
"Aaaah! Kenapa..?! Kenapa kau selalu menghindari seranganku..!!"
!!
Teriakan dari monster besar dengan tinggi hampir 2 meter tersebut membuat Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya. Posisi tubuhnya dalam keadaan waspada, sementara pandangan matanya terus mengarah ke depan.
Monster besar dengan tubuh penuh lemak tersebut mencakar-cakar tubuh dan wajahnya sendiri. Dia begitu kesal karena manusia yang dilawannya terus saja menghindar.
"Sialan..! Sialan..! Sialan..!! Kau hanyalah makanan..!! Bersikaplah seperti makanan, kurang ajar..!!"
Xiao Shuxiang dapat melihat darah monster itu mengalir dan jatuh ke lantai. Raut wajahnya berubah kala mengetahui darah itu mengandung kobaran api.
Monster besar tersebut bernama Huo Du, dia merupakan salah satu penjaga yang menempati lantai pertama Pagoda Kematian. Dirinya mempunyai emosi yang tidak stabil, Hou Du sangat mudah marah.
"Khhh.. Aku akan membunuhmu.. Kau harus mati..! Kau harus mati sekarang juga..!"
Cakaran pada tubuh dan wajah Hou Du mulai berhenti, ini membuat Xiao Shuxiang dapat melihat matanya yang besar dan berwarna merah.
Hou Du tidak mempunyai gigi yang bertaring, tetapi giginya tersebut besar dan justru dapat meremukkan tulang tengkorak siapa pun. Dia sering menggesekkan gigi-giginya hingga terdengar suara nyaring yang mengganggu telinga.
Xiao Shuxiang baru sadar bahwa di tempat ini, dia tidak bisa mengeluarkan benda apa pun--baik di dalam Cincin Spasialnya maupun di dalam Gelang Semesta miliknya. Keadaan ini tentu membuatnya terkejut, namun dirinya masih berusaha terlihat tenang.
"Calon Kakak Ipar tidak menjelaskan soal ini padaku, apa dia sengaja? Kalau memang sengaja, dia benar-benar kelewatan."
Beruntung Xiao Shuxiang lebih dahulu telah mengeluarkan Seruling Giok Putihnya sebelum memasuki pagoda, sehingga dirinya dapat menggunakan pusakanya tersebut sebagai senjata.
Namun tetap saja dia kesal pada Ling Lang Tian. Kakak dari Kucing Putihnya hanya memberikan penjelasan singkat dan malah tidak mengatakan apa-apa tentang kondisi di dalam pagoda yang tak dapat membiarkannya menggunakan Cincin Spasial atau senjata yang sejenis itu.
!!
Xiao Shuxiang tersentak dan refleks melompat mundur kala delapan tangan besar dan panjang milik Hou Du menyerangnya.
Di udara, dirinya memutar tubuh dan beberapa kali mengelak dari terjangan tangan-tangan tersebut. Kelincahan Xiao Shuxiang membuat monster yang dilawannya berteriak frustasi.
"Serangga Kecil..!! Kau Harus Mati Sekarang Juga..!!"
"Tidak perlu berteriak begitu, aku tidak tuli. Jika ingin membunuhku, maka serang aku sebisamu. Itu pun kalau kau dapat melakukannya."
Xiao Shuxiang melesat dengan seruling yang terayun layaknya pedang. Matanya berkilat merah, mengandung ketenangan, namun dingin di saat yang bersamaan.
Kedelapan tangan panjang milik Hou Du melesat dan berusaha menangkap Xiao Shuxiang. Kecepatan tangan-tangannya masih dapat diatasi oleh pemuda tersebut dan ini membuat Hou Du marah.
Xiao Shuxiang berlari di atas tangan monster besar itu, gerakannya yang cepat dan lincah membuat lawan sulit menangkap dirinya.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dengan terus menghindar, dia mulai menebas tangan Hou Du memakai Seruling Giok Putihnya. Xiao Shuxiang menggunakan Teknik Pernapasan Air yang rupanya berhasil menebas tangan lawan.
CRAASH..!
Dua tangan Hou Du tertebas dan seketika menyemburkan darah bercampur api. Awalnya Xiao Shuxiang menganggap ini hal yang baik dan akan mendekatkannya pada kemenangan, namun saat diperhatikan lagi--darah Hou Du dapat menjadi senjata yang mematikan.
Lihat saja, pipi kiri Xiao Shuxiang yang terkena sedikit percikan darah Hou Du tiba-tiba saja melepuh dan perlahan mengeluarkan darah. Rasanya sakit dan dirinya dapat mengetahui bahwa kulitnya yang terkena darah tersebut meleleh.
Bagian tubuh Hou Du yang kehilangan tangannya kembali tumbuh. Sementara kedua tangannya yang tadi tertebas masih dapat menyerang Xiao Shuxiang.
"Teruslah menghindar dan kau akan mati..!!"
Hou Du tidak pernah mengurangi kecepatan serangannya walau tubuhnya sama sekali tidak pernah digerakkan.
Dia memang seperti ini, tubuhnya yang terlalu besar membuatnya cukup sulit bergerak. Tetapi sampai sekarang, belum ada satu lawan pun yang dapat membunuhnya.
Hou Du tersenyum lebar kala orang yang dia serang menghindar dengan cara melompat ke atas. Dalam hati, dirinya terkekeh kecil dan menyayangkan tingkah bodoh lawannya.
"Lawan-lawanku sebelum ini juga sama sepertimu. Mereka akan melompat ke atas untuk menghindari seranganku. Sungguh tindakan yang salah. Dengan ini kau tidak akan bisa mengelak kemana pun lagi. Matilah..!!"
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat duri-duri tajam yang tak terhitung jumlahnya melesat dari tubuh monster yang dirinya lawan. Posisinya sendiri berada di udara dan jelas tidak bisa menghindari serangan tersebut.
!!
Belum lagi, dua belas tangan Hou Du ikut menyerangnya. Bila dia nekat menangkis serangan yang datang dengan Teknik Pernapasan Airnya--maka yang terjadi justru akan membuatnya terkena semburan darah monster yang dapat melelehkan kulit itu.
Dalam hitungan sepersekian detik tersebut, Xiao Shuxiang mencoba mengeluarkan Cermin Pemindahnya yang ternyata berhasil. Dia menghilang tiba-tiba dan muncul tepat di depan mata Hou Du dengan Seruling Giok Putih yang terayun kuat.
!!
Mata merah Hou Du bergerak cepat dan rupanya dapat menyemburkan cairan asam. Xiao Shuxiang yang terkejut langsung terkena serangan itu dan membuat tubuhnya seketika meleleh.
Hou Du melihat Seruling Giok Putih lawannya terjatuh ke tanah. Pusaka itu masih utuh, tetapi tangan yang memegangnya sudah menyatu dengan cairan asamnya. Perlahan, tangan-tangannya kembali menggaruk tubuh dan wajahnya.
"Sialan..! Sialan..!! Kenapa kau harus mati seperti itu..?! Aku harusnya memakanmu..! Kau harusnya menjadi makananku..!! Kenapa kau bisa mati seperti ini, sialan..!!"
Dibandingkan dengan senang, Hou Du lebih kepada marah karena lawannya mati begitu saja. Dia terus berteriak dan menggertakkan gigi-giginya, kesepuluh tangannya terus mencakar-cakar wajah dan tubuhnya sendiri hingga berdarah.
Hou Du sudah lama menginginkan daging manusia, dia begitu lapar ingin menyantap otak dan organ dalam manusia. Karenanya melihat lawannya tidak bisa mengelak dari semburan asamnya membuat dia sangat frustrasi dan marah.
"Tidak..! Tidak bisa..!! Ini tidak bisa..!! Aku tidak bisa terima kau mati seperti ini..!! Tidak..!!"
__ADS_1
Hou Du memukul-mukul lantai dengan tangan besarnya, tubuh dan wajahnya penuh luka cakaran. Ini semakin diperparah dengan darah yang mengucur keluar pada tubuhnya, dia seakan tidak mampu mengendalikan kesepuluh tangannya tersebut.
?!
Pendengaran Hou Du menangkap sesuatu, ini sesuatu yang samar-samar dan membuatnya harus sangat fokus.
"Hm?! Apa.. Itu..?"
!!
Hou Du terkejut, namun di sisi lain juga merasa keheranan. Suara yang didengarnya adalah lagu, sebuah lagu merdu yang begitu menenangkan.
!!
Pandangan mata Hou Du mengarah pada Seruling Giok Putih yang masih tergeletak di lantai, tepat di antara cairan asamnya. Satu-satunya benda yang ada di tempat ini adalah seruling tersebut, pusaka yang sebelumnya dimiliki oleh lawannya.
Suara merdu kembali terdengar dan kali ini sangat jelas. Itu adalah lagu 'Ketenangan' yang diajarkan Patriarch Lan pada Xiao Shuxiang di Sekte Pedang Langit dahulu.
Seruling Giok Putih tersebut terlihat berbunyi sendiri. Semakin lama, nada yang dihasilkannya semakin jelas. Hou Du entah sejak kapan telah berhenti menggaruk tubuh dan wajahnya, perhatiannya terus tertuju pada seruling itu.
Perlahan, satu tangan Hou Du bergerak menyentuh seruling tersebut. Dia mulai mengambil benda kecil itu hanya dengan memakai dua jari saja.
Suara yang menenangkan masih mengalun begitu merdu, walau pusaka tersebut berada di telapak tangannya.
"…"
Tidak ada yang bisa mengartikan raut wajah Hou Du saat ini. Satu hal yang pasti, dia tak terlihat marah lagi.
Ada seseorang yang memperhatikannya tanpa dirinya sadari, orang itu terlihat melayang di salah satu sudut ruangan dengan penuh gaya. Dari seragam yang bercorak sayap kupu-kupu hitam.. Bisa dipastikan bahwa orang tersebut adalah Xiao Shuxiang.
Koki Alkemis tersebut menyembunyikan hawa keberadaannya, dia berulang kali memain-mainkan poni rambutnya sambil sesekali meniup-niupnya.
"Tadi itu parah sekali. Aku tidak percaya cairan asamnya dapat melelehkan tubuhku tanpa sisa. Benar-benar gila..!"
Bukan karena Roh Phoenix api di punggungnya yang menyelamatkan Xiao Shuxiang dari kematian, tetapi karena identitasnya yang sekarang adalah bagian dari Pilar Dunia. Bisa dikatakan, dirinya saat ini akan sulit dibunuh.
Xiao Shuxiang baru bisa mati saat dia memiliki pewaris untuk semua ilmu yang dirinya dapat. Satu hal ini saja, sudah membuatnya nampak bagai immortal.
Dirinya sendiri tidak tahu bagaimana keadaan ini bisa terjadi, Bocah Pengemis Gila tidak pernah memberinya penjelasan yang lebih terperinci.
Untuk sekarang, Xiao Shuxiang tidak mau mengambil risiko. Dia akan menganggap kejadian barusan hanyalah sebuah keberuntungan yang tidak tidak mungkin terulang kembali.
"Aku ingin membunuh monster itu.." pandangan mata Xiao Shuxiang terus mengarah pada Hou Du, raut wajahnya nampak begitu serius. Dirinya bahkan tidak tersenyum sama sekali.
Selama ini, Xiao Shuxiang tidak pernah ragu mencincang habis tubuh lawan. Namun saat dia memperhatikan Hou Du, ada sesuatu di dalam dirinya yang terasa sedih. Hal semacam ini tidak pernah dia rasakan ketika melihat monster sebelumnya.
Xiao Shuxiang bahkan merinding saat memikirkannya. Dia segera menggeleng dan berusaha menepis gambaran tentang dirinya yang menjadi pendekar baik hati.
Sosok yang tidak pernah ragu menolong orang lain. Seorang pendekar yang memiliki kebesaran hati untuk mengampuni nyawa lawan.
Sosok yang tidak pernah ragu mengorbankan nyawanya sendiri demi melindungi orang lain. Xiao Shuxiang yang lemah dan bisa begitu mudah dibodohi.
"Hmph, tidak mungkin. Shouxing memang memintaku menjalani kehidupan ini dengan baik. Aku tentu akan melakukannya. Tapi tidak mungkin Xiao Shuxiang ini akan berubah menjadi sosok yang bermurah hati, apalagi dengan monster sepertimu.."
Warna mata Xiao Shuxiang berubah merah, bersamaan dengan warna pada kuku jari tangannya yang menjadi hitam. Perlahan, tubuhnya mulai diselimuti asap hitam tipis dan lalu menghilang.
Hou Du yang masih mendengarkan suara pada Seruling Giok Putih di telapak tangannya tanpa sadar menurunkan kewaspadaan. Dilihat dari dekat, wajah dan tatapan matanya memang nampak sendu. Seakan-akan dia sedang sedih saat ini.
Hou Du dahulunya adalah manusia, dia ingin menjadi seorang kultivator namun dirinya salah memilih jalan.
Latihan dan pertapaan yang selama ini dilakukannya malah mambuat Hou Du menjadi sosok yang haus darah dan akhirnya menghilangkan kemanusiaan di dalam dirinya. Dia pun berubah menjadi makhluk yang begitu mengerikan.
Mendengar lagu 'Ketenangan' yang dihasilkan Seruling Giok Putih membuat Hou Du mengingat kembali masa-masa sebelum dirinya menjadi monster. Saat di mana dia adalah seorang manusia yang memiliki ayah, ibu, dan seorang kakak.
Saat di mana dirinya menjadi anak yang penuh semangat dan tumbuh besar bersama saudaranya.
Waktu di mana kehidupannya masih baik-baik saja. Hingga, hari penuh kegelapan itu tiba.
Hou Du yang telah dewasa menghadapi saudaranya sendiri dan membunuhnya tanpa berkedip, dia bahkan begitu tega mengorbankan kedua orang tuanya demi kekuatan.
"Ibu.."
"Jadi baru sekarang kau menyesal?"
!!
Hou Du terkejut, matanya langsung mengarah ke depan, tepat di mana sebuah asap tipis kehitaman muncul dan perlahan berubah menjadi sosok pemuda berseragam hitam dengan corak sayap kupu-kupu.
"Bagaimana mungkin kau masih hidup?! Ini mustahil..! Kau harusnya sudah mati..!"
"Kenapa begitu marah? Aku tidak pernah memukulmu sejauh ini, dan bukannya tadi kau begitu tidak relanya aku mati? Sekarang makananmu sudah di depanmu, jadi kemarilah.." Xiao Shuxiang berjalan begitu tenang, tatapan matanya tidak pernah teralihkan dari monster besar di depannya.
Sambil berjalan, Xiao Shuxiang mulai mencakar punggung tangan kanannya hingga berdarah. Dia sama sekali tidak menekan aroma darahnya yang menggiurkan, ini membuat mata Hou Du membulat karena untuk pertama kalinya.. Dia mencium aroma darah yang begitu lezat.
"Kau manusia yang punya darah enak.." Hou Du sulit mengendalikan dirinya, dia terlihat tersenyum lebar dan kembali menggaruk-garuk wajah serta tubuhnya. Suara merdu dari Seruling Giok Putih tidak lagi dirinya dengarkan.
Darah segar milik Xiao Shuxiang terjatuh ke lantai, dia bisa melihat monster di depannya meneteskan air liur. Seketika, senyuman yang mengandung ejekan terlukis di wajah mempesonanya.
__ADS_1
"Kau sepertinya sudah melupakan penyesalanmu. Bagus sekali.. Padahal baru saja aku ingin mengasihanimu.."
Darah Xiao Shuxiang memadat dan berubah menjadi pedang. Ini tidak lain adalah Pedang Jiwanya sendiri.
Tatapan matanya sejenak mengarah pada serulingnya yang terjatuh ke lantai, detik berikutnya dia melesat dan menghindari terjangan kedua belas tangan Hou Du.
!!
Tidak hanya serangan dari tangan-tangan besar itu, Xiao Shuxiang juga menangkis banyaknya duri yang melesat dari arah tubuh Hou Du. Semakin mendekat, dirinya diterjang oleh cairan asam.
!!
Kulit Hou Du tebal dan dapat mengeras sesuai keinginannya. Pedang Jiwa Xiao Shuxiang berbenturan dengan kulitnya tersebut, dan dengan segera dia melesatkan kembali duri-duri tajam yang tak terhitung jumlahnya.
"Bukankah tadi kau menyebut ibumu..? Apa rasa sesalmu itu sudah tidak ada?" Xiao Shuxiang mencoba bicara, sayangnya Hou Du tidak mau mendengarkannya.
"Kau akan menjadi makananku. Kau pasti memiliki daging yang sangat enak. Aku menginginkannya..! Kau adalah manusia dengan kualitas daging terbaik, aku pasti akan mendapatkanmu..!" Hou Du menyeringai, dia melakukan serangan tanpa jeda.
!!
Xiao Shuxiang menghindarinya dan kali ini dia mampu mengelak dari darah monster yang mengandung api dan dapat melelehkan kulit tersebut.
Pedang Jiwanya bersinar redup dan sedetik berikutnya dia melesat dengan kecepatan yang tidak bisa Hou Du ikuti.
!!
Xiao Shuxiang muncul di atas Hou Du. Namun saat kepala monster tersebut menengadah, dirinya kembali menghilang dan kali ini muncul dari bawah, tepat di bagian dagu monster besar itu.
Pedang Jiwa Xiao Shuxiang langsung terayun dan menebas bagian dagu Hou Du. Monster itu berteriak pilu dan mulai kelabakan.
Xiao Shuxiang kembali menebas, kali ini Pedang Jiwanya diselimuti dengan asap merah tipis yang perlahan memercikkan petir kecil. Dia menggunakan Pernapasan Api dan langsung menebas tangan-tangan besar yang menyerangnya.
Tidak ingin membiarkan bagian tubuh Hou Du tumbuh kembali--Xiao Shuxiang memfokuskan serangan pada bagian perut monster tersebut dan melesatkan masuk tangan kirinya untuk menarik keluar organ dalam makhluk itu.
Di waktu yang bersamaan, Roh Phoenix Api yang ada di punggung Xiao Shuxiang muncul dan melindungi tubuh pemiliknya dari semburan darah Hou Du.
Teriakan pilu dari monster tersebut membuat Xiao Shuxiang semakin gencar menyerang. Dia menebas bagian tubuh Hou Du yang saat ini sedang dia tarik keluar. Tanpa ragu dirinya melempar ke sembaran tempat organ dalam yang ternyata adalah usus tersebut.
"Sudah kuduga, kelemahanmu adalah bagian perutmu ini.."
"KAU..!!"
!!
Hou Du terkejut, dia tidak bisa menggerakkan tangan-tangannya, maupun melesatkan duri dan menyemburkan asam. Tubuhnya kaku tanpa dia tahu sebabnya.
"Apa-"
!!
Bahkan untuk bersuara Hou Du tidak mampu lagi. Hanya matanya yang terus melotot dan mencari-cari keberadaan lawan yang begitu gencar menyerangnya.
Dalam hati, dia berteriak dan terus mengerang kesakitan. Manusia yang awalnya dia anggap lemah dan hanyalah makanan kini sedang menarik keluar organ dalamnya yang lain.
"Kau memiliki hati yang buruk, ini bahkan tidak bisa dimakan."
Xiao Shuxiang melemparkan sebuah gumpalan daging yang berukuran cukup besar ke sembarang tempat. Semakin dia terkena darah yang mengandung api milik Hou Du--Semakin terbiasa tubuhnya dengan darah tersebut.
"Kau bilang ingin memakanku, bukan? Sekarang bagaimana rasanya? Saat orang yang ingin kau makan sedang merobek perut dan mengeluarkan isi dalam tubuhmu, pasti menyenangkan. Iya, kan?" Xiao Shuxiang tersenyum, dia sudah lama tidak melakukan ini.
".. Kau tidak bisa bicara? Maaf saja, tapi aku tidak suka mendengar suaramu. Kau nikmati saja.. Rasa yang sangat tidak tertahankan ini.."
Senyuman Xiao Shuxiang perlahan berubah menjadi seringai. Dagu yang sebelumnya dia tebas rupanya juga memotong lidah dari Hou Du, Pedang Jiwanya dapat sangat tajam tergantung dengan seberapa besarnya keinginannya dalam membunuh. Ini membuat rantai yang melilit tubuhnya mulai bereaksi.
Di sisi lain, Ling Jian Tou telah berada di lantai kedua Pagoda Kematian. Dia adalah pemuda pertama yang berhasil membunuh lawannya di lantai pertama dalam lima belas gerakan.
Sebelumya, Ling Jian Tou melawan sosok monster berwujud kalajengking bertubuh manusia. Dia bukan pemuda yang suka mencincang habis tubuh, apalagi mengeluarkan organ lawan sambil menikmati bagaimana lawannya mengembuskan napas terakhir. Dia tidaklah sekejam itu.
Ling Jian Tou lebih memilih menghabisi lawannya dengan cepat, namun sangat mematikan. Walau demikian, bukan berarti lawannya mudah dikalahkan. Dia sendiri mengalami luka serta terkena racun dari kalajengking tersebut.
Racun yang berada di dalam tubuh Ling Jian Tou begitu kuat. Beruntung dirinya mempunyai kantong penyimpanan biasa yang di dalamnya terdapat pil penawar racun. Dengan ini dirinya tidak perlu khawatir.
Tidak ada larangan untuk memakai pil, Xiao Shuxiang juga bisa memakainya bila ingin. Sayangnya, pil yang tersimpan di dalam Cincin Spasial tidak bisa dikeluarkan.
Ling Jian Tou juga memiliki Cincin Spasial dan terdapat banyak barang pusaka serta pil berkhasiat di dalamnya. Hanya saja, dia tidak bisa mengeluarkan apa-apa dari cincinnya itu.
Satu-satunya yang dia bisa pergunakan adalah sebuah kantong penyimpanan biasa yang tidak mempunyai ruang khusus di dalamnya.
Jauh di luar Pagoda Tingkat Sembilan--Lan Guan Zhi, Hu Li, Lan Xiao, dan O Zhan sudah tidak lagi berdiri bersama Jing Mi dan yang lainnya.
Lan Guan Zhi pergi demi teman baiknya yang meminta dirinya untuk menyelidiki tentang Scarlet Bayangan.
Sebenarnya ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi karena mendapat bantuan dari Hu Li dan Lan Xiao--dirinya cukup terbantu. Belum lagi dengan kehadiran Bocah Pengemis Gila yang jelas sangat tahu tentang seluk-beluk Benua Tengah.
Permintaan Xiao Shuxiang bukanlah hal yang harus disembunyikan oleh Lan Guan Zhi. Namun menurutnya, jauh lebih baik bila orang-orang seperti Jing Mi, Hou Hong, dan Yi Wen tidak mengetahuinya.
Di saat Lan Guan Zhi sedang mengumpulkan informasi, berita tentang kehancuran Sekte dan Partai Kecil di Benua Tengah mulai terdengar. Sayangnya, nama kelompok di balik pelaku kehancuran itu masih sangat samar.
__ADS_1
***