XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
131 - Tamu Tidak Diundang [Revisi]


__ADS_3

BAAAM!!


Pedang Xiao Shuxiang segera berubah menjadi debu setelah menebas tiga orang murid Sekte Tengkorak Darah dengan tiba-tiba, bahkan tanah retak cukup dalam karenanya.


Apa yang dilakukan Xiao Shuxiang mengejutkan seluruh kultivator yang ada di Sekte Tengkorak Darah.


Mereka segera menuju ke asal suara keras tersebut dan langsung menarik pedang mereka.


Sekte Tengkorak Darah tidak seperti Sekte Serigala Iblis, yang kultivatornya lebih banyak menjalankan misi hingga jarang berada di sekte.


Bisa dibilang, sembilan puluh persen kultivator Sekte Tengkorak Darah terus berada di wilayah mereka dan hanya sesekali keluar, inilah yang mengakibatkan pertahanan mereka jauh lebih kuat.


Xiao Shuxiang datang seorang diri ke tempat ini sama saja dengan mencari mati.


"Hei, anak kecil...!! Siapa kau?!"


"Beraninya kau datang dan membuat keributan di sini..!"


Beberapa murid menggertak Xiao Shuxiang, mereka tidak mengenal anak berusia 14 tahun tersebut, dia datang tanpa undangan dan menyerang rekan mereka.


"Benar-benar cari mati...!"


"........"


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun, dia mengeluarkan sebuah pedang pusaka di dalam cincin spasialnya dan langsung melesat untuk menyerang murid Sekte Tengkorak Darah yang lain.


TRAAANG!


CRAAASH!


Xiao Shuxiang menyerang mereka sekuat tenaga, dia mengeluarkan Aura Pendekarnya dan menggunakan racun untuk membantunya melumpuhkan murid Sekte Tengkorak Darah sebelum menebasnya.


TRAANG!


Walau tingkatan praktik mereka lebih tinggi dari Xiao Shuxiang, nyatanya tidak ada yang menyerang dirinya dengan menggunakan Aura Pembunuh.


Entah mereka meremehkan dirinya atau karena mereka terlalu terkejut dengan serangan tidak terduga ini.


TRAANG!


TRAANG!


Seorang murid Sekte Tengkorak Darah melesat dan menemui Grand Eldernya, dia melaporkan apa yang terjadi di luar.


"Kau bilang seorang anak datang dan membuat kekacauan?! Kau pikir ini tempat bermain-main, hah?!"


"Tetua, tapi anak itu-"


"Berhenti bicara! Kau melapor hanya karena anak kecil..?! Apa sekteku begitu lemah sampai bisa di-!!"


BAAAM!!


Ucapan Grand Elder Sekte Tengkorak Darah terpotong saat dirinya dikejutkan dengan tubuh salah satu muridnya terlempar dan menghantam kursi tempatnya duduk. Syukurlah dia bisa bereaksi cepat hingga tubuh muridnya itu tidak menghantam dirinya.

__ADS_1


Grand Elder Sekte Tengkorak Darah kembali terkejut saat tubuh murid yang menghantam kursinya ternyata tidak lagi memiliki kepala, pandangannya kemudian menoleh ketika dia menyadari ada seseorang yang berjalan mendekat.


!!


Seorang anak berambut panjang diikat, berusia 14 tahun, memakai seragam berwarna hitam dengan bercorak sayap kupu-kupu, terlihat berjalan tenang sambil memegang pedang bersimbah darah pada tangan kanannya.


Beberapa kultivator melesat dari belakang dan berusaha menyerang anak tersebut, namun dengan cepat serangan mereka di tangkis.


Anak itu tiba-tiba menghilang dan seketika muncul di depan Grand Elder Sekte Tengkorak Darah sambil menghunuskan pedangnya.


Apa yang terjadi ini begitu tiba-tiba, bahkan Grand Elder Sekte Tengkorak Darah bereaksi terlalu lambat. Namun, dia tidak mungkin bisa dikalahkan oleh seorang bocah.


Berani sekali anak di depannya menghunuskan pedang dan memberikan tatapan seakan ingin menelannya hidup-hidup, dasar bodoh!


"Kau sama sekali tidak berubah, Paman Lai Kuan Ye..."


!!


Mata Grand Elder Sekte Tengkorak Darah terbelalak ketika mendengar bocah di depannya menyebut namanya. Suara itu...


"Ka-Kau.." Lai Kuan Ye merasakan jantungnya berhenti berdetak saat melihat warna mata anak laki-laki di depannya berubah menjadi merah.


Selama ini, hanya satu orang yang dia ketahui bisa mengubah warna matanya, dan orang tersebut telah tewas akibat tragedi yang hampir membuat Benua Timur musnah.


"Kau... Xiao Shu... Xiang..."


!!


Xiao Shuxiang menyeringai, orang yang dia hunuskan pedang ini tidak lain adalah murid kesayangan Guan Wei, seniornya di kehidupan pertamanya.


"Kulihat bagian tubuhmu masih lengkap sejak terakhir kali kita bertemu, bagus sekali..!"


Lai Kuan Ye menahan napas, walau praktiknya sekarang lebih tinggi, tetapi dia tidak berani melawan anak ini. Bukan seperti itu?! Anak di depannya adalah Xiao Shuxiang! Tidak salah lagi, dia benar-benar Xiao Shuxiang!


Murid Lai Kuan Ye melesat dan segera menyerang Xiao Shuxiang, namun serangannya ditahan oleh tetuanya sendiri.


"Mundur kalian semua..! Sarungkan kembali pedang kalian dan pergi dari sini!" Lai Kuan Ye memerintahkan semua muridnya untuk meninggalkan dirinya bersama anak berusia 14 tahun tersebut.


"Ta-Tapi Tetua.."


"Kubilang Pergi..!"


Para murid Lai Kuan Ye walau merasa terkejut, heran, bercampur cemas. Namun mereka tetap mengikuti perintah Grand Elder mereka.


Saat tidak ada orang selain Xiao Shuxiang dan Lai Kuan Ye di dalam ruangan ini.. Xiao Shuxiang pun mulai meminta penjelasan Grand Elder Sekte Tengkorak Darah tersebut yang memberikan segel pada temannya.


"... Kau sangat berani mengganggu ketenangan Xiao Shuxiang!"


Lai Kuan Ye tidak tahu bagaimana Xiao Shuxiang bisa hidup kembali, tetapi kehadiran anak ini adalah masalah besar untuk dirinya dan juga sektenya.


Lai Kuan Ye sangat tahu bahwa Xiao Shuxiang tidak suka jika banyak bicara dalam keadaan kesal, dia lebih memilih langsung bertarung.


Sebelum Xiao Shuxiang tidak bisa menahan kesabaran, dirinya langsung menjelaskan situasi yang terjadi.

__ADS_1


Lai Kuan Ye meminta maaf karena sudah menganggu Xiao Shuxiang, ".. Tapi aku masih tidak tahu bagaimana aku mengganggumu, Tuan Muda.."


"Kau memberi segel pada lidah temanku, salah satu murid Sekte Kupu-Kupu."


!!


Napas Lai Kuan Ye tercekat, dia tidak tahu bahwa sekte yang ingin dihancurkannya adalah tempat tinggal Xiao Shuxiang.


"Jangan biarkan Xiao Shuxiang menjadi musuhmu, Paman. Katakan, kenapa kau melakukan itu pada sekteku?! Sebelum Xiao Shuxiang benar-benar kehilangan kesabarannya..!"


Lai Kuan Ye dengan napas pelan mulai mengatakan bahwa ini semua karena dirinya harus membalas kebaikan Scarlet Bayangan yang telah berjasa pada perkembangan sektenya.


Sekte Tengkorak Darah hanya mengikuti permintaan Scarlet Bayangan sebagai tanda terima kasih.


"Scarlet Bayangan.. Kau tahu di mana lokasi sekte mereka, Paman?"


"Lokasi mereka selalu berpindah-pindah, aku sama sekali tidak tahu. Tapi.." Lai Kuan Ye mengatakan dia mengetahui tempat tinggal salah satu anggota Scarlet Bayangan yang ada di Kekaisaran Matahari Tengah.


Xiao Shuxiang mulai menyarungkan pedangnya, dia lalu duduk pada salah satu kursi yang ada di dalam ruangan dan meminta Lai Kuan Ye untuk menceritakan tentang Scarlet Bayangan yang dia ketahui.


Cukup lama mereka berbincang-bincang, para murid Sekte Tengkorak Darah terlihat khawatir di depan gedung utama sekte mereka.


Tiga orang Patriarch masih agak ragu untuk masuk, sebab ketiganya tidak mendengar suara benturan pedang atau apa pun.


"Patriarch, kita harus menyerangnya..! Dia anak yang berbahaya.." salah seorang murid Sekte Tengkorak Darah sudah bersiap untuk melesat masuk, namun Patriarch tidak mengizinkan dirinya.


Sementara di dalam ruangan, Xiao Shuxiang terlihat mengerutkan kening saat tahu bahwa Lai Kuan Ye ternyata tidak mengetahui dengan jelas rencana Scarlet Bayangan.


"... Ini hanya dugaan, tetapi aku merasa... Mereka mau membuat ulang Pedang Bintang Malam."


!!


"Itu berarti mereka akan menemui Sang Penempa..?!"


Lai Kuan Ye menggeleng, "Kultivator Scarlet Bayangan tidak seperti kultivator yang lain. Semua kegiatan penting mereka sangat rahasia, menjadi kultivator bayaran hanyalah kedok belaka untuk menutupi kebenaran sekte itu..."


Xiao Shuxiang mengangguk, dia sudah cukup mendapat informasi tentang Scarlet Bayangan. "Aku masih punya urusan dengan mereka karena sudah berani menculik gadis cerewet,"


Xiao Shuxiang mengeluarkan dua guci Arak Anak Linglung dan sekantong kecil pil berkhasiat. Dia memberikannya kepada Lai Kuan Ye sebagai bayaran atas informasi yang didapatkannya.


"Aku tidak tahu sejauh apa Scarlet Bayangan membantu kalian, tapi kuharap kau memutus hubunganmu dengan mereka.." Xiao Shuxiang segera berjalan pergi dan membuka pintu gedung dengan kasar hingga beberapa murid terpental sejauh enam meter.


Ketiga Patriarch dan para murid Sekte Tengkorak Darah menatap Xiao Shuxiang dengan berang, namun Lai Kuan Ye menghentikan mereka dan berkata bahwa Xiao Shuxiang adalah keponakannya.


!!


Sangat mengejutkan, mereka belum pernah melihat keponakan Lie Kuan Ye selama ini.. Dan sekarang datang seorang anak yang membuat keributan di sekte mereka, dan ternyata itu adalah keponakan Grand Elder mereka sendiri.


Xiao Shuxiang melangkah begitu santai, raut wajahnya terlihat biasa-biasa saja. Setelah diberi lewat oleh para murid Sekte Tengkorak Darah, dia kembali melesat dengan menaiki pedang terbangnya.


Lai Kuan Ye menatap Xiao Shuxiang yang telah pergi menjauh. Tanda di langit bersamaan dengan perasaan gelisahnya kala itu adalah karena Xiao Shuxiang telah kembali.


"Usianya masih 14 tahun, apakah mungkin dia lahir kembali..?! Tapi..."

__ADS_1


Lai Kuan Ye mengusap dadanya, dia hampir melakukan kesalahan. Syukurlah dirinya belum menyerang Sekte Kupu-Kupu.


***


__ADS_2