
TRAANG!
Xiao Shuxiang begitu fokus dengan pertarungannya melawan Zanjin sampai melupakan bahwa kapal Fan Chuan hampir tidak berbentuk lagi.
Tiga sekoci milik Fan Chuan hanya dapat menampung masing-masing tujuh orang, kondisi ini jelas mengkhawatirkan, apalagi mereka berada di tengah laut.
"Putraku..!"
"Ibu..!"
Salah satu penumpang kapal milik Fan Chuan berteriak histeris melihat anaknya menggapai-gapaikan tangan di air.
Tidak ada yang bisa menolong sebab penumpang yang lain sibuk menyelamatkan diri sendiri, sementara para kultivator sibuk bertarung.
Ketika kedua tangan anak tersebut hampir tak terlihat lagi, seorang pendekar melesat dari arah kapal Zanjin dan menangkapnya.
Perompak bernama 'Pembersih Laut' terdiri dari sepuluh orang, yang tentu di ketuai oleh Zanjin sendiri. Mereka semua kultivator dengan praktik yang berbeda-beda.
Praktik Zanjin merupakan yang tertinggi diantara rekan-rekannya. Mereka sebenarnya tidak pernah membunuh mangsa, baik itu manusia biasa maupun kultivator.
Bila yang mereka lawan adalah kultivator seperti Liu Min Jie, maka mereka hanya akan melumpuhkan atau menghancurkan praktiknya. Paling tidak membuat dantian lawan menjadi retak.
TRAANG!
Hu Li terus menahan serangan para perompak ini. Dia tidak bisa menolong para penumpang yang terjatuh ke dalam laut untuk saat ini, dan sepertinya tidak ada dari kultivator yang dapat menjadi penolong mereka.
TRAANG!
Xiao Shuxiang meski terlihat fokus dengan Zanjin, namun sebenarnya dia juga memikirkan keadaan kapal yang ada di bawahnya.
Dia dapat melihat para manusia yang berada di air dibawa oleh rekan Zanjin ke atas kapal hitam. Alasan mengapa sampai sekarang dirinya menghindari menyerang kapal perompak ini adalah karena Xiao Shuxiang membutuhkannya.
Akibat dari Segel Pengekang Jiwa, dirinya tidak dapat melakukan pembunuhan. Ada sedikit saja niatan membunuh dipikiran dan hati Xiao Shuxiang, maka Segel Pengekang Jiwa akan semakin kuat. Apalagi sekarang, Yīng xióng juga menjadi penghambatnya.
TRAANG!
Zanjin sendiri merasa keheranan dengan pemuda yang dia lawan ini. Belum pernah dia bertemu dengan pemuda yang selalu menggandeng tangan seorang gadis saat bertarung.
"Huh, apa kau tidak bisa bermesraan dengan kekasihmu nanti saja?"
TRAANG!
Xiao Shuxiang menangkis serangan Zanjin, dia mendengus kala mendengar suara pria tersebut yang seakan sedang protes padanya.
"Apa kau cemburu? Ah, benar~ banyak bujangan di dunia para pendekar, kurasa kau salah satunya. Yaah aku bisa mengerti itu. Tapi Nona cantik ini, mau aku memeluk dan menciumnya sambil melawanmu pun tidak ada urusannya denganmu. Kau bukan ayahnya,"
Liu Xi Ling segera meremas kuat tangan Xiao Shuxiang setelah mendengar ucapan kurang ajarnya. Bila mau memprovokasi Zanjin tidak begini caranya.
".. Kau pikir aku ini perempuan apa? 'Milikmu' sepertinya belum pernah mendapat tendangan, apa mau ku-"
"Nona Liu, tidak terima kasih. Aku sekarang sedang merawat dan memperkuatnya. 'kebanggaanku' sama sekali tidak butuh bantuan,"
Xiao Shuxiang dan Liu Xi Ling kembali melesat. Keduanya mendapat omelan dari Zanjin karena berani berbicara hal semacam itu di saat-saat seperti ini.
".. Akan kupastikan memisahkan kalian berdua..!"
TRAANG!
Zanjin mempercepat gerakannya, dia memakai teknik berpedang yang belum pernah dilihat Xiao Shuxiang dan Liu Xi Ling.
Qi tipis berwarna kebiruan keluar dari ujung pedang Zanjin. Qi tersebut meliuk-liuk dan seakan menyerupai tali kecil nan panjang.
Tubuhnya dikelilingi oleh Qi dan semakin lama semakin membesar. Liu Xi Ling tidak tinggal diam, dirinya juga menyelimuti pedangnya dengan Qi.
"Sepertinya kau mulai serius.."
Xiao Shuxiang melirik ke arah para kultivator yang sudah sangat terdesak, sebelum melanjutkan ucapannya. Dia dapat melihat Hu Li mulai kewalahan melawan tiga orang sekaligus.
Tidak ada lagi manusia biasa di kapal Fan Chuan. Mereka semua berada di atas kapal Zanjin dengan keadaan terikat, Fan Chuan dan awak kapalnya pun demikian.
Tiga sekoci yang sebelumnya ditumpangi beberapa manusia juga telah kosong. Dari yang terlihat, kemenangan jelas memihak Zanjin dan rekan-rekannya.
".. Aku tahu kau memiliki praktik yang tinggi. Namun setinggi apapun praktikmu, kau akan kalah bila berani meremehkan lawan..!"
Setelah mengatakan itu, Xiao Shuxiang melesat tanpa Liu Xi Ling bersamanya. Benar, dia melepaskan pegangan tangan gadis berambut ungu kehitaman tersebut dan menyerang Zanjin dengan liar.
TRAANG!
TRAANG!
Zanjin tanpa sadar menggertakkan giginya. Serangan pemuda berpakaian merah ini cepat dan juga tajam. Bahkan lebih cepat dari saat lawannya berpegangan tangan dengan gadis cantik itu.
Liu Xi Ling sebenarnya terkejut karena Xiao Shuxiang melepaskan pegangan tangannya begitu tiba-tiba. Apalagi sekarang, melihat pertarungan pemuda tersebut melawan Zanjin membuatnya tidak bisa membantu.
__ADS_1
"Mereka terlalu cepat. Aku tidak bisa mengikuti pergerakan mereka,"
Ada rasa cemas sekaligus kekaguman yang nampak pada wajah Liu Xi Ling saat dirinya melihat pertarungan Xiao Shuxiang dengan Zanjin.
TRAANG!
Benturan pedang keduanya menghasilkan kilatan cahaya dan suara nyaring senjata. Tidak ada di antara mereka yang hanya fokus bertahan, tetapi juga begitu agresif dalam melawan.
"Hu Li..! Menghindar..!"
!!
Hu Li yang masih sedang bertarung, seketika terkejut kala mendengar seruan dari Tuan Muda Xiao-nya.
Dia meningkatkan tenaganya untuk mendorong tiga lawannya dan segera melompat mundur. Bersamaan dengan itu, sebuah api biru kecil yang membawa tiga butir pil melesat dan langsung menyemburkan asap tipis kala menyentuh lantai kapal.
!!
Zanjin tersentak dengan apa yang baru saja dilakukan Xiao Shuxiang. Dirinya berusaha mencari kesempatan untuk melihat ke arah kapal Fan Chuan. Entah apa yang dilesatkan lawannya barusan.
TRAANG!
Sepertinya tidak ada yang tahu jalan pikiran Xiao Shuxiang. Apa yang baru saja dilesatkan pemuda ini adalah pil pelumpuh yang dibakar oleh api biru kecilnya.
Sejak awal, Xiao Shuxiang sudah mengira kapal yang dia tumpangi akan hancur saat melihat enam rekan Zanjin.
Dirinya memperkirakan para kultivator yang bersamanya pasti akan bertarung habis-habisan tanpa peduli dengan kerusakan kapal, apalagi dengan keselamatan para penumpang yang hanya manusia biasa.
Mendengar julukan dari perompak di depannya yang begitu aneh, membuat Xiao Shuxiang melakukan tebak-tebakan dengan hati kecilnya sendiri.
Menurutnya, 'Pembersih Laut' memiliki arti para perompak ini tidak hanya merampas harta, tetapi juga melakukan penculikan.
Siapa yang tidak butuh uang? Mengambil pikiran para penjahat, Xiao Shuxiang jelas lebih memilih menjual para mangsanya untuk dijadikan budak. Dengan begitu, harta rampasannya akan semakin bertambah.
".. Tidak disangka kau juga melakukannya, padahal itu sudah rumus lama,"
TRAANG!
Zanjin walaupun mengeluarkan Aura Pembunuhnya, tetap saja tidak bisa membuat lawannya terdesak, padahal praktiknya berada di tingkat yang lebih tinggi.
Saat pandangan selanjutnya dari Zanjin mengarah pada kapal milik Fan Chuan, dirinya kembali dikejutkan. Kedelapan rekannya tiba-tiba ambruk meski masih sadarkan diri.
!!
"Aku juga tidak bisa menggerakkan tubuhku?! Sebenarnya ada apa ini?!"
"Keparat..!"
Hanya Hu Li yang tidak terkena efek dari pil milik Xiao Shuxiang karena telah diberi peringatan sebelumnya. Dia dapat melihat Liu Min Jie dan para kultivator yang lain berusaha untuk berdiri.
Rasa tersentak Hu Li berlangsung hanya beberapa detik sebelum berubah menjadi senyuman. Dirinya yang melayang di atas kapal Fan Chuan nampak berdecak kagum dan memuji Tuan Muda Xiao-nya.
Alasan mengapa Tuannya menahan diri untuk tidak mengeluarkan pil pelumpuh adalah karena sebelumnya banyak manusia biasa di kapal Fan Chuan.
Mereka jelas akan terkena efek dari pil pelumpuh Tuannya. Hu Li berpendapat, Tuan Muda Xiao-nya pasti menunggu agar para penumpang yang notabenenya hanyalah manusia biasa dapat turun kapal dengan cara apapun.
Menolong manusia yang hampir tenggelam sebenarnya akan dilakukan Xiao Shuxiang, tetapi niatnya dia urungkan karena harus melawan Zanjin.
Dia juga telah menyiapkan rencana lain, yakni mengeluarkan api biru kecilnya untuk menolong penumpang yang hampir tenggelam, namun tidak jadi sebab mereka telah diselamatkan lebih dulu oleh salah satu perompak.
".. Tuanku benar-benar hebat. Aku belajar banyak darinya,"
Hu Li mengalihkan perhatiannya pada perompak yang tidak ikut terkena efek pil Tuan Muda Xiao-nya karena bertugas mengangkat setiap penumpang dan mengikatnya di atas kapal hitam mereka.
Dibantu Liu Xi Ling, dirinya melawan perompak tersebut tanpa jeda sambil menghindari menyerang kapal milik Zanjin. Hu Li juga berpikiran untuk menggunakan kapal perompak tersebut sebagai ganti kapal Fan Chuan yang rusak.
BAAAM!
Rekan Zanjin menghantam kapal Fan Chuan setelah terkena serangan Liu Xi Ling. Dalam tiga tarikan napas, sekujur tubuhnya menjadi sangat lemas bahkan sulit digerakkan.
Hu Li menunggu sebentar sampai asap tipis dari pil pelumpuh milik Tuannya menghilang. Dirinya dan Liu Xi Ling segera turun dan kemudian mulai mengumpulkan kesembilan perompak.
Hu Li mengeluarkan tali di Kantong Penyimpanannya, menyelimuti tali tersebut dengan Qi dan mulai mengikat tangan, kaki, serta tubuh para rekan Zanjin.
TRAANG!
Di saat Hu Li dan Liu Xi Ling memindahkan para kultivator yang tubuhnya melemas ke atas kapal perompak, Xiao Shuxiang dan Zanjin masih tetap bertarung.
TRAANG!
"Apa yang sudah kau lakukan pada orang-orangku?!"
"Menurutmu?"
__ADS_1
Zanjin terlihat marah, dia ingin membantu rekannya namun Xiao Shuxiang sama sekali tidak membiarkannya pergi. Bukan hanya itu, bahkan untuk menarik napas pun terasa sulit.
TRAANG!
"Kenapa dia bisa sekuat ini?! Siapa sebenarnya pemuda kurang ajar yang kulawan ini?!"
Zanjin mengeluarkan teknik berpedang rahasianya. Sebuah teknik terlarang yang hanya dia keluarkan bila berada di situasi terdesak.
Xiao Shuxiang merasakam suasana di sekitarnya berubah. Nampak kilatan-kilatan petir seakan keluar dari bilah pedang lawannya.
Dia memegang erat Yīng xióng, pedangnya ini sama sekali tidak mau menerima Qi miliknya. Meski demikian, Yīng xióng masih bisa dia gunakan.
TRAANG!
!!
Xiao Shuxiang dapat menahan serangan terkuat dari Zanjin. Dia lalu melihat ada kesempatan dari perhatian lawan yang nampak terpecah.
Xiao Shuxiang kemudian memberi serangan pengecoh yang dilanjutkan dengan sebuah tendangan dan langsung membuat Zanjin menghantam kapal Fan Chuan dengan keras.
Xiao Shuxiang kembali melesatkan tiga butir pil yang dibakar oleh api biru kecil miliknya ke arah ketua perompak tersebut.
Saat menyentuh lantai, asap tipis mulai menyeruak bersamaan dengan menghilangnya api biru kecil Xiao Shuxiang.
Pil Pelumpuh yang sudah ditingkatkan jelas akan semakin kuat. Sayangnya butuh tanaman yang berusia sangat tua dan waktu yang lebih lama bila ingin membuatnya lebih banyak.
!!
Zanjin begitu terkejut dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. Dia benar-benar merasa sangat lemas, meski dia berusaha untuk berdiri.. Tetap saja tidak bisa.
Zanjin bahkan sudah menahan napas, dia menganggap dengan melakukan itu dirinya akan baik-baik saja. Sayang, pil pelumpuh buatan Xiao Shuxiang dapat masuk ke tubuh melalui kulit.
Zanjin jelas sudah tidak berdaya. Butuh waktu lama agar efek pil tersebut memudar. Xiao Shuxiang yang masih melayang di udara nampak menatap ke arah kapal Fan Chuan yang sebagiannya telah tenggelam.
Darah kembali menetes di sudut bibir Xiao Shuxiang dan terjatuh ke laut, dia merasakan Segel Pengekang Jiwa terbentuk di pergelangan tangannya seperti angin tipis dan perlahan memudar.
!!
Wajah Xiao Shuxiang mulai memucat saat melihat banyak air. Apalagi sekarang Segel Pengekang Jiwa yang semakin kuat membuat praktiknya menjadi turun.
Xiao Shuxiang lagi-lagi mengucurkan darah di sudut bibirnya, Qi dan aliran darahnya mendadak kacau. Dia ingin memanggil Liu Xi Ling tetapi tidak bisa.
!!
Tubuh Xiao Shuxiang melayang turun, kakinya menapak di permukaan air beberapa saat sebelum terjatuh.
Hu Li dan Liu Xi Ling yang sedang sibuk memindahkan para kultivator, seketika tersadar bahwa Xiao Shuxiang sudah tidak lagi melayang di udara.
"Kemana Tuan Muda Xiao?!"
Hu Li memperhatikan langit dan memang tidak menemukan Tuannya. Matanya membulat kala sebuah pikiran terlintas yang mengatakan bahwa Tuan Muda Xiao-nya terjatuh ke laut.
Apa yang Hu Li pikirkan benar, Xiao Shuxiang memang sedang terjatuh ke laut, namun tidak sampai tenggelam. Dia berusaha menenangkan diri sekaligus mengontrol aliran darah dan Qi di dalam tubuhnya.
Darah Xiao Shuxiang lagi-lagi menetes dan bercampur dengan air. Jauh di dalam lautan, sebuah asap hitam tipis yang meliuk-liuk secara cepat bergerak naik.
Asap hitam tersebut menembus tubuh hewan-hewan laut yang berenang. Saat Xiao Shuxiang mulai akan naik kembali.. Kaki kirinya mendadak seperti baru saja diikat sesuatu.
"Akhirnya aku menemukanmu,"
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat tiba-tiba mendengar suara. Dia menendang-nendangkan kakinya, berharap apapun yang mengikat kaki kirinya bisa terlepas.
Namun yang terjadi, justru dirinya tertarik ke dalam laut. Hu Li baru melihat Tuan Mudanya saat Xiao Shuxiang menyerukan nama seseorang.
Hu Li segera berteriak dan melesat untuk menolong Tuan Muda Xiao-nya. Dia menceburkan diri ke laut, namun Tuannya benar-benar menghilang.
"Tuan Muda Xiao? Di mana dia? Jelas-jelas aku melihat Tuan di sini?"
Hu Li menyelam lebih dalam, tetapi Xiao Shuxiang sama sekali tidak dia temukan. Dia akhirnya kembali naik ke permukaan tanpa menyadari bahwa Tuan Muda Xiao-nya telah berada di kedalaman hampir seratus meter.
Rasanya menyesakkan, Xiao Shuxiang hampir kehabisan napas. Di saat yang membahayakan ini dia malah tidak dapat mengontrol Qi dan aliran darahnya.
"Lan Zhi.."
Penglihatan Xiao Shuxiang memudar, bersamaan dengan Lan Guan Zhi yang secara tiba-tiba tersentak. Dia saat ini sedang duduk bersama Ling Lang Tian di salah satu taman yang ada di kediaman Sekte Pagoda Langit.
"Ada apa, Tuan Muda Lan?"
Ling Lang Tian dapat menyadari ada perubahan pada tatapan mata pemuda di sampingnya. Seakan pemuda ini nampak sedang mengkhawatirkan sesuatu.
***
__ADS_1