XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
59 - Turnamen Kultivator Muda (4) [Revisi]


__ADS_3

Qi Xuan dan Huan Mei saat ini sudah berada di antara para peserta turnamen, beberapa anak terlihat menatap terpukau ke arah Huan Mei.


Wajah gadis ini memang terlihat sangat manis, apalagi warna matanya yang berbeda dari kebanyakan anak. Huan Mei memang memiliki bola mata berwarna merah giok, dan saat di bawah matahari... warna merahnya seperti bunga yang mekar. Beberapa anak bahkan berdecak kagum saat melihat anak perempuan berusia tujuh tahun tersebut.


Huan Mei menarik perhatian penonton karena pakaiannya yang berbeda dari peserta lainnya, apalagi pakaian Huan Mei bisa dikatakan seperti milik keluarga bangsawan.


Huan Mei menyadari tatapan banyak orang kearahnya menjadi sedikit gugup, dia lalu memegang tangan Qi Xuan dan bersembunyi di belakangnya.


"Kau kenapa?" Qi Xuan sedikit tersentak saat Huan Mei memegang tangannya.


Di antara banyak orang yang berdecak kagum melihat Huan Mei, hanya Qi Xuan-lah yang terlihat biasa saja kepadanya. Bahkan Qi Xuan sama sekali tidak terpukau melihat wajah Huan Mei.


Qi Xuan juga baru menyadari bahwa teman barunya ini ternyata memiliki wajah cantik dengan warna mata yang unik. Namun belum sempat dia memandangi Huan Mei dengan teliti, wasit mulai mengumumkan pemenang dari pertandingan yang ternyata adalah Zong Ming.


Zong Ming begitu kelelahan dan baru bisa mengatur napasnya dengan baik saat Rong Rui sudah terbaring pingsan di depannya. Melawan murid dari Sekte Pedang Langit sangat menguras tenaga dan Qi milik Zong Ming.


Rong Rui kemudian diangkat oleh Feing Chu, sementara Zong Ming dibawa oleh salah satu murid Sekte Bunga Lotus untuk beristirahat.


"Pertarungan selanjutnya adalah perwakilan dari Sekte Bunga Lotus, Huan Ran-!!"


"HUAAN RAAAN!!"


"HUAN RAN, KAU CANTIIK!"


"SENIOR RAAN, BERJUANGLAH!"


"RAAN'EER! MENIKAHLAH DENGAN PUTRAKU!!"


Huan Shan begitu terkejut saat mendengar teriakan histeris beberapa penonton dan juga murid-murid Sekte Bunga Lotus. Mereka bersiul keras sambil bertepuk tangan dan memanggil-manggil nama 'Huan Ran'.


Seorang gadis berusia 14 tahun terlihat berjalan dengan anggun menuju arena pertarungan, rambutnya yang panjang melambai-lambai tertiup angin, tepukan dan sorakan penonton seketika berhenti karena begitu terpukau melihat gadis ini.


Memiliki kulit seperti giok putih, tatapan mata yang meneduhkan, wajah cantik dengan semburat kemerahan, serta tahi lalat kecil di sudut bawah mata sebelah kirinya membuat Huan Ran begitu dikagumi oleh semua murid yang ada di Sekte Bunga Lotus, bahkan dia juga dikagumi oleh orang-orang di luar sektenya itu.


"Itu, Itu Kakakku!! Kakak Xuan, Itu Adalah Kakakku!!" Huan Mei begitu girang bahkan sampai melompat-lompat saat melihat Huan Ran mulai berjalan menaiki panggung arena, dia menarik-narik tangan Qi Xuan dan menunjuk-nunjuk kakaknya.


"Iya, Iya...! Aku melihatnya, kau punya kakak yang cantik," Qi Xuan mencoba menenangkan dan meminta Huan Mei untuk berhenti melompat-lompat.


"Itu Kakakku, Kakakku! Kakak Xuan harus mendukung Kakakku!"


"Baiklah, kalau itu maumu...!" Qi Xuan mengusap pelan kepala Huan Mei, dia kemudian mulai fokus melihat Huan Ran yang sudah berdiri di panggung arena.


Yuen Liang berdecak kagum, "Tetua Huan. Kau memiliki cucu yang begitu cantik,"


Huan Fei tersenyum puas mendengaranya, "Cucuku itu tidak hanya cantik, tetapi juga berbakat."


Huan Fei menjelaskan, "Ran'Er memiliki bakat berkultivasi saat berusia dua tahun, dan di usianya yang keempat belas ini... dia telah berada di puncak Mortal Foundation----Forging Qi tingkat 9. Dia memiliki hati yang kuat serta semangat bertarung yang tidak dimiliki oleh banyak anak seusianya. Kepribadiannya yang dewasa dan cara berpikirnya juga sama seperti ayahnya, dia merupakan pewarisku!"

__ADS_1


Huan Fei begitu kagum dan juga bangga dengan cucunya, Huan Ran.


Huan Ran kehilangan ayah dan ibunya saat adiknya Huan Mei berusia dua tahun, sementara dirinya saat itu berusia sembilan tahun. Ini diakibatkan dengan perang melawan Sekte Serigala Iblis, dan sejak saat itu Huan Ran bertekad untuk menjadi kuat agar bisa membalas kematian ayah dan ibunya.


Tak ada seorang pun yang tahu, bahkan Huan Fei juga tidak mengetahui bahwa Huan Ran selama ini telah diselimuti oleh dendam kepada Sekte Serigala Iblis. Huan Ran hanya ramah kepada Huan Fei, Huan Mei, dan seluruh murid Sekte Bunga Lotus.


Namun kepada orang lain, dia akan sangat dingin dan bahkan tidak segan-segan untuk menebas siapa pun yang berani membuatnya marah.


Huan Ran bahkan pernah membunuh anak kecil yang sama sekali tidak tahu apa-apa saat anak itu secara tidak sengaja mengotori pakaiannya, semua saksi yang melihat kekejaman Huan Ran ini berhasil dia singkirkan. Dibalik kecantikan, tatapan mata teduhnya, serta wajah polosnya.. Huan Ran adalah gadis yang berdarah dingin.


"Paman,"


Huan Shan yang menjadi wasit tersentak saat dipanggil oleh Huan Ran, dia sendiri sebenarnya juga sedikit terpesona dengan keponakannya, bahkan sampai lupa menyebutkan nama lawan yang akan bertanding dengan keponakannya ini.


"Ahem! Peserta yang akan menjadi lawan dari Huan Ran, adalah perwakilan dari Sekte Kupu-Kupu, Qi Xuan!"


Huan Mei dan Qi Xuan sama-sama terkejut saat mendengar ucapan dari Huan Shan barusan.


"Itu... Namaku?"


"Kakak Xuan?!" Huan Mei menatap Qi Xuan dengan ekspresi terkejut, mulutnya terlihat terbuka lebar. Dia tidak menduga bahwa kakak perempuannya akan bertarung melawan teman barunya ini.


"Bagaimana ini..?" Qi Xuan merasa tidak enak, dia sudah mendapatkan pedang dari Huan Mei, dan sekarang dirinya malah harus menggunakan pedang pemberian teman barunya tersebut untuk bertarung melawan kakak Huan Mei sendiri.


Xiao Lu berusaha mencari-cari keberadaan Qi Xuan, sebab saudara seperguruannya itu belum terlihat sama sekali.


Huan Shan kembali mengulang panggilannya, dia jadi merasa bahwa murid-murid Sekte Kupu-Kupu di huni oleh anak-anak yang tidak pernah tepat waktu.


"Kakak Xuan, ayo ke sana!" Huan Mei meminta Qi Xuan untuk pergi ke arena pertarungan, "Kakakku tidak suka menunggu. Cepatlah ke sana,"


"Tapi aku akan melawan kakakmu, apa kau tidak khawatir...?"


"Aku hanya terkejut saja tadi, sama sekali tidak khawatir. Kakakku itu gadis yang kuat, aku hanya mengkhawatirkanmu saja! Kakak akan sangat marah jika kau membuatnya menunggu, cepatlah ke sana Kakak Xuan!"


Huan Mei mendorong-dorong Qi Xuan, tetapi Qi Xuan nampak ragu. Dia sebenarnya merasa tidak enak harus melawan kakak dari teman barunya ini, apalagi dia memakai pedang pemberian adik Huan Ran. Dia takut melukai Huan Ran dan malah dibenci oleh Huan Mei.


"Kakak Xuan, kau bilang ingin jadi kuat?! Maka jadilah kuat dan pergi bertarung dengan kakakku! Kakakku itu sangat hebat, jangan menaruh kasihan padanya atau kau akan kehilangan sebelah tanganmu. Ayo cepat Kakak Xuan...! Ukh, Kau ini berat sekali, aku tidak bisa mendorongmu sampai ke sana, nanti dilihat oleh kakakku dan juga Kakek! Bergeraklah Kakak Xuan...!"


Huan Mei terlihat kelelahan dan mencoba untuk mendorong Qi Xuan agar mau bergerak, dia juga menggerutu dan mengatai Qi Xuan memiliki tubuh yang besar dan berat sekali untuk didorong.


Qi Xuan sendiri tidak merasakan dorongan apapun dari anak perempuan berusia tujuh tahun ini, dia hanya gugup karena harus bertarung sekarang. Padahal persiapannya sendiri belum matang untuk bertarung.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja..!" Qi Xuan mencoba bernapas pelan, dia lalu mengatakan kepada Huan Mei agar tidak kemana-mana.


Huan Mei mengatakan dirinya hanya akan berdiri disini sambil menyemangati Qi Xuan dan kakaknya. Dia lalu berkata pada Qi Xuan bahwa dia tidak boleh sampai terluka.


"A-aku pergi dulu..." Qi Xuan mulai berjalan kearah panggung arena, tatapan mata semua orang mulai memandanginya dan itu membuatnya gugup.

__ADS_1


Xiao Lu dan Jing Mi merasa lega saat melihat Qi Xuan, padahal keduanya tadi sempat merasa khawatir karena Qi Xuan tidak ditemukan.


"Ya ampun! Aku lupa mengembalikan pedang Saudara Xuan!!" Jing Mi menepuk jidatnya, dia terlihat panik sekali.


"Kau belum mengembalikannya? Tapi yang ada di pinggang Qi Xuan, bukankah itu pedangnya?!"


"Eh?!" Jing Mi tersentak saat mendengar ucapan Xiao Lu, dia kemudian melihat baik-baik Qi Xuan dan menemukan bahwa ada sebuah pedang yang terselip dipinggang kiri saudara seperguruannya itu.


"Tapi pedang Saudara Xuan ada padaku," Jing Mi memperlihatkan pedang Qi Xuan dipinggangnya kepada Xiao Lu.


Xiao Lu dan Jing Mi malah terlihat bertanya-tanya tentang pedang yang ada pada Qi Xuan sekarang ini.


"Aku gugup sekali..." Qi Xuan menarik pedangnya dan kemudian memegangnya dengan erat.


Anak perempuan di depannya memandangi Qi Xuan dengan tatapan teduh miliknya, namun sebenarnya ada pandangan tidak suka ke arah Qi Xuan. Huan Ran paling tidak suka disuruh menunggu, apalagi yang membuatnya menunggu hanyalah anak lemah dengan praktik yang berada di Forging Qi tingkat 4.


Huan Ran mulai menarik pedangnya, dia hanya ingin pertarungan ini cepat berakhir. Beberapa wali peserta kasihan melihat Qi Xuan, sebab Qi Xuan mendapatkan lawan dengan tingkat praktik yang lebih kuat darinya. Mereka bertanya-tanya dan malah menganggap pertandingan ini tidak adil, hanya saja.. mereka tidak bisa mengeluarkan pendapatnya ini.


Tak ada seorang pun menyadari bahwa nama lawan Huan Ran yang sebenarnya telah diganti dengan nama 'Qi Xuan'. Yang melakukan ini tidak lain adalah salah satu orang dari Sekte Serigala Iblis.


Dia menyamar menjadi wali peserta dan berjalan-jalan di sekitaran peserta turnamen untuk mencari keberadaan targetnya, secara tidak sengaja dia melihat Qi Xuan bersama dengan seorang anak perempuan yang ternyata adalah cucu dari Grand Elder Sekte Bunga Lotus.


Dia memperhatikan Qi Xuan dan Huan Mei dari jauh, termasuk mendengarkan pembicaraan keduanya. Dan karena perbincangan itulah dia tahu nama dari anak laki-laki berusia 14 tahun tersebut.


Segera, dia melakukan rencana untuk bisa mengganti nama lawan di pertandingan selanjutnya dengan nama Qi Xuan, supaya anak laki-laki itu bisa berpisah dari Huan Mei.


Salah satu yang menjadi pemimpin dari kultivator Sekte Serigala Iblis yang menyamar mengetahui dan memberitahu temannya bahwa nama target mereka adalah 'Huan Mei'.


Awalnya di antara mereka ada yang menganggap bahwa Huan Ran-lah yang dijadikan target. Beruntung mereka semua tahu bahwa target mereka adalah anak berusia tujuh tahun.


Kultivator yang menyamar menjadi wali peserta turnamen kini mulai terlihat berdiri di belakang Huan Mei, dia mulai siap menunggu aba-aba dari pemimpinnya.


TRAAANG!!


Huan Ran seketika melesat saat Huan Shan mulai menurunkan tangannya, dia menargetkan bahu Qi Xuan, namun dengan cepat Qi Xuan menangkis serangan tersebut.


Dia begitu kaget mendapat serangan yang tiba-tiba begini, jantungnya benar-benar berdetak cepat. Qi Xuan bahkan lupa bernapas saking kagetnya.


***


-


-


-


Catatan Penulis :

__ADS_1


Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Sekaum Dengan Itu, Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian. (⌒▽⌒)


Ajak Teman-Teman Yang Lain Untuk Ikut Nimbrung dan Ngerumpi Disini! Tetap Semangat Dan Stay Safe Minna! ( ´ ▽ ` )ノ


__ADS_2