XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
88 - Duan De [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang, dengan kain yang terikat di kepalanya mulai memasukkan satu ekor ayam tanpa bulu pada periuk di depannya.


Dia harus menggunakan dua peti kayu sebagai pijakan untuk bisa lebih tinggi dari meja dapur Balai Peristirahatan.


Beberapa kali dirinya harus naik turun peti kayu sambil tetap waspada jika ada seseorang yang datang.


Satu demi satu bahan masakan yang dikenal Xiao Shuxiang masuk ke dalam periuk. Tidak membutuhkan waktu lama, Xiao Shuxiang mulai mengeluarkan daging ayam yang dimasaknya saat aroma wanginya sudah tercium.


Segera, Xiao Shuxiang membersihkan semua peralatan yang telah digunakannya memasak tadi dan mulai pergi membawa daging ayam ke tempat yang sunyi.


Xiao Shuxiang memilih tempat di sudut belakang Balai Hukuman, tidak jauh dari anakan sungai buatan. Tempat yang begitu tenang, damai dan sangat cocok untuk menikmati masakan buatan sendiri.


Xiao Shuxiang menghirup aroma masakannya, tidak dia sangka memiliki bakat menjadi tukang masak di kehidupan keduanya ini.


"Who~ah! Xiao Shuxiang, kau luar biasa..!" pujinya pada diri sendiri.


Xiao Shuxiang mematahkan paha ayam. Kelembutan dagingnya sangat terasa hanya dengan sekali lihat saja. Dengan segera, Xiao Shuxiang mulai memakan paha daging ayam dengan penuh perasaan. Dia hampir menangis karena masakan buatannya ternyata begitu enak.


"Ini mengingatkanku dengan daging Demonic Beast yang selama ini membantuku untuk tumbuh. Kehidupan pertama yang begitu menyedihkan..haih"


Xiao Shuxiang selama kehidupan pertamanya, hanya lima kali makan masakan yang enak. Itu pun saat dirinya harus menyembunyikan identitasnya.


Jika tidak, jangankan makan masakan enak----seluruh kedai makan termasuk penginapan dan rumah-rumah warga akan tutup dengan tiba-tiba kalau mereka mendengar Xiao Shuxiang sedang berjalan di depan rumah mereka.


"Haah, hatiku sakit saat mengingat kejadian itu.." Xiao Shuxiang memijat keningnya, dia lalu melanjutkan acara makan daging ayamnya.


"Ahem!"


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar suara dehaman seseorang yang seakan dekat dengannya. Saat Xiao Shuxiang menoleh, dia bisa melihat seorang kakek tua memegang sapu yang berjanggut sangat panjang sampai menyentuh tanah.


Tubuh kakek ini kecil, dilihat dari belakang dia akan seperti anak berusia lima tahun. Xiao Shuxiang memperhatikan kakek yang berdiri di sampingnya dari atas sampai bawah, tinggi kakek ini sama dengan tinggi Feng Ying.


"Kau mencuri lagi...?" kakek ini tersenyum sambil menaikkan alisnya ke arah Xiao Shuxiang.


"Aku lapar, dan siapa yang mencuri? Ini masakan yang kubuat sendiri, tahu..!" Xiao Shuxiang baru akan melanjutkan makannya saat batang sapu Sang Kakek memukul tangan Xiao Shuxiang.


"Kakek Janggut Panjang!! Kau jangan menggangguku..!!" Xiao Shuxiang hampir saja menjatuhkan daging ayamnya. Dia menjadi kesal sekarang.


"Nak, mencuri sangat dilarang di tempat ini...! Kau akan dihukum seratus kali pukulan jika ketahuan, kau mengerti!"


"Aku tahu itu, Kakek..! Tapi aku tidak akan dihukum jika kau tidak memberitahukannya pada siapa pun. Bagaimana jika kau membantuku dengan masalah enak ini..!" Xiao Shuxiang menawarkan masakannya pada kakek berjanggut panjang.

__ADS_1


"Kau menyogokku...? Kau sudah membuat dua kesalahan-"


"Ya sudah kalau tidak mau. Tapi masakan ini adalah buatan Sang Bintang Penghancur, kau tidak akan pernah bisa menemukan masakan seperti buatanku di tempat lain..!" Xiao Shuxiang memainkan paha ayam di depan kakek janggut panjang sambil mulai memakannya dengan penuh gaya.


Kakek janggut panjang ini adalah manusia biasa, dia bukanlah seorang kultivator. Dia bertugas sebagai kepala kebersihan di Sekte Pedang Langit, Duan De.


Walaupun hanya manusia biasa, nyatanya Duan De memiliki umur yang paling panjang. sekarang usianya sudah 256 tahun. Dia termasuk saksi nyata atas kekacauan yang ditimbulkan oleh Xiao Shuxiang.


Melihat Xiao Shuxiang terus makan, membuat Duan De langsung merebut daging ayam di tangan anak berusia tujuh tahun tersebut dan mulai memakannya.


Mata Duan De melebar, senyuman bahagia terlukis di wajahnya. Memang, masakan ini sangatlah enak. Duan De lalu duduk di samping Xiao Shuxiang dan membantunya untuk menghabiskan masakan buatan Xiao Shuxiang.


"Kakek Janggut Panjang, kau jangan habiskan semua..! Aku masih lapar..!" Xiao Shuxiang protes saat Duan De begitu lahap menyantap masakannya tanpa mempedulikan dirinya yang baru makan satu paha ayam.


Duan De baru berhenti makan saat yang tersisa dari masakan Xiao Shuxiang hanyalah tulang dan airnya saja.


"Hei Nak, kuakui. Kau lumayan dalam memasak. Namun mencuri tetap saja perbuatan yang tidak baik. Kali ini aku tidak akan melaporkanmu, tapi jangan lakukan lagi..!" Duan De mengusap-usap perutnya yang kekenyangan.


Xiao Shuxiang walau tidak benar-benar kenyang, tetapi setidaknya sudah menolong perutnya sedikit.


"Aku tidak mau mendengarkanmu, Kakek tua. Xiao Shuxiang akan melakukan apa pun yang diinginkan dan disukainya. Kau tidak akan bisa melarangku..." Xiao Shuxiang berbaring sambil mengusap-usap perutnya, dalam hati dia meminta agar perutnya bersabar menunggu makan malam tiba.


Duan De menggeleng, dia lalu memukul betis Xiao Shuxiang dengan batang sapunya dan menyuruhnya untuk duduk. "Jangan tidur setelah makan atau kau akan menjadi gendut seperti panda..!"


"Xiao Shuxiang tidak akan pernah gendut, itu tidak mungkin."


Duan De, "Aku pernah mendengar kabar bahwa ada kultivator Aliran Hitam yang mengaku-ngaku sebagai Sang Bintang Penghancur. Dia berkelana untuk membunuh semua orang yang memiliki nama mirip dengannya. Bahkan anak yang baru lahir pun, jika namanya adalah 'Shuxiang'.. dia pasti akan membunuhnya."


Xiao Shuxiang tersenyum tipis saat mendengarkan cerita Duan De. Bukankah itu berarti dirinya sedang ditolong sekarang?


"Baguslah, jadi aku hanya perlu membunuh kultivator itu dan menjadi satu-satunya Xiao Shuxiang, Sang Bintang Penghancur."


Pletak!


Duan De menjitak kepala Xiao Shuxiang yang masih berbaring, tindakannya membuat Xiao Shuxiang langsung duduk sambil menatapnya kesal.


"Apa kau sebegitu gilanya terhadap 'Sang Bintang Penghancur' itu?! Dia kultivator terkejam dan lebih buruk daripada semua monster di Benua ini..!" Duan De mengambil sesuatu dari balik pakaiannya, itu adalah lima buah kertas yang ternyata adalah lukisan wajah seseorang.


Duan De memberikannya kepada Xiao Shuxiang, "Lukisan itu adalah wajah dari Sang Bintang Penghancur. Dia memiliki wajah buruk rupa sesuai dengan sifatnya yang begitu kejam. Perhatikan dengan baik...!"


Saat memperhatikan lukisan wajahnya sendiri, Xiao Shuxiang terkejut. Lukisan di tangannya seperti manusia berkepala serigala dengan taring panjang dan tubuh besar nan gendut.


Apalagi salah satu lukisan memperlihatkan mata merah sambil melotot dengan tubuh besar berwarna hitam. Yang paling membuat Xiao Shuxiang terkejut adalah lukisan dirinya berkepala licin, memiliki tubuh besar berwarna hijau dengan lipatan-lipatan lemak yang begitu banyak.

__ADS_1


"Sekarang kau lihat?! Inilah wujud asli dari nama yang kau bangga-banggakan..!" Duan De menunjuk-nunjuk lukisan di tangan Xiao Shuxiang, "Jika kau tidak segera mengganti namamu, maka kau bisa saja memiliki wujud yang sama dengan lukisan itu."


Kening Xiao Shuxiang berkedut, tangannya gemetar menahan amarah. Sangat keterlaluan!! Berani sekali seseorang melukis wajahnya seburuk ini!! Sungguh, tidak bisa dimaafkan!!


"KAKEK TUA! Wajahku tidak sejelek ini..!! Xiao Shuxiang adalah pria paling tampan dengan tubuh berotot yang begitu indah!! Asal Kau Tahu, Ketampananku Sudah Diakui Oleh Seluruh Makhluk Di Benua Ini..!!"


Duan De tersentak kaget saat mendengar teriakan dan protesan Xiao Shuxiang yang begitu nyaring. Telinganya bahkan berdengung. "Nak, kau jangan teriak keras begitu. Aku ini memang sudah tua tapi tidak tuli..! Kau protes tentang lukisan itu seolah wajahmu yang tercetak di sana,"


Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, dia lalu merobek kelima kertas di tangannya kemudian meremasnya dengan keras. "Kakek Tua..! Apa kau akan percaya jika kukatakan bahwa aku adalah Sang Bintang Penghancur, Xiao Shuxiang?!"


"Anak bodoh, sudah banyak orang yang kudengar mengatakan hal semacam itu ratusan kali..! Kau jangan mengidolakan monster buruk rupa seperti dirinya..!"


"Tapi Wajahku Begitu Tampan, Tidak Buruk Rupa Seperti Lukisan Ini..!!" Xiao Shuxiang mengacak-ngacak rambutnya, dia begitu frustrasi. "Apakah karena aku tidak pernah berjalan bersama wanita atau karena aku belum menikah sampai akhir hidupku hingga semua orang menganggapku memiliki tampang yang buruk rupa..?!"


"Jika itu sebabnya... tapi kuharap bukan.." Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya, dia baru saja berkeinginan akan membuat harem kalau sampai sebab semacam itu yang menjadikan dirinya dilukis berwajah menyeramkan.


Namun segera Xiao Shuxiang menepis keinginannya tersebut dan berharap bukan karena alasan itu dirinya dilukis semenyeramkan ini.


Duan De malah menggeleng saat melihat tingkah Xiao Shuxiang. Dia pernah bertemu dengan banyak kultivator yang sangat mengagumi Sang Bintang Penghancur. Bahkan mereka juga ikut marah dan protes ketika melihat lukisan Sang Bintang Penghancur yang seburuk ini.


"Haiih.. Pengaruh buruk yang ditimbulkannya begitu merusak..." Duan De kemudian berdiri dan memberikan sapunya kepada Xiao Shuxiang.


Duan De, "Kau harus menyapu sebagai hukuman karena telah mencuri makanan dari Balai Peristirahatan."


"Kau menyuruhku menyapu?"


"Kau mau menyapu atau mendapat hukuman kedisiplinan dengan tongkat kayu yang panjang itu?"


Xiao Shuxiang dengan berat hati menerima sapu tersebut. Duan De menepuk bokongnya dan berkata, "Tidak seharusnya kau mengidolakan seseorang yang sudah berbuat kekacauan di Benua ini. Daripada kau mengikuti jejak Xiao Shuxiang, Sang Bintang Penghancur, lebih baik ciptakan jejakmu sendiri sebagai Xiao Shuxiang, Sang Bintang Pelindung."


Duan De pun mulai bangun dan berjalan pergi.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan dan menatap punggung Duan De yang sudah berjalan jauh. Dia lalu mengusap tengkuknya dan mulai menyapu sampah yang ada di dekatnya.


"Haah... Kau terlalu berharap pada manusia Kakek Tua.."


***


-


-


-

__ADS_1


Catatan Penulis :


Jangan Lupa Untuk Terus Meninggalkan Jejak Kalian Berupa Like Dan Sekaumnya, Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian..! ヽ(´▽`)/


__ADS_2