
Salah satu kultivator berseragam biru muda terkejut ketika pemuda di sampingnya memuntahkan gumpalan daging hitam. Dia mengira itu adalah organ dalam manusia. Namun setelah diperhatikan lebih teliti, gumpalan itu ternyata darah kental.
Tanah berselimut salju kini ternoda oleh gumpalan darah hitam yang dimuntahkan beberapa kultivator. Semua ini karena mereka mendengar alunan musik yang keluar dari permainan seruling milik Xiao Shuxiang.
Pemuda berambut hitam yang terurai panjang tersebut melangkahkan kakinya sambil memainkan seruling. Pakaian dan helaian rambutnya nampak dilambai-lambaikan oleh angin, butiran salju nan dingin tidak menganggu permainannya.
Suara seruling Xiao Shuxiang terdengar tajam dan seperti tidak beraturan, dia memang sengaja melakukannya untuk sedikit menyakiti gendang telinga para kultivator.
Xiao Shuxiang baru berhenti memainkan serulingnya saat dia berada di depan Gerbang Dunia yang ketiga.
Pintu Gerbang ini cukup berbeda dengan Gerbang Dunia yang pernah Xiao Shuxiang lihat. Tinggi dan lebarnya sama, tetapi gerbang ini terbuat dari giok putih dengan ukiran naga berwarna hitam.
Ada cahaya merah redup yang selalu muncul setiap sekali dalam lima tarikan napas pada pintu Gerbang tersebut.
Lebih dari dua puluh orang kultivator seketika mengarahkan pandangannya pada sosok pemuda yang berdiri di depan mereka. Jauh di belakang, nampak banyak pendekar dan kultivator yang sedang berjalan kemari.
Cara Xiao Shuxiang menghentikan perselisihan sudah membuatnya menjadi pusat perhatian. Meski demikian, dia masih memperlihatkan wajah yang biasa saja, seakan dirinya tidak melakukan kesalahan.
"Kenapa kalian harus ribut hanya karena gerbang tua yang tidak bisa dibuka ini?"
Pertanyaan dari Xiao Shuxiang memecah keheningan, beberapa kultivator masih memegang dadanya. Setelah memuntahkan gumpalan darah, mereka memang tidak mengeluarkan sepatah kata pun selain tatapan mereka yang tertuju pada Xiao Shuxiang.
Ada di antara mereka yang berniat membentak, namun dia mengurungkan niatan itu karena tidak bisa membaca praktik Xiao Shuxiang. Sementara bagi kultivator yang bisa membaca praktiknya, mereka hanya terdiam.
Suara seruling tadi juga berpengaruh bagi kultivator di GrandMaster Tingkat Langit, tetapi efeknya tidaklah sebesar yang dirasakan para kultivator lainnya.
Karena tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya, Xiao Shuxiang kembali bersuara. "Tidak seharusnya kalian memperebutkan gerbang yang usang, apalagi kalian tidak tahu apa yang ada di baliknya. Bisa saja yang tersimpan di dalamnya merupakan sesuatu yang tidak kalian harapkan,"
"Omong Kosong! Kau datang kemari juga karena menginginkan harta di balik gerbang itu, bukan?!"
Salah satu kultivator yang pakaiannya berwarna merah terang dengan corak walet putih menimpali ucapan Xiao Shuxiang. Wajahnya sedikit pucat dan ada bekas darah pada bibirnya.
"Tidak ada masalah apapun di antara kita. Satu-satunya yang menyebabkan pertarungan tadi adalah mereka! Mereka berusaha menghentikan kami yang ingin membuka Gerbang Kuno itu,"
Pemuda tersebut menggunakan tatapannya untuk menunjuk sebelas orang kultivator yang dirasa telah menghalanginya. Dia didukung oleh kultivator lainnya yang juga menginginkan Gerbang Kuno dibuka.
Hu Li berjalan perlahan dan berdiri di samping Tuan Mudanya. O Zhan yang berada di kepalanya terlihat menggeleng. Padahal dia sendiri sebagai Demonic Beast tahu bahwa gerbang yang berdiri kokoh di belakangnya tidak menyimpan harta berharga melainkan sesuatu yang mengerikan.
Liu Xi Ling berada di antara para kultivator, kedatangannya kemari untuk memasuki Gerbang Kuno. Tetapi siapa sangka dirinya malah merasakan aura mencekam dari pintu gerbang setinggi 8 meter tersebut.
"Tuan Muda. Berulang kali kuberitahu padamu, gerbang ini tidak untuk dibuka. Tindakanmu yang ingin membuka gerbang ini dengan paksa hanya akan membawa keburukan bagi manusia,"
Xiao Shuxiang melirik seorang kultivator berpakaian hijau muda dengan corak bungai teratai. Dari yang dilihatnya, pemuda tersebut memiliki tinggi semampai dan berwajah tegas.
Praktik pemuda itu berada ditingkatan yang sama dengan dirinya. Xiao Shuxiang lalu memperhatikan setiap wajah para kultivator yang sudah lama berdiri dan yang baru saja sampai.
Menurut perhitungannya, ada lebih dari tiga puluh orang kultivator dan pendekar yang berasal dari berbagai tempat. Sekitar tujuh kultivator berada di GrandMaster Tingkat Langit, dirinya juga dapat melihat ada kultivator yang membawa Demonic Beast, sepertinya itu adalah tunggangan mereka.
Xiao Shuxiang dapat melihat Liu Xi Ling yang berdiri di antara kerumuman orang, namun dirinya tidak berminat memanggil gadis tersebut. Dia akhirnya lebih fokus mendengarkan perdebatan kultivator di sekitarnya.
Mereka yang menginginkan membuka Gerbang Kuno sebenarnya juga merasakan aura mencekam dan aneh itu, namun tetap saja tidak peduli karena beranggapan bahwa setiap makam kuno pastilah ada yang menjaganya.
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia tidak menyangka Gerbang Dunia akan disebut sebagai Makam Kuno oleh para kultivator dan pendekar di depannya.
"Tuan Muda Xiao, bagaimana sekarang? Apa Anda masih mau menyegel gerbang itu meski banyak orang..?"
Hu Li memelankan suaranya, dia mendapat jawaban dari Tuannya bahwa mereka akan tetap menyegel Gerbang Dunia, tentu di waktu yang tepat.
Salah satu kultivator muda yang berusia sekitar 21 Tahun terlihat mengerutkan kening. Dia sejak tadi sudah memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah, rasa-rasanya dia pernah bertemu pemuda yang memegang Seruling Giok Putih itu di suatu tempat.
Tidak hanya dirinya, tetapi beberapa kultivator juga memberi ekspresi wajah yang sama. Mereka merasa akrab dengan pemuda berambut panjang terurai tanpa diikat tersebut.
Tidak butuh waktu lama, sampai salah satu pemuda memberanikan diri berjalan dan berhenti tepat di depan Xiao Shuxiang.
"Tuan, apa aku boleh mengetahui namamu?"
Alis Xiao Shuxiang terangkat sebelah, dia keheranan karena tiba-tiba ada yang menanyakan namanya. Saat pandangannya mengarah ke kultivator lain, dirinya bisa tahu bahwa tidak hanya pemuda di depannya ini yang penasaran, tetapi kultivator yang lainnya juga.
Xiao Shuxiang memperkenalkan dirinya seperti biasa. Saat para kultivator mengetahui namanya, dia tersentak kala terdengar sebuah seruan dari salah satu kultivator yang mengatakan bahwa wajahnya begitu mirip dengan patung besar di Benua Timur.
"Aah~ patung itu.. Yaa.. Itu memang aku. Tapi jangan salah, aku sendiri yang memenggal kepalanya, bukan mereka.."
__ADS_1
"Aku tahu. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu, Tuan Muda Xiao..!"
Xiao Shuxiang tersentak saat pemuda di depannya segera meraih tangannya dan memegangnya erat. Bukan hanya pemuda ini, tetapi beberapa pemuda lain juga melakukan hal yang sama. Mereka jadi berebut agar bisa menjabat tangannya.
"Tuan Muda, aku banyak mendengar cerita tentangmu. Aku ingin memastikannya, apa benar Anda yang menyelamatkan Benua Timur seorang diri?!"
Xiao Shuxiang mendengus, dia lalu tersenyum dan menggeleng pelan. Dirinya menyentuh pundak pemuda yang nampak seumuran dengannya, dirinya berkata bahwa sekuat apapun kultivator tidak akan bisa melindungi apapun bila bertarung seorang diri.
".. Aku dibantu banyak orang. Cerita yang kau dengar terlalu dilebih-lebihkan,"
Banyak pemuda yang ingin berkenalan dan belajar dari Xiao Shuxiang. Mereka yang pernah ke Benua Timur tahu bahwa Xiao Shuxiang adalah murid dari Alkemis Zhou Yan, sosok yang begitu terkenal dan terpandang bagi mereka.
Ada juga beberapa kultivator yang ingin berjabat tangan dengan Xiao Shuxiang, tetapi mereka tahu bahwa penting tetap menjaga tata krama, apalagi saat berhadapan dengan orang seperti Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Xiao tidak akan suka diperlakukan seperti itu. Mereka tidak tahu malu,"
"Benar. Aku merasa khawatir bila tindakan mereka membuat Tuan Muda Xiao menjadi kesal,"
Salah satu kultivator wanita hanya bisa mencengkeram pakaiannya dengan kuat, dia dan rekannya sulit mendekat karena banyak pemuda yang mengerumuni Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Xiao, apa aku bisa belajar darimu? Kita memiliki nama yang sama, aku sangat mengagumi dirimu..!"
Xiao Shuxiang tersentak mendengar ucapan pemuda berpakaian serba hitam di depannya ini. Dia dulu memang pernah mengatakan pada diri sendiri akan membunuh siapapun yang berani memakai namanya, namun sekarang..
"Kau bisa mengagumiku, kawan. Tapi jangan pernah menjadi diriku, kau harus menjadi dirimu sendiri,"
Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak pemuda berpakaian hitam di depannya. Andai saat ini dirinya tidak sedang belajar menjadi manusia, mungkin dia sudah memaku tubuh pemuda yang dipegangnya ini dan menjemurnya sampai membeku.
Ada beberapa kultivator senior yang mengerutkan kening ketika melihat apa yang terjadi di depannya. Seakan kedatangan pemuda yang memegang Seruling Giok Putih tersebut lebih menarik perhatian dibandingkan dengan membuka Gerbang Kuno.
"Apa mereka bodoh?! Pemuda seperti itu mana bisa menjadi Pelindung Benua Timur, tidak mungkin."
Tidak sedikit kultivator yang menunjukkan ekspresi tidak suka pada Xiao Shuxiang. Sebagian di antara mereka mengatakan bahwa dia adalah kultivator yang angkuh.
Xiao Shuxiang tidak sadar telah mendapat tatapan mata penuh kebencian oleh beberapa kultivator. Dirinya terlalu fokus dengan orang-orang yang menjabat tangannya.
Ada satu kultivator yang terlihat berusia 70 Tahun. Tubuhnya sedikit membungkuk dan praktiknya ternyata masih berada di Forging Qi tingkat 5. Xiao Shuxiang bisa tahu bahwa Tua Bangka di depannya ini lambat memulai kultivasi.
Kultivator berambut putih dan berjanggut panjang tersebut hanya memegang tangan Xiao Shuxiang tanpa bicara. Dia membuat pemuda yang dipegang menatapnya keheranan.
Xiao Shuxiang merasa Tua Bangka di depannya ingin mengatakan sesuatu, tetapi nampak ragu. Dia lalu meyakinkan kultivator tua agar tidak perlu khawatir, dirinya dengan senang hati akan mendengarkan dan mungkin bisa mengulurkan bantuan.
Xiao Shuxiang tidak menyangka kehadirannya menarik perhatian banyak orang sampai sejauh ini. Dia merasa bisa memanfaatkan situasi untuk membuat para pendekar menjauh dari lokasi Gerbang Dunia.
Xiao Shuxiang sekilas melirik ke arah Hu Li dan segera mendapat anggukan dari pemuda berwajah menggemaskan tersebut, seakan Hu Li mengerti dengan makna lirikannya barusan.
Kultivator Tua yang ada di depannya mengatakan ingin meminta bantuan. Dirinya sudah menjadi kultivator selama lebih dari tiga puluh tahun tetapi tidak mengalami peningkatan yang berarti.
"Tempat ini sepertinya kurang sesuai untuk membicarakan itu. Mari ke tempat yang lain,"
Xiao Shuxiang begitu sopan mengajak Kultivator Tua di depannya untuk pergi, dia bahkan memegang tangan Tua Bangka tersebut sambil berjalan bersamanya.
Perlakuan Xiao Shuxiang tidak bisa dipercaya, termasuk oleh Hu Li. Belum pernah dia melihat Tuannya bisa bersikap baik dan sesopan ini.
Dia tahu Tuan Muda Xiao-nya bukan orang yang suka berbohong apalagi sampai berpura-pura. Menurut Hu Li, saat ini Tuan Mudanya sendiri tidak sadar dengan apa yang sedang dia lakukan.
Banyak kultivator yang mengikuti Xiao Shuxiang dan Tua Bangka tersebut dari belakang. Bahkan kultivator yang memberi tatapan tidak suka juga ikut.
Sekarang hanya sekitar 12 belas orang termasuk Hu Li yang masih berada di depan Gerbang Dunia. Saat bertanya, dirinya mengetahui bahwa para kultivator ini di tugaskan untuk menjaga pintu gerbang itu.
"Tuan Muda, apa Anda tidak ingin pergi?"
Salah satu kultivator berpakaian hijau muda bercorak bunga teratai menatap Hu Li. Pemuda yang menurutnya masih berusia 16 Tahun tersebut tak seharusnya ada di sini.
"Sebenarnya.."
Hu Li menceritakan maksud kedatangan dirinya dan Tuannya kemari. Dia mencoba membuat para kultivator ini mengerti tentang misi mereka sekaligus agar dia bisa meminta bantuan.
Xiao Shuxiang dibawa ke sebuah pohon sakura yang letaknya tidak jauh dari Gerbang Dunia. Pohon tersebut berusia ratusan tahun, berbunga lebat dan mampu melindungi kultivator dari butiran salju.
Di sinilah tempat Xiao Shuxiang berbicara dengan Kultivator Tua yang menyebut dirinya Kakek Gu. Rupanya Tua Bangka tersebut meminta saran dari dirinya, dan jika bisa dia ingin dibuatkan sebuah pil.
Umumnya permintaan semacam ini bagi para Alkemis adalah tindakan penghinaan. Para Alkemis selalu memandang tinggi setiap butir pil yang dibuatnya, dan tentu hanya orang-orang yang menarik minat merekalah yang akan dibuatkan pil.
__ADS_1
Kakek Gu tahu tentang hal tersebut, karenanya dia ragu mengatakannya pada Xiao Shuxiang. Dirinya baru berani bicara saat pemuda berambut panjang ini mendesaknya.
Xiao Shuxiang sama sekali tidak keberatan memberikan beberapa pil berharganya. Tetapi tentu saja tidak gratis, dirinya tetap meminta bayaran apapun meski itu hanya sebuah pelukan.
Beberapa kultivator terkejut dengan bayaran yang diminta Xiao Shuxiang. Namun tidak ada di antara mereka yang protes karena menurut para kultivator ini, pemikiran seorang Alkemis memang terkesan tidak biasa.
Ada satu kejadian di mana Xiao Shuxiang berhadapan dengan seorang kultivator dari Aliran Hitam. Pria yang nampak berusia 37 Tahun tersebut meminta pendapat darinya mengenai tingkat praktiknya yang tertahan di Forging Qi Tingkat 13.
Ada sesuatu yang para kultivator ini rasakan saat bersama Xiao Shuxiang. Mereka seakan tidak bicara dengan seorang pemuda berusia 21 Tahun, melainkan berbicara dengan kultivator yang telah berusia sangat tua, kemungkinan lebih dari seratus tahun.
Kultivator yang lebih senior bahkan tidak merasa malu untuk bertukar pemikiran dengan Xiao Shuxiang, sebab apa yang mereka ingin bahas selalu bisa dimengerti oleh pemuda berambut panjang yang duduk di tumpukan salju, tepat di tengah-tengah mereka.
Bila para kultivator ini belajar darinya, maka itu juga berlaku bagi Xiao Shuxiang. Dari yang terjadi, dirinya tahu bahwa kultivator Aliran Hitam di Benua Utara tidak sekejam kultivator di Benua Timur.
Para kultivator Aliran Hitam di Benua ini tidak pernah membantai desa, bahkan melakukan pembunuhan saja mereka selalu memikirkannya terlebih dahulu.
".. Kami memang selalu bertengkar dan ujung-ujungnya saling bertukar serangan. Namun hanya sampai pada tingkat lawan mengaku kalah atau membuat mereka sekarat. Karena di Kekaisaran Salju Putih, meskipun ada Sekte, tetap peraturan Kaisar yang kami ikuti,"
Xiao Shuxiang mendengarkan penjelasan salah satu kultivator Aliran Hitam. Pemuda berusia 19 Tahun yang duduk di depannya mengatakan mempunyai teman dari Aliran lain, walau perbedaan pemikiran selalu menjadi alasan pertengkaran mereka.
Awalnya, suasana di sekeliling Xiao Shuxiang begitu damai dan penuh rasa kekeluargaan. Sampai akhirnya seorang kultivator barpakaian ungu gelap menanyakan kenapa dirinya harus disebut 'Tuan Muda Xiao'.
"Aku menjunjung tinggi nama margaku. Kenapa? Apa kau keberatan?"
"Kudengar kau tidak suka dipanggil dengan namamu. Apa itu benar?"
"Bukan. Hanya saja aku tidak suka namaku diucapkan oleh orang yang lemah. Itulah yang disebut Kekuasaan, kau harus mempelajarinya."
Xiao Shuxiang tahu kultivator di depannya ingin membuat dirinya kesal, tetapi sebelum pemuda ini memanggilnya dengan nama 'Xiang', dirinya langsung memperingatkan.
"Meskipun aku adalah Alkemis dan terlihat baik, tapi aku tidak pernah mengatakan dari aliran apa aku berasal. Jadi sebaiknya jaga setiap perkataanmu, kawan."
Xiao Shuxiang mungkin bisa menolerir siapa pun, tetapi dia pasti akan memberi pelajaran yang tidak terbayangkan bila ada orang yang berani menyebut namanya.
Ada juga kultivator yang cukup berani menantang Xiao Shuxiang berduel. Tidak ada yang melarang karena dirinya melakukan hal tersebut supaya mendapat pengakuan dari Alkemis muda ini.
Kultivator yang memberi tantangan memiliki praktik di GrandMaster Tingkat Langit, sama seperti Xiao Shuxiang. Keduanya mencari tempat yang pas dan mulai bertukar serangan.
Xiao Shuxiang menggunakan Seruling Giok Putihnya sebagai alat menangkis pedang kultivator yang menantangnya.
Serangan Xiao Shuxiang begitu bersungguh-sungguh, setiap gerakannya tajam dan tanpa celah. Para kultivator yang menonton pertarungan tersebut dapat mengetahui bahwa Xiao Shuxiang sama sekali tidak meremehkan lawan.
Tidak sampai sepuluh gerakan, Xiao Shuxiang sudah mengacungkan sisi serulingnya tepat di leher kultivator berseragam hitam tersebut, dirinya menang dengan kemampuan bertarungnya yang sederhana tetapi mampu mengecoh lawan.
"Andai seruling ini adalah pedang, aku pasti sudah menggorok lehermu,"
"Aku minta maaf,"
"Hm? Jangan mengatakan itu. Sesama teman tidak perlu meminta maaf. Lagipula aku juga belajar dari caramu memainkan pedang, itu hebat."
Xiao Shuxiang mengibaskan pelan rambutnya, dia lalu memberi beberapa petunjuk cara memainkan pedang yang sesuai dengan pemahamannya.
"Kau selama ini fokus meningkatkan praktik. Harusnya kau lebih perbanyak tentang teknik bertarungmu. Tingkat praktik yang tinggi sebenarnya tidak menjamin kemenangan. Sebagai contoh adalah pertarungan tanpa memakai Qi yang kita lakukan tadi, di mana aku dapat mengalahkanmu hanya dalam beberapa gerakan,"
Xiao Shuxiang mengeluarkan cukup banyak pil sekaligus ilmu berpedang yang dia pelajari di sepanjang perjalanan hidupnya. Dirinya meminta para kultivator tersebut untuk mulai berlatih setelah menelam pil yang dia berikan.
".. Khasiatnya akan lebih terasa bila di kondisi dingin seperti ini,"
Para kultivator yang mendapat pil darinya segera melakukan sesuai yang Xiao Shuxiang katakan. Alkemis Muda itu juga memberitahu mereka bahwa bila ingin mencari pil buatannya.. Mereka hanya perlu membelinya di Asosiasi Bangau Merak.
Ucapan Xiao Shuxiang membuat Liu Xi Ling yang memperhatikannya di kejauhan nampak menggeleng pelan. Jelas sekali bahwa pemuda tersebut sedang melakukan promosi, entah disadari atau tidak.
Melihat para kultivator mulai berkonsentrasi tanpa peduli dengan butiran salju dan suasana yang dingin ini.. Xiao Shuxiang merasa sudah waktunya untuk pergi.
Dia telah melakukan yang dirinya bisa untuk menjauhkan para kultivator dari Gerbang Dunia.
Xiao Shuxiang segera bergegas ke tempat Hu Li. Di sana, masih ada lebih dari sepuluh kultivator.. Namun mereka telah diberitahu oleh Hu Li sebelumnya.
Para kultivator ini bertugas melindungi Gerbang Dunia agar tidak dibuka. Mendengar dari Hu Li bahwa Xiao Shuxiang mampu menyegel kembali gerbang tersebut membuat mereka lega.
Xiao Shuxiang menyegel Gerbang Dunia bersamaan saat dia menghalangi pandangan para kultivator dengan memakai semburan salju. Gerbang Dunia yang ketiga akhirnya menghilang.
Para kultivator terkejut karena setelah semburan salju tersebut, Xiao Shuxiang dan Hu Li menghilang bersamaan dengan Gerbang Dunia yang telah tersegel kembali.
__ADS_1
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak mau menghabiskan waktu untuk berpamitan. Dia lebih memilih melesat cepat bersama Hu Li dan O Zhan.
***