XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
193 - Menyelamatkan Warga Tanah Batu [Revisi]


__ADS_3

"Kakek, apa masih ada yang ingin kau katakan padaku? Aku harus segera pergi sekarang, teman-temanku pasti sedang menunggu..."


Xiao Shuxiang kembali berujar, "Ah... Benar. Terima kasih atas pusaka pemberianmu. Aku pasti akan menjaganya tetapi aku tidak janji memakainya untuk menolong orang lain atau hal apa pun. Apa kau keberatan...?"


"Tidak masalah, Nak. Menurutku... Kau hanya belum menemukan tujuan hidupmu. Kakek Tua ini hanya bisa memberimu sedikit nasehat, hargai hidupmu mulai sekarang dan jaga hubunganmu dengan orang lain. Dengan cara sederhana itu kau akan menemukan sesuatu berharga yang dapat menjadi tujuan hidupmu."


Xiao Shuxiang tersenyum, "Mn. Aku memang sedang melakukannya saat ini. Aku tidak bisa mengatakan bahwa Xiao Shuxiang ini adalah orang yang baik. Yang bisa kukatakan adalah.. Andai aku ingin menjadi diriku yang dulu, maka sudah lama aku memutuskan hubungan dengan mereka. Saat ini aku menjalani hidup seperti permintaan Shouxing, semoga saja aku memang menemukan apa yang kau sebutkan tadi."


Penatua Da Lin mengangguk, "Kau pasti akan menemukannya, Nak. Dan itu tidak akan lama lagi. Jika kau tidak masalah, aku saat ini masih ingin merepotkanmu lagi,"


"Mn? Kakek ingin apa?"


Penatua Da Lin, "Aku mau meminta bantuanmu untuk menyimpan mayatku dan saat kau benar-benar pergi ke Benua Selatan... Makamkan aku tepat di tanah kelahiranku. Tetapi jika kau tidak bisa sampai ke sana, maka bakar saja mayatku."


Xiao Shuxiang mengangguk, "Baiklah. Tapi aku tidak setuju membakar mayatmu. Tulang seorang kultivator seperti Kakek pastilah berharga. Mungkin saja aku bisa memakainya saat melakukan eksperimen... Mm... Misalnya membuat pengikut dari tulang-belulang seperti impian lamaku. Haah... Luar biasa. Tapi selagi Xiao Shuxiang ini masih waras, aku tidak akan melakukannya. Jadi kau bisa beristirahat dengan tenang,"


Senyuman Xiao Shuxiang terlalu mencurigakan, Penatua Da Lin bisa merasakan ada yang salah dengan senyum pemuda di depannya.


"Pegang kata-katamu, Nak. Jika kau berani melakukan hal aneh pada tubuhku, Kakek Tua ini akan mengutukmu menjadi perjaka seumur hidup,"


Sekali jentikan, keributan di luar mulai terdengar kembali. Bisa dibilang, kultivator yang ada di luar kini mampu melihat pintu kuning emas ini lagi.


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat Penatua Da Lin mulai berubah menjadi titik-titik cahaya, "Oh ya. Kakek? Bagaimana ciri-ciri keturunan terakhirmu itu dan siapa namanya?"


"Kurasa sekarang dia telah tumbuh menjadi seorang gadis, aku menyegelnya di dalam es dan belum memberikannya nama. Jadi itu akan menjadi tugasmu,"


"Eh? Tapi aku bukan ayahnya..." Xiao Shuxiang terdiam saat Penatua Da Lin telah menghilang, dia lalu menghembuskan napas pelan dan mengusap-usap wajahnya.


Hanya dengan sekali kibasan, peti mayat Penatua Lin menjadi benda pertama yang mengisi Gelang semestanya. Xiao Shuxiang lalu membentuk segel Cermin Pemindah bersamaan dengan menghilangnya api biru kecilnya.


*


*


"Saudara Xiao kenapa lama sekali...?" Jing Mi memain-mainkan beberapa mutiara roh, dia dan teman-temannya sudah menunggu cukup lama.


?!


Sebuah cermin mulai muncul, Jing Mi akhirnya bisa bernapas lega saat melihat Xiao Shuxiang keluar dari Cermin Pemindah dalam keadaan baik.


Dirinya langsung menghampiri Xiao Shuxiang, "Saudaraku, kenapa kau lama sekali? Kami sempat berpikir bahwa kau sudah menunggu di tempat ini, tapi ternyata tidak. Kau membuat kami khawatir, Saudara Xiao."


"Saudara Jing, aku bukan anak kecil yang harus kau khawatirkan. Dibandingkan dengan itu, kau harusnya memujiku luar biasa...! Tidak ada kultivator yang memiliki harta jarahan sebanyak ini sebelumnya...!"


Xiao Shuxiang berdecak kagum melihat tumpukan mutiara roh dan kepingan emas yang berhasil mereka dapatkan. Lebih beruntungnya lagi, dia mendapatkan kantong penyimpanan berisi banyak harta dan dua buah pusaka yang tak ternilai harganya.


Xiao Shuxiang tersenyum lebar sambil menatap bintang-bintang di langit. Karena cahaya dari mutiara roh, dirinya tidak perlu mengeluarkan api biru kecilnya sebagai pembantu penerangan.


Dia bisa melihat Jing Mi, Nie Shang, dan Hu Li. Dirinya juga melihat ada pemuda asing yang berdiri di samping Nie Shang. Saat memperhatikannya... Xiao Shuxiang tersentak dan segera menghampiri pemuda tersebut.


Pemuda ini berseragam hijau muda bercorak daun teratai, dia memiliki wajah yang tampan, dewasa, dan terlihat berwibawa.


Jing Mi diam-diam tersenyum saat memperhatikan Xiao Shuxiang berpikir keras mengingat pemuda berambut panjang tergerai itu.


"Kau ini... Siapa...?"


"Saudara Xiao, sudah lama tidak bertemu, kau malah melupakanku."


!!


Xiao Shuxiang terkejut, suara pemuda di depannya sangat familiar. Dia memperhatikan lebih teliti dan baru teringat saat pemuda di depannya tersenyum tipis.


"Apa kau Qi Xuan?!"


"Kau lama baru menyadarinya, Saudara Xiao...! Aku saja langsung sadar saat pertama kali melihat Saudara Xuan...!"


Xiao Shuxiang memegang kedua lengan Qi Xuan, dia juga menyentuh wajah dan mencubit pelan pipi Qi Xuan. "Aku kaget sebab sudah lama aku tidak melihatmu. Kau sekarang terlihat tumbuh begitu sehat dan sangat tampan. Kau bahkan lebih tinggi dariku, ini tidak adil."


"Kau juga sangat tampan, Saudara Xiao. Aku sudah lama ingin bertemu denganmu,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang memeluk Qi Xuan dan menepuk-nepuk pelan punggungnya. Pemuda ini pernah menjadi teman seperjalanannya meninggalkan Desa Tani dahulu, tidak disangka Qi Xuan begitu banyak berubah.


"Kau harusnya sering-sering datang berkunjung ke Sekte Kupu-Kupu. Biar bagaimanapun, kau bagian sekte itu..."


Xiao Shuxiang melepaskan pelukannya, dia memperkenalkan Qi Xuan kepada Hu Li, namun ternyata Jing Mi sudah memperkenalkan mereka lebih dahulu.


Jing Mi baru ingin menceritakan bagaimana dirinya bisa bertemu Qi Xuan saat Nie Shang tiba-tiba memanggil Xiao Shuxiang dan bertanya tentang benda di tangannya.


"... Itu terlihat seperti seruling..."


Jing Mi, Hu Li, dan Qi Xuan baru tersadar bahwa Xiao Shuxiang memegang seruling di tangan kanannya.


Sambil tersenyum bangga, Xiao Shuxiang memainkan Seruling Giok Putih di tangannya dan mengatakan bahwa Pusaka Langit ini dia dapatkan dari makam kuno.


Berulang kali Xiao Shuxiang memuji keberuntungan tidak terduganya, dia bahkan sampai merinding dengan dirinya sendiri.


"... 'Jika dalam hidupmu kau pernah lolos dari kematian, maka keberuntungan akan datang padamu', sekarang aku percaya dengan pepatah ini,"


Jing Mi dan Nie Shang keheranan melihat tingkah Xiao Shuxiang. Andai mereka tahu selain Pusaka Langit, Xiao Shuxiang juga mendapat Gelang Semesta, dan sebuah kantong penyimpanan berisi harta yang tak terhitung jumlahnya... Mungkin sikap mereka berdua akan lebih parah dari Xiao Shuxiang.


Setelah dapat menenangkan dirinya, Xiao Shuxiang memasukkan semua mutiara roh dan keping emas ke dalam Gelang Semestanya. Dia lalu mengajak teman-temannya untuk pulang.


!!


"Saudara Xiao, apa kau lupa?! Kita masih harus menyelamatkan warga Tanah Batu..." Jing Mi mengingatkan Xiao Shuxiang, dia sudah mengatakan ini kepada Qi Xuan dan saudaranya tersebut juga berniat membantu.


Xiao Shuxiang sepertinya benar-benar lupa, dia menggaruk pelan pipinya dan mengatakan pada Hu Li untuk menjadi penunjuk jalan.


Saat sampai, sinar matahari perlahan mulai naik. Penjarahan makam belum selesai, tetapi Xiao Shuxiang sudah tidak tertarik lagi.


Kondisi warga kota Tanah Batu memang sangat mengkhawatirkan. Tubuh mereka begitu kurus bak ranting yang mudah dipatahkan.


Tidak hanya Xiao Shuxiang dan teman-temannya yang menawarkan diri membantu warga Tanah Batu, namun beberapa kultivator Aliran Putih dan Netral juga melakukannya.


Mereka pergi ke tempat terdekat untuk mencari air dan makanan, hanya saja sulit menemukannya. Dan jika para kultivator ini pergi dari Tanah Batu.. Akan butuh paling lama satu setengah bulan untuk sampai di lingkungan yang memiliki air dan makanan.


Warga Tanah Batu tidak memiliki waktu selama itu menunggu para kultivator ini. Mereka bahkan bisa mati kelaparan dan kehausan sekarang.


Xiao Shuxiang hanya membawa banyak bumbu masakan dan tanaman herbal. Dia berpikir tentang apa yang akan dimasaknya untuk mengisi perut lapar warga Tanah Batu.


"Saudara Jing, pergilah ke bibir gua makam kuno bersama Hu Li dan lihat apakah bangkai Demonic Beast masih ada di sana. Bawa kemari jika kalian menemukannya,"


"Saudara Xiao, biar aku dan Saudara Jing yang pergi.."


Xiao Shuxiang mengangguk atas permintaan Qi Xuan, dia berpesan agar kedua temannya berhati-hati.


Saat Qi Xuan dan Jing Mi melesat pergi, Xiao Shuxiang bekerjasama dengan beberapa kultivator untuk menggali sebuah sumur. Masalahnya, tanah di tempat ini sangat keras.


BAAAM!


!!


Kultivator yang berasal dari Sekte Pulau Hujan telah menggunakan seluruh tenaganya, dia nampak terengah-engah. Rekannya pergi untuk meminta bantuan dan entah kapan akan kembali.


Hanya ada sembilan orang kultivator Aliran Putih dan Netral dari berbagai sekte yang mau tinggal membantu warga Tanah Batu.


Xiao Shuxiang cukup kagum dengan para kultivator ini, praktik mereka tidak ada yang berada di Tingkat Emas Kuning, namun rasa kemanusiaan mereka jauh lebih baik dari kultivator yang berada di tingkat lebih tinggi.


".. Tidak bisa seperti ini terus, kita harus bekerjasama menyerang di satu titik secara bergantian, itu mungkin bisa berhasil.."


"Aku juga berpikir demikian, ayo kita lakukan..!"


Xiao Shuxiang dan Hu Li saling berpandangan, detik berikutnya mereka mengangguk menyetujui perkataan kultivator yang terlihat berusia 26 Tahun ini.


Bersama kesembilan kultivator, Xiao Shuxiang dan Hu Li mengumpulkan Qi di kepalan tangan mereka. Lubang yang sedalam lima meter mulai dihantam satu-persatu dengan kepalan tangan kultivator ini.


Mereka menandai satu titik untuk di serang berkali-kali, jika secara bersamaan.. Kemungkinan terburuknya serangan mereka malah menyebar kemana-mana.


BAAAM!


BAAAM!

__ADS_1


Jing Mi dan Qi Xuan yang baru kembali mendengar suara keras. Mereka segera melesat ke asal suara yang berjarak tujuh puluh meter dari pemukiman warga.


"Saudara Xiao..?!"


?!


Xiao Shuxiang mendengar seruan Jing Mi, dia meminta Hu Li tetap membantu para kultivator ini. Dirinya lalu menghampiri Jing Mi dan Qi Xuan.


"Bagaimana..?"


"Tubuh Kepiting Kura-Kura itu masih ada, jadi kami mambawanya.." Jing Mi berkata dirinya dan Qi Xuan memotong tubuh Demonic tersebut menjadi enam bagian dan memasukkannya ke dalam kantong penyimpanan mereka. Sayang, Demonic Core binatang tersebut sudah tidak ada.


"Berikan padaku, kalian bantu mereka menggali sumur.."


Jing Mi dan Qi Xuan memberikan kantong penyimpanan mereka kepada Xiao Shuxiang. Keduanya lalu membantu para kultivator ini, semakin banyak tenaga semakin baik.


Xiao Shuxiang mengolah daging Kepiting Kura-Kura di tempat yang sedikit berdekatan dengan pemukiman. Para warga Tanah Batu segera berlari saat mencium aroma rempah-rempah.


!!


Meski saat ini mereka sangat lapar, namun warga Tanah Batu tetap sabar menunggu dan memberi ruang yang cukup agar tidak mengganggu Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao sangat hebat.." Nie Shang duduk di samping salah satu warga tanpa peduli pakaian bagusnya kotor bersentuhan dengan tanah atau pakaian warga Tanah Batu.


Dirinya tidak bisa membantu Xiao Shuxiang memasak atau membantu kultivator lain menggali sumur. Satu-satunya yang hisa dia lakukan adalah menenangkan warga Tanah Batu dan menghibur anak-anak kecil di sini.


Xiao Shuxiang dibantu oleh lima api biru kecilnya, salah satu nampak menyelimuti daging Kepiting Kura-Kura dan menghisap darahnya.


Dua api biru Xiao Shuxiang memotong cangkang Kepiting Kura-Kura ini dan menjadikannya nampan berukuran sedang. Api biru lainnya membantu Xiao Shuxiang mengolah masakan.


Dengan pengaturan suhu yang pas serta keahlian memasaknya, Xiao Shuxiang berhasil membuat olahan daging Demonic Beast yang bisa dikonsumsi manusia biasa tanpa efek samping.


Rempah dan tanaman herbal yang digunakannya sebagai bumbu masakan mampu menambah stamina, mengobati luka luar dan dalam, serta cepat mengenyangkan.


Setiap lima belas menit, selalu ada sepuluh masakan Xiao Shuxiang yang telah jadi. Api biru kecilnya membawa nampan berisi makanan tersebut kepada warga.


!!


Cukup mengejutkan, sebab warga Tanah Batu meski sangat kelaparan.. Namun mereka tetap mendahulukan anak kecil dan orang yang telah lanjut usia.


Melihatnya membuat Xiao Shuxiang bertekad akan mengasah kemampuan memasaknya lebih baik lagi hingga waktu yang dia butuhkan bisa lebih singkat.


Setelah semua daging Kepiting Kura-Kura diolah, Xiao Shuxiang membawa sebagian nampan berisi makanan ke tempat teman-temannya dan para kultivator.


Jing Mi dan yang lainnya sudah lama mencium aroma rempah-rempah masakan Xiao Shuxiang, namun mereka masih punya pekerjaan.


Saat para kultivator beristirahat sambil mengumpulkan Qi dan makan, Xiao Shuxiang melihat sumur yang telah dibuat oleh para kultivator ini.


Kedalaman sumur hampir mencapai 15 meter, namun belum ada satu tetes pun air yang terlihat di dasar sumur. Yang ada tanahnya semakin keras dan sulit ditembus.


".. Aku butuh sesuatu yang dapat membantu.." Xiao Shuxiang memainkan poni rambutnya sambil berpikir.


Dia menutup mata sejenak, menghembuskan napas, dan kembali membuka matanya. Xiao Shuxiang menghampiri teman-temannya dan berkata akan pergi sebentar.


".. Aku pasti akan kembali..!"


Xiao Shuxiang langsung melesat tanpa menunggu perkataan temannya. Dia mencari tempat yang menurutnya sudah aman untuk memakai jurusnya.


Tap


Xiao Shuxiang terdiam sejenak dan berusaha menenangkan dirinya. Dia melemaskan otot-otot tubuhnya beberapa kali.


".. Saat ini praktikku berada di Forging Qi tingkat 13. Aku kemungkinan bisa memakai jurus itu tanpa menggunakan korban. Baiklah.. Mari kita coba..!"


Xiao Shuxiang mencakar punggung tangan kirinya hingga berdarah, dia lalu membentuk sebuah segel di tanah dengan darahnya.


Saat segel selesai, cahaya putih menyelimuti seluruh tubuh Xiao Shuxiang. Detik itu juga dirinya menghilang dan tiba kembali di Dunia Demon.


Kali ini, Xiao Shuxiang tidak berada di Gunung Kaisar Merah, melainkan Gunung Kaisar Hitam. Tepat di halaman istana penguasa Gunung Kaisar.


***

__ADS_1


__ADS_2