
Xiao Shuxiang tidak pernah menyesali kejahatan yang dilakukannya di masa lalu. Hanya saja, dia selalu tidak nyaman dan sering terbayang bila ada seseorang yang menaruh kepedulian padanya.
Selama ini, yang paling berkesan di antara manusia adalah Zhou Yuan. Meski Alkemis itu tahu Xiao Shuxiang seperti apa, namun tetap saja dia diterima dengan baik.
Sayang, pada akhirnya dia tetap sendiri. Zhou Yuan, senior yang begitu dia hormati berdiri paling depan untuk menentangnya. Kebencian Alkemis itu jelas yang paling besar, apalagi sampai sekarang Xiao Shuxiang masih bisa merasakan kekecewaan Alkemis itu padanya.
Dia mengembuskan napas berat dan lalu tersenyum. Tidak ada yang perlu dijelaskan tentang Zhou Yuan pada Lan Guan Zhi, seniornya sama sekali tidak bersalah. Justru adalah hal yang baik bila Zhou Yuan memberi tahu Lan Guan Zhi untuk selalu waspada dan menjauhi dirinya.
Tangan Xiao Shuxiang terlihat sedikit gemetar saat memegang pinggiran langkan, perasaannya benar-benar tidak nyaman, dia ingin secepatnya pergi dari sini.
Jika Lan Guan Zhi saja bisa bersikap begini padanya, dia tidak perlu lagi mengira-ngira pendapat orang lain terhadapnya, semua sudah sangat jelas.
Xiao Shuxiang merasakan sakit di tenggorokannya, dialah yang salah. Berpikir bahwa jika terus melangkah ke depan dan mewujudkan keinginan Shouxing yang memintanya hidup dengan baik akan membuat orang lain menerimanya.
Padahal, andai kata dia benar-benar menjalani hidup dengan baik sekali pun--masa lalunya tetap tidak bisa diterima. Dia orang yang sudah banyak mengambil nyawa, memisahkan anak dengan kedua orang tuanya, dan memisahkan guru dengan para muridnya.
Semakin dipikir lagi, dia memang tidak seharusnya berada dalam lingkungan seperti ini. Rahasia terbesarnya bahkan belum terungkap, dan jika kelak ketahuan pun--mustahil teman-temannya ingin berdiri di sampingnya.
".. Kebaikanmu bahkan tidak bisa menutupi fakta bahwa kau telah mengambil nyawa mereka yang tidak bersalah..!"
"Aku kehilangan orang tua dan guruku karena kau! Sekali pun dunia berakhir, aku tidak akan pernah memaafkanmu..!"
"Monster yang membunuh orang tuanya sendiri tidak berhak hidup, kau harus mati Shuxiang..!"
"Aku tidak pernah mau tinggal di bawah atap langit yang sama dengan pembantai seluruh keluargaku. Hari ini juga, antara kematianmu atau kematianku..!"
Kepala Xiao Shuxiang sedikit sakit, telinganya berdengung dengan suara-suara dari masa lalu yang tak seharusnya dia ingat. Dia tersentak kala merasakan sentuhan pada tangannya.
!!
Xiao Shuxiang seperti baru tersadar, dia menatap wajah teman baiknya yang dipenuhi ketenangan. Dia perlahan menarik tangannya namun pegangan yang mengikatnya malah terasa kuat.
"Lan Zhi.."
"Suaramu gemetar, apa kau baik-baik saja?" Lan Guan Zhi yakin bahwa teman baiknya ini tidak mendengarkan ceritanya tentang Zhou Yuan sejak tadi, Xiao Shuxiang seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Tidak baik.. Aku tidak pernah seburuk ini sebelumnya," Xiao Shuxiang berkata jujur, dia mengembuskan napas dan mulai memandang lurus ke depan.
".. Zhou Yuan merupakan senior sekaligus teman baikku. Kami tidak punya banyak waktu bersama, tapi bisa dibilang aku percaya padanya. Hanya satu kesalahan yang membuat kami harus berhadapan di ujung pedang.. Perbedaan pendapat."
Lan Guan Zhi mendengarkan cerita Xiao Shuxiang dengan seksama. Dia tanpa ragu mengatakan bahwa setuju dengan Zhou Yuan. Teman baiknya ingin membunuh seluruh kultivator demi mewujudkan kedamaian adalah hal yang tidak dibenarkan.
Xiao Shuxiang juga setuju, lagipula mewujudkan kedamaian hanyalah alasan dan itulah yang dia percayai. Saat itu dia tidak tahu kenyataan yang sebenarnya, bahwa sosoknya tidak lain adalah alat bagi para makhluk di dunia terkutuk itu.
Awalnya dia ingin menjalani hidup dengan baik bersama teman-temannya, namun kemudian Lumière datang dan mengingatkan tentang identitasnya. Seberapa besar pun usahanya, dia tidak bisa menafik fakta bahwa dirinya bukanlah bagian dari manusia.
Xiao Shuxiang berusaha untuk tidak terpengaruh, namun saat melihat sikap teman baiknya--sesuatu di dalam hatinya mulai goyah kembali.
".. Lan Zhi, semakin kupikirkan.. Aku memang orang yang paling buruk. Bahkan di titik ini pun, aku masih belum menemukan sesuatu yang bisa kubanggakan sebagai kebaikan. Rasanya tidak ada sama sekali,"
__ADS_1
Lan Guan Zhi menatap pemuda berpakaian hitam di sampingnya. Dia merasa teman baiknya sudah mabuk hingga mulai bicara ngawur. Dirinya mengulurkan tangan dan mencubit keras pipi Xiao Shuxiang hingga temannya tersebut merintih.
!!
Xiao Shuxiang benar-benar kaget dengan serangan barusan. Dia bisa merasakan panas dan sakit pada pipinya, tidak disangka Lan Guan Zhi dapat bersikap seperti ini.
"Apa kau sudah puas?"
"Lan Zhi.. Kau tega sekali. Kupikir tadi itu sengatan lebah.. Sssh.. Aduuh.." Xiao Shuxiang mengusap-usap pipinya, dia yakin pipinya telah memerah.
Lan Guan Zhi mendengus, "Kau punya regenerasi yang hebat, sakitnya akan segera menghilang."
"Hah, jadi kau memanfaatkan itu untuk menyiksaku? Hebat.. Hebat sekali.. Tidak kusangka seorang Lan Guan Zhi bisa selicik ini,"
"Kau mulai lagi. Kau seharusnya tidak banyak minum. Sekarang beristirahatlah,"
Lan Guan Zhi memegang lengan Xiao Shuxiang dan menarik pemuda itu untuk masuk ke dalam. Hari sudah larut jadi mereka harus segera tidur.
"Lan Zhi, aku sama sekali tidak mabuk, tidak mengantuk. Aku belum mau tidur, masih ingin bicara denganmu." Xiao Shuxiang memberontak, namun tetap saja dia ditarik paksa oleh teman baiknya.
"Aku akan berkata terus terang, ini akan menjadi ucapanku yang paling panjang jadi dengarkan dengan baik." suara Lan Guan Zhi masih tetap tenang, namun mengandung ketegasan serta penuh kewibaan di dalamnya.
Xiao Shuxiang tidak lagi memberontak, apalagi saat dirinya mulai didudukkan pada pinggiran tempat tidur.
Lan Guan Zhi ikut duduk di samping temannya dan kembali bicara. Ekspresi wajah serta tatapan matanya begitu khidmat.
Lan Guan Zhi menepuk lengan Xiao Shuxiang dan melanjutkan ucapannya. Dia mengatakan bahwa tidak peduli seperti apa masa lalu teman baiknya, Xiao Shuxiang tetaplah Xiao Shuxiang. Seorang teman yang berharga baginya.
".. Kau tidak tahu kebaikan apa yang pernah kau lakukan, tapi sepertinya kau lupa bahwa banyak orang yang sudah mengakuimu. Mereka menganggapmu sebagai bagian dari keluarga, jadi jangan berpikir kau adalah orang asing."
"Lan Zhi.."
"Immortal.. Senior Yuan memang membencimu, dia dendam karena kau telah membantai habis seluruh anggota sektenya. Namun, dia tidak pernah bisa menaruh dendam padamu terlalu lama. Apalagi setelah semua yang telah kalian lakukan bersama, dendam di hatinya.. Perlahan memudar."
!!
Lan Guan Zhi tersentak saat melihat ada tetesan air yang jatuh di salah satu pipi Xiao Shuxiang. Dia tidak mengatakan sesuatu yang sedih, tapi entah kenapa teman baiknya malah meneteskan air mata.
"Shuxiang,"
"Apa..?" Xiao Shuxiang mengusap pipinya dengan jari tangan kanan, dia ikut tersentak karena melihat ujung jarinya yang basah. "Kenapa aku menangis?"
"Jika kau tidak tahu alasanmu menangis, lalu bagaimana mungkin aku bisa memberimu jawaban?"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan, dia sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi hingga matanya tiba-tiba meneteskan air.
Tidak mungkin pengaruh Arak Kaisar Naga semengerikan ini hingga bisa membuatnya menangis, dia bahkan baru minum beberapa teguk saja.
"Kalau begitu tidak perlu pedulikan, lanjutkan ceritamu. Apa lagi yang dia katakan padamu?"
__ADS_1
"Beliau memintaku untuk menjagamu. Kau tidak boleh ditinggal sendiri. Tidak peduli apa pun yang terjadi, aku harus terus bersamamu."
Xiao Shuxiang menatap wajah Lan Guan Zhi baik-baik. Meski sekarang usia di kehidupannya ini lebih muda dari teman baiknya, namun yang sebenarnya adalah dirinyalah yang paling tua. Lan Guan Zhi masih anak kemarin yang baru mengenalnya, tapi keteguhan pemuda sudah terlalu besar.
"Lan Zhi, kau tidak harus melakukan apa yang Senior Zhou katakan padamu. Dia memberimu tugas yang amat berat, kau tidak perlu melakukannya.."
"Meski tanpa diminta pun, aku tetap akan bersamamu. Kau mengkhawatirkan meski nanti sudah menikah. Nona Ling saja, tidak bisa mengatasimu sendirian."
Xiao Shuxiang ingin protes, dia bukanlah anak kecil yang harus dijaga apalagi tidak dibiarkan sendirian. Namun ucapan pemuda di sampingnya terlalu serius dan benar-benar tidak sedang bercanda.
"Kali ini kau memang lebih banyak bicara Lan'Er.." Xiao Shuxiang tersenyum, ".. Bagaimana jika nanti aku punya anak dan kujodohkan padamu? Kau mau, kan? Jadi kita bisa tetap bersama. Kau dapat memanggilku 'Ayah Mertua' mulai dari sekarang,"
"Tidak sopan. Lebih baik kau tidur," Lan Guan Zhi bangun dari tempat duduknya dan memperhatikan teman baiknya yang mulai berbaring.
"Padahal aku masih ingin bicara.." Xiao Shuxiang menggumam, dia menendang-nendangkan kakinya hingga sepatunya terlepas. Tingkahnya membuat Lan Guan Zhi menggeleng.
"Lan Zhi, kau sendiri kenapa tidak tidur. Ayo kemari," Xiao Shuxiang menepuk sisi tempat tidur yang lain, dia meminta Lan Guan Zhi untuk berbaring di sampingnya.
"Tidak perlu, tempat tidurnya terlalu sempit untuk dua orang. Aku bisa menempati kamar lain,"
"Tapi ini kan kamarmu. Dan lagi, aku tidak banyak bergerak saat tidur. Jadi kemarilah, jangan bilang kau takut kupeluk?"
Xiao Shuxiang mulai lagi. Meski dia sudah menutup mata, namun tetap saja dirinya mampu mencari-cari topik pembicaraan dengan teman baiknya.
Kedua tangan Lan Guan Zhi mengepal saat mencoba menenangkan diri. Telinganya panas kala mendengar Xiao Shuxiang yang begitu cerewet sambil tetap menutup mata.
"Lan Zhi.. Yakin tidak mau kemari?"
"Tidak. Lan Xiao tidak ada."
"Kau hanya ingin tidur denganku saat ada Harimau Bulan itu..? Yaah.. Lan Xiao memang punya bulu yang lembut,"
"Dengkuranmu sedikit berkurang saat Lan Xiao ada."
Xiao Shuxiang mengangguk pelan. Dia memang tidak banyak bergerak saat tidur, bisa dibilang posisi tidurnya selalu telentang seperti orang mati. Hanya saja dengkurannya sering sekali keras dan mengganggu.
"Jangan bicara lagi.." Lan Guan Zhi membantu menyelimuti teman baiknya, ".. Kau punya janji besok dengan Nona Ling. Pedangnya bukankah belum kau kembalikan?"
"Kau benar. Aku memang harus cepat bangun besok. Tapi apa kau yakin ingin tidur di kamar lain? Aku benar-benar tidak akan memelukmu, sungguh. Kau jangan takut.."
"Bukannya kau, aku yang takut memelukmu." Lan Guan Zhi menutupi wajah Xiao Shuxiang dan membekapnya gemas. Dia lalu berjalan pergi setelah mengatai teman baiknya sebagai orang yang tidak tahu malu.
Xiao Shuxiang baru menyibak selimutnya saat mendengar suara pintu digeser. Lan Guan Zhi sudah keluar dan meninggalkan dirinya di kamar ini sendirian.
Dia menatap langit-langit kamar sambil mengembuskan napas pelan, "Perkataan Lumière sangat berpengaruh. Semenjak bertemu dengannya, pikiranku mulai agak kacau. Dia pengganggu. Nyaris saja, aku tidak mempercayai temanku sendiri."
Xiao Shuxiang menguap sambil kembali tidur, dia tidak mau memikirkan apa pun untuk sekarang, apalagi merutuki Lan Guan Zhi yang sebelumnya menekan wajahnya dengan gemas.
***
__ADS_1