
Duan De adalah manusia biasa yang memiliki usia lebih dari 200 Tahun. Bakatnya dalam menempa pedang membuatnya mempunyai gelar 'Sang Penempa'. Dialah satu-satunya orang yang dapat berumur panjang walau tanpa berkultivasi.
Selama hidupnya, ada beberapa kejadian yang paling membuatnya berkesan. Salah satunya adalah pertemuan antara dirinya dengan seorang pendekar aneh yang senang memakai riasan wajah.
Tidak pernah sekali pun Duan De melihat wajah asli pemuda itu dikarenakan selalu tertutup dengan riasan bak hantu gantung. Jadi dia berusaha mengingat suara pendekar aneh yang dirinya temui itu andai sewaktu-waktu pendekar tersebut melepaskan riasan wajahnya.
"Tidak salah lagi.. Aku mengenal suara ini. Apa kau Ca-"
!!
Duan De tersentak kala mulutnya langsung dibekap oleh pemuda tampan yang memegang tongkat bambu ini. Lan Guan Zhi, Patriarch Lan, dan Grand Elder Sekte Pedang Langit yang kebetulan ada bersamanya juga ikut tersentak.
"Aah.. Dia sangat lucu~ wajah anak ini seperti orang tua tapi tubuhnya benar-benar pendek.." Bocah Pengemis Gila tersenyum canggung sambil mengusap-usap wajah Duan De, ".. Anak ini punya janggut yang panjang. Kau benar-benar menggemaskan~"
?!
Patriarch Lan meminta pada pemuda asing yang dibawa adiknya ini untuk tidak terlalu meremas dan menggosok pipi Duan De. Dia menjelaskan bahwa orang yang disebut anak kecil itu adalah seseorang yang sudah tua.
Bocah Pengemis Gila nampak terkejut, namun sepertinya rasa terkejutnya itu hanyalah pura-pura. Dia jelas tahu sejak awal bahwa orang yang setinggi bocah ini adalah seseorang yang sudah tua.
Duan De sendiri nampak berwajah gelap, semakin lama mendengar suara pemuda ini.. Semakin dirinya yakin bahwa pendekar tersebut tidak lain adalah orang yang sangat amat dia kenali.
Hanya saja, saat Duan De mencoba bersuara.. Bocah Pengemis Gila kembali membekap mulutnya. Dia bahkan digendong oleh pemuda tersebut dan ini membuat siapa pun yang melihatnya kembali tersentak.
Patriarch Lan, "Tuan Muda-"
"Maaf, tapi aku sangat suka dengan orang ini.." Bocah Pengemis Gila segera menimpali Patriarch Lan, dia lalu meminta izin pada Lan Guan Zhi untuk menghabiskan waktu berdua dengan orang yang dia gendong ini.
".. Aku ingin mengenalnya, dia mempunyai janggut yang sangat panjang. Aku tidak pernah menemukan orang seperti ini di tempat tinggalku. Jadi aku pergi dulu, aku pasti akan mencarimu.."
Bocah Pengemis Gila begitu cerewet, dia buru-buru pergi sambil menggendong Duan De dan juga membawa tongkat bambunya. Patriarch Lan dan GrandElder Sekte Pedang Langit nampak berkedip, mereka tidak tahu harus berkata apa mengenai orang asing tersebut.
"LanLan, kenapa kau tidak bersama Shuxiang? Apa kalian bertengkar?"
Awalnya Patriach Lan mengira adiknya datang bersama Xiao Shuxiang, tetapi ternyata bukan. GrandElder Sekte Pedang Langit juga berpikiran sama, tidak adanya Xiao Shuxiang bersama Lan Guan Zhi membuatnya merasa kedua pemuda itu kemungkinan sedang bertengkar.
"Nak, pertengkaran adalah hal yang wajar, tapi jangan sampai itu merusak pertemanan kalian. Meskipun bukan kau yang salah, pergi dan minta maaf-lah padanya. Bawa dia kemari.."
Chun Bai Dao, GrandElder Sekte Pedang Langit menepuk-nepuk pelan pundak Lan Guan Zhi. Entah mengapa.. tetapi perkataannya terdengar seperti seorang ayah yang sedang menasehati menantunya.
"Tetua.. Kami tidak bertengkar. Shuxiang melakukan pelatihan tertutup," Lan Guan Zhi berucap dengan sopan, ketenangan wajah dan sikapnya tidak pernah berubah.
Chun Bai Dao dan Patriarch Lan merasa lega mendengarnya. Mereka lalu mengajak Lan Guan Zhi untuk berbicara lebih jauh, sekaligus mendengar cerita pemuda ini.
Di tempat lain, Bocah Pengemis Gila membawa Duan De ke hutan buatan Sekte Pedang Langit. Sebelumnya banyak murid yang terkejut dengan kehadirannya, namun tidak ada siapa pun yang mencegah Bocah Pengemis Gila.
"Kau ternyata berat juga, padahal tubuhmu kecil.."
Duan De akhirnya diturunkan sehabis digendong layaknya seorang bocah. Dia merapikan janggut putih panjang dan juga pakaiannya.
Bocah Pengemis Gila nampak menggelengkan kepala pelan, dia memperhatikan Tua Bangka di depannya ini mulai dari kepala sampai kaki.
__ADS_1
"Haiih.. Tinggi badanmu sama sekali tidak bertambah sejak terakhir kali kulihat. Dan dibandingkan dengan itu.. Janggutmu yang malah semakin panjang,"
"Ini pertama kalinya aku melihat wajah asli Senior, jadi aku tidak akan mengomentari itu. Tapi kuyakin kelakuan Senior tidak pernah berubah,"
Jika diperhatikan sekilas, wajah Duan De nampak lebih tua. Dia seakan tidak pantas menyebut Bocah Pengemis Gila sebagai 'Senior' sebab wajah pemuda itu bagai orang yang berusia sekitar 21-23 Tahun.
Namun, Duan De tetap memanggilnya 'Senior'. Ini bukan hal yang aneh, sebab pertemuan pertamanya dengan Bocah Pengemis Gila adalah saat usianya masih 89 Tahun. Usia di mana dirinya menerima tugas menjadi salah satu dari 5 Pilar Dunia.
Sebenarnya, Duan De juga tidak mengetahui bagaimana awalnya. Dia hanya mendengar kisah tentang 5 Pilar Dunia pada Sang Ayah, dan ternyata keluarganya memiliki hubungan dengan pilar tersebut.
"Kenapa Senior bisa sampai kemari? Apa Senior sudah ingin mengambil nyawaku?"
"Apa? Kapan aku pernah berkata ingin mengambil nyawamu, aku tidak sejahat itu.."
Duan De mengusap-usap pelan janggut panjangnya, melihat Bocah Pengemis Gila yang duduk beralaskan daun bambu kering membuatnya teringat pemuda ini adalah mimpi terburuk bagi para kultivator di Benua Timur.
5 Pilar Dunia menyebar di lima benua, mereka adalah orang-orang pilihan yang membawa perubahan entah itu baik atau tidak bagi Dunia.
Salah satu contohnya adalah keluarga Duan De. Generasi 'Sang Penempa' pertama yang telah membuat banyak pusaka-pusaka hebat. Bila yang memakainya merupakan pendekar berhati buruk, maka senjata tersebut menjadi penuh rasa haus darah.
Pusaka-pusaka hebat yang berhasil diciptakan akan membawa pengaruh besar bagi kehidupan dunia, dan dari banyaknya penempa senjata.. Keluarga Duan-lah yang dipilih oleh takdir. Bahkan gelar 'Keluarga Sang Penempa' lebih melekat ketimbang nama marga mereka sendiri.
Sebenarnya, tidak ada yang tahu pasti siapa manusia yang termasuk ke dalam 5 Pilar Dunia, tetapi sejauh ini.. Di keluarga Duan De.. Sudah ada tiga generasi yang menjadi bagian dari para pilar. Tua Bangka berjanggut panjang ini merupakan Generasi Ketiga yang mewakili Pilar di Benua Timur.
"Kalau kedatangan Senior tidak untuk mengambil nyawaku, lalu apa? Bukankah dulu Senior pernah mengatakan tidak ingin menginjakkan kaki dan tidak mau mengurusi masalah di benua ini? Lalu kenapa sekarang berubah pikiran?"
"Junior, kau sepertinya tidak suka aku datang.."
Bocah Pengemis Gila menyuruh Duan De untuk duduk di depannya. Dia lalu bertanya apakah juniornya ini masih ingat tentang identitasnya yang adalah bagian dari lima pilar, Duan De jelas ingat hal tersebut.
".. Kenapa Senior menanyakannya?"
"Bocah Tua, kau mengangkat Wuxian, ah bukan. Maksudku kau mengangkat Shuxiang sebagai muridmu, kan? Apa kau tahu apa yang kau lakukan itu?"
Duan De mengangguk meng-iyakan, dia lalu menatap Bocah Pengemis Gila sambil tersenyum tipis. "Apa Senior khawatir dia akan menggantikanku? Tidak perlu mencemaskan itu, aku sudah lama mempersiapkan diri untuk mati,"
Raut wajah Bocah Pengemis Gila sulit untuk diartikan. Tetapi satu hal yang pasti, dia sudah banyak melihat bagaimana para pilar Dunia memiliki pewaris yang menggantikan mereka, tentu selain dirinya.
"Aah benar, jika anak itu sudah menguasai seluruh keahlianmu dalam menempa, maka kau akan terbebas dari kehidupan ini. Aku sampai lupa bahwa kau hanyalah manusia biasa,"
Bocah Pengemis Gila adalah satu-satunya Pilar yang tidak pernah mempunyai pewaris. Dia sudah terlalu lama hidup, banyak perang dan kekacauan yang dirinya saksikan.
Bahkan saat dia mengelilingi kelima Benua dahulu.. Bocah Pengemis Gila pernah membuat keributan dan membunuh pendekar kuat yang keangkuhannya telah melampaui batas.
Dia adalah pendekar yang memiliki Keseimbangan Enam Unsur Tenaga Dalam, sesuatu yang jelas sangat mustahil dan tidak bisa dipercaya oleh para pendekar di Benua Tengah.
Kita tahu Ling Lang Tian memang terkenal sebagai kultivator yang jenius di tempat tinggalnya, bahkan tanpa melepaskan segel di dahinya itu.. Ling Lang Tian mampu bertarung dengan pendekar kuat di tanah yang Qi-nya begitu sulit seperti tempat tinggalnya.
Andai Ling Lang Tian adalah kultivator yang ingin menghancurkan Benua Tengah, mungkin kejadiannya akan sama dengan Sang Bintang Penghancur yang mampu menciptakan hujan darah selama 40 hari. Dirinya memang sekuat itu.
Namun, tidak seorang pun yang tahu bahwa ada orang yang jauh lebih kuat dari Ling Lang Tian. Dia mampu memporak-porandakan Benua Tengah hingga titik di mana tanah tidak mampu lagi dipijak.
__ADS_1
Satu tinjuan penuh tenaga darinya menyamai kekuatan Pedang Kaisar Langit, Pasak dari Dunia Elf yang pernah dipakai Xiao Shuxiang melawan Wyvern.
Yang lebih penting dari itu, orang tersebut tidak terlalu mendalami kultivasi. Dalam artian kata, dia merupakan kultivator pemula. Dan ini juga mempunyai makna bahwa dirinya masih bisa meningkatkan kekuatan lagi.
Menguasai dua unsur Tenaga Dalam saja sudah dianggap sebagai Jenius hebat, apalagi bila menguasai tiga jenis sekaligus.
Sayangnya, sejauh ini tidak pernah terdengar di Benua Tengah bahwa ada orang yang menguasai Tiga Jenis Tenaga Dalam. Lalu bagaimana dengan Bocah Pengemis Gila?
Pemuda ini tidak hanya menguasai dua, tiga, tetapi mampu menguasai enam jenis Tenaga Dalam sekaligus termasuk menyeimbangkannya. Dialah Sang Pembangkit.
".. Aku tahu kau sangat ingin terbebas dari tugasmu Duan De, tapi kenapa kau memilihnya? Shuxiang, dia juga dipilih oleh Si Buta yang gemar mengelana itu,"
?!
"Aku tidak tahu dia juga dipilih oleh pilar yang lain. Anak itu tidak pernah menceritakan apa pun padaku,"
Duan De jadi teringat dengan Seruling Giok Putih yang berada pada Xiao Shuxiang. Dirinya bertanya pada Bocah Pengemis Gila tentang seruling tersebut yang sebelumnya berada di tangan Penatua Da Lin. Mungkinkah Bocah Nakal Pembuat Masalah itu juga diangkat sebagai pewaris oleh Da Lin?!
".. Seseorang yang diangkat sebagai pewaris oleh tiga orang Pilar sekaligus, akan seperti apa beban yang dia pikul? Senior, ini.."
"Bukan soal bebannya Duan De, tapi aku tidak percaya kalian bertiga bisa memilih satu orang yang sama. Dan beberapa kali kuperhatikan.. Aku punya firasat aneh tentang anak itu,"
Duan De mengerutkan keningnya, dia lalu mengatakan bahwa kemungkinan firasat aneh Seniornya ini adalah karena orang yang mereka bahas tidak seperti kultivator yang lain.
Duan De menarik napas pelan dan kemudian mengembuskannya. Sambil mengusap-usap janggut panjangnya.. Dia mulai menceritakan tentang reinkarnasi Sang Bintang Penghancur, semua yang dirinya ketahui.
Selama tiga hari tinggal di Sekte Pedang Langit, Bocah Pengemis Gila selalu menghabiskan waktu dengan Duan De. Dia jadi tahu banyak tentang siapa Xiao Shuxiang dan bagaimana pemuda itu bisa terlahir kembali tanpa melupakan ingatan masa lalunya.
Bocah Pengemis Gila sebenarnya sudah lebih dari seratus tahun tidak ke Benua Timur, karenanya kejadian besar semacam ini hanya sekadar buah bibir yang berlalu di telinganya, tanpa dia sadari bahwa tokoh yang dibicarakan orang-orang adalah pemuda pembuat arak enak tersebut.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang terus berlatih mengembangkan Jurus Cermin Pemindahnya di dalam ruangan tertutup milik Tianqi Mao-Kota Embun Bunga.
Ling Qing Zhu sendiri berlatih pedang di tempat Tianqi Mao, sesekali Yi Wen mengunjungi dan mengajaknya ke Sekte Kupu-Kupu.
Untuk Xiao Qing Yan dan Lan Xiao, keduanya masih berada di dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang. Mereka sebenarnya bertanya-tanya, kapan mereka dikeluarkan dari tempat ini.
Nyawn~
Sangat untung terdapat bangunan di tempat ini, ada juga danau, tanaman herbal, termasuk sayuran. Selain itu, Qi di sini juga sangat murni.. Xiao Qing Yan jadi bisa berlatih dan meningkatkan kemampuannya mengendalikan Qi.
Sebenarnya, tidak hanya bersama Harimau Bulan ini.. Tetapi Xiao Qing Yan juga ditemani oleh tujuh Api Biru Kecil Xiao Shuxiang, dan satu buah peti berisi mayat tua bangka.
Walau demikian, tidak ada rasa takut sama sekali yang nampak pada wajah Xiao Qing Yan. Di tempat ini, dirinya semakin dekat dengan Lan Xiao dan juga diperlakukan baik oleh ketujuh Api Biru Kecil tersebut.
Entah seperti apa keadaan teman-temannya, namun Xiao Qing Yan berharap mereka semua dalam keadaan yang baik.
Dia sepertinya tidak tahu bahwa saat ini Xiao Shuxiang dan yang lainnya tidak lagi berada di Rumah Besar Dewi Surgawi, melainkan berada jauh dari Benua Tengah.
Bukan hanya Xiao Qing Yan.. Tetapi Hu Li, O Zhan, Jing Mi, Hou Yong, termasuk Ling Lang Tian tidak tahu soal keberadaan Xiao Shuxiang dan teman-teman mereka yang kini ada di Benua Timur.
Yang mereka ketahui, Xiao Shuxiang dan yang lainnya sedang menjalankan misi di salah satu kota yang ada di Kekaisaran Langit Utara.
__ADS_1
***