XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
303 - Kota Relung Bunga


__ADS_3

Xiao Shuxiang, Ling Lang Tian, dan Lan Guan Zhi kembali ke Sekte Pagoda Langit. Ketiganya meninggalkan Jing Mi dan teman-teman mereka yang lain di Kedai Arus Bulan.


Sebelumnya, Ling Lang Tian telah membayar pelayan untuk menjaga teman-temannya sampai mereka bangun. Dia juga menitipkan pesan pada pelayan kedai agar nantinya di sampaikan kepada Jing Mi dan yang lainnya.


Di Sekte Pagoda Langit, Hu Li dan Xiao Qing Yan telah selesai bersiap-siap, O Zhan juga terlihat bersih, dia selalu berada di atas kepala Hu Li.


Mereka menunggu Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi yang masih membersihkan diri selama kurang lebih sepuluh menit. Saat selesai, mereka mulai diantar keluar Sekte oleh Ling Lang Tian.


"Calon Kakak Ipar, ke mana Kucing Putih?" Xiao Shuxiang juga mencari Xiao Lu dan Yi Wen, entah di mana mereka sekarang ini.


"Ketiganya menemui ayahku. Qing Zhu'Er membawa mereka untuk melakukan Pembersihan Iblis Hati. Apa kau ingin mereka juga ikut?"


Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan saat mendengar pertanyaan Ling Lang Tian, dirinya merasa Xiao Lu dan Yi Wen tak seharusnya tetap berada di Sekte Pagoda Langit. "Mereka datang kemari bersama Lan Zhi, jadi saat Lan Zhi pergi.. Mereka juga seharusnya ikut,"


"Bukan masalah, lagi pula ini pertama kalinya Qing Zhu'Er memiliki teman di sampingnya,"


"Kalau memang tidak merepotkan.. Ya sudahlah. Tapi kalau kedua gadis itu membuat masalah, jangan pernah ragu menendang mereka keluar dari tempat ini,"


"Mn, kau tak perlu memberitahuku,"


Di depan Gerbang Pertama Sekte Pagoda Langit.. Sudah tersedia empat ekor kuda, satu di antaranya merupakan kuda berusia muda.


Xiao Shuxiang sebenarnya memiliki dua ekor kuda di dalam Gelang Semestanya, tetapi dia lebih memilih memakai kuda yang disediakan oleh Ling Lang Tian.


Xiao Qing Yan menunggangi kuda yang paling muda, tubuh berusia 10 Tahun miliknya nampak sesuai dengan ukuran kuda yang dia tunggangi.


Meski kuda berwarna cokelat gelap tersebut lebih kecil dan pendek di antara kuda lainnya.. Namun dia merupakan pelari tercepat.


Hu Li menunggangi kuda bersama O Zhan, sementara Lan Guan Zhi bersama Lan Xiao. Mereka nampak telah siap untuk melakukan perjalanan.


Xiao Shuxiang yang paling akhir menunggangi kudanya, dia kemudian berpamitan pada Ling Lang Tian dan meminta calon kakak iparnya tersebut untuk menemui Jing Mi, Hou Yong, dan yang lainnya.


"Mn, kalian berhati-hatilah."


"Ah, aku sampai lupa memberitahumu. Aku meninggalkan sebuah segel penanda di kamarku, jadi jangan terkejut bila nanti kami datang dari sana,"


"Kau harusnya menghemat Qi milikmu.." Ling Lang Tian mengeluarkan bambu sepanjang jengkal tangan kanannya dari dalam pakaian, dirinya lalu melempar potongan bambu tersebut yang langsung ditangkap mulus oleh Xiao Shuxiang.


".. Jika kalian dalam bahaya, segera minta bantuan dengan benda itu,"


"Mn, baiklah.." Xiao Shuxiang memasukkan potongan bambu di tangan kanannya ke dalam Cincin Spasialnya.


Dirinya mulai memegang tali kekang kuda, dan berikutnya memacu kudanya tersebut yang diikuti oleh teman-temannya dari belakang.


Ling Lang Tian terus berdiri dan menyaksikan sampai punggung Xiao Shuxiang serta yang lainnya tidak terlihat lagi.


**


Perjalanan di Kota Bintang Biduk cukup panjang, apalagi Xiao Shuxiang dan teman-temannya tidak bisa memacu kuda lebih cepat karena keramaian kota.


Butuh waktu sekitar lima jam perjalanan sampai mereka berada di perbatasan kota Bintang Biduk, kali ini Xiao Shuxiang dan teman-temannya harus melewati hutan untuk bisa sampai di Kota Relung Bunga.


Tidak sulit memasuki kota ini, sebab Lan Guan Zhi telah memiliki surat izin yang ditulis oleh Ling Lang Tian dan diberi cap segel sebagai bukti kebenaran.


Kota Relung Bunga lebih kecil dari Kota Bintang Biduk, namun tempat ini juga sangat indah, sayangnya rombongan Xiao Shuxiang dan teman-temannya langsung di sambut dengan sesuatu yang tidak diduga saat kaki kuda mereka menginjakkan kaki pertama kali di tanah kota ini.


BAAAM!


!!


Kuda Xiao Shuxiang meringkik keras dengan kaki depannya terangkat ke atas. Kuda tersebut terlihat terkejut karena sesuatu tiba-tiba saja menghantam tanah, tepat di depannya.


Xiao Qing Yang membelalakkan mata ketika tahu bahwa yang menghantam tanah begitu keras adalah seorang pria berusia 35 Tahun, berseragam merah gelap.


!!


Terdapat banyak bekas sayatan pedang pada tubuh pria tersebut, matanya terbelalak tak berkedip dengan wajah yang hancur, mulutnya terbuka dengan darah yang mengalir. Pria itu jelas telah kehilangan nyawanya.


TRANG!


TRANG!


Belum sempat Xiao Qing Yan bertanya.. Mendadak suara dua senjata berbenturan terdengar jelas dan dekat seperti berada di sampingnya.


"Lihat ke atas,"

__ADS_1


Mendengar ucapan Lan Guan Zhi.. Ketiga temannya refleks menengadah ke atas. Mereka melihat ada sekitar empat buah kilat yang saling berbenturan.


TRAANG!


Setiap kali berbenturan, maka akan terdengar seperti suara dua pedang yang beradu. Jelas sekali di atas mereka sedang terjadi pertarungan.


Xiao Shuxiang melihat sekeliling dan mengetahui tidak banyak orang di sekitarnya, kemungkinan mereka lari serta mencari tempat bersembunyi.


!!


"Tuan Muda Xiao..!"


Hu Li berseru ketika sebuah serangan nyasar mengarah pada Xiao Shuxiang, dengan sigap Tuan Mudanya tersebut menangkis serangan yang datang dengan memakai Seruling Giok Putihnya.


BAAAM!


Efek dari serangan itu menghantam tanah di kedua sisi kuda Xiao Shuxiang berada. Tangan kanannya mengalami mati rasa, serangan barusan kuat dan bisa membelah tubuh menjadi dua bagian.


"Pantas penjaga kota ini tidak ada, mereka kemungkinan juga ikut menyelamatkan diri,"


"Tuan Muda Xiao, kita tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan aman. Serangan nyasar mereka dapat membahayakan kita,"


Hu Li kemudian bertanya pada Lan Guan Zhi mengenai Lan Xiao yang kemungkinan dapat membawa mereka semua untuk terbang. Sayangnya, Lan Xiao tidak bisa melakukannya.


TRAANG!


TRAANG!


["Sampai kapan pun, sektemu akan terus berada di bawah partaiku,"]


Xiao Shuxiang dapat mendengar suara seorang pria yang nampak berusia 37 Tahun, saat memperhatikan lebih baik.. Terlihat pria itu berpakaian hitam dengan corak mawar merah di bagian punggungnya.


Lawan dari pria tersebut juga memiliki umur yang sama, namun warna pakaiannya adalah merah gelap. Dia sebenarnya merupakan kultivator dari sebuah sekte menengah.


["Sejak awal kita tidak punya masalah, kenapa kalian harus menyerang kami?!"]


["Sekar Aji..! Kau membuat kesalahan dengan lebih memilih keluar dari Partai, pengkhianat sepertimu tidak layak dibiarkan hidup,"]


Pria berpakaian hitam langsung melesat dengan ayunan pedang panjangnya, dia ahli menggunakan salah satu dari enam tenaga, yakni Udara. Kemampuannya mengolah beban telah membuatnya dapat bergerak lebih cepat dari anak panah dan seringan udara.


TRAANG!


Pedangnya berbenturan keras dengan pedang Sekar Aji, akibatnya.. Sebuah angin kejut dan percikan api tercipta. Keduanya kembali bertukar serangan tanpa peduli dengan kerusakan yang mereka timbulkan.


Rekan keduanya juga sedang bertarung sengit, tidak ada di antara mereka yang bicara, namun dari tatapan mata tajam tersebut.. Jelas sekali mengandung kebencian di dalamnya.


TRANG!


"Bagaimana cara menghentikan mereka?"


Xiao Qing Yan mulai khawatir dengan kondisi sekitarnya. Jika pertarungan yang dia lihat ini tidak segera berhenti, maka Kota Relung Bunga akan menderita kerugian yang tidak sedikit.


"Langsung serang saja mereka, akan kubantu kalian dari sini,"


Suara Xiao Shuxiang terdengar serius, dia mendapat anggukan dari Lan Guan Zhi, temannya tersebut segera menarik pedang dan mulai ikut bergabung dengan Sekar Aji serta Sukma Arang.


Sementara itu, Hu Li dan Xiao Qing Yan memisahkan teman-teman Sekar Aji melawan orang-orang dari Partai Paruh Rajawali.


Melihat Lan Guan Zhi dan yang lainnya bergabung dengan pertarungan.. Xiao Shuxiang mulai menempelkan Seruling Giok Putihnya dan lalu memainkan sebuah lagu.


TRAANG!


["Aku tidak pernah berkhianat Sukma Arang, ini memang jalan yang kupilih. Aku sadar memiliki bakat berkultivasi, karenanya kupilih untuk keluar dari Partai Paruh Rajawali,"]


["Kau pikir alasanmu bisa kuterima?! Sekali pengkhianat, maka selamanya kau adalah pengkhianat!"]


TRAANG!


Sukma Arang dan Sekar Aji masih saling bertukar serangan. Mereka sebenarnya adalah sahabat dari kecil, setiap kesempatan selalu bersama.


Namun seperti layaknya sebuah persahabatan.. Adakalanya mereka harus memilih jalan masing-masing, dan Sekar Aji telah memilih jalan kultivasi karena dirinya merasa punya bakat di sana.


TRAANG!


["Sukma Arang, aku keluar dari partai secara baik-baik, tetapi mengapa kau masih mempermasalahkannya sampai sekarang,"]

__ADS_1


["Persetan denganmu Sekar Aji..! Bagiku kau adalah pengkhianat, dan akan tetap seperti itu!"]


Sukma Arang menggunakan ajian terkuat yang dia miliki, namun belum sempat benar-benar melakukannya.. Seseorang langsung memberinya serangan kejutan.


!!


Sukma Arang refleks melompat mundur, bukan hanya dia.. Tetapi Sekar Aji juga demikian. Dirinya mengalami nasib yang sama, sebuah serangan entah datang dari mana tiba-tiba saja melesat ke arahnya.


!!


Belum sempat keduanya bereaksi--kali ini mereka mendengar suara seruling yang menenangkan. Dalam sekejap.. Pertarungan kedua belah pihak menjadi terhenti.


Xiao Shuxiang memainkan lagu 'Ketenangan' dengan memakai Seruling Giok Putihnya. Nada yang dia mainkan begitu jernih dan dapat membuat pendengarnya terbuai.


Tepat di pertengahan lagu.. Perut Sukma Arang dan teman-temannya langsung merasa sakit, ada sesuatu yang mendesak ingin dimuntahkan. Raut wajah mereka mulai berubah pucat.


Sekar Aji dan saudara-saudara seperguruannya juga merasakan hal yang sama, namun tak separah Sukma Arang.


Lihat saja, Sukma Arang yang awalnya sangat ingin membunuhnya nampak meringkuk sambil memegangi perutnya. Pedangnya bahkan sudah tak berada di genggaman tangannya lagi.


!!


Sukma Arang seketika memuntahkan gumpalan daging berwarna merah kehitaman, dengan suara terputus-putus.. Dia meminta agar siapa pun yang bermain seruling berhenti sekarang juga.


Tap


Kaki Lan Guan Zhi menapak dengan mulus tepat di atap salah satu bangunan, dia berdiri di hadapan Sukma Arang, kehadirannya seperti baru di sadari.


Saat merasa situasi mulai dapat dikendalikan--Xiao Shuxiang menghentikan permainan serulingnya. Dia segera melompat dan mendarat tepat di samping Lan Guan Zhi.


"Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini, tapi gara-gara kalian bertarung.. Perjalanan kami jadi terhambat,"


Sukma Arang mengusap darah di bibirnya, perutnya sudah mulai membaik.. Dirinya nampak menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang. Dari yang terlihat.. Pemuda di depannya ini kemungkinan berasal dari Aliran Hitam.


Sekar Aji juga memikirkan hal yang sama, ini dikarenakan pakaian hitam Xiao Shuxiang dan aura aneh yang terpancar di tubuhnya.. Terasa seperti kultivator Aliran Hitam.


[".. Tapi dia bersama dengan pemuda yang memancarkan aura suci, siapa kedua orang ini?"]


"Tuan Muda, dari bahasamu.. Anda sepertinya berasal dari Benua Timur. Aku berterima kasih sebelumnya, tetapi tak seharusnya Anda ikut campur dalam masalah kami,"


Sekar Aji berbicara sesopan mungkin, dia meminta Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi untuk segera pergi, dan biarkan dirinya menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Tuan, aku sebenarnya tidak suka ikut campur. Kalian mau saling menebas, saling mencabut tulang, atau saling mematahkan leher.. Aku sama sekali tidak peduli. Tapi apa kalian tidak bisa memperhatikan kondisi sekitar saat sedang bertarung? Aku dan teman-temanku beberapa kali terkena serangan nyasar. Kalau kami orang lain, mungkin saat ini kalian akan bertarung habis-habisan,"


Sukma Arang menggeram saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang, dirinya berdiri dan lalu membentak pemuda berpakaian serba hitam di depannya dengan begitu kasar.


".. Sebaiknya kalian berdua menyingkir atau aku juga akan menjadikan kalian cincangan daging. Dan itu.. Akan kumulai dari dirimu!" Sukma Arang menunjuk Xiao Shuxiang, tatapan matanya jelas mengandung nafsu membunuh yang pekat.


Lan Guan Zhi dengan tenangnya dia melangkah dan berhenti tepat di depan Xiao Shuxiang. Dirinya seperti menyembunyikan tubuh temannya dengan punggung.


"Kau jangan pernah menyentuhnya,"


Suara Lan Guan Zhi terdengar dingin, matanya menatap ke arah Sukma Arang dan seakan mengatakan selagi dia masih hidup, tidak akan ada seorang pun yang bisa menyentuh temannya.


"Ehm.. LanLan," Xiao Shuxiang mengetuk-ngetuk pelan punggung Lan Guan Zhi dengan jari tangan kanannya, ".. Aku ini bukan perempuan yang harus dilindungi, kawan. Meski aku tersentuh, tapi sungguh.. Ini sama sekali tidak perlu,"


Xiao Shuxiang menggaruk pipinya yang tidak gatal, perasaannya bercampur aduk saat mendengar pernyataan Lan Guan Zhi serta tindakannya yang begitu melindunginya.


"Kau Kakekku,"


!!


"Jadi aku hanya dianggap 'Kakek' selama ini?! Menikah saja belum dan sekarang aku sudah punya cucu, ck ck.. luar biasa,"


Lan Guan Zhi tersenyum samar, tatapan matanya masih mengarah pada Sukma Arang. Pemuda tersebut terlihat begitu tak terima karena pertarungannya di hentikan begitu saja.


"Kalian yang meminta ini, maka jangan salahkan aku!"


Sukma Arang melesat dengan kedua tangan di kepalkan, dirinya menargetkan Xiao Shuxiang.. Tetapi Lan Guan Zhi menjadi penghalang dari serangannya.


TRAANG!


Suara kepalan tangan Sukma Arang saat berbenturan dengan bilah pedang Lan Guan Zhi begitu nyaring. Sejurus berikutnya, dia terdorong ke belakang dan mendapat serangan balasan dari pemuda berpakaian putih tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2