
Ling Qing Zhu sekarang berada di Partai Pedang Tengkorak, tersekap dalam sebuah ruangan yang mempunyai pencahayaan minim.
Wajahnya masih tertutup cadar tipis dan tatapan matanya tetap tenang meski tidak demikian dengan perasaannya.
Gong Zitao duduk di sebuah kursi, tepat di hadapannya. Sejak tadi pemuda itu terus bicara dan seperti melampiaskan apa yang sudah lama terpendam, bahkan sampai pengakuan cintanya yang membuat Ling Qing Zhu risih.
Kucing Putih Xiao Shuxiang itu tetap diam. Tubuhnya masih kaku dan dibalik ketenangannya, dia berusaha untuk mencoba menggerakkan jari-jarinya sambil tetap mendengarkan ucapan Gong Zitao.
"Aku sebenarnya tidak ingin seperti ini. Tapi kau tidak memberiku pilihan, Nona Ling. Kau tahu benar bagaimana perasaanku, tetapi kau justru lebih memilih untuk tidak melihatnya."
"........"
Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa-apa.
Semenjak dibawa kemari oleh Gong Zitao hingga sekarang, dia jadi mengerti telah dengan tidak sengaja melukai hati pemuda ini dan itu membuatnya mulai bersuara.
"Tuan Muda Gong, tidak ada gunanya kau membahas masalah ini. Aku harus membantu banyak orang,"
"Lalu bagaimana denganku? Kau baik pada mereka, orang-orang asing itu .... Tapi tidak kepadaku, kenapa? Apa aku terlihat buruk bagimu?"
"Kau yang sekarang terlihat buruk."
Suara Ling Qing Zhu dingin. Dia sebenarnya tidak bermaksud menyinggung pemuda di hadapannya, dia hanya ingin agar Gong Zitao menyadari kesalahannya.
"Lepaskan aku, Tuan Muda Gong. Hukuman Sekte Pagoda Langit .... Bisa membuatmu mati."
"Hmph, suara yang indah .... Nona Ling. Aku tahu risiko dari tindakanku. Itu sepadan bila ingin mendapatkan gadis secantik dirimu." Gong Zitao tersenyum, dia cukup tampan meski wajahnya memiliki sedikit percikan darah.
Ling Qing Zhu dengan suara yang tenang berjata, "Kau bisa mendapatkanku jika berhasil membunuh Wali Pelindungku. Itulah aturan dari Sekte Pagoda Langit, tidak dengan cara kotor semacam ini."
Mendengar ucapannya itu membuat Gong Zitao memberinya tatapan mata yang aneh. Pemuda itu pun berdiri dari duduknya dan mengambil dua langkah mendekat.
"Kau ingin aku membunuh Wali Pelindungmu? Xiao Shuxiang? Apa kau tidak menyukainya?"
"Itu aturannya. Tidak memiliki hubungan dengan perasaan suka atau pun tidak."
Ling Qing Zhu memang seperti ini. Sulit mengetahui bagaimana perasaan gadis berambut putih itu yang sebenarnya jika melihat dari cara bicaranya yang selalu tenang, dingin, penuh wibawa dan seakan lebih mementingkan aturan daripada yang lain.
Umumnya. Seorang gadis harusnya memperlihatkan ekspresi wajah yang takut, atau paling tidak penuh dengan kemarahan karena diculik oleh saudara seperguruan sendiri hanya karena masalah hati. Namun Ling Qing Zhu ini berbeda. Jangankan marah, dia bahkan bersikap seperti biasa dan seakan masih mentolerir Gong Zitao.
"Kenapa kau bersikap seperti ini? Aturan Sekte Pagoda Langit bukankah tidak adil bagimu? Kalau dipikir-pikir, kau masih memiliki hak untuk menolak menikah dengan Xiao Shuxiang, kenapa kau menyetujuinya?"
"Karena dia Wali Pelindungku."
"Dia membunuh pamanmu. Kau mau menikah dengan orang yang telah membunuh pamanmu?"
"Itu aturannya."
!!
Gong Zitao berdecak kesal. Selalu saja 'Aturan! Aturan dan Aturan!, kenapa gadis ini tidak pernah memilih berdasarkan keinginannya sendiri?! Ling Qing Zhu terlalu terpaku pada aturan sekte dan karena itu jugalah perasaannya sampai sekarang tidak pernah terbalaskan.
"Apa kau tidak bisa menikah dengan seseorang berdasarkan pilihan hatimu sendiri? Apa kau tidak pernah mencintai orang lain selama ini?!" Gong Zitao sudah berada di hadapan Ling Qing Zhu dan dalam keadaan memegang kedua lengan gadis berambut putih itu.
Ling Qing Zhu sebenarnya tersentak, namun ekspresi wajahnya tetap tidak berubah. Jika dengan kondisi sedekat ini, dia benar-benar tahu Gong Zitao mempunyai tatapan mata yang membuatnya sedikit cemas.
Gong Zitao, "Apa kau tidak pernah .... Suka padaku?"
!!
Suara Gong Zitao pelan, tidak seperti sebelumnya. Malahan sekarang, nada suaranya agak lebih rendah dengan cengkeraman tangan yang perlahan melembut.
Ling Qing Zhu merasa wajah Gong Zitao semakin dekat, tatapan mata pemuda ini juga secara perlahan menutup saat makin mendekat padanya. Jika dia tetap diam, sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi.
"Aku .... Menyukai Shuxiang."
Ling Qing Zhu mengatakannya tanpa berpikir panjang. Nyaris hidung pemuda ini menyentuh hidungnya andai dia tidak bicara demikian. Gong Zitao seperti terkejut hingga menjauhkan wajahnya.
Kondisi yang terjadi barusan benar-benar menegangkan untuk Ling Qing Zhu.
"Kau... Kau menyukai .... Xiao Shuxiang..?" Gong Zitao tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tetapi setelah mendengar Ling Qing Zhu menggumam, dia seperti merasakan degup jantung yang sebelumnya kencang mendadak berhenti.
Gong Zitao, "Kenapa kau menyukai pemuda itu? Dia hanya orang asing, tidak seperti aku. Kita tumbuh besar bersama dan aku mengenalmu dengan baik. Kenapa kau harus suka padanya..? Apa kau tidak tahu identitas Xiao Shuxiang? Dia reinkarnasi Sang Bintang Penghancur. Monster yang membunuh ayah dan ibunya sendiri..! Apa kau tahu itu?!"
"Mn,"
!!
Gong Zitao tidak habis pikir dengan gadis di hadapannya. Ling Qing Zhu sudah tahu identitas Xiao Shuxiang, tetapi masih menikahi pemuda itu. Sebenarnya apa yang dilihat gadis ini hingga menyukai orang seperti Xiao Shuxiang?! Apa yang orang itu miliki, dan dia sendiri tidak memilikinya?!
"Kenapa..? Kenapa kau suka padanya..?"
Ling Qing Zhu tidak tahu harus bagaimana lagi dengan Gong Zitao sampai pemuda ini mengerti. Dia tidak suka terlalu banyak bicara, tetapi malah dipaksa menjawab rasa penasaran pemuda tersebut.
"Xiao Shuxiang.. Dia tidak pernah menjaga wibawanya. Dia mengatakan apa pun yang diinginkannya secara langsung meski itu memalukan. Sikapnya terus terang, tidak seperti dirimu." Ling Qing Zhu berhenti sejenak dan memperhatikan ekspresi wajah Gong Zitao.
Ling Qing Zhu, "Kau dan aku memang tumbuh besar bersama. Tapi kau sekarang sudah banyak berubah. Kau seperti memiliki 'wajah lain di belakang kepalamu', sementara Wali Pelindungku tidak demikian."
Ling Qing Zhu tidak peduli dengan masa lalu Xiao Shuxiang yang merupakan reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, termasuk fakta bahwa Koki Alkemis itu membunuh ayah dan ibunya sendiri di kehidupan terdahulu.
Baginya, Xiao Shuxiang yang sekarang berbeda dengan Xiao Shuxiang yang ada di masa lalu. Pemuda itu bisa saja di cap kejam dan terkenal kembali sebagai penjahat, tetapi dia tetap akan memilihnya.
Ling Qing Zhu jauh lebih menyukai penjahat yang tidak pernah berbohong, daripada orang yang nampak baik----tetapi mempunyai dua muka. Dia tidak suka Gong Zitao.
"Kau memilihnya.. Kau tidak pernah memberiku kesempatan!"
"Aku selalu memperhatikanmu."
__ADS_1
!?
Gong Zitao terkejut dengan ucapan Ling Qing Zhu. Gadis ini mengatakan apa yang tidak pernah dirinya bayangkan sebelumnya. Dia mencari kebohongan pada tatapan mata sejernih langit biru itu, namun tidak dia temukan.
"Kau bilang.. Memperhatikanku?"
"Selalu. Aku selalu memperhatikanmu. Kau baik pada semua orang. Kau baik padaku dan aku menghargaimu. Tapi terkadang aku menyaksikan sendiri sifatmu berubah. Itu membuatku merasa kebaikanmu padaku juga hanyalah kepalsuan dan sekarang kau membuktikannya dengan melakukan ini semua."
"Tidak.. Itu tidak benar. Aku sangat tulus padamu, Nona Ling. Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu..!" Gong Zitao kali ini meraih tangan Ling Qing Zhu dan memegangnya erat.
Dia jujur saja senang saat tahu gadis ini mengatakan selalu memperhatikan dirinya. Itu berarti dia tidak pernah diabaikan seperti orang lain dan Itu juga berarti ada kemungkinan Ling Qing Zhu menaruh hati padanya.
Biasanya seorang gadis hanya menaruh rasa perhatian pada pemuda yang dia sukai. Jika Ling Qing Zhu memperhatikan dirinya, maka memang gadis ini menaruh rasa padanya.
"Apa yang kau lihat dariku, Gong Zitao?" Ling Qing Zhu tidak bisa menggerakkan tangan hingga dia pasrah kedua tangannya digenggam. Namun ekspresi wajahnya kini berubah serius.
!?
Pertanyaannya barusan membuat Gong Zitao menatapnya lekat dan penuh rasa keheranan. Dia sendiri tidak terpengaruh hal itu dan kembali bertanya.
"Apa yang kau lihat dariku? Kenapa kau bisa jatuh cinta padaku sampai nekat melakukan ini? Apa alasanmu?"
"Kau bicara apa? Kita tumbuh besar bersama dan banyak hal yang sudah kita lalui, wajar jika rasa cinta itu hadir. Kau pasti juga memilikinya."
!!
Ling Qing Zhu tersentak mendengar jawaban Gong Zitao, dia seakan tidak percaya pemuda ini bisa berkata demikian dengan sangat jelas. Dan entah disadari atau tidak.. Tatapan matanya berubah agak buruk.
"Wali Pelindungku mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mencintai seseorang, tetapi kau justru memilikinya. Kau hanya menyukai wajah ini, kan?"
!!
"Kau tidak benar-benar menyukaiku, Gong Zitao? Kau sama .... Seperti orang biasa lainnya." Ling Qing Zhu berani menatap pemuda di hadapannya dan mengatakan bahwa dia tidak salah menikahi Xiao Shuxiang.
Gong Zitao sendiri kesal karena hanya nama pemuda itu yang selalu disebut Ling Qing Zhu dan menjadi bahan perbandingan dengan dirinya.
"Sepertinya aku benar-benar terlihat bagai penjahat di matamu daripada penjahat yang sebenarnya. Perbedaanku dengan Xiao Shuxiang hanya satu.. Kau memberi dia kesempatan untuk dekat denganmu, tidak sepertiku."
"......."
Gong Zitao tidak menjawab pertanyaannya. Pemuda ini hanya mendengar apa yang ingin dia dengar dan menjawab apa yang ingin dirinya jawab. Itu cukup mengesalkan, tetapi Ling Qing Zhu berusaha untuk tenang.
"Tuan Muda Gong, sebaiknya kau lepaskan aku. Tidak ada gunanya kau menawanku di tempat ini. Karena apa pun yang kau lakukan, aku tetap tidak bisa dan tidak akan pernah menyukaimu."
"Kau akan suka. Kau pasti menyukaiku dan akan kubuat itu terjadi."
Nada suara Gong Zitao terdengar aneh. Apalagi dia memberi Ling Qing Zhu tatapan penuh rasa percaya diri. Dia pun kembali mengatakan bahwa dirinya akan membuat Ling Qing Zhu berlutut sambil memohon padanya.
"... Jika menjadi jahat bisa membuatmu menyukaiku, maka akan kulakukan. Kau suka pada orang yang sudah menyiksa dan membunuh pamanmu, bukan? Kau menyukai orang seperti Xiao Shuxiang, kan? Maka aku juga akan bersikap demikian."
Gong Zitao seketika berbalik badan dan melangkah menjauh. Dia berjalan mendekati pintu dan baru berhenti setelah berdiri di hadapan pintu tersebut. Dia pun kembali bersuara.
!
Gong Zitao menjatuhkan sesuatu yang menggelinding dan berwarna hitam kelam sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu. Dia meninggalkan Ling Qing Zhu yang tetap berdiri sendirian tanpa bisa bergerak.
Benda bulat berwarna hitam itu mengeluarkan asap setipis benang dan berwarna ungu cerah. Ling Qing Zhu tidak tahu kenapa, tetapi dia merasa waspada dengan asap yang menyeruak tersebut.
*
*
*
Jauh di tempat lain, Xiao Shuxiang mengalami perubahan pada warna rambutnya dan kemungkinan itu disebabkan dengan rasa sakit yang menyiksa.
Dari ujung bawah hingga bagian tengah rambutnya nampak berwarna merah. Pita yang mengikat rambutnya bahkan entah sejak kapan terjatuh, dia sama sekali tidak tahu.
Sesuatu yang dia ketahui adalah kedua tangannya masih terikat rantai, sakit yang diakibatkan oleh Qian Kun perlahan menghilang bersamaan dengan urat-urat tipis kehitaman pada wajah, leher, dan seluruh tubuhnya.
Hal lainnya adalah datangnya seorang wanita berpakaian serba merah, nampak tersenyum, agak mesum, dan begitu menyebalkan. Wanita tersebut basa-basi sejenak dan menggodanya sebelum akhirnya dia menjadi seperti sekarang ini.
!!
Punggung Xiao Shuxiang dicambuk tanpa belas kasih sama sekali. Rasanya bagai disambar petir dan jujur ini begitu menyakitkan. Dia benar-benar ingin menguliti hidup-hidup wanita gila ini.
"Akh! Kau ini punya dendam kesumat apa padaku?!" Xiao Shuxiang membentak, tidak disangka ada hari di mana dia mengalami penyiksaan semacam ini.
"Tidak ada. Aku tidak memiliki dendam padamu. Dendamku hanya pada istrimu," Rou Mei Qi tersenyum lebar dan kembali mencambuk Xiao Shuxiang.
Kali ini dia membuat badan cambuknya melilit pinggang pemuda mempesona tersebut dan kemudian menariknya. Teriakan tertahan beserta umpatan penuh kutukan terdengar dari mulut tawanannya.
"Setan betina! Kalau kau dendam pada istriku, maka cari dia! Kenapa kau harus melimpahkan dendammu padaku, sialan! Pergi dan cari Kucing Putih! Selesaikan masalahmu dengannya!"
"Hah? Kau suaminya, apa kau tidak mau menggantikan istrimu untuk menjadi pelampiasan dendamku? Seorang suami harusnya bersikap seperti pelindung, bukankah begitu..?"
!?
Wanita berpakaian serba merah ini benar-benar tidak waras. Dia tidak menikahi Ling Qing Zhu untuk menggantikan Kucing Putihnya itu menjadi pelampiasan dendam. Tindakan apa pun yang dilakukan Ling Qing Zhu, sudah seharusnya ditanggung sendiri.
Rou Mei Qi berjalan menghampiri Xiao Shuxiang dan membelai pelan pipi pemuda itu. Dia sangat suka dengan regenerasi tubuh orang ini yang luar biasa hebat.
Meski diberi cambukan separah apa pun, luka Xiao Shuxiang tetap akan menutup dan memperlihatkan kulit yang mulus tanpa cacat. Yang paling penting, postur tubuh dan otot pemuda ini sangat sempurna serta sesuai seleranya.
"Kau sangat tampan. Apa kau tidak mau menikah denganku..?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang memalingkan wajah karena tidak suka tangan wanita ini menyentuhnya. Dia akui Rou Mei Qi adalah wanita cantik dengan tubuh yang bagus, namun itu sama sekali tidak penting baginya sekarang.
"Kau ingin aku menikahimu? Bagaimana jika kau lepaskan rantai yang mengikat tanganku dan akan kupertimbangkan untuk menikahimu."
Nada suara Xiao Shuxiang tenang. Dia tidak berusaha membujuk Rou Mei Qi, malahan justru ucapannya terkesan spontan dan terucap dari mulutnya begitu saja.
"Kalau hanya mempertimbangkan.. Itu berarti belum pasti. Masih ada kesempatan kau membunuhku jika aku melepaskanmu,"
"Tentu. Aku pasti akan membunuhmu. Dan harus kau tahu, dari banyaknya wanita yang pernah kutemui.. Kau adalah yang terburuk. Kau juga belum tentu bisa melepaskan rantai ini, jadi enyahlah."
"Aku memang tidak bisa melepaskan rantai itu, tapi aku sangat lihai melepaskan yang lain~"
!!
Xiao Shuxiang berteriak geram saat wanita ini malah menyentuh sabuk pinggangnya. Kalau kakinya bisa digerakkan, dia pasti sudah menendang wanita setan ini tanpa berpikir dua kali.
"Sebaiknya kau jangan macam-macam dan hentikan tindakan tidak tahu malumu. Apa kau tidak pernah diajari sopan santun, hah?!"
"Tampan, kau ini sangat cerewet." Rou Mei Qi mencubit bagian atas tubuh Xiao Shuxiang dan itu membuat Koki Alkemis tersebut amat sangat terkejut.
!!
"Kau..! Kau sudah tidak tertolong lagi. Tidak ada yang bisa menghentikanku mengulitimu hidup-hidup. Kau akan mati jika aku berhasil bebas, benar-benar akan mati..!"
Seumur hidup, ini pertama kalinya Xiao Shuxiang merasa dilecehkan, apalagi dengan lawan jenis. Dia tidak tahu siapa yang melahirkan wanita sinting ini, tetapi jelasnya--Rou Mei Qi sudah kelewatan.
"Tampan~ kita hanya berdua di tempat ini, tidakkah kau merasakan sesuatu..?" Rou Mei Qi sekarang menyandarkan kepalanya pada dada bidang Xiao Shuxiang sambi mengusap-usap tubuh pemuda itu. Kehangatan yang dirasakannya begitu nyaman.
!!
"Kenapa aku harus terjebak dengan wanita gila ini? Satu-satunya yang kurasakan adalah.. Aku sangat kesal padanya hingga ingin menarik keluar jantung dan tulang-tulangnya."
"Xiao Shuxiang.. Ayo kita menikah.." Rou Mei Qi menggumam, dia mendongak dan memperhatikan kembali wajah tampan pemuda ini sebelum memeluknya erat.
!!
Dibanding celananya dilepaskan, Xiao Shuxiang lebih memilih dipeluk seperti ini. Setidaknya 'piton' masih tersembunyi dengan aman walau rasa-rasanya kaki mulus Rou Mei Qi mulai agak nakal.
"Ya Tuhan, bagaimana bisa kau menciptakan makhluk yang begitu tidak tahu malunya? Mesumnya bahkan lebih parah dari Bocah Pengemis Gila dan aku sendiri,"
"Tampan~ kenapa kau diam..? Ayo kita menikah,"
"Aku tidak mau! Bahkan meski kau wanita terakhir di dunia ini. Lebih baik aku perjaka seumur hidup daripada harus menikahimu. Enyahlah dan jangan peluk lagi..! Kau membuatku merinding."
"Tapi aku mau menikahimu," Rou Mei Qi tersenyum sambil melepaskan pelukannya, "Lihat. Pakaianku sudah merah seperti pengantin wanita, sekarang tinggal kau saja."
Xiao Shuxiang berkedip sebelum akhirnya mendengus pelan, di tahu jalan pikiran wanita menyebalkan ini. "Lakukan saja. Aku telanjang dada, kau mau membuat tubuhku, merah kan? Warna darah adalah yang terbaik, rekomendasiku. Lakukan, dan akan kubuat kau membayar semuanya."
"Xiao Shuxiang.. Kita ini benar-benar serasi, kau tahu apa yang kupikirkan. Aku jadi semakin ingin memilikimu," Rou Mei Qi tertawa kecil sebelum akhirnya kembali menggunakan pusaka cambuknya.
!!
Dia kali ini mengincar bagian depan tubuh Xiao Shuxiang dan sangat mengagumi bagian atas tubuh pemuda tersebut. Dirinya tidak sabar membuat pemuda tampan ini diselimuti dengan warna merah yang cantik.
!!
Xiao Shuxiang kembali mengerang tertahan. Dia tidak tahu siapa yang bisa menyelamatkannya dari wanita ini, dan menaruh sebuah harapan tidak akan memberinya hasil apa pun. Dia harus memikirkan cara untuk bisa terbebas, atau paling tidak--kedua kakinya dapat dirinya gerakkan.
!!
Rou Mei Qi terlihat gembira. Dia senang mencambuk Xiao Shuxiang tanpa henti dan membuat pemuda itu kehilangan tenaga. Darah segar nampak mengucur membasahi dada serta punggung pemuda tersebut.
"Xiao Shuxiang, kau memiliki tubuh yang indah. Tapi jauh lebih indah tubuhmu yang sekarang ini, kau mengagumkan~"
!!
Cambukan Rou Mei Qi begitu dalam hingga nampak bagai merobek perut dan dada Xiao Shuxiang. Dia begitu menikmati keadaan ini dan semakin menambah kecepatan cambukannya.
!!
Rou Mei Qi ingin mengetahui bagaimana jadinya jika organ dalam Xiao Shuxiang mencuat keluar. Apakah tubuh pemuda ini akan berhenti beregenerasi, atau justru proses regenerasinya menjadi semakin cepat? Dia penasaran dengan hal itu sampai tidak menyadari ada seseorang yang baru saja menapak di luar markas Qian Kun ini.
Sebuah Api Kecil dengan kilatan ungu pada intinya nampak melayang di samping sosok berpakaian serba putih itu. Suasana yang ada di sekitar nampak gelap, namun tidak mampu menutupi warna putih dari kain kualitas terbaik yang dipakainya.
Sosok yang di tangan kanannya memegang sebuah pedang tidak lain adalah seorang pemuda dengan wibawa yang luar biasa mengagumkan.
Dia menggenggam erat pedangnya hingga terdengar suara dan detik berikutnya melesat masuk, kecepatannya bagai sebuah kilatan cahaya putih keemasan.
Rou Mei Qi mengayunkan cambuk untuk yang kesekian kalinya, namun mendadak sebuah lesatan menyerangnya hingga dia harus menghantam salah satu sisi dinding dengan sangat keras.
!!
Xiao Shuxiang yang nyaris setengah mati masih bisa merasakan kehadiran seseorang. Penglihatannya buram, tetapi penciumannya masih tajam. Ada aroma yang wangi dan terasa tidak asing baginya.
Lewat keburaman penglihatannya, Xiao Shuxiang melihat sekelebat bayangan pita panjang berwarna putih bersih yang nampak bersaing melambai-lambai dengan helaian rambut.
Dirinya pun mendengar suara nyaring bagai dua senjata berbenturan bersamaan dengan kedua tangan dan tubuhnya yang seperti berat ke depan.
Sebuah tangan yang terasa dingin menyentuh kulit Xiao Shuxiang dan menopang tubuhnya yang nyaris ambruk. Koki Alkemis itu yakin dengan penciumannya, ini aroma kayu cendana.
"Shuxiang.."
!!
Suara dengan nada manis dan segar itu tidak akan pernah dilupakan siapa pun, termasuk Xiao Shuxiang. Ini adalah suara yang sudah lama ingin dia dengar. Suara dari teman terbaiknya.
"Kau hampir datang terlambat, Lan'Er..." mata Xiao Shuxiang terpejam, tubuhnya benar-benar tidak kuat untuk berdiri.
__ADS_1
***