
Xiao Shuxiang menggunakan cairan kental hitamnya untuk menumbuhkan benih Bunga Kaisar Neraka.
Tumbuhan ini memiliki lima mahkota bunga berwarna merah darah dan tujuh benang sari berwarna hitam.
Hun Fung dan GrandElder Bambu Perak menjaga para murid yang masih mengerang kesakitan sambil menunggu obat dari Xiao Shuxiang.
Sebenarnya, banyak teman-teman Hun Fung yang terluka. Namun mereka masih dapat diobati dengan pil milik Xiao Shuxiang, hanya kelima temannya inilah yang terkena racun menyakitkan tersebut.
Xiao Shuxiang akhirnya datang, pil penawar racun Serbuk Malaikat kini berada di tangannya. Untuk menguji efektif tidaknya pil tersebut, Xiao Shuxiang memindahkan racun salah seorang murid ke dalam tubuhnya sendiri.
!!
GrandElder Sekte Bambu Perak, Hun Fung, dan beberapa teman-temannya yang ada di ruangan ini begitu sangat terkejut. Tidak mereka sangka, Xiao Shuxiang bisa begitu nekat.
"Se-Senior..!!"
Tangan kanan Xiao Shuxiang mati rasa, dia bisa merasakan ada ribuan jarum kecil menusuk dan memaksa masuk ke dalam tulangnya.
Rasa sakitnya seakan bisa membuat orang yang terkena racun Serbuk Malaikat menggila. Sama seperti yang dirasakan Xiao Shuxiang, dia seperti ingin mengeluarkan tulangnya agar sakit ini bisa hilang.
Xiao Shuxiang mulai memakan satu pil Bunga Kaisar Neraka, efeknya baru akan terlihat setelah dua menit.
Benar, Xiao Shuxiang harus menahan sakit selama dua menit. Dia jadi ingat dengan laba-laba yang pernah menggerogoti jantungnya, namun rasa sakit dari racun Serbuk Malaikat lebih parah lagi.
Beruntung pil buatannya memang adalah penawar racun tersebut. Xiao Shuxiang dapat bernapas lega walau raut wajahnya masih terlihat pucat.
".. Aku harus menyempurnakan pil ini lagi.." Xiao Shuxiang terengah-engah, butiran keringat dingin mengucur di keningnya.
Dia memberikan pil tersebut kepada teman-temannya sebelum dia pergi ke salah satu dinding ruangan untuk bersandar.
".. Serbuk Malaikat.. Jika yang menyerang mereka adalah Scarlet Bayangan, maka salah satu kultivator di sana berasal dari tempat itu.."
Saat Xiao Shuxiang sedang beristirahat sambil berpikir, dia mendengar suara geraman.
"Lan Xiao..?" Xiao Shuxiang mengenal suara ini, dia segera berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Benar saja, yang datang ternyata adalah Lan Xiao dan Lan Guan Zhi. Dirinya berjalan mendekati keduanya.
?!
Xiao Shuxiang tersentak saat Lan Guan Zhi memegang erat kedua pundaknya, beberapa kali membalikkan tubuhnya, dan meremas pipinya dengan wajah yang sama sekali minim ekspresi.
"Apa.. Kau terluka?"
"Hm? Kau … mengkhawatirkanku?"
Xiao Shuxiang tidak tahu harus berkata apa saat melihat Lan Guan Zhi memberi anggukan pelan atas pertanyaannya barusan.
Wajah temannya terlalu tenang dan tak ada ekspresi khawatir sama sekali. Xiao Shuxiang jadi berpikir urat-urat di wajah Lan Guan Zhi bermasalah. Hanya tatapan matanya yang seperti memiliki nyawa, namun terlalu menawan.
"Aku baik-baik saja, jadi jangan khawatir.." Xiao Shuxiang menepuk pelan lengan Lan Guan Zhi, dia juga mengusap kepala Lan Xiao yang terus menempel padanya sambil mengeluarkan suara dengkuran. Jelas, Harimau Bulan tersebut juga mengkhawatirkan dirinya.
Bukan hanya kedua temannya ini, namun Feng Ying dan lainnya juga merasakan hal yang sama. Xiao Shuxiang tiba-tiba menghilang dengan aura aneh di tubuhnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun tentu membuat mereka cemas.
Mereka tidak tahu kemana perginya Xiao Shuxiang, dan mereka kesulitan menyusul Lan Xiao yang membawa Lan Guan Zhi bersamanya, Harimau Bulan tersebut terlalu cepat.
Feng Ying dan teman-temannya baru sampai setelah lima hari perjalanan dengan kecepatan tinggi.
Hanya Feng Ying, Jing Mi, Hai Feng, dan Yi Wen yang datang. Saudara seperguruan mereka yang lain sebagian membantu perbaikan di istana Kaisar dan sebagian lagi di Kota Awan Dingin.
__ADS_1
Saat datang, walau napas terengah-engah dan tenaga sudah diambang batas, mereka tetap menemui Xiao Shuxiang. Seolah mereka tidak bisa istirahat sebelum melihat saudaranya itu.
Lan Guan Zhi dan Lan Xiao menginap di Sekte Kupu-Kupu selama lima hari. Pertama kalinya Harimau Bulan memiliki banyak waktu bermain dengan Xiao Shuxiang, dia juga senang karena diajak bermain oleh murid-murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak.
Jing Mi rupanya membawa kabar yang cukup mengejutkan. Warga Kota Awan Dingin ternyata menginginkan Sekte Kupu-Kupu ada di kota mereka.
".. Tianqi Mao memberiku surat yang ditulis Guru,"
Xiao Shuxiang menerima surat pemberian Jing Mi. Dia tersentak saat melihat segel milik Kaisar di sudut kiri pada surat tersebut.
"Kita sekarang memiliki wilayah sendiri, Saudaraku." Jing Mi begitu bersemangat, seakan lelahnya menghilang seketika.
Semua warga Desa Tani ada di Kota Awan Dingin, begitu juga dengan Xiao WeiWei, dan sekarang sektenya akan pindah ke kota itu. Lan Gaozu tidak akan cerewet lagi.
"Aku memang berniat menguasai kota itu, tapi dengan cara penaklukan, tidak dengan cara sesopan ini. Haah.. Ya sudahlah.."
Xiao Shuxiang meminta Jing Mi untuk beristirahat, dia lalu memanggil Hun Fung dan memberi tugas padanya untuk mempersiapkan kepindahan mereka.
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi menemui GrandElder Sekte Bambu Perak. Dua hari yang lalu, GrandElder membicarakan tentang niatnya membawa kembali murid-muridnya dan membangun sekte dari awal lagi, namun Xiao Shuxiang menolaknya.
Dia tahu bahwa GrandElder Sekte Bambu Perak merasa tidak nyaman karena harus terus bergantung pada Sekte Kupu-Kupu, apalagi dia memberi mereka sumber daya yang begitu banyak tanpa membedakan siapapun.
Tidak ada seorang pun yang ingin dianggap beban, begitu juga dengan GrandElder Sekte Bambu Perak, Patriarch, dan murid-muridnya. Namun baik Xiao Shuxiang, Yang Shu, dan murid-murid Sekte Kupu-Kupu tidak menganggap mereka begitu.
".. Terima kasih, Nak. Kau sudah terlalu banyak membantu sekteku,"
"Tidak ada kata 'Terima Kasih' diantara kita, Kakek. Jangan ucapkan itu, mendengarnya membuat hubungan kita seperti memiliki batasan, dan aku tidak menyukainya.."
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi cukup lama berbicara dengan GrandElder Sekte Bambu Perak. Setelah selesai, keduanya berjalan-jalan bersama di halaman belakang kediaman GrandElder.
Banyak tanaman herbal Xiao Shuxiang yang harus dipindahkan, namun dirinya sedikit cemas karena kebanyakan tanaman herbalnya dapat hidup di tempat dengan Qi yang padat seperti Gunung Induk.
".. Kau merawatnya dengan sangat baik, Lan Zhi.." Xiao Shuxiang menepuk pundak Lan Guan Zhi dan tersenyum padanya, dia memuji temannya yang telah menjadi orang tua hebat bagi Lan Xiao.
Lan Guan Zhi memperhatikan Harimau Bulan yang sedang ditunggangi beberapa anak kecil, tatapan matanya lalu mengarah pada Xiao Shuxiang.
"Aku.. Akan naik praktik, tidak bisa bersamanya selama seratus hari.."
!!
"Kau akan naik praktik lagi?!" Xiao Shuxiang tentu terkejut, apalagi saat dia mendengar Lan Guan Zhi mengatakan bahwa dirinya akan menembus tingkat GrandMaster.
Bahkan kultivator berusia seratus tahun lebih hanya sedikit yang berada di tingkat GrandMaster, kebanyakan dari mereka terhenti di MasterFoundation Tahap Emas Hitam.
"Kau sangat berbakat, Lan Zhi. Jangan khawatir, aku akan menjaga Lan Xiao. Kau fokus saja meningkatkan praktikmu,"
"Mn, kupercayakan.. Lan Xiao padamu."
*
*
Satu persatu murid mulai menaiki pedang terbang, mereka sudah lama tinggal di Gunung Induk, perasaan sedih tentulah menyelimuti hati mereka.
".. Jangan sedih, kita bisa berkunjung ke sini lagi.." Jing Mi menepuk pelan pundak juniornya.
Ping Gou dan para pengikutnya mengantar kepergian Jing Mi dan saudara seperguruannya. Semua bangunan masih dibiarkan tetap berdiri sebagai bukti bahwa tempat ini pernah menjadi rumah mereka.
Xiao Shuxiang sendiri berada di Sekte Pedang Langit, dia terlihat memberi Lan Xiao makan. Lan Guan Zhi sekarang tidak ada bersama mereka, dia berada di dalam gua Sekte Pedang Langit.
__ADS_1
Selama Lan Guan Zhi pergi, Xiao Shuxiang terus tinggal di Sekte Pedang Langit. Dia hanya sesekali pergi ke Kota Awan Dingin untuk melihat keadaan sektenya.
Di sekte ini, Xiao Shuxiang harus belajar bersama murid-murid Sekte Pedang Langit yang lain. Dirinya dipaksa memakai pakaian berkabung dan mengikuti segala aturan yang ada.
Xiao Shuxiang pernah mencoba membolos, namun berakhir dengan dirinya dihukum oleh Duan De.
Dia juga pernah membuat keributan, tidak ada murid senior yang dapat mengalahkannya. Xiao Shuxiang hanya bisa dihentikan oleh Patriarch Ketiga dan Patriarch Kedua.
Tepat bulan purnama, saat tanah lapang di Sekte Pedang Langit membentuk gua.. Udara mulai berubah.
Ada cahaya muncul di empat titik tembok sekte ini. Cahaya tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi sebuah segel yang menangkup Sekte Pedang Langit.
!!
Xiao Shuxiang yang sedang di lantai dua Pagoda tingkat 9 bersama Lan Xiao, nampak terkejut.
Dirinya segera menuju ke langkan, "Ini.. Bukan segel pelindung sekte..!"
Lan Xiao menggeram kuat, dia merasakan ada yang tidak beres, begitu juga dengan murid-murid Sekte Pedang Langit.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia seperti melihat cahaya merah melintas tidak jauh di depannya.
BAAAM!
Gedung Empat Arah meledak! Xiao Shuxiang bisa mendengar seruan salah seorang murid Sekte Pedang Langit. Jelas ini sebuah serangan, namun hawa keberadaan musuh sama sekali tidak mereka rasakan.
Xiao Shuxiang segera melesat ke Bangunan Empat Arah, disusul oleh Lan Xiao. Dia terkejut sebab murid-murid Sekte Pedang Langit bertarung dengan beberapa cahaya merah yang bergerak begitu cepat.
!!
BAAM!
Xiao Shuxiang terpental saat tiba-tiba mendapat serangan, beruntung dirinya tidak sampai menghantam apapun. Dia segera mengeluarkan Yīng xióng dari Cincin Spasialnya dan melesat secepat kilat membentur cahaya merah yang tidak dia ketahui apa itu.
TRAANG!
Patriarch Lan juga nampak menahan serangan beberapa cahaya merah, suara pedangnya begitu keras. Dia memberitahu para murid junior Sekte Pedang Langit agar mengungsi ke tempat yang aman.
"Patriach, sebenarnya ada apa ini?! Apa kita di serang?!"
TRAANG!
"Bukankah sudah jelas, cepat pergi dan hubungi Patriarch yang lain."
Patriach Lan terus menangkis serangan cahaya merah yang semakin cepat ini. Dia sama sekali tidak merasakan adanya bahaya yang mengancam sektenya, tentu dirinya merasa terkejut saat tempat tinggalnya di serang begitu tiba-tiba.
TRAANG!
Xiao Shuxiang memegang erat Yīng xióng, dia mengeluarkan empat api biru kecilnya yang langsung melesat dan membantunya melawan cahaya merah tersebut.
"Mereka berani sekali membuat kekacauan di kandang Sekte Pedang Langit. Apa mereka bodoh atau terlalu meremehkan sekte ini..?"
Xiao Shuxiang melesat cepat dan menusuk cahaya merah tersebut yang berubah wujud menjadi manusia dengan pakaian berwarna hitam.
Suara erangan kesakitan yang didengar Xiao Shuxiang adalah milik pria, namun dirinya tidak dapat melihat wajah pria ini karena tertutup. Apalagi sekarang lawannya secara cepat berubah menjadi tulang-belulang.
".. Aku rasa, mereka tidak bertindak bodoh. Semua ini sudah direncanakan dengan matang..!"
!!
__ADS_1
***