
Xiao Shuxiang sudah membaik. Dia nampak seperti hari-harinya yang biasa, walau sejujurnya kedatangannya ke Sekte Kupu-Kupu memiliki alasan tertentu dan ini berkaitan dengan informasi yang diberikan Bocah Pengemis Gila padanya.
Dasar Pemuda Tidak Waras! Pria dengan tongkat bambu itu baru memberitahukan tentang Yi Wen setelah sekian lama. Xiao Shuxiang benar-benar ingin menendang bokong Bocah Pengemis Gila dan membakar pemuda itu hidup-hidup.
"Pergi dan bawa Yi Wen kemari, Hu Li..!" suara Xiao Shuxiang tegas, dia membuat para murid junior Sekte Kupu-Kupu yang awalnya ingin memeluk dan menyapa 'Senior Besarnya'--menjadi mengurungkan niat mereka.
Xiao Shuxiang menyuruh Zhi Shu mengumpulkan seluruh murid Sekte Kupu-Kupu, khususnya Jing Mi. Mereka semua diminta berkumpul di halaman luar sekte di mana Koki Alkemis itu duduk seperti seorang pengadil.
Yang Hao dan Xiao WeiWei tidak ada di tempat, keduanya masih mengurus warga Kota Awan Dingin dan sebenarnya membawa cukup banyak murid Sekte Kupu-Kupu bersama mereka.
Xiao Shuxiang menunggu kedatangan Hu Li sambil mendengarkan kesaksian Jing Mi yang sebenarnya tidak ingin mengungkit masalah ini lagi.
Jujur saja, Jing Mi berniat menyelesaikan ini sendiri. Dia ingin mencari kebenaran dari Yi Wen tanpa melibatkan orang lain termasuk Xiao Shuxiang. Ini karena jika saudaranya ikut campur--Xiao Shuxiang mungkin akan berbuat nekat dan Yi Wen akan berada dalam bahaya.
Jing Mi tidak mau itu terjadi, karena biar bagaimanapun--dia masih menganggap Yi Wen sebagai saudaranya.
Mereka lama menunggu sampai Hu Li datang membawa seorang gadis cantik bertubuh bagus bersamanya.
Tap
Pertama kali menginjakkan kaki, tatapan mata Yi Wen langsung tertuju pada pria yang memegang tongkat bambu.
Dia menumpuk kemarahan pada matanya karena pria tersebut dengan berani meninggalkannya di tengah-tengah hamparan bebatuan api sendirian dan selama berhari-hari.
!!
Bocah Pengemis Gila yang sadar segera bersembunyi di belakang Lan'Er Gege-nya. Namun perlahan kepalanya muncul juga untuk mengintip gadis berambut sepanjang leher itu.
"Yi Wen, siapa yang kau lihat?" Xiao Shuxiang bertanya, ekspresi wajahnya serius dan karenanya--suasana menjadi tegang.
"Saudara Xiao.."
"Kudengar dari Bocah Pengemis Gila kau bekerja sama dengan Scarlet Darah, dan kau bahkan nyaris membunuh Saudara Jing. Apa itu benar?" Xiao Shuxiang tanpa basa-basi mengatakannya secara gamblang, dia memperhatikan gadis di hadapannya yang jelas-jelas seperti sosok polos yang tidak tahu apa pun.
Yi Wen dalam hati mengembuskan napas, biar bagaimanapun--cepat atau lambat keadaan ini pasti akan terjadi padanya. Dia mengedarkan pandangan dan melihat tidak ada dari saudara seperguruannya yang berani buka suara.
"Saudara Xiao.." Yi Wen sulit bicara jika saudaranya memberi tatapan dingin menusuk seperti itu, dia bahkan sampai menunduk karenanya.
"Kau mungkin menganggap setiap ucapanku hanyalah main-main. Apa aku belum pernah mengatakan bahwa Xiao Shuxiang ini paling tidak suka pada pengkhianat?"
Xiao Shuxiang bicara dengan nada biasa, tetapi setiap orang yang mendengarnya akan merasa suara itu mengandung tusukan pedang yang tidak terhitung jumlahnya.
Lan Guan Zhi bahkan diam-diam mulai bersiap untuk menghentikan Xiao Shuxiang andai teman baiknya itu melesat dan berbuat hal mengerikan pada Yi Wen di depan semua orang.
"Saudara Xiao, ini tidak seperti yang kau lihat. Aku melakukan itu karena.. Karena aku punya alasan."
"Cukup, Yi Wen..!" Xiao Shuxiang menggebrak tangan kursi yang dia duduki hingga hancur.
!!
Tindakannya membuat semua orang terlonjak. Bocah Pengemis Gila bahkan spontan memeluk Lan Guan Zhi dan Yi Wen sendiri menyentuh dadanya saking kagetnya.
Xiao Shuxiang berdiri dengan tatapan mata yang tajam. "Apa kau pikir menyakiti orang lain dapat dibenarkan jika memiliki alasan, hah?!"
Wajah Yi Wen menjadi pias, dia menelan ludah namun berusaha untuk bicara walau nada suaranya agak gemetar. "Aku.. Tapi aku hanya ingin menjadi sepertimu..!"
!!
Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi, dan semua orang terkejut mendengar ucapan Yi Wen. Mereka menatap gadis itu sebelum mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu juga nampak tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar.
"Kau bilang ingin menjadi sepertiku?"
"Saudara Xiao, aku tidak menyesali perbuatanku. Aku melukai Saudara Jing karena dia menghalangi, aku melakukannya secara sadar. Aku hanya ingin terlihat sepertimu..!"
"Saudara Wen!" Hai Feng berseru, "Apa kau sudah gila?! Tindakanmu membuat banyak orang terluka, banyak korban berjatuhan, kekacauan terjadi di setiap kota..! Dan kau justru merasa tidak bersalah sama sekali?!"
"Saudara Wen, apa kau tidak lihat kerugian yang diterima oleh banyak orang karena pengkhianatanmu ini?! Banyak dari saudara kita yang juga gugur karena kesalahanmu..!" Zhi Shu ikut menambahkan, dia tidak habis pikir bagaimana saudaranya tersebut memiliki sifat seperti ini.
"Senior Besar memang terkenal suka membuat keributan, tapi Senior Besar tidak pernah membuat kekacauan sebesar ini..! Senior Wen, tindakanmu terlalu berlebihan dan itu sangat jahat..!"
Banyak yang memberi tatapan tidak percaya pada Yi Wen. Tak sedikit dari mereka yang menaruh kemarahan padanya. Mereka yakin, gadis itu tidak akan lepas dari hukuman yang diberikan Xiao Shuxiang.
"Aku hanya melakukan yang kumau, aku tidak merasa bersalah sama sekali. Aku tidak akan meminta maaf, bahkan pada Saudara Jing..!" Yi Wen mengatakannya dengan tegas.
Dia membuat gempar para saudara seperguruannya dan nyaris akan diserang andai Xiao Shuxiang tidak mengangkat tangannya. Koki Alkemis itu tersenyum, namun senyuman tersebut teramat sangat menakutkan.
"Bagus sekali.. Kau mulai memancingku, Yi Wen." Xiao Shuxiang berjalan mendekati gadis bertubuh bagus itu, dia membuat Yi Wen tertunduk dan teman-temannya merinding ngeri.
Lan Guan Zhi tahu keadaan ini akan semakin runyam. Dia hendak berjalan, tetapi tubuhnya berat karena dipeluk dari belakang oleh Bocah Pengemis Gila. Pria dengan tongkat bambu itu nampak sedang ketakutan.
!!
Yi Wen terkejut ketika pundak kirinya disentuh oleh tangan Xiao Shuxiang. Kedua tangannya terkepal dan tubuhnya benar-benar sulit untuk digerakkan. Namun entah bagaimana keberanian itu datang hingga dia masih berbicara.
"Saudara Xiao, aku selalu mengagumimu. Aku tidak pernah berkhianat. Aku tidak pernah membocorkan tentang sekte ini dan tentangmu pada musuh. Aku hanya-"
"Aku tahu, kau sangat bisa diandalkan."
!!
__ADS_1
Zhi Shu dan saudara seperguruannya termasuk Bocah Pengemis Gila seperti baru saja mendengar gemuruh petir. Mereka pasti sudah salah dengar dengan apa yang barusan saja diucapkan Xiao Shuxiang.
"Tu-Tunggu, 'bisa diandalkan?' Apa yang kau katakan Saudara Xiao..?!" Zhi Shu kaget, sangat kaget. Dia pikir dirinya salah dengar, tetapi Hai Feng juga mendengar hal yang sama.
"Apa-Apaan ini, Senior Besar? Senior Wen jelas bersalah, kenapa kau justru mengatakan hal yang seperti itu?"
Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar suara dari salah satu murid junior Sekte Kupu-Kupu. Raut wajahnya tidak lagi sedingin tadi, tapi dia masih berekspresi serius.
"Mn? Memang aku tadi bicara apa?"
!!
Lan Guan Zhi berkedip dan Bocah Pengemis Gila terlihat mengerutkan keningnya. Mereka melihat banyak murid junior Sekte Kupu-Kupu menegur Xiao Shuxiang dan mengulangi ucapan pemuda itu yang mengatakan bahwa Yi Wen sangat bisa diandalkan.
"Senior Wen sudah mengkhianati Sekte..! Dia bekerja sama dengan Scarlet Darah untuk mengacau..!"
"Itu benar! Karena Senior Wen, banyak orang yang terluka..!"
"Kota juga banyak yang hancur dan para warga dilanda ketakutan! Dan Senior Besar justru mengatakan Senior Wen bisa diandalkan?!"
"APA SENIOR BESAR GILA..?!"
!!
Telinga Xiao Shuxiang berdenging, dia lantas menyuruh para saudara seperguruannya untuk berhenti bicara. Raut wajah mereka semua terlihat sangat buruk, nampak begitu kesal dan marah padanya.
"Anak-anak yang polos.." Xiao Shuxiang bergumam, dia pun mulai bicara. "Biar kukatakan beberapa hal pada kalian semua. Pertama, meski Yi Wen tidak mengkhianati sekte--Scarlet Darah akan tetap membuat keributan di Kekaisaran Matahari Tengah. Kehadiran Yi Wen di sisi mereka justru berguna untukku agar musuh tidak mencari kawan yang lebih berbahaya.."
Yi Wen tanpa sadar sudah menatap Xiao Shuxiang, dia terpukau karena tanpa dia jelaskan pun Saudara Xiao-nya mengerti kenapa dia melakukan tindakan semacam ini.
"Saudara Xiao.."
"Kedua, aku kebetulan sangat suka orang yang jahat. Ketiga dan yang paling penting, dia ingin seperti Xiao Shuxiang. Kemungkinan ingin terlihat seperti 'Sang Bintang Penghancur'. Mimpi itu hanya sedikit orang yang mampu mewujudkannya.. Dan itu sangat Luar Biasa..!"
!!
Banyak murid Sekte Kupu-Kupu yang tercengang, Hou Yong dan Bocah Pengemis Gila yang paling terlihat membuka mulut mereka lebar. Xiao Shuxiang begitu bangganya ketika dia mengucapkan kata 'Luar Biasa'.
Rasa-rasanya seperti mereka melihat seorang guru yang begitu bangga kala mengetahui muridnya sudah melakukan tindakan kejahatan yang besar.
"Tidak masuk akal.." Zhi Shu bicara pelan sebelum meninggikan suaranya, "Saudara Xiao! Ro Wei pernah menolong orang lain dan kau menghukumnya dengan seratus kali cambukan, tapi kenapa kau justru seperti memaafkan Yi Wen..?!"
"Siapa yang mengatakan aku memaafkannya?" Xiao Shuxiang menatap Zhi Shu dan membuat gadis itu tersentak, dia kembali berjalan menuju kursinya dan duduk di sana.
"Aku tidak mempermasalahkan tindakan Yi Wen yang bekerja sama dengan Scarlet Darah, dia berani jujur atas perbuatannya dan itu sudah cukup. Aku suka penjahat yang jujur. Tapi Yi Wen tetap akan dihukum karena dia telah melukai Saudara Jing,"
!!
Semua orang diam seribu bahasa dan fokus memperhatikan Xiao Shuxiang yang nampak sedang menutup mata--seakan pemuda itu sedang memikirkan hukuman apa yang cocok untuk diberikan pada Yi Wen.
Xiao Shuxiang mulai membuka matanya, memperlihatkan sorot yang tidak biasa. "Yi Wen, kematian tidak sesuai diberikan padamu. Tapi sebagai gantinya, kau akan dijadikan sebagai tongkat manusia."
?!
Bocah Pengemis Gila dan banyak murid Sekte Kupu-Kupu tersentak. Mereka tidak mengerti maksud hukuman yang dimaksud Xiao Shuxiang dan rasa penasaran nampak hinggap pada wajah-wajah mereka.
"Lan'Er Gege? Menjadikan Yi Wen sebagai tongkat manusia itu.. Bagaimana caranya?" Bocah Pengemis Gila tidak lagi memeluk Lan Guan Zhi, tetapi dia masih menjadikan punggung pemuda berpita dahi itu sebagai perisainya.
"Itu adalah hukuman di mana kedua tangan dan kaki Nona Wen akan dipotong. Yang tersisa hanyalah batang tubuh dan kepalanya."
!!
Karena banyak yang terdiam, jelas bahwa suara Lan Guan Zhi yang bernada datar itu dapat didengar dengan baik. Zhi Shu, Ro Wei, dan saudara perempuan mereka yang lain terlihat menutup mulut saking kagetnya.
Jing Mi sendiri spontan mengarahkan pandangan pada Yi Wen dan melihat gadis itu juga sama kagetnya. Hukuman yang dikatakan Xiao Shuxiang sama saja dengan tidak melepaskan gadis tersebut atas semua perbuatannya.
Wajah Bocah Pengemis Gila nampak pucat, "Tidak.. Mempunyai tangan dan kaki..? Bukankah, itu berarti dia tidak bisa bertarung lagi..?"
Xiao Shuxiang mendengar Bocah Pengemis Gila dan menimpali pria itu dengan suaranya yang dingin, "Itu lebih baik daripada menghancurkan dantiannya dan menjadikan dia lebih buruk dari sampah."
!!
Banyak murid Sekte Kupu-Kupu yang berkeringat dingin, sebagian mulai merasakan kaki mereka lemas hingga sudah ada yang terjatuh.
Bukan mereka yang mendapat hukuman, tetapi rasanya seakan-akan itu ditujukan pada mereka. Zhi Shu sendiri memang kesal pada Yi Wen, tetapi dia juga tidak sampai hati bila saudaranya mendapat hukuman sekejam itu.
"Hu Li, lakukan. Potong tangan dan kakinya."
!!
Hu Li terkejut karena tiba-tiba dirinya yang disuruh oleh Xiao Shuxiang. Dia dengan agak ragu mulai berjalan menghampiri Yi Wen yang diam membeku.
"Saudaraku..!" Jing Mi berseru, "Apa kau bersungguh-sungguh dengan ucapanmu?!"
"Saudara Jing, aku tidak akan bercanda dalam situasi ini. Dan kau, Hu Li..! Kenapa diam saja? Cepat lakukan."
!!
Yi Wen benar-benar tidak merasakan detakan pada jantungnya. Hukuman Xiao Shuxiang terlalu berat dan dirinya tidak memiliki keberanian untuk menolak.
__ADS_1
Tangan kanan dan bahu kanannya mulai dipegang oleh Hu Li. Pemuda berambut putih itu meminta maaf sebelumnya dan nyaris mematahkan tangannya andai seseorang tidak melesat.
!!
Xiao Shuxiang tersentak, sosok yang menahan tangan Yi Wen dipotong tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila. Pria dengan tongkat bambu itu mendorong Hu Li hingga pemuda tersebut menjauh dari Yi Wen.
"Xiao Shuxiang..! Kau ini apa-apaan?! Biar bagaimanapun gadis ini adalah saudaramu? Tidak seharusnya kau memberi hukuman padanya seberat itu!" Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambunya. Dia takut-takut, tetapi masih berani bicara demikian.
"Aku hukum di sekte ini. Hukuman cambuk seratus kali untuk setiap tetes darah yang keluar dari tubuh Saudara Jing karenanya bahkan terlalu sedikit. Sebesar inilah kuhargai saudaraku itu, dan kau berani mempertanyakanku?"
!!
Jing Mi yang mendengar Xiao Shuxiang bicara tidak tahu harus berkata apa. Lan Guan Zhi yang juga ikut mendengarnya hanya menatap teman baiknya tanpa bersuara. Ekspresi wajahnya tenang, namun sorot matanya berbeda dari yang biasa.
Bocah Pengemis Gila sendiri masih berusaha menyadarkan Xiao Shuxiang agar tidak melakukan kesalahan semacam ini.
"Shuxiang, aku akui Yi Wen pantas dihukum. Tetapi tidak seharusnya gadis ini kehilangan kedua tangan dan kakinya. Apa kau tidak bisa memberinya hukuman yang lain?"
"Bocah Pengemis Gila, Yi Wen diadili di Sekte Kupu-Kupu. Bahkan kupikir ini adalah hukuman paling ringan untuknya. Berhenti mengganggu dan biarkan Hu Li melaksanakan tugasnya."
Hu Li berjalan menghampiri Bocah Pengemis Gila dan meminta agar pria itu kembali ke sisi Lan Guan Zhi. Tuan Muda Lan sendiri tidak mengatakan apa-apa, jadi kenapa Bocah Pengemis Gila harus keberatan?
Sebenarnya bagi Lan Guan Zhi, hukuman yang diterima Yi Wen memang sudah termasuk ringan. Di luar dari gadis itu melukai Jing Mi---Yi Wen tetaplah orang yang terlibat dalam kekacauan ini.
Andai berita tentang gadis tersebut yang bekerja sama dengan Scarlet Darah tersebar di perguruan yang lain, maka tidak hanya Yi Wen yang menerima akibatnya---tetapi seluruh murid Sekte Kupu-Kupu akan dicurigai menjadi bagian Scarlet Darah.
Kebenaran Xiao Shuxiang yang merupakan reinkarnasi Sang Bintang Penghancur bahkan akan terungkap dan ini dapat membuat semuanya menjadi runyam. Apalagi sampai saat ini---rasa takut di hati warga kota dan para pendekar mungkin belum memudar sepenuhnya.
Xiao Shuxiang, "Hu Li. Jangan biarkan aku mengulangi ucapanku. Dan kau, Bocah Pengemis Gila..! Menjaulah dari sana..!"
"Aku tidak akan pergi..!" Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, "Biarkan kubawa gadis ini. Kau jangan menghukumnya."
!!
Xiao Shuxiang tersentak, termasuk Hu Li dan para murid Sekte Kupu-Kupu. Yi Wen sendiri nampak membelalakkan matanya, sorot mata ekspresi wajahnya berubah--dan terlihat bukan hal yang baik.
"Aku tidak mau..!" Yi Wen menolak, "Aku lebih baik menerima hukuman dari Saudara Xiao daripada harus ikut denganmu."
Ada yang salah dan Yi Wen tahu itu. Pria dengan tongkat bambu ini sudah tahu bahwa dirinya adalah salah satu dari 'Pilar Dunia'. Dia akan dalam masalah bila harus bersama Bocah Pengemis Gila untuk waktu yang lama.
"Aku berusaha menyelamatkanmu di sini, kenapa kau justru menolak?"
"Aku bilang aku tidak mau..! Lebih baik aku dipaku di tiang dan dibakar hidup-hidup daripada harus diselamatkan olehmu..!"
Xiao Shuxiang mengerukan keningnya ketika melihat Yi Wen yang seperti sangat enggan bersama Bocah Pengemis Gila. Dia tersentak ketika pria dengan tongkat bambu itu mulai berwajah serius dan sorot matanya menjadi dingin---ini pertama kalinya dia melihat seorang Bocah Pengemis Gila berekspresi demikian.
"Kau sepertinya sangat tahu kesalahanmu yang lebih buruk daripada membawa kekacauan di tempat ini. Kau berhutang banyak penjelasan padaku.. Nona Yi Wen."
!!
Yi Wen merasakan tubuhnya mengigil, dia menunduk dan berusaha menghindari tatapan mata Bocah Pengemis Gila. Dia tahu pernah berusaha mendekati pria ini, tetapi dirinya tidak menyangka Bocah Pengemis Gila bisa memasang wajah serius yang membuat nyalinya menciut.
Xiao Shuxiang melihatnya, "Kau sepertinya lebih takut pada Bocah Pengemis Gila daripada aku, Yi Wen?"
"Saudara Xiao! Kau.. Kau lebih baik membunuhku. Aku tidak mau bersamanya.. Tidak mau."
Yi Wen ingin berjalan ke arah Xiao Shuxiang, tetapi tangannya diraih dan dipegang erat oleh Bocah Pengemia Gila. Dia berusaha memberontak, tetapi tidak bisa. Ada sesuatu di hatinya yang mengatakan bahwa meski dirinya bertarung pun--dia tidak akan bisa mengalahkan ataupun lari dari pria ini.
"Xiao Shuxiang, apa kau bisa menyerahkannya padaku?" Bocah Pengemis Gila seperti bukan dirinya yang biasa, rasa-rasanya dia memiliki wibawa saat ini.
Yi Wen, "Aku tidak mau..! Aku ingin bersama Saudara Xiao, lepaskan aku..!"
"Tinggal bersama orang yang tidak kau sukai bisa menjadi hukuman terbaik. Tapi aku tidak tahu kenapa Bocah Pengemis Gila menginginkanmu," Xiao Shuxiang menatap pria itu, dia seperti menunggu sebuah jawaban.
Bocah Pengemis Gila mengerti arti dari tatapan teman baik Lan'Er Gege-nya itu. "Aku tidak bisa mengatakannya, tapi aku bersungguh-sungguh atas permintaanku ini."
"…"
Xiao Shuxiang masih berat melepaskan Yi Wen begitu saja, tapi bagaimanapun juga---Bocah Pengemis Gila merupakan seseorang yang tidak ingin dia ajak bertarung secara serius.
"Setelah menerima seratus lima puluh cambukan, Yi Wen akan menjadi tanggung jawabmu."
!!
Bocah Pengemis Gila melihat Xiao Shuxiang melangkah pergi begitu saja dan meninggalkan tempat ini seolah tidak ingin mendengar pembelaan yang lain lagi. Tindakan Koki Alkemis itu membuat terkejut banyak orang.
Hu Li berjalan maju ke depan dan meminta Bocah Pengemis Gila untuk memberi ruang. Dia sudah melepaskan pita yang melilit pergelangan tangannya untuk dijadikan cambuk.
"Hu Li, aku tidak mau bersamanya.." Yi Wen agak pucat, dia tidak menolak saat lengannya dipegang dan ditarik oleh Hu Li.
"Maafkan aku, Nona Wen. Tapi Tuan Muda Xiao sudah mengatakannya meski Beliau sebenarnya berat melepaskanmu dari hukuman yang pertama. Dan kalau boleh saya katakan, Nona Wen harusnya bersyukur sebab tangan dan kakimu akan tetap ada."
"Tapi.." Yi Wen menggigit bibirnya. Dia memang sangat suka menggoda Bocah Pengemis Gila, namun pria itu sudah tahu siapa dia yang sebenarnya dan dirinya tidak menyukai hal ini.
!!
Yi Wen spontan menjerit ketika Hu Li mencambuknya tanpa peringatan. Dia mengepalkan kedua tangannya dan menutup mulutnya rapat untuk menahan diri agar tidak menjerit lagi.
Zhi Shu dan beberapa saudara seperguruannya menutup mata karena tidak tahan melihat Yi Wen dicambuk. Sementara itu, Bocah Pengemis Gila tidak bisa lagi menyelamatkan gadis tersebut lebih dari yang dirinya lakukan.
__ADS_1
Lan Guan Zhi sendiri mengembuskan napas dan kemudian berjalan pergi menyusul teman baiknya. Dia bisa mendengar suara cambukan itu yang jelas mampu merobek kulit dan hingga mengeluarkan darah---pemandangan yang tidak baik untuk dilihat.
***