XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
109 - Kesan Yang Tidak Terduga [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang, Yi Wen dan Feng Ying berpamitan dengan Kepala Desa Batu Hijau serta para warganya.


Mereka tidak bisa menginap karena harus segera kembali ke Sekte Pedang Langit untuk mengurus sesuatu.


"Pendekar, berhati-hatilah..! Dan terima kasih karena sudah menolong kami.."


"Itu Bukan Masalah, Paman. Melindungi orang-orang adalah tugas kami... Hehe" Jing Mi menggaruk kepalanya dan terlihat cengengesan. Tindakannya membuat bibir atas Xiao Shuxiang dan Yi Wen berkedut.


"Kepala Desa berterima kasih pada kami, bukan padamu Saudara Jing." Yi Wen mencubit keras lengan Jing Mi, dia kesal karena saudaranya mengambil ucapan yang harusnya dia lontarkan.


Setelah berpamitan dengan Xue Long dan keluarganya----Xiao Shuxiang, Yi Wen dan teman-temannya mulai menaiki pedang terbang mereka.


Bersamaan saat menginjakkan kaki di Sekte Pedang Langit, pedang terbang Xiao Shuxiang hancur berkeping-keping. Kejadian ini membuat tersentak teman-temannya.


"Kau apakan senjatamu, Saudaraku?"


Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya, dia tidak menjawab pertanyaan Jing Mi. Dia hanya berkata akan melaporkan tentang misinya terlebih dahulu sekaligus meminta pedang terbang yang baru.


Murid Sekte Pedang Langit yang bertugas menerima laporan misi terkejut saat Xiao Shuxiang memperlihatkan gagang pedangnya dan meminta yang baru.


"Ini pedang pusaka, bagaimana mungkin bisa hancur hanya dengan dialiri Qi? Apa Kau Menggerogotinya?!"


"Kau pikir Xiao Shuxiang apa, hah?!"


"Tenang, Saudaraku..." Jing Mi menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang, dia lalu meminta agar murid Sekte Pedang Langit memberikan pedang yang baru untuk saudaranya.


Setelah mendapat pengganti pedangnya, Xiao Shuxiang dan teman-temannya mulai pergi ke Balai Peristirahatan.


Sambil mengisi perut, mereka mengatur persiapan pembangunan Sekte Kupu-Kupu, sebab dua hari lagi---Pelatihan Etika akan ditutup.


Jing Mi menjelaskan bahwa lokasi yang dia temukan memiliki tiga rumah rusak dan tidak layak huni.


"Rumah itu tersembunyi dilebatnya hutan, kita hanya perlu membangun yang baru.."


Xiao Shuxiang mendengarkan penjelasan dari Jing Mi hingga selesai. Tidak ada komentar apa pun, mereka semua sepakat dengan lokasi yang Jing Mi katakan.


Keesokan paginya, saat Xiao Shuxiang berniat mengunjungi Yang Shu.. Tiba-tiba saja sesuatu hampir menimpuk kepalanya. Untunglah, Xiao Shuxiang sigap menangkap benda itu.


"Hm?" Xiao Shuxiang keheranan, ketika tahu bahwa yang ditangkapnya adalah sepatu dan hanya sebelah saja.


Sambil menoleh ke sekitaran, Xiao Shuxiang berusaha mencari orang yang telah melempar sebelah sepatunya. Sayang, tidak seorang pun yang terlihat seperti kehilangan sepatu.


Sebuah ide terlintas di benaknya. Dia tahu cara meninggalkan kesan sekaligus sebagai perpisahan untuk murid-murid sekte luar dan murid Sekte Pedang Langit.


!!


Hari itu, seluruh murid sekte luar termasuk beberapa murid Sekte Pedang Langit mengerubuni suatu tempat.


Mereka melihat kertas pengumuman yang tertempel hampir di setiap dinding bangunan dan juga pepohonan.


Pengumuman itu tertulis bahwa Xiao Shuxiang sedang dalam suasana hati yang baik. Jadi, dia membuat permainan mencari pemilik sepatu yang hampir menimpuk kepalanya.


"... 'Siapapun yang cocok dengan sepatu ini, maka Aku akan mengabulkan satu keinginannya. Kesempatan hanya ada sekali..! Kalian tidak akan menolak seorang Alkemis, bukan?.'.."


"Anak itu sombong sekali... Mentang-mentang dia tinggal bersama Patriarch Ketiga..!" Sian Ru mendecih, dia lalu mengajak teman-temannya untuk pergi ke tempat lain. Sayangnya, saat Sian Ru menoleh... Dia tidak menemukan siapa pun di sampingnya.


"Hah?! Apa mereka semua pergi menemui monster kecil itu..?!" Sian Ru hampir tidak bisa berkata-kata. Menurutnya, Xiao Shuxiang mulai mencari muka pada semua orang.


Di tempat lain, di bawah salah satu pohon persik. Lebih tepatnya di halaman Balai Peristirahatan, nampak Xiao Shuxiang dan Jing Mi sedang duduk di atas kain merah yang dibentangkan.


Di depan mereka, banyak murid sekte luar berbaris mengantri untuk mencoba sebelah sepatu yang ditemukan oleh Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao, dia cocok..!" Jing Mi berseru ketika seorang murid laki-laki memiliki kaki yang pas dengan sepatu yang ditemukan Xiao Shuxiang.

__ADS_1


Saat ditanya, murid tersebut sama sekali tidak kehilangan sepatu. Xiao Shuxiang mengangguk pelan, dia lalu meminta agar murid itu duduk di depannya.


"Jadi, apa permintaanmu?"


Murid itu tersenyum, dia lalu membisikkan Xiao Shuxiang keinginannnya. "Apa... Kau bisa membuat pil peninggi badan?"


?!


Xiao Shuxiang menatap murid tersebut sambil berkedip beberapa kali. Apa dia tidak salah dengar?


"Kau yakin itu keinginanmu?"


"Apa tidak boleh..?"


Xiao Shuxiang tersenyum lebar, dia lalu mengeluarkan empat butir pil berwarna kuning cerah yang dijepit diantara jari-jarinya.


"Kau mau rasa jeruk, pedas, persik, atau teratai..?!" Xiao Shuxiang dengan begitu bangganya mengatakan bahwa pil ini merupakan hasil kegagalan dari pembuatan pilnya yang lain.


"Kau yakin itu bisa dimakan?"


"Tentu saja, kau mau yang mana?"


Murid tersebut memilih pil yang rasanya pedas. Dia terkejut, sebab pil buatan Xiao Shuxiang begitu enak.


"Rasa pedasnya pas. Ini sebenarnya.. Pil atau permen..?"


"Kau bisa mengartikannya apa pun, sudah sana..! Aku masih punya banyak pasien.."


Murid itu duduk di samping Xiao Shuxiang sambil menunggu reaksi dari pil yang dimakannya. Xiao Shuxiang mengatakan butuh waktu sekitar lima menit agar hasilnya terlihat.


Sepanjang hari, Xiao Shuxiang benar-benar menghentikan kegiatan Pembelajaran Etika akibat sayembara yang diadakannya.


Bahkan, beberapa guru Sekte Pedang Langit juga ikut mencoba sepatu yang ditemukan oleh Xiao Shuxiang.


Berbeda dengan murid-murid yang meminta dibuatkan pil untuk penampilan mereka, para guru Sekte Pedang Langit ingin Xiao Shuxiang membagikan ilmu meracik pilnya.


"Ya sudah, jika kalian tidak percaya.. Tapi begitu caraku meracik. Selanjutnya?!"


Murid yang pas dengan sepatu tersebut adalah Sian Ru, dia memotong banyak antrian agar bisa langsung bertemu dengan anak yang sudah membuat sektenya begini.


"Bahkan guru-guru juga ikut dipengaruhi olehnya, dasar monster kecil..!!" Sian Ru berusaha menahan emosinya, dia lalu melemparkan sesuatu tepat di depan Xiao Shuxiang.


"Aku ingin kau membuat pil dengan bahan-bahan itu. Buktikan kalau kau benar-benar seorang Alkemis..!"


!!


Semua murid yang hadir langsung mengarahkan pandangannya kepada Xiao Shuxiang. Mereka merasakan Sian Ru sedang menantang Xiao Shuxiang sekarang.


"Hah, hahaha..! Baiklah, kau punya keinginan yang menarik,"


Xiao Shuxiang melihat bahan racikan yang dilempar Sian Ru tadi. Tanaman herbal yang berjumlah lima jenis ini berusia sekitar tiga tahun, terlalu muda dengan usia tanaman yang biasa Xiao Shuxiang gunakan.


Xiao Shuxiang meminta Jing Mi mengambilkan periuk kecil Nenek Nian untuknya. Dia sebenarnya bisa saja membuat pil secara langsung dengan api birunya, namun Xiao Shuxiang ingin sedikit mengerjai Sian Ru.


Para guru Sekte Pedang Langit, salah satunya adalah Lan Gaozu nampak sedang serius memperhatikan saat Xiao Shuxiang menghaluskan tanaman herbal milik Sian Ru.


Sian Ru dan murid-murid yang lain juga terlihat serius. Mereka bahkan tidak menyadari bahwa Patriarch Pertama, Patriarch Ketiga, serta Patriarch Lan ada di antara mereka dan menyaksikan semua ini.


Xiao Shuxiang memasukkan herbal yang sudah dihaluskannya ke dalam periuk kemudian menambahkan air.


!!


"Cara Itu Tidak Benar, Kau Salah..!" Lan Gaozu menegur Xiao Shuxiang, murid yang sering membaca buku resep juga menegurnya. Mereka mengatakan pil tersebut tidak akan jadi.

__ADS_1


"Kau memasaknya dengan api biasa tidak akan membuatnya menjadi pil. Apalagi kau menambahkan bahan yang harusnya tidak ada,"


"Kalian payah!" Xiao Shuxiang meminta agar semuanya diam dan melihat apa yang akan terjadi, baru setelah itu mereka bisa berkomentar.


Xiao Shuxiang memberikan sedikit api biru miliknya ke dalam api biasa yang membakar periuk.


Seketika, periuk tersebut mengeluarkan bunyi nyaring yang keras. Seakan-akan bersiap untuk meledak.


Bunyi periuk itu tiba-tiba berhenti, bersamaan dengan api yang mengecil. Asap putih tebal terlihat berputar-putar di dalam periuk.


Sian Ru, para guru dan murid yang penasaran melihat lebih dekat ke arah periuk. Dengan tiga hitungan, periuk tersebut menyemburkan asap putih yang menyengat hingga membuat Sian Ru tersedak.


"Ka-Kau Mengerjai Kami..?!"


"Salahmu karena terlalu dekat," Xiao Shuxiang meledek, dia lalu mengambil dua buah pil di dalam periuk.


!!


"Dia benar-benar berhasil..!"


Pil yang ada di tangan Xiao Shuxiang berwarna hijau tua dan hitam. Keduanya memiliki khasiat berbeda, walau berasal dari bahan yang sama.


Pil berwarna hijau tua adalah pil penguat tulang, sementara satunya merupakan pil aneh dengan khasiat menyuburkan janggut.


"Jangan berpikir kalian bisa membuat pil dengan cara yang kulakukan sekarang. Perlu kalian ketahui, hanya aku yang bisa melakukan ini."


Xiao Shuxiang begitu serius mengatakannya, dia bisa melihat ada beberapa orang yang mulai memperlihatkan sifat aslinya.


"..Tapi kalau tidak percaya, kalian bisa mencobanya."


"Kalian sebaiknya tidak memikirkan untuk menirunya, buat jalan kalian sendiri."


!!


"PATRIARCH LAN?!"


Semua orang terkejut ketika mendengar suara Patriarch Lan, apalagi setelah melihat bahwa tidak hanya Patriarch Lan yang ada, tetapi juga Patriarch Pertama dan Patriarch Ketiga.


"Se-Sejak Kapan..?!"


"Jadi.. Siapa yang harus disalahkan..? Kalian semua berkumpul di sini dan melanggar Aturan Sekte.." Patriarch Lan tersenyum ramah, namun para guru dan murid-murid merasakan sakit di tenggorokan mereka.


"Kalian terlalu banyak untuk dihukum, tapi bukan masalah. Ada Patriarch Pertama dan Ketiga yang akan membantuku, jadi ambil tempat masing-masing sekarang.."


Suara Patriarch Lan sama sekali tidak mengandung kemarahan, senyum terus menghiasi wajahnya. Namun ucapannya mengandung perintah yang tidak boleh dibantah.


Xiao Shuxiang membuat seluruh guru dan murid Sekte Pedang Langit serta murid sekte luar harus menerima tiga puluh cambukan dari ketiga Patriarch.


Satu-satunya murid yang tidak dihukum hanyalah Lan Guan Zhi. Dia mengembuskan napas pelan dan terus memperhatikan teman-temannya mendapat cambukan massal.


Ketiga Patriarch berdiri dengan tenang, mereka hanya menggunakan Qi untuk mencambuk semua guru dan murid yang telah melanggar aturan.


"Sa-Saudara Xiao, semua salahmu, Akh!" Jing Mi berusaha menahan sakit dari cambukan yang diarahkan pada punggungnya.


"Hahaha, bukankah ini hadiah perpisahan yang bagus, Saudara Jing?" Xiao Shuxiang malah tertawa senang. Dia lupa dengan rasa sakit yang dari cambukan ketiga Patriarch.


"Tapi aku masih penasaran dengan pemilik sepatu itu, akh!" Xiao Shuxiang sedikit menjerit saat salah satu cambukan mengenai lipatan bokongnya.


"Sepatu Itu Milikku..!!"


?!


Xiao Shuxiang dan Jing Mi langsung menoleh ketika mendengar suara seorang murid yang berada di antara mereka.

__ADS_1


"Dai Chen?!"


***


__ADS_2