XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
396 - Pelayaran II


__ADS_3

Danau Bunga Lotus bukanlah danau biasa. Jika dilihat dari atas, danau ini amat sangat luas. Orang-orang yang tinggal di pinggiran danau sering menyebutnya sebagai 'Anak Lautan'.


Ada sebuah pulau di tengah-tengah danau, bentuknya mirip dengan sepasang sayap walau mata perlu jeli dalam melihatnya.


Tanaman bunga lotus hanya menghiasi danau sepanjang 50 meter, dan di jarak ini pula burung-burung dapat terbang. Selebihnya mereka akan jatuh ke danau dan sulit untuk terbang kembali.


Tidak hanya hewan-hewan terbang, tetapi juga kultivator yang nekat melintas di atas danau akan langsung terjatuh saat dia telah melewati 50 meter jauhnya danau ini.


Hal menarik lainnya dari Danau Bunga Lotus adalah sebagian besar danau memiliki air yang asin, sementara bagian yang ditumbuhi tanaman lotus merupakan air tawar.


Xiao Shuxiang belum menyadari keunikan danau ini karena perahu yang dirinya tumpangi bersama teman-temannya masih berlayar perlahan di antara tanaman lotus.


"Kau tidak boleh memetik buah itu sembarangan, apalagi memakannya. Kau harusnya jaga etikamu saat di tempat yang asing. Bagaimana bila penunggu danau ini muncul dan memakanmu?" Bocah Pengemis Gila mengomeli Xiao Shuxiang yang dengan tidak sopannya memetik buah lotus dan mulai memakan bijinya.


"Tenanglah, kau tidak perlu takut. Aku malah senang bila danau ini memiliki penunggu, dan kuharap penunggunya adalah udang atau kepiting raksasa, mereka pasti sangat enak.."


Xiao Shuxiang memakan biji lotus tersebut dengan sangat lahap, dia menawarkan pada Hu Li dan Xiao Qing Yan, namun kedua temannya itu menggelengkan kepala.


Perahu yang mereka tumpangi berukuran sedang dan pada bagian tengahnya terdapat atap yang terbuat dari papan kayu. Ling Qing Zhu, Lan Xiao, dan O Zhan duduk di bawah atap tersebut.


Xiao Shuxiang sendiri berada di bagian belakang perahu, dia bersama Hu Li, Bocah Pengemis Gila dan Xiao Qing Yan. Sementara Lan Guan Zhi berdiri tenang di bagian depan perahu dengan tangan kirinya yang terus memegang pedangnya.


Bocah Pengemis Gila merebut buah lotus yang ada di tangan Xiao Shuxiang lalu melemparnya ke danau. "Apa kau tidak bisa berhenti makan? Suara kunyahanmu sangat menganggu. Cobalah lihat sekelilingmu, tempat ini sangat sunyi dan kau malah terlihat biasa-biasa saja,"


Xiao Shuxiang kesal karena buah lotusnya dibuang begitu saja, "Kau keterlaluan, tidak bisakah kau membiarkanku bahagia sedikit, huh? Menyebalkan sekali.."


Koki Alkemis itu memetik beberapa buah lagi dan segera berdiri. Dia meninggalkan Bocah Pengemis Gila dan berjalan masuk menemui Ling Qing Zhu. Dirinya menawarkan beberapa buah pada gadis itu yang rupanya ditolak.


Xiao Shuxiang tidak menerima penolakan dari Kucing Putihnya, dia tetap memberikan beberapa buah lotus pada Ling Qing Zhu dan memaksa gadis itu untuk memakannya. Dia sendiri berjalan ke bagian depan perahu, tempat di mana teman baiknya berada.


Bocah Pengemis Gila, "Hei.. Apa menurutmu Shuxiang itu punya kelainan?"


?!


Xiao Qing Yan dan Hu Li mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Bocah Pengemis Gila. Keduanya memiliki jawaban yang berbeda atas pertanyaan barusan.


"Kalau yang Anda maksud Tuan Mudaku mempunyai kelainan menyimpang, maka itu salah besar. Tuan Muda Xiao adalah pemuda sungguhan, dia hanya sedikit nakal.."


Hu Li terus mendayung perahu, hanya dia yang melakukannya tanpa dibantu oleh seorang pun dari teman-temannya, termasuk Bocah Pengemis Gila.


Xiao Qing Yan, "Aku tidak tahu kelainan apa yang kau maksud, tapi bila Shuxiang terus berteman denganmu.. Maka ketidakwarasanmu akan menular padanya,"


"Nak, kau dengarkan aku. Dia sudah tidak waras sejak awal, bahkan dirinya lebih buruk daripada aku,"


Hu Li, "Jangan menghina Tuan Muda Xiao, Anda yang lebih buruk daripada Tuan Mudaku,"


Bocah Pengemis Gila membantah, dia tahu seperti apa sifat Xiao Shuxiang hanya dengan melihat wajah pemuda itu saja.


Memang Koki Alkemis tersebut mempunyai wajah mempesona dan nampak ramah. Namun hanya dalam beberapa tarikan napas, raut wajahnya dapat berubah menjadi layaknya penjahat kelas kakap yang tidak kenal ampun.


Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut, siapa pun akan tahu seperti apa sifat Koki Alkemis itu bila semangatnya memuncak kala bertarung. Dia benar-benar akan nampak mengerikan dengan pakaian yang basah akibat darah.


"Kau lanjutlah mendayung, aku ingin memeriksa kondisi Lan'Er Gege dahulu.."


Hu Li dan Xiao Qing Yan mengembuskan napas sambil menggelengkan kepala pelan. Keduanya menatap Bocah Pengemis Gila yang tengah berjalan ke arah Ling Qing Zhu, Lan Xiao, dan O Zhan.


Melihat gadis cantik berambut putih itu hanya bersama dengan dua ekor Demonic Beast membuatnya menggelengkan kepala sambil berdecak pelan. Dia mengarahkan pandangannya ke arah Xiao Shuxiang yang tengah duduk bersama Lan Guan Zhi, dan nampak seru sekali.


"Dia sangat keterlaluan. Calon istrinya diabaikan begitu saja dan dirinya lebih memilih bersama Lan'Er Gege, ck ck ck.. Makhluk macam apa kau ini Shuxiang?!"


Bocah Pengemis Gila mulai duduk dan memperhatikan Xiao Shuxiang yang begitu lahapnya memakan biji lotus. Lan'Er Gege-nya terlihat duduk berhadapan dengan Koki Alkemis itu.


Dia lantas berdeham dan mulai mengomel, "Bocah? Apa kau tidak memiliki perasaan sama sekali pada calon istrimu? Nona Ling sejak tadi duduk sendirian dan seperti terasingkan, apa kau tidak merasa bersalah sedikit pun padanya?"


Xiao Shuxiang berbalik kala mendengar omelan dari Bocah Pengemis Gila, dia mengarahkan pandangannya pada Ling Qing Zhu namun tetap berekspresi biasa-biasa saja.


"Kucing Putih terlihat baik. Dia juga tidak sendirian, ada Lan Xiao dan O Zhan yang bersamanya.." Xiao Shuxiang menyandarkan punggungnya tepat di dada Lan Guan Zhi, dia membuat temannya terkejut.


"Shuxiang.."


"Aku pinjam dadamu sebentar," Xiao Shuxiang tetap memakan biji lotus sambil menikmati hangat dan nyamannya sandaran manusianya ini.


Untuk Lan Guan Zhi, dia sama sekali tidak keberatan walau sebelumnya sedikit terkejut. Dirinya menasehati Xiao Shuxiang untuk tidak terlalu banyak memakan biji lotus.


Bocah Pengemis Gila berkedip dan lalu mengembuskan napas pelan, "Rasa-rasanya kalian berdua ini mirip seperti pasangan. Apa jangan-jangan kalian sudah menikah, huh?"


Xiao Shuxiang melemparkan buah lotus yang bijinya sudah dia makan semua pada Bocah Pengemis Gila, "Hapus pikiran anehmu itu. Lan Zhi adalah teman sekaligus orang yang menganggapku 'Kakeknya', jadi membuat dada cucu sendiri sebagai sandaran merupakan hal yang wajar. Benar kan, Lan Zhi?"

__ADS_1


"Mn, kau menduduki kakiku."


Xiao Shuxiang, "Jangan bercanda Lan'Er, mana mungkin aku menduduki kakimu.."


"Bukan itu, tapi kaki yang satunya."


!?


Xiao Shuxiang baru tersadar, dia meminta maaf dan mulai mengatur posisinya agar tidak lagi menduduki kaki teman baiknya. Dirinya pun bersandar kembali dengan tetap dilihat oleh Bocah Pengemis Gila.


Pemuda bertongkat bambu itu terlihat berwajah buruk, "Lan'Er Gege terlalu memanjakanmu, kau jadi tidak tahu malu begini. Kenapa kalian berdua tidak menikah saja?"


Xiao Shuxiang, "Aku sudah punya calon istri, untuk apa memilih yang berbatang? Walau kuakui sering menggoda Lan Zhi, tapi hubungan kami tidak seperti yang kau pikirkan.."


Hanya sedikit gerakan jari, sebuah api biru kecil muncul di depan Xiao Shuxiang. Api itu melayang perlahan dan mengambil sebuah bunga lotus yang masih berkuncup dan membawanya ke tempat di mana Ling Qing Zhu berada.


?!


Gadis cantik bercadar tipis itu memperhatikan api biru kecil yang membawa bunga kepadanya. Dia lalu menoleh ke arah Xiao Shuxiang dan melihat bahwa pemuda tersebut tengah tersenyum ke arahnya.


Kuncup bunga lotus yang melayang di depan Ling Qing Zhu perlahan mekar dan api biru kecil yang menyelimuti bunga itu sebelumnya kini berubah menjadi seekor kupu-kupu berwarna biru. Hewan kecil tersebut keluar kala kuncup bunga lotus mekar.


Walau seperti tidak peduli, nyatanya Xiao Shuxiang tetap memperhatikan Kucing Putihnya. Sangat disayangkan gadis berambut putih itu tetap berekspresi tenang dan tanpa perasaan meremas bunga lotus pemberiannya.


!!


Xiao Shuxiang tersentak, dia tidak menyangka Kucing Putihnya akan bertindak semacam itu. Dirinya mendengar suara tawa tertahan dari Bocah Pengemis Gila.


"Nona Ling sudah marah padamu. Siapa suruh kau mengabaikannya, sekarang rasakan akibat dari tindakanmu.."


Xiao Shuxiang baru akan menerjang Bocah Pengemis Gila saat api biru kecilnya melesat cepat dan berhenti tepat di depannya. Api itu ternyata membawa bunga wisteria merah yang entah dari mana.


?!


Ketika mengarahkan pandangan pada Kucing Putihnya, Xiao Shuxiang dapat melihat gadis itu menatap tenang ke arahnya sambil mengangguk pelan. Dia kini mengetahui bahwa bunga wisteria tersebut diberikan oleh Ling Qing Zhu.


"Bocah Pengemis Gila, apa sekarang kau melihatnya? Kucing Putih sama sekali tidak marah padaku, dia hanya sulit ditebak saja.."


Xiao Shuxiang menyentuh bunga wisteria merah yang melayang di depannya dengan jari telunjuk dan bunga itu seketika berubah menjadi kupu-kupu kecil. Dia terus menatap ke arah Kucing Putihnya sambil tetap bersandar pada Lan Guan Zhi.


Bocah Pengemis Gila menggaruk pipinya yang tidak gatal karena menganggap ini hal aneh, "Jika kau suka pada Nona Ling, kenapa kau malah bermesraan dengan Lan'Er Gege? Cobalah dekati gadis itu, dia adalah calon istrimu.." entah mengapa, tetapi Bocah Pengemis Gila begitu kesal.


"Kau menyerah sebelum mencobanya, karena itulah hubunganmu dengan Nona Ling tidak pernah berkembang.." Bocah Pengemis Gila memanggil Ling Qing Zhu untuk bergabung bersamanya, dia merasa harus mengakrabkan Xiao Shuxiang dengan gadis berambut putih ini agar bisa mendapatkan Lan'Er Gege-nya kembali.


Ling Qing Zhu menggelengkan kepala pelan, dia menolak untuk bergabung dan lebih memilih duduk bersama Lan Xiao serta O Zhan. Hanya saja Bocah Pengemis Gila terus memanggil-manggil namanya dan itu mulai menganggu.


".. Nona Ling, ayo kemari. Cepat duduk di sampingku dan mari bicarakan sesuatu," Bocah Pengemis Gila menepuk-nepuk papan di sampingnya dan tidak akan berhenti memanggil Ling Qing Zhu sampai gadis itu datang.


Ling Qing Zhu akhirnya menyerah, dia mulai berdiri dan berjalan ke arah Bocah Pengemis Gila. Dirinya duduk di samping pemuda itu di mana Xiao Shuxiang memperbaiki posisinya menjadi duduk bersila dan sedikit membantu Kucing Putihnya dengan sebuah uluran tangan.


Ling Qing Zhu tanpa ragu menerima uluran tangan itu dan mulai duduk. Perahu sedikit goyang, namun tidak membuatnya takut sama sekali. Xiao Shuxiang memintanya berhati-hati dan dirinya menjawab dengan gumaman pelan.


Lan Xiao dan O Zhan lebih memilih tidur daripada menyusul Ling Qing Zhu. Keduanya nampak mengeluarkan suara dengkuran kecil yang terdengar menggemaskan.


Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila dan bertanya padanya, "Kucing Putihku sekarang ada di sini, jadi apa yang akan kau lakukan?"


"Tidak ada.." Bocah Pengemis Gila menggeleng, ".. coba saja kalian membicarakan sesuatu. Kepribadian kalian yang sama sekali tidak romantis itu membuat siapa pun merasa gemas saat melihat kalian,"


Bocah Pengemis Gila bisa saja membantu Xiao Shuxiang sangat akrab dengan Ling Qing Zhu, namun caranya terbilang lebih dewasa dan jika diperhatikan lebih teliti--kedua insan ini merupakan tipe orang yang sama sekali tidak romantis.


"Tidak ada yang perlu kubicarakan. Ibu cantikku sudah menceritakan semuanya pada Kucing Putih. Dan gadis cerewet serta saudara seperguruanku yang lain ikut ambil bagian di dalamnya. Anak ini sudah tahu, jadi apa lagi yang harus dibicarakan?"


"Mn."


Ling Qing Zhu menyetujui ucapan Xiao Shuxiang. Dia memang sudah mendengar kisah masa kecil Wali Pelindungnya dari Xiao WeiWei dan Xiao Lu.


Dirinya juga mendengarkan banyak hal dari Yi Wen, Jing Mi, dan Hou Yong. Mereka bertiga merupakan orang yang tidak pernah bosan membicarakan kehidupan Sekte Kupu-Kupu dan perjalanan hidup Wali Pelindungnya.


Kebiasaan Xiao Shuxiang yang cepat tidur tetapi sangat sulit dibangunkan sudah sering dirinya dengar. Bahkan Duan De dan beberapa murid Sekte Pedang Langit juga banyak membahas pemuda yang duduk di sampingnya ini.


Sesuatu yang menarik tentu saja tentang Wali Pelindungnya yang selalu membuat onar, tetapi tidak bisa mengalahkan Lan Guan Zhi. Dan mungkin karena itu pemuda menawan ini menurut pada Tuan Muda Lan.


"…"


Ling Qing Zhu menatap wajah Xiao Shuxiang yang sedang bicara dengan Bocah Pengemis Gila. Dia lalu menurunkan pandangannya ke arah di mana tangannya masih tetap dipegang oleh Wali Pelindungnya ini.


?

__ADS_1


Xiao Shuxiang menyadari Ling Qing Zhu menatapnya, dia lalu menoleh dan sedikit mengerutkan kening. "Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dari wajahku?"


"Mn.." Ling Qing Zhu menggelengkan kepalanya pelan dan kembali mengarahkan pandangannya ke depan. Dia belum mau mengatakan apa-apa walau beberapa kali melirik tangannya yang masih tetap dipegang oleh Wali Pelindungnya.


Xiao Shuxiang seperti belum menyadarinya, dia kembali bicara dengan Bocah Pengemis Gila sambil sesekali berdebat. Pelayaran ini membutuhkan waktu yang lama, tetapi sama sekali tidak membosankan.


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu lebih fokus menjadi pendengar, sementara yang paling aktif bicara adalah Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang.


Kedua pemuda berpakaian hitam itu membicarakan banyak hal termasuk tentang kegiatan malam pertama pasangan pengantin baru, ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya didengar oleh Ling Qing Zhu.


Lan Guan Zhi sesekali menegur kedua pemuda ini saat mereka mulai mengucapkan kata-kata berbahaya dan tak layak didengar. Namun Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang kembali bicara dengan membahas hal lainnya.


!!


Xiao Qing Yan dan Hu Li yang berada di bagian belakang perahu nampak tersentak kala merasakan perahu tiba-tiba saja bergoyang. Ini sebenarnya adalah hal yang wajar dan sebagai pertanda bahwa perahu mereka telah melewati tanaman bunga lotus yang terakhir.


Suasana langsung terasa berbeda, terlalu sunyi dengan air danau yang begitu tenang. Bila dilihat dari atas, warna airnya sedikit gelap dan seakan menyembunyikan sesuatu yang misterius di dalamnya.


Perahu yang ditumpangi Xiao Shuxiang dan teman-temannya seperti berlayar di dalam sebuah pupil mata hitam seekor makhluk raksasa.


Xiao Shuxiang, "Apa hanya perasaanku atau memang kita sedang diawasi?"


"Perasaanmu wajar, tetapi kau jangan khawatir. Aku memang jarang kemari, namun sepertinya Danau Bunga Lotus tidak menyimpan bahaya yang berarti. Satu-satunya mungkin adalah kau tidak bisa terbang di atas danau ini."


Bocah Pengemis Gila menjelaskan bahwa terdapat lempengan batu berwarna sehitam malam yang menjadi dasar dari sebagian besar Danau Bunga Lotus. Batu itu menyimpan kekuatan yang mampu menarik makhluk apa pun yang terbang diatasnya hingga terjatuh.


".. Aku hanya mendengarnya dari cerita yang beredar. Tetapi karena sudah lama hidup, maka bisa kujamin ucapanku ini.." Bocah Pengemis Gila memeluk tongkat bambunya sebelum kembali bersuara.


"Ngomong-ngomong, mau sampai kapan kau akan memegang tangan Nona Ling? Sejak tadi kuperhatikan, kau terus saja memegang tangannya."


Xiao Shuxiang baru tersadar, tetapi dia tidak langsung menarik kembali tangannya. Dia menatap kesal ke arah Bocah Pengemis Gila seakan hendak menantangnya.


"Memang kenapa kalau kupegang tangan Kucing Putih? Dia sendiri tidak keberatan, lalu mengapa kau yang protes? Bukan tanganmu yang kupegang,"


!?


Ling Qing Zhu berkedip saat Xiao Shuxiang malah semakin mengeratkan pegangan tangannya dan bahkan Wali Pelindungnya ini mengusap-usap pelan punggung tangannya itu lalu sesekali meniupnya. Tindakan Koki Alkemis ini seperti sedang seperti sedang menggosok batu permata.


Spontan Ling Qing Zhu menampar pelan tangan Xiao Shuxiang sebagai tanda agar pemuda itu berhenti mengusap-usap tangannya. Walau wajahnya tenang, tetapi sungguh jantungnya seperti akan keluar dari telinganya saat ini.


"Kau punya telapak tangan yang kasar, Kucing Putih.." Xiao Shuxiang berujar pelan dan seperti tidak paham dengan maksud tamparan pelan dari Ling Qing Zhu barusan.


Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya yang mengomentari telapak tangan Ling Qing Zhu. Temannya ini benar-benar kelewatan, Xiao Shuxiang bahkan tidak merasa bersalah sama sekali.


"Kucing Putih, kau habis main apa? Lihat ini, kau punya telur cicak di telapak tanganmu.." Xiao Shuxiang spontan mengatakannya, raut wajahnya terlihat berubah.


Koki Alkemis ini menyebut kapalan pada tangan Ling Qing Zhu sebagai telur cicak. Dia berulang kali berdecak pelan dan mengomeli Kucing Putihnya yang tidak bisa merawat diri dengan baik.


"Coba lihat telapak tanganku, halus dan lembut. Kau ini seorang gadis, apa tidak malu melihat telapak tangan pemuda yang semulus ini?" Xiao Shuxiang memperlihatkan telapak tangannya yang tanpa cacat tersebut, hanya saja Ling Qing Zhu masih tetap tenang.


Gadis cantik bercadar tipis ini bisa saja menghilangkan kapalan pada telapak tangannya, namun dirinyalah yang tidak mau. Tanda di telapak tangannya merupakan bukti betapa keras usahanya untuk menjadi lebih kuat.


"Kau malas berlatih pedang." Ling Qing Zhu berucap dingin, namun Xiao Shuxiang dapat tahu bahwa gadis ini sedang meledeknya.


Bocah Pengemis Gila, "Sudah jelas seperti itu. Dia memang malas berlatih, telapak tangannya bahkan lebih lembut dari telapak tangan bayi dan itu sangat menggelikan,"


"Menggelikan kau bilang?" Xiao Shuxiang mendengus dan sambil tersenyum, "Justru karena kelembutan tangan ini.. Rasanya akan sangat tidak tertahankan bila mengoyak perut lawan dan membenamkannya untuk mengacak isi di dalam lambungnya,"


Senyuman Xiao Shuxiang berubah menjadi seringai, matanya terlihat berbinar. "Kalian tidak akan mengerti, bagaimana rasanya ketika tangan yang begitu halus dan lembut memberikan rasa paling menyakitkan sampai ingin mati.. Aah.. Membayangkannya saja membuatku sangat berdebar-debar,"


!!


Bocah Pengemis Gila jadi merasa bahwa sampai kapan pun, sifat setan dari Xiao Shuxiang tidak akan pernah bisa dihilangkan. Dia yakin, sebanyak apa pun pemuda ini melakukan Pembersihan Iblis Hati, Xiao Shuxiang tetap tidak akan berubah.


Jauh di tempat lain, tepatnya di Pulau Pagoda Tingkat Seratus--sudah banyak sosok hitam yang menunggu kedatangan Xiao Shuxiang dan teman-temannya.


Di antara mereka ada Miao Gang, gadis yang selalu membawa boneka kain itu nampak berdiri dengan wajah yang terlihat murung.


"Mereka akan datang.. Aku sangat sedih. Sekarang giliran mereka yang akan menyerang tempat ini.. Benar-benar menyedihkan. Ketenangan tempat ini.. Sebentar lagi berakhir.. Kasihan.. Kasihan sekali.."


Sebelumnya Miao Gang memang berada di Kota Bintang Biduk dan tidak mungkin bisa sampai di tempat ini dalam waktu yang singkat. Tetapi memindahkan seseorang seperti dirinya bukanlah hal mustahil bagi Qian Kun.


Sosok berjubah dan bertopeng rubah itu memiliki kemampuan menyerap ilmu serta kekuatan orang yang telah terikat darah dengannya. Dia bisa mengeluarkan Cermin Pemindah sebab saat Qingyu Mao tewas--kekuatan Demonic Beast itu berpindah dan masuk ke dalam tubuh Qian Kun.


Dia adalah sosok yang mengerikan, memiliki ikatan darah dengan Xiao Shuxiang dan merupakan dalang di balik terbentuknya Scarlet Bayangan.


Qian Kun juga merupakan sosok yang telah membuat banyak kesulitan dalam kehidupan Xiao Shuxiang, baik yang sekarang maupun kehidupannya yang di masa lalu.

__ADS_1


***


__ADS_2