XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
185 - Kekesalan


__ADS_3

Catatan Penulis :



Mungkin ada yang sudah lupa hal penting dari 'Karya' ini, jadi biar Dasha ingatkan kembali. ヽ\(´▽`\)/



'Penulis' cerita ini merupakan salah satu kaum Fujoshi, jadi gaya penulisan kami memang berbeda dari 'Penulis' yang lain dan mungkin tidak sesuai dengan yang kalian inginkan. \(\*^▽^\*\)



Kenapa Dasha baru ngomong sekarang?



Tidak, Kami sudah memberi tahu saat awal pertama kali Minna Sama membaca karya ini. Ingat kata berikut?



'... Hanya orang tertentu dan istimewalah yang sanggup membaca Karya kami sampai akhir'



Bagi pembaca yang terganggu dengan cerita berunsur BROMANCE, jelas ini bukan bacaan untuk kalian.



Dan bagi orang yang tidak peduli serta menganggap setiap penulis punya ciri khas sendiri, maka 'karya' kami tidak menjadi masalah untuk mereka.



Yang jadi masalah itu adalah ketika ada pembaca yang sudah diberi tahu bahwa alur karya ini lambat, berunsur BROMANCE, Authornya Fujoshi, masih aja baca dan ninggalin poment gaje.



Dasha kadang ingin tertawa ngakak. Apakah perkataan Dasha ini sulit diartikan? (⌒▽⌒)Jujur saja, kami sebenarnya tidak suka membuat 'Catatan Penulis' bernada keluhan seperti ini, tapi kalian yang memintanya.



Jadi tolong, wahai kaum manusia yang budiman dan berakhlak mulia. 'Karya' ini dapat DIAKSES SEMUA ORANG, tapi memang hanya mereka\-mereka yang kuat yang sanggup membaca 'Karya' ini sampai akhir.



Sungguh, 'Penulis' tidak butuh pembaca yang lemah, apalagi bermental tempe. Sebaiknya kalian berhenti sekarang daripada kesal nantinya ppi \( ̄∀ ̄\)



Bila tersinggung dengan ucapan si Hamster Luvnut ini, maka buktikan bahwa kalian bukan pembaca lemah apalagi Si Mental Tempe. Arigatou karena sudah mampir dan happy reading..! ヽ\(´▽`\)/


*


*


*


Lan Guan Zhi menatap Lun Kou saat pria tersebut memegang dadanya sambil berusaha berdiri. Tudung yang menutupi kepala dan wajahnya sekarang terlepas. Mengejutkannya, Lun Kou ternyata tidak memiliki kepala.


Bisa dikatakan dirinya bukanlah manusia, melainkan roh jahat yang kini berada di tahap menjadi manusia seutuhnya.


Untuk memperoleh tubuhnya yang sekarang, Lun Kou harus menggunakan Teknik Terlarang dan mempersembahkan 10 ribu nyawa makhluk hidup.


Tinggal seratus nyawa lagi hingga impiannya memperoleh tubuh sungguhan terwujud, sayangnya.. Kondisinya sekarang tidaklah baik-baik saja.


Mengetahui bahwa lawannya adalah roh jahat.. Lan Guan Zhi menarik pita dahinya yang berubah menjadi besi giok putih berujung tajam.


Senjata tersebut langsung melesat dan menusuk tepat dada Lun Kou hingga membuatnya berubah menjadi serpihan debu.


Di sisi lain, empat orang murid Senior Sekte Pedang Langit kini berada di tempat para Patriarch mereka di kurung. Mereka berusaha memecahkan segel sangkar kelima Patriarch.


Sementara itu, Xiao Shuxiang benar-benar tidak memberikan kesempatan bagi Ling Qing Zhu untuk membalas serangannya.


TRAANG!


Dengan pedang yang terbuat dari darah dan Qi miliknya, Xiao Shuxiang menyerang Ling Qing Zhu tanpa jeda sedikit pun.


Gadis itu mau tidak mau harus berusaha menahan serangan Xiao Shuxiang. Walau dia mengeluarkan Aura Pendekar miliknya.. Nyatanya gerakan Xiao Shuxiang sama sekali tidak melambat.


"Ini balasan karena kau telah berani melukai temanku,"


Xiao Shuxiang memberi tendangan dan tebasan yang membuat senjata Ling Qing Zhu patah menjadi dua. Suara Xiao Shuxiang saat bicara tadi sangat dingin dan mengandung kekesalan.


BAAAM!


Ling Qing Zhu menghantam tanah dengan sangat keras, dibalik cadar tipisnya.. Nampak terlihat darah keluar dari sudut bibirnya.


Ling Qing Zhu berusaha agar tidak sampai muntah darah, sayang usahanya sia-sia. Wajah cantiknya nampak pucat, ada titik keringat di kedua sisi keningnya, seluruh tubuh Ling Qing Zhu terasa sakit, bahkan jika diperhatikan.. Tubuhnya nampak gemetar.


Ling Hao Yu yang sedang bertarung, menoleh saat mendengar suara debaman keras. Dia terkejut kala menyaksikan keponakannya yang bersusah payah untuk berdiri.


Dengan sekuat tenaga, Ling Hao Yu memberi serangan yang membuat lawannya terpental mundur. Dia segera melesat dan menyelamatkan keponakannya yang hampir ditebas oleh Xiao Shuxiang.


TRAAANG!


Pedang Xiao Shuxiang berbenturan keras dengan senjata Ling Hao Yu, dirinya lalu memberi tendangan pada orang tua tersebut karena berani menghentikan dirinya.


"Paman.." dengan sekuat tenaga Ling Qing Zhu berdiri, dia melesat sekuat yang dirinya bisa untuk membantu sekaligus menyelamatkan pamannya dari Xiao Shuxiang.

__ADS_1


Sayang keduanya sudah terluka parah, sehingga perlawan mereka tak berpengaruh apa-apa bagi Xiao Shuxiang.


Ling Qing Zhu dan pamannya mendapat ledekan dari Xiao Shuxiang. Keduanya yang memperlihatkan hubungan bagai ayah dan anak membuat Xiao Shuxiang tertawa.


Ling Qing Zhu selama ini hanya memperlihatkan wajah dan tatapan tenang. Untuk pertama kalinya Xiao Shuxiang bisa melihat ada rasa khawatir yang nampak pada mata gadis tersebut.


".. Aku tidak tahu masalah apa yang terjadi antara sekte kalian dengan Sekte Pedang Langit, dan aku tidak mau tahu. Tapi beda halnya saat kau melukai temanku,"


Ling Qing Zhu berdiri di depan pamannya, seakan mengatakan Xiao Shuxiang harus membunuhnya lebih dahulu sebelum menyentuh pamannya.


"Zhu'Er, kau pergilah sejauh mungkin.." Ling Hao Yu memuntahkan darah dan berdiri di depan keponakannya, dia mengalirkan Qi pada senjatanya lalu menyerang Xiao Shuxiang.


BAAAM!


"Paman..!" Ling Qing Zhu tanpa memikirkan luka-lukanya.. Dia melompat ke arah pamannya yang terbaring lemah sambil merasakan sakit di tubuhnya.


Ling Qing Zhu mencoba menyadarkan pamannya, hanya pria ini sajalah keluarganya di Benua Timur. Dia sudah kehilangan pusaka miliknya karena meledak, tak ada yang bisa dia lakukan termasuk menyelamatkan pamannya.


Ling Qing Zhu baru ingin memohon pada pemuda yang dilawannya, namun melihat tatapan mata dan wajah Xiao Shuxiang membuat suaranya tertahan.


Xiao Shuxiang benar-benar kesal padanya, raut wajah dan tatapan matanya seakan tidak mau mendengar permohonan apapun.


"Kau sepertinya sangat menyayangi Pamanmu, heh? Bagaimana jika aku mengulitinya tepat di depan matamu, rasanya pasti menyenangkan.."


Xiao Shuxiang menyeringai, dia mulai berjalan mendekat ke arah Ling Qing Zhu yang memeluk erat pamannya sambil mohon agar pria tersebut melepaskan pamannya.


".. A-aku yang menghancurkan Dantian temanmu, a-aku yang membunuhnya. Jika kau ingin balas dendam, maka lakukan saja padaku.."


"Balas dendam? Hmp, Xiao Shuxiang bukanlah orang yang pendendam. Aku datang kemari untuk membayar hutang atas perlakuanmu pada teman dan guruku.."


Xiao Shuxiang sebenarnya agak ragu dengan kata terakhirnya, dia tidak suka mengakui Patriarch Ketiga sebagai gurunya sebab Zhou Yan tidak lain adalah anak dari seniornya.


"Ja-jangan..! Lepaskan Pamanku.." Ling Qing Zhu berusaha menahan pamannya agar tidak direbut paksa oleh Xiao Shuxiang, sayang pemuda tersebut tidak memberinya ampun.


"Paman..!"


Xiao Shuxiang menjambak rambut Ling Hao Yu, wajah orang tua ini sudah begitu pucat dengan luka sayatan di tubuh dan darah di mulutnya, pandangan matanya memburam dan hampir kehilangan cahayanya.


"Kumohon lepaskan Pamanku..! Kalau kau ingin membunuh, maka bunuh saja aku..!"


"Kau tenang saja, Nona Cantik. Kau juga akan mendapatkan giliran yang sama, tapi sebelum itu.. Xiao Shuxiang ingin kau melihat tindakan yang akan kulakukan pada Paman kesayanganmu ini.."


!!


Waktu seakan berhenti bagi Ling Qing Zhu, cahaya matanya seperti padam saat menyaksikan Xiao Shuxiang menggores sedikit demi sediki pipi pamannya.


Tubuh Ling Qing Zhu seperti membatu, dia tak mampu berkata-kata, air matanya terus mengalir, tubuhnya gemetaran, dia tidak bisa merasakan detak jantungnya.


Suara erangan kesakitan nan pilu dari Ling Hao Yu seperti alunan musik indah di telinga Xiao Shuxiang, namun tidak untuk Ling Qing Zhu.


"Kumohon Hentikan..! Tolong Jangan Lakukan Lagi..! Pamaan..!"


"Aku ingin tahu, bentuk hati manusia seperti kalian.."


!!


Lan Guan Zhi tersentak saat merasakan ada yang salah, dia mengkhawatirkan keadaan Xiao Shuxiang. Semoga saja temannya tersebut tidak lepas kendali.


Bukan hanya Lan Guan Zhi yang merasakannya, tetapi juga Yi Wen, Zhi Shu, dan saudara seperguruan mereka yang lain.


Zhi Shu saat ini telah bersama dengan Feng Ying dan Hai Feng, sudah tidak banyak lagi murid Sekte Pagoda Langit yang mereka lawan sehingga Feng Ying dan Hai Feng memutuskan untuk beristirahat.


Hampir 300 orang murid yang berhasil mereka rekrut, semuanya duduk diam dengan wajah menunduk menahan gemetar. Tidak ada yang berani mendongakkan wajahnya, mereka semua tak ingin melihat kegilaan Yi Wen yang mengambil organ dalam mayat saudara seperguruan mereka.


!!


Air mata Ling Qing Zhu tiba-tiba berhenti saat Xiao Shuxiang melemparkan kepala Ling Hao Yu tepat di depannya, menabrak pelan lututnya.


Xiao Shuxiang benar-benar mencincang habis tubuh Ling Hao Yu, dan hanya menyisakan kepala yang dia tendang pelan ke arah Ling Qing Zhu.


Tap


Tap


Xiao Shuxiang mendekati Ling Qing Zhu, sedikit merunduk lalu menyentuh dagu gadis tersebut dengan telunjuk dan ibu jari tangan kanannya yang penuh darah.


Xiao Shuxiang mendongakkan sedikit wajah Ling Qing Zhu dan melepaskan kain cadar transparan yang menutupi kecantikan gadis ini. Mata biru bagai langit tersebut kini benar-benar redup.


"Kurasa sekarang kau mengerti rasanya 'sakit'. Dan oh, ini masih belum seberapa. Kau punya mata dan warna rambut yang berbeda dari orang-orang di benua ini. Bisa kutebak, kau pasti berasal dari Benua Tengah.."


Xiao Shuxiang menyeringai, dia mengatakan dirinya bukan orang yang pendendam, namun tindakan Ling Qing Zhu serta pamannya tidak bisa dimaafkan.


".. Aku ingin kau melihat marga 'Ling' menghilang dari benua itu, tapi Xiao Shuxiang bukan orang baik yang akan membiarkanmu hidup. Kau bisa menyaksikan satu persatu keluargamu tewas di alam baka,"


Xiao Shuxiang baru akan mencengkeram erat leher Ling Qing Zhu, namun tangannya tiba-tiba dihentikan oleh Lan Guan Zhi.


!!


"Apa yang kau lakukan, Lan Zhi? Lepaskan tanganku," Xiao Shuxiang berbicara begitu ketus pada Lan Guan Zhi.


"Sudah cukup, Shuxiang.."


Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi dan mengingatkan apa yang sudah dilakukan oleh gadis ini, ".. Barangkali kau melupakannya.."


Lan Guan Zhi tentu tidak akan lupa, namun daripada membunuh Ling Qing Zhu sekarang.. Alangkah lebih baiknya membawa gadis dan mengadilinya di Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang berdecak kesal, dia menatap dingin kearah Ling Qing Zhu dan mengatakan agar gadis ini mengingat apa yang telah dilakukannya pada Ling Hao Yu.

__ADS_1


Lan Guan Zhi membantu Ling Qing Zhu berdiri, keduanya mendapat tatapan tidak suka dari Xiao Shuxiang.


Lan Guan Zhi membawa Ling Qing Zhu ke tempat di mana Hou Yong dan Hai Feng berada. Xiao Shuxiang nampak ikut di belakang mereka, masih dengan tatapan tidak sukanya.


Kelima Patriarch akhirnya di dapat keluar, hanya Ming Mei dan Bai Wu Dang yang dipapah, wajah mereka masih pucat, deru napas mereka tidak beraturan, dan mereka juga nampak berkeringat dingin.


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat membaca praktik Ming Mei dan Bai Wu Dang yang kini berada di bawah Forging Qi tingkat satu.


Sudah pasti kekuatan mereka dihisap habis oleh Ling Qing Zhu, beruntung kedua Patriarch ini tidak sampai kehilangan nyawa.


Raut wajah Ming Mei dan Bai Wu Dang sudah menjadi tanda betapa luar biasa sakitnya saat Qi di dalam Dantian mereka dihisap habis secara paksa.


Kedua Patriarch ini bahkan harus dibantu saat berjalan. Melihat mereka.. Membuat Xiao Shuxiang menoleh ke arah Ling Qing Zhu.


Dia berjalan dan mulai mengumpulkan Qi di kepalan tangannya, jelas Xiao Shuxiang ingin membalas Ling Qing Zhu atas tindakannya pada Ming Mei dan Bai Wu Dang.


Masalahnya, Lan Guan Zhi menghentikan dirinya kembali. Gadis di dekat Lan Guan Zhi sudah terluka parah, jika Xiao Shuxiang menyerangnya lagi.. Maka gadis ini akan kehilangan nyawanya.


Patriarch Ketiga sebenarnya memaklumi keinginan Xiao Shuxiang, dirinya juga kesal pada Ling Qing Zhu, namun apa yang dikatakan Lan Guan Zhi ada benarnya.


"Kita akan selesaikan masalah ini saat tiba di sekte,"


Patriarch Lan mengerutkan kening saat melihat banyak murid Sekte Pagoda Langit yang terduduk diam dengan kepala merunduk, Jing Mi dan Ro Wei memberi penjelasan secara singkat pada Patriarch Lan.


Setelah mengerti kondisi yang terjadi.. Mereka kini memiliki masalah lain, yakni bagaimana cara pulang tercepat ke Sekte Pedang Langit.


Untungnya Xiao Shuxiang sebelumnya sudah meletakkan sebuah segel kemunculan Cermin Pemindah di Sekte Pedang Langit, hingga dirinya dapat menggunakan jurusnya.


Satu persatu murid Sekte Pedang Langit masuk ke dalam cermin Xiao Shuxiang dan muncul di dalam Bangunan Peristirahatan.


Xiao Shuxiang menatap punggung Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi yang perlahan mulai menghilang. Dirinya kembali membentuk segel, kali ini tujuannya adalah Kota Awan Dingin.


Murid-murid Sekte Pagoda Langit mulai masuk ke dalam cermin tersebut, diikuti oleh Jing Mi dan ketujuh temannya.


Jing Mi dan Bao Yu terlihat membawa dua buah karung besar, sudah pasti itu harta yang ada di sekte ini.


Yi Wen menghampiri Xiao Shuxiang dan menyerahkan dua guci berukuran sedang padanya. Dia bertanya kegunaan jantung dan hati yang telah dikumpulkannya tadi, namun saudaranya menjawab bahwa itu termasuk barang berharga.


"Kau tidak akan memakannya, kan?"


"Aku bukan orang yang seperti itu, Yi Wen. Sudah, pergilah.. Aku harus kembali ke Sekte Pedang Langit,"


Yi Wen mengangguk, dia meminta Xiao Shuxiang untuk menjaga diri baik-baik.


".. Jangan khawatir tentang anak-anak baru itu, aku pasti akan mendidik mereka.." Yi Wen berkata begitu mantap.


"Hmp, sebenarnya bukan itu yang kukhawatirkan, melainkan dirimu. Kau ingat taruhan kita, kan?" Xiao Shuxiang tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yi Wen, dirinya langsung mendapat pelintiran di lengan.


"Yi Wen! Berani sekali kau mencubitku.." Xiao Shuxiang mengusap-usap lengannya yang terasa sakit bercampur panas.


"Itu karena kau mesum, Saudara Xiao..!"


Yi Wen melangkahkan kakinya masuk ke cermin, meninggalkan Xiao Shuxiang sendiri sambil menatap cermin tersebut yang mulai berubah menjadi tetesan air.


Pandangan Xiao Shuxiang mengarah pada bangunan Sekte Pagoda Langit, sebagian besar bangunannya hancur berantakan.


Banyak potongan mayat dan organ dalam berserakan, Xiao Shuxiang mengeluarkan lima api birunya dan memerintahkan api tersebut untuk membakar bangunan di depannya tanpa sisa.


*


*


Di Sekte Pedang Langit, Ming Mei dan Bai Wu Dang dirawat serta diobati oleh Patriarch Ketiga. Sementara Xiao Shuxiang terus dipaksa oleh Lan Guan Zhi untuk mengobati Ling Qing Zhu.


"Aku tidak mau..! Aku membenci gadis itu, jangan paksa aku melakukannya.." Xiao Shuxiang menyilangkan kedua tangannya sambil bersandar di bibir pintu, dia menatap dingin ke arah Ling Qing Zhu yang sedang terbaring pingsan di atas sebuah dipan.


Dirinya saat ini berada di Bangunan Peristirahatan, dia sangat tidak suka dengan gadis ini. Bagaimana mungkin dirinya mau mengobati orang yang harusnya dia bunuh?! Hah, konyol!


".. Lagipula, kenapa kau terus membelanya? Apa kau menyukai gadis itu, Lan Zhi?!"


"Tidak.. Tapi dia harus ditolong," Lan Guan Zhi menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang dan memintanya untuk mengobati Ling Qing Zhu.


"Aku tidak mau, biarkan saja Nenek Nian yang melakukannya atau Tetua Tiga.."


Tidak hanya Lan Guan Zhi yang membujuk dirinya, tetapi juga beberapa murid Sekte Pedang Langit yang lain. Butuh waktu lama bagi mereka untuk bisa membujuk Xiao Shuxiang.


Bahkan saat mengobati Ling Qing Zhu.. Xiao Shuxiang memperlihatkan wajah yang masam, dia benar-benar tidak suka dengan gadis cantik berambut putih ini.


"Tunggu,"


?!


Xiao Shuxiang sedikit tersentak saat Lan Guan Zhi menghentikan dirinya yang ingin memasukkan sebuah pil ke dalam mulut Ling Qing Zhu.


"Ada apa..?"


"Berikan, aku akan mencobanya lebih dulu."


Lan Guan Zhi sudah memperhatikan bagaimana sikap dan raut wajah Xiao Shuxiang saat mengobati Ling Qing Zhu, ada kemungkinan temannya tersebut malah memberi pil yang aneh-aneh.


Apa yang dipikirkan Lan Guan Zhi rupanya benar, Xiao Shuxiang memberikan pil penambah rasa sakit agar Ling Qing Zhu semakin tersiksa, sayang usahanya digagalkan oleh Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang menghentikan pemuda yang duduk di depannya agar tidak memakan pil tersebut. Dirinya lalu memberi pil penyembuh yang sebenarnya pada Ling Qing Zhu.


Selama lima hari dirawat, Ling Qing Zhu akhirnya pulih kembali. Namun dirinya tidak merasakan Qi sama sekali, Lan Guan Zhi ternyata menggunakan segel hasil ciptaannya pada Ling Qing Zhu.

__ADS_1


Hari keenam, Ling Qing Zhu berdiri di hadapan para guru, tiga Patriarch, serta GrandElder Sekte Pedang Langit. Xiao Shuxiang juga ikut dalam pengadilan ini.


***


__ADS_2