XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
147 - Akhir Pelelangan [Revisi]


__ADS_3

"Kau!"


"Paman,"


Ling Qing Zhu menggeleng pelan, dia tahu bahwa laki-laki yang ada di ruangan seberang sedang memancing emosi pamannya.


"Tuan, kita jangan mencari masalah untuk saat ini. Mengurus bocah itu bisa dilakukan nanti," orang yang berjubah dan bertudung hitam mengingatkan, suaranya menandakan dia seorang pria.


"Baik. Aku juga tidak ingin rencana kita terungkap sebelum sempat menyelesaikannya. Tapi kau harus urus anak itu, dia bisa bertahan dari Aura Pendekarku menandakan dirinya bukanlah anak biasa." Ling Hao Yu melirik pria berjubah hitam di dekatnya.


"Tentu, Tuan."


Pelelangan terpaksa dihentikan beberapa saat untuk mengurus tamu yang terluka. Xiao Shuxiang juga nampak mengobati Hai Feng dan Zhi Shu, tetapi tentu saja dia melakukannya sambil mengomeli mereka.


"Kalian membuatku harus kehilangan 5.000.000 Spirit Stone lagi. Apa kalian tidak pernah lihat bagaimana usahaku mengumpulkan uang itu? Aku harus menukar arak kepada Tetua Tiga untuk tanaman herbalnya, kemudian mengalami banyak kegagalan sebelum berhasil membuat satu pil termasuk juga seguci besar arak. Perlu proses panjang, usaha dan kesabaran yang ekstra untuk mendapatkan uang. Tapi menghabiskannya bahkan tidak sampai seharian. Haaah.."


Xiao Shuxiang akhirnya berhenti mengomeli Hai Feng dan Zhi Shu setelah membuat sedikit retakan pada jari-jari mereka lalu menyembuhkannya kembali.


Hai Feng dan Zhi Shu awalnya menjerit namun Xiao Shuxiang memandangi mereka hingga keduanya berusaha untuk menahan sakit.


"Ini bahkan belum bisa melampiaskan kekesalanku. Hukuman kalian masih menunggu."


Hai Feng dan Zhi Shu tidak bisa berkata apa-apa selain berdoa agar hukuman mereka nanti bukanlah hukuman yang berat. Karena dilihat dari karakter Saudara Xiao mereka.. Hukuman cambuk seratus kali masih termasuk ringan.


Hai Feng, "Semoga bukan hukuman cambuk seribu kali.."


"Bagaimana jika dia memberi hukuman seperti yang dilakukannya pada Li Qian Xie?! Sangat mengerikan jika tulang tanganku dipatahkan menjadi sepuluh. Rasa sakitnya pasti … " wajah Zhi Shu tiba-tiba saja memucat, hampir mirip dengan mayat hidup.


Zhi Shu dengan suara yang gemetar bertanya tentang hukumannya nanti, namun Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun.


Tentu saja menguliti tubuh mereka dengan cara mengirisnya tipis hingga 365 helaian atau sampai tulang mereka terlihat adalah hukuman yang paling ingin Xiao Shuxiang lakukan.


Dia sudah lama menahan diri untuk tidak bertindak kejam. Tangannya sering gemetar dan berkeringat, jantungnya kadang berdetak cepat, termasuk perasaannya akan begitu gelisah jika tidak menguliti seseorang.


Xiao Shuxiang hanya bisa melampiaskannya dalam memasak dan menempa, membayangkan bahwa ikan dan ayam yang dipotong serta diirisnya adalah manusia. Membayangkan besi yang dipukulnya dengan palu adalah kepala makhluk hidup tersebut. Sungguh kasihan untuk seseorang yang memiliki penyakit, 'Membunuh adalah Napas'.


Dia harus menahan diri agar tidak menggemparkan Benua Timur dengan kehadirannya. Kultivator berusia lebih dari 100 tahun pasti akan menyadari jika dirinya melakukan pembunuhan. Mereka akan tahu bahwa itu adalah dirinya, Xiao Shuxiang.


Butuh waktu sekitar 4 jam agar semua kembali terkendali. Para tamu yang terluka mendapat pengobatan terbaik tanpa perlu membayar, Liu Xi Ling menanggung semua kerugian dari para tamunya tanpa meminta pertanggung-jawaban dari Sekte Pagoda Langit.


Thian Zai berpendapat bahwa harusnya bukan Liu Xi Ling yang bertanggung jawab melainkan Ling Hao Yu. Tetapi nona mudanya itu meminta dirinya menutup mulut.


Walau tidak dimintai pertanggung-jawaban, namun sebagai seorang pendekar.. Ling Hao Yu tetap mengganti kerugian yang dialami oleh Asosiasi Bangau Merak atas perbuatannya.


Pelelangan pun kembali dilanjutkan, kali ini yang memandu acara lelang adalah Liu Xi Ling sendiri. Dua orang pegawai Asosiasi bertubuh kekar menaiki panggung saat Liu Xi Ling memberi tanda.


Keduanya membawa sebuah peti kayu berwarna putih yang ternyata dilapisi kertas mantra. Saat membuka peti tersebut, bisa terlihat sebuah pedang berwarna ungu kehitaman. Aura mencekam langsung menyelimuti seisi ruangan.


"Para Hadirin, pedang ini adalah Pusaka Tingkat Tinggi. Berada diurutan kedua dalam sepuluh barang terbaik kami dan satu-satunya yang tersisa dari Benua Selatan, Pedang Poseidon..!"


!!


Seluruh tamu tanpa terkecuali begitu terkejut saat mendengar seruan Liu Xi Ling barusan. Mereka semua termasuk Xiao Shuxiang tidak pernah pergi ke Benua Selatan, tetapi kisah tentang Benua itu sama terkenalnya dengan Sang Bintang Penghancur.


Di kehidupan pertama Xiao Shuxiang, dia pernah mendengar berita tentang sebuah Benua yang dipenuhi dengan kedamaian dan keindahan, namun hanya tiga hari Benua tersebut menjadi tempat yang mengerikan.


Tanahnya berubah menjadi merah, seluruh tumbuhan mati seketika. Hewan-hewan dan manusia yang hidup di sana kesulitan bertahan hidup. Sebagian dari mereka berusaha untuk pergi ke tempat lain.


Namun bagian yang mengerikannya adalah tanah merah di Benua Selatan dapat memakan manusia. Seorang manusia biasa pun hanya sanggup bertahan sekitar sehari dan kemudian mati jika menginjak tanah tersebut.


Tanah merah ini akan lebih mengerikan jika kultivator yang menginjaknya. Sebab semakin tinggi praktik seorang kultivator, maka semakin cepat dirinya mati.


Bahkan seorang Grand Master angkuh yang sedang terbang pernah mencoba kebenaran dari tanah merah tersebut. Saat menginjakkan kakinya di tanah, hanya dalam tiga tarikan napas tubuhnya langsung tumbang dengan wajah dan tubuh menghitam.


Dan hanya butuh waktu sepuluh tarikan napas, aroma bangkai yang menusuk akan langsung tercium, seakan-akan tubuhnya sudah lama mati.


"... Menurut cerita, dari semua makhluk, hanya satu kultivator yang berhasil keluar hidup-hidup dari Benua Selatan. Beliau mengarungi lautan dengan sebilah papan dan pedangnya hingga sampai ke Benua Timur. Dan inilah pedang tersebut..!" Liu Xi Ling membuka harga mulai dari 2.000.000 Spirit Stone.

__ADS_1


"2.100.000!" Huan Ran berseru, dia sudah lama mendengar sejarah Benua Selatan yang saat ini lebih dikenal dengan Benua Mati. Hadirnya Pedang Poseidon membuktikan bahwa kisah dari mulut ke mulut yang didengarnya memang benar.


"Entah bagaimana Asosiasi ini mendapatkan benda itu. Pedang Poseidon.. Nama yang menarik." Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia sama sekali tidak tertarik untuk melakukan penawaran.


Hai Feng yang akhirnya bisa tenang kembali setelah sempat disiksa sedikit oleh Xiao Shuxiang. Dirinya bertanya mengenai kekuatan pedang tersebut sebab Liu Xi Ling tidak menyebutkannya.


"Aku pernah membaca buku yang ditulis oleh Tetua Bai Wu Dang, salah satu halamannya membahas tentang Pedang Poseidon. Pedang itu dikatakan mampu mengendalikan lautan, apa benar?"


"Hmph. Kalau memang bisa, untuk apa kultivator yang memilikinya melarikan diri sampai kemari? Pedang itu tidak lebih dari Pusaka Tingkat Tinggi biasa. Nama 'Poseidon' diambil sebagai bentuk penghormatan atas kultivator tersebut yang telah mengarungi lautan, bukan karena kehebatan pedangnya."


"Rupanya begitu. Saudara Xiao, kau ternyata tahu banyak. Padahal aku hanya pernah sekali melihatmu datang ke tempat Patriarch Kelima, dan kau juga sangat jarang membaca sejarah. Bagaimana kau bisa tahu tentang sejarah pedang itu?" Hai Feng terlihat penasaran, apa yang dikatakannya tentu membuat Xiao Shuxiang sedikit tersentak.


Xiao Shuxiang menatap Hai Feng dan mengatakan bahwa dia hanya tahu sedikit tentang sejarah Benua Selatan, ".. Aku mendengarnya dari orang-orang cerewet secara tidak sengaja. Itupun aku harus menyembunyikan identitasku, kalau tidak.. Mereka pasti akan lari sebelum aku bersuara … Haaah.." suara hembusan napas Xiao Shuxiang sedikit terdengar pilu, kehidupan pertamanya memang luar biasa, tetapi penuh kemiskinan.


Xiao Shuxiang hanya menyaksikan ketika Lan Gaozu dan Huan Ran yang saling bersaing menawar hingga akhirnya Pedang Poseidon jatuh ke tangan Lan Gaozu dengan harga 4.500.000 Spirit Stone.


Lan Gaozu memang tidak punya Spirit Stone sebanyak itu, tetapi Sian Ru bersedia memberikan uang yang dibawanya kepada Lan Gaozu, dan kekurangan yang lainnya ditutupi oleh Lan Guan Zhi.


Andai Xiao Shuxiang tahu ini, dirinya pasti akan mentertawai Lan Gaozu habis-habisan dan mengejeknya.


Barang terakhir dari pelelangan kali ini mulai dibawa naik ke panggung. Kini seorang gadis berusia 12 yang membawanya, dia memegang sebuah kotak dari giok putih yang didalamnya berisi tiga butir pil dengan warna berbeda.


"Ini adalah Pil Tiga Warna, dibuat oleh Immortal Zhou Yan! Pil berwarna kuning dapat mengubah lemak menjadi Qi dan kecepatan gerak akan meningkat. Warna hijau dapat membuat pemakainya memiliki kekuatan penghancur yang besar, dan efek pil merah adalah seratus kali lebih kuat dari Pil Hijau..!" Liu Xi Ling kembali membuka harga.


Pil berwarna Kuning dengan harga 100 Demonic Core kualitas sedang, Hijau dengan harga 500 Demonic Core, dan Pil berwarna Merah sebanyak 1.000 Demonic Core.


!!


Xiao Shuxiang dan Hai Feng membuka mulut lebar saat mendengar harga yang dikatakan Liu Xil Ling. Mereka benar-benar tidak salah dengar!


"Gadis itu sepertinya tidak berniat menjual pil buatan Tetua Tiga, harga yang diberikannya sangat tidak wajar."


"Kau benar, Saudaraku. Demonic Core kualitas sedang bukankah hanya ada di tubuh Demonic Beast berusia 500 Tahun? Bukan hal yang mudah untuk mengumpulkan Demonic Core sebanyak itu!" Hai Feng menggeleng, bertarung dengan Demonic Beast berusia 100 Tahun saja sudah sangat sulit baginya.


Satu-satunya Demonic Beast berusia lebih dari 2000 tahun yang sangat dikenalnya dan begitu jinak hanyalah Ping Gou. Tidak mungkin dirinya akan melukai sahabatnya itu demi tiga butir pil.


Thian Zai yang berada di belakang panggung nampak mengusap dada. "Syukurlah tidak ada yang bisa membeli pil itu. Kami akan rugi jika sampai kehilangannya.."


Tidak berpindah tangannya Pil Tiga Warna menjadi akhir dari pelelangan hari ini. Liu Xi Ling dengan sopan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamunya. Perwakilan dari Sekte Phoenix Iblis dan sekte lain diantar keluar oleh para pegawai Asosiasi.


Xiao Shuxiang juga berniat pergi, namun Zhi Shu dan Hai Feng menahannya. Keduanya berkata bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengan Xiao Shuxiang.


"Siapa..? Aku tidak punya waktu. Ada orang yang ingin kuajak jalan-jalan hari ini."


"Tunggulah sebentar saja, dia sudah lama ingin bertemu denganmu, Saudaraku." Hai Feng terus meminta agar Xiao Shuxiang mau meluangkan waktunya.


Xiao Shuxiang menoleh ke ruangan Sekte Pedang Langit, dia melihat Lan Guan Zhi mulai keluar dari pintu. Segera dirinya bergegas keluar sambil mengatakan kepada kedua temannya untuk menunggu karena dia akan segera kembali.


"Eh! Saudara Xiao, tunggu..!" Hai Feng dan Zhi Shu menyusul Xiao Shuxiang, yang ternyata saudara mereka itu menemui Lan Guan Zhi.


Lan Gaozu, Sian Ru, dan Lan Guan Zhi berhenti kala mendengar sebuah panggilan. Itu rupanya suara Xiao Shuxiang.


"Kau bukannya anak nakal itu?" walau anak yang memanggil muridnya memakai topeng, tetapi Lan Gaozu tetap bisa mengenalinya sebagai Xiao Shuxiang.


"Apa yang kau inginkan, beraninya menghentikan kami." Sian Ru begitu ketus, dia menatap Xiao Shuxiang dengan pandangan sinis.


"Siapa yang menghentikanmu, aku hanya memanggil Lan Guan Zhi, bukannya kau." Xiao Shuxiang tidak kalah ketusnya.


"Hei, Bocah. Untuk apa kau memanggil muridku, hah?"


"Guru,"


Lan Gaozu mencoba menenangkan dirinya setelah mendengar suara Lan Guan Zhi. Dia dalam hati mengusap-usap dada, entah mengapa saat bertemu Xiao Shuxiang dirinya sangat ingin marah. Seakan emosinya meluap-luap kala melihat anak laki-laki ini.


Xiao Shuxiang tidak menjawab Lan Gaozu, dia hanya bertanya pada Lan Guan Zhi tentang keberadaan Harimau Bulan.


".. Di mana dia?"

__ADS_1


Lan Guan Zhi rupanya menyembunyikan Lan Xiao dari balik pakaiannya, dia menyerahkan harimau yang nampak seperti bola bulu tersebut kepada Xiao Shuxiang.


Nyawn~


Lan Xiao rupanya baru bangun tidur, mata besar dan terkesan masih mengantuk membuat Xiao Shuxiang gemas, hampir meremasnya kuat andai Lan Guan Zhi tidak memperingatkannya untuk berhati-hati.


"Kau sangat lembut! Sudah berapa lama kita tidak bertemu? Kau masih mengingatku, kan? Bagaimana makanmu? Apa Lan Zhi memberimu makan yang banyak, hm? Paman Feng Ying selalu datang menjengukmu, kan? Gemasnya~"


Harimau Bulan begitu semangat saat Xiao Shuxiang mengusap-usapnya dengan hidung, sesekali dia mengeluarkan suara dengkuran ketika dipeluk oleh Xiao Shuxiang.


Hai Feng dan Zhi Shu juga nampak mengusap Lan Xiao, keduanya juga ingin memeluk tetapi Xiao Shuxiang melarangnya.


"Hei, Bocah. Kau membuang waktu muridku, Harimau Bulan itu bukan milikmu." Lan Gaozu menyuruh Xiao Shuxiang mengembalikan Lan Xiao, dia juga mengajak Lan Guan Zhi untuk pulang bersama.


"Tsk, mengesalkan sekali. Padahal aku ingin Lan Xiao mengajakku terbang lagi. Kakek Janggut Tebal itu merusak suasana saja."


Xiao Shuxiang bertanya pada Lan Guan Zhi tentang waktu luangnya, namun pertanyaannya malah dijawab ketus oleh Lan Gaozu.


"Aku tidak bicara padamu, Kakek Janggut Tebal!. Jangan mengikuti kami, aku hanya meminjam muridmu sebentar." Xiao Shuxiang kesal dan menarik Lan Guan Zhi pergi agak jauhan.


Lan Gaozu memberi tatapan menusuk dan terus memperhatikan muridnya bersama dengan Xiao Shuxiang. Jarak dirinya dengan kedua orang itu sekitar tujuh meter.


Hai Feng dan Zhi Shu juga memperhatikan saudara mereka, keduanya ragu-ragu untuk menghampirinya.


Xiao Shuxiang rupanya meminta agar Lan Guan Zhi datang ke Sekte Kupu-Kupu malam nanti bersama Lan Xiao, sebab dirinya masih ingin bermain dengan Harimau Bulan ini.


".. Kau punya waktu, kan? Aku tidak bisa terlalu lama tinggal karena harus kembali ke Sekte Akar Teratai lagi, dan baru bisa pulang setelah dua tahun." Xiao Shuxiang sedikit memayunkan bibirnya karena harus tinggal di lembah begitu lama.


"Aku tidak bisa." Lan Guan Zhi menjawab singkat. Ucapannya membuat Xiao Shuxiang murung.


"Kau ini.. Apa kau tidak rindu padaku? Hanya satu malam saja. Besok aku harus pergi, ayolah Lan Zhi. Kau begitu tega memisahkanku dari Lan Xiao.."


Nyawn~


!!


Lan Guan Zhi mengembuskan napas pelan, ekspresi dan tatapan mata Xiao Shuxiang dengan Harimau Bulan sangat mirip.


"Baiklah. Tapi jangan menatap seperti itu lagi."


"Kau yang terbaik. Lan Xiao, sampai jumpa lagi.." Xiao Shuxiang mencium dan mengusap kepala Harimau Bulan sebelum memberikannya pada Lan Guan Zhi.


Saat Lan Guan Zhi berbalik dengan membawa serta Lan Xiao bersamanya, Xiao Shuxiang di belakangnya mulai menyilangkan tangan dan kembali berekspresi serius.


"Energi kehidupan harimau itu semakin pekat. Jika tidak bisa kudapatkan gigi taringnya, maka darahnya pun tak masalah. Aku harus mendapatkannya malam ini.." tatapan Xiao Shuxiang terlihat berbeda dari yang biasanya.


Hai Feng dan Zhi Shu menghampiri Xiao Shuxiang saat Lan Guan Zhi, Sian Ru, dan Lan Gaozu pergi. Keduanya mengajak saudara Xiao mereka untuk menemui Thian Zai.


Ketika Xiao Shuxiang dan kedua temannya telah melangkah jauh, sesuatu terjadi pada bayangan Sian Ru tanpa ada seorang pun yang menyadari.


Bayangan Sian Ru semakin panjang, jauh lebih panjang dari bayangan Lan Gaozu dan Lan Guan Zhi. Bayangan tersebut juga begitu hitam dari biasanya.


Hingga bayangan Sian Ru yang hitam mulai memisahkan diri dan perlahan membentuk sosok manusia dewasa berjubah hitam bertudung. Inilah pria yang bersama Ling Qing Zhu dan Ling Hao Yu tadi.


"Harimau Bulan.. Kami akhirnya menemukannya." pria tersebut seketika menghilang, bisa dikatakan.. Dirinya bersembunyi dan menyamar menjadi bayangan Sian Ru. Tekniknya begitu tinggi sampai-sampai tidak ada yang menyadari kehadirannya.


***


.


.


.


Catatan Penulis:


Arigatou Gozaimazu karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini. Untuk Cast Harimau Bulan atau Lan Xiao, bisa dilihat pada instagram @hamtaro_dasha.

__ADS_1


Gambar bukan punya Dasha, jadi silah tengok sebagai pembantu Imajinasi Teman-Teman..(*^ω^*) Semoga Tetap Sehat dan Semangat Selalu..! ヽ(´▽`)/


__ADS_2