
Suara angin membuat ranting-ranting pepohonan saling bergesekan bahkan ada yang beberapa menjatuhkan dedaunan.
Obor-obor bambu yang menjadi salah satu penerang Bangunan Dewi Merak ada yang padam karena kalah bertarung dengan kencangnya angin.
Di bawah cahaya bulan--para pendekar dari Partai Pasak Bumi mengira sosok yang datang menjadi penolong mereka adalah seorang Dewi.
Bersamaan saat lambaian selendang putih turun dan memperlihatkan wajahnya.. Xiao Shuxiang dengan gerakan cepat langsung menerjang wanita penghibur di depannya tanpa mengucapkan satu patah kata pun.
!!
Dua selendang saling berbenturan dan menghasilkan angin kejut bersuara bagai petir. Baik Xiao Shuxiang maupun lawannya.. Tidak ada yang melemah-lemahkan serangan.
["Senior..!"] Jian Guang berseru dan mendarat tepat di samping salah satu pendekar Partai Pasak Bumi. Kekhawatirannya begitu jelas sebab seniornya ini nampak mengalami luka dalam yang cukup parah.
["Adik.. Kau.. Kau minta bantuan pada yang lain.."]
Suara senior Jian Guang terdengar lemah, dia merupakan pemuda berusia sekitar 39 Tahun dengan pakaian hitam berompi kuning, ini merupakan pakaian murid Partai Pasak Bumi.
Jian Guan Mengangguk, dia melepaskan pakaian penyamarannya dan segera mengambil sebuah potongan bambu yang terselip di pinggang sebelah kirinya.
Potongan bambu itu dilemparkan dengan kuat hingga menghasilkan ledakan kembang api di udara. Suaranya terdengar besar dan ini jelas tanda meminta bantuan.
Khok!
["Senior..!"] Jian Guang terkejut kala seniornya memuntahkan darah segar, [".. Aku akan membawamu pergi dari sini, kita harus obati lukamu segera.."]
["Tidak Adik.. Aku tahu batasanku.."] suara lemah nan terengah-engah dari seniornya membuat Jian Guang merasa sesak, firasatnya sangat tidak enak.
Tangan Jian Guang bahkan gemetar saat memegang tangan seniornya yang berbaring lemah. Dia kembali terkejut kala seniornya itu memuntahkan darah segar lagi.
["Senior..!"] Jian Guang sedikit menyandarkan kepala seniornya tepat di dadanya yang bidang, kedua saudara yang datang bersamanya juga terlihat menolong senior mereka yang dalam kondisi hampir sama.
["Adik.. Kau harus.. Mengatakan pada Nona itu.. Untuk berhati-hati.. Setiap serangan dari wanita penghibur itu.. Mengandung racun.. Yang.. Bereaksi lambat.."]
Senior Jian Guang berusaha bersuara, dia hanya terkena beberapa serangan yang awalnya dirasa bukanlah apa-apa, tetapi ternyata serangan tersebut mengandung racun. Dirinya saat ini sangat kesulitan bernapas.
Tidak ada dari kesepuluh pendekar Partai Pasak Bumi yang sebelumnya bertarung kini mampu mempertahankan posisi berdiri mereka.
Lihat saja, satu persatu pendekar terjatuh dengan ekspresi wajah yang kesakitan. Mereka memuntahkan darah segar dan begitu kuat menekan dada, napas mereka perlahan terengah-engah.
TRANG!
Di posisi lain.. Xiao Shuxiang harus bertarung dengan dua wanita penghibur. Dia menggunakan selendang putih dan biru dari pakaiannya sebagai senjata melawan selendang ungu bercorak bunga kamelia milik dua wanita cantik berpundak putih mulus tersebut.
Tidak hanya mengandalkan selendang.. Xiao Shuxiang juga menggunakan Teknik Pernapasan Anginnya untuk membuat debu-debu halus beterbangan hingga mengaburkan pandangan kedua wanita penghibur.
["Kurang ajar..! Kubunuh Kau..!"]
"Hmph, silahkan saja.. Itu pun kalau kau bisa,"
Walau belum mengerti bahasa penduduk Benua Tengah.. Namun kata seperti 'kurang ajar' dan 'kubunuh kau!' sudah cukup sering didengar Xiao Shuxiang. Jadi bisa dibilang.. Dia mengerti umpatan lawannya ini.
Dua selendang ungu kembali datang, kali ini Xiao Shuxiang menghindarinya dengan cara melompat ke belakang. Suara ledakan tercipta kala ujung selendang kedua wanita cantik itu menyentuh tanah.
BAAAM..!
Tap
Xiao Shuxiang seakan mengambil jarak aman dari kedua wanita di depannya. Dia sebenarnya menyadari ini.. Para pendekar Partai Pasak Bumi tidak datang membantunya, dan ternyata memang benar. Mereka semua tumbang dan dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
"Jian Guang!"
?!
Mendengar namanya dipanggil membuat Jian Guang menoleh, dia refleks menangkap sebuah pot kecil seukuran kepalan tangan yang terbuat dari keramik. Orang yang memanggilnya sekaligus melemparkan pot tersebut tidak lain adalah Nona Shu Xiang.
"Ambil itu dan obati saudaramu," Xiao Shuxiang kembali menyerang dua wanita penghibur, dia kali ini menggunakan Teknik Pernapasan Air miliknya.
"Kau pikir bisa mengobati mereka? Ha ha, gadis bodoh. Apa kau tidak tahu pendekar yang tak mampu berkultivasi tidak cocok mengkonsumsi pil para kultivator? Kau hanya akan mempercepat kematian mereka,"
Salah satu wanita penghibur rupanya adalah seorang kultivator, dia tahu lawannya juga kultivator sama seperti dirinya. Karena itulah dia bisa memberi kesimpulan bahwa pot kecil yang dilempar gadis berwajah mempesona ini berisi pil dan kemungkinan itu pil penawar racun.
Penting mengetahui bahwa pil yang dikonsumsi kultivator bisa berakibat mematikan bila yang mengkonsumsinya adalah manusia biasa apalagi pendekar yang tak mampu berkultivasi. Dan semakin tinggi kualitas pil itu.. Maka semakin buruk akibatnya ditubuh para manusia biasa tersebut.
Xiao Shuxiang tersenyum tipis, "Aku tahu itu.. Tapi apa kau tahu bahwa ada pil yang dapat dikonsumsi kultivator maupun manusia biasa? Itu adalah pil yang dibuat Sang Koki Alkemis.. Xiao Shuxiang,"
Bisa membangga-banggakan diri sendiri sepertinya adalah hal luar biasa bagi Wali Pelindung Ling Qing Zhu ini. Dia seakan sedang mempromosikan dirinya selagi menyamar menjadi perempuan.
".. Tuan Muda Xiao itu benar-benar tampan dan berbakat. Sayang sekali.. Kalian tidak cukup pantas melihat betapa mengagumkan dirinya."
Xiao Shuxiang tiba-tiba menghilang dan detik berikutnya muncul di samping kanan salah satu wanita penghibur. Selendangnya melesat kuat bersamaan ketika dirinya mengeluarkan Teknik Pernapasan Air miliknya.
"Aliran Kelima.. Tusukan Gelombang Melengkung..!"
Selendang putihnya menajam hingga menusuk pinggang kanan wanita penghibur berpakaian ungu tersebut hingga menembus kulit.
CRAASH..!
Sekali sentakan, perut wanita itu ditebas oleh selendang Xiao Shuxiang bahkan sampai ke tulang.
Sentakan berikutnya membuat tubuh bagian bawah serta atas wanita itu terpisah. Selendang yang awalnya putih kini basah oleh darah berwarna merah kental.
..
__ADS_1
!!
"Hah, ha ha ha.. Kau orang pertama yang sudah berani memancing amarahku,"
?!
Walau tubuhnya telah terpotong, nyatanya wanita penghibur itu masih hidup. Bagian tubuhnya kembali menyatu dengan cepat bersamaan dengan warna matanya berubah menjadi merah.
"Teknik Terlarang.. Sepertinya memang tidak ada pilihan selain menjadikanmu gumpalan daging," Xiao Shuxiang kembali melesat.
Di udara, dia mengeluarkan pot giok berukuran kecil dari dalam Gelang Semesta miliknya. Pot yang berisi racun tersebut diusapkan ke selendang yang dirinya pakai sebagai senjata.
Pot tersebut dikembalikan ke dalam Gelang Semestanya bertepatan saat dirinya melesatkan selendang yang ternoda darah itu ke arah salah satu wanita penghibur.
TRANG!
Benturan selendang kembali terdengar, kali ini suaranya nyaring bak dua pedang yang saling beradu.
Wanita penghibur yang lain menerjang Xiao Shuxiang dengan jurus Tarian Dewi Pemikat. Tubuhnya meliuk-liuk indah bagai burung yang sedang di masa kawin.
Untuk para pria mata keranjang mungkin tidak akan tahan dengan godaan penuh nafsu tersebut, tetapi pengecualian bagi Xiao Shuxiang.
Selama hidupnya, hanya dua hal yang mampu membuatnya terangsang. Pertama adalah ketika dia meremas jantung dan mengobrak-abrik organ dalam lawan, dan yang kedua adalah godaan Shuai Niao.
".. Uhm.. Aku hanya sedikit menegang saat bersamanya.. Dia Demonic Beast yang bisa membuatku mimisan,"
Xiao Shuxiang jadi merindukan Demonic Beast berwujud ular putih tersebut. Namun bukan saat yang tepat memikirkannya, dia harus segera menyelesaikan misinya bila ingin cepat pulang ke Benua Timur.
!!
Wanita penghibur yang menggunakan Tarian Dewi Pemikatnya melompat ke belakang untuk menghindari terjangan selendang Xiao Shuxiang. Dia berdecak kesal sebab jurusnya sama sekali tidak mempan terhadap lawan, mungkin karena lawannya adalah wanita seperti dirinya.
?
["Senior, bagaimana keadaanmu?"]
Wanita penghibur berpakaian ungu itu mendengar suara Jian Guang, dia seketika menyeringai dan hanya sekali kibasan tangan.. Jarum kecil yang tidak terhitung jumlahnya melesat ke arah Jian Guang dan para pendekar Partai Pasak Bumi yang lain.
!!
Dua rekan Jian Guang yang sebelumnya datang bersama dengannya lambat menyadari serangan kejutan tersebut. Untunglah sesuatu melesat dan menangkis semua jarum yang melesat tanpa menyisakan satu pun.
BAAAM!
Benda yang melesat tadi rupanya adalah tongkat bambu berwarna hitam, itu menancap sempurna di tanah dan mengejutkan semua orang termasuk Xiao Shuxiang sendiri.
"Woah..! Itu.. Apa barusan aku yang melakukannya? He-hebat sekali..!"
Meski terengah-engah dan ditinggalkan oleh yang lain.. Namun Bocah Pengemis Gila bisa datang tepat waktu. Dia berlari dan mengambil kembali tongkat miliknya.
Jian Guang, seniornya yang telah mengkonsumsi sebutir pil, dan para pendekar Partai Pasak Bumi nampak berkedip beberapa kali.
Untuk Jian Guang.. Dia terpesona dengan kemampuan Nona Shu Su, sementara bagi seniornya.. Dia menganggap Dewi Penyelamat yang lain telah datang.
["Cantik.."]
?!
["Senior, apa yang kau katakan tadi?"]
Jian Guang tidak menyangka seniornya juga bisa terpesona, padahal selama ini seniornya terkenal anti dengan wanita cantik dan selalu dingin pada mereka.
Jian Guang tersenyum dan kemudian menghembuskan napas pelan, [".. Nampaknya Nona Su adalah tipemu Senior.."]
?!
["Itu.. Ma-mana mungkin."] Senior Jian Guang segera bangun dan berusaha bersikap normal walau matanya tidak bisa menyembunyikan betapa gugup dirinya.
Dia lantas baru sadar bahwa kondisi tubuhnya telah kembali normal bahkan tak sadar luka-lukanya telah sembuh.
Bukan hanya dirinya, tetapi sembilan pendekar yang lain juga nampak mulai pulih. Bocah Pengemis Gila tidak menoleh atau menanyakan keadaan para pendekar, dia lebih mengkhawatirkan tongkat bambunya.
"Bocah-maksudku Kakak! Kenapa kau lama sekali?" Xiao Shuxiang hampir kelepasan.
Dia awalnya ingin mengumpati Bocah Pengemis Gila, namun syukurlah dirinya cepat ingat bahwa saat ini sedang menyamar menjadi perempuan.
Satu dari dua wanita penghibur menjadi lengah akibat seruannya tadi, segera Xiao Shuxiang mengambil kesempatan ini untuk melakukan serangan.
!!
Selendang Xiao Shuxiang mengenai bahu kanan wanita penghibur barpakaian ungu tersebut, darah mengucur akibat ujung selendang lawannya yang tajam. Dia baru ingin membalas, tetapi sesuatu yang aneh mulai dirasakannya.
"Aaaakh..!"
Xiao Shuxiang tahu racunnya mulai bereaksi, dia segera melakukan serangan selanjutnya dan kali ini lebih liar. Salah satu ujung selendangnya mengambil beberapa jarum dan menggunakannya untuk menyerang dua wanita penghibur tersebut.
!!
Tindakan bodoh karena menangkis serangan jarum memakai lengan kanan. Wanita penghibur bermata merah itu terlalu percaya diri dan menganggap racun pada jarum sendiri tidak akan mampu membunuhnya.
!!
Dia tidak tahu bahwa jarum-jarum tersebut telah bercampur dengan racun yang dilumuri oleh Xiao Shuxiang pada selendangnya. Dengan ini, satu jarum saja sudah sangat mematikan.
__ADS_1
Aaaakh..!
Dua wanita penghibur itu berteriak pilu, mereka seperti orang yang kerasukan dan ini jujur membuat Bocah Pengemis Gila segera bersembunyi di belakang tubuh senior Jian Guang. Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambunya sambil meminta agar dilindungi, dia mengatakan sangat takut.
Seluruh kulit kedua wanita itu berubah menjadi ungu kehitaman, terjatuh, dan lalu menjadi gumpalan daging busuk.
!!
Karena memakai Teknik Terlarang, kedua wanita tersebut kembali membentuk ulang tubuh mereka, hanya saja setiap kali tubuh mereka terbentuk.. Keduanya lagi-lagi menjadi gumpalan daging.
["Jarum itu sangat beracun, untung bukan kita yang kena,"] Salah satu pendekar Partai Pasak Bumi menelan ludah.
Dia merasa ngeri melihat dua wanita yang begitu cantik kini tidak lagi bernyawa akibat terkena senjata sendiri.
Jian Guang, ["Kita harus berhati-hati dengan jarum-jarum itu,"]
["Kau benar-!!"]
Senior Jian Guang belum sempat melanjutkan ucapannya saat sebuah pedang mengarah dan nyaris menusuk kepalanya andai dia tidak segera menghindar ke samping.
!!
Semua mata pendekar Partai Pasak Bumi dan Bocah Pengemis Gila tertuju ke arah langkan, tepat di lantai ketiga Bangunan Dewi Merak.
Mereka dapat melihat seorang wanita berpakaian hijau tua dengan corak bunga merah, warna mata hijau gioknya nampak bersinar di bawah cahaya bulan.
Bagian tubuh atas wanita itu terbuka, kulit putihnya yang halus membuat beberapa pendekar nyaris tak percaya bahwa wanita yang meraka lihat ini adalah manusia.
["Apa kalian mau melihat yang lebih lagi?"]
!!
Suara lembut nan menyegarkan di telinga itu membuat Jian Guang dan saudara seperguruannya tak sadar menahan napas.
Sementara untuk Bocah Pengemis Gila--dirinya mendenyut-denyutkan bibir atas sambil menggumamkan sesuatu.
"Dia wanita menyebalkan, wanita menyebalkan! Aku bahkan lebih cantik daripada dia,"
Wanita yang dilihat Bocah Pengemis Gila tidak lain adalah Dewi Giok. Dia nampak iri melihat kecantikan wanita berambut panjang dan sedikit bersanggul tersebut.
Sepertinya ada satu orang yang tidak mengarahkan pandangannya ke langkan, dia jelas adalah Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu menyentuh sedikit selendangnya yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Dewi Giok.
!!
Serangan kejutan yang didapatnya tidak membuat Dewi Giok lengah, hanya sekali kibasan dari kipas hijau di tangan kanannya.. Dirinya mampu menebas selendang putih Xiao Shuxiang hingga potongan kain itu seketika terbakar di udara.
Dewi Giok memandang orang yang berani menyerangnya, raut wajahnya memperlihatkan betapa tidak suka dirinya pada sikap gadis kurang ajar itu.
"Sepertinya kau menaruh dendam padaku? Apa mungkin aku mengambil kekasihmu Nona?"
Xiao Shuxiang mengepalkan erat tangan kanannya dan lalu menghembuskan napas pelan. Dirinya kemudian menoleh ke atas dan menatap wajah Dewi Giok.
Efek dari Pil Mata Dewa rupanya masih belum menghilang, Xiao Shuxiang bisa melihat organ dalam Dewi Giok yang ternyata tidak memiliki jantung. Dan bukan hanya itu.. Selain tulang, tidak ada organ dalam apa pun di dalam tubuh wanita cantik tersebut.
"Kau sepertinya iri melihatku? Aah~ jika diperhatikan dengan baik.. Bagian 'itumu' tidak terlalu besar, bahkan terkesan sedikit datar.." Dewi Giok berdecak beberapa kali sebelum melanjutkan ucapannya.
".. Aku jadi kasihan padamu. Bagaimana kau bisa membesarkan anakmu nanti..?"
?!
Xiao Shuxiang tahu bagian mana dari tubuhnya yang dilihat oleh Dewi Giok, ucapan wanita ini mungkin akan mengesalkan bagi gadis mana pun tetapi tidak untuknya.
"Nona.. Kuberitahu padamu, tidak ada pria yang akan jatuh hati pada gadis berdada rata sepertimu. Bagaimana kalau kau bekerja di sini, aku bisa jamin dalam satu bulan bagian 'itumu' akan mulai berisi, jadi siapa namamu?"
Xiao Shuxiang menggeleng di dalam hati mendengar ucapan Dewi Giok. Jujur saja, dia sendiri adalah tipekal pemuda yang tidak pernah peduli dengan bagian-bagian tubuh pribadi seorang gadis.
Dan kalau mau jujur lagi, dia suka gadis berpakaian tertutup serta memiliki nama indah. Ukuran tubuh bagian atas besar atau kecil bukan masalah baginya, dan sejauh ini.. Hanya Ying Liu seorang yang sejak kecil hingga dewasa selalu berpakaian tertutup, bahkan saat musim panas sekali pun.
"Bagaimana jika aku mengajarimu cara berpakaian dengan baik," tanpa aba-aba.. Xiao Shuxiang melesat bersamaan saat sepuluh selendang ungu bercorak bunga kamelia terhunus kuat ke arahnya.
!!
Kaki Xiao Shuxiang menapak halus pada selendang-selendang itu, dia lalu melompat ke atas dan memutar tubuhnya.
Bocah Pengemis Gila bisa melihat sepuluh selendang tersebut mengikuti Xiao Shuxiang, bahkan saat ini hampir membungkus rekannya.
"Nona Xiang..!" Jian Guang melesat ke sumber selendang itu untuk menebasnya, namun suara keras di angkasa membuatnya terkejut.
!!
Xiao Shuxiang menggunakan Teknik Pernapasan Air--Aliran Keenam. Jurus Putaran Pusaran Air tersebut membuat kesepuluh selendang yang membungkusnya menjadi potongan-potongan kain.
Bak hujan buatan tercipta kala Xiao Shuxiang memakai jurusnya di udara. Detik berikutnya dia melesat dan menerjang bangunan Dewi Merak dengan selendang yang kini di aliri Qi.
"Aliran Kesembilan.. Percikan Air Kehancuran..!"
["Bersiap-siaplah,"] Bocah Pengemis Gila mengingatkan pada senior Jian Guang.
BLAAAAR..!
Suara bagaikan gemuruh petir terdengar kala selendang biru muda Xiao Shuxiang menghantam Bangunan Dewi Merak. Serangannya ini membuat para wanita penghibur di dalam bangunan melesat keluar dan seketika itu juga mereka menyerang pendekar dari Partai Pasak Bumi.
Serangan Xiao Shuxiang yang tadi juga membuat tanah bergetar walau hanya berlangsung sesaat, namun ini sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk membuat siapa pun yang ada di bawah tanah tersadar akan kehadirannya.
__ADS_1
***