
Kultivator yang menegur Xiao Shuxiang berasal dari Sekte Pulau Hujan. Secara kasat mata dia nampak berusia 80 Tahun, memiliki tubuh yang tegap dan betotot.
Pakaiannya berwarna biru dengan garis-garis kecil berwarna hitam dan putih. Wajahnya bersih dari janggut maupun kumis, namun luka sayatan di leher dan darah yang mengalir di kedua sisi keningnya tidak membuatnya terlihat bagus.
Praktiknya berada di Master Foundation tingkat Emas Kuning, dia telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
"Hah.. Hah.. Kau tidak terlihat berasal dari Aliran Hitam, tapi itu bukan yang terpenting. Nak, tahan napasmu selama mungkin bila kau tidak mau seperti mereka..!"
TRAANG!
Kultivator Sekte Pulau Hujan tersebut menangkis serangan dari kultivator lain sambil menjelaskan keadaan yang terjadi pada Xiao Shuxiang.
Hanya beberapa detik dia menatap wajah pemuda yang baru saja ditegurnya tersebut dan dirinya telah menyimpulkan pemuda itu bukanlah kultivator Aliran Hitam.
Ini dikarenakan Aura Pembunuh Xiao Shuxiang sangat tipis bahkan hampir tidak ada. Sejauh yang dia ketahui, kultivator Aliran Hitam tidak akan mau mengubah seluruh Aura Pembunuhnya menjadi Aura Pendekar, dan wajah Xiao Shuxiang begitu polos nan ramah.
TRAANG!
?!
Pedang Xiao Shuxiang berbenturan dengan golok besar seorang warga yang nampak berusia 47 Tahun, dia tersentak kala melihat mata manusia di depannya ini tidak memiliki pupil, semuanya berwarna putih.
"Mereka memang dikendalikan,"
Sambil memberi tendangan pada pria yang menyerangnya, Xiao Shuxiang melompat ke belakang. Hidungnya mengendus bau rumput yang kuat serta aroma bunga dan rempah.
Beberapa kali dirinya harus menahan serangan dari berbagai arah, memberi sayatan di kaki dan paha mereka untuk mengurangi jumlah orang yang menyerangnya.
Traang!
Yīng xióng benar-benar istimewa, walau telah menjadi pedang dengan racun paling mematikan, dia masih bisa mengubah dirinya sendiri menjadi senjata biasa.
Buktinya, orang-orang yang dilukai Xiao Shuxiang tidak berubah menjadi gumpalan daging membusuk. Entah ini baik bagi pemiliknya atau tidak.
Krak!
Xiao Shuxiang menginjak kaki kanan seorang kultivator hingga terdengar suara retakan tulang. Meski berteriak, namun kultivator ini tetap saja menyerang dirinya.
"Sepertinya memang harus menebas leher mereka,"
!!
Xiao Shuxiang terkejut kala hampir saja menebas leher kultivator didekat kakinya saat Yīng xióng tiba-tiba saja memberat, jelas pedangnya tidak menginginkan dia membunuh kultivator tersebut.
"Yīng xióng, lagi-lagi kau-"
"Saudara Xiao..!"
Xiao Shuxiang segera menoleh ketika mendengar suara yang memanggilnya, itu ternyata adalah Jing Mi dan teman-teman kelompoknya.
"Kalian lumayan juga bisa cepat sampai,"
Xiao Shuxiang meminta teman-temannya untuk menahan napas, dia mengatakan ada aroma yang dapat membuat seseorang mengantuk sampai tertidur.
".. Kalian akan berakhir seperti mereka bila tidak dapat menahan napas,"
!!
"Menahan napas dalam waktu lama juga bukan hal yang mudah, Saudara Xiao,"
Bao Yu menangkis serangan yang datang ke arahnya, rekannya yang lain juga nampak bertarung dan mencoba menyadarkan manusia biasa serta para kultivator.
TRAANG!
__ADS_1
TRAANG!
Qi Xuan dan teman sekelompoknya saat ini sedang menuju ke Sekte Bunga Lotus. Dilihat dari atas, banyak sekali pertarungan yang terjadi.
"Ayo lebih cepat,"
Dapat terbang dengan cepatan tinggi tanpa adanya segel pelindung di setiap kota membuat Qi Xuan khawatir, dia merasa bahwa segel-segel tersebut telah dirusak.
"Kekacauan sebesar ini, namun tidak diketahui oleh Kekaisaran Matahari Tengah, sangat jelas dalangnya adalah orang yang kuat,"
Salah satu murid Sekte Pedang Langit segera melesatkan sebuah bola kecil ke langit, itu adalah kembang api peringatan.
!!
Dia terkejut saat bola tersebut tidak meledak, ada segel pelindung yang sepertinya menyelimuti langit di Kekaisaran Matahari Terbit sehingga kembang api tidak dapat meledak.
Sekarang Qi Xuan dan teman-temannya tahu alasan mengapa kekacauan di kekaisaran ini tidak bocor keluar. Andai kata, bukan karena Wen Tian dan kedua temannya serta anak panah dengan surat tersebut tidak ada, maka kekaisaran ini pasti telah menjadi lautan mayat.
"Kami akan turun, lanjutkan saja perjalanan kalian,"
Qi Xuan, Yi Wen, Hou Yong dan Zhi Shu mengangguk setelah mendengar ucapan salah satu murid senior Sekte Pedang Langit. Qi Xuan berpesan agar mereka harus selalu berhati-hati.
Satu api biru kecil Xiao Shuxiang mengikuti keempat kultivator Sekte Pedang Langit. Mereka melesat turun, tepat di tengah-tengah pertempuran.
Di istana Kaisar Matahari Terbit, berada di atap paling tertinggi.. Terlihat tiga orang kultivator dengan seragam berwarna merah darah.
Satu adalah pria dengan topeng rubah berwarna merah menutupi wajahnya, satu lagi adalah seorang wanita dewasa berpakaian yang terlalu terbuka.
Sementara rekan terakhir mereka adalah anak perempuan yang nampak berusia 9 Tahun, ada corak bunga wisteria hitam pada pakaiannya, cermin berbentuk lingkaran merupakan senjatanya.
Tiga kultivator ini adalah pilar atas Scarlet Bayangan, Liao Fa Xun, Meng Yaoya, dan Han Na.
Ada empat buah cermin besar yang melayang di depan mereka. Dengan ini Liao Fa Xun dan kedua rekannya dapat memantau setiap kekacauan yang mereka timbulkan di berbagai tempat di Kekaisaran Matahari Terbit.
Meng Yaoya melihat Xiao Shuxiang yang sedang bertarung pada salah satu cermin milik Han Na. Dia memperhatikan setiap gerakan bertarung pemuda berpakaian hitam tersebut.
Meng Yaoya tidak merasa ada yang istimewa pada setiap gerakan pemuda itu, dia jadi bertanya-tanya tentang alasan tetua mereka menginginkan pemuda yang dilihatnya ini.
TRAANG!
Xiao Shuxiang sendiri tidak menyadari sedang diawasi, dia hanya fokus menahan serangan dari pendekar dan manusia biasa sambil merutuk kesal.
Dirinya sangat tidak suka bertarung tanpa bisa memberi tebasan mematikan pada lawannya. Dia bahkan dilarang untuk mematahkan kaki dari orang-orang yang dia lawan.
"Aku ini mau bertarung habis-habisan, bukan jadi pahlawan yang lemah..! Kekuatanku ini butuh dikeluarkan tau..!"
BAAAAM!
Angin dari tendangan kaki kiri Xiao Shuxiang yang teraliri Qi membuat sepuluh orang lawannya terlepar hingga menghantam manusia lainnya.
Dia mengepalkan erat tangan kirinya dan memegang Yīng xióng kuat-kuat. Xiao Shuxiang terus merutuk karena harus menahan kekuatannya.
Jing Mi dan teman-teman sekelompoknya yang lain juga dalam posisi sama, mereka harus menahan serangan agar tidak sampai membunuh manusia yang ternyata dikendalikan.
TRAANG!
TRAANG!
Kondisi ini cukup sulit sebab lawan mereka dalam keadaan serius bertarung. Lengah sedikit saja, maka mereka akan terluka parah.
Belum lagi Jing Mi dan teman-temannya harus menahan napas sambil tetap bertarung, cukup sulit mengontrol Qi untuk melindungi indra penciuman mereka.
TRAANG!
__ADS_1
"Kita harus melakukan sesuatu terhadap aroma ini, mungkin saja mereka dapat kembali tersadar jika aromanya menghilang,"
!!
Xiao Shuxiang mendengar ucapan salah satu murid Senior Sekte Pedang Langit. Dia jadi memikirkan tentang aroma yang mungkin dapat membantu.
Ada sebuah pil buatannya yang memiliki aroma lebih menenangkan, hanya saja mempunyai efek melumpuhkan. Penyebarannya luas sehingga kultivator yang berada dalam jangkauan pil tersebut tidak akan bisa berdiri.
".. Itu terlalu berbahaya meski aku punya penetralisirnya. Aku belum tahu ada berapa banyak orang yang tidak terpengaruh dengan aroma ini,"
TRAANG!
Dua api biru kecil Xiao Shuxiang muncul dan membantunya melawan para pendekar yang bermata putih tanpa pupil tersebut. Mereka juga harus bertarung dengan beberapa Demonic Beast.
BAAAM!
Beruntung Demonic Beast yang dikendalikan hanya berusia 100 Tahun ke bawah, sepertinya aroma ini memiliki targetnya sendiri.
Xiao Shuxiang tidak peduli, dia hanya fokus memberi luka sayatan ringan pada kaki lawannya dan membuat mereka terlempar jauh.
!!
Xiao Shuxiang tiba-tiba mengingat pil bau yang terbuat dari lalat pelangi miliknya, dia berpikir itu mungkin bisa menjadi penawar sekaligus menyelematkan orang-orang ini.
Segera dia mengeluarkan dua butir pil baunya sebagai percobaan. Kedua api biru kecil Xiao Shuxiang mengambil pil tersebut dan membakarnya.
Mereka berpencar sekitar lima belas meter dari tempat Xiao Shuxiang berada. Pil tersebut memiliki bau yang sangat menyengat. Namun bukannya menolong, bau dari pil ini malah menyiksa teman-teman sekelompoknya serta kultivator yang lain.
"Gila..! Bahkan aku sudah menahan napas tapi baunya masih bisa tercium..!"
"Saudara Xiao! Apa Kau Ingin Membunuh Kami?!
Hai Feng dan Ro Wei nampak berwajah pucat, mengerut, dan seperti menahan muntah. Bukan hanya mereka, tetapi Jing Mi dan yang lainnya juga.
Konsentrasi mereka benar-benar terganggu hingga beberapa serangan lawan berhasil mengenai mereka, beruntung serangan tersebut tidak mengenai organ vital mereka.
TRAANG!
"Maaf..! Kupikir Itu Akan Berhasil, Tapi ternyata Gagal..!"
Xiao Shuxiang sama sekali tidak nampak bersalah. Dia malah tertawa melihat wajah salah satu temannya yang seakan mirip kulit jeruk mengeriput.
"Masih sempat-sempatnya kau tertawa dalam keadaan ini.. Perhatikan sekelilingmu dengan baik, Saudara Xiao..!"
Bao Yu menangkis serangan dua orang manusia biasa yang menyerangnya bersenjatakan cerulit, dia mendorong mereka sekuat tenaga dan memutar tubuhnya untuk menyerang manusia lain yang berada di belakangnya.
"Kau Keterlaluan, Saudaraku! Pil Baumu Itu Bisa Membuat Sekarat Hidung Seseorang, Sebaiknya Kau Jangan Menggunakannya Lagi..!"
Jing Mi membuat lima orang kultivator terpental cukup jauh, dia lalu mengeluarkan sebuah pil dan langsung memakannya. Luka ditubuhnya berangsur-angsur menutup kembali.
TRAANG!
Pertarungan jelas berat sebelah. Apabila mereka terus bertahan tanpa tahu cara menyadarkan manusia yang dikendalikan ini, maka tinggal menunggu waktu sampai mereka juga menjadi bagian dari orang-orang tersebut.
TRAANG!
Meng Yaoya tersenyum, sudah banyak korban yang berjatuhan dan bahkan kehadiran Xiao Shuxiang pun tidak memberi banyak perubahan.
"Sepertinya rencana selanjutnya tidak perlu dijalankan, aku rasa gelar Sang Bintang Penghancur terlalu hebat bagi kultivator biasa sepertinya,"
"Yaoya, kau jangan meremehkannya. Kita akan tetap menjalankan rencana itu,"
Liao Fa Xun lalu memanggil Han Na, anak perempuan tersebut mengangguk dan seketika cermin di depan mereka bercahaya merah.
__ADS_1
***