
Butuh waktu yang cukup lama sampai Hu Li selesai dengan tugas pemberian Tuan Mudanya. Dia memastikan cambukan darinya tidak sampai membuat Yi Wen tewas----walau jujur, gadis itu dalam kondisi yang sangat buruk sekarang ini.
Yi Wen hanya sekali menjerit, itu pun ketika Hu Li mencambuknya tanpa peringatan. Sementara cambukan lainnya---dia berusaha mati-matian untuk tidak mengeluarkan suara jeritan apa pun.
Dirinya sekarang berbaring di tempat tidur, salah satu ruangan yang ada di Sekte Kupu-Kupu. Tubuhnya sangat lemah, pakaiannya koyak dan banyak luka yang dia alami bahkan sampai saat ini----darah masih keluar dari luka-lukanya.
Zhi Shu sebenarnya ingin memberikan Yi Wen sebuah Pil Napas Naga. Dia jujur kesal pada saudaranya ini, tetapi dia tidak bisa membenci Yi Wen terlalu lama. Ro Wei dan Hou Yong pun juga demikian, sayangnya Hu Li melarang mereka mengobati Yi Wen apalagi sampai nekat memberi pil pada gadis cantik tersebut.
Yi Wen sendiri juga tidak ingin menerimanya. Dia menyukai rasa sakit ini, namun wajahnya semakin pucat ketika mengingat bahwa dia harus menjadi tanggung jawab Bocah Pengemis Gila.
Zhi Shu dan Ro Wei hanya dapat memperban luka-luka Yi Wen. Ekspresi wajah keduanya nampak berbeda ketika melihat luka Yi Wen yang begitu parah. Cambukan dari Hu Li benar-benar sudah merusak apa yang disebut kulit indah seorang gadis.
Di sisi lain, para murid Sekte Kupu-Kupu masih berada di halaman luar sekte mereka. Tidak ada seorang pun yang berniat pergi meski Hu Li sudah meminta agar mereka semua dapat melanjutkan pekerjaan mereka kembali.
Seratus lima puluh cambukan bukanlah sesuatu yang mudah diatasi. Bahkan saat para junior Sekte Kupu-Kupu memperhatikan Hu Li---mereka melihat tangan pemuda yang mencambuk Yi Wen itu ikut terluka.
"Aku harusnya tidak melupakan bahwa saat Senior Besar datang kemari----pasti ada dari saudara kita yang akan terkena masalah."
Salah seorang murid Sekte Kupu-Kupu berbicara pada kedua teman yang berada dekat dengannya. Mereka duduk di tanah sebab merasa lemas akibat menyaksikan bagaimana Yi Wen mendapat cambukan dari Hu Li.
"Aku sangat takut pada Senior Besar.."
"Kau pikir aku tidak takut padanya? Wajah ramah Senior Besar benar-benar tidak sesuai dengan sifatnya yang tanpa ampun. Dia kejam sekali...."
Hai Feng mendengar ucapan juniornya, dia tidak ikut melihat Yi Wen dan lebih memilih berada di halaman sekte. Dia juga sependapat dengan juniornya itu, tetapi bila dipikirkan lagi----apa yang dilakukan Saudara Xiao-nya sudah sangat sesuai.
Bahkan sebenarnya, jika Yi Wen dipotong tangan dan kakinya pun----itu tidak akan melanggar aturan apa pun. Toh hukuman tersebut memang pantas didapat oleh seseorang yang telah membuat banyak orang dalam masalah.
Justru, Saudara Xiao-nya sudah sangat baik menjatuhkan hukuman cambuk. Jelas ini adalah hukuman paling ringan dan harusnya Yi Wen bersyukur karena hal itu.
*
*
Di tempat lain, Xiao Shuxiang berdiri di sebuah taman bunga milik Sekte Kupu-Kupu. Pakaian hitam dan rambut panjangnya mengombak dimain-mainkan angin.
Postur tubuhnya tegap, dia mempunyai wajah bersih menawan dengan dua alis hitam dan bibir tipis. Dia terlahir sebagai sosok mengagumkan dan mampu mencuri perhatian siapa pun yang memandanginya.
Untuk sejenak, aura kewibawaan Xiao Shuxiang terasa kental. Bukan sebagai kultivator yang memiliki kemampuan Alkemis terhebat atau sosok penegak hukum di sekte ini, tetapi dia mempunyai kewibawaan yang tidak mungkin bisa dibayangkan oleh orang lain.
Tatapan matanya teduh, namun dengan diri yang misterius. Seseorang tidak akan mampu menebak apa yang sedang dipikirkan oleh pemuda menawan itu.
"......"
Xiao Shuxiang berkedip dan lantas menoleh kala menyadari ada seseorang yang berjalan mendekatinya. Bibirnya pun tertarik membentuk senyuman ketika tahu sosok tersebut tidak lain adalah teman baiknya.
Bahkan dilihat dari jauh, Lan Guan Zhi tetap menjadi sosok yang luar biasa mengagumkan di mata Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu tidak pernah bisa menemukan celah untuk dapat menggoyahkan pemuda berpakaian serba putih itu.
"Lan'Er, kenapa kau kemari? Apa kau datang mencariku?" Xiao Shuxiang bertanya ketika Lan Guan Zhi sudah berada di dekatnya.
"Mn, aku mengkhawatirkanmu. Kau pergi begitu saja dan kulihat kau nampak tidak ingin menghukum nona Wen."
Xiao Shuxiang berkedip sebelum akhirnya tersenyum, dia mulai berjalan beriringan dengan teman baiknya. Tidak disangka pemuda berpakaian putih ini mengatakan sesuatu semacam itu padanya.
"Mm... Bagaimana aku menjelaskan ini padamu, Lan'Er. Aku pergi hanya karena tidak ingin ada murid lain yang protes pada hukuman Yi Wen. Dan sebenarnya, ucapanmu juga tidak salah..." Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "... Entah kenapa rasanya sangat berat memberi hukuman pada saudara seperguruan sendiri,"
Xiao Shuxiang memang tidak bisa menyembunyikan perasaannya. "Aku tidak ragu membunuh orang lain, misalnya saja saat menyerang keluarga 'Gong'. Tetapi sekarang, ketika memberi hukuman pada Yi Wen----rasanya cukup membuatku tidak nyaman."
Pandangan Lan Guan Zhi sedikit merendah. Bulu mata indahnya menghalangi cahaya di pipinya yang seputih giok. Dia pun mulai bersuara lembut.
"Itu wajar sebab nona Wen adalah saudaramu."
Xiao Shuxiang memegang lengan teman baiknya, dia bersuara pelan. "Lan'Er... Apa itu artinya aku... Mulai sedikit memiliki kebaikan hati?"
Lan Guan Zhi menatap tangan teman baiknya saat Koki Alkemis tersebut memberi tanda 'sedikit kebaikan hati' yang dimaksud itu.
Dia pun tersenyum samar dan kemudian berkata, "Kau memang selalu memilikinya."
!
Xiao Shuxiang tersentak, dia tidak percaya. "Kau jangan bercanda, Lan'Er."
"Apa kau takut dengan yang kukatakan?"
"Ayolah, kawan. Satu-satunya kebaikanku adalah menjadi jahat. Apa yang kau katakan tadi seperti mempertanyakan tentang kekejamanku. Apa jadinya dunia ini jika Xiao Shuxiang tidak lagi sekejam yang dulu?"
"Dunia akan menjadi lebih indah."
__ADS_1
"Jangan membalas ucapanku, LanLan. Hatiku tidak sanggup menerima banyak pujian darimu.." Xiao Shuxiang mengusap pelan dadanya, rasanya sangat tidak nyaman.
Lan Guan Zhi berkedip, tatapan matanya seolah berkata. 'Tidak ada yang memberi pujian padamu Xiao Shuxiang, kenapa kau harus bertingkah seheboh ini?'
Sayang sekali pemuda berpakaian serba putih itu tidak dapat mengatakannya, dia hanya mengembuskan napas pelan dan kembali memperhatikan berbagai tanaman bunga di tempat ini.
"......"
Xiao Shuxiang sendiri terdiam, dia seperti memikirkan sesuatu. Hal yang membuat dia merasa gelisah. Sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya, mana dari bagian dirinya yang nampak mempunyai kebaikan hati seperti ucapan teman baiknya ini.
"Lan'Er Gege...!"
!!
Sebuah seruan membuat Xiao Shuxiang spontan menoleh, dia melihat Bocah Pengemis Gila tengah berlari dan dengan cepat dia menghadang langkah pria bertongkat bambu itu yang rasa-rasanya ingin melompat ke arah teman baiknya.
"Lan'Er Gege...! Kenapa kau pergi begitu saja dan meninggalkanku? Shuxiang, minggirlah..!"
"Kau ini apa-apaan? Hentikan. Jangan mendekati Lan Zhi," Xiao Shuxiang menahan tangan Bocah Pengemis Gila, dia bahkan mengatur posisi kakinya dan dengan cepat membanting pria itu ke tanah.
!
Bocah Pengemis Gila merintih kesakitan, dia merutuki Xiao Shuxiang yang sangat kasar padanya. "Aduuh... Kenapa kau harus melakukan itu padaku? Ini sakit tahu...!"
"Hmph, kau harusnya sudah tahu risiko jika berani bertindak tidak tahu malu pada Lan Zhi..." Xiao Shuxiang meniup poni rambut depannya, tanda segel di dahinya terlihat sebelum tertutup kembali oleh rambut.
Dia pun melanjutkan kembali ucapannya. "... Jangan pikir bahwa aku membiarkanmu selama ini dan kau bisa bebas melakukan apa pun sesukamu, Lan Zhi adalah milikku. Mengerti?"
!
Bocah Pengemis Gila tersentak, dia tidak mau kalah. "Kau sudah punya nona Ling, jadi Lan'Er Gege sekarang adalah milikku. Kau jangan serakah, Xiao Shuxiang."
"Meski aku punya Kucing Putih, tapi Lan Zhi tetap milikku. Kau tidak akan pernah bisa mendapatkannya,"
Ada penekanan pada ucapan Xiao Shuxiang saat dia menyebut teman baiknya. Lan Guan Zhi bahkan berkedip dan lalu terbatuk pelan. Tindakannya membuat kedua pemuda itu tersentak.
"Kalian berdua konyol. Apa pantas dua orang laki-laki memperdebatkan hal semacam itu?"
Lan Guan Zhi mengibaskan pelan tangannya dan berjalan pergi, dia membuat teman baiknya serta pria dengan tongkat bambu itu terkejut.
!!
"Tunggu, tunggu sebentar. Apa hanya aku atau memang Lan Zhi tadi terlihat marah?" Xiao Shuxiang bertanya, terdapat binar senang pada matanya itu.
"Aku juga sangat kaget. Tidak kusangka Lan'Er Gege bisa bersikap demikian. Kupikir dia sama seperti yang biasa kau katakan----papan datar..." Bocah Pengemis Gila tidak lagi merintih akibat dibanting oleh pemuda di sampingnya, dia bahkan nampak akrab dengan Xiao Shuxiang. "... Tapi dia semakin tampan jika sedang merajuk,"
"Mm... Kurasa perubahan tidak hanya terjadi padaku..." bibir Xiao Shuxiang membentuk senyuman tipis, "... Anak itu mulai menarik,"
"Shuxiang? Kau mau melakukan apa? Senyumanmu seperti menyembunyikan niatan tersembunyi. Sebaiknya jangan asal bertindak pada Lan'Er Gege. Apa kau lupa waktu itu, dia membuatmu trauma melihat bintang,"
!!
"Bocah Pengemis Gila...! Kau jangan ingatkan aku lagi," Xiao Shuxiang spontan menyentil dahi pria di sampingnya, dia membuat temannya itu merintih keras dan langsung mengusap-usap dahinya.
"Shuxiang! Kau sangat suka sekali menyakitiku. Aku ini 'Seniormu'...!" Bocah Pengemis Gila memijat-mijat dahinya. Terlihat ada bekas yang begitu merah pada dahinya tersebut.
Xiao Shuxiang sendiri malah tidak merasa bersalah sama sekali. Dia pun berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu pria dengan tongkat bambu itu berdiri.
Anehnya, meski sering bertengkar dengan Xiao Shuxiang----Bocah Pengemis Gila tidak pernah jera untuk dekat dan menerima bantuan pemuda ini.
Keduanya lantas mulai berjalan dan hendak menyusul Lan Guan Zhi. Mereka sejenak berbincang dan membahas masalah Yi Wen. Xiao Shuxiang adalah orang pertama yang memulai pembicaraan tersebut.
"... Kenapa kau menginginkan gadis itu? Jika ini atas dasar kasihan, kau benar-benar sudah memandang rendah aku."
"Shuxiang, apa kau ingat tentang 'Lima Pilar Dunia'?"
?!
Xiao Shuxiang tersentak, dia bisa dengan cepat menangkap maksud Bocah Pengemis Gila dan sungguh dirinya tidak percaya. "Kau ingin mengatakan Yi Wen adalah Pilar Dunia yang Kelima?"
"Mm, secara teknis----dia adalah Seniormu. Aku yang pertama, kemudian Akatsuki, lalu seseorang yang bernama 'Light', Da Lin, dan terakhir adalah Duan De. Saat bertarung dengan Yi Wen aku sudah bisa memastikan, gadis itu lebih lama mewarisi gelar 'Pilar Dunia' dibandingkan kau. Dia juga bukan warga asli Benua Timur, besar kemungkinan Yi Wen berasal dari Benua Barat."
Xiao Shuxiang mendapatkan informasi yang tidak biasa. Nama 'Light' ini terdengar asing baginya, tetapi jika memikirkannya lagi---dia memang pernah pergi ke Benua Barat untuk menyegel salah satu 'Gerbang Dunia'. Dan yang bisa dia katakan adalah----Benua itu seakan mempunyai masalah yang rumit.
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, "... Yang tidak kumengerti dari Yi Wen adalah---gadis itu tahu identitasnya, tetapi justru malah bekerja sama dengan Scarlet Darah dan membuat kekacauan. Apalagi yang kutahu, Benua Barat dalam kondisi buruk. Karena alasan ini aku tidak ingin kau memberinya hukuman berat. Gadis itu harus tahu tanggung jawabnya sebagai seorang 'Pilar Dunia'."
Xiao Shuxiang bisa melihat pria di sampingnya nampak sangat serius, "Aku ingin memberi tahu sesuatu padamu. Desa Tani merupakan desa terpencil di Kekaisaran Matahari Terbit. Sama seperti Kakekku yang merupakan pelarian dari Benua Utara dan menyembunyikan identitasnya sebagai Kaisar, Yi Wen pun kurasa juga demikian..."
__ADS_1
Xiao Shuxiang sebenarnya baru tahu ini, tetapi meski gadis tersebut adalah pelarian----itu bukanlah urusannya. Setiap orang mempunyai rahasia masing-masing, begitu pula dengan saudara seperguruannya.
"Bocah Pengemis Gila, aku bukanlah orang yang suka terlibat masalah orang lain, tapi kau tahu----masalah seakan sangat suka datang padaku..." Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia pun menepuk pundak pria di sampingnya dan kembali bersuara.
"... Kau tidak perlu mengatakan tentang Yi Wen padaku, gadis itu sekarang adalah tanggung jawabmu. Mau kau bawa dia pergi dari tempat ini atau melakukan apa pun padanya, itu tidak ada hubungannya denganku."
"Aku memang berencana ingin membawanya ke Benua Tengah. Dia harus mendapat didikan yang baik walau sejujurnya aku masih tidak nyaman dekat dengan perempuan..." Bocah Pengemis Gila memeluk tongkat bambunya, dia sulit menelan ludah dan raut wajahnya menjadi agak pucat ketika bayangan gadis itu terlintas di pikirannya.
Xiao Shuxiang justru mendengus ketika melihat ekspresi pria di sampingnya ini, "Kalau menurutku sebenarnya bagus kau bersama dengan Yi Wen. Siapa yang tahu kalian berjodoh dan dia dapat mengubahmu agar tidak lagi memiliki perilaku yang menyimpang. Hm... Dipikir-pikir lagi, ini ide yang bagus. Sangat bagus."
!!
Bocah Pengemis Gila tersentak saat Xiao Shuxiang tersenyum, ucapan pemuda ini malah semakin membuatnya memburuk. Dia lantas mempercepat langkahnya dan mendahului Xiao Shuxiang untuk mendekat pada Lan Guan Zhi.
!!
Xiao Shuxiang tersentak, apalagi Bocah Pengemis Gila dengan berani merangkul lengan teman baiknya. Segera dia berseru dan langsung memisahkan pria itu dengan temannya.
Lan Guan Zhi sendiri sudah merasa tenang sejak tadi dan sekarang malah kembali dilibatkan oleh pertengkaran kedua pemuda ini.
Awalnya Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila saling mendebat, pada akhirnya mereka justru bertarung walau tidak berada di tahap yang serius.
"Kenapa kau terus saja mencegahku, Shuxiang?! Aku hanya ingin dekat dengan Lan'Er Gege. Apa itu salah?!"
"Tentu saja salah!" Xiao Shuxiang menahan tongkat pria di hadapannya dengan tangan kanannya, "Aku dapat mengizinkanmu berjalan di dekat Lan Zhi, tapi kau tidak boleh terlalu menempel padanya."
"Lan'Er Gege saja tidak keberatan aku begitu, kenapa malah kau yang sangat tidak rela?!" Bocah Pengemis Gila kembali menyerang, kali ini dia hampir mengenai lipatan lutut Xiao Shuxiang andai pemuda itu tidak segera menghindar.
Lan Guan Zhi berusaha memanggil Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang serta meminta keduanya untuk berhenti, namun ucapannya tidak didengar sama sekali.
Qi mulai berkumpul di jari tangan Lan Guan Zhi dan hanya sekali sentilan----dua serangan langsung mengarah dan tepat mengenai bokong kedua pemuda itu.
!!
Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila tidak sempat menghindar, keduanya terkena serangan dan spontan merintih kesakitan. Mereka mempunyai ekspresi yang sama, nampak menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan seakan protes padanya.
"Lan'Er Gege...! Kenapa kau lakukan itu? Aduuh... Bokongku, aku sampai merinding karenanya... Sssh... Aduuh!"
"Lan Zhi, kau keterlaluan..." Xiao Shuxiang hanya merasakan sakit sebentar saja, ini karena regenerasi tubuhnya yang luar biasa. Tidak seperti pria di sampingnya yang masih merintih saat ini.
Xiao Shuxiang tidak bisa menahan diri untuk tidak menendang bokong dari Bocah Pengemis Gila. Dia melakukannya dan membuat pria itu terkejut hingga jatuh tersungkur mencium tanah.
"Xiao Shuxiang...!!" Bocah Pengemis Gila kesal, dia bangkit dan mengejar pemuda yang langsung bersembunyi di balik punggung Lan Guan Zhi.
Bocah Pengemis Gila menunjuk Koki Alkemis, itu, "Kau sangat kurang ajar pada 'Seniormu'! Kelewatan...! Lan'Er Gege~ kau jangan lindungi dia. Kemari kau, Shuxiang...!"
Xiao Shuxiang menolak. "Tidak mau, coba tangkap aku kalau bisa...!"
"Senior, Shuxiang. Berhentilah, kalian terlalu kekanakan." Lan Guan Zhi tahu dua orang ini adalah sosok yang mempunyai usia lebih tua darinya, tetapi entah kenapa tingkah teman baiknya dan Bocah Pengemis Gila terlalu tidak tahu malu.
Sebenarnya kultivator seperti Lan Guan Zhi memang tidak akan pernah mengerti jalan pikir kultivator berumur seperti Bocah Pengemis Gila, apalagi Xiao Shuxiang. Barangkali kedua pemuda ini mencoba menggali kembali kebahagiaan masa kecil mereka atau sesuatu yang seperti itu.
Ketiga pemuda tersebut rasa-rasanya terlalu menikmati waktu tenang dan damai mereka yang kini tidak lagi terlibat dalam pertempuran besar yang membahayakan nyawa banyak orang.
Mereka kemungkinan tidak tahu atau melupakan sejenak bahwa kesenangan semacam ini tidak akan bertahan lama selama akar masalah----yakni sosok di balik Scarlet Darah masih dapat kembali berbuat banyak hal yang merugikan.
*
*
*
...***** EXTRA PART SELESAI *****...
-
-
-
Catatan Penulis :
Arigatou karena sudah mengikuti Perjalanan Xiao Shuxiang dari awal kehadirannya sampai sejauh ini, ( ´ ▽ ` )ノ Kamu adalah pembaca istimewa kami.
(^▽^)/
EXTRA PART sebenarnya hanya direncanakan empat Chapter, tapi ternyata malah kebablasan. Wkwkwk (*^ω^*) gomenkudasai.
__ADS_1
Besok akan ada ciut-ciutan dari 'Penulis'. Kemungkinan masih banyak dari teman-teman yang belum puas atau mungkin tidak rela 'Sajian Novel' kami berakhir. Atau justru malah kebalikan dari itu, (⌒▽⌒)Jadi jika ada pertanyaan terkait novel ini, bisa dituliskan di kolom komentar ya. Sekali lagi Arigatou Gozaimasu Minna Sama..! (*^o^*)ノ