XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
306 - Hutan Hujan Bunga


__ADS_3

Hari mulai senja ketika Xiao Shuxiang dan teman-temannya tiba di Hutan Hujan Bunga. Kebanyakan pohon di tempat ini memiliki bunga berwarna jingga kemerah-merahan, dan itu seperti mirip pohon bunga flamboyan.


Tidak ada gangguan yang berarti selama kurang lebih tiga jam mereka menunggang kuda. Saat malam hari, mereka memutuskan beristirahat sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Empat ekor kuda yang mereka tunggangi dimasukkan ke dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang. Mereka diberi waktu untuk makan dan juga tidur.


Sinar bulan tidak terlalu terang di malam ini, bahkan bisa dibilang sinar bulan kurang untuk menjadi penerang dari perjalanan Xiao Shuxiang dan yang lainnya.


Pepohonan di Hutan Hujan Bunga terlalu rimbun, indah jika siang hari.. Tetapi cukup menyulitkan dan berbahaya saat malam tiba. Apalagi, tempat ini sedikit mengingatkan Xiao Shuxiang dengan Hutan Tanah Senyap.


!!


Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, Hu Li, dan Xiao Qing Yan melompat ke belakang saat mereka merasakan ada sesuatu yang melesat dengan cepat.


BAAAM!


"Apa itu tadi..?"


"Lompat ke belakang Hu Li..!"


!!


Hu Li segera menuruti seruan dari Tuan Mudanya dengan melompat cepat ke belakang. Belum sempat kakinya mendarat--sebuah serangan kembali datang, kali ini dia membalas serangan tersebut.


BAAAM!


Salah satu pohon terkena tiga cakaran dalam dari efek serangan balasan milik Hu Li. Dia memfokuskan penglihatannya dan juga indra penciumannya untuk merasakan aroma dari musuh yang menyerang dirinya.


Dirinya menggeleng pelan, dia tidak merasakan aroma dari musuh, tetapi serangan yang datang jelas bukanlah kebetulan. Apalagi sekarang, serangan tersebut datang bertubi-tubi.


!!


BAAM!


BAAM!


Xiao Shuxiang dan teman-temannya berusaha menghindari setiap serangan yang datang, sesekali mereka menangkis serangan tersebut apabila tidak mampu dihindari.


Xiao Shuxiang mengeluarkan dua api biru kecilnya, tetapi justru Yīng xióng-lah yang keluar. Dirinya terkejut dan keheranan dengan kejadian ini, tetapi bukan waktu yang tepat untuk mengajukan banyak pertanyaaan.


"Aku tidak merasakan ada aura pembunuh. Tetapi siapa pun orangnya.. Dia ahli menyembunyikan hawa keberadaan,"


Yīng xióng terayun kuat dan lalu membentur tanah, detik itu juga.. Lima buah serangan keluar dari sekali ayunan pedang Yīng xióng. Serangan tersebut menghasilkan lima buah retakan pada tanah dan satu buah pohon juga terkena imbasnya.

__ADS_1


!!


Serangan kembali datang dan semuanya mengarah pada Lan Guan Zhi. Pemuda berpakaian putih tersebut menangkis sebagian dengan Shǎndiàn dan sisanya dia pantulkan kembali.


Grrrr..


Lan Xiao entah sejak kapan berubah menjadi harimau dewasa, dia menggeram kuat hingga menciptakan angin kencang dan membuat kulit luar tiga buah pohon terkikis cukup dalam.


TRAANG!


Xiao Qing Yan harus mengerahkan lebih banyak tenaga untuk menahan serangan yang datang ke arahnya. Awalnya dia memang sanggup, tetapi saat serangan lain datang.. Dirinya tidak mampu lagi hingga punggungnya harus merasakan sakit dari membentur tanah.


!!


Xiao Qing Yan memuntahkan darah, dirinya sekuat tenaga berguling saat merasakan seseorang kembali menargetkannya.


BAAAM!


Tanah tempat dirinya tadi berbaring nampak retak dan menghembuskan angin kejut yang cukup panas, dia kemudian bangkit dan mengusap darah di bibirnya. "Tsk, siapa sebenarnya yang sedang menyerang kita?"


"Aku juga tidak tahu, tapi siapa pun mereka.. Orang-orang itu sudah bosan hidup,"


Xiao Shuxiang menarik napas pelan, detik berikutnya dia melesat ke arah pepohonan rimbun sambil mengayunkan Yīng xióng.


Dua orang berpakaian serba hitam menghindar dari serangannya, mereka kembali menghilang di tempat yang gelap. Tiga buah belati segera lolos dari kegelapan dan nyaris menancap di dada Xiao Shuxiang andai dirinya tidak ditolong oleh Lan Guan Zhi.


"Ooh~ jadi kau yang bernama 'Xiao Shuxiang'. Bagus.. Bagus sekali.."


!!


Lan Guan Zhi mempehatikan sekelilingnya, dia mendengar suara pria.. Tetapi asalnya seperti datang dari empat arah. Ini tentu saja membingungkan, apalagi dirinya tidak bisa merasakan aura apapun dari lawannya tersebut.


"Ini buruk. Tidak ada niatan membunuh yang kurasakan,"


"Aku juga tidak merasakan apapun Lan Zhi. Apa mungkin mereka bukan kultivator?"


Punggung Xiao Shuxiang bersentuhan dengan punggung Lan Guan Zhi, keduanya memegang erat senjata masing-masing sambil terus bersikap waspada.


Pertanyaan dari temannya ini kemungkinan dia tahu jawabannya. Lawan mereka memang bukanlah kultivator, dirinya sendiri tidak merasakan ada aliran Qi pada serangan yang mengarah padanya.


"Mereka ahli dalam meniadakan Aura Pembunuh, berhati-hatilah."


Xiao Shuxiang mengangguk, dirinya mengeluarkan dua Api Biru Kecilnya tetapi api tersebut seperti tidak ingin keluar. Rasanya aneh, padahal biasanya.. Teman kecilnya tersebut tidak pernah membantahnya.

__ADS_1


".. Qi alam tidak bisa diserap di tempat ini. Kemungkinan teman kecilku takut akan padam.."


Xiao Shuxiang terpaksa hanya menggunakan Yīng xióng dan tubuh Lan Xiao sebagai penerang. Dia menyerahkan sisanya pada Hu Li dan O Zhan.


!!


Serangan kembali datang, kali ini lebih besar dari sebelumnya. Xiao Shuxiang dan teman-temannya berusaha menangkis serangan tersebut, namun detik berikutnya mereka mendapat serangan kejutan.


BAAAM!


Lan Xiao membentur keras sebuah pohon ketika dirinya terkena tendangan seseorang berpakaian serba hitam, orang tersebut membungkus kepalanya dengan kain cadar tebal berwarna senada.


TRAANG!


Pedang Xiao Shuxiang berbenturan dengan senjata milik lawan. Orang di hadapannya berseragam serba putih dan hanya matanya saja yang tidak tertutup kain.


"Kau lumayan tampan untuk menjadi makanan dari pedangku,"


Suara tersebut merupakan milik pria, dari postur tubuhnya pun.. Xiao Shuxiang sudah merasa dia melawan pria yang kemungkinan berusia lebih dari 20 Tahun.


"Hmph, aku ini mempesona dan bukan lumayan tampan. Ah~ kau sendiri tidak cukup layak untuk menjadi makanan dari pedangku,"


Xiao Shuxiang menekan Yīng xióng dengan kuat, saat mendapat posisi yang pas.. Dirinya mulai memberi tendangan hingga membuat lawannya terpental sejauh lima meter.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan apalagi menunggu lawan membaur dengan kegelapan--Dia segera melesat dan menyerang secara berulang-ulang.


TRANG!


TRAANG!


Setiap gerakan pedang Xiao Shuxiang liar namun tajam. Perlahan demi perlahan.. Dia mulai terbiasa dengan suasana yang gelap.


TRAANG!


Lan Guan Zhi juga terlihat bertarung, dirinya nampak melawan dua orang. Dia sebenarnya cukup kesulitan bertarung dalam gelap, apalagi lawannya ini bukanlah kultivator.


TRANG!


Tidak jauh dari pertarungan tersebut.. Seorang pemuda nampak duduk di atas salah satu dahan pohon, tangan kirinya memegang tongkat bambu panjang, sementara tangan kanannya memegang pot kecil arak.


Trang!


Pemuda ini begitu menikmati araknya, suara pertarungan yang dia dengar bagaikan alunan musik merdu. Selama hidupnya, ini adalah malam yang paling mengagumkan.

__ADS_1


"Aku ingin tahu.. Kenapa kau memilih bocah itu sebagai pewarismu..Tua Bangka.."


***


__ADS_2