
Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambunya, dia bergegas mendekati Lan Guan Zhi untuk mencari perlindungan pada pemuda tersebut.
Xiao Shuxiang, Ling Qing Zhu, dan Xiao Qing Yan sendiri fokus mendengar alunan musik yang menenangkan itu. Perlahan, rasa kantuk mulai menghampiri Xiao Qing Yan.
"Jangan tidur," Ling Qing Zhu menyentuh pundak kanan Xiao Qing Yan. Dia mengatakan agar sebaiknya mereka melindungi indra pendengaran dengan Qi, sayangnya meski melakukan itu.. Xiao Qing Yan dan teman-temannya masih bisa mendengar suara musik tersebut.
Lan Guan Zhi nampak sedikit mengerutkan kening kala mendengar alunan musik itu, rasanya seperti dia tahu nada-nada menenangkan ini.
"Lan Zhi, apa kau juga merasakannya..?"
Xiao Shuxiang seakan juga tahu, bila didengarkan dengan baik.. Alat musik yang digunakan ini sejenis seruling. Namun nadanya lebih lembut dari Seruling Giok Putih miliknya. Lan Guan Zhi mengatakan bahwa alat musik yang dipakai siapa pun itu bernama 'Xiao'.
'Xiao' sendiri merupakan alat musik tiup, sejenis seruling vertikal yang dapat menghasilkan suara lembut dan menenangkan.
Penggambaran perasaan sedih jauh lebih mendominasi dibandingkan dengan seruling milik Xiao Shuxiang yang suara nadanya terkesan lebih tegas, sedikit nyaring, dan penggambaran perasaannya lebih bersemangat.
Sebenarnya, perasaan sedih dan senang tidak ditentukan dengan jenis alat musik tiup apa yang digunakan, melainkan ditentukan dengan perasaan apa yang ingin disampaikan pemain alat musik itu sendiri.
Sama seperti sekarang, alunan musik ini lebih kepada penyampaian agar pendengarnya dapat tidur dan bermimpi indah. Awalnya memang seperti itu, namun lama-kelamaan suara yang terdengar mulai berbeda.
AAAAKH..!
!!
Xiao Qing Yan tiba-tiba saja berteriak hingga membuat teman-temannya terkejut. Detik berikutnya, Yi Wen dan Xiao Lu juga ikut berteriak.
Xiao Shuxiang melihat ketiga temannya tersebut menutup telinga dengan kuat, namun tetap saja mereka masih merasakan sakit. Dan detik berikutnya, dia pun merasakan hal yang sama.
!!
Terdengar suara berdenging di telinga Xiao Shuxiang. Dalam waktu singkat, detakan jantungnya berpacu lebih kencang, rasa ini bahkan lebih buruk dengan efek samping lagu 'Ketenangan' yang biasa dimainkannya.
!!
Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu juga merasakan telinga mereka seperti berdenging, satu-satunya orang yang tidak terpengaruh alunan musik ini adalah Bocah Pengemis Gila.
"Lan'Er Gege..!" Bocah Pengemis Gila memijat-mijat lengan Lan Guan Zhi, namun sepertinya itu tidak berhasil. Dia bingung dengan keadaan teman-temannya.
Merasa hanya dia satu-satunya yang tak terpengaruh.. Akhirnya Bocah Pengemis Gila berpura-pura berteriak nyaring sampai berguling-gulingan di tanah.
AAAAKH!
Xiao Qing Yan merasa kepalanya hampir mau pecah, perutnya juga tak nampak baik-baik saja. Ada sesuatu di dalam dirinya yang menyuruhnya melukai diri sendiri, alunan musik ini seakan membuatnya gila.
Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu berusaha menahan suara agar tidak sampai berteriak, terlihat urat di dahi mereka menegang, keadaan ini jelas sangat buruk.
!!
Dibandingkam dengan teman-temannya ini, mungkin kondisi Xiao Shuxiang yang paling mengejutkan. Warna matanya berubah merah, lalu kembali seperti semula, kemudian menjadi merah lagi.
Perubahan ini tidak bisa dirinya kendalikan. Bukan hanya itu, Xiao Shuxiang bahkan memuntahkan darah kental berwarna kehitaman. Selain suara dengingan di telinganya.. Dia juga mendengar ada yang menyuruhnya melukai teman terdekatnya dan dirinya sendiri.
"Sialan..!" Xiao Shuxiang menggertakkan gigi sambil beberapa kali menggelengkan kepala. Dia bahkan tak sadar lututnya telah bersentuhan dengan tanah.
!!
Tidak hanya Xiao Shuxiang dan teman-temannya, tetapi juga pemilik penginapan serta para pelayannya merasakan hal yang sama. Che Miu salah satunya yang berteriak.
AAAAAKH..!
Dia tidur terlentang dengan kedua tangan dan kakinya diikat. Mata dan telingannya ditutup oleh kain yang cukup tebal. Dia bahkan menggigit sepotong bambu agar tak sampai melukai dirinya sendiri.
Teriakan Che Miu tertahan, namun tubuhnya yang terus memberontak menjadi tanda bahwa dirinya ikut terpengaruh dengan alunan musik yang menyayat tersebut.
Di kamar lain, ada salah satu rekan Che Miu yang ikatan pada tangan kanannya terlepas. Dia segera menggaruk-garuk telinganya dan berusaha menyingkirkan suara berdenging tersebut, namun tindakan itu sangatlah salah.
!!
Bukan suara dengingan itu yang hilang, tetapi justru telinganya yang terluka hingga berdarah-darah. Dia bahkan entah sadar atau tidak.. Sudah mulai mencakar wajah, leher, dan bagian tubuhnya yang lain.
Sementara itu, di tempat para pendekar yang menguasai ilmu taois juga bernasib sama, bahkan lebih buruk lagi. Sudah ada sekitar lima orang yang mati dalam keadaan kedua telinga dan pipinya berdarah, tiga di antara mereka mati dalam kondisi perut yang robek.
Pelakunya tidak lain adalah diri mereka sendiri. Inilah alasan mengapa warga Kota Bulan Darah setiap malamnya selalu mengikat diri di tempat tidur.
Sebenarnya, ada juga warga yang mengikat kedua tangannya pada dinding, namun ketika musik itu terdengar disertai dengan suara dengingan.. Seketika itu juga warga tersebut menggila. Dia membentur-benturkan kepalanya ke dinding hingga tanpa sadar dirinya sudah kehilangan nyawa.
"AAAAAKH.. SIALAAN..! HENTIKAAN SEKARANG JUGA..! AAAKH..!"
Seorang pendekar berusia sekitar 42 Tahun berteriak keras, dia menarik pedangnya dan mengayunkannya secara membabi buta sambil menyuruh siapa pun orang yang memainkan alat musik tersebut agar berhenti.
Rekan-rekannya juga meneriakkan hal yang sama. Namun bukannya berhenti, suara itu semakin terdengar dan kali ini lebih nyaring dari biasanya.
Jauh di tengah Kota Bulan Darah, tepatnya di sebuah gedung bertingkat lima.. Ada seseorang yang nampak duduk tenang di atap gedung tersebut sambil memainkan alat musik 'Xiao'.
__ADS_1
Pakaiannya berwarna hijau tua bercampur hitam, dia memiliki warna mata yang bersinar keunguan. Rambut yang panjang dan terurai tersebut nampak di lambai-lambaikan oleh angin malam.
Dilihat dari postur tubuhnya.. Dia adalah seorang gadis dan nampak berusia sekitar 15 Tahun. Wajahnya tak terlihat karena ditutup rambut poni yang bahkan menutupi hidungnya.
Andai Xiao Shuxiang atau Bocah Pengemis Gila melihat penampilan orang ini.. mereka kemungkinan akan tertawa dibandingkan dengan takut.
Dan jika yang melihatnya adalah Xiao Lu.. Tangan gadis tersebut pasti sudah gatal ingin memangkas rambut poni yang merusak pemandangan itu.
Nada yang dihasilkan oleh alat musik miliknya mempunyai pesan pengantar kematian. Rasanya seakan-akan dia mengatakan..
"... Dengarkan aku.. Dengan siapa kau bicara..
Dia ada didekatmu.. Tepat didekatmu..
Kau mendengar suaranya.. Dia baru saja bicara padamu..
Saat kau bercermin, kau melihatnya..
Dia adalah bayanganmu.. Dirimu yang sebenarnya..
Dia tersenyum saat kau tersenyum..
Dia menitikkan air mata saat kau menangis..
Dia marah saat kau memperlihatkan kebencian..
Dia tahu apa yang ingin kau katakan..
Dia tidak pernah meninggalkanmu..
Dengarkan aku.. Dia menyampaikan pesan padamu..
Dia tahu kemarahanmu, maka berteriaklah.. Kau akan merasa tenang..
Dia memberi tahuku..
Kau akan mendapat keberuntungan, maka penuhilah tubuhmu dengan warna itu..
Sudah cukup melampiaskan amarahmu..
Tenanglah..
Tidurlah dan dia akan menemanimu dalam keabadian.."
!!
Xiao Shuxiang menoleh, nampak jelas bahwa wajahnya begitu pucat, terdapat bekas darah di bibirnya, urat pada dahinya pun menegang.
"Lan Zhi.." suaranya terdengar lemah.
"Lagu.. Ketenangan.. Yang dibalik,"
Meski dengingan masih terdengar jelas di telinga Xiao Shuxiang, namun dirinya masih mampu menangkap suara temannya ini. Dalam kondisi yang sulit, dia berusaha memikirkan maksud ucapan Lan Guan Zhi.
!!
Xiao Shuxiang mulai mengerti, lagu 'Ketenangan' bila nadanya dimainkan secara terbalik.. Maka akan menghasilkan lagu baru yang bertentangan dengan unsur 'Ketenangan'.
Xiao Shuxiang mencoba mengambil Seruling Giok Putihnya, namun niatnya terhenti saat melihat darah menetes dari balik cadar tipis Ling Qing Zhu. Gadis di sampingnya ternyata menggigit bibir sendiri agar tak sampai berteriak.
"Apa yang kau lakukan? Jangan melukai dirimu sendiri,"
Xiao Shuxiang sekuat tenaga menahan dengingan di telinganya, dia menarik lengan bajunya hingga memperlihatkan kulit tangannya yang bersih dan mulus tersebut.
Tanpa ragu dirinya mengulurkan tangan dan menyuruh Ling Qing Zhu menggigit tangannya. Dia menyerahkan Seruling Giok Putih pada Lan Guan Zhi dan meminta temannya mainkan lagu 'Ketenangan'.
"Cepat gigit tanganku..!"
!!
Xiao Shuxiang merintih ketika Ling Qing Zhu benar-benar mengigitnya tanpa memberi aba-aba sama sekali, namun dia tidak bisa menarik kembali tangannya.
Bocah Pengemis Gila yang sejak tadi berguling-gulingan sambil pura-pura berteriak sebenarnya sedang mencari tahu asal dari suara seruling ini.
Dia merasa harus bisa menemukannya sebelum teman-temannya tidak sanggup bertahan lagi.
AAAAH..!
Yi Wen dan Xiao Lu masih tetap berteriak, keduanya bahkan mulai menggaruk-garuk telinga dan pipi. Keadaan ini semakin gawat jika tak segera diatasi.
"Qing Yan, kemari.."
Xiao Shuxiang menyuruh Xiao Qing Yan mendekat, anak berusia 10 Tahun tersebut berulang kali memuntahkan darah, yang terburuk kedua matanya mulai mengeluarkan darah.
__ADS_1
Saat Xiao Qing Yan mendekat, dirinya langsung dipeluk oleh Xiao Shuxiang sambil tangan pemuda ini membantunya menutup telinga.
Lan Guan Zhi sendiri memegang erat Seruling Giok Putih, dia mencoba memainkan alat musik tersebut namun belum sempat nada pertama keluar.. Dirinya sudah tak sanggup lagi.
!!
Bocah Pengemis Gila tidak pernah sekali pun memainkan alat musik. Andai dia tahu, mungkin dirinya bisa saja membantu teman-temannya.
"Lan'Er Gege tidak bisa melakukannya.."
Bocah Pengemis Gila melihat Lan Guan Zhi tak mampu mengeluarkan satu pun nada pada Seruling Giok Putih. Dan teman-temannya sekarang berada dalam kondisi mengkhawatirkan.
!!
Xiao Shuxiang merasakan perih di tangannya, dia bisa menduga tangannya yang digigit Ling Qing Zhu berdarah. Dia sangat yakin itu.
Dugaan Xiao Shuxiang memang benar, setetes demi setetes darah mulai jatuh dari sela bibir Ling Qing Zhu. Darah milik Alkemis Muda tersebut menyentuh tanah dan menghasilkan cahaya redup yang hanya berlangsung sepersekian detik.
Hanya Bocah Pengemis Gila yang menyadari ini. Pada mulanya, dia nampak ragu dengan apa yang dilihatnya. Namun saat darah Xiao Shuxiang kembali menetes.. Dia seketika percaya dengan indra penglihatannya.
Bocah Pengemis Gila memegang erat tongkatnya dan kemudian berguling mendekati Xiao Shuxiang sambil berpura-pura berteriak kesakitan.
Ketika darah Alkemis muda tersebut menetes ke ujung tongkat bambunya.. Seketika itu juga suhu di sekeliling Bocah Pengemis Gila dan teman-temannya menghangat.
Suara dengingan mulai sedikit berkurang pada pendengaran Lan Guan Zhi. Kali ini dia bisa meniup Seruling Giok Putih dan memainkan beberapa nada.
"Aku juga harus membantu mereka,"
Bocah Pengemis Gila adalah pendekar yang menguasai Tenaga Dalam Suara, karena kemampuannya.. Dia dapat menyaring suara dan membedakan-bedakannya, inilah yang membuat dirinya tidak terpengaruh dengan musik mengerikan tersebut.
Teknik menyaring suara dan hanya menerima yang diperlukan saja merupakan teknik tertinggi dari Tenaga Dalam Suara. Sejauh ini, hanya beberapa orang saja yang mampu menggunakan teknik tertinggi itu, dan Bocah Pengemis Gila adalah salah satunya.
!!
Lan Guan Zhi terus memainkan lagu 'Ketenangan'. Awalnya setiap nada yang dia mainkan terdengar kurang sesuai, namun lama-kelamaan permainnya semakin membaik. Karena hal ini, Bocah Pengemis Gila bisa semakin muda menemukan dalangnya.
"Dapat."
Bocah Pengemis Gila masih berbaring dan sesekali berpura-pura merintih kesakitan. Di sisi lain, tiga jari kirinya menekan tanah dengan cukup kuat.
Retakan halus mulai tercipta, itu terus menjalar cepat menaiki dinding gerbang penginapan, melewati setiap tempat hingga sampai ke tengah kota, tepat di mana orang yang memainkan alat musik 'Xiao' berada.
Dalam lesatan yang tidak terduga, tiga buah serangan layaknya kilat menghantam bangunan bertingkat lima tersebut hingga menghasilkan suara debaman keras disertai lidah api.
BAAAAM!
!!
Untunglah pemain seruling tersebut dapat menghindar dengan baik, namun dirinya terpaksa menghentikan meniup seruling. Kondisi itu membuat suara dengingan yang terdengar memudar.
Xiao Shuxiang akhirnya sedikit bisa bernapas lega, namun tidak begitu dengan teman-temannya yang lain. Lihat saja, Xiao Lu dan Yi Wen kehabisan tenaga karena terlalu banyak berteriak, begitu pula dengan Xiao Qing Yan.
"Kucing Putih, bagaimana keadaanmu?"
Xiao Shuxiang sedikit meringis saat Ling Qing Zhu melepaskan gigitan miliknya. Meski wajah gadis cantik ini tertutup cadar tipis, namun dirinya yakin wajah Ling Qing Zhu begitu pucat.
"Sebaiknya kau beristirahat," suara Xiao Shuxiang masih terdengar lemah, dia bahkan kelihatan sekali sedang mengatur napas dengan baik.
"Tidak perlu. Aku baik-baik saja,"
Ling Qing Zhu mencoba berdiri, namun tubuhnya masih sedikit oleng. Tanpa sengaja tangannya menekan kepala Xiao Shuxiang agar dapat berdiri dengan baik, ini sama sekali bukan masalah bagi Koki Alkemis tersebut.
"Kucing Putih, kau tidak terlihat baik. Duduk dan beristirahatlah, aku yakin telingamu juga mengeluarkan darah.."
"Musik itu akan kembali jika tidak dihentikan," Ling Qing Zhu menepuk pelan kepala Xiao Shuxiang dan menyuruh pemuda tersebut untuk tetap tinggal, ".. Kau bantu Tuan Muda Lan,"
!!
Setelah menarik pedangnya, Ling Qing Zhu mulai melesat. Dirinya nyaris terjatuh kala kakinya menapak di tembok gerbang penginapan. Kondisinya barusan membuat Xiao Shuxiang tersentak.
Bocah Pengemis Gila diam-diam membantu Ling Qing Zhu, dia menggunakan tiga jarinya untuk menyerang sekaligus mencegah lawan memainkan seruling.
BAAAAM!
Suara debaman keras yang terdengar menjadi pemandu Ling Qing Zhu. Dirinya melesat sambil memegang erat pedangnya, dalam lingkungan yang sulit menyerap Qi ini.. Dia sama sekali tidak gentar.
BAAAM!
Bukan hanya dibantu oleh Bocah Pengemis Gila.. Dirinya juga mendapat bantuan dari Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang. Pemuda berpakaian putih tersebut mengembalikan Seruling Giok Putih pada temannya, dia sendiri mengeluarkan Guqin dan kemudian mulai memainkannya.
Xiao Shuxiang ikut meniup serulingnya untuk mendampingi permainan Lan Guan Zhi. Mereka memainkan lagu 'Ketenangan' yang rupanya memiliki efek menetralkan suara dengingan serta menenangkan setiap warga yang mendengar suara alat musik mereka.
***
__ADS_1