XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
480 - Keburukan II [Revisi]


__ADS_3

Lan Guan Zhi menopang tubuh Xiao Shuxiang, dia memeluk erat teman baiknya seolah sedang berpegangan pada hidupnya. Perasaannya seperti digempur kuat saat melihat kondisi teman baiknya yang benar-benar bermandikan darah.


Tangan Lan Guan Zhi menyentuh punggung Xiao Shuxiang. Selain telapak tangannya basah karena darah, dia juga merasakan kulit punggung yang tidak rata.


Banyak bekas cambukan yang merambat di bagian punggung dan dada milik teman baiknya. Luka-luka ini mengerikan dan benar-benar telah menghancurkan tubuh sempurna seorang lelaki.


Sulit mengetahui bagaimana perasaan Lan Guan Zhi terhadap kondisi Xiao Shuxiang hanya dengan melihat ekspresi wajahnya saja, namun bila diperhatikan dari sorot matanya----pemuda berpakaian putih itu nampak begitu cemas.


Lan Guan Zhi sebenarnya tahu Xiao Shuxiang adalah pemuda yang kuat dan mempunyai regenerasi tubuh yang hebat. Tetapi bukan berarti teman baiknya harus mengalami siksaan semacam ini? Apalagi luka cambuk yang dia sentuh sekarang begitu dalam hingga menggores tulang. Ini sudah termasuk siksaan yang tidak manusiawi.


"Shuxiang?"


Suara yang rendah dari Lan Guan Zhi berdenting di telinga Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu hanya menggumam pelan sebagai respon bahwa dia tidak sepenuhnya tertidur, dia hanya memejamkan mata sejenak.


"Tetaplah seperti ini, Lan Zhi.. Aku butuh waktu untuk memulihkan diri.." Xiao Shuxiang berujar lemah, dia belum bisa menggerakkan kakinya dan memang butuh penopang sekarang ini. Dalam hati dia bersyukur karena temannya datang di saat yang tepat.


"Aku akan menggendongmu. Kita keluar dari sini,"


"Itu memalukan. Tahan saja sebentar lagi.. Aku sudah bisa merasakan kakiku.."


"Mn.."


Lan Guan Zhi tidak masalah jika harus menjadi penopang tubuh Xiao Shuxiang, termasuk tidak keberatan bila berada dalam keadaan yang terpaksa harus memeluk temannya dengan erat.


Mereka begitu dekat, keduanya dapat merasakan detakan jantung satu sama lain, namun ini bukanlah sesuatu yang kurang pantas dilihat karena baik Lan Guan Zhi maupun Xiao Shuxiang tidak pernah memiliki pemikiran yang aneh semacam itu.


Hanya saja yang patut disayangkan adalah pemikiran orang lain saat melihat mereka dan salah satunya ialah Rou Mei Qi. Wanita itu baru saja bangun dari reruntuhan puing-puing dinding akibat terkena serangan tiba-tiba tadi.


Dia sebelumnya memperlihatkan ekspresi wajah yang penuh amarah karena kesenangannya sudah diganggu. Tetapi kemudian eskpresi wajahnya seketika membeku saat menyaksikan dua orang pemuda yang nampak berpelukan itu.


Rou Mei Qi tidak sanggup berkedip, namun kerutan di dahinya begitu jelas. Bayangan ambigu dan hal negatif bernuansa menyimpang memenuhi pikirannya. Apalagi sekarang pemuda tampan berpakaian serba putih dan berpita dahi itu nampak memberinya tatapan dingin yang menusuk.


!?


Rou Mei Qi tersentak dan seolah tersadar, dia pun berdecak lalu menggelengkan kepala pelan. "Menjijikkan, tidak kusangka harus menyaksikan pemandangan yang merusak mata ini."


Suara Rou Mei Qi terdengar sarkatis, namun sama sekali tidak ditanggapi oleh Lan Guan Zhi. Adik dari Patriarch Lan itu hanya memperlihatkan tatapan mata yang dingin dan seakan memberi peringatan pada wanita berpakaian merah tersebut.


Xiao Shuxiang beda lagi, pendengarannya menangkap suara jernih wanita yang sebelumnya telah memberikan dia pelayanan yang luar biasa. Sorot matanya seketika menajam saat teringat harus membayar setiap hutangnya.


?!


Lan Guan Zhi melonggarkan pelukannya kala merasakan teman baiknya bergerak, dia pun bertanya pada Xiao Shuxiang.


"Bagaimana perasaanmu?"


"Sekarang aku baik-baik saja,"


Xiao Shuxiang melihat pakaian putih bersih Lan Guan Zhi ternodai oleh darah miliknya. Dia pun mengulurkan tangan dan mengusapnya pelan, "Maaf karena aku mengotori pakaianmu, Lan Zhi.."


"Mn, bukan masalah. Kau sungguh baik-baik saja?"


"Mn, sekarang aku bisa melihat wajahmu dengan jelas." Xiao Shuxiang tersenyum tipis, dia begitu tulus saat mengatakan dirinya rindu pada teman baiknya ini.


Lan Guan Zhi baru ingin membalas ucapan Xiao Shuxiang, namun sebuah cambuk tiba-tiba saja mengarah pada mereka. Tangan kanannya yang memegang Shǎndiàn bergerak, tetapi kalah cepat dengan sebuah bayangan yang menahan cambuk tersebut.


?!


Xiao Shuxiang sudah bisa bergerak sekarang meski masih dalam posisi membelakangi Rou Mei Qi. Bayangan yang berbentuk mirip ekor itu tidak lain berasal dari bayangannya sendiri.


Kedua tangan Xiao Shuxiang masih memiliki besi dari rantai yang mengikatnya, namun ini sama sekali bukan masalah. Dia pun berbalik dan langsung melihat Rou Mei Qi.


Separuh wajah Xiao Shuxiang tersinari cahaya kekuningan akibat penerangan minim tempat ini, separuhnya lagi terselubungi bayangan. Dia pun berujar pada Lan Guan Zhi tanpa melirik ke arah teman baiknya.


"Lan Zhi, kau pergilah dan tunggu aku di luar. Ada hutang yang harus kubayar pada wanita cantik ini.."


Ada binar aneh di mata Koki Alkemis itu, senyumnya pun nampak mengerikan. Xiao Shuxiang memang rupawan, namun saat sedang serius----dia akan terselubungi energi dingin dan gelap.


"Kau jangan bertindak terlalu kejam," Lan Guan Zhi berbalik dan hendak berjalan keluar. Dia disusul oleh Api Biru Kecil dengan inti petir ungu.


Senyuman Xiao Shuxiang belum memudar saat mendengar ucapan teman baiknya barusan, dia pun membalas ucapan Lan Guan Zhi dengan berkata, "Aku tidak bisa menjanjikan itu..."


Setelah berujar demikian, Xiao Shuxiang melesat dan pertarungannya dengan Rou Mei Qi langsung pecah.


BAAAM..!!


Lan Guan Zhi sejenak berbalik ke belakang, dia melihat kilatan cahaya merah dan hitam yang saling berbenturan serta kepulan debu tebal yang menghalangi pandangan.


Dia sebenarnya tidak melarang teman baiknya membunuh Rou Mei Qi karena wanita itu pantas mendapatkannya. Dia hanya cemas jika Xiao Shuxiang memberikan kematian yang tidak manusiawi, apalagi dia tahu benar kebiasaan Koki Alkemis itu.


Perjalanan keluarnya dari tempat ini dihiasi dengan suara debaman dan juga getaran pada tanah. Lan Guan Zhi bahkan hampir tertimpa reruntuhan andai tidak gesit mengayunkan Shǎndiàn.


Dia sekarang sama sekali tidak menoleh ke belakang apalagi sampai penasaran dengan apa yang dilakukan teman baiknya, dia pun baru menyarungkan pedangnya saat tiba di luar.

__ADS_1


Di sisi lain, Xiao Shuxiang menahan serangan Rou Mei Qi dengan memakai bayangan tubuhnya. Ini adalah kemampuan barunya, hasil ketika dia diserang dengan Segel Cincin Api.


"Akan bagus jika kau menjadi milikku dan kita tidak perlu bertarung seperti ini.."


Rou Mei Qi menepis debu di pakaiannya. Tatapan matanya terus mengarah pada Xiao Shuxiang sambil berjalan pelan dan seakan mengelilingi pemuda tersebut.


Kulit putih mulus Rou Mei Qi terlihat hingga sampai ke pahanya. Dia memiliki tatapan mata yang tajam, bibir merah menggoda dan senyuman yang sejujurnya cukup memikat.


Xiao Shuxiang masih berwajah serius, tatapan matanya benar-benar berbeda dari yang biasa. "Akan bagus lagi jika kau berhenti bicara dan biarkan aku mengulitimu hidup-hidup,"


"Mm..? Kau pikir aku takut? Kau bahkan bisa memakanku, untuk apa hanya menguliti? Itu pun.. Kalau keadaannya tidak berbalik,"


Rou Mei Qi tersenyum, terlihat sebuah binar di matanya. Detik berikutnya, dia melesatkan cambuk yang sudah menyatu menjadi bagian tubuhnya untuk menyerang Xiao Shuxiang.


!!


Tidak hanya cambuk berbentuk kerangka lipan itu yang menyerang, tetapi juga bayangan dari dirinya sendiri. Rou Mei Qi menggunakan cara yang sama dengan kemampuan Xiao Shuxiang dan tindakannya membuat pemuda itu tersentak.


BAAAM..!!


Xiao Shuxiang menghindar dengan cara melompat ke atas. Keningnya mengerut karena keheranan dengan kemampuan yang dimiliki oleh Rou Mei Qi. Dia pun kembali menyerang walau sejenak perasaannya sedikit aneh.


!!


Rou Mei Qi menangkis serangan yang diarahkan padanya tanpa kesulitan. Dia pun membalas serangan tersebut, persis dengan yang dilakukan Xiao Shuxiang dan termasuk kekuatan dari serangan itu.


Xiao Shuxiang sendiri merasa aneh, seakan ada sesuatu yang memperingati dirinya untuk berhati-hati dengan wanita ini. Semakin sering dia bertukar serangan, maka semakin kuat juga perasaan itu.


Xiao Shuxiang mencakar punggung tangan kanannya hingga berdarah. Sebuah pedang dengan bilah merah terbentuk dari darah tersebut dan tanpa peringatan----dia kembali menyerang Rou Mei Qi. Kali ini setiap serangannya mengacaukan dinding batu yang ada.


!!


Rou Mei Qi menghindar, dia tersenyum dan mengatakan pada Xiao Shuxiang bahwa yang barusan itu adalah teknik unik pertama yang dirinya lihat.


"Kau penuh kejutan, Xiao Shuxiang. Aku jadi semakin menginginkanmu," Rou Mei Qi mulai mencakar punggung tangan kanannya. Tetesan dari darahnya memadat dan menciptakan sebuah pedang yang benar-benar mengejutkan lawannya.


!!


"Sialan. Firasatku ternyata benar, kau seorang peniru." Xiao Shuxiang menunjuk Rou Mei Qi dengan pedangnya. Ini adalah yang pertama, di mana dia berhadapan dengan seseorang yang memiliki kemampuan meniru teknik lawan.


"Apa sekarang kau takut, Xiao Shuxiang?"


"Takut? Justru ini baru menyenangkan. Kuharap kau tidak mati terlalu cepat dan membuatku merasa bersalah karena tidak membayar hutang dengan baik."


!!


!!


Suara keras itu didengar oleh Lan Guan Zhi yang berada di luar. Dia bahkan spontan melompat mundur dan menyerang beberapa bebatuan yang terlempar ke arahnya.


"........."


Entah apa yang dilakukan teman baiknya di dalam sana, tetapi dari situasi yang terlihat--temannya mungkin melakukan pertarungan yang gila.


Lan Guan Zhi menoleh ke arah api kecil yang melayang di dekatnya. Dia berkedip karena api itu justru malah berada di sisinya dan tidak menyusul apalagi membantu Xiao Shuxiang.


BAAAM..!!


!!


Suara keras yang terdengar selanjutnya menggetarkan tanah yang dipijak Lan Guan Zhi. Dia melihat dua berkas cahaya yang melesat ke langit dari tengah bangunan kuno di hadapannya.


Itu menciptakan ledakan dengan bebatuan berukuran berbeda-beda kembali terlempar ke segala arah bersamaan dengan gumpalan debu yang terbawa oleh angin kejut.


!!


Dua cahaya merah itu nampak bertabrakan hingga tercipta suara petir yang menggelegar. Cahaya tersebut kembali melesat ke bawah, dan kali ini menuju ke salah satu lembah.


BLAAAAR..!!


Cahaya yang menyentuh tanah di lembah itu menghasilkan suara yang amat dahsyat. Lan Guan Zhi bisa melihat petir menyambar ke atas dan seakan ingin membuat langit terbelah.


Merasa bahwa kondisi tersebut mulai tidak terkendali membuat Lan Guan Zhi melesat ke arah cahaya itu tanpa disusul oleh Api Kecil Xiao Shuxiang.


Di lembah, wilayahnya sudah amat mengerikan. Bisa dilihat dari tanah ungu kehitaman yang mengandung racun, penuh bebatuan tajam, serta debu yang bahkan mampu menggores kulit.


Di tempat ini, Xiao Shuxiang berdiri dengan napas yang terengah-engah serta menatap tajam ke arah lawannya yang juga mempunyai kondisi serupa.


"Jika ada yang paling kubenci di dunia ini, maka itu dua hal. Orang yang berani memakai namaku dan orang yang berani meniru teknikku. Rasa-rasanya aku ingin menarik ususmu dan mengikatnya ke lehermu."


Saat Xiao Shuxiang berkata demikian, tubuhnya mengeluarkan asap tipis kehitaman dan warna merah pada matanya kini dihiasi dengan warna lain, nampak seperti hijau menyala.


"Kau bisa melakukan itu, aku justru akan senang jika dapat mati di tangan seorang pemuda yang tampan~" Rou Mei Qi tersenyum lebar hingga merobek pipinya.

__ADS_1


Gigi-giginya perlahan berubah menjadi runcing seperti serigala bersamaan dengan kulit tubuhnya yang mulai berwarna merah.


Pupil mata Rou Mei Qi mengecil dengan urat-urat tipis kehitaman. Dia memiliki tatapan mata yang tajam dan senyuman mengerikan. Tidak banyak orang yang suka bermain-main dengan kematian, tetapi nampaknya dia berbeda.


Di sisi lain, asap hitam yang menyeruak keluar di tubuh Xiao Shuxiang berasal dari darah yang ada di tubuhnya. Bagian dada yang sebelumnya dipenuhi darah, kini mulai tertutup kain.


Semuanya serba hitam dan selain warna matanya, Xiao Shuxiang juga mengalami perubahan pada kuku jari tangannya yang meruncing dan berwarna hitam.


Perubahan lain ada pada kepalanya yang mempunyai sepasang tanduk kecil, walau sebenarnya untuk yang satu ini----Xiao Shuxiang tidak menyadarinya.


Rou Mei Qi sendiri tidak merasa itu sesuatu yang salah, dia justru tersenyum lebar dan mengeluarkan suara cekikikan yang mengerikan sebelum akhirnya melesat maju.


Xiao Shuxiang ikut melesat dan mereka kembali bertukar serangan dengan dampak yang benar-benar mampu mengacaukan segalanya. Perubahan kedua orang itu disaksikan langsung oleh Lan Guan Zhi yang tiba di tempat kejadian.


!!


Lan Guan Zhi sebenarnya mengkhawatirkan teman baiknya karena merasa Xiao Shuxiang mungkin saja akan kehilangan kendali. Dia ingin membantu temannya, namun yang dia saksikan tadi adalah sesuatu yang bahkan tidak pernah ada dalam bayangannya.


Rou Mei Qi memang terlihat seperti monster dan penampilannya itu merupakan efek dari sebuah Teknik Terlarang. Tetapi yang tidak terduga adalah perubahan pada Xiao Shuxiang.


Jujur saja, sebenarnya sekuat apa pun seorang kultivator, warna mata mereka tidak akan berubah. Hanya kilatan cahaya yang mungkin dapat terlihat, tetapi tidak ada mata kultivator yang benar-benar bisa berubah warna.


Itu adalah sesuatu yang langka, apalagi jika warna tersebut tidak hanya satu. Belum lagi fakta bahwa kultivator mana pun seharusnya tidak mempunyai perubahan seperti sepasang tanduk di kepala.


Jika ada manusia yang menikah dengan Demonic Beast, maka keturunan mereka mungkin saja memilikinya. Tetapi Lan Guan Zhi tahu benar bahwa ayah dan ibu teman baiknya tidak berasal dari silsilah keluarga yang pernah menikah dengan Demonic Beast.


"..........."


Ekspresi wajah Lan Guan Zhi tidak berubah. Wajah halus itu dan kedalaman tatapan matanya sulit untuk dijelaskan. Hanya saja detik berikutnya, dia berbalik dan memutuskan pergi sebelum disadari oleh kedua sosok yang tengah bertarung sengit itu.


BLAAAAR..!!


Di sisi lain, ini pertama kalinya Rou Mei Qi merasakan pertarungan yang begitu dahsyat di mana dia sendiri tidak yakin akan menang.


Qian Kun sebenarnya sudah memberinya peringatan bahwa dia tidak akan terselamatkan jika sampai Xiao Shuxiang lepas dari rantai yang mengikatnya, dan sepertinya kemungkinan itu akan dia rasakan sebentar lagi.


Xiao Shuxiang sendiri tetap berwajah serius meski Rou Mei Qi menggodanya. Dia fokus karena lawan memiliki teknik menyebalkan yang mampu menirunya. Untuk mengeluarkan satu teknik saja, Xiao Shuxiang bahkan harus berhati-hati.


Koki Alkemis itu tidak menggunakan Teknik Pernapasan apa pun, dia menyerang Rou Mei Qi dengan mengandalkan bayangan serta Pedang Jiwanya sambil mengatur posisi dengan baik.


Tidak seperti Qian Kun, Rou Mei Qi walau mampu berubah wujud menjadi monster----dia tetap saja memiliki aliran darah di tubuhnya. Sementara Xiao Shuxiang adalah kultivator yang mampu mengendalikan darah. Koki Alkemis itu hanya mencari waktu yang tepat untuk mengeluarkan teknik andalannya agar tidak sampai ditiru.


!!


"Ha ha ha, menarilah Xiao Shuxiang..! Menarilah..!" tawa Rou Mei Qi menakutkan dan memekikkan telinga.


Dia menyerang secara liar, seakan sedang membuat Xiao Shuxiang menari dengan keinginannya. Dia tidak memberikan jeda, dan justru serangannya makin kuat saat teknik bayangan yang ditirunya dipadukan dengan pusaka cambuknya.


Xiao Shuxiang menyerang dengan memakai Pedang Jiwanya, benturan senjata itu menghasilkan sambaran petir dan angin kejut. Di saat yang bersamaan, dirinya telah mengetahui titik kelemahan musuh.


"Sudah cukup aku mendengarmu bicara, sekarang mari ke bagian terbaiknya."


Kaki Xiao Shuxiang menyentuh tanah sejenak sebelum kembali melesat. Sentuhan tadi melesatkan Qi berwarna biru yang setipis benang dan menyentuh kaki Rou Mei Qi. Detik itu juga terbentuk garis senyum di wajah Xiao Shuxiang.


!!


Qi mengalir di Pedang Jiwa Koki Alkemis itu bersamaan saat dia mengayunkan pusakanya. Rou Mei Qi yang tidak tahu apa-apa justru menyerang dengan pedang jiwa yang juga dialiri Qi.


Kekuatannya seperti berlipat ganda, dia pikir akan menang karena lawan tidak mempunyai aura sekuat ini. Namun saat serangan keduanya berbenturan di udara, justru kedua serangan itu menyatu dan kemudian mengarah padanya.


!!


Rou Mei Qi terlambat menghindar dan justru terkena serangan itu. Tubuhnya seketika meledak dan menghasilkan suara yang begitu keras bahkan seakan memecahkan gendang telinga.


Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di tanah, sepasang tanduk pada kepalanya tumbuh lebih besar sebelum akhirnya menghilang. Warna matanya pun kembali merah mengilat seperti biasa.


"Mn? Ternyata kau belum mati juga. Baiklah. Hutangku tidak akan terbayar lunas jika kau mati dengan cepat," Xiao Shuxiang melesat saat melihat tubuh Rou Mei Qi terbentuk ulang kembali.


Tangannya mencengkeram leher wanita itu sebelum Rou Mei Qi sempat bergerak. Dia mengangkatnya dan melempar lawannya dengan tanpa rasa kasihan sama sekali.


BAAAAM..!!


Suara saat tubuh Rou Mei Qi menghantam bebatuan tajam terdengar sangat keras. Bahkan batu tersebut hancur karenanya. Xiao Shuxiang tidak menunggu lama dan lagi-lagi melesat.


!!


Kali ini Xiao Shuxiang mematahkan tulang pada cambuk Rou Mei Qi yang berbentuk kerangka lipan itu. Dia menggunakannya untuk memaku tubuh Rou Mei Qi hingga tidak bisa bergerak.


"Saatnya membayar hutangku, dan ini dimulai dari menarik keluar bola matamu.." suara Xiao Shuxiang begitu dingin, ".. Bukankah kau memakai ini untuk meniru teknikku, hm? Jadi aku akan mengambilnya kembali."


Dia sungguh melakukan apa yang dikatakannya tadi, tidak peduli dengan lawan yang merupakan seorang wanita. Kejadian itu benar-benar kurang pantas untuk dilihat.


***

__ADS_1


__ADS_2