
Malam harinya, warga Desa Tani mengadakan jamuan untuk Patriarch Lan dan murid-murid Sekte Pedang Langit.
Jamuannya sendiri terbilang sederhana, hanya membakar hasil panen seperti kentang, ubi, jagung, dan membakar ikan.
Namun suasana begitu ramai dan penuh rasa kekeluargaan, sebab seluruh warga Desa Tani ikut bergabung tanpa terkecuali.
Murid-murid Sekte Kupu-Kupu juga ikut senang. Selama hidup mereka, ini kali pertama mereka dijamu layaknya seorang yang dihormati.
Jing Mi, Xiao Shuxiang dan Tian Ri terlihat sedang membakar jagung. Sementara Hou Yong dan Yi Wen terlihat berlari-larian sambil menganggu teman-teman mereka.
Yang Shu, Patriarch Lan dan Yang Hao nampak berbincang-bincang bersama. Patriarch Lan mengatakan ingin mengajak Yang Hao ikut serta ke Sekte Pedang Langit.
"Aku merasa bahwa Desa Tani tidak bisa membantu menaikkan praktik Anda karena memiliki kepadatan Qi yang sangat tipis. Jadi aku juga ingin membawa Anda ke tempat tinggalku,"
"Aku rasa, itu bukan alasan yang sebenarnya dari niat Anda. Iya, kan?" Yang Hao merasa aneh jika Patriarch Lan memiliki maksud tersembunyi dari ajakannya ini.
Patriarch Lan mengangguk, "Benar. Ini semua adalah untuk melindungi kalian. Desa Tani tidak memiliki perlindungan yang aman jika saja anggota kekaisaran Benua Utara mengirimkan prajurit atau kultivatornya untuk mencari Shu'Er. Apalagi sekarang, Shu'Er memiliki seorang putra dan juga dua orang cucu. Aku tidak meminta kalian bersembunyi, tetapi hanya di Sekte Pedang Langit saja kalian bisa aman dan meningkatkan praktik kalian."
Yang Hao mengangguk, "Aku mengerti. Niat Patriach Lan sangat baik, namun aku tetap menolak untuk pergi. Menurutku, harus ada yang menjaga desa ini saat ayah pergi. Aku sendiri sebenarnya tidak begitu yakin akan benar-benar aman di Sekte Pedang Langit. Bisa saja ada orang yang membeberkan identitasku yang sebenarnya."
Yang Hao memperhatikan Xiao Lu dan Xiao Shuxiang dari jauh. Dia kembali berkata, "Kedua anakku jauh lebih berani, karena itulah aku mengizinkan mereka untuk pergi ke dunia yang begitu berbahaya. Aku hanya bisa menitipkan masa depan kepada mereka.."
Patriarch Lan sedikit kecewa, namun dia juga mengerti perasaan Yang Hao. Dia tidak berniat memaksa, setidaknya masih ada Yang Shu dan murid-murid Sekte Kupu-Kupu yang bersedia ikut dengannya.
Malam terasa lebih panjang dan begitu berkesan di hati murid-murid Yang Shu. Sebab baru pertama kali mereka bisa tidur bersama-sama dengan seluruh warga desa di bawah naungan bintang-bintang.
Keempat murid Sekte Pedang Langit belum pernah melihat hal semacam ini. Sungguh, keakraban dan rasa kekeluargaan oleh seluruh warga Desa Tani tidak mereka lihat sebelumnya di desa-desa lain yang pernah mereka kunjungi.
Sebelum sinar matahari benar-benar nampak, Yang Shu dan kesebelas muridnya sudah selesai bersiap-siap. Huan Fei dan murid-muridnya juga sudah datang, mereka adalah murid terbaik dari Sekte Bunga Lotus.
Jing Mi seperti biasa, dia akan memeluk paman dan bibinya. Namun kali ini, Jing Mi tidak menangis. Dia hanya tidak sabar ingin segera terbang lagi.
"Kau harus jaga dirimu baik-baik, dan ingat pesan Paman yang sebelumnya!"
"Aku tidak akan pernah lupa, Paman..!"
Qi Xuan dan Hou Yong juga terlihat memeluk ayah mereka. Saudara-saudara seperguruannya juga melakukan hal yang sama.
"Ying'Er, apa sebaiknya kau tidak ikut saja. Ibu khawatir padamu..."
"Tidak! Aku juga mau terbang..!"
__ADS_1
Feng Ying menolak saat ibunya menyuruhnya untuk tetap tinggal di desa. "Feng Ying tidak ingin ditinggal, Feng Ying ingin menaiki Pedang Terbang seperti saudara Jing..!"
"Tapi kau masih kecil, Nak..."
Feng Ying segera berlari dan memeluk erat Patriarch Lan, dia dengan tatapan paling polosnya meminta agar Patriarch Lan membantunya.
Patriarch Lan mengusap pelan kepala Feng Ying, dia mengerti arti dari tatapan polos anak yang memeluknya ini.
Xiao Lu dan Xiao Shuxiang juga terlihat berpamitan dengan kedua orang tua mereka.
Yang Hao, "Kalian berdua harus bisa saling menjaga dan tidak boleh terus bertengkar."
Xiao Shuxiang, "Gadis cerewet ini akan direkrut oleh Sekte Bambu Perak. Aku yakin dia tidak akan mencari masalah lagi denganku,"
Pletak!
Xiao Shuxiang segera mengelus kepalanya saat dijitak oleh Xiao Lu. Kali ini dirinya tidak mau membalas, yaah... hanya kali ini.
Yang Hao memperingati agar Xiao Lu jangan melakukan itu lagi. "Kau harus menjaga adikmu dengan baik, mengerti..?!"
"Baiklah Ayah,"
Yang Hao kemudian memeluk Xiao Lu dan juga Xiao Shuxiang. Xiao WeiWei juga ikut memeluk kedua anaknya, tak lupa dia mencium pipi Xiao Lu dan Xiao Shuxiang.
Xiao Lu, "Ibu dan Ayah juga, harus jaga kesehatan. Aku tahu kalian akan kesepian, tapi sebisa mungkin jangan terlalu khawatir dan merindukan kami. Aku sangat menyayangi Ibu dan Ayah. Aku berjanji akan berlatih dengan giat dan menjadi kakak yang baik untuk adikku,"
"Aku tidak yakin kau benar-benar akan menjadi Kakak yang 'baik' untukku.." Xiao Shuxiang dalam hati sedang mengelus dada, entah kenapa dia merasa aneh saat Xiao Lu mengatakan akan menjadi kakak yang baik bagi dirinya.
"Xiao'Er, kau tidak mau mengatakan apa pun pada Ayah?"
!!
"Ehm... Semuanya sudah dikatakan oleh gadis cerewet ini, jadi... Aku tidak tahu harus bilang apa.." Xiao Shuxiang sedikit canggung dan agak ragu menganggap Yang Hao dan Xiao WeiWei sebagai orang tuanya.
Pasalnya, Xiao Shuxiang sekarang mengetahui bahwa ini sudah seratus tahun berlalu sejak dia menggunakan jurusnya. Bukankah itu artinya... usia Xiao Shuxiang sekarang adalah seratus tahun lebih?
Yang Hao mengusap pelan dan mencium pucuk kepala putranya. "Xiao Shuxiang-ku ini menjadi anak yang baik dan giat berlatih."
!!
Xiao WeiWei juga ikut memeluk Xiao Shuxiang, dia sebenarnya sedikit berat melepaskan anak-anaknya. Sebagai seorang ibu, tentu Xiao WeiWei mencemaskan kedua anaknya.
__ADS_1
Namun, dia tidak ingin kecemasannya ini membuat anak-anaknya terkekang dan malah menjadi penghalang bagi masa depan mereka.
"Kau harus mendengarkan nasehat gurumu dan jangan merepotkannya. Kau anak yang baik dan Ibu sangat menyayangimu," Xiao WeiWei memeluk Xiao Shuxiang dengan penuh kasih sayang, tindakannya membuat Xiao Shuxiang terdiam dan seperti menahan napas.
"Ka-Ibu... sepertinya aku punya ibu yang baik di kehidupan keduaku ini.." Xiao Shuxiang mengusap pelan lengan Xiao WeiWei, dalam hati dia menghela napas dan berusaha menenangkan dirinya.
"Aku tidak berharap memiliki ibu yang baik. Tapi semoga ini tidak menghalangi rencanaku..."
Yang Shu mulai memanggil murid-muridnya. Dia mengatakan mereka harus berangkat sekarang. Jing Mi, Hou Yong, dan Yi Wen begitu bersemangat untuk terbang. Segera ketiganya menarik saudara seperguruan menuju ke tempat Yang Shu, Patriarch Lan, dan Huan Fei berada.
Kesebelas murid Yang Shu mulai di bawa terbang oleh masing-masing murid Patriarch Lan dan murid-murid Huan Fei.
Hou Yong dan Yi Wen awalnya agak takut karena kaki mereka hanya berpijak pada pedang saja. Namun detik berikutnya, wajah mereka memperlihatkan kekaguman karena benar-benar bisa terbang.
"Kami Pergi Dulu!!"
"Sampai Jumpa Lagi!!"
Jing Mi dan saudara seperguruannya melambai sambil berseru kepada warga Desa Tani.
Mereka kemudian segera melesat pergi, Feng Ying terlihat tertidur digendongan salah satu murid Huan Fei, angin yang menerpanya kencang dan begitu menyejukkan.
Bao Yu dan Hai Feng merangkul lengan murid Huan Fei, mereka sama seperti Qi Xuan. Yaitu tidak tahan dengan ketinggian.
Tujuan mereka saat ini adalah Kekaisaran Matahari Tengah. Perjalanan dari Desa Tani menuju ke Sekte Pedang Langit jika terbang dengan kecepatan biasa membutuhkan waktu paling lama sepuluh hari.
Untunglah murid-murid Sekte Bunga Lotus yang dibawa oleh Huan Fei adalah murid terbaiknya, sehingga perjalanan selama sepuluh hari bisa disingkat menjadi lima hari.
Murid-murid Patriarch Lan sendiri juga merupakan murid berbakat dalam hal penggunaan Pedang Terbang, mereka bahkan bisa lebih cepat lagi. Namun, tentu saja mereka khawatir dengan tekanan angin yang akan dirasakan oleh murid-murid Yang Shu jika mereka memacu pedangnya lebih cepat.
Patriarch Lan, Huan Fei dan murid-murid mereka selalu turun dan beristirahat untuk memulihkan tenaga.
Sebenarnya, mereka bisa saja terus terbang. Namun, murid-murid Yang Shu hanyalah manusia biasa dan belum menjadi kultivator yang sebenarnya.
Murid-murid Yang Shu membutuhkan makan dan juga tidur, tidak seperti Patriarch Lan, Huan Fei, dan murid-muridnya yang bisa menggunakan Qi untuk memenuhi nutrisi tubuh mereka.
Setelah beristirahat dengan cukup, mereka pun melanjutkan perjalanan kembali. Feng Ying selalu tertidur digendongan murid Huan Fei. Bao Yu, Hai Feng, dan Qi Xuan mulai terbiasa berada diketinggian, mereka tak terlihat takut lagi.
Melihat pemandangan dari atas membuat Xiao Shuxiang beberapa kali menghela napas pelan. Semuanya benar-benar berbeda, "Ternyata waktu seratus tahun bisa membuat perubahan sebesar ini..."
Xiao Shuxiang bisa melihat banyak pohon dan juga pemukiman, yang mana tempat tersebut dulunya dipenuhi oleh tanah basah berwarna merah darah, serta mayat-mayat kultivator yang dibunuh oleh Xiao Shuxiang.
__ADS_1
"Haaah, untuk melakukannya lagi.. aku harus meningkatkan praktikku, kemudian mencari pusaka yang cocok untuk Xiao Shuxiang! Tapi pertama-tama, aku harus mengatasi Dantian Berakarku ini.."
***