
Jing Mi dan Yi Wen berhasil mendapat satu lentera lagi. Mereka juga mencari benda lain selain dari lentera yang diinginkan Xiao Shuxiang.
Perjalanan mereka begitu lama dan sangat panjang. Tangan dan pedang keduanya penuh dengan darah, napas mereka nampak tidak beraturan. Sepertinya, Jing Mi dan Yi Wen baru saja selesai bertarung.
Jika Jing Mi dan Yi Wen harus menjaga lentera yang mereka bawa agar tidak direbut kultivator lain, maka Hou Yong dan Bao Yu harus bertarung dengan Demonic Beast serta lumpur penghisap.
Ro Wei tidak mengetahui bagaimana keadaan teman-temannya sekarang. Dia juga merasa cemas karena sampai sekarang, Xiao Shuxiang belum juga bangun.
"Saudara Xiao, kau bilang hanya akan tidur selama lima tahun. Tapi kenapa kau belum bangun juga..."
Ro Wei mengusap pelan kepala Xiao Shuxiang, dia selalu datang untuk membersihkan tubuh saudaranya.
Walau tidak bisa bicara karena dilarang oleh Ping Gou, namun Ro Wei selalu membatin untuk menyampaikan keadaan sekte dan teman-temannya kepada Xiao Shuxiang.
Meski pun terus tertidur, nyatanya tubuh Xiao Shuxiang mengalami pertumbuhan layaknya anak biasa pada umumnya. Kini, usia Xiao Shuxiang telah menginjak 14 tahun.
"Saudara Xiao, sekte sudah banyak mengalami perubahan. Namun beberapa anak sangat nakal, aku tidak bisa mengatasinya sendirian.
Saudara Jing dan yang lainnya pergi untuk memenuhi permintaanmu. Cepatlah bangun, guru... Saudara Jing dan yang lain.. Kami semua merindukanmu..."
Ro Wei mengembuskan napas pelan, dia lalu berjalan pergi sambil ditemani oleh Ping Gou.
Tepat ketika Ro Wei sudah berjalan menjauh, jari telunjuk kiri Xiao Shuxiang bergerak. Tiga api kecil berwarna biru tiba-tiba muncul dan melayang di sisinya.
Api tersebut langsung berputar-putar begitu cepat dan kemudian membakar tubuh Xiao Shuxiang.
Suara tulang diremukkan terdengar, bersamaan dengan satu akar pada dantiannya keluar dan membentuk Dantian Baru yang lebih kecil.
Detak jantung Xiao Shuxiang mulai kembali normal, api birunya perlahan padam.
Ping Gou tersentak, dia merasakan bahwa Xiao Shuxiang sudah bangun. Segera, dia berlari dan menemuinya.
"Dantian Baru..." Xiao Shuxiang tersenyum tipis sambil menepuk pelan perutnya, sekarang dia memiliki dantian lain di dalam tubuhnya. Bagi kultivator, keadaannya ini terbilang langka.
Selama dia tidur, Xiao Shuxiang tidak mendengar suara apa pun. Tetapi dia bisa merasakan sentuhan dari banyak orang yang datang mengunjunginya.
"Ping Gou... Ceritakan semua yang terjadi selama aku tidur."
"Baik, Tuan."
Ping Gou menjelaskan secara singkat, dia tidak lupa mengatakan bahwa saat ini teman-teman Xiao Shuxiang telah berhasil mengumpulkan tiga Lentera Phoenix.
"Salah satu pengikutku mengatakan Jing Mi dan Yi Wen mendapatkan Lentera Phoenix Kembar. Tetapi Jing Mi memberikannya kepada Sekte Tengkorak Darah,"
!!
Xiao Shuxiang tersentak, dia baru saja bangun dan sudah mendengar kabar yang tidak mengenakkan. "Kenapa Saudara Jing memberikan lentera itu pada mereka..?"
__ADS_1
"Tuan, salah satu kultivator menyandera Yi Wen. Dan demi menyelamatkannya, Jing Mi..."
BAAAAM!!
Dipan giok hitam milik Ping Gou hancur berkeping-keping. Xiao Shuxiang mengepalkan erat kedua tangannya, raut wajahnya berubah kesal. "Anak itu... Dia sudah melakukan kesalahan..!"
Xiao Shuxiang berjalan pergi, "Ping Gou! Perintahkan para pengikutmu untuk mencari Jing Mi dan Yi Wen. Suruh mereka semua kembali..!"
"Ba-baik, Tuan."
*
*
*
BAAAM..!
"AAKH...!! Ka-Kakak Senior To-tolong lepaskan aku...!!"
Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun meringis ketika pelipis dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
Napasnya tercekat karena sebuah tangan mencekik leher dan mengangkatnya hingga kedua kakinya tidak menyentuh tanah.
"Melepaskanmu? Kenapa aku harus melepasmu? Oh! Agar kau bisa mengadu pada Senior Wei, kan?! Dasar Pengadu..!!"
Anak laki-laki tersebut langsung dilempar hingga tubuhnya menghantam tanah. Terdengar tawa mengejek mengiringi saat dirinya berusaha untuk berdiri.
Dia menatap tiga anak perempuan di depannya, mereka terlihat berusia 12 tahun. Seragam ketiganya mirip dengan yang dia pakai, bisa dikatakan----mereka merupakan saudara seperguruan.
Banyak anak yang melihatnya terus dipukuli, tetapi mereka semua tidak berbuat apa-apa untuk menolongnya. Bahkan beberapa dari mereka malah menertawainya.
Di sisi lain. Xiao Shuxiang membuka mulut lebar. Sekte Kupu-Kupu sudah banyak berubah.
Seakan tidak percaya dengan yang dilihatnya, dia berulang kali mengusap-usap mata.
"Luar biasa. Terakhir kali aku melihat Sekte Kupu-Kupu hanya memiliki empat buah bangunan. Kini sudah ada sepuluh bangunan lain yang lebih kecil dan juga... Rumah-rumah pohon?! Waah... Benar-benar luar biasa...!"
Xiao Shuxiang berjalan perlahan, dia beberapa kali menggeleng karena Sekte Kupu-Kupu sudah banyak berubah. "Sepertinya.. Tempat ini tidak bisa tersembunyi lagi.."
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat ada sesuatu yang terlempar ke arahnya. Saat dia dengan cepat menangkapnya, dia terkejut karena yang ditangkap adalah seorang anak laki-laki.
Sebelah alisnya naik, dia merasa heran karena anak ini memiliki luka di wajahnya.
"Siapa yang melukaimu?"
__ADS_1
"Ka-Kau... Siapa...?"
Bukannya menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang atau berterima kasih, anak laki-laki tersebut malah menatap Xiao Shuxiang seperti orang asing.
"Namaku Xi-!!"
Xiao Shuxiang segera menggendong anak laki-laki tersebut dan melompat tinggi saat menyadari sebuah serangan mengarah padanya.
Tap
Xiao Shuxiang mendaratkan kakinya di dahan pepohonan. Tatapannya mengarah pada tiga orang gadis yang memberinya tatapan tajam.
"Hei, Kau...?! Serahkan Anak Itu..!!"
?
"Jadi... Apa yang sudah kau lakukan sampai diperebutkan oleh mereka..?" Xiao Shuxiang bertanya kepada anak laki-laki yang masih digendongnya.
"A-Aku tidak melakukan apa pun. Me-mereka sering memukuliku,"
"Tidak mungkin mereka memukulimu tanpa alasan, pasti ada sebabnya."
Anak laki-laki digendongan Xiao Shuxiang menggeleng, "Aku tidak tahu. Pe-pertama kali menjadi murid Sekte Kupu-Kupu, aku selalu disiksa oleh ketiga anak itu..."
"Hei...! Apa kau tuli, hah?!" Salah satu anak gadis meneriaki Xiao Shuxiang dan mengatainya. "Kubilang serahkan anak yang kau gendong itu atau kalau tidak, kau juga akan bernasib sama dengannya..!"
Xiao Shuxiang. "Hmm, anggota baru. Sepertinya, kalian belum pernah diajari bagaimana caranya bersikap di depan Xiao Shuxiang ini."
Xiao Shuxiang menurunkan anak yang digendongnya. Segera, anak berusia 9 tahun tersebut berpegangan erat pada batang pohon.
Hanya sekedipan mata, Xiao Shuxiang sudah tidak ada didekatnya. Namun detik berikutnya, sebuah debaman keras terdengar.
!!
Dua orang anak perempuan berdiri mematung. Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja angin kencang berhembus di tengah-tengah mereka dan menghempas salah satu teman mereka hingga menghantam tanah.
Ro Wei yang baru saja selesai berbicara dengan Yang Shu, mendadak terkejut saat mendengar keributan.
"Ya ampun..!! Pasti tiga anak itu lagi..!" Ro Wei menghentakkan kakinya kesal, dia sudah kehilangan kesabaran.
***
.
.
Catatan Penulis :
__ADS_1
Jangan Lupa Untuk Terus Meninggalkan Jejak Kalian Berupa Like, Dan Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian..!
ヽ(´▽`)/