XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
76 - Sang Iblis Hati (2) [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan Shouxing hanya terus duduk sambil memandangi Pedang Bintang Malam yang berputar perlahan di depan mereka.


Suasana tenang meski tak ada keindahan apa pun yang terlihat, kecuali tanah kering dengan tumpukan abu dan debu di atasnya.


Xiao Shuxiang mencoba untuk mencairkan suasana dengan bertanya mengenai tempatnya sekarang. "Bukankah harusnya aku melihat tumpukan mayat atau kultivator yang pernah kubunuh? Kenapa jadi hamparan tanah tandus begini...?"


"Kau tidak memiliki penyesalan tentang itu,"


"Yaah, tapi setidaknya aku kan harusnya bertemu dengan senior Zhou Yuan atau tetua Guan Wei. Karena jauh di dalam hati terdalamku, aku ingin melihat mereka.."


Shouxing tersenyum tipis saat melihat Xiao Shuxiang yang masih anak-anak ini. Dia tidak menyangka tuannya ternyata memiliki wajah yang begitu polos bak tanpa noda sedikit pun.


Tidak ada yang akan menduga, bahwa anak berwajah polos dan terlihat lemah ini adalah orang yang hampir membuat Benua Timur musnah.


Shouxing berkata, "Aku yakin kau tidak benar-benar mau untuk bertemu dengan kedua kultivator itu."


Mendengarnya, membuat Xiao Shuxiang sedikit cemberut. "Shouxing, kapan aku pernah berbohong? Kau seperti tidak mengenal aku saja..."


"Aku tahu... kau bukanlah orang yang suka berbohong,"


"Salah, Xiao Shuxiang tidak pernah berbohong! Tidak, bahkan sekali pun..!"


Xiao Shuxiang jelas protes dengan ucapan roh pedangnya. Selama kehidupan pertamanya, bahkan sampai sekarang----Xiao Shuxiang tidak pernah sekali pun berbohong.


Memang terdengar aneh, bahkan kultivator Aliran Putih pasti pernah melakukan kebohongan, entah kebohongan yang bahkan terdengar sepele sekali pun.


Bagi dunia kultivator, 'kebohongan' merupakan modal untuk bisa bertahan dan menyelamatkan diri dari orang yang lebih kuat. Tetapi Xiao Shuxiang, dia tidak pernah melakukannya.


Xiao Shuxiang pasti selalu mengatakan apa pun yang ada dipikirannya, termasuk dengan perasaannya. Dia selalu jujur tentang sesuatu yang dirinya sukai dan tidak sukai.


Dan bahkan, jika Xiao Shuxiang harus dihadapkan dengan 'kebohongan', maka dia akan lebih memilih untuk diam atau berkata 'bagaimana menurutmu?' dan 'kau pikirkan saja sendiri'.


Dan karena hal ini jugalah, yang membuat Xiao Shuxiang terkesan angkuh dan sombong di mata para kultivator. Meski begitu, menurut Xiao Shuxiang bersikap sombong adalah hal terpenting dan merupakan modal utama bagi seorang kultivator.


Anehnya lagi, Xiao Shuxiang walau bersikap angkuh dan sombong sekalipun, dia tidak pernah memiliki aroma 'Keangkuhan dan Kesombongan' di tubuhnya.


Inilah Xiao Shuxiang, kultivator Aliran Hitam dan satu-satunya manusia teraneh yang membuat roh pedang Pusaka Langit merasa bingung karenanya.


"Tidak banyak manusia seperti dirimu di dunia ini…."


"Aku tahu, sayangnya banyak yang tidak percaya padaku. Aku bahkan merasa bingung, apakah wajah Xiao Shuxiang ini terlihat seperti orang yang tidak bisa dipercaya?"


Xiao Shuxiang mengusap-usap kedua pipi menggemaskannya, "Coba kau perhatikan wajahku. Apakah wajah ini memang tidak pantas untuk dipercaya?"


"Aku rasa… mungkin karena sifatmu…" Shouxing berkata, "Mungkin saja alasan orang-orang tidak mempercayai setiap ucapanmu adalah karena tindakanmu yang terlalu barbar saat melakukan pembunuhan. Kau selalu memperlihatkan senyuman saat menebas kepala dan tubuh demonic beast, bahkan senyumanmu semakin lebar jika korbanmu itu manusia. Apa kau tidak menyadarinya…?"


!

__ADS_1


Xiao Shuxiang menundukkan kepala sedikit sambil mengusap tengkuknya saat mendengar ucapan Shouxing, terlihat semburat di wajahnya.


"He he… itu karena sangat menyenangkan melakukannya. Benar-benar luar biasa..!"


Xiao Shuxiang mengusap pelan dadanya, "Rasanya aku jadi merindukan saat-saat diriku melakukan pembantaian."


Shouxing menggeleng, "Kau sudah tidak waras." Memang, apa ada kultivator yang begitu senangnya melakukan pembantaian tanpa menyesal sama sekali?


Atau, apa ada kultivator yang bahkan tega membuat ayah dan ibunya sendiri menjadi kelinci percobaan tanpa berpikir dua kali?


Tidak, hanya Xiao Shuxiang saja yang bisa melakukan itu semua. Meski kejujurannya patut ditiru, tetapi kebrutalan dan kesadisan Xiao Shuxiang, sama sekali tidak pantas untuk diikuti sedikitpun.


Shouxing kembali memandangi hamparan tanah gersang di depannya, serta melihat Pedang Bintang Malam yang terus berputar perlahan.


"Xiang'Er, kau tahu semua tumpukan abu dan debu di depan kita ini?"


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Shouxing.


"Tidak, kupikir… kau sendiri yang menciptakan mereka," Xiao Shuxiang memperhatikan tumpukan abu dan debu yang begitu banyak, bahkan dia tidak bisa menghitungnya.


Shouxing menjelaskan, "Abu dan debu yang mereka lihat sekarang adalah senjata yang pernah kau pegang dan digunakan olehmu."


Xiao Shuxiang mulai mengingat-ingat, memang benar di kehidupan pertamanya, dia selalu membuat senjata di tangannya berubah menjadi debu setiap kali digunakan.


"Tidak ada senjata yang mampu menahan Qi milikku selain Pusaka Langit. Bahkan pusaka langit pun juga akan hancur, setelah kugunakan beberapa lama.."


Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan. Dia mengingat kehidupan pertamanya, saat dimana dirinya kesulitan untuk mendapatkan senjata. Untunglah, sebuah keberuntungan kecil membuatnya mendapatkan salah satu dari tiga Pusaka Langit.


"Kau memiliki orang tua, kakek, saudara, dan teman-teman di sekelilingmu. Dibandingkan dengan yang dulu, sekarang kau memiliki kehidupan yang lebih baik.. Xiang'Er.."


Xiao Shuxiang tidak membantahnya. "Memang benar apa yang kau katakan, saat ini aku dikelilingi oleh orang-orang yang jauh lebih baik daripada kehidupanku yang dulu."


"Aku tidak menyesal menjadi debu di tanganmu, karena keadaan itulah… hingga kau bisa seperti sekarang,"


Xiao Shuxiang menatap sedih ke arah Pedang Bintang Malamnya. Hanya pedang itulah yang selalu setia menemani Xiao Shuxiang ke mana-mana. Dan untuk mendapatkan pedang seperti itu lagi, rasanya sangatlah mustahil.


"Kuharap kau bisa memperbaiki hidupmu menjadi lebih baik, Xiang'Er." Shouxing mengusap kepala Xiao Shuxiang dengan lembut, sambil sedikit membelai pipinya.


"Kau jangan bertindak nekad lagi, apalagi sampai menggunakan jurus yang mengorbankan nyawamu sendiri. Jangan menjadi kultivator yang ditakuti lagi, Xiang'Er…"


"Shouxing, kau ini sebenarnya Iblis Hatiku atau bukan? Aku merasa seperti mendengar siraman kalbu sekarang,"


Xiao Shuxiang memegang tangan Shouxing yang membelai pipinya, "Ini pertama kalinya aku merasa bahwa roh pedangku berubah menjadi roh yang bijaksana."


Shouxing, "Aku adalah iblis hatimu dan memang harus segera dibersihkan sekarang."


"Bagaimana caranya? Apa aku harus bertarung denganmu sampai aku menang?" Xiao Shuxiang tidak pernah melakukan pembersihan iblis hati sebelumnya, karena itulah dia tidak mengerti untuk membersihkan Shouxing dari dalam hatinya.

__ADS_1


"Kau hanya perlu melupakan penyesalanmu, dengan begitu… aku akan menghilang."


Xiao Shuxiang menarik napas pelan, dia menutup mata perlahan dan mulai membukanya kembali sambil menghembuskan napas.


"Aku sudah tidak menyesal lagi,"


Tepat saat Xiao Shuxiang berucap, Pedang Bintang Malam di depannya perlahan retak dan mulai menjadi debu-debu tipis, yang kemudian menghilang.


"Cepat sekali," Shouxing tidak menyangka bahwa Xiao Shuxiang mampu menghilangkan penyesalannya begitu cepat, yang mana bagi orang lain akan membutuhkan waktu yang lama.


Xiao Shuxiang, "Aku sekarang tidak punya penyesalan lagi. Tapi kenapa kau masih ada di sampingku?"


Shouxing, "Menghilangkan rasa penyesalanmu adalah langkah pertama."


"Berarti, kita harus bertarung?"


"Kau akan menyakiti tubuhmu sendiri, suit saja."


"Hah? Kau ini aneh, baiklah..!"


Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya, dia benar-benar tidak habis pikir dengan iblis hatinya ini. Mungkin saja, hanya dia seorang-lah yang memiliki iblis hati sebaik Shouxing.


Hasil dari suit keduanya adalah Xiao Shuxiang yang menang dengan mengandalkan kepalan tangannya.


Shouxing sebenarnya bisa saja menang, sebab dia tahu Xiao Shuxiang akan mengeluarkan kepalan tangan.


Sang Bintang Penghancur ini memang selalu mengandalkan kepalan tangannya saat melakukan suit, dengan alasan bahwa itu adalah ciri khas dan mencerminkan seorang pria sejati.


Tubuh Shouxing sedikit demi sedikit mulai memudar dan berubah menjadi butiran-butiran debu. Keadaan ini membuat Xiao Shuxiang mengerti bahwa sebentar lagi dia tidak akan bertemu dengan roh pedangnya lagi.


"Xiang'Er, jalani kehidupan keduamu ini dengan lebih baik. Aku tidak mengizinkanmu untuk mati dengan cara seperti itu lagi. Dan kali ini, kau harus bisa melahirkan beberapa keturunan. Jangan seperti sebelumnya, aku kasihan melihatmu mati dalam keadaan perjaka ting ting tanpa pasangan sama sekali."


!!


"Shouxing..! Aku ini laki-laki, tidak mungkin melahirkan keturunan, dan kau belajar bahasa apa barusan itu.. menyebalkan..!"


Shouxing hanya tersenyum tipis saat melihat Xiao Shuxiang cemberut. Sebelum benar-benar menghilang, Shouxing mengungkapkan perasaan terpendamnya kepada Xiao Shuxiang.


"Ingat pesanku yang tadi. Jika ada kesempatan lain, aku harap kita bisa bertemu lagi… Tuan."


Untuk pertama kalinya, Xiao Shuxiang mendengar Shouxing menyebutnya 'Tuan'. Saat Shouxing sudah tidak ada di sampingnya lagi, suasana di sekitar Xiao Shuxiang mulai berubah menjadi berwarna putih susu.


Sebuah cahaya terang menyinarinya dan secara perlahan, Xiao Shuxiang mulai membuka mata. Dia bisa melihat Yang Shu dan Yi Wen juga mulai membuka mata.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Dia tidak yakin benar-benar melakukan Pembersihan Iblis Hati tadi, karena tidak mungkin iblis hatinya adalah roh pedangnya sendiri.


Apalagi setelah Xiao Shuxiang melihat kondisi Jing Mi dan Hou Yong yang pucat. Belum lagi Zhi Shu yang terlihat mengeluarkan darah pada sudut bibirnya, ini membuat Xiao Shuxiang yakin bahwa Zhi Shu pasti sedang bertarung dengan iblis hatinya.

__ADS_1


"Haah, terserahlah..!" Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia duduk sambil menunggu teman-temannya sadar.


***


__ADS_2