
Tap
!
Sian Ru dan keempat temannya bersikap waspada saat Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di tanah, tepat di antara mereka dengan Ling Qing Zhu.
Angin tiba-tiba berubah arah, bersamaan dengan Ling Qing Zhu mendapat serangan mendadak dari Xiao Shuxiang yang membuatnya terpental dan hampir menghantam beberapa pohon bambu andai refleksnya lambat.
Sian Ru dan keempat temannya terkejut dengan tindakan Xiao Shuxiang barusan. Padahal, awalnya Sian Ru menganggap pemuda ini akan melindungi Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang tersenyum saat melihat Ling Qing Zhu memuntahkan darah, dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Sian Ru dan keempat teman gadis itu.
"Kalian ini.. Apa benar-benar murid Sekte Pedang Langit? Bukankah kalian sering melakukan Pembersihan Iblis Hati? Sikap kalian sama sekali tidak mencerminkan kultivator yang baik. Harusnya.. Pekerjaan seperti ini diserahkan pada ahlinya,"
Xiao Shuxiang berbicara sambil memainkan seruling bambu kuning di tangan kanannya. Dia mengatakan merasa kasihan dengan para guru Sekte Pedang Langit yang memiliki murid-murid seperti Sian Ru dan keempat temannya.
".. Kalian hanya anak-anak yang akan merusak nama baik sekte ini bila dibiarkan tetap hidup,"
!!
Sian Ru dan keempat temannya terkejut, Xiao Shuxiang terlihat serius dengan perkataannya barusan. Padahal pemuda di depan mereka jelas menyerang Ling Qing Zhu, tetapi kenapa malah bicara seperti itu pada mereka?!
Kemungkinan terburuk yang ada dipikiran Sian Ru saat ini adalah Xiao Shuxiang tidak memihak pada Ling Qing Zhu dan juga tak memihak padanya.
Kelimanya tidak meragukan bakat berpedang mereka, Sian Ru dan rekan-rekannya yakin dapat unggul bila bekerjasama mengalahkan Xiao Shuxiang.
".. Praktiknya hanya berada di Forging Qi tingkat 13, dia bukan ancaman. Tapi.."
Sian Ru nampak ragu menyerang, dia melihat Xiao Shuxiang tersenyum dan bersikap begitu percaya diri. Pembawaan pemuda ini yang tenang membuatnya merasa sedikit terganggu.
"Membaca praktikku, huh? Sebaiknya hati-hati, karena bisa saja yang kalian lihat bukanlah kebenarannya.."
Salah satu kelebihan dengan memiliki dua dantian adalah Xiao Shuxiang dapat menyimpan Qi pada dantian yang dia inginkan. Dirinya semacam memiliki dua tingkatan praktik secara sekaligus.
Sejak memiliki dantian yang lebih kecil, Xiao Shuxiang terbiasa memakainya untuk menyimpan Qi, walau beberapa keadaan mengharuskan Qi yang disimpannya terserap dan tersegel di dalam Dantian Utamanya.
Namun saat akar pada dantiannya sedikit berkurang, Qi yang tersegel langsung mengisi dantian kecilnya hingga praktik Xiao Shuxiang naik menjadi GrandMaster Tahap Fana.
Tetapi karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan, Xiao Shuxiang menyimpan sebagian Qi miliknya ke dalam Dantian Utamanya hingga praktiknya seperti yang Sian Ru lihat sekarang. Walau demikian, kemampuannya sama sekali tidak berkurang.
Ling Qing Zhu sudah hampir mencapai batasnya, darah terus mengalir pada bekas sayatan pedang di lengan dan punggungnya. Dirinya menggunakan pedangnya sebagai penyangga tubuh agar tidak tumbang.
Tangannya nampak gemetar, keringat dingin mengucur di kedua sisi keningnya, wajah Ling Qing Zhu begitu pucat, pendengarannya bahkan perlahan menghilang.
Mungkin hanya dengan sekali sentuhan, dirinya akan langsung ambruk ke tanah. Dia benar-benar berusaha keras mempertahankan kesadarannya.
Entah Ling Qing Zhu tahu ini atau tidak, tetapi serangan Xiao Shuxiang padanya tadi telah mengeluarkan darah kotor yang bisa saja menjadi racun bagi tubuhnya.
"Karena sekarang ini aku sedang belajar jadi orang baik, maka akan kulepaskan kalian. Lagipula kita memang tidak pernah bermasalah sebelumnya, kan?"
"Hmp, melepaskan? Kau pikir siapa dirimu?! Justru aku yang harusnya mengatakan itu, pergilah dan jangan ganggu urusanku. Bukannya kau juga membencinya, huh? Atau jangan-jangan semua itu hanya sandiwaramu saja.."
Sian Ru sampai saat ini masih terus memikirkan penyebab dari serangan pada sektenya. Kebetulan yang sangat tidak wajar bila Sekte Pagoda Langit menyerang tiba-tiba bersamaan saat para seniornya menjalankan misi di luar sekte, pasti ada yang telah merencanakan ini semua.
".. Itu juga hari yang sama saat kau datang, jadi siapa lagi kalau bukan dirimu. Kau berpura-pura menjadi pahlawan di sekte ini agar semua orang percaya padamu, kan? Hmph! Taktik tak berguna..!"
Xiao Shuxiang mengerutkan sedikit keningnya saat mendengar ucapan Sian Ru, dirinya lalu mendengus dan mengatakan tidak memiliki hubungan apapun dengan Sekte Pagoda Langit.
Dia berjalan ke arah Ling Qing Zhu, berhenti di sampingnya dan mengatakan pada Sian Ru bahwa dirinya juga membenci gadis di depannya ini.
Suara Xiao Shuxiang terdengar seperti orang yang benar-benar tidak menyukai sesuatu. Ling Qing Zhu merasa dia saat ini dipandangi dengan tatapan yang melihat dirinya menjijikkan. Sayang dia tidak bisa melawan, bahkan untuk menggerakkan kakinya saja begitu sulit dilakukannya.
Semua tenaga yang Ling Qing Zhu miliki, dia gunakan untuk mempertahankan posisi berdirinya. Dia tidak tahu lagi siapa yang akan menyelamatkannya saat ini, apalagi sekarang.. Kesadarannya hampir menghilang.
".. Aku memang membenci gadis ini. Tapi, selain Xiao Shuxiang.. Tidak ada seorang pun yang boleh menyakitinya,"
Sian Ru menggenggam erat pedangnya dan menatap ke arah Xiao Shuxiang yang saat ini sedang berdiri di samping Ling Qing Zhu.
Ucapan pemuda itu terdengar biasa saja, namun dirinya dapat mengetahui ada isyarat ancaman yang tertuju padanya bila nekat menyakiti Ling Qing Zhu lagi.
".. Jadi sebaiknya kalian segera pergi, selagi aku masih melihat kalian sebagai murid di sekte ini,"
Xiao Shuxiang tidak mengeluarkan Aura Pendekarnya atau menggunakan Qi untuk bicara, dirinya hanya menatap Sian Ru dan keempat teman gadis itu dengan tatapan mata yang sedikit dingin.
Ling Qing Zhu sendiri tidak bisa mendengar dengan baik, apalagi memperhatikan ucapan Xiao Shuxiang yang nampak membela dirinya.
"Kalian belum pergi juga? Atau memang ingin bertarung denganku? Baiklah, kemari dan lakukan,"
Xiao Shuxiang begitu percaya diri. Dia tidak berniat membunuh Sian Ru atau keempat murid Sekte Pedang Langit yang lain, namun dirinya tidak berjanji membuat anggota tubuh mereka tetap lengkap.
Sian Ru menggertakkan giginya. Dengan penuh amarah, dirinya berbalik dan mengajak keempat temannya untuk pergi.
Dia sempat mengatakan bahwa urusannya dengan Ling Qing Zhu masih belum selesai dan Xiao Shuxiang pasti akan menerima akibat karena telah menghentikannya.
Xiao Shuxiang melihat kelima murid Sekte Pedang Langit berjalan pergi, dirinya lalu mengarahkan pandangan matanya ke Ling Qing Zhu.
"Apa kau masih hidup..? Sejak tadi kau tidak pernah bersuara," Xiao Shuxiang menyentuh lengan kiri Ling Qing Zhu dengan jari telunjuknya, sedikit sentuhannya tersebut membuat gadis ini tersadar.
!!
Pendengaran Ling Qing Zhu mulai jelas, namun pandangan matanya masih tetap memburam. Dirinya berusaha melangkahkan kaki namun hampir ambruk andai lengannya tidak ditahan oleh Xiao Shuxiang.
".. Lepaskan.."
Suara Ling Qing Zhu terdengar bergetar, dia jelas-jelas menahan sakit dan perih di tubuhnya saat ini.
Xiao Shuxiang melepaskan tangannya dari lengan Ling Qing Zhu, dia mengikuti langkah gadis yang nampak berjalan tertatih ini sambil terus meledeknya.
".. Gadis menyebalkan, apa kau tidak mau bersikap lemah dan bersandar padaku? Xiao Shuxiang ini baru saja menjadi pahlawan untukmu. Aku menyerangmu tadi untuk menghindarkanmu dari mereka, pukulanku juga tidak begitu keras.."
Ling Qing Zhu hanya terus berusaha berjalan, walau beberapa kali dirinya berhenti dengan pedang yang menjadi tumpuan penahan berat badannya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang bisa melihat darah menetes di lengan kanan Ling Qing Zhu, gadis ini terlalu keras kepala untuk menerima bantuannya.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat Ling Qing Zhu memuntahkan darah kembali, dia menegur gadis di sampingnya dan mengatakan lebih baik memohon saja padanya seperti manusia lemah pada umumnya.
".. Nak, kau harus tahu, sangat jarang orang lain melihat Xiao Shuxiang bisa sepeduli ini, apalagi dengan orang yang tidak disukainya. Kau mungkin tidak akan menemukan sisi kemanusiaanku lagi besok, jadi biar kubantu,"
"Tidak.. aku.. masih sanggup,"
Xiao Shuxiang jelas bukan orang yang suka mendapat penolakan. Tanpa meminta izin terlebih dahulu, dirinya langsung menarik dan menggendong Ling Qing Zhu.
Gadis ini tidak sanggup memberontak, dia hanya menyuruh Xiao Shuxiang menurunkannya segera karena masih bisa berjalan. Namun, dirinya mendapat omelan tiada henti.
Xiao Shuxiang segera membawa gadis tersebut ke Balai Peristirahatan. Nenek Nian terkejut saat melihat Ling Qing Zhu yang berada digendongan Xiao Shuxiang nampak terluka parah.
Setelah membaringkannya di atas tempat tidur, Xiao Shuxiang langsung mendapat tamparan di bokong dan pelampiasan amarah Nenek Nian.
".. Dasar Anak Nakal, Kurang Ajar..! Dimana hatimu, hah?! Kenapa kau harus menyakiti Nona Ling?! Salah apa dia padamu, hah?!"
"Nenek Tua, justru aku yang menolongnya. Berhenti memukulku,"
Xiao Shuxiang mengusap-usap bokongnya, dia menggerutu. Andai dia tahu bokongnya akan ditampar keras karena membawa Ling Qing Zhu kemari, pasti dirinya akan membiarkan gadis menyebalkan tersebut berjalan sendiri.
".. Entah sudah berapa banyak bokongku menjadi sasaran tamparan kalian para manusia menyebalkan. Aku ini Xiao Shuxiang..! Setidaknya bayar bila ingin keperawanan bokongku,"
Plak!
Nenek Nian menampar lengan kanan Xiao Shuxiang dan menyuruhnya berhenti bicara. Mengobati Ling Qing Zhu adalah prioritas utama yang harus dilakukan sekarang.
".. Kau seorang tabib, kan? Cepat laksanakan tugasmu."
Xiao Shuxiang langsung menolak, di sudah berbaik hati membawa Ling Qing Zhu kemari dan itu harusnya cukup. Dia mengatakan lebih suka bila gadis menyebalkan tersebut mati, setidaknya beban di sekte ini berkurang satu.
Nenek Nian jelas terkejut dengan ucapan Xiao Shuxiang. Dia menarik keras telinga pemuda ini, memelintirnya, dan berkata Ling Qing Zhu bukanlah beban.
".. Nona Ling banyak membantuku di sekte ini, tidak sepertimu yang setiap hari selalu membuat masalah. Jadi cepat obati dia,"
"Baiklah, namun berhenti menarik telingaku. Kau Nenek Tua, tapi tenagamu banyak juga.."
"Siapa Nenekmu?! Panggil aku 'Bibi..!"
Telinga kiri Xiao Shuxiang begitu merah dan nampak berkedut, dengan malas dia meraih tangan kanan Ling Qing Zhu dan memeriksa denyut nadinya.
".. Dasar Nenek Tua, wajahnya sudah mengendur masih saja ingin disebut 'Bibi'. Benar-benar menggelikan.."
!
Gadis ini cukup banyak kehilangan darah, Xiao Shuxiang sedikit terkesan sebab Ling Qing Zhu tetap bersikukuh mempertahankan kesadarannya meski tubuhnya kini berbaring diatas tempat tidur.
Xiao Shuxiang yakin, andai gadis ini dalam kondisi yang baik, dia tidak mungkin diizinkan memegang pergelangan tangannya.
"Gadis menyebalkan, apa kau bodoh sampai tak tahu kapan waktu tidak memaksakan diri? Aku hanya mengobatimu, tidak akan melakukan apapun, jadi kau tidur saja."
"Kau jangan lama-lama,"
"Ini tidak akan lama, Nenek Tua.."
Xiao Shuxiang berjalan menuju dapur, dia mengeluarkan lima jenis tanaman herbal dari dalam Gelang Semestanya. Salah satu tanaman memiliki warna merah gelap dan ada satu tanaman dengan bau yang sangat menyengat.
"Hmm khe he he, Xiao Shuxiang memang belajar menjadi manusia yang baik hati. Tapi bukan berarti aku tidak boleh bermain-main sedikit,"
Dengan bakat Alkemis yang dia miliki, Xiao Shuxiang membuat racikan herbal paling pahit dan bau yang pernah ada. Efeknya tentu luar biasa, namun rasanya mampu membuat lidah menderita.
Nenek Nian menunggu Xiao Shuxiang selama kurang lebih sepuluh menit, dia hanya menutup bekas sayatan pedang di punggung dan lengan Ling Qing Zhu seadanya.
"Kau gadis yang kuat, tidak banyak manusia biasa dapat menahan luka separah ini. Sayapmu telah dipatahkan, kau bukan lagi kultivator. Namun di dalam dirimu, jiwamu tetaplah Seorang Pendekar.."
Dengan suara yang lemah, Ling Qing Zhu mengucapkan terima kasih karena Nenek Nian telah membantunya memperban luka di punggung dan lengannya.
Xiao Shuxiang datang dari arah dapur sambil membawa cawan giok berukuran sedang yang terisi dengan racikan herbal pahit dan bau miliknya.
!!
Nenek Nian terkejut, segera dia berseru dan menyuruh Xiao Shuxiang berbalik ke belakang.
Saat ini, bagian atas tubuh Ling Qing Zhu sedang terbuka, tentu dirinya tidak ingin Xiao Shuxiang melihat hal yang tak seharusnya dilihat.
"Aku bukan anak kecil, Tua Bangka. Xiao Shuxiang ini bisa mengendalikan insting hewan buasnya-!"
Xiao Shuxiang hampir menjatuhkan racikan herbal yang dia bawa, segera dirinya berbalik dan menutup hidung.
Yang Xiao Shuxiang lihat tadi terlalu mengejutkan, berulang kali dirinya mengedipkan mata, menggelengkan kepala dan berusaha menghapus apa yang baru saja dia lihat.
Nenek Nian melempar sebelah sepatu Ling Qing Zhu yang tepat mengenai punggung Xiao Shuxiang. Dia mengomeli pemuda tersebut karena telah berani masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Ling Qing Zhu, entah karena dirinya tidak peduli atau konsentrasinya terganggu oleh luka-luka tubuhnya hingga dia sama sekali tidak bereaksi saat bagian atas tubuhnya yang terbalut perban dilihat oleh Xiao Shuxiang.
Nenek Nian baru mengizinkan pemuda yang membawa racikan herbal tersebut berjalan mendekat saat Ling Qing Zhu telah memakai kembali pakaiannya.
"Kau hampir membuatku menjatuhkan obat ini, Tua Bangka. Sekarang ambil dan suruh dia meminumnya,"
!!
Nenek Nian memang sudah samar-samar mencium bau yang aneh entah berasal dari mana, namun dirinya kini mengerti asal bau tersebut.
".. Apa benar ini obat? Warnanya pekat dan bau sekali? Kau tidak sedang meracik racun untuk Nona Ling, kan?"
Nenek Nian menatap Xiao Shuxiang dengan penuh curiga, pemuda di dekatnya langsung protes, menolak tuduhan yang dialamatkan padanya.
"Kalau begitu, kau yang coba duluan.."
__ADS_1
!!
".. Ta-tapi obat itu kan untuknya!? Kenapa malah aku.."
Xiao Shuxiang berubah pucat saat Nenek Nian menyodorkannya racikan herbal yang dia buat sendiri.
Nenek tua tersebut memintanya untuk mencoba obat itu lebih dulu, baru setelahnya diberikan pada Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang berusaha menolak dan menyakinkan bahwa tidak ada racun apapun pada racikan buatannya, tapi Nenek Nian baru mau percaya bila Xiao Shuxiang mencobanya.
Pada akhirnya, obat yang sudah dia racik sambil tertawa jahat malah mengarah padanya. Ini adalah rasa yang paling tidak disukai Xiao Shuxiang, sangat pahit dan mengerikan.
Merasa tidak beracun, akhirnya Nenek Nian meminta Ling Qing Zhu meminum racikan herbal tersebut.
".. Ayo, minum pelan-pelan.."
Baunya saja sudah membuat perut sakit dan perasaan seperti ingin muntah, dengan menahan napas serta memejamkan erat matanya.. Ling Qing Zhu mulai meminum obat sangat pahit yang diracik Xiao Shuxiang.
Ekspresi wajah Ling Qing Zhu tidak banyak berubah, dia jelas gadis yang lebih tahan dengan rasa pahit daripada Sang Koki Alkemis ini sendiri.
Xiao Shuxiang sudah menghabiskan satu buah apel yang ada diatas meja terdekat, namun masih saja dirinya merasakan pahit yang amat sangat, belum lagi baunya terlalu menyengat.
".. Aku sudah tidak tahan lagi. Nenek, kau yang urus sisanya,"
Xiao Shuxiang bergegas pergi, dia menyakinkan diri tidak akan mengerjai Ling Qing Zhu bila ada Nenek Nian, atau akibatnya akan seperti ini.
Tanaman herbal racikan Xiao Shuxiang benar-benar efektif. Hanya dengan lima tarikan napas, wajah Ling Qing Zhu sudah tidak terlihat pucat lagi.
Setelah muntah darah sebanyak tiga kali, gadis tersebut benar-benar dalam kondisi tubuh yang baik. Meski demikian, Nenek Nian tetap menyuruhnya tidur dan beristirahat.
Xiao Shuxiang sendiri kembali melanjutkan latihan serulingnya, kali ini dia mengganggu Lan Guan Zhi dan Lan Xiao.
Harimau Bulan itu sama sekali tidak diizinkan untuk tidur sebelum Xiao Shuxiang kelelahan bermain seruling.
"Lan Xiao, tidurlah,"
"Lan Zhi, tapi-"
"Kau lanjutkan permainanmu,"
Lan Guan Zhi menutup bukunya dan fokus mendengarkan suara sumbang dari permainan seruling temannya.
Sementara Lan Xiao mencari tempat tidur paling nyaman dan tentu saja jauh dari gangguan Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi sama sekali tidak mengerti bagaimana bisa bakat musik temannya begitu sangat buruk. Jangan bilang bahwa gelar Sang Bintang Penghancur didapat dari kemampuan Xiao Shuxiang yang satu ini?
Lan Guan Zhi memejamkan matanya, dia segera menepis pemikirannya barusan. Xiao Shuxiang yang melihat mata Lan Guan Zhi terpejam malah menganggap temannya tersebut menikmati alunan sumbang serulingnya. Dirinya menjadi bersemangat.
Tiga hari berikutnya, Lan Guan Zhi mengusir Xiao Shuxiang dari ruangannya. Dia tidak ingin mendengar suara seruling temannya yang semakin hari semakin buruk, salahnya karena memaksakan diri membantu temannya tersebut.
"Lan Zhi, hanya sekali ini saja. Satu kali lagi-"
"Tidak,"
Nyan!
Bahkan Lan Xiao juga menolaknya, Harimau Bulan tersebut menggunakan ekornya untuk menutup pintu tepat di depan wajah Xiao Shuxiang.
"Kalian berdua ini teman macam apa? Lan Xiao, siapa yang mengajarimu bersikap seperti ini pada ayahmu? Cepat buka pintunya,"
Nyan nyawn!
?!
"Hah? Lan Xiao, sudah kubilang aku bukan ibumu, panggil 'Ayah'..! Lan Xiao..?!"
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mulai berjalan mencari orang yang mau mendengar permainan serulingnya.
".. Ini sudah lama dan Lan Xiao terus saja menganggapku ibunya. Apa mungkin saat dia baru menetas yang dilihatnya pertama kali adalah aku, makanya Harimau Bulan itu memanggilku 'ibu'.."
Xiao Shuxiang mengingat-ingat, dia mendadak tersentak kala ingatan tersebut kembali. Dialah orang pertama yang menggendong Harimau Bulan dan bukan Lan Guan Zhi.
"Haiih.. Sekarang sudah jelas kenapa Hou Yong, Bao Yu, dan yang lainnya sering sekali menggodaku memiliki hubungan terlarang dengan Lan Zhi. Semuanya berawal saat kami keluar gua bersama waktu itu.."
Kepala Xiao Shuxiang langsung sakit. Pantas tidak ada yang percaya dengan penjelasannya, ini semua karena Lan Xiao.
Harimau Bulan tersebut telah membuat teman-temannya berpikiran yang bukan-bukan tentang dirinya dan Lan Guan Zhi.
".. Aku benar-benar payah dalam mengingat hal sepele semacam itu. Sekarang sudah terlanjur dan akan sangat sulit mengubahnya kembali.."
Xiao Shuxiang menghembuskan napas, dia butuh menyegarkan diri dan mengistirahatkan isi kepalanya yang serasa berkedut.
Dirinya melesat menuju pintu gerbang Sekte Pedang Langit. Berada di luar gerbang, Xiao Shuxiang memakai pedang terbangnya dan segera pergi ke Bukit Tanpa Musim, kediaman Patriarch Pertama.
Di tempat lain, tepatnya di sebuah gunung tempat bangunan Sekte Pagoda Langit pernah berdiri, nampak seorang pria berambut putih panjang dengan tanda api kecil di keningnya.
Pria ini tidak lain adalah Ling Lang Tian, kultivator yang berasal dari Benua Tengah sekaligus kakak dari Ling Qing Zhu.
Dirinya datang dari jauh untuk mengunjungi Paman dan Adiknya, tetapi malah mendapati hal tidak terduga.
Seluruh bangunan Sekte Pagoda Langit kini berubah menjadi abu, meninggalkan bekas pembakaran serta pertarungan.
Meski demikian, wajah Ling Lang Tian sama sekali tidak berubah. Dia masih begitu tenang dan berwibawa.
Dirinya memiliki warna mata berbeda dengan Ling Qing Zhu, yakni ungu muda. Bila diamati lebih dalam akan terasa seperti tetesan air jernih yang jatuh perlahan, dingin dan menekan.
Ling Lang Tian mengusap perlahan bekas pembakaran di depannya, masih ada bau samar-samar yang dia cium selain abu. Ini berasal dari daging yang terbakar, tubuh pamannya.
Ling Lang Tian juga mencium bau adiknya, namun sangat tipis. Perasaannya mengatakan Ling Qing Zhu, adiknya masih hidup.
Sejahat apapun orang-orang yang menyerang sekte ini, mereka pasti tidak akan rela membunuh Ling Qing Zhu. Adiknya pasti menjadi tawanan saat ini.
__ADS_1
Ling Lang Tian masih menyelidiki, dengan bau yang begitu tipis dirinya mulai berjalan pergi. Tujuannya adalah mencari sekte terbesar dan terkenal di Kekaisaran Matahari Tengah.
***