
Xiao Shuxiang memangkas sedikit rambutnya, dia lalu memakai seragamnya dan kemudian melangkah menuju pintu.
Meski luka dan rasa sakit di punggungnya sudah menghilang karena mengkonsumsi pil, namun entah kenapa Xiao Shuxiang masih merasakan sedikit perih di celah bokongnya.
Ketika berada di luar, dia melihat kedelapan saudaranya. Hou Yong menghampirinya dan mengajak Xiao Shuxiang bergabung bersama mereka.
Hai Feng juga ikut memanggil. "Kemarilah, Saudara Xiao!"
"Ada apa?"
Bao Yu, "Saudara Xiao, kami ingin mengunjungi Kakak Lu Yang Cantik. Terakhir kali mendengar kabar, sekte mereka diserang oleh kultivator Sekte Serigala Iblis."
Jing Mi, "Aku dan yang lainnya merasa khawatir. Apalagi semalam Zhi Shu seperti mengalami mimpi buruk tentang Kakak Lu Yang Cantik."
Hou Yong, "Saudara Xiao, kau akan ikut juga, kan?"
"Hari ini aku harus menemui Kakek Janggut Panjang. Ada pekerjaan yang harus kulakukan,"
Xiao Shuxiang menepuk pundak Hou Yong.
Dia lalu menatap teman-temannya dan meminta mereka mendengarkan ucapannya. "Bao Yu, Hai Feng dan Zhi Shu. Kalian bertiga yang pergi ke sana. Sementara kalian berlima, aku punya tugas khusus untuk kalian kerjakan."
!!
Jing Mi dan Hou Yong tersentak, mereka sebelumnya sudah sepakat akan pergi bersama-sama untuk melihat keadaan murid Sekte Bambu Perak. Tapi Xiao Shuxiang malah..
"Saudara Xiao, kami juga ingin ke sana.."
Yi Wen dan Hou Yong meminta Xiao Shuxiang agar mengizinkan mereka pergi. Namun Xiao Shuxiang tetap melarang.
"Pergi terlalu banyak kemungkinan menimbulkan masalah yang tidak perlu," Xiao Shuxiang juga meminta agar Bao Yu, Hai Feng dan Zhi Shu tidak memakai seragam Sekte Kupu-Kupu karena terlalu mencolok.
Xiao Shuxiang, "Saat ini, keadaan sekte kita belum cukup kuat untuk menerima lawan. Kediaman kita memiliki tanaman herbal dan pil yang berharga. Dan selain itu, aku sendiri adalah aset tidak ternilai yang dimiliki oleh Sekte Kupu-Kupu. Jika sekte ini diserang, bahkan aku tidak yakin bisa mempertahankan nyawaku sendiri apalagi melindungi kediaman ini. Mengandalkan pasukan Ping Gou atau Tetua Tiga hanya akan menimbulkan masalah tidak berujung. Kalian mungkin tidak paham maksudku, tapi-"
"Kami mengerti, Saudara Xiao."
!
Xiao Shuxiang menatap Jing Mi yang tersenyum ke arahnya. Bao Yu dan Hou Yong menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang sambil ikut tersenyum.
"Kami tahu kekuatan kita masih terlalu lemah. Jika meningkatkan praktik dengan pil, Sekte Kupu-Kupu tidak akan terkalahkan. Tetapi pengalaman dan teknik bertarung junior-junior kita sangatlah kurang..." Ro Wei menjelaskan bahwa praktik tinggi yang didapatkan secara instan tidak akan ada gunanya. "... Kami sendiri juga... Masih terlalu lemah."
Xiao Shuxiang tidak membantah, dia mengangguk setuju. Ro Wei dan yang lainnya masih terlalu lemah untuk melindungi sesuatu yang berharga bagi mereka.
"Karena itulah aku meminta, yang akan pergi ke tempat Saudara Zong hanya tiga orang di antara kalian. Sisanya tetap tinggal di sini."
Bao Yu, Hai Feng, dan Zhi Shu mengangguk. Ketiganya lalu pergi mengganti seragam mereka.
Kini, yang tersisa hanya Jing Mi, Hou Yong, Yi Wen, Ro Wei, Feng Ying dan Xiao Shuxiang.
"Sekarang, tugas apa yang ingin kau berikan pada kami, Saudara Xiao?" Jing Mi menatap Xiao Shuxiang, matanya mengandung rasa penasaran.
Xiao Shuxiang tersenyum, "Kalian akan mengajari cara bertarung kepada para murid junior. Aku tidak peduli cara yang kalian lakukan untuk mengajari mereka. Tapi ada hal yang harus kalian ingat dengan baik..."
__ADS_1
Xiao Shuxiang menyeringai, dia lalu menatap tajam ke arah teman-temannya. ".. Jika satu saja di antara mereka yang masih tetap sama, aku akan menghukum kalian semua..!"
Xiao Shuxiang kemudian melirik Yi Wen, dia kembali berucap. "Yi Wen, sejauh ini hanya kau yang sedikit mirip denganku. Jadi kupesan padamu, buat mereka bermimpi buruk yang indah.."
!!
Senyum mengembang di wajah Yi Wen, dia tahu maksud dari ucapan Xiao Shuxiang. "Kalau itu sudah pasti, Saudara Xiao. Aku sudah lama memikirkan ini sebelumnya..!"
Yi Wen dan Xiao Shuxiang tertawa kecil, lama kelamaan tawa mereka berubah menjadi tawa jahat. Jing Mi dan Hou Yong bahkan sampai terlonjat kaget karena mendengar tawa keduanya.
"Baiklah, kalian laksanakan tugas dengan baik. Aku pergi dulu." Xiao Shuxiang mulai berjalan pergi meninggalkan teman-temannya.
Jing Mi dan teman-temannya mulai menjalankan tugas yang diberikan Xiao Shuxiang. Kelimanya mengumpulkan semua murid junior dan membagi mereka ke dalam lima kelompok.
Hanya anggota kelompok Feng Ying yang memiliki lima orang murid, sementara Jing Mi dan teman-temannya memiliki anggota enam orang murid.
Latihan pertama, semua murid diajari beberapa gerakan pemanasan, bermain kejar-kejaran di sekitar bangunan, sampai bermain 'Menjaga Harta'.
Di tempat lain, sesuai janji----Xiao Shuxiang membawakan makanan sekaligus arak buatannya untuk Duan De.
Kakek Janggut Panjang tersebut begitu senang. Masakan buatan Xiao Shuxiang begitu enak, bahkan lebih enak dari masakan terakhir yang dia makan.
Dan yang paling membuat Duan De bahagia sampai meneteskan air mata adalah saat dia merasakan arak yang dibawa Xiao Shuxiang.
"Ini arak terenak yang pernah ada! Bagaimana kau bisa menemukannya, Nak?! Arak seenak ini pasti sangat mahal!"
Xiao Shuxiang mengangguk, modal membuat Arak Anak Linglung tentu saja mahal jika dilihat dari segi harga tanaman herbal dan usaha Xiao Shuxiang untuk meraciknya.
Namun jika ingin dibandingkan, Arak Kaisar Naga milik Xiao Shuxiang-lah yang paling mahal.
Xiao Shuxiang menghela napas, dia ingat di kehidupan pertamanya----Dia begitu kesulitan membeli arak. Bahkan untuk menukar Demonic Core saja, semua penjaga toko akan segera menutup pintu mereka saat melihat dirinya.
"Haaah.. Hanya senior Zhou yang baik padaku. Haiiih... Kasihannya Xiao Shuxiang.." Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya dan mulai meminum secawan kecil Arak Anak Linglung buatannya.
Plak!
Duan De memukul punggung Xiao Shuxiang dengan mistar kayu miliknya. Dia memarahi Xiao Shuxiang karena meminum arak padahal usianya masih terlalu muda.
"Kau belum pantas minum ini, Bocah..!" Duan De lagi-lagi memukul Xiao Shuxiang, dia lalu menyuruh anak tersebut untuk ikut dengannya.
Duan De mengajari Xiao Shuxiang beberapa teknik menempa pedang. Dia memberi penjelasan bahwa pendekar yang kuat harus bisa menyatu dengan senjatanya, seolah senjata tersebut seperti bagian tubuhnya sendiri.
"Kakek Janggut Panjang, kenapa kau mengajariku menempa pedang? Apa kau tidak tahu, bahwa sekarang ini kau sedang menanam modal untuk kehancuran Benua ini."
Duan De menatap Xiao Shuxiang, bocah tersebut nampak memiliki wajah dan tatapan mata yang polos. Sangat disayangkan dirinya terlalu tergila-gila ingin menjadi Sang Bintang Penghancur.
"Nak, kau jangan pernah menjadi dirinya. Kau sudah mendengar akhir hidupnya seperti apa, kan?" Duan De meletakkan pedang di pundak kanan Xiao Shuxiang.
"Sang Bintang Penghancur yang kau kagumi itu... Dia membunuh keluarganya sendiri, membantai habis saudara seperguruannya, menghancurkan banyak sekte untuk memuaskan nafsu membunuhnya.
Tidak ada orang yang dia anggap teman, tidak memiliki keluarga, terus berjalan dengan rasa kesepian, kegelapan menjadi penerang jalannya, tujuannya hanya membinasakan. Apa kau mau seperti dia?"
Xiao Shuxiang menatap Duan De dalam, tua bangka yang hanya manusia biasa ini, dia bukan seorang kultivator. Tetapi setiap kata-katanya..
__ADS_1
"Hanya sebagian yang benar, Kakek Janggut Panjang. Aku tidak pernah merasa kesepian, dan Xiao Shuxiang memiliki dua teman yang dia akui.. Itu adalah-"
"Maksudmu kultivator Immortal Zhou Yuan dan Roh Pedangnya?"
!!
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, tebakan Duan De sangat benar.
"Nak, pada akhirnya mereka berdua mati di tangan Sang Bintang Penghancur. Lalu, apakah dia merasa bersalah melakukannya? Tidak Nak! Seseorang yang memiliki hati sepekat malam.. Tidak akan pernah merasa bersalah atas semua perbuatannya."
Xiao Shuxiang memegang pedang Duan De yang ada di pundaknya, dia mengangkat pedang itu perlahan sambil tatapan polosnya tetap mengarah pada kakek tua berjanggut panjang tersebut.
Sebuah senyuman tipis terlukis di wajah Xiao Shuxiang, dia lalu berjalan dan mulai mempraktekkan cara menempa yang diajarkan Duan De padanya.
Selama seharian penuh, Xiao Shuxiang terus belajar menempa pedang. Dirinya baru istirahat saat malam tiba. Itu pun.. Xiao Shuxiang akan kembali menempa pedang lagi.
Para murid junior Sekte Kupu-Kupu terlihat memegang perut mereka sambil muntah.
Pada awalnya mereka senang karena cara melatih Jing Mi dan teman-temannya seperti bermain bersama.
Namun semuanya berubah saat Yi Wen mengambil alih seluruh kelompok. Dia menyuruh mereka untuk berlari mendaki gunung.
Semakin tinggi mendaki, udara semakin tipis hingga dada mereka terasa sakit. Bukan hanya itu, Yi Wen mengganggu beberapa Demonic Beast untuk menyerang mereka.
Pelatihan menjadi mengerikan saat kelima senior tersebut mengajari mereka bertarung dan berburu Demonic Beast.
Mereka akan dihukum jika tidak bisa menghitung tulang rusuk dan lekukan usus Demonic Beast itu.
Pertama kali melakukannya, beberapa murid langsung tidak sadarkan diri. Mereka tidak tahan melihat darah, apalagi jika harus melihat dan menyentuh organ dalam sang Demonic Beast.
Semua murid junior Sekte Kupu-Kupu belum pernah melakukan Teknik Penguatan Mental. Ekspresi tersiksa murid-murid junior mereka membuat Yi Wen menahan tawa.
Jing Mi mengingat pengalamannya. Pada awalnya, dia juga seperti para juniornya ini.
Pelatihan mereka berlangsung selama seminggu. Secara bertahap murid-murid junior Sekte Kupu-Kupu telah terbiasa membunuh dan melihat organ dalam Demonic Beast.
Cara melatih Yi Wen, Jing Mi dan saudara-saudaranya tidak main-main. Mereka melatih seperti melampiaskan perasaan terpendam mereka terhadap pelatihan yang diterima kelimanya dari Xiao Shuxiang.
"PERHATIAN SEMUANYA!" Jing Mi berseru lantang. Di depan seluruh adik seperguruannya dia mengatakan maksud dan tujuan mereka melakukan pelatihan ini.
"Tujuan Utama Kita Adalah Mengalahkan Saudara Xiao! Serang Dia Seperti Kalian Ingin Membunuhnya! Jangan Pernah Ragu-Ragu!!"
!!
Li Qian Xie, Hun Fung dan saudara-saudara mereka begitu terkejut mendengar seruan Jing Mi.
"Bukankah dia masih berusia 14 tahun?"
"Dia terlalu muda, tidak akan bisa menghadapi kami semua.."
"Para Senior ini.. Kenapa mereka menjadi tidak waras..?!"
Yi Wen memperhatikan ada raut kebingungan dan tidak percaya di wajah junior-juniornya. Dengan tatapan mata dan wajah serius, dia berseru.
__ADS_1
"Saudara Xiao yang akan menguji kalian. Apakah kalian semua pantas hidup di tempat ini atau tidak. Jadi dengarkan baik-baik! Saat dia datang... Jangan pernah menahan kekuatan kalian!"
***