XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
433 - Pertemuan IV


__ADS_3

"Apa yang terjadi antara kau dengan Lan'Er Gege? Kuperhatikan sejak tadi.. Kalian hampir saling memakan hanya dengan tatapan mata saja,"


Bocah Pengemis Gila mengusap-usap lengannya. Dia mengatakan napasnya sesak saat melihat bagaimana Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi saling menatap, rasanya begitu dingin serta tidak mengenakkan.


"Bocah Pengemis Gila, apa kau tidak punya pekerjaan sampai harus mencampuri urusan orang lain?"


Xiao Shuxiang sejak tadi sudah menyadari kehadiran Bocah Pengemis Gila, hanya saja dia terlalu malas untuk membongkar tempat persembunyian pemuda dengan tongkat bambu ini.


?!


Xiao Shuxiang kaget, dia baru melihat dengan jelas wajah pemuda di sampingnya yang ternyata penuh riasan. "Apa-apaan wajahmu itu?! Ayo hapus..!"


"Jangan," Bocah Pengemis Gila menepis tangan Xiao Shuxiang yang ingin menghapus riasannya, ".. Aku sudah berusaha keras melakukan ini dan kau malah ingin menghapusnya?! Kau keterlaluan.."


"Dasar pemuda homo! Riasanmu itu mirip hantu gantung dan tak ada bagus-bagusnya sama sekali, kau mau menakut-nakuti siapa dengan riasan itu, hah? Cepat hapus.."


"Tidak akan. Daripada memikirkanku, lebih baik kau pikirkan tentang Lan'Er Gege. Apa kalian sedang bertengkar?"


!


Xiao Shuxiang kembali tersadar, dia tidak lagi memusingkan tentang riasan pada wajah Bocah Pengemis Gila. Dirinya kini mengarahkan pandangan pada teman baiknya itu.


Menyadari Xiao Shuxiang diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun--membuat Bocah Pengemis Gila tersenyum, dia pun berniat menggoda pemuda ini.


"Sebenarnya bagus jika Lan'Er Gege punya gadis yang dia sukai, apalagi sebentar lagi kau juga akan segera menikah.." Bocah Pengemis Gila melirik sedikit dan menyadari perubahan pada raut wajah Xiao Shuxiang, dia pun melanjutkan ucapannya.


".. Hubungan kalian berdua terkadang membuat semua orang salah paham, berpikir yang bukan-bukan dan menganggap kalian punya ikatan terlarang. Jika kau dan Lan'Er Gege sudah punya gadis masing-masing, maka tidak ada lagi orang yang salah paham, dan azab Tuhan pada manusia di dunia ini akan sedikit menjauh,"


Xiao Shuxiang mendengus, "Azab itu akan datang jika masih ada pemuda homo sepertimu. Aku hanya berharap semoga ada gadis yang bisa membuatmu bertobat dari perilakumu yang menyimpang ini,"


!?


Bukannya membuat Xiao Shuxiang kesal, justru Bocah Pengemis Gila yang mendapat ceramahan. Dengan tegas dia mengatakan tidak akan pernah menyukai gadis mana pun, dirinya masih sayang nyawa.


Xiao Shuxiang tersenyum saat melihat Bocah Pengemis Gila nampak merinding, namun senyumannya perlahan memudar kala dirinya kembali melihat Lan Guan Zhi dengan Ling Qin Qi.


"Bocah Pengemis Gila, apa kau tahu hubungan di antara mereka berdua?"


"Mn? Tentu saja tahu. Lan'Er Gege hanya membantu latihan nona Qi, tidak lebih dan tidak kurang. Apa kau pikir ada gadis yang berani menyatakan perasaan pada Lan'Er Gege? Nona Qi bahkan tidak punya kesempatan untuk itu, kau jangan khawatir.."


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, untuk apa dirinya khawatir bila teman baiknya memiliki hubungan dengan seorang gadis. Dia justru sangat senang karena dengan ini Lan Guan Zhi tidak akan hidup membujang.


Namun bukan Bocah Pengemis Gila namanya bila dia tidak tahu alasan lain di balik pertanyaan Xiao Shuxiang. Tentu saja Koki Alkemis ini ingin tahu sedekat apa Lan Guan Zhi dengan Ling Qin Qi hingga mempengaruhi hubungan pertemanan mereka.


"Shuxiang, sebenarnya ini hanya pandanganku. Tapi sikap Lan'Er Gege memang berubah bersamaan dengan semakin dekatnya acara pernikahanmu. Kurasa dia sedih kau akan menikah,"


"Omong kosong, Lan Zhi bukan orang yang seperti itu.." Xiao Shuxiang segera membantah, dia yakin ada sebab lain dan teman baiknya tidak ingin bicara.


".. Aku sebenarnya tidak peduli Lan Zhi akan dekat dengan siapa, tapi jika orang itu punya pengaruh buruk terhadap kepribadian Lan'Er, maka aku tidak akan pernah segan menebasnya."


Biar bagaimanapun juga, Xiao Shuxiang merasa harus menyelesaikan ini. Dia tidak suka bila hubungannya dengan Lan Guan Zhi memiliki jarak, temannya itu adalah sosok paling berharga yang tidak akan pernah dirinya lepaskan.


"Apa yang akan kau lakukan?" Bocah Pengemis Gila bisa melihat ada sedikir binar merah di mata Xiao Shuxiang, dia menelan ludah dan bertanya dengan hati-hati.


"Kau.. Tidak akan membunuh nona Qi di sini, kan?"


"Aku lebih memilih menyeret Lan Zhi dan memaksanya untuk menjelaskan kenapa dia menjauhiku. Kau bantu aku,"


?!


Belum sempat Bocah Pengemis Gila bersuara, Xiao Shuxiang lebih dulu melesat dan masuk ke dalam gerakan berpedang Lan Guan Zhi.


!!


Seruling Giok Putih Xiao Shuxiang berbenturan dengan pedang teman baiknya, Shǎndiàn. Lan Guan Zhi menahan serangan itu dengan Sembilan Langkah Petir, dirinya lantas menyerang balik.


Senjata keduanya saling berbenturan, bahkan menciptakan angin kejut yang cukup menerbangkan debu dan dedaunan. Ling Qin Qi memperhatikan dengan seksama setiap langkah dan gerakan kedua pemuda tersebut, dalam hati dia merasa kagum.


"Hebat.."


Trang..!


Setiap langkah yang diambil Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi begitu terukur, tanpa celah sama sekali. Gerakan bertarung mereka cepat, tajam, dan memukau. Jelas membuat siapa pun tidak mampu mengalihkan perhatian dari pertarungan keduanya.


TRAANG..!

__ADS_1


Seruling Giok Putih Xiao Shuxiang dengan pedang milik Lan Guan Zhi yang saling berbenturan menciptakan percikan api. Keduanya mengambil langkah mundur dan dengan cepat kembali bertukar serangan.


!!


Xiao Shuxiang mengambil posisi bertahan, dia menangkis serangan yang datang dan saat menemukan kesempatan--dirinya menyerang hingga posisi berbalik.


!!


Lan Guan Zhi mengambil dua langkah mundur, walau bukan menghadapi pedang teman baiknya--namun jika tidak hati-hati, bahkan seruling yang tumpul itu dapat memberinya luka.


TRAANG!


Traang!


Semakin lama diperhatikan, pertarungan antara Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi menjadi makin serius. Keduanya bahkan tidak segan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.


Bocah Pengemis Gila yang menyaksikannya bisa merasakan ini akan berakhir buruk. Dia pun berjalan ke arah Ling Qin Qi dan pura-pura bertanya pada gadis itu tentang apa yang sedang terjadi.


"Saya juga tidak tahu. Tuan Muda Lan memperagakan 'Sembilan Langkah Petir' dan tiba-tiba Tuan Muda Xiao menyerangnya.." Ling Qin Qi berusaha menjelaskan, namun mendadak sesuatu melesat ke arahnya.


!!


Dia terkejut, segera dirinya dan Bocah Pengemis Gila langsung melompat mundur kala sebuah serangan nyasar hampir mengenai mereka. Pertarungan antara Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi mulai terkesan liar.


Ling Qin Qi bahkan tidak sempat memperhatikan wajah pemuda yang bersamanya ini, dia terlalu terkejut dengan serangan nyasar barusan.


TRAANG..!


Di sisi lain, Xiao Shuxiang merasa familier dengan cara berpedang teman baiknya. Gerakan Lan Guan Zhi semakin lama kian mengingatkannya pada seniornya di masa lalu, Alkemis Zhou Yuan.


!!


Xiao Shuxiang lengah, dirinya terkena sayatan di bagian bahu kanan hingga membuat seragam berkualitas tinggi miliknya koyak hingga membuatnya berdarah.


Lan Guan Zhi juga terkejut, dia tidak pernah berniat melukai teman baiknya. Segera dia menyarungkan kembali Shǎndiàn tepat di tengah-tengah pertarungan.


!!


Kali ini Xiao Shuxiang yang terkejut, Seruling Giok Putihnya dia gerakkan seperti saat memegang pedang dan sedang terhunus ke arah Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang menabrak teman baiknya hingga memasuki cermin tersebut yang langsung membawa mereka ke samping bangunan Balai Peristirahatan, Sekte Pedang Langit.


!!


Ling Qin Qi dan Bocah Pengemis Gila tidak tahu apa yang telah terjadi, semuanya berlangsung sangat cepat hingga mereka tidak mampu berpikir lebih dulu.


Cermin yang tiba-tiba muncul begitu saja perlahan memudar dan lalu menghilang. Ling Qin Qi serta Bocah Pengemis Gila baru memanggil Lan Guan Zhi.


Sayang sekali pemuda itu telah berada jauh dari mereka, Lan Guan Zhi sudah pulang ke rumahnya--di Benua Timur. Bakat Xiao Shuxiang dengan Cermin Pemindahnya itu memang sangat luar biasa.


Keadaan Lan Guan Zhi saat ini tengah berbaring di tanah, dadanya sakit sebab dibentur oleh kepala teman baiknya, namun tangannya masih mendekap pinggang Koki Alkemis ini.


"Kau baik-baik saja?"


Lan Guan Zhi sedang menahan sakit, tapi dia masih mengkhawatirkan kondisi Xiao Shuxiang. Teman baiknya itu perlahan mulai bangun.


"Pendaratan tadi sangat tidak elegan, kacau sekali.." Xiao Shuxiang malah merutuk, dia meringis dan menyentuh pelan hidungnya--khawatir jika hidungnya sampai bengkok atau masuk ke dalam.


"Salahmu. Kau yang tiba-tiba melompat ke arahku."


"Lan Zhi, itu karena kau tiba-tiba saja menyarungkan pedangmu. Kalau aku tidak melakukan itu, dadamu sekarang sudah berlubang.." Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan hendak membantu temannya berdiri.


Uluran tangan Xiao Shuxiang diterima baik oleh Lan Guan Zhi, namun yang ada teman baiknya seperti sulit untuk ditarik. Dirinya pun berkedip dan menatap pemuda berseragam putih tersebut.


"Lan Zhi, apa kau sengaja?"


Lan Guan Zhi hanya sekilas menatap Xiao Shuxiang sebelum mengalihkannya ke arah langit. Dia masih berbaring dan seakan mengisyaratkan bahwa teman baiknya harus menarik dirinya jika ingin dia bangun.


"Lan'Er, kenapa kau jadi kekanakan seperti ini?! Ayo kawan, berdirilah..!" Xiao Shuxiang tidak habis pikir, setelah tarikan kedua--dia akhirnya bisa membuat teman baiknya berdiri. Entah dari mana Lan Guan Zhi belajar teknik mengerjai teman seperti ini.


Xiao Shuxiang mengatur pernapasannya dan kemudian tersenyum, teman baiknya sekarang punya tingkah yang menarik. Dia lalu memperhatikan keadaan Lan Guan Zhi yang pakaian putihnya nampak sangat kotor.


"Aku jadi merasa bersalah, pakaianmu bisa kusut dan kotor karena ulahku.." Xiao Shuxiang tahu betul teman baiknya merupakan orang yang pembersih dan rapi, jadi melihat pakaian putih temannya ternoda akibat debu membuat hatinya sakit.


"Tidak perlu dipikirkan. Bagaimana lukamu?" Lan Guan Zhi menyentuh bekas sayatan pedang miliknya pada bahu kanan Xiao Shuxiang, dialah yang merasa bersalah sebab telah melukai teman baiknya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Lihat, lukanya bahkan sudah tidak ada.."


Luka pada bahu Xiao Shuxiang memang sudah menghilang, yang tersisa hanya kulit mulus tanpa cacat miliknya. Dia bisa melihat tatapan Lan Guan Zhi yang kian melembut.


"Lan Zhi.. Aku-"


"Bocah Nakal, apa itu kau?!"


Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar seruan seseorang. Dia melihat sosok kakek tua bertubuh anak kecil dengan janggut yang sangat panjang, orang itu tidak lain adalah Duan De.


"Tua Bangka..!"


Senyuman Xiao Shuxiang terlukis di wajahnya, dia gembira melihat Duan De dalam keadaan yang baik. Kakek Tua itu berjalan ke arahnya dengan sebuah sapu di tangan.


"Tua Bangka..!"


!!


Duan De terkejut saat tiba-tiba dipeluk oleh Xiao Shuxiang. Dia mengomeli pemuda tersebut karena sudah bertindak kurang ajar padanya.


"Dasar Anak Nakal..! Di mana sopan santunmu? Bukankah harusnya kau memanggilku, 'Guru'?"


"Siapa yang peduli itu. Aku sangat senang bertemu denganmu, Kakek Janggut Panjang. Kau sama sekali tidak berubah.." Xiao Shuxiang mengusap-usap punggung Duan De, dia berlutut saat memeluk kakek tua itu.


Tangan kanan Duan De terulur, dia mengusap kepala pemuda di depannya dengan penuh kelembutan. Selama ini, tidak banyak orang yang berani menyebutnya 'Tua Bangka', hanya Xiao Shuxiang saja. Meski begitu, dia tidak pernah tersinggung--justru malah rindu dengan panggilan pemuda ini padanya.


"Xiao'Er, kau telah tumbuh besar.. Aku bahkan mendengar sebentar lagi kau akan menikah.."


"Mn, itu benar. Aku sangat senang bertemu denganmu, Kakek." Xiao Shuxiang memeluk Duan De beberapa lama sebelum melepaskan pelukannya, dia pun bertanya tentang keberadaan nenek Nian dan yang lainnya.


Duan De menyuruh Xiao Shuxiang masuk ke Balai Peristirahatan, dia berkata nenek Nian ada di dalam dan pastinya akan sangat senang melihat Koki Alkemis ini yang telah pulang.


Xiao Shuxiang bergerak cepat, dia benar-benar masuk ke Balai Peristirahatan dan meninggalkan Lan Guan Zhi bersama Duan De.


"Tuan Muda Lan.. Kau akhirnya juga pulang,"


"Mn,"


Lan Guan Zhi memberi hormat, dia berlutut dan kemudian memeluk Duan De. Kakek Janggut Panjang tersebut membalas pelukan Lan Guan Zhi dengan penuh kelembutan, sangat berbeda saat dia memeluk Xiao Shuxiang.


Di dalam Balai Peristirahatan, nenek Nian dan para juru masak begitu gembira dengan kedatangan Xiao Shuxiang. Mereka sudah lama tidak melihat pemuda ini dan benar-benar merindukannya.


Xiao Shuxiang dipeluk dan dicium secara bergantian. Dia juga mendapat pujian dari para juru masak serta disajikan hidangan yang sudah lama dirinya rindukan. Masakan buatan nenek Nian yang bahan dasarnya adalah daging ayam merupakan yang terbaik.


Tidak lama berada di Balai Peristirahatan bersama Lan Guan Zhi, Duan De, dan yang lainnya--berita tentang kedatangan Xiao Shuxiang mulai menyebar. Seluruh murid di Sekte Pedang Langit mendadak riuh, mereka datang dari berbagai tempat untuk melihat sosok Lan Guan Zhi dan teman baiknya.


Xiao Shuxiang disambut dengan penuh kehangatan. Dia begitu pasrah dipeluk dan dicium oleh para murid Sekte Pedang Langit yang mengidolakannya. Mereka adalah murid-murid muda yang semangatnya masih begitu menggebu-gebu.


Aturan tentang etika dan perilaku sopan sepertinya dilupakan oleh para murid junior di sekte ini, tidak jarang--murid seangkatan Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang juga ikut ambil bagian. Mereka merindukan Sang Pembuat Onar sekaligus Alkemis berbakat ini.


Para murid juga merindukan Lan Guan Zhi, sosok kebanggaan mereka. Hanya saja, tidak seorang pun yang berani menarik dan memeluk pemuda itu. Lan Guan Zhi seperti memiliki aura intimidasi yang membuatnya sulit tersentuh.


Xiao Shuxiang juga sebenarnya punya, tetapi itu hanya berlaku bila dia berada dalam suasana hati yang buruk. Sekarang, dia begitu gembira sampai-sampai senyuman menawannya mampu membuat siapa pun terpesona.


"Saudara Xiao, kau mungkin tidak mengenalku tapi aku termasuk salah satu pengagummu, kita pernah belajar bersama dahulu.."


Salah seorang murid memegang kedua tangan Xiao Shuxiang dengan wajah berseri-seri, dia tersenyum senang karena akhirnya bisa bertemu kembali dengan saudaranya.


Xiao Shuxiang tidak tahu harus berkata apa, dia ingat pemuda ini--namun tidak tahu namanya. Dirinya berterima kasih karena masih diterima baik dan lalu memeluk pemuda tersebut.


Xiao Shuxiang begitu ramah, dia tidak pernah menolak berpelukan apalagi bila ada murid yang menitip ciuman padanya. Laki-laki dan perempuan, semuanya mendapat kesempatan yang sama. Bahkan Xiao Shuxiang-lah yang lebih dulu menarik mereka dan memeluknya.


"Tuan Muda Xiao, pelukan ini untuk Tuan Muda Lan.."


"Mn? Kenapa tidak langsung melakukannya?" Xiao Shuxiang mengusap pelan punggung seorang gadis, dia masih disesaki banyak orang.


Gadis dengan tubuh berisi tersebut mengatakan bahwa Lan Guan Zhi tidak tersentuh, dirinya gugup saat mendekati calon penerus Sekte Pedang Langit tersebut--berbeda jauh ketika dia mendekati Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda Xiao, kau harus menyampaikan pelukan ini padanya.."


"Mm, kurasa jika aku yang melakukannya.. Rasanya pasti berbeda,"


Xiao Shuxiang benar-benar kewalahan. Di sisi lain, Lan Guan Zhi begitu tenangnya memperhatikan bagaimana dirinya dikerumuni banyak orang, ini jelas merupakan kejadian yang tidak terduga.


Seharian itu, Xiao Shuxiang nyaris tidak bisa bernapas.. Syukurlah Patriarch Lan datang di waktu yang tepat dan menyelamatkannya. Dirinya pun kini berada di salah satu lantai Pagoda Tingkat Sembilan, tepatnya dia berada di kamar milik teman baiknya.

__ADS_1


***


__ADS_2