kehitaman.


Dua kilatan. Hitam dan putih saling berbenturan di udara hingga menciptakan suara nyaring serta debaman yang keras.


Satu demi satu serangan nyasar menghantam tanah dan membuat rerumputan terbakar. Tidak diketahui lokasi tempat Meili Mao mengirim Xiao Shuxiang, tetapi asalkan lingkungan ini tidak dihuni manusia--maka tidak ada alasan baginya untuk menahan kekuatan.


"Kenapa kau tidak menggunakan senjata terbaikmu, huh? Apa kau sedang meremehkanku?" sayap Soleil yang membentang kini melesatkan pedang dengan jumlah banyak.


Pedang-pedang tersebut mengarah pada Xiao Shuxiang yang langsung ditangkis dengan Yīng xióng. Koki Alkemis itu tahu senjata apa yang dimaksud oleh Soleil.

__ADS_1


"Kau ingin aku mengeluarkan Pedang Kaisar Langit agar kau dapat merebutnya dariku, kan? Aku tidak sebodoh itu. Aku tidak akan mengeluarkannya!"


Xiao Shuxiang tahu dengan jelas, lagipula Pedang Kaisar Langit bukanlah sesuatu yang bebas dikeluarkan begitu saja. Itu adalah pasak dari Dunia Elf, memakainya untuk melawan makhluk seperti Soleil--bukan tidak mungkin pedangnya akan direbut dan malah dijadikan senjata penghancur Dunia Manusia.


".. Yīng xióng sudah lebih dari cukup untuk mengirimmu kembali ke neraka!" Xiao Shuxiang berseru dan menciptakan sekitar dua puluh Cermin Pemindah.


Dia menggunakan Teknik Pernapasan Api dengan memakai Yīng xióng dan melesatkan serangannya ke salah satu cermin. Detik itu juga, serangan Xiao Shuxiang keluar dari cermin lainnya dan menyerang Soleil.


Serangan yang berbentuk kepala Naga Api menyembur secara bersamaan dari dalam Cermin Pemindah.


Satu serangan saja sudah memiliki efek yang besar, apalagi bila serangan itu berjumlah lebih dari sepuluh. Musuh harusnya sangat mustahil selamat.


BLAAAAAR..!!


Xiao Shuxiang terengah-engah sebab memakai cukup banyak Qi. Dia memiliki dua Dantian, namun tetap saja ini melelahkan. Dirinya baru saja ingin mengeluh, tetapi serangan kembali datang padanya.


!!


Di tempat lain, Meili Mao juga bertarung sengit dengan Lan Xiao. Dia menggunakan segenap kekuatannya termasuk memakai Serbuk Malaikat dalam setiap serangannya.


GRAAAO..!!


Lan Xiao tidak pernah takut. Satu titik Serbuk Malaikat tidak menyentuhnya karena O Zhan yang terus berada di kepalanya menciptakan perisai dengan api rubah yang dia miliki.


Kerja sama mereka telah membuat Meili Mao cukup kewalahan. Apalagi Lan Xiao dan O Zhan juga dibantu oleh Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu. Kedua kultivator itu telah membuat alur pertarungan ini berpihak pada mereka.


Grrrrr..


Meili Mao menggeram. Empat lawan satu benar-benar tidak adil, tetapi meski berat--dia akan tetap melawan. Dia sebenarnya kesal sebab kedatangan dua orang yang tidak diinginkan.


Pii..!


Graao,


O Zhan dan Lan Xiao seperti saling menyahut, keduanya menatap tajam ke arah Meili Mao dan seketika menyemburkan serangan dari mulut masing-masing.


O Zhan dengan api rubahnya dan Lan Xiao dengan semburan angin yang membuat api rubah tersebut membesar.


!!


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, mereka memperkuat serangan kedua Demonic Beast itu dengan serangan terbaik mereka.


Meili Mao menyadarinya dan mengeluarkan Cermin Pemindah yang begitu besar. Sayangnya senjatanya dipatahkan dan cermin miliknya hancur berkeping-keping.


!!


Dia terkena serangan yang amat dahsyat tersebut hingga membuatnya terpental jauh. Suara bagai gemuruh petir mengiringi kala dirinya terkena serangan.


!!


Sekujur tubuhnya sangat sakit. Rasanya seperti dibakar hidup-hidup setelah disetrum petir berkekuatan tinggi. Setiap tulangnya terasa retak dan aliran darahnya sangat panas. Dia mengerang kesakitan.


Lan Guan Zhi mengayunkan Shǎndiàn kembali dan menyerang Meili Mao, tetapi Demonic Beast Kucing itu menggunakan cermin pemindah untuk melarikan diri.


!!


Meili Mao nekat berpindah tempat dan ini juga membuat Xiao Shuxiang yang sedang bertarung sengit dengan Soleil berpindah tempat. Mereka semua kembali ke Pulau Pagoda Tingkat seratus.


Xiao Qing Yan, Ling Ya Bing, dan Hu Li yang berada di atap pagoda terkejut saat sebuah cermin yang amat besar tercipta di atas mereka dan mengeluarkan dua ekor Demonic Beast serta teman-teman yang mereka kenali.


!!


Serangan besar juga datang dan ini dibuat oleh Soleil. Dia tidak peduli tempat perpindahannya, dia tetap melancarkan serangan kuat dan ini membuat atap pagoda meledak.


"Ya Bing..!" Xiao Qing Yan menangkap Ling Ya Bing dan lalu melompat turun dari pagoda. Dia tidak bisa melayang, tetapi untungnya Lan Xiao cepat melesat dan menyelamatkan mereka.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang terkena sebagian kecil dari ledakan akibat serangan Soleil. Tubuhnya terperosok dan jatuh dari pagoda namun dengan cepat tangan kirinya diraih oleh Ling Qing Zhu.


!!


Tubuh Xiao Shuxiang terlalu berat dan posisi Ling Qing Zhu kurang stabil, dia tidak mampu menahan Wali Pelindungnya dan ikut terjatuh.


Xiao Shuxiang tersentak, dia memasukkan Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya dan segera menangkap Ling Qing Zhu.


Dirinya sedikit meringis dan berusaha melayang sambil menahan sakit di tubuhnya.


"Kucing Putih, apa aku seberat itu hingga kau kesulitan menahan tubuhku, huh? Kau harusnya memegang tanganku lebih kuat, untung saja aku masih bisa bergerak cepat," Xiao Shuxiang menatap gadis di gendongannya sambil mengomel.


"Kau memang berat." suara Ling Qing Zhu dingin, dia tidak mau kalah.


"Hei! Kau mau kulepaskan?"


"Aku bisa melayang sendiri."


Xiao Shuxiang kesal dan spontan mencubit lipatan lutut Kucing Putihnya. Tindakannya membuat Ling Qing Zhu terkejut hingga nyaris tidak percaya.


"Lancang. Tidak tahu malu!" Ling Qing Zhu menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang dan menyuruh Wali Pelindungnya untuk segera melepaskannya.


Xiao Shuxiang juga inginnya begitu, namun serangan tiba-tiba saja datang dan membuatnya harus menghindar sambil tetap membawa Ling Qing Zhu. Lawan seperti tidak membiarkannya mengambil napas sejenak.


"Kucing Putih, ayo menikah setelah kita pulang nanti." ucapan Xiao Shuxiang spontan terlontar dari bibirnya, dia memang pemuda yang kurang ajar.


Kenapa harus mengatakan hal semacam itu di saat seperti ini? Sangat tidak tahu tempat dan begitu memalukan.


***

__ADS_1


__ADS_2