
Xiao Shuxiang berada di Alam Nirwana tidak menyadari bahwa di dunianya sekarang telah berlangsung selama seminggu.
Xiao WeiWei terus menjaga putranya dan beberapa kali membersihkan tubuh serta mengganti pakaian Xiao Shuxiang. Dia dibantu oleh Ling Qing Zhu dan Yi Wen.
Sebenarnya, Lan Guan Zhi dan Feng Ying yang diminta untuk merawat tubuh Xiao Shuxiang. Namun Yi Wen protes dengan berkata Lan Guan Zhi belum menikah, dia khawatir Xiao Shuxiang akan di serang tiba-tiba oleh adik dari Patriarch Lan tersebut.
Xiao Lu yang mendengarnya jelas terkejut. Lan Guan Zhi bukan pria yang seperti itu, dia lebih mencurigai Yi Wen yang akan mengambil keuntungan dari adiknya.
Lagipula, memang lebih tepat Lan Guan Zhi yang melakukannya, karena dia adalah pria. Apalagi Xiao Lu sudah menganggap pemuda tampan tersebut bagian dari keluarganya.
Tidak ingin ada kesalahpahaman, akhirnya Xiao WeiWei yang mengambil alih. Dirinyalah yang bertugas membersihkan dan mengganti pakaian putranya.
Selama seminggu penuh itu, Xiao WeiWei, Zhou Yan, Patriarch Lan, Yang Shu, dan Yang Hao selalu menjenguk Xiao Shuxiang secara bergantian.
Dalam waktu seminggu ini, sebuah peti kayu buatan Feng Ying telah selesai. Xiao WeiWei dan Yang Shu kaget saat dirinya membawa peti itu ke tenda.
Mereka langsung menegur Feng Ying dengan berkata bahwa Xiao Shuxiang belum mati, kenapa harus dimasukkan ke dalam peti?
".. Kau ini, cepat bawa benda itu pergi,"
"Tapi, Bibi. Saudara Xiao akan lebih nyaman tidur di sini. Tidak ada orang yang akan mengganggunya,"
Xiao WeiWei tetap tidak setuju, bagaimana jika ada yang mengubur peti tersebut karena menganggap itu peti mayat. Putranya malah akan terkubur hidup-hidup.
Berbeda dengan Xiao WeiWei, Yang Hao dan Yang Shu ternyata menyetujui niatan Feng Ying. Keduanya merasa Xiao Shuxiang akan tidur sangat lama, tidak baik jika menidurkannya di tanah dan hanya beralaskan dedaunan kering.
".. Tubuh Xiao'Er juga sangat dingin. Setidaknya di dalam peti dia akan merasa hangat,"
"Jangan khawatir, ada banyak orang yang menjaganya,"
Yang Hao menepuk pelan pundak istrinya. Perkataannya barusan juga disetujui oleh Patriarch Lan dan Lan Guan Zhi yang kebetulan juga ada bersama mereka.
Meski berita tentang hibernasi Xiao Shuxiang dirahasiakan, tetapi pada akhirnya tetap terungkap.
Awalnya, para kultivator dan manusia biasa yang sebelumnya berada di dalam Gelang Semesta mencari orang yang telah memberi mereka bantuan.
Mereka menemui Lan Guan Zhi dan mengucapkan banyak terima kasih atas semua perawatan yang mereka dapatkan selama berada di dunia yang tidak diketahui itu.
Tetapi Lan Guan Zhi berkata bahwa yang memberikan bantuan sebenarnya adalah Xiao Shuxiang. Pil, tanaman herbal, serta mutiara roh dan dunia asing itu juga merupakan milik dari temannya tersebut.
Mendengar nama 'Xiao Shuxiang' membuat kaget semua orang. Siapa yang tidak kenal dengan nama itu? Semua manusia di Benua Timur termasuk anak kecil mengetahuinya.
Sebelum perang besar ini berlangsung dan kehidupan masyarakat di Tiga Kekaisaran sedikit lebih damai, nama 'Xiao Shuxiang' selalu terdengar dimana-mana.
Dalam sehari saja, sebuah desa menggembar-gemborkan nama tersebut sebanyak tiga puluh kali. Bahkan, ada satu bangunan terkenal di Kekaisaran Matahari Tenggelam yang setiap hari selalu ramai pengunjung.
Di tempat itu mereka selalu diceritakan tentang sejarah hidup Xiao Shuxiang mulai dari kelahiran sampai akhir riwayatnya. Tentu saja, sebagian besar cerita tersebut jauh dari kata benar, namun masyarakat malah mempercayainya.
Andai Xiao Shuxiang tahu ini, dia mungkin akan langsung pergi ke wilayah Kekaisaran Matahari Tengah dan menghancurkan tempat yang telah berani mengatakan hal tidak karuan tentang dirinya.
Mengetahui bahwa orang yang memberi para kultivator dan manusia biasa ini bantuan adalah pemuda bernama Xiao Shuxiang membuat mereka tidak bisa dikatakan senang, tidak juga dikatakan sedih.
Lebih jelasnya, mereka tidak tahu harus merasakan apa saat mendengar nama Sang Penolong mereka. Untuk orang yang mau berpikiran lebih terbuka, tentu nama 'Xiao Shuxiang' tidaklah menjadi mimpi buruk. Justru dengan nama tersebut, mereka kini dapat mengingat 'Xiao Shuxiang' yang seorang penolong daripada Sang Penghancur.
Beberapa kultivator terlihat menyampaikan pandangannya. Dia berkata bahwa masa lalu yang buruk harusnya dilupakan.
Jauh lebih baik menghilangkan pengaruh Xiao Shuxiang Sang Bintang Penghancur dan menggantinya dengan Xiao Shuxiang yang baru, seorang Alkemis muda yang telah menyelamatkan Benua Timur..
Sang Bintang Pelindung.
Masalahnya, tidak mudah untuk melupakan masa lalu. Apalagi masa tersebut merupakan kenangan paling buruk yang telah membekas dalam, mereka butuh bertemu Xiao Shuxiang yang sekarang.
Barangkali dengan melihat wajah Sang Penyelamat, mereka dapat melupakan sedikit kenangan buruk itu.
Namun, saat salah satu perwakilan mereka datang ke tenda Xiao WeiWei, dia dikejutkan dengan sebuah peti mayat yang ternyata diperuntukkan bagi Xiao Shuxiang.
Hal ini langsung menyebar dan membuat kaget semua orang termasuk para Demonic Beast kecuali Lan Xiao. Harimau Bulan itu seperti memiliki indra perasa yang kuat dan seakan terhubung dengan Xiao Shuxiang.
Lan Xiao tahu bahwa orang yang dia anggap induk tersebut dalam keadaan baik, jadi dirinya tidak merasa khawatir.
Saat Yang Hao mulai akan mengangkat tubuh putranya untuk dimasukkan ke dalam peti kayu, sesuatu tiba-tiba terjadi.
!!
Darah seketika memuncrat pada kedua betis Xiao Shuxiang dan bahkan merobek kain tempatnya keluar. Xiao WeiWei dan yang lainnya benar-benar terkejut.
Sayangnya, tidak sampai di sana. Darah kembali memuncrat, kali ini di kedua paha Xiao Shuxiang, kedua lengan, serta pada mata kaki miliknya.
!!
"Xiao'Er?! Apa Yang Terjadi Padanya?! Apa Ini Hal Biasa Saat Dia Hibernasi?!"
__ADS_1
"Tidak Bibi. Tubuh Saudara Xiao hanya seperti tertidur dan tidak sampai mengeluarkan darah semacam ini,"
Feng Ying berkata bahwa kondisi yang sedang dirinya lihat termasuk langka. Sepertinya sesuatu telah terjadi pada tubuh saudaranya.
!!
Baru saja Feng Ying bicara, dia dan yang lainnya kembali dikejutkan dengan asap hitam pekat yang langsung menyembur keluar dari tubuh Xiao Shuxiang bak angin kejut.
Feng Ying dan yang lainnya berusaha untuk tidak sampai terdorong mundur. Mereka menghalangi angin itu dengan lengan yang dijadikan alat penangkis.
!!
Dada Xiao Shuxiang juga memuncratkan darah, pakaian yang baru saja diganti oleh Xiao WeiWei kini mengalami banyak koyakan di beberapa tempat.
Tubuh Xiao Shuxiang mulai berkeringat, raut wajahnya juga berubah, seakan dia sedang mengalami mimpi buruk.
Xiao WeiWei dan Yang Hao memanggil-manggil namanya, mereka menepuk pelan pipi Xiao Shuxiang dan berusaha menyadarkannya.
"Xiao'Er?!"
Xiao WeiWei begitu khawatir, putranya baru saja memuntahkan darah dalam keadaan masih tertidur. Perlahan, darah keluar dari hidung dan telinga Xiao Shuxiang.
!!
Tidak ada yang tahu penyebab dari kondisi Xiao Shuxiang saat ini. Patriarch Lan sendiri tidak menemukan ada organ dalam Xiao Shuxiang yang rusak, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh teman adiknya ini?
Patriarch Lan meminta Feng Ying untuk memanggil Zhou Yan kemari, pemeriksaan tubuh dari Alkemis tersebut jauh lebih baik dari dirinya. Feng Ying mengangguk dan segera bergegas pergi.
Xiao Shuxiang kembali memuntahkan darah, kali ini terlihat ada rantai yang seakan terbuat dari angin tipis muncul dari perutnya, tepat di pusar.
Rantai tersebut menyebar ke seluruh tubuh Xiao Shuxiang dan melilit kedua kaki, tangan, bahkan lehernya.
!!
Patriarch Lan, Lan Guan Zhi, Xiao WeiWei, Yang Shu, dan Yang Hao hanya dapat menyaksikan hal ini tanpa bisa berbuat apa-apa. Mereka menunggu Feng Ying datang bersama Alkemis Zhou Yan.
Butuh waktu sekitar delapan menit sampai Zhou Yan datang. Selama jeda waktu itu, kondisi Xiao Shuxiang sangat mengkhawatirkan.
Zhou Yan meletakkan telapak tangan kanannya tepat di dada Xiao Shuxiang, dia lalu menggunakan Qi untuk memeriksa organ dalam pemuda yang terbaring di depannya.
Detak jantung Xiao Shuxiang kembali normal, aliran darah dan Qi di dalam tubuhnya juga mulai lancar. Hanya saja, Zhou Yan dapat merasakan ada tali-tali tipis berwarna kuning emas yang menyebar dan melilit setiap tulang bahkan masuk ke dalam jantung Xiao Shuxiang.
Pusat tali tipis tersebut berada di kedua Dantian Xiao Shuxiang, namun Zhou Yan hanya bisa merasakan satu dantian saja.
"Patriarch, bagaimana? Apa yang terjadi dengan putraku?"
Zhou Yan mulai menjelaskan apa yang telah dia lihat saat memeriksa tubuh Xiao Shuxiang. Putra Xiao WeiWei dalam keadaan yang baik, seluruh organnya masih berfungsi tanpa cacat sama sekali. Tali tipis yang dia lihat tidak menganggu ataupun merusak organ dalam Xiao Shuxiang.
".. Kita akan segera tahu apa yang terjadi saat dia bangun nanti,"
?!
Xiao WeiWei baru akan bertanya, namun dirinya tersentak saat mendengar suara keluhan Xiao Shuxiang. Putranya ternyata telah bangun.
Xiao Shuxiang belum membuka matanya, tetapi dia sudah mengeluhkan seluruh tubuhnya sakit sambil merutuki banyak hal. Saat membalikkan tubuhnya, Xiao Shuxiang mulai membuka mata, pandangannya langsung menatap dada Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit yang berpakaian putih.
"Tetua Tiga..? Apa yang kau lakukan di sini?"
Xiao Shuxiang perlahan bangun, dia menutup mulutnya ketika menguap. Pandangannya mulai jelas, dia bisa melihat Patriarch Lan, Xiao WeiWei, Yang Shu, Yang Hao, Feng Ying, bahkan Lan Guan Zhi.
Dirinya terlihat keheranan, kenapa orang-orang ini malah berkumpul dan menatapnya dengan aneh? Memang ada apa?
Regenerasi Xiao Shuxiang memang luar biasa, dia hanya merasakan tubuhnya sakit tetapi hanya sebentar. Dirinya mulai mengerti kenapa ditatap seperti itu setelah merasakan hidungnya mengeluarkan darah.
"Xiao'Er?! Apa tubuhmu sakit? Kau ini sebenarnya kenapa?!"
Xiao Shuxiang tersentak saat Xiao WeiWei langsung memeluknya, dia merasa telah membuat seorang wanita cemas.
"Aku hanya tidur sebentar, kenapa harus secemas ini.."
"Tidur sebentar katamu? Kau sudah berbaring tidak sadarkan diri selama seminggu penuh. Jantungmu bahkan berdetak aneh, kupikir kau sudah.."
Xiao Shuxiang tidak menyangka telah tidur selama seminggu, padahal dia merasa hanya tidur beberapa menit saja. Dirinya lalu meminta air, dia ingin minum sekaligus membasuh wajahnya.
Zhou Yan dan lainnya menunggu penjelasan Xiao Shuxiang. Setelah pemuda tersebut selesai dengan kegiatannya membasuh wajah dan minum, mereka mulai menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuh Xiao Shuxiang.
".. Ling Lang Tian mengatakan kau ini mutan. Apa itu benar?"
"Mutan?! Tentu saja bukan. Kenapa aku harus menjadi mutan? Aku ini makhluk hidup dan hanya orang biasa. Hibernasi merupakan cara untuk menekan keinginanku dalam melakukan pembantaian. Bukankah, aku pernah memberitahumu Ibu.."
Xiao WeiWei memang tahu bahwa pemuda di depannya merupakan reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, tetapi tidak dengan Yang Shu, Yang Hao, dan Feng Ying.
__ADS_1
Jelas ketiganya bingung dengan ucapan Xiao Shuxiang. Apa yang mereka dengar seakan-akan Xiao Shuxiang mempunyai penyakit mengerikan yang sangat suka melakukan pembantaian.
Zhou Yan membuat segel pelindung agar orang luar tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bahas.
Dirinya membantu Xiao Shuxiang untuk mengungkap identitas pemuda ini pada Yang Shu, Yang Hao, dan Feng Ying.
Ketiganya terkejut, mereka seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar ini. Reinkarnasi? Itu mustahil terjadi. Tetapi Zhou Yan mengatakannya dengan jelas, dan dia didukung dengan Patriarch Lan, Xiao WeiWei serta Lan Guan Zhi.
Yang Shu mengusap-usap kumis dan janggutnya, memang banyak hal aneh yang terjadi kala cucu kesayangannya lahir dahulu. Seperti kejadian pemberian nama Xiao Shuxiang, sampai tindakan cucunya yang kasar jika namanya disebut 'Xiang'Er'.
".. Tapi aku masih tidak yakin,"
"Terserah Kakek mau percaya ini atau tidak. Tapi aku harus mengatakan hal tersebut sebelum menjelaskan mengenai kondisiku yang sekarang,"
Xiao Shuxiang mengatakan pasti Patriarch Lan serta lainnya telah melihat rantai yang terbuat dari angin tipis dan melilit tubuhnya sekarang. Rantai ini sudah tidak terlihat lagi, namun sebenarnya masih ada.
".. Ini namanya Segel Pengekang Jiwa, seorang Kakek Buta yang memberikannya padaku saat tidur tadi,"
Xiao Shuxiang menjelaskan fungsi dari Segel Pengekang Jiwa. Dirinya tidak mengatakan apapun mengenai Segel Sembilan Gerbang Dunia karena menurutnya, hal itu harus tetap dirahasiakan.
".. Kakek Buta tersebut adalah kenalanku. Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya, apa ini nyata? Aku bertemu orang yang tidak terduga di dalam mimpi dan dirinya memberiku segel ini,"
"Kau benar-benar beruntung. Tempat itu pasti Alam Nirwana, iya kan?"
!!
Xiao Shuxiang terkejut mendengar Zhou Yan menyebut tentang Alam Nirwana. Dirinya segera menanyakan apakah Patriarch Ketiga sudah pernah ke alam itu? Jawaban Zhou Yan tentu saja dia pernah, dan hal tersebut baru terjadi sekitar lima hari yang lalu.
".. Kau membuatku terkesan. Bagaimana bisa dirimu berteman dengan penjaga Alam Nirwana? Kau ini sebenarnya siapa?"
"Tetua Tiga, sudah kubilang aku Xiao Shuxiang. Aku tidak berteman dengan Tua Bangka itu, kami bertemu secara kebetulan. Dia menantangku bertarung dan ternyata kalah dariku. Mana Xiao Shuxiang ini tahu dapat bertemu lagi dengannya di Alam Nirwana.."
Xiao Shuxiang berkata itu bukanlah hal penting. Sekarang Zhou Yan serta yang lainnya tahu dari mana asal rantai di tubuhnya. Dia lalu menarik napas pelan dan mulai mengatakan keinginannya untuk pergi dari Benua Timur.
Semua orang yang mendengar ucapannya terkejut. Xiao Shuxiang berkata bahwa dia memiliki hal yang harus dilakukan di Benua Utara.
".. Ini bukan janji. Hanya saja, seorang Kakek Tua memintaku untuk pergi ke sana jika mau, dan sepertinya aku memang harus melakukannya.."
Xiao Shuxiang mengatakan keinginannya dengan hati-hati. Sebenarnya, jika bukan karena para Elf akan datang mencarinya.. Xiao Shuxiang pasti tetap tinggal di Benua Timur.
Orang-orang yang Xiao Shuxiang kenal tidak boleh sampai tahu tentang dirinya yang memiliki hubungan dengan makhluk dunia lain. Kalaupun ada, mereka sudah mendapatkan izinnya terlebih dahulu.
Tetapi jika tidak mendapat izinnya dan ternyata orang itu tahu, maka Xiao Shuxiang harus membunuhnya, tanpa terkecuali.
Yang Shu lebih banyak diam ketika mendengar Benua Utara disebut, perubahan wajahnya dapat disadari oleh Yang Hao.
Sudah lama Yang Hao diminta untuk pergi ke Benua Utara, namun dia selalu menolak karena merasa tempat tinggalnya di sini. Sekarang, putranya akan pergi ke benua itu.
".. Xiao'Er, kau sudah dewasa dan Ayah tidak ingin mencegahmu, tapi Benua Utara.."
"Aku tahu, itu tempat tinggal Kakek, kan?"
Xiao Shuxiang menatap Yang Shu. Tua Bangka di depannya merupakan Kaisar yang sudah lama dirindukan oleh masyarakat Benua Utara, sekaligus buronan yang diincar keluarga kekaisaran untuk dibunuh.
".. Karena margaku tidak mengikut Ayah dan Kakek, jadi aku akan baik-baik saja. Kalaupun margaku 'Yang', Xiao Shuxiang ini akan membunuh siapapun yang berani menginginkan nyawaku,"
Xiao Shuxiang jadi teringat, dia sudah lama tidak membunuh manusia. Dirinya jadi ingin mencoba mencari gara-gara di Benua Utara sekaligus menguji sekuat apa Segel Pengekang Jiwa terhadap kegilaannya dalam melakukan pembantaian.
".. Sudah diputuskan, aku harus dapat pulang dari Dunia Elf dan pergi ke Benua Utara,"
Senyuman tipis Xiao Shuxiang seperti mengandung arti. Dia telah menemukan tujuan hidupnya yang baru.
"Kapan kau pergi?"
"Hm? Lan Zhi.. Apa kau sedih aku akan meninggalkanmu? Aah~ manisnya,"
!!
Zhou Yan menarik keras telinga Xiao Shuxiang saat pemuda tersebut mulai lagi. Pasti selalu seperti ini, Bocah Nakal di dekatnya pasti akan bertingkah tidak tahu malu kalau melihat Lan Guan Zhi.
"Tetua Tiga, lepaskan. Lan Zhi itu terlalu serius dan sangat cocok untuk dijahili sedikit, kau jangan menganggapnya serius. Lagipula, Lan Zhi tahu aku bercanda. Kau menarik telingaku begini, seakan mengatakan bahwa kau cemburu. Mungkinkah.."
Xiao Shuxiang menatap aneh ke arah Zhou Yan, perkataannya langsung dihentikan Alkemis tersebut dan memberinya peringatan untuk tidak bicara sembarangan.
Xiao Shuxiang mengusap-usap telingannya yang memerah karena dipelintir keras oleh Zhou Yan.
Patriarch Lan mengulang pertanyaan dari adiknya, mereka harus tahu kapan Xiao Shuxiang akan pergi.
"Perkiraanku adalah dua minggu dari sekarang. Aku tidak mungkin meninggalkan Benua Timur yang masih dalam perbaikan. Lagipula ada satu hal penting yang ingin kulakukan.."
Xiao Shuxiang meminta izin untuk pergi, tujuannya adalah menemui Ling Lang Tian. Dia perlu membahas hal penting mengenai dirinya dengan adik dari pemuda berambut putih tersebut.
__ADS_1
***