
Di pagi hari, setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya--Xiao Shuxiang pergi ke Sekte Kupu-Kupu dengan memakai Cermin Pemindah.
Dia tidak sendirian, melainkan bersama Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila. Dirinya terkejut saat melihat kondisi Sekte Kupu-Kupu yang sekarang.
!!
Terdapat tiga bangunan besar yang satu di antaranya bertingkat dua. Ada dua buah kolam berukuran sedang, di sekitarnya terdapat rumput dan bunga-bunga yang dihinggapi serangga terbang bersayap indah.
Sekte ini mempunyai halaman depan yang luas dan bertujuan sebagai tempat pelatihan. Di belakang bangunan Grand Elder terdapat lahan yang ditumbuhi tanaman obat, sayur, dan juga buah. Murid-murid di tempat inilah yang menanamnya.
Selain tanaman-tanaman tersebut, ada juga sebuah kolam khusus pemandian. Tempat tersebut di kelilingi oleh sebuah dinding yang terbuat dari kayu.
Uap yang terlihat menandakan bahwa air tersebut merupakan air hangat. Ini merupakan kolam air buatan di mana rumput kuning Xiao Shuxiang tertanam di dasar kolam.
Sejak peperangan melawan Wyvern, rumput kuning Xiao Shuxiang mengalami evolusi. Dia bisa mengeluarkan air yang memiliki tingkat panas sedang dan sangat cocok digunakan setelah latihan berat. Para murid suka berendam di tempat ini.
Hal lain yang bisa ditemukan adalah terdapat sebuah lubang kecil di bawah salah satu pohon, itu adalah jalan yang selalu dilalui Ping Gou dan teman-temannya bila ingin ke Sekte Kupu-Kupu maupun pulang ke rumah mereka yang ada di Gunung Induk.
Demonic Beast berwujud tikus seperti Ping Gou memiliki hubungan dengan para murid Sekte Kupu-Kupu. Dia dan teman-temannya disenangi murid-murid di sini serta sudah dianggap sebagai keluarga.
Melihat keindahan sektenya sekarang membuat Xiao Shuxiang berulang kali berdecak kagum. Dirinya bahkan tidak tahu lagi berapa jumlah murid di sekte ini. Namun dari yang terlihat, dia bisa pastikan saudara-saudara seperguruannya adalah pendekar yang kuat dan agak sedikit… tidak waras.
!!
Pendapatnya barusan dibuktikan dengan pemandangan yang saat ini dilihat olehnya. Di bawah sebuah pohon, enam orang murid berusia sekitar 12-14 Tahun nampak membakar daging ayam dengan begitu serius dan seakan tidak menyadari kehadiran Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, serta Bocah Pengemis Gila.
Bukan soal kegiatan keenam murid tersebut yang membuat Xiao Shuxiang berpikir tidak waras--Tetapi karena ekspresi wajah anak-anak itu yang memperlihatkan seringai bak penjahat kanibal saat membakar dan memakan daging ayam.
Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut mereka. Keduanya bahkan tidak sadar menahan napas. Tetapi sungguh, ini belum sepenuhnya menerangkan Sekte Kupu-Kupu yang baru.
Bukan hanya Xiao Shuxiang yang terkesan, tetapi juga Lan Guan Zhi. Pemuda tampan berpakaian serba putih tersebut melihat ada beberapa rumah-rumah kecil di atas pohon.
Dia juga dapat melihat para murid sekte ini sedang serius berlatih, seragam mereka memiliki ciri khas corak sayap kupu-kupu, berwarna putih namun dengan campuran warna yang berbeda-beda.
Bocah Pengemis Gila, "Apa ini sektemu? Ah, kau tidak perlu menjawab. Melihat betapa beringasnya anak-anak tadi membakar daging ayam membuatku yakin ini pasti sektemu. Apa kau sedang mendidik monster, huh?"
Sambil memeluk erat tongkat bambunya, Bocah Pengemis Gila memperlihatkan bulu di lengan kanannya pada Xiao Shuxiang.
".. Kau lihat ini. Aku sampai merinding. Meski tempat ini terlihat indah, namun jujur saja aku merasa tidak nyaman.." raut wajah Bocah Pengemis Gila berubah pucat, ".. Kuharap saudara-saudara seperguruanmu bukan orang yang suka memakan daging manusia. Aku benar-benar tidak sanggup membayangkannya, sungguh..!"
Xiao Shuxiang, "Tenanglah, oke? Meski mereka kanibal sekalipun, anak-anak itu pasti akan pilih-pilih makanan juga. Mustahil mereka akan memakan pemuda sepertimu, tidak.. Tidak mungkin, itu sangat mustahil,"
Bocah Pengemis Gila sedikit tersinggung dengan ucapan Xiao Shuxiang yang terdengar bagai ledekan di telinganya. Dia lalu memukul bokong pemuda berpakaian hitam di sampingnya ini dengan memakai tongkat.
!!
Xiao Shuxiang spontan menjerit, dia mengusap-usap bokongnya yang terasa panas. Bocah Pengemis Gila keterlaluan, berani sekali mencari masalah dengannya di saat hari masih pagi.
"Jangan lari kau..!"
Xiao Shuxiang mengejar Bocah Pengemis Gila. Dia membuat para murid Sekte Kupu-Kupu yang sebelumnya terlalu serius dengan kegiatan masing-masing.. Langsung menyadari kehadiran mereka.
Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan menggeleng pelan melihat tingkah kedua temannya. Dia merasa seperti seorang ayah yang memiliki dua anak nakal sekaligus pembuat masalah.
*
*
*
Ro Wei, gadis cantik yang nampak berusia 23 Tahun. Memiliki rambut panjang sepunggung dan berpakaian merah muda dengan corak sayap kupu-kupu. Dia saat ini sedang berada di sebuah ruangan dan nampak serius mengatur jadwal pelatihan para juniornya.
Dirinya bagai tangan kanan Yang Shu, Grand Elder Sekte Kupu-Kupu yang saat ini sedang melakukan perjalanan ke Benua Utara bersama Xiao WeiWei, Yang Hao, salah satu Patriarch Sekte Bambu Perak, Hai Feng, dan Zhi Shu.
Ro Wei yang bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup para murid di sekte ini, di samping tugasnya yang juga seorang pelatih para junior-juniornya.
Beberapa hari yang lalu, Yi Wen memang telah pulang.. Tetapi Ro Wei tidak bisa mengharapkan bantuan apa-apa dari saudaranya tersebut. Yi Wen jelas bukanlah gadis yang akrab dengan kertas dan pena.
".. Aku bisa saja meminta bantuan Nona Ling, tapi mengingat dia memiliki sifat yang sama dengan Tuan Muda Lan.." Ro Wen berdecak dan kemudian menggelengkan kepala pelan.
Dia seakan tahu bahwa bila Ling Qing Zhu membantunya mengatur jadwal latihan para murid.. Gadis cantik berambut putih tersebut akan menjadwalkan pelatihan etika, menenangkan diri, atau menyuruh para juniornya menerapkan aturan Sekte Pagoda Langit.
".. Haaah.." Ro Wei mengembuskan napas panjang. Cerita yang dia dengar dari Yi Wen, Sekte Pagoda Langit memiliki aturan yang nyaris sama ketat dengan Sekte Pedang Langit.
Saat Ro Wei kembali fokus pada kertas di depannya--Tiba-tiba saja sesuatu melesat dari arah jendela dan membuatnya terkejut. Itu rupanya adalah seorang pria berpakaian hitam dan nampak memeluk sebuah tongkat panjang.
!!
Ro Wei kembali dikejutkan dengan lesatan lainnya, kali ini yang datang tidak lain adalah pemuda yang tak asing baginya.
"Saudara Xiao..? Apa itu kau?"
Xiao Shuxiang baru akan menerjang Bocah Pengemis Gila saat dia mendengar suara seorang gadis. Dirinya lalu menoleh dan benar saja, memang bukan hanya dia dan Bocah Pengemis Gila yang ada di dalam ruangan ini.
"Ro Wei.. "
"Saudara Xiao..!"
__ADS_1
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat tiba-tiba dipeluk, dia mengusap pelan punggung Ro Wei dan memuji saudaranya yang sudah menjaga Sekte Kupu-Kupu dengan baik.
"Saudara Xiao, aku hampir tidak mengenalmu. Lama tidak bertemu, kau jadi semakin tampan~" Ro Wei begitu senang bertemu saudaranya kembali, dia mengeratkan pelukannya.
"Kau juga semakin cantik dan terlihat dewasa. Semoga kau tidak merasa berat mengurus sekte.."
Ro Wei melepaskan pelukannya, dia lalu menatap Xiao Shuxiang sambil tersenyum. "Itu semua bukan masalah. Aku dibantu oleh Bibi Nu dan Hun Fung, tapi saat ini Guru tidak ada. Padahal dia pasti ingin sekali bertemu denganmu, Saudaraku.."
"Tidak perlu pedulikan itu. Aku akan menemui Kakek nanti. Sekarang ini.. Ada sesuatu yang harus kuselesaikan.." Xiao Shuxiang tersenyum dan mengusap pelan kepala Ro Wei, dirinya lalu mengalihkan pandangan ke arah Bocah Pengemis Gila yang nyaris melompat dari langkan.
"Mau ke mana kau?"
"Aah~ aku tidak ingin mengganggu pertemuan romantismu. Ehm.. Sampai jumpa-!" Bocah Pengemis Gila berniat melompat, namun seketika kerah belakang bajunya sudah dicengkeram oleh Xiao Shuxiang.
Gerakan pemuda yang menangkapnya benar-benar cepat, padahal sebelumnya orang ini masih berada cukup jauh darinya.
"Kau mau apa, Shuxiang..? Lan'Er Gege sedang menunggu kita. Ayo lepaskan aku, kawan.."
"Wajah memelasmu tidak mempan padaku. Kau tadi berani memukul bokongku, kan? Jadi sekarang aku berhutang padamu.." Xiao Shuxiang mencubit gemas hidung Bocah Pengemis Gila, dia tersenyum dan menyeret pemuda tersebut sambil disaksikan oleh Ro Wei.
"Tidak, tu-tunggu dulu..! Apa yang mau kau lakukan padaku?" Bocah Pengemis Gila panik saat melihat senyuman aneh Xiao Shuxiang, dia berusaha berteriak meminta bantuan.
"Lan'Er Gege Tolong Aku..!"
*
*
*
"Mn?" Lan Guan Zhi menoleh, dia merasa seperti ada seseorang yang memanggilnya.
?
Tidak ada siapa pun yang dilihat Lan Guan Zhi, kemungkinan barusan hanya perasaannya saja. Dia lalu melanjutkan langkahnya untuk mencari Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila.
Sekte Kupu-Kupu memang sudah banyak berubah, dirinya sesekali berhenti untuk melihat serangga bersayap indah yang terbang di sekitaran tanaman bunga.
Pandangan matanya lalu tertuju pada sosok gadis berpakaian ungu muda dan bercadar tipis. Gadis cantik berambut putih tersebut juga nampak memandang ke arahnya.
Lan Guan Zhi melangkah dengan tenangnya ke arah gadis itu. Saat lebih dekat, nona cantik yang dirinya lihat tidak lain adalah Ling Qing Zhu.
"…"
"…"
"…"
"…"
Tidak ada yang buka suara antara Lan Guan Zhi dengan Ling Qing Zhu. Hanya tatapan mata saja dan mereka berakhir dengan berjalan bersama.
Datangnya Tuan Muda Lan ke sekte ini membuat Ling Qing Zhu merasa bahwa Xiao Shuxiang sudah keluar dari latihan tertutupnya. Sekarang mungkin Wali Pelindungnya tersebut sedang melihat-lihat kondisi Sekte Kupu-Kupu.
Trang!
Trang!
Terdengar suara senjata saling berbenturan. Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi bisa melihat ada sekitar 30 orang murid berbagai usia yang sedang berlatih pedang.
TRANG!
Salah satu murid bernama Ao Fang, dia anak laki-laki berusia sekitar 13 Tahun. Daya serangnya kuat dibandingkan yang lain dan hawa keberadaannya pun jauh lebih besar.
TRAANG!
Pedang Ao Fang berbenturan dengan pedang saudara seperguruannya. Efek dari benturan tersebut menghasilkan percikan api dan sebuah angin kejut.
Jika para saudaranya ini memakai seragam Sekte Kupu-Kupu, maka Ao Fang sendiri nampak bertelanjang dada. Untuk anak yang berusia 13 Tahun, Ao Fang mempunyai tubuh yang lumayan berotot.
"Kau kuat, Senior. Aku sampai harus mengerahkan banyak tenaga untuk menahan seranganmu," Ao Fang menyeringai, matanya terlihat berkilat tajam.
"Kau juga kuat. Tapi apa aku harus mengulangi perkataan yang sama? Kenapa kau tidak pernah memakai bajumu? Kau bisa saja terluka, bodoh!"
"Hahaha," Ao Fang tertawa, ".. Senior. Kalau bisa mati.. Maka akan lebih baik,"
!!
Sekali hentakan pedang dan Ao Fang berhasil keluar dari posisi bertahan. Dirinya merendahkan tubuh dan mempercepat gerakan hingga membuat lawannya harus mengambil langkah mundur.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Ao Fang melesat dan tanpa ragu memberi tebasan pada bahu kanan seniornya. Bilah pedangnya langsung patah saat membentur bahu yang tertutupi seragam Sekte Kupu-Kupu berwarna putih tersebut.
"Aaaah..! Sialan..! Lagi-lagi gagal..!" Ao Fang berteriak frustrasi, dia melempar pedangnya yang sudah tidak utuh dan merutuki seragam seniornya yang begitu kuat.
"Latihan seperti ini tidak ada gunanya bila Senior memakai seragam itu. Aku ingin pertarungan penuh darah, yang paling mengagumkan, yang sangat luar biasa..!" Ao Fang duduk di lantai arena sambil menatap ke arah langit.
".. Aku butuh pertarungan di mana aku sendiri tidak tahu apakah bisa hidup atau tidak..! Aku ingin pertarungan yang membuat darahku berdesir dan jantung ini berdebar kencang, Senior..! Aku menginginkan pertarungan seperti itu..!"
__ADS_1
Para murid Sekte Kupu-Kupu yang mendengar teriakan bernada gerutuan milik Ao Fang nampak menghentikan latihan mereka.
Dari yang terlihat, jelas sekali para murid tersebut sudah biasa mendengar hal ini. Ao Fang memang terkenal sebagai anak liar dan merupakan murid langsung dari Yi Wen.
Siapa yang tidak kenal Yi Wen?
Dia adalah senior yang memiliki seringaian paling jahat di antara Kedelapan Pewaris Pedang. Bahkan memang hanya dirinya yang dapat menyeringai seperti itu di antara saudara-saudaranya. Yaah.. Siapa lagi yang dia tiru bila bukan Xiao Shuxiang.
"Fang'Er, ayo bangun dan cari bajumu. Kau ini memalukan bila bertelanjang dada seperti itu, ayo berdiri..!"
"Senior.. Apa kau bisa melepas seragammu saat kita bertarung? Aku selalu mengeluhkan ini, kenapa kau tidak mengabulkan permintaanku walau hanya sekali saja, huh?" Ao Fang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Seragam sekte yang bercorak layaknya sayap kupu-kupu tersebut memang merupakan sejenis pusaka tingkat tinggi. Ketahanannya terhadap api dan senjata dari kulrivator tingkatan tertentu dapat membuat pemakainya terlindungi dengan baik. Selain itu, seragam ini sangat nyaman dipakai.
Lan Guan Zhi dengan Ling Qing Zhu berada di jarak yang cukup jauh dari tempat Ao Fang berada. Keduanya bisa mendengar keluhan anak tersebut dengan jelas, namun mereka tidak melakukan tindakan apa pun.
Bukan tanpa alasan, ini dikarenakan Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu menyadari kehadiran seorang pria berpakaian serba hitam yang nampak berdiri di sebuah dahan pohon, rambut panjangnya terlihat dimain-mainkan oleh angin.
"Shuxiang.."
Lan Guan Zhi akhirnya bersuara, dia mencari temannya tersebut sejak tadi. Hanya saja, entah di mana keberadaan Bocah Pengemis Gila, padahal sebelumnya Xiao Shuxiang mengejar pemuda itu.
Untuk Xiao Shuxiang sendiri--Dia terlihat tersenyum ke arah Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu.
Melihat kedua temannya berdiri berdampingan seperti itu.. Membuat Xiao Shuxiang yakin bahwa Kucing Putihnya memang tidak bisa disandingkan dengan Lan Guan Zhi.
".. Haaih.. Padahal niatku ingin menjodohkan mereka, tetapi sepertinya itu mustahil. Apa jadinya dunia ini bila dua orang yang hemat bicara menjadi pasangan? Aku tidak sanggup membayangkannya,"
Xiao Shuxiang lalu mengalihkan perhatiannya pada anak laki-laki yang bertelanjang dada tersebut. Sedetik berikutnya dia melompat dan mendarat mulus tepat di depan juniornya ini.
"Apa kau mau bertarung denganku?"
!!
Ao Fang serta saudara-saudara seperguruannya terkejut saat seorang pemuda tiba-tiba muncul dan bagai mengajukan tantangan padanya.
Kening para murid Sekte Kupu-Kupu berkerut, mereka tidak tahu siapa pemuda ini. Namun rasa-rasanya, mereka seperti tidak asing dengan wajah orang ini.
"Apa kita pernah bertemu..? Aku seperti mengenalmu.." Ao Fang tidak lagi berteriak frustasi, dia sekarang sedang merasa kebingungan dengan kehadiran Xiao Shuxiang.
"Saudara Xiao..!"
?!
Seruan dari Ro Wei membuat para murid menoleh. Ao Fang berdiri dan memberi hormat pada Ro Wei, saudara-saudara seperguruannya juga melakukan hal yang sama.
Ro Wei menatap Xiao Shuxiang sejenak dan kemudian mengembuskan napas pelan. Sebelum kemari, dia membebaskan pemuda bertongkat panjang yang diikat di atas tempat tidur oleh Saudara Xiao-nya ini.
"Aku tadi sempat berpikir bahwa kau benar-benar akan melakukan sesuatu pada pemuda itu, Saudaraku. Lain kali tolong jangan bertindak begitu lagi.."
Ro Wei jadi merinding sendiri. Dia kemudian menatap Ao Fang dan para juniornya lalu mengenalkan Xiao Shuxiang.
!!
Mendengar nama pemuda tampan yang tersenyum ramah pada mereka.. Membuat Ao Fang dan saudara-saudaranya terkejut. Pemuda di depan mereka inilah yang selama ini disebut 'Senior Besar' sekaligus 'Sang Bintang Pelindung' oleh warga Benua Timur.
"Aku sangat tidak menyangka bisa bertemu denganmu, Senior Besar..! Ini seperti mimpi saja," Ao Fang tidak bisa menyembunyikan betapa bahagia dirinya. Dia selama ini memang sangat mengidolakan Xiao Shuxiang sampai berharap menjadi kultivator hebat sepertinya.
"Senior Besar, kau ternyata lebih tampan daripada di lukisan..! Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu..!"
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat tiba-tiba dipeluk oleh anak-anak ini. Dia tidak tahu harus bicara apa, bahkan senyumannya pun berubah menjadi senyuman canggung.
"Ro-Ro Wei.." Xiao Shuxiang ingin minta bantuan, namun Ro Wei hanya tersenyum senang ke arahnya. Seakan-akan gadis cantik tersebut suka melihat dirinya dikerumuni anak-anak dan dipeluk oleh mereka.
Berita tentang kepulangan Xiao Shuxiang menyebar begitu cepat. Pelaku penyebarnya tidak lain dan tidak bukan adalah para murid Sekte Kupu-Kupu sendiri.
Karena ulah mereka, banyak kultivator, pendekar, dan manusia biasa yang datang dan memenuhi Kota Awan Dingin.
Salah seorang yang mendapat berita ini adalah Lai Kuan Ye, Grand Elder Sekte Tengkorak Darah. Dia dengan putri dan beberapa muridnya langsung bergegas ke Sekte Kupu-Kupu.
Di tempat lain, tepatnya di Gunung Induk--Zhou Yan sekarang sedang fokus melukis saat seekor tikus datang dan memberinya kabar bahwa Xiao Shuxiang sudah pulang. Mendengarnya membuat Zhou Yan tidak sengaja memberi garis yang tidak diinginkan pada lukisannya.
Feng Ying juga mendengar berita ini, dia sekarang telah tumbuh menjadi pemuda tampan yang hampir berusia 20 Tahun. Dirinya merupakan Alkemis Muda berbakat yang terkenal di Benua Timur, sekaligus kultivator dengan sifat yang aneh.
Tidak hanya Feng Ying dan Zhou Yan, bahkan para murid dari Sekte Bambu Perak yang berada di Kekaisaran Matahari Terbit juga segera bergegas menaiki pedang terbang dan pergi ke Kota Awan Dingin.
Qi Xuan, Huan Mei dan Kakeknya juga berangkat. Sejak masa perbaikan sekaligus pembangunan di Benua Timur.. Belum ada satu pun kota yang diberi segel pelindung. Karenanya para kultivator dapat terbang bebas tanpa hambatan sama sekali.
Bukan hanya manusia, bahkan para Demonic Beast yang mendengar kepulangan Xiao Shuxiang juga segera turun gunung dan pergi ke Sekte Kupu-Kupu. Kehidupan di tempat ini jelas sudah sangat berbeda, dan perubahan yang dibawa Xiao Shuxiang berdampak begitu besar.
Tiga Aliran masih ada, namun mereka menjalin hubungan dengan baik, tidak terkecuali dengan para Demonic Beast.
Sejak perbaikan Benua Timur dahulu, tidak ada lagi yang dinamakan perburuan Demonic Beast. Para pendekar serta kultivator, termasuk manusia biasa.. Kini berteman dengan para binatang monster tersebut. Benar, mereka menjalin hubungan persahabatan itu.
Bila Xiao Shuxiang melihat betapa antusiasnya mereka.. Dia pasti akan berwajah tidak percaya. Dirinya selama ini terkenal sebagai Sang Bintang Penghancur dan ditakuti banyak orang.
Tetapi kini menjadi sosok yang begitu dikagumi..
__ADS_1
Sungguh, itu tidak pernah terpikirkan olehnya, termasuk dalam mimpi sekalipun.
***