XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
31 - Melawan Gong Peng [Revisi]


__ADS_3

"Ini bukan pedang kultivator. Kau ini sebenarnya dari sekte mana? Pedangmu buruk sekali, ini adalah pedang paling buruk yang pernah ku lihat." Gong Ru memperhatikan pedang Xiao Shuxiang.


Pedang yang dipegangnya ini bahkan bisa hancur hanya dengan tekanan satu jari saja.


Xiao Shuxiang memanyungkan bibirnya, pendapatnya tentang kualitas pedang itu sama dengan Gong Ru. Dengan nada sedikit kecewa, dia pun berkata. "Aku berasal dari Sekte Kupu-Kupu,"


"Apa itu sekte kecil?" Gong Ru menaikkan sebelah alisnya, "Aku tidak pernah mendengar nama sekte yang seperti itu sebelumnya. Ini bahkan pertama kalinya aku mendengar ada sekte dengan nama menggelikan semacam itu."


Xiao Shuxiang melirik sedikit ke arah Yang Shu, dia lalu menoleh kembali kepada Gong Ru sambil memberi tanda agar pria tersebut membungkukkan sedikit tubuhnya. Gong Ru hanya menurut, lagi pula tidak ada yang berbahaya dari anak kecil ini.


"Sekte itu... Adalah sekte yang sangat miskin, tempat tidur kami bahkan di atas pohon." Xiao Shuxiang bersuara pelan supaya Yang Shu tidak mendengarnya.


Gong Ru tersentak, tidak dia sangka ada sekte yang begitu miskin seperti ini. "Nak, kau kurang beruntung bertemu denganku dan Adikku. Sayangnya, prinsip Perampok Bersaudara adalah untuk tidak membiarkan siapa pun hidup setelah melihat wajah kami. Kalau tidak... mungkin kau dan Kakek tua itu akan kubiarkan pergi dari sini."


Gong Ru cukup kasihan dengan ketidak beruntungan anak kecil di depannya. Hanya saja, rasa kasihan yang diutarakan Gong Ru tidak sepenuhnya tulus.


Xiao Shuxiang tahu itu, dan dia juga tahu bahwa sebenarnya Gong Ru tidak benar-benar kasihan padanya. Memang siapa dia sampai-sampai harus menerima belas kasihan dari perampok seperti Gong Ru ini?!


Justru Xiao Shuxiang lah yang harusnya merasa kasihan kepada Gong Ru dan adiknya. "Kalian yang kurang beruntung karena bertemu denganku, Kultivator yang memiliki kecerdikan luar biasa ini!"


"Kalau begitu, apa aku boleh memakai salah satu pedang yang ada di sana?" Xiao Shuxiang menunjuk salah satu pedang milik Pendekar Walet Pelindung yang telah tewas. Pedang itu tergeletak di tanah, tepat di samping kepala salah satu pendekar.


"Aah~Ya sudah. Kau boleh pillih dan memakai pedang yang ada di sana." Gong Ru menyetujui permintaan Xiao Shuxiang. "Lagipula aku tidak mungkin membiarkan anak kecil sepertimu memakai pedang yang begitu rapuh... Rasanya tidak akan seru sama sekali jika melakukannya,"


Berbeda dengan Gong Ru, Xiao Shuxiang justru berkedip karena tak percaya. "Dunia sudah berubah. kenapa ada penjahat sebodoh mereka yang hidup di dunia ini? Atau apa sebegitu luar biasanya wajah polos nan menggemaskanku ini...? Haiih... Aku jadi merinding sendiri."


Gong Ru kembali berkata. Kali ini dia menatap Gong Peng. "Adik, kau jangan gunakan pedangmu. Tapi kau juga ambil salah satu pedang mayat-mayat itu,"


"Baik Kakak."


Gong Ru juga menyuruh adiknya, Gong Peng untuk memakai pedang salah satu pendekar. Dia tidak ingin Gong Peng menggunakan pedangnya sendiri, bisa-bisa anak ini tewas sebelum memberi hiburan padanya.


Xiao Shuxiang sedikit tersenyum. Di dalam hati, ia menertawakan Gong Ru dan Gong Peng.


"Kalian sudah membuat tiga kesalahan. Pertama, kalian menyetujui seorang anak memegang pedang. Kedua, kalian terlalu memandang remeh dan bersikap begitu angkuh didepan anak ini.


Ketiga dan yang paling parah, kalian dengan bodohnya mendengarkan ocehan anak kecil dan menerima tantangan darinya. Padahal seharusnya kalian langsung bunuh saja aku tanpa harus menerima permintaanku.


Kalian bodoh! Menjadi penjahat yang begitu ditakuti? Ha ha ha! Bagiku... Xiao Shuxiang! Kalian bukanlah penjahat, tapi orang yang bodoh!"


Xiao Shuxiang berjalan dan kemudian mengambil salah satu pedang milik Pendekar Walet Pelindung.


Pedang ini memiliki gagang berwarna hitam, jika dibandingkan dengan pedang milik Yang Shu... maka pedang ini jauh lebih baik.


Xiao Shuxiang menyentuh sedikit bilah pedang tersebut, dia tersenyum tipis. "Hm, cukup bagus untuk menebas..."


Xiao Shuxiang kemudian berdiri. Di sekitar potongan tubuh dan darah yang berceceran karena ulah Gong Peng, dia tidak merasa gemetar sedikit pun, apalagi sampai mual karena bau anyir dari darah. Malahan, aroma inilah yang sangat dirindukan olehnya.


Gong Peng sebenarnya merasa terkejut sekaligus bingung saat melihat anak berusia tujuh tahun ini tidak merasa takut sedikit pun dengan darah apalagi potongan tubuh manusia.


Padahal dulu, saat Gong Peng memiliki usia yang sama dengan Xiao Shuxiang... dia tidak berani melihat darah setitik pun. Tapi anak ini..?

__ADS_1


Saat Gong Peng sedang memikirkannya, tiba-tiba saja Xiao Shuxiang sudah berada dekat dengannya sambil mengayunkan pedang seolah akan menebas perutnya, beruntung Gong Peng dengan cepat melompat ke belakang.


"Bagaimana Kau Bisa Secepat Ini?!" Gong Peng sangat terkejut saat mendapat serangan tadi, dia benar-benar lengah dengan anak ini. Sebuah seruan tiba-tiba membuatnya tersentak.


"Hei Adik?! Apa yang kau kakukan, hah? Kenapa kau melamun..!?"


Gong Ru melihat saat Xiao Shuxiang mengambil pedang pendekar dan mulai berdiri sambil menatap Gong Peng, Xiao Shuxiang mulai mengatur napasnya dan memasang kuda-kuda untuk menyerang.


Detik selanjutnya, Xiao Shuxiang berlari ke arah Gong Peng, namun seketika Gong Ru terkejut sebab adiknya terlihat tidak siap sama sekali.


"Haah... hampir saja kau dilukai oleh seorang bocah..." Gong Ru menghela napas kemudian menggeleng pelan, tidak biasanya Gong Peng adiknya bersikap seperti ini.


Gong Peng tersentak, ternyata anak di depannya tadi berlari. Dia pikir Xiao Shuxiang menggunakan jurus yang bisa membuatnya menghilang dan muncul seketika di depannya.


"Haiih, Nak. Kau ini tidak mengatakan apa pun dan langsung menyerang begitu saja, sungguh tidak sopan sama sekali..!"


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Gong Peng, "Memang dalam pertarungan ada tata krama apa...? Ini bukan acara minum teh tahu...!?"


Xiao Shuxiang tak mengatakan apa pun kepada Gong Peng, dia hanya kembali menyerangnya sambil terus menggunakan teknik Pernapasan Angin.


Gong Peng menangkis setiap serangan Xiao Shuxiang, dia juga beberapa kali menyerang Xiao Shuxiang. Hanya saja, Gong Peng seakan tidak berniat memberi luka apa pun kepada bocah di depannya ini.


"Dia meremehkanku. Bagus!"


Xiao Shuxiang mengerti bahwa dirinya saat ini sedang diremehkan, tentu saja sebab Gong Peng sama sekali tidak menggunakan Qi untuk melawannya. Gong Peng malah terlihat mengendur-ngendurkan serangan miliknya, entah itu taktik Gong Peng atau pun bukan.. tapi Xiao Shuxiang tidak akan pernah lengah sedikit pun.


Para pedagang dan kusir yang menyaksikan pertarungan antara Xiao Shuxiang dengan Gong Peng begitu khawatir dan ketakutan.


Diselimuti rasa takut, para pedagang berdoa agar ada seseorang yang menyelamatkan mereka serta anak laki-laki berusia tujuh tahun itu.


"Aku mungkin tidak akan bisa melihat matahari lagi besok, tapi akan kupastikan akan membunuh salah satu dari kedua orang menjijikkan ini!" Xiao Shuxiang semakin mempercepat serangannya, dia hanya mengayungkan pedang sesuai dengan gerakan pedang yang dia pelajari di Sekte Kupu-Kupu.


Beberapa kali, Xiao Shuxiang memakai jurus yang dilihatnya dari Jing Mi, kemudian menggabungkan keduanya.


Gong Peng sedikit kewalahan sebab Xiao Shuxiang begitu lincah dan juga gerakan-gerakannya terlalu rendah. Dia malah merasa seperti sedang bertarung dengan makhluk berkaki empat.


Gong Ru sedikit tersentak saat melihat teknik berpedang Xiao Shuxiang yang aneh itu. Sama seperti adiknya, dia juga merasakan hal yang sama.


Setelah beberapa serangan, Xiao Shuxiang akhirnya bisa mengoyak sedikit ujung celana hitam Gong Peng, sebuah seringai kecil terbentuk diwajahnya. "Terus saja remehkan aku, dan kau akan kehilangan kepalamu!"


Xiao Shuxiang secara sengaja berguling di tanah dan mencoba menyerang bagian belakang Gong Peng, namun Gong Peng dengan cepat menangkis serangan Xiao Shuxiang.


Gong Ru terkesan sebab Xiao Shuxiang bergerak begitu lincah namun sama sekali tidak terlihat kelelahan.


Yang Shu juga melihat pertarungan antara cucunya dengan Gong Peng, dia begitu khawatir dan takut jika Gong Peng tiba-tiba saja menggunakan Qi dan langsung menebas cucunya.


Menurut Yang Shu, alasan kenapa pertarungan cucunya dan Gong Peng terlihat seimbang adalah.. karena Gong Peng tidak mengerahkan seluruh kekuatannya. Bahkan Gong Peng menahan sebagian tenaganya saat ini.


Xiao Shuxiang, "Aku tidak bisa terus seperti ini, dia mungkin saja bosan dan malah langsung membunuhku."


Sejauh ini, Xiao Shuxiang hanya sekali melukai Gong Peng, itupun hanya kain celananya saja.

__ADS_1


Sebenarnya, ini adalah taktik bertarung yang Xiao Shuxiang gunakan saat memberi celotehan kepada Gong Ru dan Gong Peng. Dia memperhatikan situasi dan menganalisis tindakan yang bisa dia lakukan untuk menghadapi Perampok Bersaudara ini.


Alhasil, Xiao Shuxiang menggunakan wajah polos serta tubuh anak kecilnya ini untuk membuat Gong Ru dan Gong Peng meremehkannya. Dan rencana itu berhasil!


Gong Ru menerima permintaan Xiao Shuxiang untuk bertarung dengan adiknya, Gong Ru juga mengizinkan Xiao Shuxiang untuk memakai pedang pendekar Walet Pelindung yang telah tewas. Bukan hanya itu, Gong Ru bahkan menyuruh Gong Peng untuk menggunakan pedang seperti yang dipakai oleh Xiao Shuxiang. Dan bahkan dengan bodohnya, Gong Peng malah menahan Qi serta tenaga miliknya saat bertarung dengan Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang sebenarnya bisa melukai Gong Peng karena kelincahan geraknya, namun Xiao Shuxiang tidak melakukan itu sebab dia ingin memberikan serangan yang paling menyakitkan kepada Gong Peng.


Jika Xiao Shuxiang melukai tubuh Gong Peng, misalnya memberikan goresan di punggung atau perutnya, maka Gong Peng bisa saja kesal dan malah menyerangnya dengan sekuat tenaga. Xiao Shuxiang pasti akan tewas! Karena itulah dia tidak melakukannya.


Xiao Shuxiang sambil memberikan perlawanan dengan begitu cepat, juga sambil mencari waktu yang tepat untuk menyerang Gong Peng. Tentu, leher Gong Peng lah yang sangat ingin dipenggal oleh Xiao Shuxiang.


Sayangnya Xiao Shuxiang terlalu kecil, dan jika menggunakan Pernapasan Angin untuk melompat, Xiao Shuxiang tidak akan bisa bergerak lagi. Kemungkinan terburuknya... Gong Peng bisa saja langsung menusuk atau memotong tubuhnya saat Xiao Shuxiang di udara.


Xiao Shuxiang menangkis beberapa serangan Gong Peng, "Dia seperti sudah mulai bosan.. sekarang saatnya!"


Xiao Shuxiang merendahkan serangannya, dia dengan cepat menggunakan jurus hewan liar milik Jing Mi, yang tentu saja disempurnakan oleh dirinya sendiri beberapa saat yang lalu.


"Salam kenal, dan selamat tinggal..!"


SLAAASHH!


Dengan sekali ayunan pedang yang begitu kuat dan tajam, Xiao Shuxiang menebas sesuatu yang tidak disangka-sangka dan tidak akan pernah dilakukan oleh Kultivator mana pun di Benua Ini.


"AAAAAAAAAAKKKHH!!"


Gong Peng terjatuh seketika dan menjerit begitu kencang. Jeritannya begitu sangat memilukan!


Wajahnya begitu pucat, keringat mengalir deras di wajah dan seluruh tubuhnya. Gong Peng bergulingan seperti cacing kepanasan.


"AAAAAAAAAAAKHH!"


Apa yang Xiao Shuxiang ini lakukan membuat Gong Ru, Yang Shu, serta para pedagang dan kusirnya begitu sangat terkejut.


Mata mereka terbelalak, seolah waktu berhenti tiba-tiba dan detik berikutnya mereka mendengar seperti suara guntur yang menggelegar. Mereka bahkan tidak sadar bahwa kedua tangan mereka saat ini mencengkeram masa depan mereka.


"AAAAAAAAAAKKH!!"


Gong Peng begitu kesakitan, dia terus bergulingan. Terlihat biji matanya terselip ke atas, tubuh Gong Peng menekuk dengan kedua tangannya menyentuh bagian tubuh yang ditebas oleh Xiao Shuxiang.


Sementara itu, Xiao Shuxiang hanya berdiri dengan tenang sambil menatap ke arah Gong Peng yang terus menjerit dan bergulingan tidak karuan.


"Ini balasan karena kau telah berani melihat kebanggaanku." Xiao Shuxiang menatap tajam kearah Gong Peng yang terus bergulingan sambil menjerit tiada henti.


***


-


-


Catatan Penulis :

__ADS_1


Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like, Komentar, Dan Masukkan Ke Dalam Daftar Favorit Teman-Teman! ヽ(´▽`)/


__ADS_2