
GROOOAAA
Serigala Bertanduk Perak kini hanya bisa menggunakan sebelah matanya untuk melihat orang yang menyerangnya. Dia begitu murka ketika mengetahui bahwa yang menyerangnya adalah seorang bocah.
Segera, Serigala Bertanduk Perak menyerang Xiao Shuxiang disertai dengan geraman yang begitu mengerikan. Namu bukannya takut, Xiao Shuxiang malah memperlihatkan senyuman yang lebar.
Dia melesat cepat, salah satu belati dialiri Qi miliknya. Saat hampir berbenturan dengan Serigala Bertanduk Perak, Xiao Shuxiang melengkingkan tubuhnya dan langsung merosot tepat di bawah tubuh serigala.
Secara bersamaan, belati yang dialiri Qi miliknya digunakan Xiao Shuxiang untuk memberi luka sayatan yang besar ke arah perut serigala.
GROOAAAA
Serigala Bertanduk Perak mengerang kesakitan, darah keluar begitu banyak pada bagian dada dan perutnya. Dia beberapa kali bergulingan dan menyerang secara membabi buta, tanduk dan tubuhnya membentur pepohonan.
Xiao Shuxiang mengambil jarak aman sambil melihat Serigala Bertanduk Perak yang terus kesakitan. "Kau sudah sangat sombong dengan usiamu yang tua itu. Hingga menurunkan kewaspadaan sampai di titik terendah, dasar bodoh."
"Tidak kusangka akan dapat mengalahkan hewan yang berusia seratus tahun semudah ini. Padahal saat dantianku masih cacat, aku hampir sekarat hanya karena melawan serigala berusia muda."
Xiao Shuxiang kembali melesat, dia mengumpulkan Qi di kepalan tangannya dan lalu menyerang serigala dari atas. Xiao Shuxiang mengarahkan kepalan tangannya pada kepala serigala hingga menghasilkan suara yang keras dan seperti tulang tengkorak retak.
Serigala Bertanduk Perak terkapar, ada lubang di kepalanya. Namun, serigala tersebut masih bernapas. Dia seperti sekarat dan tidak bisa mengerang lagi.
"Apa itu sakit? Ah...! Tentu saja itu sakit," Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan kepala Serigala Bertanduk Perak sambil tersenyum.
Dia lalu mematahkan keempat kaki serigala. Cukup susah, tapi Xiao Shuxiang berhasil melakukannya. Dia kemudian mengeluarkan pisau dapurnya dan mulai mengiris pelan perut Serigala Bertanduk Perak.
Ada suara yang begitu memilukan didengar oleh Xiao Shuxiang, dan itu membuatnya tertawa. Dia menguliti tubuh Serigala Bertanduk Perak tanpa peduli bahwa hewan tersebut masih sekarat dan belum mati. Namun Xiao Shuxiang begitu senang melakukannya.
"Jangan khawatir, aku akan mengeluarkan semua darahmu terlebih dahulu. Tentu kita akan lihat, apa kau akan mati sebelum darahmu habis atau tidak..." Xiao Shuxiang menjilat sedikit darah Serigala Bertanduk Perak kemudian meludahkannya.
"Darahmu tidak enak. Kau kebanyakan makan daging dari hewan yang lemah, pantas kau juga ikut lemah."
Saat Xiao Shuxiang sedang berusaha mengambil Demonic Core di dalam tubuh Serigala Bertanduk Perak, beberapa Demonic Beast seperti Beruang Landak, Kura-Kura Pelari dan Kera Madu melintas di dekatnya.
Mereka bertiga mematung saat melihat seorang bocah yang sedang menguliti tubuh Serigala sambil cekikikan dengan tangan dan pakaian yang kotor oleh darah.
Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya saat merasa bahwa dia sedang dipandangi oleh tiga Demonic Beast ini. "Ada apa? Ingin bergabung?"
!!
Ketiga Demonic Beast tersebut langsung merinding, mereka dengan cepat pergi meninggalkan Xiao Shuxiang. Namun dengan segera Xiao Shuxiang mengejar salah satunya, itu adalah Kura-Kura Pelari.
Sang Kura-Kura yang menyadari sedang dikejar dan merasa bahwa tidak akan selamat. Dia mulai berhenti dan masuk ke dalam cangkangnya.
Xiao Shuxiang mendarat dengan mulus di atas cangkang kura-kura yang begitu besar, dia lalu mengetuk-ngetuk cangkang tersebut sambil menyuruh kura-kura mengeluarkan kepalanya.
"Ayo keluar. Kalau kau tidak mau keluar, akan kubelah cangkangmu dan ini bukanlah ancaman!"
!!
Dengan perasaan takut, kura-kura tersebut mulai mengeluarkan kepalanya. Dalam hati dia berdoa, berharap anak laki-laki di depannya ini tidak membunuhnya.
uu uu uu
"Aku hanya ingin bertanya padamu, jangan takut..." Xiao Shuxiang mengusap-usap kepala Kura-Kura Pelari dengan tangan kanannya yang berlumuran darah.
Dia lalu meluncur turun untuk berhadapan dengan Sang Kura-Kura. Bisa dilihat leher kura-kura memiliki panjang kurang lebih tiga meter.
"Jadi, berapa usiamu?"
__ADS_1
uuu uu
"Tak perlu khawatir, aku janji tidak akan membunuhmu." Xiao Shuxiang bisa melihat bahwa kura-kura di depannya gemetar ketakutan, dia mencoba untuk menenangkannya dengan tersenyum lembut.
Andai Kura-Kura Pelari tidak melihat tindakan Xiao Shuxiang yang menguliti Serigala Bertanduk Perak, mungkin dia akan merasa tenang dan percaya dengannya. Tetapi...
"Aku akan melepaskanmu, jika kau menjawab pertanyaanku dengan benar. Di wilayah ini, Demonic Beast apa yang berkuasa?"
uu uu
"Hm? Zhou Yan? Aah~ Aku lupa menanyakan nama Patriarch Ketiga, jadi namanya Zhou Yan. Senior ternyata memakai nama yang kusarankan pada anaknya, baguslah...!"
Xiao Shuxiang kembali bertanya mengenai pemilik wilayah di tempat lain. Kura-Kura Pelari mengatakan bahwa Gunung Induk memiliki empat pemilik wilayah.
Hewan yang paling berkuasa dan berusia 4000 tahun adalah Singa Berbulu Api, kemudian yang berusia 3000 tahun adalah Ratu Lebah dengan sayap pelangi.
Yang ketiga adalah kultivator berusia 107 tahun, Zhou Yan. Terakhir adalah tikus tanah berusia 2000 tahun.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat mendengar usia Patriarch Ketiga. "Jadi, saat perang itu. Istri Senior melahirkan... berarti Senior tidak melihat anaknya sebelum meninggal."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia kemudian mengizinkan Kura-Kura Pelari untuk pergi. Xiao Shuxiang merasa belum waktunya bertarung dengan para Demonic Beast yang disebutkan kura-kura tadi sebab usia mereka lumayan tua.
Dia akhirnya mulai berburu Demonic Beast yang berusia lebih muda. Sambil berburu, dia juga mencari tanaman yang beracun. Perburuannya baru berhenti ketika matahari kembali terbit.
Xiao Shuxiang setelah membersihkan tubuhnya mulai mencoba meracik tanaman herbal kembali.
Cairan pada periuk mulai menjadi tiga butir pil, satu berwarna putih susu dan dua lainnya berwarna hitam. Saat mencoba pil berwarna putih tersebut, Xiao Shuxiang merasakan perutnya sakit.
Segera, dia berlari untuk menjawab panggilan alam yang begitu tiba-tiba. Berulang kali dia mengeluhkan perutnya.
"Sepertinya, aku membuat pil yang aneh..."
Pil yang dihasilkan Xiao Shuxiang bermacam-macam, dan semuanya merupakan hasil kegagalan dari pil yang harusnya dia buat.
"Pil penyembuh luka ringan menjadi arak, pil penawar sepuluh jenis racun malah menjadi pil penumbuh rambut. Belum lagi ada pil melancarkan buang air besar dan pil pembuat tertawa. Kenapa pil yang kubuat malah aneh-aneh begini..?"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan sambil memangkas rambutnya yang begitu panjang. Sepertinya, dia mencoba sendiri hasil dari pil buatannya.
Patriarch Ketiga memijat-mijat keningnya, dia selalu memperhatikan kegiatan Xiao Shuxiang membuat pil. "Bocah itu sangat tidak terduga-!!"
Patriarch Ketiga tersentak ketika dia mendengar Xiao Shuxiang berkata bahwa dirinya membutuhkan kelinci percobaan. Perasaan Patriarch Ketiga menjadi tidak enak, apalagi saat dia melihat Xiao Shuxiang tersenyum jahil.
Kehidupan Xiao Shuxiang selama berada di Gunung Induk terus diisi dengan kegiatannya merawat kediaman Patriarch Ketiga, membuat pil, mengasah kemampuan memasaknya dan pergi berburu Demonic Beast.
Xiao Shuxiang seakan terpisah dengan kehidupan di dunia kultivator. Dia tidak mendengar kabar apa pun mengenai kejadian di dunia persilatan tersebut.
Padahal, dunia kultivator sekarang sedang mengalami guncangan dengan kehadiran delapan orang anak yang disebut sebagai Pewaris Delapan Pedang.
Mereka tidak lain adalah murid-murid dari Sekte Kupu-Kupu. Jing Mi dan saudara seperguruannya mengguncang dunia kultivator dengan bakat yang mereka miliki.
Berada di Sekte Pedang Langit membuat Jing Mi dan yang lainnya berkembang begitu pesat. Cara pengontrolan Qi dan gaya bertarung murid Sekte Kupu-Kupu begitu berbeda dengan kultivator yang lain.
Keterampilan yang paling menonjol adalah kemampuan mereka mengalirkan Qi pada senjata biasa tanpa membuat senjata tersebut hancur.
Tidak hanya Jing Mi dan teman-temannya yang berada di Sekte Pedang Langit, tetapi juga Qi Xuan dan Xiao Lu. Keduanya mencatat nama sebagai kultivator jenius di sekte masing-masing.
Sekte Pedang Langit kini tidak hanya mengenal Lan Guan Zhi sebagai Grand Elder masa depan, tetapi juga mengenal Pewaris Delapan Pedang.
Xiao Shuxiang baru mengetahui hal itu setelah Patriarch Lan dan Lan Guan Zhi mengunjungi dirinya.
__ADS_1
"Aku jadi tidak sabar bertemu dengan anak-anak itu.."
Patriarch Lan mengatakan bahwa Jing Mi dan Hou Yong akan datang besok, itu membuat Xiao Shuxiang tersenyum. Hanya saja, senyum milik Xiao Shuxiang membuat Patriarch Ketiga bergidik.
Selama ini, Patriarch Ketiga selalu menolak memakan makanan yang dibawa Xiao Shuxiang, karena mengira dia akan dijadikan kelinci percobaan dengan pil aneh buatan bocah tersebut.
Tetapi sekarang Patriarch Ketiga merasa, Xiao Shuxiang memiliki target lain sebagai uji coba pil yang dibuatnya.
"Semoga bocah ini tidak macam-macam dengan saudaranya sendiri.."
Tepat seperti batin Patriarch Ketiga. Xiao Shuxiang berniat menjadikan Jing Mi dan Hou Yong sebagai kelinci percobaannya. Ada banyak pil yang belum dia ketahui khasiatnya termasuk memberikan mereka nama.
"Aku semakin tidak sabar menunggu mereka.." Xiao Shuxiang tertawa kecil hingga membuat Patriarch Kedua tersenyum karena beranggapan bahwa Xiao Shuxiang sepertinya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan saudara seperguruannya.
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan makanan. Lan Guan Zhi, ayo bantu aku."
Lan Guan Zhi mengangguk, dia lalu meminta izin pada Patriarch Lan dan Patriarch ketiga.
Saat berada di dapur, Lan Guan Zhi hanya menyentuh-nyentuh buah dan beberapa kali melihat rempah-rempah dapur. Dia sama sekali tidak membantu Xiao Shuxiang memasak.
Suara ketukan pisau saat Xiao Shuxiang mencincang begitu cepat. Senyum tidak pernah menghilang di wajahnya dan senyum Xiao Shuxiang semakin melebar ketika dia mengiris pelan daging ayam hutan.
"Lan Guan Zhi, berikan bubuk lada padaku."
Lan Guan Zhi sedikit kebingungan dengan bumbu dapur yang diminta Xiao Shuxiang, dia malah memberikan garam halus kepadanya.
"Aku juga butuh ini.."
Berada di dapur bersama membuat Lan Guan Zhi mengerti bahwa Xiao Shuxiang selama berada di tempat ini, dia belajar mengolah masakan. Aroma khas rempah-rempah memenuhi seisi ruangan, Xiao Shuxiang memiliki bakat memasak yang hebat.
"Untuk seorang gadis, kau ternyata pandai memasak."
!!
Xiao Shuxiang terkejut ketika mendengar suara Lan Guan Zhi yang berbicara lebih dari tiga kata padanya. Tapi kenapa ucapan yang keluar dari bibir Lan Guan Zhi seperti itu?!
"Lan Guan Zhi, aku ini laki-laki! Kita cukup lama mengenal dan--!!" Xiao Shuxiang seakan tersadar, dia lalu menatap Lan Guan Zhi dalam.
"Lan Zhi, jangan bilang kau selama ini menganggap aku perempuan..?!"
Lan Guan Zhi tidak menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang. Dia memalingkan pandangannya ke arah lain seolah tidak ingin Xiao Shuxiang menatapnya.
"Lan Zhi, diammu menjelaskan semuanya. Aku ini laki-laki, bukan Perempuan! Oh ya ampun..." Xiao Shuxiang berusaha untuk tenang, "... Inilah kenapa aku tidak suka dengan tubuh kecilku. Wajah yang menggemaskan, halus dan lembut seperti bokong bayi ini terlalu luar biasa. Tidak di masa lalu dan sekarang... Wajah di masa kecilku adalah aib."
Xiao Shuxiang menoleh ke arah Lan Guan Zhi yang masih memandang ke tempat lain. Anak berpakaian putih dengan pita dahi itu seperti menolak untuk memandanginya. Xiao Shuxiang memperhatikan anak di sampingnya dari atas sampai bawah dan menilai garis wajah anak tersebut yang jujur saja mengagumkan. Dia pun menggelembungkan pipinya seolah merasa iri.
"Menyebalkan..."
***
-
-
Catatan Penulis :
Jangan Lupa Untuk Terus Meninggalkan Jejak Kalian Berupa Like Dan Sekaumnya. Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian..!ヽ(´▽`)/
Arigatou Gozaimasu Karena Sudah Setia Mampir Dan Memberi Dukungan Semangat Untuk 'Penulis'. Kami Senang Bisa Menghibur Sedikit Waktu Luang Teman-Teman! Semoga Kawan Semua Tetap Semangat Dan Sehat Selalu..! ( ´ ▽ ` )ノ
__ADS_1