
"Shuxiang..!" Bocah Pengemis Gila cemas, dia berusaha menahan tubuh Xiao Shuxiang agar tidak sampai terjatuh, dan tentu tidak lupa mengomel.
"Apa kau bodoh? Kenapa tiba-tiba melindungiku? Dan sejak kapan kau sebaik ini, hah?! Sekarang lihat apa yang terjadi padamu, dasar!"
"Aku juga tidak tahu. Tubuhku bergerak sendiri.." Xiao Shuxiang menggunakan tangan kirinya untuk menekan benda yang menusuk bagian belakang dari bahu kanannya.
Dia pernah merasakan rasa sakit semacam ini sebelumnya. Itu adalah sakit yang sama saat Dantiannya ditarik keluar dari tubuhnya. Sakit yang sungguh tidak tertahankan.
!!
"Shuxiang..!!" Bocah Pengemis Gila tidak tahu harus melakukan apa. Dia bukan tabib dan erangan kesakitan yang terdengar membuat dirinya makin gelisah.
"Nak, kau jangan menakut-nakutiku.." Bocah Pengemis Gila melihat kesekitaran dan tidak menemukan satu makhluk hidup pun.
Semua Demonic Beast yang dia lawan beberapa waktu lalu, sudah menjadi abu dan menghilang, "Bagaimana ini.. Astaga..! Aku sangat takut.. Shuxiang, kau jangan mati. Katakan di mana Lan'Er Gege berada, aku akan membawamu ke sana."
Xiao Shuxiang berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan teman-temannya dari dalam Gelang Semesta.
Saat berhasil, dia merasakan seluruh tulangnya seperti diselimuti es yang amat dingin dan menusuk. Lehernya mulai memunculkan urat-urat halus kehitaman yang jelas mengejutkan bagi siapa pun yang melihatnya.
!!
"Tuan Muda Xiao..!" Hu Li berseru kala melihat tuannya dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, Xiao Qing Yan, Ling Ya Bing, termasuk Lan Xiao, dan O Zhan juga nampak terkejut. Kondisi mereka lebih baik dari sebelumnya karena mendapat pengobatan dari dalam Gelang Semesta.
"Bocah Pengemis Gila, apa yang terjadi padanya?!" Xiao Qing Yan tidak pernah melihat Xiao Shuxiang yang seperti ini, apalagi wajah pemuda di depannya begitu sangat pucat dengan urat-urat halus kehitaman pada leher dan wajahnya.
"Dia melindungiku.." Bocah Pengemis Gila hampir menangis, dia meminta bantuan pada Lan'Er Gege-nya.
!
Bahkan tanpa diminta, Lan Guan Zhi tetap akan membantu Bocah Pengemis Gila. Apalagi bila ini berhubungan dengan keselamatan nyawa teman baiknya.
Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu berjalan ke belakang Xiao Shuxiang, mereka melihat tangan pemuda ini seperti menekan sesuatu. Saat Lan Guan Zhi memegang tangan temannya dan sedikit mengangkatnya, dia bisa melihat benda yang menancap di tubuh temannya itu.
"Tunggu! Jangan dicabut," Ling Qing Zhu melarang Lan Guan Zhi yang berniat menarik keluar benda aneh di tubuh Xiao Shuxiang.
"Paku Penembus Tulang, tidak dapat dicabut begitu saja." walau wajahnya tenang dan nada suaranya dingin, tetapi Ling Qing Zhu sebenarnya terkejut melihat benda yang menancap di tubuh Wali Pelindungnya.
"Jadi, bagaimana menyelamatkannya?" Lan Guan Zhi bisa merasakan dinginnya tangan Xiao Shuxiang. Teman baiknya memegang tangannya dengan sangat kuat.
Bocah Pengemis Gila sebenarnya ingin menjerit. Lan'Er Gege-nya dan Ling Qing Zhu masih tetap bisa berwajah papan datar di kondisi mengkhawatirkan seperti ini, padahal Xiao Shuxiang hampir sekarat.
Ling Qing Zhu mengalirkan Qi pada tangannya dan lalu menggunakan telapak tangannya untuk mendorong Paku Penembus Tulang hingga menancap sempurna di tubuh Xiao Shuxiang.
!!
Tindakannya membuat Wali Pelindungnya memuntahkan darah lebih banyak lagi dan dirinya sendiri membuat teman-temannya terkejut.
"Nona Ling..! Apa Yang Anda Lakukan?!" Hu Li tidak habis pikir dengan tindakan Ling Qing Zhu. Dia jadi merasa gadis ini seperti menaruh dendam pada Tuan Muda Xiao-nya.
"Hanya ini yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakitnya. Kita harus kembali dan menemukan cara mengobatinya," Ling Qing Zhu tahu sedikit tentang Paku Penembus Tulang, tetapi bukan saat yang tepat untuk memberikan penjelasan. Wali Pelindungnya harus segera dibawa kembali ke Sekte Pagoda Langit.
Sakit dan juga dingin menusuk yang dirasakan Xiao Shuxiang pada tubuhnya lumayan berkurang kala Ling Qing Zhu mendorong senjata yang menusuknya itu lebih dalam, walau raut wajahnya masih nampak buruk.
Xiao Shuxiang dengan tangan yang sedikit gemetar berusaha untuk mengeluarkan Cermin Pemindah agar bisa sampai ke Sekte Pagoda Langit dengan cepat. Dia kembali memuntahkan darah segar.
"Cepat.. Cepat masuk sekarang juga.." Xiao Shuxiang menahan agar cerminnya tidak memudar. Penglihatannya mulai buram dan dirinya hampir tidak kuat lagi.
Nyawn!
__ADS_1
Lan Xiao khawatir, tetapi dia tetap menuruti perintah induknya. Dia lalu masuk ke dalam cermin bersama O Zhan yang berada di kepalanya. Xiao Qing Yan dan Ling Ya Bing menyusul mereka dari belakang.
Ling Qing Zhu dan Hu Li juga ikut, sementara Xiao Shuxiang dibantu oleh Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi. Koki Alkemis itu berulang kali mendapat gerutuan dari pemuda yang sudah dia selamatkan.
"Kau ini lembek sekali..! Masa terkena satu serangan begitu saja kau jadi setidak-berdaya ini?! Mana gelarmu yang hebat itu..!"
Telinga Xiao Shuxiang menjadi panas mendengar Bocah Pengemis Gila. Dia sangat ingin mencekik leher pemuda ini dan mengeluarkan setiap tulangnya. Bukannya berterima kasih, pemuda gila ini dengan kurang ajarnya malah merutuki dirinya.
Cermin Pemindah Xiao Shuxiang sedikit demi sedikit mulai memudar. Lan Guan Zhi meminta Bocah Pengemis Gila untuk masuk lebih dulu, dia sendiri segera mengangkat dan lalu menggendong teman baiknya.
!!
Xiao Shuxiang spontan menjerit saat lengan Lan Guan Zhi tanpa sengaja menyentuh luka di bagian belakang bahu kanannya. Dia spontan menampar dada teman baiknya, walau tamparannya sama sekali tidak sakit.
"Lan Zhi, turunkan aku. Ini memalukan.." Xiao Shuxiang kembali memuntahkan darah, untuk pertama kalinya dia digendong dengan posisi yang tidak sewajarnya.
"Tenanglah, kau sama sekali tidak memalukan."
"Kau membuatku semakin sakit,"
"Mn, aku berjanji akan menyembuhkanmu."
Lan Guan Zhi tepat waktu memasuki Cermin Pemindah sebelum benda itu benar-benar menghilang. Dia tiba di halaman terdalam Sekte Pagoda Langit sambil tetap menggendong teman baiknya.
Xiao Shuxiang memang merasakan sakit di tubuhnya, tetapi dia masih dapat berpikir normal. Digendong dari depan seperti ini merupakan hal paling memalukan serta menginjak-nginjak harga dirinya. Dia tidak bisa menghadapi orang-orang dalam keadaan seperti ini.
"Lan Zhi.. Kita sudah sampai. Cepat.. Turunkan aku," selain sakit pada setiap tulang di tubuhnya, dia juga merasakan perutnya seperti diaduk. Xiao Shuxiang sangat tidak nyaman.
Lan Guan Zhi tidak mendengarkan. Dia tetap menggendong Xiao Shuxiang hingga teman baiknya itu nyaris mati lantaran menahan malu.
Perlakukan ini sama sekali bukan untuk mempermalukan teman baiknya, apalagi menginjak harga diri Xiao Shuxiang.
Suasana di Sekte Pagoda Langit masih berantakan, dan berada dalam proses perbaikan. Xiao Shuxiang memutuskan berpegangan erat pada teman baiknya sambil menyembunyikan wajah pucat serta telinganya yang memerah karena malu.
Hu Li bisa mengerti bagaimana perasaan Tuan Muda Xiao-nya saat ini. Untuk seorang pemuda dengan harga diri tinggi, digendong seperti layaknya perempuan adalah hal paling memalukan serta menggelikan yang pernah ada.
".. Tuan Muda Xiao memang suka bertindak sembrono. Menggoda Tuan Muda Lan dan kadang bersikap tidak tahu malu. Namun diperlakukan seperti itu bagai menceburkan nama besarnya yang sudah kotor ke dalam lumpur hingga membuatnya semakin kotor."
Hu Li merasa tidak enak. Bila ada orang yang salah mengartikan tindakan Lan Guan Zhi, maka riwayat Tuan Muda Xiao-nya akan berakhir.
Bocah Pengemis Gila untuk pertama kalinya tidak melakukan komentar apa-apa. Dia mencemaskan keselamatan Xiao Shuxiang tanpa tahu bahwa pemuda itu lebih mencemaskan harga dirinya.
Lan Guan Zhi membawa teman baiknya ke salah satu kamar yang pintunya dibuka oleh Ling Qing Zhu. Xiao Shuxiang dibaringkan dengan hati-hati walau masih terdengar suara rintihannya.
Ling Qing Zhu meminta agar Hu Li dan yang lainnya tetap menjaga Xiao Shuxiang di ruangan ini, dia mengatakan akan segera kembali.
Lan Guan Zhi mengikuti Ling Qing Zhu, dia meninggalkan teman-temannya termasuk Xiao Shuxiang setelah meminta Lan Xiao untuk membantu mengurangi rasa sakit yang diderita teman baiknya itu.
Bocah Pengemis Gila memeluk Yīng xióng dengan erat, dia sepertinya telah lupa dengan tongkat bambunya yang entah Xiao Shuxiang buang ke mana.
"Wuxian.. Jika kau seperti ini, bagaimana nasib pedangmu nanti? Kau tidak boleh mati demi apa pun, tetaplah bernapas. Lan'Er Gege akan sangat sedih bila kau tiada.."
Rasa-rasanya Bocah Pengemis Gila memang meminta dipukul. Dia kemungkinan sengaja memanggil Xiao Shuxiang dengan nama yang salah dan buruknya, Koki Alkemis itu berada dalam kondisi yang tidak dapat melakukan pukulan.
Nyawn..
Pii..
Lan Xiao menggunakan energi kehidupannya untuk membantu meringankan rasa sakit yang dialami induknya. Dia juga terlihat sangat cemas.
Hu Li, Ling Ya Bing, dan Xiao Qing Yan ikut merasakan bagaimana menderitanya Xiao Shuxiang saat ini, padahal bukan mereka yang terluka.
__ADS_1
Ling Ya Bing menangis, dia melihat terdapat urat halus kehitaman yang menjalar di leher dan wajah Paman Xiang-nya, dirinya berharap agar bibinya dapat menemukan cara mengobati pamannya.
"Paman Xiang, kau harus bertahan.. Kau harus bertahan, Paman.."
*
*
Di tempat lain, Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi menemui Grand Elder Sekte Pagoda Langit. Suasana masih dalam kegelapan malam, namun beruntung karena Ling Chu Zhen tetap terjaga.
Ling Qing Zhu tahu tentang Paku Penembus Tulang, tetapi hanya sebatas wujudnya dan bahwa senjata itu merupakan pusaka terlarang serta jarang ditemukan.
Dari Ling Chu Zhen-lah informasi mengenai Paku Penembus Tulang dapat diketahui lebih banyak lagi. Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi mendengarkan pria berambut putih itu dengan seksama.
"Paku Penembus Tulang merupakan senjata yang terbuat dari roh ratusan pendekar. Sulit menempa senjata itu sebab bahan pembuatnya terbilang tidak masuk akal, dan yang kutahu--Paku Penembus Tulang jarang ada di dunia ini."
Ling Chu Zhen mengusap-usap dagunya dan kemudian meminta Lan Guan Zhi serta Ling Qing Zhu agar ikut dengannya. Dia membawa kedua orang itu ke ruangan bawah tanah yang jalan masuknya ada di balik sekat kayu di dalam kamarnya.
"…"
"…"
Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi mengikuti Grand Elder Sekte Pagoda Langit tanpa bicara. Keduanya memang memberi tahu tentang keadaan Xiao Shuxiang serta senjata yang tertancap di tubuhnya.
Ling Chu Zhen sebenarnya terkejut dengan informasi itu. Dia baru melihat anaknya dan bersyukur karena mendengar dari Ling Qing Zhu bahwa Ling Ya Bing selamat, tetapi dia tidak bisa menjenguk cucunya sekarang karena harus mencari cara untuk menyelamatkan calon suami dari putrinya terlebih dahulu.
".. Aku hanya memiliki satu buku tentang pusaka tersebut. Ia ditulis oleh seorang pengembara yang mengisahkan dirinya sebagai penghuni Alam Dewa. Tidak tahu di mana buku itu sekarang, tapi kurasa aku menyimpannya di sekitar sini.."
Ling Chu Zhen menggunakan salah satu perubahan jenis Qi untuk menyalakan penerang di ruangan ini. Kebersihan tempat tersebut sangat terjaga, apalagi tidak ada debu di bagian atas buku-bukunya.
Ruangan rahasia ini merupakan perpustakaan pribadi Ling Chu Zhen. Aroma wangi dari bara api yang terbakar membuat tempat ini terasa menenangkan dan hangat.
Terdapat enam lemari penuh buku di tempat ini dan sebuah meja serta kursi khusus. Ling Chu Zhen mencari di rak yang dia yakini menyimpang buku itu dan tidak butuh waktu lama sampai dia menemukannya.
"Paku Penembus Tulang memiliki bentuk yang berbeda-beda, dan aku tidak bisa menjelaskannya bila tidak melihat seperti apa wujud paku yang menancap di tubuhnya. Tapi yang kutahu, kita harus segera mengeluarkannya.."
Lan Guan Zhi merasa cemas di balik wajahnya yang datar tersebut, "Memang apa yang akan terjadi bila senjata itu tidak dikeluarkan dari tubuh Shuxiang?"
Ling Chu Zhen, "Yang jelas tidak diakhiri kebaikan."
Dalam buku yang dipegang Grand Elder Sekte Pagoda Langit, terdapat enam gambar Paku Penembus Tulang yang bentuknya berbeda-beda, dan salah satunya mirip dengan yang menancap di tubuh Xiao Shuxiang.
Pusaka itu rupanya mempunyai efek memindahkan kekuatan dari ratusan roh ke dalam tubuh korbannya hingga tubuh tersebut tidak sanggup menahan kekuatan itu dan akhirnya meledak.
Namun, saat tubuh seseorang dapat menerimanya, dia akan menjadi tidak terkendali dan hatinya mulai digerogoti oleh nafsu membunuh yang mengerikan sampai tidak mampu mengenali diri sendiri.
".. Ini sangat buruk. Tidak ada penjelasan tentang cara mengeluarkan Paku Penembus Tulang. Catatannya hanya sampai di sini," Ling Chu Zhen cemas karena buku yang membahas mengenai pusaka itu cuma satu dan rupanya tidak lengkap.
Lan Guan Zhi meminta izin untuk membaca buku tersebut dan langsung diberikan oleh Ling Chu Zhen. Grand Elder Sekte Pagoda Langit lalu berkata akan membahas masalah ini pada yang lain dan berusaha mencari jalan keluarnya.
Ling Qing Zhu ikut bersama Ling Chu Zhen, keduanya meninggalkan Lan Guan Zhi sendirian di ruangan ini.
Pemuda dengan pita dahi itu fokus mempelajari buku di depannya tanpa tahu bahwa keterangan yang nampak pada buku tersebut telah ternodai dengan campur tangan seseorang.
Makhluk itu merupakan orang yang sama dengan pelaku yang menyerang Bocah Pengemis Gila dari belakang, namun malah dilindungi oleh Xiao Shuxiang.
Sejak awal sebenarnya, Paku Penembus Tulang memang ditujukan pada Sang Bintang Penghancur. Jiwa makhluk bersayap seperti Soleil hanya sebagian kecil dari pelengkap kekuatan yang tersimpan pada pusaka itu.
Kebenarannya adalah, walau Xiao Shuxiang tahu apa yang diinginkan para makhluk dari Dunia The Fallen Angel dan menolak untuk melakukannya--nyatanya dia secara tidak sadar dituntun agar mengikuti alur dari permainan makhluk tersebut.
***
__ADS_1