
Hu Li terkejut ketika mendengar suara debaman keras disertai teriakan dari salah satu awak kapal. Saat menoleh dirinya segera diperlihatkan dengan keadaan Tuan Muda Xiao-nya.
Bilah pedang Rou Jing mendarat tepat di dada Xiao Shuxiang, serangannya membuat lantai kapal retak dan kemudian hancur.
Serangan tersebut juga menciptakan debu dari serpihan lantai kapal, Hu Li menyerukan nama Tuan Mudanya dan berusaha untuk ke tempat di mana Xiao Shuxiang berada.
"Tuan Muda...!"
Hu Li tidak peduli lagi dengan kapal ini yang akan hancur atau bahkan tenggelam. Dia terlihat sangat marah ketika para awak kapal menghalangi langkahnya menuju ke tempat Tuannya berada.
!!
Api rubah menyelimuti seluruh tubuh Hu Li, warna mata dan rambutnya berubah merah, bibirnya menghitam bersamaan dengan gigi taringnya mulai tumbuh panjang.
Hu Li melesat dan hanya dengan sekali cakaran.. Setiap awak kapal tumbang satu persatu. Cakar pada kedua tangan Hu Li memiliki racun yang mematikan, tubuh akan terasa terbakar dan hanya beberapa detik nyawa mulai menghilang.
Di sisi lai, Rou Jing tertawa keras saat melihat darah menetes pada bilah pedangnya, "Ternyata kau selemah ini, benar-benar memalukan,"
Matanya menatap rendah ke arah pemuda berpakaian merah yang tubuhnya telah terbelah dua.
Kultivator muda yang terbaring ini telah dia yakini sudah mati, itu dikarenakan dada pemuda tersebut hancur beserta organ dalamnya.
!!
Hu Li sangat terkejut melihat bahwa pemuda yang dipandang rendah oleh Rou Jing adalah Tuan Muda Xiao-nya. Dia menggeram marah dan baru akan melesat menyerang Rou Jing saat dirinya mendengar suara batuk Tuannya.
Hu Li terkejut, namun akhirnya dia bisa bernapas lega, warna mata dan rambutnya kembali seperti semula.
Dia baru tersadar sudah membunuh lima orang dengan cara yang mengenaskan, dirinya kemudian membantu O Zhan karena adiknya tersebut terlihat kesulitan.
Mata Rou Jing terbelalak ketika pemuda yang dia yakini telah dibelah dua ternyata masih hidup. Dia secara tidak sadar menahan napas dan perlahan berjalan mundur.
".. Ini sangat mustahil. Jelas-jelas aku sudah menebas tubuhmu sampai terpisah. Tetapi bagaimana mungkin kau masih hidup?! Siapa kau sebenarnya?!"
Dada Xiao Shuxiang memang terbelah, bahkan ada bekas tebasan pedang pada lehernya, namun tetap saja dirinya masih bernapas. Tangan kirinya bergerak perlahan menyentuh area dada, dia bisa merasakan tulangnya hancur.
Dia merasakan air hujan mengalir menembus dadanya, luka Xiao Shuxiang benar-benar parah. Dirinya bernapas dengan hati-hati dan kemudian menoleh perlahan ke arah Rou Jing.
"Serangan yang hebat, tapi sepertinya aku masih belum mati.." Xiao Shuxiang menjilat darah di tangan kirinya dan kemudian mulai bangun. Rou Jing yang melihatnya berjalan mundur kembali.
"Kau tahu.." Xiao Shuxiang mengusap luka di dadanya yang mulai menyatu kembali, ".. Aku suka melihat wajahmu. Ekspresimu itu.. Terlihat sangat bagus,"
Xiao Shuxiang memasukkan Seruling Giok Putihnya ke dalam Gelang Semesta dan lalu mengeluarkan Yīng xióng. Dia kemudian melepas seragamnya yang berwarna merah hingga memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang cukup berorot.
Hujan mulai turun dengan deras dan membersihkan tubuh Xiao Shuxiang dari darahnya sendiri. Setiap luka yang di dapatnya telah menghilang, bahkan tulangnya yang remuk juga kembali seperti semula.
"Kau harusnya sudah mati..! Kenapa kau bisa hidup lagi..?! Apakah kau Ib-!"
Belum sempat Rou Jing menyelesaikan ucapannya.. Xiao Shuxiang yang bertelanjang dada kini berada tepat di depannya dengan jari telunjuk kiri menempel di bibir Rou Jing.
__ADS_1
"Ssst.. Panggil 'Tuan Muda Xiao'," Xiao Shuxiang tersenyum tipis, suaranya terdengar normal, namun Rou Jing malah merasakan kakinya gemetar.
Selama hidupnya, ini kali pertama Rou Jing menemukan seseorang yang bisa hidup dengan tubuh yang telah terpisah dan bagian dalam tubuh hancur berantakan.
Setelah mampu mengendalikan dirinya, Rou Jing melompat mundur dan berusaha menjaga jarak dari Xiao Shuxiang. Dia mencengkeram kuat pedang besarnya.
"Hanya ada dua makhluk yang bisa menyatukan bagian tubuhnya setelah ditebas, pertama mayat hidup dan kedua adalah Iblis. Kau jelas bukan yang pertama.. Jadi katakan, siapa dirimu yang sebenarnya..!"
Xiao Shuxiang berdiri tenang sambil memperhatikan Rou Jing yang menatapnya dengan penuh rasa waspada. Dirinya lalu menarik Yīng xióng dari sarungnya dan menancapkan pedangnya ke lantai kapal.
"Untuk apa kau menanyakan identitasku? Mau melamar?"
Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah pita panjang berwarna merah dari dalam Gelang Semestanya. Masih sempat-sempatnya pemuda ini mengikat rambut dan mengatakan bahwa dirinya tidak sedang mau menerima lamaran, ekspresi wajahnya nampak begitu serius.
Rou Jing menggeram, rasa ketakutannya kini telah menghilang karena mendengar perkataan pemuda yang bertelanjang dada di depannya. Dalam satu kedipan mata, dirinya menyerang dengan kekuatan penuh.
Xiao Shuxiang kali ini meladeninya dengan bersungguh-sungguh, dia sudah puas merasakan sakit, jadi sudah seharusnya dia membalas kebaikan Rou Jing yang menebasnya tadi.
TRANG!
Yīng xióng berbenturan keras dengan pedang besar milik Rou Jing, benturan ini bahkan membuat kapal bergoyang.
"Iblis tidak seharusnya hidup seperti layaknya manusia. Tunjukkan wujudmu yang sebenarnya..!"
"Jangan pernah menyamaiku dengan makhluk kotor dan menjijikkan itu," Xiao Shuxiang menendang Rou Jing hingga pria tersebut terdorong sejauh lima meter, nyaris membentur bagian pinggir kapal.
Xiao Shuxiang melesat dan menyerang Rou Jing tanpa jeda sama sekali. Suara benturan kedua senjata mereka menyatu dengan derasnya hujan. Hu Li, Kong Wu, dan Xiao Qing Yan juga masih tetap bertarung, mereka sedikit kesulitan melawan kerja sama para awak kapal.
TRAANG!
TRAANG!
TRAANG!
Pertarungan antara Xiao Shuxiang dengan Rou Jing terus berlanjut, namun yang paling banyak mendapatkan luka adalah Rou Jing. Dia beberapa kali meringis dan berusaha menyembuhkan lukanya dengan Qi berwarna hitam.
Yīng xióng saat ini menjadi pedang yang tumpul, dia tidak menewaskan Rou Jing dengan racun miliknya ataupun mengubah pria tersebut menjadi tulang-belulang.
Xiao Shuxiang tahu Yīng xióng akan berbuat demikian, dia memang tidak bisa memaksakan keinginannya pada pedang tidak warasnya ini. Namun tumpulnya Yīng xióng tidak menjadi penghalang dirinya untuk bertarung melawan Rou Jing.
SLAASH!
Pedang Rou Jing sejak tadi menebas udara, dia belum melukai Xiao Shuxiang sejak pertarungan kedua mereka di mulai. Pemuda berambut panjang yang dia lawan tidak seperti tadi, sekarang.. Setiap serangan lawannya kuat dan cepat.
!!
"Sialan..!" perasaan Rou Jing sangat buruk setelah menyadari sesuatu. Luka karena pedang milik Xiao Shuxiang ternyata tidak bisa ditutup dengan Qi hitamnya.
"Meski aku sudah berusaha menutupnya, tetapi luka ini terus saja terbuka. Senjata mengerikan apa yang dia punya itu?!"
__ADS_1
Rou Jing menggertakkan giginya, darah segar terus mengucur keluar dari luka-lukanya. Belum sempat dia mengambil napas.. Xiao Shuxiang kembali menyerangnya dan kali ini serangan tersebut menusuk tepat di bagian perutnya.
!!
Rou Jing memuntahkan darah, dia mengerang saat pedang Xiao Shuxiang yang tertancap bergerak naik menuju dadanya. Kedua matanya bahkan terselip ke atas dengan urat-urat pada leher dan dahinya menegang.
"AAAARRGH..!"
Napas Rou Jing seperti tercekat di tenggorokan, tubuhnya menegang dengan tangan yang sudah tidak lagi memegang senjata. Seluruh aliran Qi di dalam tubuhnya terganggu oleh rasa sakit yang luar biasa.
Xiao Shuxiang melampiaskan semua rasa sakit yang dia alami pada Rou Jing. Pedangnya yang tumpul akan semakin membuat pembelahan pada dada lawannya semakin lama dan sakit.
"Bagaimana rasanya? Kau suka? Tentu saja kau suka. Kalau tidak, mana mungkin wajahmu terlihat sebahagia itu.."
Xiao Shuxiang sepertinya salah mengartikan ekspresi wajah menderita Rou Jing sebagai ekspresi penuh rasa bahagia. Atau mungkin, dia memang sengaja mengartikannya begitu.
Xiao Shuxiang memberi tekanan saat dia menyayat tubuh Rou Jing dengan memakai Yīng xióng. Dia melakukannya sampai sebagian dari tubuh Rou Jing terjatuh.
"Tulangmu cukup keras, butuh banyak tenaga untuk memotongnya,"
"AAAARRGH..!"
Yīng xióng kembali tajam, kali ini dia menghisap semua Qi hitam milik Rou Jing beserta dengan Dantiannya. Yīng xióng hanya menyisakan daging, tulang, dan organ dalam yang membusuk.
"Bagus..! Bagus sekali..! Kau benar-benar hebat karena bisa membunuh saudaraku,"
?!
Xiao Shuxiang menoleh ke asal suara barusan. Dia mendapati dua orang pria yang salah satunya berbadan kekar, pengamatannya adalah pria tersebut merupakan pemilik dari suara yang dia dengar.
Walau hujan deras, nyatanya Xiao Shuxiang samar-samar mencium aroma rempah yang seakan berasal dari tubuh pria kekar yang berjalan tenang ke arahnya.
Xiao Shuxiang memperhatikan pria bernama Nin Gao tersebut dari atas sampai bawah, pandangannya lalu tertuju pada tangan kiri Nan Gao yang mencengkeram rambut dari kepala manusia yang terlihat seperti milik wanita.
Trang!
Suara samar lain yang didengar oleh Xiao Shuxiang adalah suara pertarungan teman-temannya, meski pandangannya tetap terarah pada Nin Gao dan kepala wanita yang dipegang pria itu.
"Kenapa? Kau tertarik dengan Nyonya cantik ini?"
Nin Gao mengangkat kepala wanita di tangannya saat menyadari arah tatapan pemuda yang bertelanjang dada di depannya, "Kau tahu untuk apa aku membawa Nyonya Cantik ini?"
Xiao Shuxiang memasang wajah tenang dengan ekspresi mata penuh kewaspadaan saat melihat pria di depannya menjilat pipi kepala yang dia bawa.
!!
Jilatan Nin Gao pada pipi Nyonya cantik yang hanya tinggal kepala itu mulai berubah menjadi gigitan.
Dia memperlihatkan bagaimana dirinya memakan daging pipi manusia tepat di depan Xiao Shuxiang.
__ADS_1
***