
Para Demonic Beast yang melawan Xiao Shuxiang memiliki kemampuan gesit untuk menghindari setiap ayunan pedangnya, ini membuat Koki Alkemis tersebut beberapa kali menebas udara.
CRAAASH..!
Pedang Xiao Shuxiang kembali menebas udara, namun kali ini ujung pedangnya menggores tubuh tiga anak secara bersamaan.
!!
Dalam satu tarikan napas, ketiga anak itu mengerang kesakitan. Tubuh mereka bergetar dan dengan cepat berubah warna menjadi ungu gelap. Para anak lainnya yang melihat kejadian ini menjadi terkejut sampai tidak bisa mengatakan apa pun.
Tubuh ketiga anak itu mengeluarkan bau yang amat sangat busuk, dan detik berikutnya tubuh mereka meledak hingga mengejutkan Xiao Shuxiang.
!!
Yīng xióng telah mengalami banyak perubahan, evolusinya selama ini telah membuatnya menjadi pusaka yang paling kuat. Dia adalah pedang yang mengatur jalan pertarungan Xiao Shuxiang.
Selama ini, Sang Bintang Penghancur itu selalu bertarung secara liar tanpa peduli dengan tubuhnya yang berdarah-darah akibat terkena serangan lawan. Namun sekarang, keberadaan Yīng xióng membuat serangan lawan sulit melukainya.
"Kau baru saja membuatku terkesan, jadi mari kita mulai lagi." Xiao Shuxiang tersenyum dan lalu melesat kembali ke tengah-tengah musuh.
Walau senjatanya kuat, namun bukan berarti Xiao Shuxiang lemah dan lebih bergantung pada pusakanya. Biar bagaimanapun, Yīng xióng adalah pedang yang dia tempa sendiri dengan penuh kegilaan.
Yīng xióng dibuat dari besi pemberian seorang penempa bernama Tang San, Xiao Shuxiang lebih akrab menyebutnya Paman Tang. Pria itu adalah warga yang tinggal di sekitar Sekte Akar Teratai, sekte Dai Chen.
Xiao Shuxiang menggunakan kuku dan darah Lan Xiao, kuku Phoenix Api, darah Dai Chen, serta darah miliknya sendiri sebagai bahan lain dari pembuatan Yīng xióng. Dia juga menggunakan bagian tubuh Demonic Beast yang kuat serta merendam pedang itu ke dalam cairan beracun miliknya.
Tidak ada yang dapat melupakan bagaimana Yīng xióng menjadi tidak terkendali. Pedang itu bahkan hampir menjadikan teman-teman Xiao Shuxiang sebagai makanannya.
BAAAM..!
Lima buah tebasan tercipta dengan sekali ayunan Yīng xióng, para anak yang dilawan Xiao Shuxiang mampu menghindarinya dan melakukan serangan balasan.
"Benar seperti yang dikatakan Tuan Qian Kun. Kau tidak memiliki belas kasihan, bahkan pada anak kecil sekali pun.." suara salah satu anak terkesan meledek Xiao Shuxiang, namun tarikan pada bibirnya membentuk sebuah senyuman. Dia kembali bersuara.
".. Kau sangat menarik, aku jadi semakin bersemangat..!" senyumannya melebar dan nyaris merobek pipinya, Qi berwarna hitam terkumpul dan menyelimuti tubuhnya.
Xiao Shuxiang mendengus, wajah dan tatapan matanya terlihat dingin. "Hmph, kau bukan anakku, jadi untuk apa menaruh kasihan padamu? Aku tidak sebaik itu."
Pertarungan terus terjadi, setiap gerakan Xiao Shuxiang cepat dan terarah. Saat dia berhasil menusuk tubuh salah satu anak, maka Yīng xióng dengan cepat menghisap daging serta darah anak itu hingga yang tersisa hanyalah tulang belulang.
Begitu pun kala Xiao Shuxiang hanya mampu memberi goresan pada pipi atau lengan musuhnya, maka dengan cepat Yīng xióng menjadi pedang yang beracun dan mengubah tubuh mereka menjadi gumpalan daging, atau saat Yīng xióng bersemangat--dia akan menarik keluar Qi Xiao Shuxiang dan menyatukannya dengan racun miliknya.
Qi Sang Bintang Penghancur sangat unik dan langka. Tidak bisa dihitung berapa banyak senjata yang menjadi debu sebab tidak kuat menahan Qi miliknya, dan Yīng xióng telah menggunakan Qi itu untuk membuat tubuh lawannya meledak setelah menjadikannya gumpalan daging busuk.
Julukan 'Pedang Penghisap Nyawa' sepertinya masih belum cocok untuk menggambarkan seperti apa Yīng xióng.
Dia adalah pedang yang menghisap roh dua Dua Pusaka Langit dan juga pedang yang menyatu dengan Pusaka Langit Pertama, Pedang Bintang Malam yang diberi nama baru oleh Scarlet Bayangan dahulu, yakni Pedang Tebasan Bulan.
CRAAASH..!
Tiga orang anak terkena tebasan di beberapa bagian tubuh mereka. Ketiganya seketika berubah menjadi gumpalan daging dan kekuatan mereka langsung masuk ke dalam tubuh Xiao Shuxiang, tepat di bagian Dantian utamanya.
Rantai Pengekang Jiwa yang melilit tubuh Koki Alkemis itu kembali menampakkan wujud samarnya yang mirip dengan angin tipis tersebut.
Xiao Shuxiang tidak punya waktu untuk merasa penasaran dengan kondisi tubuhnya saat ini, Yīng xióng tidak membiarkannya berhenti bergerak.
BAAAM..!
Bukan hanya dirinya yang gencar melakukan serangan, tetapi juga Ling Qing Zhu. Gadis cantik bercadar tipis itu sudah membunuh cukup banyak anak dengan memakai teknik berpedang miliknya.
Sembilan Langkah Petir merupakan teknik berpedang yang diajarkan Ling Lang Tian padanya. Ling Qing Zhu menyatukan teknik ini dengan teknik berpedang miliknya hingga menghasilkan gaya serangan yang baru.
__ADS_1
Di sisi lain, Lan Guan Zhi dan Hu Li juga fokus menyerang lawan. Awalnya mereka mengira anak-anak ini berjumlah 50 orang, tetapi semakin lama--mereka yakin jumlah musuh lebih banyak lagi.
Xiao Qing Yan yang sebelumnya terkena cakaran oleh salah satu Demonic Beast berhasil lolos dari kematian dan kembali menyerang. Luka yang dia derita secara berangsur-angsur pulih, dirinya seperti mempunyai regenerasi yang cukup mirip dengan Xiao Shuxiang.
Salah satu lawan Xiao Qing Yan menggeram kesal, "Harusnya kau tahu, kapan saatnya bagimu untuk menyerah. Benar-benar tidak sayang nyawa!"
"Aku tahu batasanku sendiri. Dan bahkan saat ini, kau dan teman-temanmu belum bisa menarikku pada batasan itu." ucapan Xiao Qing Yan ketus, dia kembali menyerang dengan memakai katana miliknya.
Kemampuan cucu dari Penatua Da Lin ini sudah cukup meningkat selama dirinya hidup bersama Xiao Shuxiang dan teman-temannya yang lain.
Perubahan berarti yang pernah terjadi padanya adalah ketika Xiao Qing Yan berada di dalam Gelang Semesta dengan waktu yang cukup lama. Dia terus berlatih di tempat itu bersama Lan Xiao dan para kuda yang menjadi penghuni Gelang Semesta.
Xiao Qing Yan banyak memakan tanaman herbal untuk menghilangkan rasa laparnya dan Api Biru kecil Xiao Shuxiang membantunya menyerap beberapa mutiara roh, dia pun jadi bertambah kuat.
Menghadapi lawan sebanyak ini jujur saja berat bagi Xiao Qing Yan, tetapi perlu diketahui bahwa dirinya bukanlah orang yang lemah apalagi mudah untuk dihabisi.
GRRAAAA..!
!!
Suara geraman Lan Xiao menggelegar, Harimau Bulan itu nampak melayang di udara dan bertarung dengan dua Demonic Beast berwujuh kucing raksasa.
Pertarungannya berlangsung sengit, terkadang serangan nyasar datang dan nyaris mengenai lawan yang dihadapi Hu Li dan Lan Guan Zhi.
Pertarungan Xiao Shuxiang dan teman-temannya disaksikan oleh Qian Kun. Sosok bertopeng rubah itu nampak berdiri di dalam sebuah ruangan sambil menatap ke arah cermin besar di depannya.
Postur tubuhnya penuh dengan wibawa dan aura misterius. Dia tidak mengalihkan pandangannya sedetik pun dari cermin yang mana menampilkan pertarungan dari Sang Bintang Penghancur.
Meili Mao berdiri di sampingnya dan terlihat tidak sabaran untuk segera melawan pemuda yang saat ini tengah menebas habis tubuh beberapa saudaranya.
"Meili.. Kau siapkan semuanya. Saatnya untuk menyambut Xiao Shuxiang,"
"Baik Tuan.." Meili Mao tersenyum lebar dan mulai melangkah pergi.
Pagoda Tingkat Seratus mulai mengeluarkan cahaya putih redup. Ini menarik perhatian Xiao Shuxiang dan teman-temannya yang sedang bertarung sengit melawan para musuh mereka.
Xiao Shuxiang serta teman-temannya tidak perlu mengatakan apa pun, mereka sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa Ling Ya Bing pasti berada di dalam pagoda yang tinggi dan besar itu.
Ling Qing Zhu melompat mundur untuk menghindari serangan musuh. Punggungnya tanpa sengaja bersentuhan dengan punggung Xiao Shuxiang yang sebelumnya juga melompat mundur.
"Apa kau masih sanggup melawan mereka?" Xiao Shuxiang sekilas menoleh ke arah Kucing Putihnya dan kembali menatap lawannya dengan penuh kewaspadaan.
"Mn. Kau pergilah dan selamatkan Bing'Er. Serahkan sisanya pada kami,"
Xiao Shuxiang, "Kucing Putih. Ling Ya Bing adalah keponakanmu, kenapa harus aku yang menyelamatkannya?"
"Karena kau 'Wali Pelindungku.'"
Jawaban Ling Qing Zhu padat dan bagai tusukan dalam pada dada Xiao Shuxiang. Sang Bintang Penghancur itu tidak percaya telah dijadikan pengawal pribadi oleh Kucing Putihnya sendiri.
"Apa kau tidak tahu bahaya yang akan menungguku bila aku nekat ke sana sendirian? Aku bisa saja tewas tanpa sisa. Kau akan menjadi janda bahkan sebelum kita menikah."
Xiao Shuxiang merutuki Ling Qing Zhu sambil memberikan serangan pada lawan yang mendekat ke arahnya. Gadis di sampingnya malah mendengus singkat dan seperti bersiap meledeknya.
"Kau tidak akan mati semudah itu, jadi pergilah."
"Kau tidak mengkhawatirkanku, Kucing Putih?"
"Mn, tidak sama sekali."
Xiao Shuxiang menyikut pelan lengan Ling Qing Zhu dan dibalas oleh gadis itu dengan perlakuan yang sama. Keduanya malah berakhir dengan saling sikut dan menyenggol satu sama lain sambil sesekali menangkis serangan yang datang.
__ADS_1
"Kau gadis yang paling menyebalkan!"
"Terima kasih."
"Aku tidak memujimu!"
Xiao Shuxiang merasa gemas sendiri, dia ingin menjitak keras kepala Ling Qing Zhu atau mengapit leher gadis itu di ketiaknya sambil menggilas kepala Kucing Putihnya dengan buku jari tangan.
"Tsk, kenapa aku harus bertemu dengan gadis tanpa perasaan sepertinya.." Xiao Shuxiang mulai lagi, suaranya begitu jelas di telinga Ling Qing Zhu. ".. Jangankan diajak bertukar pikiran, bahkan diajak romantis pun tidak bisa. Wajah papan datarnya itu sangat menyebalkan,"
"…"
Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa-apa, dia hanya memasang wajah tenangnya sambil menatap Xiao Shuxiang dengan pandangan mata yang seakan mengatakan, 'Kau juga sama. Tidak punya perasaan dan lancang.'
Ling Qing Zhu mendengus pelan dan kembali bertarung dengan para Demonic Beast. Dia mengambil kesempatan untuk menyerang lawan yang dihadapi Xiao Shuxiang hingga membuat Wali Pelindungnya terkejut.
"Kucing Putih! Kau punya jatah yang lain, kenapa mengganggu? Urus yang di sebelah sana..! Di sana..!" Xiao Shuxiang menyenggol Ling Qing Zhu dan menyuruh gadis itu untuk menghadapi lawan yang lain.
Sayang sekali gadis berambut putih dan bercadar tipis itu tidak mau pergi ke tempat yang ditunjuk Xiao Shuxiang. Dia dengan suara dinginnya menyuruh Wali Pelindungnya untuk segera pergi.
Setiap kali Xiao Shuxiang menghadapi Demonic Beast yang lain, maka Ling Qing Zhu akan melesat dan merampas posisinya dalam menyerang. Kejadian ini terus berulang dan sampai menarik perhatian Hu Li.
"Kucing Putih, mau sampai kapan kau mengangguku? Aku jadi tidak bisa melakukan serangan yang luar biasa kalau kau terus seperti ini. Jangan bilang kau baru berhenti setelah kupeluk?"
"Memalukan. Menjauhlah..!"
!!
"Hei..! Siapa yang lebih dulu mendekat padaku? Harusnya kau yang menjauh,"
"Tuan Muda Xiao..! Bukan waktunya untuk berdebat. Sebaiknya Anda cepat pergi dan selamatkan Nona Ya Bing..!" Hu Li berseru, dia menggunakan kekuatan aslinya dan seketika rambut putihnya berubah menjadi merah.
Dia menerjang setiap musuh seperti rubah yang kelaparan. Anak-anak yang dirinya lawan tidak tinggal diam dan ikut menyerang dengan bersungguh-sungguh.
Dalam waktu yang singkat, pertempuran itu berlangsung lebih sengit daripada pertempuran teman-teman Hu Li yang lain.
Xiao Shuxiang sendiri tidak percaya Hu Li juga ikut menyuruhnya pergi. Kenapa harus dia yang menyelamatkan Ling Ya Bing? Apa tidak ada orang lain yang mau menggantikannya?
"Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang menyerukan nama teman baiknya, dia baru ingin meminta Lan Guan Zhi untuk pergi menyelamatkan Ling Ya Bing, tetapi pedang pusakanya seketika bereaksi dan menariknya pergi.
!!
Xiao Shuxiang terkejut, Yīng xióng menerjang siapa pun yang menghalangi jalannya untuk menarik pemiliknya menuju ke Pagoda Tingkat Seratus.
Dia mendapat pujian dari Hu Li dan Xiao Qing Yan karena menjadi pedang yang lebih mempedulikan nyawa orang lain dibandingkan dengan Xiao Shuxiang sendiri.
"Yīng xióng, kau suka sekali membawaku terlibat dalam bahaya. Apa kau begitu bencinya pada Tuanmu ini, huh?" Xiao Shuxiang berusaha mengatur napas kala pusakanya baru saja berhenti menariknya.
Sekarang dirinya berada di depan pintu pagoda Tingkat Seratus. Aura menusuk dan tidak nyaman yang dirasakan Xiao Shuxiang langsung menyeruak. Koki Alkemis itu lalu mengembuskan napas pelan dan mulai mempersiapkan diri.
"Aku tidak percaya akan melukan ini.. Semoga saja aku tidak menyesalinya.." Xiao Shuxiang memegang kuat Yīng xióng. Dirinya menendang pintu besar di depannya dengan penuh tenaga hingga terdengar suara yang begitu besar.
Baru saja tiga langkah, Xiao Shuxiang langsung terjatuh ke sebuah lubang yang sangat besar. Tingkat pertama dari pagoda rupanya tidak memiliki lantai, dia lambat menyadarinya hingga harus menerima nasibnya yang sekarang.
!!
Kegelapan yang ada di bawah Xiao Shuxiang begitu pekat. Dua cahaya merah mulai terbentuk dan ini membuat perasaannya semakin tidak enak.
Suara mengerikan terdengar bersamaan dengan melesatnya kepala seekor monster yang nyaris menelan Xiao Shuxiang andai pemuda itu tidak segera melentingkan tubuhnya dan menggunakan kepala monster tersebut sebagai pijakan.
Kaki Xiao Shuxiang menempel pada pinggiran dinding dan memperhatikan dengan baik sosok monster di depannya. Itu rupanya sejenis ular berduri yang tubuhnya memiliki ukiran-ukiran kuno yang menarik.
__ADS_1
***