XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
482 - Kelicikan [Revisi]


__ADS_3

Teriakan nyaring barusan bagai sebuah sambaran di telinga para murid Sekte Pedang Langit, termasuk Sian Ru.


Mereka spontan mengarahkan pandangan ke depan dan melihat wajah ketiga mayat kultivator itu yang nampak sangat murka.


!!


Tentu saja ini mengejutkan. Tidak ada di antara mereka yang menyebut nama 'Xiao Shuxiang' secara lengkap, tetapi ketiga mayat tersebut seakan tahu nama dari pemuda ini. Apalagi, raut wajah yang mereka perlihatkan seperti seseorang yang tengah berhadapan dengan musuh yang amat sangat dibenci.


Sian Ru juga kaget, dia sudah cukup lama bertarung dengan para mayat kultivator ini, tetapi belum pernah melihat raut wajah mereka yang begitu mengandung kebencian. Dirinya pun mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang.


Sian Ru, "Apa.. Mereka mengenalmu?"


"Hm, tentu saja. Manusia mana yang tidak mengenal Xiao Shuxiang? Pemuda tampan yang mempesona di sampingmu ini sangat terkenal di kalangan manusia, Demonic Beast, termasuk mereka yang berada di alam para roh. Aku ini sangat luar biasa,"


"Hah, tidak tahu malu seperti biasa." Sian Ru menyesal bertanya, rasa penasaran yang ada dibenaknya kini menghilang seketika. Pemuda ini terlalu memuji diri sendiri dan jujur saja itu menyebalkan.


"Sebaiknya kau dan para saudaramu membantu yang lain, aku tidak bisa fokus bertarung jika harus melindungi kalian."


!!


Sian Ru baru saja ingin membentak. Dia tidak butuh perlindungan sama sekali, tetapi Xiao Shuxiang sudah lebih dulu melesat dan berakhir bertukar serangan dengan ketiga mayat kultivator itu.


Tidak butuh waktu lama sampai pertarungan tersebut berlangsung sengit. Sian Ru mengerutkan keningnya karena sulit mendengar apa yang dikatakan para mayat itu pada Xiao Shuxiang. Ini dikarenakan terlalu banyak suara di sekelilingnya.


"Awas..!!"


!!


Teriakan salah seorang kultivator membuat Sian Ru kaget, untunglah dia masih sempat melompat menghindar. Dirinya lantas mengayunkan pedang dan menyerang salah satu mayat kultivator yang datang padanya.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang tidak banyak membalas ucapan para mayat kultivator ini. Waktu reuni mereka sudah habis, sekarang hanya perlu mengirim mereka kembali pada kematian.


!!


Tidak seperti sebelumnya, kali ini Xiao Shuxiang bisa membunuh lawan hanya dengan beberapa gerakan. Segel Cincin Api yang pernah diberikan Qian Kun padanya membuat kekuatannya yang tertahan selama ini terbuka.


Yang mengerikannya, setiap kali Xiao Shuxiang menyentuh lawan dan hanya memakai sedikit Qi.. Kekuatan dari lawannya itu langsung masuk ke dalam tubuhnya dan mengisi Dantian utamanya.


Di sisi lain, ini memang sangat membantu dan jujur saja merupakan teknik yang luar biasa hebat. Namun sebenarnya, semakin banyak nyawa lawan yang Xiao Shuxiang ambil--maka semakin sulit baginya untuk mengontrol emosi.


"Aku harus menyelesaikan ini secepatnya. Aku masih harus ke Benua Tengah dan mencari Kucing Putih,"


Xiao Shuxiang lebih mengedepankan membunuh mayat kultivator yang memiliki praktik lebih tinggi. Sisanya dia serahkan pada para murid dari berbagai sekte ini.


"Xiao'Er..!"


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar suara seruan. Di udara, terlihat seseorang yang melesat dan menapak mulus tepat dihadapannya. Dia berkedip kala pundaknya langsung ditepuk dan dipegang erat oleh orang yang rupanya adalah Bocah Pengemis Gila.


"Nak, kau harus mengantarku pulang... Ke Benua Tengah. Sekarang juga..." Bocah Pengemis Gila terengah-engah, dia melesat secepat yang dirinya bisa dan menggunakan Teknik Tenaga Dalam Suhu untuk mengetahui posisi Xiao Shuxiang.


"Kau ini berantakan sekali.."


"Apa itu penting sekarang?! Aku ingin ke Benua Tengah sekarang, cepat bawa aku ke sana."


"Tunggu, bagaimana dengan di sini?! Aku-!!"


!!


Xiao Shuxiang menarik Bocah Pengemis Gila ke dalam pelukannya dan segera melompat. Nyaris saja mereka menjadi daging panggang andai dia tidak gesit menghindari serangan tadi.


Xiao Shuxiang membentak mayat kultivator yang berani menyerangnya saat dia tengah bicara dengan Bocah Pengemis Gila. Dia mengatai mereka liar dan tidak punya etika sama sekali.


"Xiao'Er, kau harus memulangkanku dan ikut aku ke Benua Tengah..!"


"Ini pertama kalinya kau memanggilku begitu.. Baiklah, kita akan pergi. Melihat wajahmu yang cemas juga membuatku mengkhawatirkan kondisi Kucing Putih,"


Xiao Shuxiang memberi serangan sebagai pengalih perhatian dan lalu memegang tangan Bocah Pengemis Gila. Dia lantas mengajak pria itu menemui Lan Guan Zhi, memberikan kertas yang terbuat dari Qi miliknya yang dipadatkan, dan mengatakan bahwa teman baiknya dapat menggunakan kertas tersebut untuk pergi ke Benua Tengah.


Bocah Pengemis Gila sebenarnya tidak menyangka bertemu dengan Lan'Er Gegenya kembali. Dia sangat ingin memeluk dan menyapa pemuda itu serta meluapkan rasa rindunya, tetapi kondisi sekarang tidak memungkinkan dia bertindak demikian.

__ADS_1


Xiao Shuxiang bicara terburu-buru, bahkan sampai tidak menunggu teman baiknya berujar. Koki Alkemis itu pun mengeluarkan Cermin Pemindah dan segera masuk ke dalamnya bersama Bocah Pengemis Gila.


!!


Lan Guan Zhi hanya bisa menatap kepergian kedua pemuda itu. Dia pun kembali memainkan Guqinnya dan sekarang nada yang terdengar ini lebih kasar dari sebelumnya, jangkauannya pun jauh lebih luas.


*


*


Dibandingkan Benua Timur, bantuan sebenarnya jauh lebih dibutuhkan di Benua Tengah. Setidaknya jika di Benua Timur, masih ada kultivator sehebat Immortal Zhou Yan. Dia cerdas dalam memanfaatkan keahlian alkemisnya untuk melawan musuh.


Belum lagi, di sini ada orang sepenting Tianqi Mao dan yang baru bergabung adalah Lan Guan Zhi. Pemuda dari Sekte Pedang Langit itu benar-benar sudah bisa mengendalikan alur pertarungan yang ada di Kota Langit Bintang dalam waktu singkat.


Tidak hanya mereka, bahkan sekarang di kota lain para kultivator yang sebelumnya tidak dapat membantu karena terhalang segel kini mulai berdatangan. Mereka menjadi bala bantuan yang benar-benar mampu diandalkan.


Jauh di tempat lain, keadaan justru berbanding terbalik dengan yang ada di Benua Tengah. Dua Kekaisaran Langit itu berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.


Tidak ada yang bisa memindahkan para warga di benua ini seperti yang dilakukan oleh Tianqi Mao. Mereka harus bisa bertahan hidup dan berusaha menyelamatkan diri sendiri.


Satu-satunya yang kemungkinan dapat melakukan ini, walau jujur dengan teknik yang berbeda adalah Ling Lang Tian. Lainnya merupakan pendekar kuat dari berbagai perguruan yang berbeda-beda.


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila tiba di Sekte Pagoda Langit. Suasana di tempat ini memiliki gelap yang berbeda dan benar saja, langit di atas mereka terutupi oleh awan hitam yang begitu tebal.


"Kacau, banyak sekali aroma darah yang kucium.." Bocah Pengemis Gila menutup hidungnya. Dia ada di halaman luar Sekte Pagoda Langit, namun aroma yang dia cium ini tidak hanya berasal dari para warga yang terluka dan di tampung di sini, tetapi juga berasal dari banyak tempat.


".. Kenapa kau hanya diam dan menyilangkan tangan? Kau lihat mereka terluka, kan? Ayo bantu." Bocah Pengemia Gila menyenggol Xiao Shuxiang yang sejak tadi hanya berdiri di sampingnya.


"Haah.. Mau kubantu bagaimana? Dunia tanaman herbalku menghilang semua, satu pil pun aku tidak punya."


!?


Bocah Pengemis Gila tersentak saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan. Dia melihat pemuda ini kembali mengembuskan napas untuk yang kesekian kalinya.


"Bukankah kau Alkemis? Bahkan tanpa pil harusnya kau bisa mengobati, kan?"


Xiao Shuxiang tahu dia mempunyai Qi yang istimewa dan kelebihannya ini juga menjadi salah satu penyebab dia dianggap monster di masa lalu.


Bocah Pengemis Gila sendiri mengerti benar Xiao Shuxiang bukan orang biasa, tetapi maksud ucapannya adalah pemuda ini dapat memeriksa yang terluka walau tanpa memakai Qi.


Masalahnya, teman baik Lan'Er Gege-nya ini tetap tidak mau karena merasa dia datang kemari bukan untuk tertahan di sini dan mengobati orang. Xiao Shuxiang harus mencari Kucing Putihnya.


Bocah Pengemis Gila juga baru ingat, dia pun harus bergegas sekarang. "Akan kubantu kau melacak keberadaan Ling Qing Zhu, dia mungkin tidak dalam kondisi yang baik-baik saja."


!!


Xiao Shuxiang tentu tidak keberatan, lagipula penciuman Bocah Pengemis Gila lebih tajam dan area jangkauannya pun luas. Pemuda dengan tongkat bambu ini dapat membedakan berbagai macam bau setipis apa pun itu.


Bocah Pengemis Gila menutup matanya dan fokus pada Tenaga Dalam Suhu. Jika dia sedang mengerahkan seluruh tenaga pada satu keahlian, maka jangkauan penciumannya dapat mencapai 90 % wilayah Kekaisaran Langit Tengah.


"Kutemukan."


!!


Xiao Shuxiang terkejut. Dia terpukau karena waktu yang dibutuhkan Bocah Pengemis Gila tidak terlalu lama. "Di mana lokasi pasti keberadaan Kucing Putihku?"


"Partai Pedang Tengkorak. Tempat itu cukup jauh jika dari sini dan lokasinya berada dalam hutan terlarang. Sulit untuk memasuki hutan itu dengan kepala yang utuh, terlebih lagi semakin sulit jika ingin keluar."


Bocah Pengemis Gila menjelaskan secara singkat bahwa Partai Pedang Tengkorak selain berada di wilayah Aliran Hitam juga tempat tersebut berdekatan dengan sebuah jurang yang terkenal di benua ini. Siapa pun yang terjatuh ke dalamnya, bahkan rohnya sendiri tidak akan mengalami reinkarnasi.


Dia juga mengatakan arah yang harus Xiao Shuxiang tuju dan memperingatkan agar pemuda ini untuk selalu berhati-hati, jangan gegabah, apalagi sampai kehilangan kendali. Bocah Pengemis Gila tidak ingin jika tempat tinggalnya malah semakin kacau.


Xiao Shuxiang sendiri tidak membalas ucapan Bocah Pengemis Gila. Dia segera melesat setelah mengetahui tempat mana yang harus dirinya tuju.


Beberapa murid sebenarnya ada yang melihat Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila, tetapi mereka memiliki keadaan yang serius hingga tidak dapat menyapa untuk sekarang. Apalagi, kedua pemuda barusan juga nampak memperlihatkan raut wajah yang seperti tidak ingin diganggu.


*


*

__ADS_1


Di Partai Pedang Tengkorak, Ling Qing Zhu akhirnya bisa bergerak, tetapi pandangannya agak memburam dan dia juga merasa aneh.


Benda yang sebelumnya mungkin sengaja ditinggalkan Gong Zitao dan menguar tersebut memiliki bau yang agak manis. Dia berusaha menahan napas untuk tidak menciumnya, tetapi pada akhirnya memang tidak dapat menahan napas terlalu lama.


"......"


Ling Qing Zhu berjalan hati-hati dan mencari jalan keluar yang dapat membebaskannya dari ruangan ini. Hanya saja, selain pintu utama--tidak ada apa pun termasuk jendela di sini.


"......."


Dia juga tidak bisa membuka pintu tersebut dengan tenaganya sendiri. Aliran darahnya tidak lancar dan semakin banyak bergerak, justru tubuhnya akan makin melemah. Walau demikian, dirinya masih berusaha untuk memperoleh ketenangannya.


?!


Ling Qing Zhu tersentak, dia segera menjambil jarak dari pintu saat mendengar benda itu mulai dibuka. Lewat buramnya penglihatan, dia masih tahu orang yang berjalan masuk tersebut adalah Gong Zitao.


"Tidak ada perubahan sama sekali.. Kupikir aku akan melihat kau meringkuk dan memohon padaku,"


"......."


Suara pemuda itu jernih, namun entah kenapa terasa menyakitkan di telinga Ling Qing Zhu. Dia menghormati pemuda di hadapannya karena melihat bahwa mereka masih saudara seperguruan, tetapi Gong Zitao sepertinya sudah tidak dapat ditolong lagi.


"Tingkah lakumu buruk. Bahkan dengan cara seperti ini, kau tidak akan mencuri perhatianku."


"Aku tidak membutuhkan itu. Kau sudah melihatku sebagai penjahat, sekarang akulah penjahatnya."


Ling Qing Zhu meski penglihatannya buram, tetapi dia menerka Gong Zitao sedang memberinya pandangan aneh. Dia berusaha bersiap untuk sesuatu yang bisa saja terjadi.


"Shuxiang akan datang, Gong Zitao. Wali Pelindungku tidak akan melepaskanmu," Ling Qing Zhu sebenarnya tidak yakin Xiao Shuxiang akan datang, dia hanya spontan mengatakannya.


"Hmph, pemuda itu tidak akan terbebas dengan mudah. Dan kalau pun dia datang kemari, maka akan jauh lebih baik. Aku memang menunggu kedatangannya.." Gong Zitao tetap berjalan maju dan nada suaranya benar-benar dingin, dia menakutkan dengan tatapan mata yang seperti itu.


!!


Ling Qing Zhu tidak bergeming dari tempatnya berdiri, bahkan saat Gong Zitao sudah sejarak dua langkah dengannya. Baginya, jika dia mengambil langkah mundur, pemuda ini akan semakin menyudutkannya dan dirinya bisa jadi terlihat sebagai gadis yang penakut.


"Nona Ling, kau tahu kenapa aku belum menyentuhmu sampai sekarang?" Gong Zitao mencondongkan wajahnya ke depan, dia tersenyum tipis sebelum melanjutkan ucapannya. "... Itu karena aku menunggu Wali Pelindungmu datang. Akan jauh lebih menyenangkan jika dia melihat dengan mata kepalanya sendiri... Bagaimana istri cantiknya ini dimiliki orang lain... Tepat dihadapannya."


"......"


Tangan Ling Qing Zhu mengepal, namun tatapan mata dan ekspresi wajahnya tidak berubah. Hanya saja ketenangan yang nampak ini berbanding terbalik dengan apa yang tersembunyi di dalam hatinya.


"Lakukan apa yang kau bisa. Tapi jangan harap kau akan tetap hidup."


Sebenarnya Ling Qing Zhu takut, nada suaranya yang dingin dan datar itu hanya untuk menutupi betapa rapuhnya dia sekarang ini.


Dia sebenarnya tidak memiliki harapan Wali Pelindungnya akan datang. Kalau pun benar terjadi, pemuda itu pasti akan sulit sampai ke tempatnya. Dan baginya, dia tidak bisa mengandalkan orang lain.


Tidak ada yang dapat diandalkan selain diri sendiri, Ling Qing Zhu harus mencari cara untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Membuatnya terlepas dari Gong Zitao, saudara seperguruan yang tidak akan bisa dimaafkan ini.


!?


Gong Zitao menyadari ada perubahan pada gadis dihadapannya. Dia salut sebab meski di situasi yang terdesak, gadis berambut putih ini tetap ngotot untuk menjaga wibawanya.


"Kenapa kau tidak berlutut saja dan memohon padaku? Mungkin dengan kau melakukan itu, aku bisa sedikit bermurah hati. Hm, bagaimana?"


"......"


"Kenapa diam, Nona Ling? Sudah tidak bisa mengontrol suaramu atau.. Tenggorokanmu mulai kering? Kau mau minum?"


!!


Ling Qing Zhu menatap tajam Gong Zitao. Dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah pemuda ini dan jantungnya juga mulai berdebar tidak karuan. Dia mengepalkan erat kedua tangannya hingga terlihat darah menetes pada sela-sela jarinya.


"......."


Dia tidak bisa mengatakan apa-apa, dia sulit mengucapkan sepatah kata pun. Sesuatu yang licik, tidak bermoral, dan menjijikkan berani dipergunakan orang ini untuk membuatnya tampak terhina. Gong Zitao sudah melampaui batas kemanusiaan.


***

__ADS_1


__ADS_2