
Xiao Shuxiang, teman seperguruannya serta murid-murid Sekte Pedang Langit yang memiliki usia sekitar 5 sampai 17 tahun, terlihat sedang duduk sambil mendengarkan pengajaran dari Lan Gaozu.
Lan Gaozu sendiri sedang menjelaskan secara panjang lebar tentang Aturan Sekte Pedang Langit. Syukurlah, dia hanya menjelaskan sepuluh aturan saja.
Entah kapan pembelajaran ini berhenti jika Lan Gaozu menerangkan semua aturan yang berjumlah pas lima ribu, tidak kurang dan tidak lebih itu.
Meski hanya sepuluh aturan, namun Xiao Shuxiang seakan tidak sanggup untuk mendengarkan lagi. Beberapa kali dirinya memperbaiki posisi duduknya.
"Kakiku mati rasa.." Xiao Shuxiang ingin sekali untuk berdiri dan merenggangkan tubuhnya, beberapa kali dia bermain-main dengan kuas dan kertas yang ada di depannya tanpa mendengarkan penjelasan Lan Gaozu sedikit pun.
"... pada bagian ini menjelaskan betapa pentingnya menghargai dan berperilaku sopan terhadap orang lain. Hargai yang lebih muda dan hormati yang lebih tua.."
"Aku hormat dua jari padamu Kakek janggut tebal.." Xiao Shuxiang mulai mendengarkan sedikit, detik berikutnya dia mulai bermain memutar-mutar kuas di depannya kembali.
Jing Mi dan Hou Yong beberapa kali menguap. Untuk orang yang tidak pernah diam seperti Jing Mi, Hou Yong dan Xiao Shuxiang, mendengarkan ceramah seperti ini sama saja dengan menyiksa mereka.
Xiao Shuxiang entah sejak kapan mulai menyangga dagunya dan terlihat tertidur. Yi Wen yang duduk di belakangnya, berusaha membuat Xiao Shuxiang untuk bisa duduk dengan benar.
"Psst, Saudara Xiao...? Saudara Xiao...?"
Xiao Shuxiang sama sekali tidak mendengar Yi Wen, ini dikarenakan suara ceramahan dari Lan Gaozu seperti semilir angin kantuk baginya.
Hai Feng yang duduk tidak jauh di samping Xiao Shuxiang juga mulai berusaha memanggil saudara seperguruannya yang sedang tertidur. Beberapa kali Hai Feng mengawasi Lan Gaozu agar tidak menyadari bahwa salah satu muridnya tidak mendengarkan penjelasannya.
"Yaa ampun, Saudara Xiao. Apa saja yang kau lakukan semalaman sampai tidak tidur..?" Hai Feng merasa bahwa Xiao Shuxiang pasti begadang sepanjang malam hingga begitu mengantuk seperti ini. Padahal, mereka sudah diminta untuk cepat-cepat tidur oleh senior Sekte Pedang Langit.
Lan Gaozu terus memberi penjelasan, samar-samar dia mendengar suara dari murid-muridnya. Pandangannya mulai mengarah pada salah satu murid yang tidak duduk dengan baik.
Lan Gaozu mulai berdiri, dia berniat untuk menghampiri salah satu muridnya. Jing Mi dan Hou Yong segera duduk siap sambil menggeleng agar rasa kantuk mereka segera pergi.
Yi Wen yang sadar bahwa Lan Gaozu mulai berjalan ke arahnya mulai berpura-pura menulis sambil di dalam hati mendoakan keselamatan Xiao Shuxiang.
"Saudara Xiao... Kau berada dalam bahaya..." Hai Feng bergumam sangat pelan, dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Dia tidak bisa membayangkan kejadian yang akan menimpa saudara seperguruannya itu.
Lan Guan Zhi yang duduk di depan Hai Feng sedikit mendengar gumamannya. Dia merobek sedikit ujung dari kertas yang ada di depannya, menggulungnya hingga begitu kecil, dan detik berikutnya.. Lan Guan Zhi tanpa menoleh menjentikkan kertas sekecil biji kacang tepat mengarah ke lengan kiri Xiao Shuxiang.
Xiao Shuxiang langsung merintih kesakitan saat merasakan lengannya seperti di sentil dengan keras. Rintihannya membuat semua murid langsung mengarahkan pandangan ke arahnya.
"Ssh, siapa sih yang berani menganggu tidurku.." Xiao Shuxiang mengusap-usap lengan kirinya, dia menoleh kesekitaran untuk mencari anak mana yang berani membangunkannya.
"Kau Sepertinya Sangat Suka Tidur, Bocah..!"
__ADS_1
!!
Xiao Shuxiang tersentak, dia baru sadar bahwa ada seorang pria tua yang sedang berdiri di dekatnya.
Xiao Shuxiang sedikit mendongak ke atas, dia bisa melihat bahwa pria tua ini memasang wajah yang sangat kesal kepadanya.
Sambil tersenyum bodoh, Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dalam hati dia merutuki teman-temannya yang tidak membangunkan dirinya.
"Berani sekali kau tidur saat aku sedang menjelaskan.." Lan Gaozu mulai memarahi Xiao Shuxiang. Selama ini, belum pernah ada murid yang berani tidur saat dirinya memberikan pengajaran, apalagi oleh seorang anak seperti Xiao Shuxiang.
Lan Gaozu memiliki pribadi yang keras kepala, suka unjuk kemampuan, dan merupakan guru yang begitu keras dalam pengajarannya. Meski begitu, dia merupakan guru terbaik yang dapat menghasilkan banyak murid ternama.
"Berdiri..!" Lan Gaozu dengan tampang tegasnya memberi perintah kepada Xiao Shuxiang untuk segera berdiri.
Xiao Shuxiang seakan tidak mau menuruti perintah Lan Gaozu. Memang siapa dia? Berani-beraninya memerintah Xiao Shuxiang..!
Lan Gaozu geram karena anak kecil di depannya sama sekali tidak menurut, sungguh kurang ajar!
Dengan suara yang cukup keras, Lan Gaozu sekali lagi menyuruh Xiao Shuxiang untuk berdiri. Xiao Shuxiang merasa seperti sudah membangunkan hewan buas, segera dia langsung berdiri sambil menatap Lan Gaozu dengan tatapan aneh.
Pandangan matanya sedikit mengarah pada seorang anak laki-laki yang duduk agak jauh di belakang Lan Gaozu. Pandangan mata Xiao Shuxiang sedikit menyipit, dia bisa melihat ada sedikit robekan pada kertas di atas meja anak tersebut.
Xiao Shuxiang juga bisa melihat pandangan mata Lan Guan Zhi yang mengarah padanya. Satu kesimpulan yang langsung mengisi kepalanya adalah.. anak berwajah papan datar itulah yang membuatnya ketahuan tidur tadi.
Lan Gaozu nyatanya mendengar gumaman Xiao Shuxiang, dengan geram dia menyuruh anak itu ke Balai Hukuman untuk menerima sepuluh kali pukulan kedisiplinan.
!!
"Ta-tapi aku kan hanya tidur..!" Xiao Shuxiang kaget dan mencoba untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Namun Lan Gaozu seakan tidak mau mendengar penjelasan apa pun.
Xiao Shuxiang cemberut, dia sekilas menatap wajah Lan Gaozu kemudian memberi hormat kepadanya dengan sangat berat hati. Xiao Shuxiang lalu melangkah pergi meninggalkan Balai Utama.
"Yaah.. Setidaknya aku bebas dari ceramahan membosankan milik kakek berjanggut tebal itu..!"
Sambil berjalan, Xiao Shuxiang merenggangkan kedua tangannya. Seluruh tubuhnya benar-benar tersiksa akibat terus duduk tadi.
"Apa Yang Kau Lakukan Di Sana..?! Cepat Pergi..!"
"Iya, iya..! Cerewet.."
"APA KAU BILANG?!"
__ADS_1
!!
Xiao Shuxiang tersentak dan kemudian segera berlari saat mendengar teriakan Lan Gaozu.
Lan Gaozu sendiri berusaha ditenangkan oleh asisten muridnya. Entah sebab apa yang membuat dirinya sangat kesal dengan bocah kecil tadi.
Selama ini, Lan Gaozu selalu menghadapi banyak anak yang memiliki sifat berbeda-beda, bahkan tak jarang dirinya menghadapi murid yang liar.
Namun, baru kali ini Lan Gaozu seakan tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak marah saat melihat bocah berusia 7 tahun tersebut.
Xiao Shuxiang berkeliling sebentar sebelum menuju ke Balai Hukuman. Qi di Sekte Pedang Langit lebih padat dibandingkan dengan Sekte Bunga Lotus, karena itulah dia memutuskan untuk meningkatkan praktiknya terlebih dahulu, baru setelah itu dirinya pergi untuk menerima hukuman.
Xiao Shuxiang mencari tempat yang strategis dan tak banyak dilalui oleh orang-orang. Dia kemudian duduk di bawah salah satu pohon persik.
Xiao Shuxiang duduk bersila, dia memejamkan matanya dan mulai berkonsentrasi. Secara perlahan, Qi mulai berkumpul di sekeliling tubuhnya.
Untuk pertama kalinya, Xiao Shuxiang tidak melakukan pemanasan sebelum menyerap Qi. Meski demikian, Qi yang mengisi dantiannya semakin banyak.
!!
Dahi Xiao Shuxiang mengerut saat dia merasakan dantiannya seperti mengeluarkan cahaya.
Praktik Xiao Shuxiang mulai naik satu tingkatan, namun akar pada dantiannya juga ikut bertambah satu. Kenyataan ini membuat Xiao Shuxiang mengelus dada di dalam hati.
"Aku benar-benar harus mengatasi akar-akar menyebalkan ini..! Bagaimana bisa Xiao Shuxiang memperoleh kekuatannya kembali, jika akar menyebalkan ini terus menyegel Qi yang kuserap!!"
"Aaah, kenapa sulit sekali menjadi penjahat..!" Xiao Shuxiang mengacak-ngacak rambutnya karena frustrasi.
***
-
-
-
Catatan Penulis :
~Sesi Iklan :
Meski Alur Cerita Ini Lambat Dan Minna Sama Bosan Membacanya, Tapi Dasha Akan Bilang Bahwa Kiko Enak Tau..!
__ADS_1
d(*゚∀゚*)b