
"Dia... kenapa kuat sekali!"
Jing Mi berusaha menahan tekanan pedang Rong Rui, wajahnya terlihat buruk sebab tekanan yang dirasakannya.
"Jika terus begini, aku akan kalah"
Jing Mi kemudian ingat saat dirinya bertarung dengan Xiao Shuxiang, waktu itu dia terjatuh karena Xiao Shuxiang mengait kakinya. Jing Mi merasa dia mungkin bisa mempraktekkan cara ini.
Sambil berusaha menahan tekanan Rong Rui, dia mencoba mencari posisi yang tepat pada kedua kakinya.
Hanya saja, Rong Rui menyadari hal tersebut. Dirinya langsung mengendurkan serangan pedangnya, dan detik berikutnya langsung menyerang Jing Mi kembali sampai anak laki-laki itu terdorong sekitar satu setengah meter dan kemudian terjatuh.
Bruuuk!
"Akh!"
Belum sempat Jing Mi menarik napas, Rong Rui kembali menyerangnya. Untung saja Jing Mi dengan cepat berguling sehingga pedang Rong Rui hanya menghantam lantai arena.
BAAM!!
Suara pedang Rong Rui benar-benar keras, terlihat retakan pada lantai arena pertarungan.
Jing Mi yang melihat retakan tersebut menelan ludah, syukurlah dirinya tidak terkena serangan Rong Rui. Kalau tidak, dia mungkin tidak akan melihat matahari lagi.
"A-Apaan gadis ini? Apa dia berniat memotongku menjadi dua?!" Jing Mi menatap Rong Rui yang masih berdiri sambil memandang kearahnya, tatapan Rong Rui membuat perasaannya tidak enak.
"Apa yang sudah kulakukan? Kenapa dia terlihat sangat membenciku? Aku bahkan tidak pernah bicara padanya..." Jing Mi hampir menangis, dia menyalahkan dirinya sendiri karena sudah membuat seorang perempuan begitu membencinya dan sialnya lagi, dia tidak tahu alasan gadis tersebut membencinya.
Rong Rui sendiri terlihat bingung saat melihat anak laki-laki yang masih belum berdiri tersebut menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
!!
"Apa... Dia menangis...?"
Rong Rui tiba-tiba merasa tidak enak. Biasanya semua lawan yang dihadapinya akan melihatnya dengan tatapan kesal, baru kali ini ada yang melihat dirinya dengan mata yang seakan berkata "Apa salahku padamu?! Kenapa kau menyerangku?!"
"Aku..." Rong Rui bergumam pelan, jelas-jelas tatapan lawannya memang mengatakan hal seperti yang dia pikirkan.
Cukup lama Rong Rui dan Jing Mi saling berpandangan, beberapa penonton bertanya-tanya mengenai kedua peserta yang belum melanjutkan pertarungan mereka.
Huan Shan dan Feing Chu juga terlihat keheranan. Bukan hanya mereka, tetapi juga Yuen Liang merasa keheranan.
Huan Shan akhirnya bicara, "Kalian berdua kenapa diam saja? Belum ada pemenang di antara kalian. Lanjutkan!"
Jing Mi berusaha berdiri, dia memegang erat pedangnya. Pandangan matanya mengarah kepada Rong Rui, raut wajahnya terlihat cemberut. "Dia... Gadis yang jahat,"
Rong Rui tersentak, dia seakan baru saja mendengar sebuah kutukan yang mengarah padanya. Dia menatap tak percaya ke arah Jing Mi, bertanya-tanya dalam hati mengenai yang baru saja dia dengar.
Sayang sekali, tatapan tak percaya Rong Rui malah disalah artikan oleh Jing Mi yang beranggapan bahwa Rong Rui akan mencincangnya habis.
"Kenapa dia begitu membenciku?! Ini tidak bisa dibiarkan, bagaimana aku bisa membawa calon istri seperti bibi WeiWei jika satu perempuan saja tidak bisa kumengerti..."
Jing Mi menarik napas dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. "Kurasa aku harus bisa mengalahkan anak perempuan di depanku ini terlebih dahulu. Baru setelah itu aku bisa bicara padanya."
Pertarungan kembali dimulai, kali ini Jing Mi yang menyerang Rong Rui lebih dulu.
Traang!
Pedang mereka kembali berbenturan, meskipun kali ini tidak ada niatan Rong Rui untuk membalas serangan Jing Mi.
Dia terlalu syok karena baru saja merasa seperti dikutuk menjadi gadis jahat, entah siapa yang mengatakannya. Tetapi anehnya, Rong Rui merasa bahwa anak laki-laki inilah yang mengatakan hal tersebut.
Traaang!
"Apa yang sudah kulakukan padanya?" Rong Rui kemudian menyerang Jing Mi, kali ini dia hanya mengeluarkan sebagian tenaganya.
__ADS_1
Rong Rui, "Aku harus mencari tahu tentang kebenaran dari apa yang kurasakan barusan. Aku ingin bertanya kepada anak ini mengenai alasannya menatapku seakan-akan aku adalah gadis yang jahat. Tapi untuk itu, hanya bisa kulakukan jika anak laki-laki ini berhasil kukalahkan."
Traang! Traang!
Bagi para peserta dan kultivator lain, pertarungan antara Jing Mi dan Rong Rui terasa hambar dan membosankan sama sekali. Tetapi bagi Xiao Lu dan Qi Xuan, ini adalah pertarungan kedua Jing Mi yang paling hebat.
Pertama kali keduanya merasa Jing Mi hebat bertarung ketika saudara seperguruannya itu berlatih bersama Zong Ming.
Mereka awalnya berpikir bahwa Jing Mi akan kalah hanya dengan satu serangan sebab melawan anak yang sama sekali belum pernah dikenalnya. Tak disangka Jing Mi dan anak perempuan tersebut masih bertarung sampai sekarang.
"Saudara Jing, kau semakin hebat saja." Qi Xuan tersenyum, ada perasaan bangga sekaligus iri saat melihat saudara seperguruannya semakin hebat.
Xiao Shuxiang yang juga melihat pertandingan Jing Mi nampak menyilangkan tangan dan mengembuskan napas pelan. Tatapan matanya terlihat kecewa.
Dia jelas ingin pertumpahan darah, sebuah pertarungan yang luar biasa. Paling tidak salah satu di antara kedua anak yang dilihatnya itu tertebas di area tangan. Xiao Shuxiang jadi gatal ingin turun ke arena.
Traang!
"Ukh!"
Jing Mi bisa merasakan tekanan yang lebih besar dari sebelumnya, dia merasa bahwa gadis yang dilawannya ini mulai mengeluarkan tenaga aslinya.
Rong Rui sebenarnya sudah merasa kelelahan, dia berusaha untuk membuat lawannya lelah lebih cepat darinya, namun ternyata lawannya ini semakin lama semakin kuat saja.
"Jika tidak menggunakan seluruh kekuatanku, maka aku yang akan kalah..." Rong Rui kembali menyerang Jing Mi, kali ini dia lebih cepat dan tekanan pada pedangnya lebih kuat.
Traang! Traang!
Jing Mi sendiri tidak menyadari bakat tersembunyi yang dia miliki. Semakin lama dirinya bertarung dengan lawan, maka semakin terbiasa tubuhnya mengikuti dan melampaui gerakan lawannya.
Jing Mi tidak tahu ini, seakan saat bertarung... tubuh dan otaknya tidak saling terhubung. Otak Jing Mi seakan berhenti berpikir, sementara tubuhnya terus bergerak dan menyamakan gerakannya dengan gerakan lawan.
Traang!
Mata Yuen Liang dan para kultivator yang lain terbelalak. Beberapa dari mereka bahkan berdiri saking tak percayanya.
Mereka kaget dan alasannya juga disadari oleh Xiao Shuxiang. Dia pun mendengus, "Saudara Jing... Pertarungannya mungkin terasa kurang dan agak membosankan. Tapi melihat reaksi orang-orang ini, siapa pun tahu... Dia memiliki kemampuan yang langka----insting alami."
Pandangan Xiao Shuxiang lantas terarah pada Yang Shu. Tua bangka itu terlihat biasa-biasa saja bahkan agak kebingungan dengan respon orang-orang yang melihat pertandingan salah satu muridnya.
Xiao Shuxiang menggeleng, "Aiya... Kakek tua ini, aku sampai tidak bisa berkata-kata. Dia seorang kultivator, tapi tidak dapat melihat potensi dari murid-muridnya. Atau mungkin... Haah... Sudahlah. Mengingat dia memberikan buku bekas penjual kacang untuk latihan... membuatnya kurang pantas dirutuki."
Semakin cepat dan kuat Rong Rui menyerang Jing Mi, semakin lawannya ini bisa mengikuti gerakannya termasuk semakin kuat.
Saat Rong Rui berniat mengeluarkan jurus sektenya, tiba-tiba saja gerakan lawannya melambat dan detik berikutnya serangan lawannya menjadi sangat rendah.
Slaaash!
Hampir saja kaki Rong Rui terkena serangan pedang Jing Mi, untungnya dia cepat melompat ke belakang.
!!
bruuk!
Rong Rui tidak sadar bahwa dirinya berdiri diujung panggung arena, saat melangkah mundur dia malah terjatuh dan keluar dari arena pertarungan.
Jing Mi dan Rong Rui sama-sama terkejut, mereka baru menyadari telah bertarung sampai kepinggir.
Saudara seperguruan Rong Rui dan senior yang membawanya terlihat menepuk jidat mereka. Pertama kalinya mereka melihat Rong Rui yang ceroboh.
Huan Shan mulai mengumumkan bahwa perwakilan dari Sekte Kupu-Kupu memenangkan babak pertama.
Jing Mi menuruni panggung arena dan menghampiri Rong Rui, dia terlihat tidak mendengarkan namanya disebut oleh Huan Shan.
"Ka-kau tidak apa-apa?" Jing Mi mengulurkan tangannya kearah Rong Rui.
__ADS_1
Rong Rui sendiri merasa keheranan, dan kemudian menerima uluran tangan Jing Mi.
Tak ada pembicaraan antara keduanya, mereka terlihat sama-sama diam. Suasana yang menurut Jing Mi dan Rong Rui begitu canggung.
Mereka malah dikejutkan dengan suara Huan Shan yang meminta peserta kedua untuk naik ke panggung arena.
Rong Rui dan Jing Mi lalu berjalan menuju tempat dimana teman-teman mereka berada. Langkah Rong Rui terasa berat sebab dia begitu kelelahan, sementara Jing Mi terlihat menahan sakit pada seluruh tubuhnya.
Ketika Jing Mi sampai dimana Xiao Lu dan Qi Xuan berada, dirinya langsung tumbang karena terlalu kelelahan. Tubuhnya seakan mati rasa semua, batinnya juga begitu terguncang. Ini pengalaman pertama Jing Mi bertarung sambil dilihat oleh banyak orang.
"hah hah hah! Kupikir aku sudah berada ditempat ayahku sekarang.." Jing mencoba mengatur napasnya, beruntungnya dia karena masih bisa bernapas sekarang.
Xiao Lu mencoba menenangkan Jing Mi, sementara Qi Xuan menghampiri salah seorang murid Sekte Bunga Lotus untuk meminta air agar bisa diberikan kepada Jing Mi.
Pertarungan berikutnya adalah perwakilan dari Sekte Awan Merah, Tan Bao. Dan dia akan melawan perwakilan dari Sekte Poenix Iblis, Cheng Hai.
Tan Bao begitu terkejut saat mendengar namanya disebut oleh Huan Shan, yang lebih mengejutkan lagi dirinya akan bertarung melawan murid Sekte Aliran Netral yang begitu terkenal.
"Se-Se-Senior Bos.." Tan Bao merangkul erat lengan Wen Tian, kaki dan tangannya terlihat gemetar saat melihat lawannya yaitu Cheng Hai berjalan menaiki panggung arena.
Cheng Hai berusia 12 tahun, memiliki wajah tegas dan tatapan mata yang tajam. Pakaian berwarna hitam dengan corak poenix merah darah membuat Cheng Hai terlihat seperti kultivator Aliran Hitam yang begitu ditakuti.
"Se-Senior Bos.." Tan Bao ingin sekali pingsan. Namun entah kenapa dirinya tidak bisa melakukan hal tersebut.
"Perwakilan Sekte Awan Merah?!" Huan Shan sebenarnya lelah terus memanggil-manggil peserta, apakah tidak bisa sekali saja dirinya memanggil mereka?!
"Aku ini ingin pergi ke Pelelangan!" Huan Shan merutuki peserta yang begitu lama naik ke panggung.
Andaikan dirinya tidak melihat salah satu anak mengangkat tangannya, mungkin saja Huan Shan sudah mendiskualifikasi peserta yang tadi dia sebutkan.
Wen Tian mengangkat tangan kanannya sambil menggoyangkan tangan kirinya yang dirangkul oleh Tan Bao. Dia menyuruh Tan Bao untuk segera naik ke panggung arena sambil mengancam juniornya.
"Kau jangan membuat malu, atau aku akan mengikatmu dan membawamu ke sarang serigala!"
"Se-Senior Bos, aku le-lebih memilih ke sa-sa-sarang serigala da-daripada me-melawannya.."
Tak!
Wen Tian kesal, dia lalu menjitak kepala juniornya tersebut. Ini membuat Tan Bao merintih.
"Jangan pengecut begitu, kau lihat aku! Lawanmu itu meskipun berusia lebih tua darimu tapi tingkat praktiknya sama denganmu. Bisa ku katakan, kau jauh lebih jenius daripada dia.." Wen Tian mulai mengeluarkan jurus pujiannya kepada Tan Bao.
"A-aku jenius..?!" Tan Bao tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Senior Bos-nya ini.
"Tentu saja kau jenius, lihat..!" Wen Tian memegang pundak Tan Bao, sedikit merendahkan tubuhnya sambil menyuruh Tan Bao untuk melihat kearah dimana Cheng Hai berdiri.
"..kau dan lawanmu itu memiliki praktik yang sama-sama berada di Forging Qi tingkat 3, padahal lawanmu sudah berusia 12 tahun. Kau yang masih berusia tujuh tahun sudah berada di Forging Qi tingkat 3, kalau bukan jenius lalu apa..?"
Ucapan Wen Tian begitu halus dan hebat seperti layaknya seorang penghasut profesional. Tan Bao yang mendengar ucapan Wen Tian tersebut menjadi lebih bersemangat dan tidak merasa takut lagi.
Sementara Tou Li yang juga mendengar ucapan Senior Bos-nya ini juga merasa yakin bahwa dirinya dan Tan Bao adalah anak yang jenius.
"Ayo cepat pergi,"
"Se-Senior Bos, doakan aku." Tan Bao kemudian mulai berjalan dengan gugup menuju arena pertarungan.
***
-
-
Catatan Penulis :
JANGAN LUPA UNTUK MEMBACA KARYA PARA PENULIS LAIN YANG ADA DI BERBAGAI LAPAK YAH, Jumpa Lagi Di Chapter Berikutnya! ☆\(^ω^\)
__ADS_1