XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
121 - Kau Bukan Xiao Shuxiang [Revisi]


__ADS_3

Kultivator Sekte Tengkorak Darah tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya. Pertama kali dia bertemu dengan seseorang yang memiliki regenerasi secepat ini, apalagi orang tersebut adalah anak berusia 14 tahun.


"Tidak mungkin ada kultivator yang bisa menyembuhkan diri secepat itu. Kalau praktiknya berada di Grand Master atau Immortal, aku pasti percaya. Tetapi dia masih berada di Forging Qi tingkat 7, ini sangat mustahil..!"


Kultivator Sekte Tengkorak Darah, "Siapa Kau Sebenarnya?!"


Xiao Shuxiang memperhatikan pedang di tangannya, dia lalu menyeringai dan kemudian menatap kultivator Sekte Tengkorak Darah di depannya.


"Siapa aku..? Tentu saja Xiao Shuxiang!"


Setelah berucap demikian, Xiao Shuxiang langsung melesat dan menyerang kultivator Sekte Tengkorak Darah dengan brutal.


Traang!


Gerakan serangannya terlalu rendah, tindakannya membuat lawan mau tidak mau harus menyamakan gerakan dengan Xiao Shuxiang.


Terlalu merunduk membuat tubuh dan posisi kaki kultivator Sekte Tengkorak Darah tidak nyaman, dia tidak pernah bertarung dengan cara yang seperti ini.


Sementara itu, Xiao Shuxiang dapat bergerak begitu lincah, hanya satu tarikan napas dirinya bisa mengubah pola-pola serangannya sesuai yang dia inginkan.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah merasa bahwa bocah laki-laki yang dilawannya sama sekali tidak berpikir saat bertarung.


Traaang!


Traaang!


"Gerakannya aneh! Terlihat seperti dia menyerang sembarangan, tetapi--"


Belum sempat kultivator Sekte Tengkorak Darah melanjutkan apa yang ada dipikirannya, dia kembali di serang oleh Xiao Shuxiang.


"Cih! Aku tidak akan main-main lagi denganmu, Bocah!" Kultivator Sekte Tengkorak Darah mengambil jarak dari Xiao Shuxiang. Qi yang menyelimuti pedangnya membesar bersamaan dengan semakin pekatnya Aura Pembunuh milik kultivator tersebut.


!


Xiao Shuxiang sedikit tersentak, dia merasakan tubuhnya ditekan. Aura Pendekarnya ternyata lebih lemah dari Aura Pembunuh Sang Kultivator. Dia mengenggam erat pedangnya, "Aku tidak akan dikalahkan hanya karena aura seperti ini."


Mulut Xiao Shuxiang sedikit terbuka, dia menghirup udara dengan dalam dan mengembuskannya lewat hidung.


Dengan Teknik Pernapasan Air, Xiao Shuxiang mulai melesat dan menerjang kultivator Sekte Tengkorak Darah.


Aura Pembunuhnya memperlambat kecepatan Xiao Shuxiang, namun ketika pedang keduanya berbenturan----Kultivator Sekte Tengkorak Darah merasakan tekanan yang kuat dari pedang lawannya. "Kau membuatku terkesan, kekuatanmu lumayan juga."


"Hmph, tapi kau belum bisa membuatku terkesan. Bahkan, kau belum pantas mendapat pengakuan dari Xiao Shuxiang!!"


TRAAANG!


Ketika pedang keduanya berbenturan, angin kejut tercipta di sekeliling mereka. Tidak ingin membuang waktu, kultivator Sekte Tengkorak Darah nyatanya menyerang Xiao Shuxiang dengan senjata rahasia berupa Jarum Beracun.


Tap


Xiao Shuxiang melompat mundur, dia melihat ada tiga jarum berwarna ungu yang menancap di betisnya.


"Jarum ini... Sebuah pusaka!"


Kultivator Sekte Tengkorak Darah menyeringai saat melihat raut wajah bocah laki-laki di depannya. "Jarum itu akan melumpuhkanmu, lalu dengan cepat membuat kakimu membusuk. Kau tidak akan merasakan sakit, tetapi saat racunnya menuju jantungmu maka... Selesai Sudah!"


!!


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, ada titik keringat nampak di kedua sudut keningnya.


"Kuakui, dikehidupan pertama Xiao Shuxiang. Racunlah yang paling banyak menyulitkanku! Sangat menyebalkan ketika bertemu dengan Kultivator yang ahli membuat racun..." Xiao Shuxiang mencabut tiga jarum yang menancap di betis kirinya.


"... Aku juga kultivator ahli racun, namun sangat payah membuat penawarnya. Keadaan itu membuatku berhenti mengolah racun lagi. Tetapi kini, semua sudah berubah."

__ADS_1


Xiao Shuxiang mengeluarkan satu buah pil di Cincin Spasialnya, dengan segera dia memakan pil tersebut.


"Racunmu tidak akan berguna padaku..!" seringai muncul di wajah Xiao Shuxiang, bersamaan dengan warna matanya berubah menjadi merah.


Dia mengalirkan banyak Qi di pedangnya dan dengan satu tarikan napas----Dirinya langsung menerjang kultivator Sekte Tengkorak Darah.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah tidak bodoh. Saat merasakan kejanggalan pada anak di depannya, apalagi melihat warna mata anak tersebut berubah, dirinya langsung menyelimuti tubuh dengan Aura Pembunuh.


TRAAANG!


Pedang Xiao Shuxiang berbenturan dengan begitu keras. Bahkan kali ini, angin kejut yang dihasilkan oleh kedua pedang mereka meninggalkan bekas seperti sayatan pedang pada pepohonan dan bebatuan.


Terdengar suara retakan dari pedang Xiao Shuxiang. Sepertinya, pedang pusaka miliknya mulai mencapai batas.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah memberi tekanan agar Xiao Shuxiang terdorong. Dia juga menggunakan tendangan untuk menyerangnya.


Xiao Shuxiang menghindari serangan tersebut dengan melompat ke belakang. Hanya satu tarikan napas, kultivator Sekte Tengkorak Darah membentuk segel yang memunculkan lima bola api melayang di sampingnya.


"Kau Sudah Membuat Xiao Shuxiang Marah, Bocah!!"


Lima bola api tersebut menjadi semakin banyak dan kemudian menembak ke arah Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang mendengus dingin, "Jangan Mengaku-Ngaku Bahwa Kau Adalah Xiao Shuxiang! Bahkan Nama Itu Tidak Pantas Untukmu!!"


Dia menyarungkan pedangnya bersamaan dengan kedua kepalan tangannya diselimuti oleh Qi. Tiga api biru terbentuk, melesat dan berbenturan dengan api kultivator Sekte Tengkorak Darah.


BOOM!!


!!


Kultivator Sekte Tengkorak Darah merasakan keanehan. Api biru milik anak laki-laki berusia 14 tahun tersebut seperti memiliki pikiran sendiri.


Ketika bola api miliknya hampir menghantam Xiao Shuxiang, salah satu api biru bocah tersebut menghilang dan mendadak muncul di depan bola apinya.


BAAAM!!


Serangan Xiao Shuxiang membuat kultivator Sekte Tengkorak Darah terpental.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah menggertakkan gigi. Dia sudah membuang waktu terlalu lama dan anak yang dilawannya belum tewas juga. "Kurang Ajar, harusnya racunku membunuhnya! Tetapi dia seperti memiliki pil tingkat tinggi, Cih!"


!!


"Kau tidak akan bisa lari, Peniru!!" Xiao Shuxiang mengejar kultivator Sekte Tengkorak Darah saat melihat lawannya melesat pergi.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah menuju pemukiman. Dia harus bisa lolos dari anak laki-laki tersebut. "Anak itu berbahaya jika dibiarkan hidup. Dia memiliki renegerasi hebat di usia dan tingkat praktik yang rendah. Warna matanya bisa berubah menandakan dia bukan bocah biasa! Dia bahkan tidak terpengaruh dengan racunku."


Kultivator Sekte Tengkorak darah harus melaporkan ini kepada Grand Elder-nya. Hanya saja, tiga buah jarum melesat dari arah belakang dan salah satunya menggores ujung telinga serta pelipisnya.


!!


Kultivator tersebut menoleh sedikit, dia bisa melihat Xiao Shuxiang mengejar di belakangnya. Untungnya, jarum yang dilempar Xiao Shuxiang adalah jarumnya sendiri. Sehingga racunnya sama sekali tidak berefek padanya.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah melihat seorang anak perempuan berusia sembilan tahun nampak berlari-larian di depan kedua orang tuanya yang sedang berjalan. Dia langsung melesat dan menangkap anak itu untuk digunakan sebagai sandera.


!!


Kedua orang tua anak tersebut sangat terkejut. Mereka berteriak dan memohon agar kultivator Sekte Tengkorak Darah mau melepaskan putri mereka.


Tetapi yang terjadi justru kedua orang tua ini diserang, hingga membuat keduanya terpental sejauh lima meter.


"IBUUU..! AYAAH..!"


Anak perempuan itu berteriak saat menyaksikan kedua orang tuanya terbatuk darah. Walau mereka tidak mati, namun serangan kultivator Sekte Tengkorak Darah membuat organ dalam dan tulang mereka retak.

__ADS_1


Tap


Xiao Shuxiang menapakkan kakinya, tepat berdiri di depan kedua orang tua anak perempuan tersebut. Dia mendengus, "Bagus sekali..! Aku tidak percaya Xiao Shuxiang bisa begitu pengecut dengan memakai sandera..! Hah, kau sungguh tidak pantas memakai namaku! Kau Bukan Xiao Shuxiang!!"


"Hmph, kau masih terlalu muda Bocah! Kau tidak akan mengerti hukum dunia ini!"


Xiao Shuxiang ingin tertawa keras. Siapa yang tidak mengerti hukum dunia ini..? Dirinya..? Yang benar saja!


"Pendekar, to-tolong selamatkan putriku.."


?!


Xiao Shuxiang menoleh saat tangan kirinya dipegang oleh ayah dari anak perempuan yang menjadi sandera Kultivator di depannya.


Raut wajah pria paruh baya tersebut begitu pucat dan seperti menahan sakit di tubuhnya. Xiao Shuxiang bisa melihat ada darah yang keluar dari mulut orang ini.


Bukan hanya ayah dari anak gadis tersebut yang meminta tolong pada Xiao Shuxiang, tetapi juga ibu dari sang anak. Dia bahkan menangis dan terus memohon agar Xiao Shuxiang bisa menyelamatkan putrinya.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah menyeringai, dia bisa membunuh Xiao Shuxiang dengan memakai anak perempuan yang di sanderanya.


"Bocah, kalau kau ingin menyelamatkan anak ini. Maka kau harus menebas lehermu sendiri..!"


!!


Xiao Shuxiang menatap kultivator Sekte Tengkorak Darah. Dia menepis kasar tangan pria paruh baya yang memegang tangannya. "Menyelamatkan? Menyelamatkan siapa? Aku tidak mengenal anak itu, kenapa harus kuselamatkan, huh?!"


Hanya sekedipan mata, Xiao Shuxiang menghilang dan mendadak muncul di depan kultivator Sekte Tengkorak Darah dengan pedang terhunus menusuk perut anak perempuan yang disanderanya.


!!


"Ka-Kau?!" kultivator Sekte Tengkorak Darah begitu terkejut dengan tindakan Xiao Shuxiang.


Bukan hanya dirinya, tetapi juga kedua orang tua anak tersebut sama terkejutnya.


Xiao Shuxiang mendorong lebih dalam pedangnya, membuat mulut anak gadis di depannya mengeluarkan darah dengan air mata mengalir serta suara yang terbata.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah langsung melepaskan sanderanya saat pedang Xiao Shuxiang hampir menusuk dirinya. Sangat tidak bisa dipercaya!!


"I-i-ibuu..." napas anak gadis tersebut seperti tercekat saat Xiao Shuxiang menarik kembali pedangnya.


Dia memegang perutnya dengan tatapan kosong. Tubuhnya oleng, namun Xiao Shuxiang segera menangkapnya.


Wajah gadis ini perlahan memucat, tubuhnya gemetar dan mulai terasa dingin. Tatapan matanya hampir tidak memiliki cahaya lagi.


Meski melihat wajah sekarat gadis kecil yang direngkuhnya, nyatanya Xiao Shuxiang sama sekali tidak memperlihatkan rasa bersalah.


Xiao Shuxiang melempar gadis yang direngkuhnya tadi ke arah kedua orang tuanya. Pria paruh baya terkejut, dia segera menangkap putrinya sambil menangis.


Mereka begitu syok, seakan luka mereka tidak terasa, keduanya memeluk putri kecil mereka sambi terus menyebut namanya. Putri mereka satu-satunya kenapa harus mengalami hal ini..?!


Xiao Shuxiang tidak peduli dengan tangisan kedua orang tua gadis yang ditusuknya tadi. Dia hanya memusatkan perhatian ke arah kultivator Sekte Tengkorak Darah.


Xiao Shuxiang melesat dan menyerang kultivator itu kembali. Pedang keduanya kembali berbenturan.


Dia berhasil memberi beberapa sayatan pada lengan, perut dan punggung kultivator Sekte Tengkorak Darah sebelum dia menggunakan bom asap untuk melarikan diri.


"Percuma Lari, Aku Tidak Akan Membiarkanmu!!"


Xiao Shuxiang berniat mengejar lagi, namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat mendengar teriakan pria paruh baya dan istrinya yang memanggil dengan pilu nama anak mereka.


"Berisik Sekali..!" Xiao Shuxiang terlihat kesal, dia menggenggam erat pedangnya dan mulai melangkah ke arah kedua orang tersebut dengan matanya yang masih berwarna merah.


***

__ADS_1


__ADS_2