XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
223 - Melawan Pilar Atas Scarlet Bayangan


__ADS_3

BAAAM!


Xiao Shuxiang menghantam sebuah pohon besar hingga tumbang, batang pohon itupun patah menjadi dua.


Tidak hanya dirinya, namun pilar atas Scarlet Bayangan juga bernasib demikian. Xiao Shuxiang memberikan serangan yang membuatnya menghantam bangunan dan akhirnya berhenti saat punggungnya menghantam sebuah pohon.


Keduanya memegang kuat senjata masing-masing. Xiao Shuxiang yang berdiri lebih dulu, dia mengalirkan Qi pada Yīng xióng dan kembali menyerang lawannya.


!!


Dia tersentak kala pilar atas Scarlet Bayangan tiba-tiba menghilang saat jarak antara senjatanya dengan tubuh lawan hanya sejengkal saja.


Pilar atas Scarlet Bayangan muncul seketika di samping kiri Xiao Shuxiang dengan pedang yang terayun kuat. Beruntung dirinya bergerak gesit sehingga serangan tersebut tidak sampai mengenainya.


CRAAASH!


!!


Menghindarnya Xiao Shuxiang membuat serangan dari pilar atas Scarlet Bayangan barusan mengenai beberapa orang manusia dan kultivator. Tubuh mereka terbelah bersama dengan tanah yang mereka pijak.


Xiao Shuxiang baru dapat melihat serangan dari Pedang Pusaka Langit saat memakan tiga butir Pil Mata Dewa.


Nampak seperti cahaya putih, melesat bagai angin yang membentuk bulan sabit dengan kecepatan tinggi. Kali ini, satu ayunan pedang menghasilkan lima buah serangan secara sekaligus.


Xiao Shuxiang hanya dapat menangkis dua serangan saja, tiga lainnya mengarah pada para kultivator yang membantu warga untuk pergi dari tempat ini.


TRAANG!


TRAANG!


Empat orang kultivator dari Aliran Hitam dan Putih secara bersamaan menangkis serangan tersebut. Mereka tersentak saat dapat bekerjasama dengan begitu baik.


Sebenarnya, kultivator dari Aliran Hitam sangat enggan bila harus bekerjasama dengan kultivator Aliran Putih, begitu juga sebaliknya. Namun, mereka tidak punya pilhan lain.


Saat ini, mereka mempunyai musuh yang sama. Jika tidak bekerjasama, maka bukan hanya para warga yang akan kehilangan nyawanya tetapi mereka juga.


Kultivator yang praktiknya berada di Master Foundation tingkat Emas Kuning hingga Emas Merah baru akan melesat untuk menyerang pilar atas Scarlet Bayangan, tetapi Xiao Shuxiang segera berseru dan meminta mereka tidak mengganggu.


".. Kalian cukup selamatkan sebanyak mungkin manusia biasa dan segera tinggalkan kekaisaran ini..!"


"Kau jangan sombong, Nak! Kau tidak akan sanggup melawannya seorang diri, praktikmu hanya sampai-!!"


Seorang kultivator yang nampak berusia 79 Tahun seketika berhenti bicara saat melihat praktik Xiao Shuxiang berubah-ubah, dari Master Foundation Tingkat Perak Tahap Awal menjadi Master Foundation Tingkat Emas Putih, lalu kemudian tidak terbaca.


"Kau yakin bisa membantuku, Kakek?"


Xiao Shuxiang tersenyum, dia jelas tak keberatan bila ada yang berniat membantunya melawan pilar atas Scarlet Bayangan. Namun, dirinya tahu betul bahwa praktik tinggi tidak menjamin seseorang meraih kemenangan.


Apalagi lawannya bukanlah orang biasa, Xiao Shuxiang bahkan tidak yakin menyebutnya manusia sebab tubuh lawannya sama sekali tak memiliki darah.


Kultivator yang rambutnya sebagian besar telah memutih tersebut sempat menahan napas, dia ternyata salah menilai pemuda ini.

__ADS_1


"Nak, sepertinya memang kau yang cocok melawan orang itu. Jadi, berhati-hatilah..!"


Tak hanya dirinya, beberapa kultivator juga tersentak saat melihat praktik pemuda yang seragamnya milik sayap kupu-kupu hitam itu berubah-ubah. Sebagian dari mereka ada yang menahan napas kala tidak mampu membaca praktik Xiao Shuxiang.


Satu dipikiran mereka, siapapun pemuda yang sedang bertarung tersebut merupakan kultivator dengan praktik yang berada di atas mereka semua.


!!


Mengejutkannya, salah satu kultivator Aliran Hitam berseru dan menyebut tentang 'Dantian Berakar'. Mereka kembali memperhatikan pemuda yang berhasil memberi tendangan pada pilar atas Scarlet Bayangan tersebut.


BAAAAM!


Mereka baru sadar bahwa pemuda itu memiliki dua dantian yang ternyata dantian utamanya adalah Dantian Berakar.


"Akar dantiannya banyak sekali.."


"Selama ini, Dantian Berakar dianggap sebagai kutukan. Karena selain kesulitan meningkatkan praktik, Qi yang di simpan pada dantian tersebut tidak dapat digunakan.."


Hai Feng yang mendengar ucapan kultivator senior dari Sekte Pedang Kembar tersenyum. Dengan begitu bangganya dia berkata bahwa dantian yang dianggap kutukan tidak berlaku bagi Saudara Xiao-nya.


".. Awalnya dantian Saudaraku begitu gelap karena tertutup banyak akar tipis, sekarang yang Senior lihat ini sudah lebih sedikit dibanding sebelumnya,"


Xiao Shuxiang tidak menyadari sedang dibicarakan oleh Hai Feng saat ini. Dirinya fokus menyerang lawan sambil menangkis setiap serangan yang hampir melukai para manusia tersebut.


TRAANG!


TRAANG!


Pertarungan Xiao Shuxiang dan pilar atas Scarlet Bayangan begitu cepat, mereka berpindah-pindah tempat. Saling memberi serangan balik tanpa terganggu oleh derasnya hujan dan gemuruh petir.


Ada dua hal yang membuat para kultivator dan manusia biasa ini terkejut. Pertama adalah nama Xiao Shuxiang yang mirip dengan Sang Bintang Penghancur, dan yang kedua adalah hubungannya dengan Alkemis Zhou Yan.


".. Jadi pemuda itu murid dari Immortal Zhou?"


"Tentu saja, Saudaraku bahkan tinggal satu atap dengan Tetua Zhou,"


!!


Tidak ada yang tidak mengenal Zhou Yan. Dia merupakan Alkemis terbaik di Benua Timur sekaligus kultivator yang paling sulit ditemui. Zhou Yan dihormati oleh kultivator aliran Putih dan Netral, bahkan kultivator Aliran Hitam pun segan padanya.


Dapat mati setelah melihat wajah dari Alkemis tersebut adalah kebahagiaan tak ternilai bagi kultivator ketiga Aliran. Impian untuk bertemu Immortal Zhou Yan juga merupakan impian dari para pendekar serta manusia biasa di Benua Timur.


Hai Feng tidak mengatakan bahwa Zhou Yan adalah salah satu patriarch dari Sekte Pedang Langit. Ini dikarenakan permintaan Xiao Shuxiang yang berkata bahwa hal tersebut adalah rahasia, bahkan murid-murid Sekte Pedang Langit tidak mengetahui hal ini.


"Saudaramu pasti sangat berbakat hingga Immortal Zhou mengangkatnya sebagai murid. Tapi apa tidak masalah? Nama saudaramu itu mirip dengan orang yang telah membunuh ayahnya di masa lalu,"


"Tentu saja tidak, hubungan mereka sangat baik.."


Hai Feng benar-benar melupakan tugas yang diberikan Xiao Shuxiang padanya. Dia terus saja membahas banyak hal dan menjawab pertanyaan dari para kultivator serta warga yang ada, tanpa mempedulikan bahwa saat ini Saudara Xiao-nya sedang bertarung habis-habisan.


Para kultivator yang sebelumnya bersikap waspada juga ikut larut dalam cerita Hai Feng. Derasnya hujan sama sekali tidak menjadi penghalang mereka untuk terus mendengar ucapan pemuda dari Sekte Kupu-Kupu ini.

__ADS_1


BLAAAR!


!!


Mereka baru tersadar saat mendengar suara guntur yang disertai dengan tanah tempat berpijak mereka bergetar hebat.


Tepat di wilayah Aliran Hitam, Kekaisaran Matahari Terbit.. Sebuah gunung tertinggi telah hilang separuhnya karena terkena serangan kuat dari pilar atas Scarlet Bayangan.


Xiao Shuxiang menghembuskan napas lega, beruntung dirinya dapat mengalihkan serangan tersebut tepat waktu. Jika tidak.. kemungkinan terburuknya dia sudah tak bernyawa sekarang ini.


Gunung tertinggi tersebut nampak hangus. Dapat dipastikan separuh dari gunung itu telah menjadi abu.


"Sepertinya kau sudah tidak berniat main-main lagi, baguslah. Kuharap Hai Feng dan kultivator yang lain sudah membawa pergi semua orang dari kekaisaran ini,"


Xiao Shuxiang mengencangkan ikat rambutnya, dia tidak akan menahan serangan lagi karena merasa sudah tidak ada manusia di Kekaisaran Matahari Terbit.


!!


Pilar atas Scarlet Bayangan yang wajahnya masih belum terlihat akibat tertutup tudung hitam tersentak, angin mendadak berubah arah. Dia memegang kuat Pedang Tebasan Bulannya dan segera menerjang lawannya.


Xiao Shuxiang seketika menghilang, dirinya muncul dengan cepat di bagian kiri lawan dan memberinya serangan yang kuat.


TRAANG!


Pedang keduanya berbenturan keras, namun kali ini pilar atas Scarlet Bayangan tidak mampu menahan serangan Xiao Shuxiang. Dia terpental jauh dan malah mendapat serangan beruntun.


Xiao Shuxiang tidak membiarkan lawannya menarik napas. Bersamaan saat warna matanya berubah merah.. Dirinya menyerang lawan hingga terpental ke atas.


Tubuh pilar Scarlet Bayangan bahkan sampai menembus awan hitam yang begitu tebal. Tiba-tiba saja dia mendapat serangan dari bagian atas tubuhnya.


Xiao Shuxiang memberi tendangan pada punggung lawannya dengan tumit kaki kirinya.


Pilar atas Scarlet Bayangan langsung terjun dengan kecepatan tinggi dan menghantam sebuah gunung lain di wilayah Aliran Hitam hingga tanah seakan baru saja dihantam batu meteor besar.


Terdapat celah di awan yang membuat beberapa bintang kecil terlihat sebelum akhirnya kembali tertutup.


Saat Xiao Shuxiang berkonsentrasi dengan jurus Cermin Pemindahnya, dia dapat melesat lebih cepat dari yang biasa dia lakukan dan berpindah-pindah tempat selama di udara.


Kecepatan seperti ini jelas tidak dapat dilakukan meski seorang kultivator sudah berada di tingkatan Langit sekalipun.


!!


Hai Feng, para manusia biasa, dan beberapa kultivator tiga aliran sebelumnya telah kehilangan keseimbangan mereka akibat dari getaran pada tanah. Kini mereka kembali terkejut saat tanah di bawah kaki mereka mulai retak.


!!


Bukan hanya tempat Hai Feng, tetapi kota dimana teman-temannya berada termasuk Sekte Bunga Lotus dan istana kaisar juga merasakan hal yang sama.


Beberapa bangunan dan pohon anjlok, kaki warga juga ada yang terperosok ke dalam retakan tanah yang kedalamannya sekitar tiga meter.


Kepanikan langsung menyelimuti mereka. Derasnya air hujan juga membuat retakan tanah yang sebelumnya nampak kecil menjadi besar, bahkan sampai membuatnya longsor.

__ADS_1


Efek dari hantaman Xiao Shuxiang pada pilar atas Scarlet Bayangan dapat terasa sampai wilayah Kekaisaran Matahari Tengah.


***


__ADS_2