
"Kami Menemukannya..!"
!!
Satu diantara sepuluh orang kepercayaan Tianqi Mao yang bertugas mencari tempat pengungsian berseru, dia mengatakan telah menemukan sebuah pulau kecil yang letaknya tidak jauh dari pulau demonic beast.
".. Tempat itu tak dihuni seekor demonic pun. Kita bisa memakainya,"
"Biar kuperiksa lagi,"
Tianqi Mao menyuruh untuk diantar ke sana. Sepuluh orang kepercayaannya mengangguk, mereka bersama-sama membentuk segel tangan yang langsung memunculkan lima buah cermin berukuran besar.
Tianqi Mao berjalan masuk ke salah satu cermin tersebut. Di waktu yang sama, seorang murid Sekte Pedang Langit menemui Patriarch Lan dan memberitahukan masalah perang di perbatasan.
Dia banyak mengalami kesulitan untuk dapat pulang ke sektenya. Mendengar ada perang besar-besaran di perbatasan wilayah Kaisar Matahari Tengah dengan Matahari Tenggelam membuat Patriarch Lan terkejut.
Selain karena perang antar pasukan kedua kaisar, Patriarch Lan juga terkejut mendengar keikutsertaan seluruh sekte tiga aliran yang tinggal di Kekaisaran Matahari Tenggelam dalam perang itu, jelas ini sangat berbahaya.
Lai Kuan Ye yang kebetulan telah sampai di Sekte Pedang Langit dan berniat mencari keponakannya juga terkejut mendengar berita ini. Dia lantas bertanya keberadaan Xiao Shuxiang diantara pasukan kaisar pada murid Sekte Pedang Langit.
Kedatangan Lai Kuan Ye ke Sekte Pedang Langit tidak bermaksud buruk, tentu dirinya akan diterima dengan baik. Patriarch Lan memberinya penjelasan bahwa orang yang dia cari sedang berada di Kekaisaran Matahari Terbit.
Mengetahui bahwa sedang ada masalah di kekaisaran tersebut membuat Lai Kuan Ye dipenuhi perasaan tidak mengenakkan.
"Patriarch, apa Anda juga merasakannya?"
!!
Patriarch Lan mengangguk, dia mengatakan tubuhnya memberat dan seperti ada aura mencekam yang baru saja lewat menembus tubuhnya. Angin tersebut datang dari arah Kekaisaran Matahari Terbit.
Mereka sekarang diapit oleh dua masalah secara sekaligus. Patriarch Lan berkata akan lebih memprioritaskan perang antar dua kekaisaran, dirinya mengatakan akan menyebarkan informasi ini ke berbagai sekte di Kekaisaran Matahari Tengah.
Lai Kuan Ye sebenarnya lebih mengkhawatirkan Xiao Shuxiang, namun setelah mendengar bahwa Lan Guan Zhi sedang pergi menjadi bantuan untuk keponakan angkatnya, dirinya pun merasa lega.
Entah mengapa, dia yakin GrandElder masa depan Sekte Pedang Langit tersebut mampu mengendalikan keponakannya. Mungkin karena Lan Guan Zhi mengingatkan dirinya pada Immortal Zhou Yuan.
Lai Kuan Ye lalu berpamitan, dia juga harus menyebarkan informasi ini di wilayah Aliran Hitam, sekaligus menyiapkan pasukannya untuk ikut membantu pasukan Kaisar Matahari Tengah.
Di tempat lain, Xiao Shuxiang meski telah menahan serangan dari lawannya.. Dia tetap saja terluka. Hanya satu serangan, dan dengan pedangnya Yīng xióng dia dapat menahannya, tetapi kemudian tubuhnya tiba-tiba saja terkena tebasan.
TRAANG!
!!
Xiao Shuxiang menahan tubuhnya agar tidak sampai menghantam apapun, dia telah bertarung selama kurang lebih dua menit dengan orang bertudung hitam yang wajahnya sama sekali tidak terlihat.
Bukan itu masalahnya, Xiao Shuxiang tidak peduli siapa lawannya. Dia hanya memikirkan masalah sayatan pedang yang mengarah padanya tanpa bisa dia tangkis.
"Dia benar-benar hebat..!"
Bukannya merasa cemas atau kesal, Xiao Shuxiang malah memperlihatkan wajah yang senang. Dia yakin lawannya belum mengeluarkan kekuatan aslinya.
"Sialan.. Rasanya berhadapan dengan kematian sangat menyenangkan. Ini membuatku berdebar-debar,"
!!
"Saudara Xiao?! Kau Sebenarnya Mengumpat Atau Tidak?! Jangan Perlihatkan Senyum Lebarmu Dalam Keadaan Seperti Ini..! Aku Tidak Percaya Ada Orang Seperti Dirimu Yang Hidup Di Dunia Ini..!"
Hanya Hai Feng sajalah rekan kelompok Xiao Shuxiang di Kota Rumpun Bunga. Feng Ying sendiri sedang berada di wilayah istana Kaisar Matahari Terbit, dia berusaha menyadarkan para prajurit istana yang terbaring tidak sadarkan diri.
Liao Fa Xun, Meng Yaoya, dan Han Na entah sejak kapan telah berpindah tempat ke atap bangunan yang lain. Mereka mengatur jarak dari Xiao Shuxiang yakni sejauh 500 meter, ini untuk menghindari pemuda tersebut menyadari keberadaan mereka.
Ketiganya tidak diminta untuk melawan Xiao Shuxiang secara langsung, tugas mereka hanyalah mengawasi keberhasilan dari rencana Tetua Scarlet Bayangan.
Orang yang memakai Pedang Bintang Malam untuk bertarung dengan Xiao Shuxiang adalah pilar ke atas Scarlet Bayangan yang menduduki posisi pertama.
__ADS_1
Tampilannya yang misterius dan tidak pernah bicara membuat Xiao Shuxiang sangat ingin membuka tudung yang menutupi kepalanya itu lalu menghancurkan wajahnya.
Masalahnya, mendekat pun tidak bisa Xiao Shuxiang lakukan. Serangan dari Pedang Pusaka Langit jauh berbeda dengan yang dia ketahui selama ini, seakan Pedang Bintang Malamnya telah mengalami perubahan.
Andai dirinya tidak memiliki tulang yang kuat dan regenerasi luar biasa, kemungkinan Xiao Shuxiang sudah menjadi potongan daging sekarang.
TRAANG!
Dengan menggunakan Pernapasan Air, dirinya kembali melesat untuk menyerang lawan. Benturan kedua pedang menghasilkan angin kejut bercampur dengan hujan yang deras.
Gelapnya awan yang menutupi langit Benua Timur menjadikan setiap kultivator tidak mengetahui apakah sekarang masih siang atau sudah malam. Mereka bahkan tidak tahu pertarungan ini sudah berlangsung berapa hari.
Tidak ada yang menanyakan apalagi memikirkannya, para kultivator dan pendekar hanya berusaha untuk terus melawan sambil mempertahankan nyawa.
TRAANG!
!!
Tubuh Xiao Shuxiang kembali terkena tebasan walau pedangnya jelas-jelas berbenturan keras dengan senjata lawan.
Sudah banyak darah berharga miliknya yang menetes dan menyatu dengan genangan air. Aroma manis dari darah Xiao Shuxiang menyeruak dan menggoda setiap Demonic Beast yang ada di wilayah Kekaisaran Matahari Terbit.
Namun, tidak ada dari mereka yang berani pergi ke tempat Xiao Shuxiang. Demonic Beast berusia 2000 Tahun yang bersembunyi dalam rimbunnya lembah di Kekaisaran Matahari Terbit pun lebih memilih untuk tetap diam di sarangnya.
Mereka takut dengan Aura Mencekam dari Pedang Bintang Malam, jika tetap nekat.. Maka yang ada hanyalah kematian.
Demonic Beast yang sebelumnya dikendalikan dan akhirnya selamat setelah tersentuh asap keemasan milik Xiao Shuxiang pun, lebih memilih untuk segera pergi menyelamatkan diri walau penciuman mereka benar-benar digoda oleh darah lezat Sang Bintang Penghancur.
TRAANG!
CRASH!
Xiao Shuxiang tidak dapat fokus menekan aroma darahnya, pikirannya telah penuh tentang bagaimana dia mengetahui rahasia serangan dari lawannya.
Gerakan memutar layaknya seekor Phoenix yang menerjang turun dari langit membuat lawannya terpental namun tidak sampai menghantam tanah.
BAAAM!
!!
Efek dari serangan Xiao Shuxiang tadi menyebar dan membuat retakan pada tanah. Beberapa kultivator hampir saja terkena serangan kuat tersebut. Untung mereka dapat menghindar, namun tidak bagi manusia biasa.
Ada dua orang yang terkena serangan itu dan membuat mereka hampir tewas andai Hai Feng tidak segera memasukkan Pil Napas Naga pada mulut keduanya.
TRAANG!
"Kita tidak bisa mendekat..! Semuanya Menjauh Dari Tempat Ini..!"
Salah satu kultivator Aliran Putih berseru, dia menggendong seorang wanita tua dan melesat menjauhi pertarungan antara Xiao Shuxiang dengan pilar pertama Scarlet Bayangan.
Semakin lama, pertarungan keduanya semakin brutal. Xiao Shuxiang tidak peduli berapa kali tubuhnya memuncratkan darah, dia hanya terus bergerak dan memberi serangan pada lawan.
TRAANG!
Perbedaan dari serangannya saat ini dengan dimasa lalu terletak pada kepeduliannya terhadap nyawa manusia.
Di kehidupan pertamanya, Xiao Shuxiang sama sekali tidak peduli jika pertarungannya melukai manusia yang tak bersalah, namun kini berbeda.
Bisa dibilang, dia tidak ingin para manusia yang dirinya selamatkan dengan susah payah malah mati sia-sia. Dan karena hal ini jugalah yang membuatnya tak mampu mengerahkan lebih banyak kekuatannya.
!!
"Gawat..!"
CRAASH!
__ADS_1
!!
Seorang gadis biasa yang nampak berusia 17 Tahun membulatkan mata kala Xiao Shuxiang merelakan punggungnya terkena tebasan dari Pilar Atas Scarlet Bayangan. Dia dapat mendengar suara serangan tersebut seperti membentur benda keras.
Xiao Shuxiang menyuruhnya untuk segera pergi, dia mendapat sentilan pelan di dahi karena masih diam di tempat.
"Cepat pergi,"
Setelah gadis tersebut berlari menjauh, Xiao Shuxiang mengeluarkan Pil Mata Dewa miliknya dari dalam Gelang Semesta.
".. Tulangku sangat nyeri, kupikir aku sudah mati. Tsk, aku paling benci melindungi orang lain, ini hanya membuatku lemah,"
Setelah menelan Pil Mata Dewa, penglihatan Xiao Shuxiang berubah. Sangat disayangkan, penglihatannya tak dapat menembus pakaian pilar atas Scarlet Bayangan yang melesat dengan cepat ke arahnya.
Selain daripada itu, tidak ada hal aneh yang dapat dia lihat. Pil Mata Dewa seakan tidak berfungsi, Xiao Shuxiang juga tak dapat menggunakan Jurus Pengendalian Darahnya. Lawannya saat ini.. Sepertinya bukan manusia yang hidup.
Yīng xióng bergetar, Xiao Shuxiang memberitahu Hai Feng untuk memberitahu semua pendekar agar menolong para warga biasa dan pergi sejauh mungkin dari Kekaisaran Matahari Terbit.
".. Tinggalkan wilayah kekaisaran ini segera,"
Xiao Shuxiang langsung melesat, asap hitam tipis keluar dari bawah kakinya, terus naik hingga nampak seperti keluar dari seragamnya.
Gemuruh petir terdengar beriringan dengan benturan kedua senjata. Hanya kilatan cahaya saat Yīng xióng berbenturan dengan Pedang Bintang Malam yang nampak di langit, sementara pemiliki masing-masing pedang tersebut sama sekali tak dapat diikuti oleh mata.
TRAANG!
TRAANG!
Bukan para kultivator ketiga aliran yang bertarung dengan manusia bertudung hitam, namun mereka yang menahan napas.
Jelas bahwa pertarungan yang mereka lihat berada pada level berbeda. Tidak ada dari mereka yang merasa yakin dapat membantu pemuda berbakat dalam Alkemis itu.
!!
Satu ayunan pedang, namun ada tiga bekas serangan secara sekaligus di tanah. Xiao Shuxiang tak dapat mengukur kedalaman dari bekas serangan ini.
Tetapi menurutnya, manusia biasa pasti akan langsung tewas. Dan bila kultivator, maka dia tidak dapat bertahan lebih dari lima tarikan napas jika terkena serangan tersebut.
Xiao Shuxiang dapat merasakan lawannya mulai meningkatkan kekuatan. Sebelum benar-benar terjadi, dirinya langsung melesat dengan gerakan yang lebih cepat dari sebelumnya.
BAAAM!
Xiao Shuxiang kini dapat memberi serangan yang dapat membuat lawannya terpental hingga menghantam salah satu bangunan sampai roboh.
Tanpa membuang waktu, dirinya kembali memberi serangan seperti sebelumnya, walau tubuhnya memuncratkan darah di lima bagian.
!!
Selama bertarung, Xiao Shuxiang menganalisis setiap pergerakan lawan, baik dari gerak kaki maupun cara lawannya mengayunkan pedang.
Kini dirinya mengerti, serangan dari Pedang Bintang Malamnya seperti angin tajam membentuk bulan sabit.
Xiao Shuxiang sepertinya tidak mengetahui nama baru dari Pedang Pusaka Langit. Anggota Pilar Atas Scarlet Bayangan serta tetua mereka menyebut pusaka langit ini sebagai Pedang Tebasan Bulan.
Kekuatan yang diperlihatkan sekarang bahkan belum mencapai setengah dari kekuatan aslinya.
Akibat dari benih negatif yang tertanam di dalam tubuh para manusia yang dikendalikan dan ditarik keluar oleh lagu 'Ketenangan' dari Seruling Giok Putih.. Membuat kekuatan dan aura mencekam Pedang Tebasan Bulan semakin pekat.
Sekarang.. Tinggal satu dorongan lagi dan Pusaka Langit Pertama akan mencapai Tahap Kesempurnaan.
".. Kematianmu akan mengawali kehancuran benua ini,"
Ucapan Meng Yaoya diikuti oleh gemuruh petir, dia tersenyum kala menyaksikan pertarungan Xiao Shuxiang dengan pilar atas Scarlet Bayangan dari cermin milik Han Na.
***
__ADS_1