XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
349 - Kenakalan Bocah Pengemis Gila


__ADS_3

"Huh.. Huh.. Looks like we survived .."


["Hah.. Hah.. Sepertinya kita sudah selamat.."]


"But Brother, I think there are people who are fighting with those creatures. We have to help him,"


["Tapi Saudaraku, aku merasa ada orang yang bertarung dengan makhluk-makhluk itu. Kita harus membantunya,"]


Satu-satunya anak perempuan yang berada di antara mereka berujar, dia juga memegang sebuah senjata di tangan kirinya yang bila diperhatikan dengan jelas.. Itu merupakan senjata api.


BAAAAM..!


Suara debaman barusan terlalu keras bahkan nyaris bagai bunyi guntur. Keempat anak berusia belasan ini refleks memejamkan mata dengan kuat sambil menutup telinga mereka.


"We can't go there, it's too dangerous. Whoever the one fighting those monsters is .. Let's hope he's fine,"


["Kita tidak bisa pergi ke sana, terlalu berbahaya. Siapa pun orang yang bertarung dengan monster-monster itu.. Semoga dia baik-baik saja,"]


"But we shouldn't leave him alone,"


["Tapi kita tidak boleh meninggalkannya sendirian,"]


"Don't be reckless. Right now the most important thing is we have to go and get help as soon as possible. Come on!"


["Jangan gegabah. Saat ini yang paling penting kita harus pergi dan mencari bantuan secepat mungkin. Ayo!"]


Keempat anak tersebut segera bergegas pergi, mereka seperti tidak terganggu dengan bau menyengat yang seakan dikeluarkan oleh genangan air penuh lumpur di sekeliling mereka.


BAAAAM..!


Suara debaman kembali terdengar.


Di tempat Xiao Shuxiang sekarang.. Sudah banyak mayat hidup yang menjadi makanan Yīng xióng. Dan kali ini, Xiao Shuxiang menyelesaikan serangan terakhirnya.


CRAAASH..!


Pakaiannya sudah penuh darah mayat hidup yang jelas begitu bau. Rintik-rintik hujan sama sekali tidak membersihkan kotoran yang menempel pada pakaiannya.


Meski kebanyakan mayat menjadi makanan Yīng xióng, namun pakaian Xiao Shuxiamg tidak bisa dihindarkan dari darah dan lumpur di sekelilingnya.


Yīng xióng kembali dimasukkan ke dalam Gelang Semesta. Xiao Shuxiang berjalan dan mulai bergegas untuk menyegel Gerbang Dunia Kedelapan.


Entah di mana penjaga Gerbang Dunia ini, namun Xiao Shuxiang menganggap mayat-mayat hidup tadi adalah penjaganya.


Dia sepertinya tidak tahu bahwa tidak ada yang menjaga Gerbang Dunia di Benua Barat, ini dikarenakan penjaga tersebut beserta keturunannya sudah lama tewas akibat musibah yang melanda benua ini.


Setelah menyegel gerbang, Xiao Shuxiang kembali membentuk segel Cermin Pemindah dan segera masuk ke dalamnya.


Dia tiba di tempat Tianqi Mao berada, wali Kota Embun Bunga tersebut nyatanya masih setia berdiri dan memperhatikan dirinya.


?!


"Kau bau sekali..!" Tianqi Mao menutup hidungnya, matanya bahkan berair karena tidak tahan dengan bau pada tubuh Xiao Shuxiang.


"Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan di dalam sana? Kau benar-benar bau..!"


"Tianqi Mao, kau kan lihat sendiri aku melakukan apa. Tidak perlu menatapku seperti itu atau aku akan memelukmu,"


Jujur saja, Xiao Shuxiang juga tidak tahan dengan bau di tubuhnya. Tetapi di samping semua itu.. Sekarang misinya hanya tinggal menyegel satu gerbang lagi di Benua Selatan.


Lokasi itu juga adalah tempat di mana Xiao Qing Yan harus menyegel Iblis. Ini merupakan misi yang cukup sulit karena Xiao Shuxiang tahu bahwa tanah di Benua Selatan sangatlah berbahaya.


"Aku akan membahas ini dengan Kucing Hitam setelah membersihkan diri.." Xiao Shuxiang mengendus bau di tubuhnya dan nyaris muntah.


Dia baru akan menghilangkan semua Cermin Pemindahnya saat Tianqi Mao mengajukan pertanyaan yang membuatnya mengerutkan kening.


"Salah satu Cermin Pemindahmu memperlihatkan gambaran yang aneh, sebenarnya tempat apa itu?"


"Mn?"


Xiao Shuxiang mengarahkan pandangannya ke cermin yang ditunjuk Tianqi Mao, dia sejenak menyipitkan sedikit mata sebelum akhirnya tersentak kaget.


"Ada apa?" Tianqi Mao menyadari rasa terkejut Xiao Shuxiang, dia bisa melihat raut wajah pemuda ini berubah tegang.


"Shuxiang..?"


"Itu.." Xiao Shuxiang ragu untuk menjawab, kedua tangannya terkepal dan seakan berusaha menenangkan diri dari sesuatu.


".. Tianqi Mao, aku minta maaf. Aku tidak bisa menjelaskan tempat apa itu. Karena akan buruk bagimu bila mengetahuinya.."


Tianqi Mao mengerutkan kening, ucapan Xiao Shuxiang malah semakin membuatnya penasaran dengan tempat yang ditampilkan oleh salah satu Cermin Pemindah itu.


"Apa kau sedang bermain rahasia-rahasia padaku?"

__ADS_1


"Bukannya begitu. Hanya saja aku benci harus membahas tempat itu. Jujur, aku sangat membencinya,"


Xiao Shuxiang sebenarnya sulit untuk membenci sesuatu. Bahkan saat dia menjadi musuh ketiga Aliran, atau ketika rekannya Mu Zan mengkhianati dirinya.. Dia sulit membenci mereka semua.


Tetapi untuk yang satu ini, Xiao Shuxiang benar-benar membencinya. Baginya, kegelapan dengan gelombang tipis berwarna merah dan ungu yang ditampilkan Cermin Pemindah miliknya adalah sebuah tempat yang sudah mempermainkan hidupnya.


"Tempat itu adalah rumah lamaku. Aku bahkan tidak tahu apa aku harus menganggapnya 'rumah' atau bukan, tetapi yang kutahu.. Itu adalah tempat terburuk yang pernah ada. Lebih buruk dari yang kudatangi tadi,"


Ada kekesalan dan kemarahan yang nampak di wajah Xiao Shuxiang. Meski dia berusaha bersikap tenang, namun sorot matanya tidak bisa menyembunyikan perasaannya saat ini.


Tianqi Mao bisa merasakan emosi Xiao Shuxiang. Dia mengurungkan niatan untuk bertanya lebih jauh pada pemuda ini, dirinya memilih menyuruh Koki Alkemis tersebut agar segera membersihkan diri.


".. Kau bisa membicarakannya nanti, itu pun saat kau memang ingin mengatakannya. Aku tidak akan pernah memaksamu. Yang penting sekarang, kita bersihkan dulu tubuhmu ini.."


"Yaah.. Aku juga sudah lama menahannya. Ini benar-benar bau,"


Xiao Shuxiang baru ingin melangkahkan kakinya, namun sebuah suara yang tidak asing terdengar di telinganya.


Tidak hanya dirinya, tetapi Tianqi Mao juga mendengar suara tersebut. Mereka lalu mengarahkan perhatian ke salah satu cermin yang menampilkan sebuah danau buatan yang terdapat embun pada permukaannya.


"Aku sudah lama tidak berendam seperti ini~ Aku benar-benar senang. Apalagi saat ditemani olehmu. Lan'Er Gege~ apa kau bisa membantuku? Tolong gosok punggungku~"


!!


Suara genit nan tidak tahu malu itu adalah milik Bocah Pengemis Gila. Tidak salah lagi, itu memang dirinya!


Xiao Shuxiang bahkan tak sadar membuka mulut kala menyaksikan Bocah Pengemis Gila dalam keadaan telanjang dada, dan nampak berendam bersama dengan seorang pemuda yang jelas-jelas merupakan orang yang dikenal Xiao Shuxiang.


"Lan Zhi..? Lan Zhi..!"


"Hei, kau mau ke mana?" Tianqi Mao menahan Xiao Shuxiang yang hendak melesat masuk ke dalam cermin.


"Jangan hentikan aku. Lan Zhi saat ini dalam bahaya, aku harus menolongnya.."


"Aku tidak melihat ada bahaya yang menghampiri Tuan Muda Lan, kau tidak perlu terlalu mencemaskannya."


Xiao Shuxiang segera membantah ucapan Tianqi Mao barusan, bahaya yang menghampiri Lan Guan Zhi tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila.


".. Aku tidak bisa diam dan menyaksikan teman baikku berendam bersama pemuda mesum penyuka sesama jenis itu. Jangan hentikan aku,"


"Hei, tapi-"


!!


"Haah.. Dia itu.." Tianqi Mao mengembuskan napas pelan dan lalu memperhatikan Cermin Pemindah yang saat ini sedang memperlihatkan bagaimana Xiao Shuxiang muncul tiba-tiba di antara Bocah Pengemis Gila dengan Lan Guan Zhi.


!!


Xiao Shuxiang terjatuh dan pas menimpa Bocah Pengemis Gila. Dia tercebur ke air dengan pakaian dan rambut yang langsung basah kuyup.


Kotoran pada pakaian dan bau yang menempel di tubuhnya seakan dibersihkan oleh air danau buatan ini.


Lan Guan Zhi sebenarnya terkejut saat sesuatu tiba-tiba muncul dan menimpa Bocah Pengemis Gila saat dirinya baru akan membantu menggosok punggung pemuda itu.


Dia baru sadar bahwa orang tadi adalah Xiao Shuxiang saat temannya itu muncul ke permukaan bersama Bocah Pengemis Gila.


"Berani sekali kau menyentuh Lan Zhi, apa kau mau mati, hah? Dia milikku, maksudku dia cucuku! Kau tidak diizinkan untuk menyentuh apalagi mandi bersamanya. Kau benar-benar mau mati ya? Kau mau mati?"


"Tu-tunggu dulu.." Bocah Pengemis Gila tidak bisa bicara karena kedua bahunya dipegang erat oleh Xiao Shuxiang sambil diguncang-guncangkan.


".. Kau membuat kepalaku pusing, ayo berhenti.."


"Tidak akan, sebelum kau memberitahuku. Apa saja yang sudah kau perbuat pada Lan Zhi, apa yang kau lakukan padanya? Apa kau menyentuhnya?"


Xiao Shuxiang mengkhawatirkan keadaan teman baiknya. Baginya, Lan Guan Zhi adalah pemuda yang polos dan tidak seorang pun yang boleh mengajari hal-hal aneh pada temannya itu.


"Oke, oke. Akan kujelaskan, tapi lepaskan aku dulu.."


Dengan sangat berat hati Xiao Shuxiang melepaskan Bocah Pengemis Gila. Segera pemuda dari Benua Tengah itu keluar danau sambil mengeluh.


!!


"Kau mau ke mana?" Xiao Shuxiang menarik kaki kanan Bocah Pengemis Gila, suaranya terdengar ketus dan nampak begitu kesal.


"Lepaskan dulu. Aku tidak akan ke mana-mana..! Meski aku suka Lan'Er Gege, tapi aku juga bukan pria murahan, oke? Jadi tolong lepaskan aku dan biarkan kita bicara baik-baik. Kau jangan menarikku, celanaku bisa melorot.."


Lan Guan Zhi sendiri tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya memperhatikan kedua pemuda ini sejenak sebelum mengambil jarak dan berendam kembali.


Sebenarnya tidak ada yang perlu dia pedulikan. Dia masuk ke dalam pertengkaran Xiao Shuxiang dengan Bocah Pengemis Gila juga tidak akan mengubah apa pun.


Baginya, untuk mengatasi kedua orang ini--dirinya hanya perlu diam dan menunggu. Mereka pasti akan selesai bertengkar beberapa menit lagi.


Bocah Pengemis Gila berada dalam kondisi telanjang dada, dia memakai celana berwarna putih dan sedikit tipis. Tubuhnya memang halus, mempesona, namun tidak mampu untuk menggoda Xiao Shuxiang.

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila mulai berdiri dengan baik, dia mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan. Baru saja dia ingin melancarkan aksi menggoda Lan Guan Zhi dan malah diganggu oleh pemuda menyebalkan ini.


"Maaf saja kalau rencanamu terganggu. Tapi kau salah karena memilih Lan Zhi sebagai korbanmu,"


?!


Bocah Pengemis Gila tersentak, dia berkedip beberapa kali dan mengagumi Xiao Shuxiang karena bisa membaca apa yang dirinya pikirkan.


".. Apa kau seorang cenayang? Kau sepertinya punya bakat itu, kau harus mengajariku kapan-kapan.."


"Hmph, aku bukan cenayang tapi aku tahu pikiran orang mesum dan tidak tahu malu seperti dirimu." Xiao Shuxiang masih berada di air, dia mengatakan tidak bisa dibodohi karena dirinya tahu jalan pikiran pemuda homo seperti Bocah Pengemis Gila ini.


"Heeh? Kau sangat tahu, apa itu berarti kau juga suka pada Lan'Er Gege? Jangan bilang kalau sebenarnya kalian ini pasangan kekasih, apa itu benar?"


Lan Guan Zhi menoleh saat mendengar namanya disebut, dia berkedip dan menatap Xiao Shuxiang yang nampak memperlihatkan raut wajah kesalnya.


Sementara itu, Bocah Pengemis Gila tersenyum meledek dan jelas sedang memancing emosi Xiao Shuxiang.


".. Kau tidak perlu malu. Aku tadi mendengar kau mengakui Lan'Er Gege sebagai milikmu. Indra pendengaranku ini masih tajam, kenapa kau tidak katakan saja yang sejujurnya tentang hubunganmu-"


"Bocah Pengemis Gila..! Aku sudah cukup bersabar menghadapimu selama ini. Kau mulai keterlaluan. Aku bukanlah pemuda homo sepertimu, mengerti?"


"Tidak. Yang kulihat kau mirip denganku, tapi kau hanya malu mengakuinya.."


!!


Xiao Shuxiang merinding sendiri mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila. Dia tidak akan pernah rela disama-samakan oleh seorang pemuda mesum penyuka sesama jenis itu, dirinya tidak akan pernah rela!


"Mulutmu sepertinya sangat ahli membual. Kau mau membohongi siapa dengan bualanmu ini, huh?"


Xiao Shuxiang menaikkan kedua lengan bajunya dan mulai keluar dari danau. Dia mengancam akan memukul Bocah Pengemis Gila bila tidak meminta maaf dan menarik kembali kata-katanya.


".. Aku selama ini menahan diri karena Lan Zhi begitu mempedulikanmu. Namun jangan harap dia akan menolongmu kali ini,"


Lan Guan Zhi memang sedang tidak ada niatan mencampuri urusan kedua temannya. Dia lebih memilih menceburkan diri ke dalam danau karena jujur, dirinya juga sudah lama tidak berendam di lingkungan rumah sendiri.


"Wuxian.."


"Shuxiang! Kalau salah menyebut nama lagi, aku benar-benar akan merobek mulutmu,"


"Baiklah, 'Shuxiang'. Biar kuberi tahu sesuatu padamu. Ucapan itu seperti anak panah yang saat lepas dari busurnya, dia tidak bisa ditarik kembali. Kalau kau memang tak seperti dengan yang kukatakan, tidak seharusnya kau marah. Kekesalanmu ini membuktikan bahwa kau memang seperti yang aku katakan,"


Bocah Pengemis Gila bersedekap sambil terus menatap pemuda yang pakaiannya masih lengkap di hadapannya ini. Ucapannya barusan terdengar malah seperti sedang memprovokasi Xiao Shuxiang.


"Bocah Pengemis Gila, wajar kalau aku kesal dan marah padamu. Tidak mungkin aku mau menerima tuduhan tak berdasarmu ini. Dan perlu kau ketahui, hanya orang bodoh yang akan diam bila mendengar tuduhan yang sama sekali tidak dilakukannya.."


"Kau benar. Tapi aku punya bukti kuat mengenai hubungan terlarangmu dengan Lan'Er Gege. Dan ini sudah diakui oleh orang-orang yang ucapannya bisa dipercaya,"


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dia menggelengkan kepala sambil mendengus. Jika orang yang ucapannya dapat dipercaya adalah Duan De, maka Bocah Pengemis Gila telah salah besar.


"Apa kalian sudah selesai bertengkar?"


?!


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar sebuah suara, dirinya lalu berbalik dan melihat Lan Guan Zhi di dalam danau. Temannya tersebut sepertinya sudah selesai berendam.


Bocah Pengemis Gila juga awalnya tersentak kala mendengar suara Lan Guan Zhi. Dia melihat pemuda yang bertelanjang dada itu hendak keluar dari danau. Melihat Xiao Shuxiang membelakanginya membuat senyuman jahil terbentuk di wajahnya yang tampan.


Dengan segera, Bocah Pengemis Gila mendorong Xiao Shuxiang memakai telapak kaki kanannya. Serangannya berlangsung begitu cepat hingga sulit dihindari oleh Koki Alkemis tersebut.


!!


Lan Guan Zhi tersentak, dia refleks menangkap Xiao Shuxiang yang jatuh ke arahnya. Kondisi kakinya yang tidak berada di posisi baik sekaligus berat tubuh temannya membuat dia terpeleset hingga tercebur ke air bersama Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila berusaha menahan diri untuk tidak tertawa. Sangat disayangkan hanya dia yang menyaksikan hal ini, kalau ada orang lain.. Dia pasti akan mendapat pujian.


Bocah Pengemis Gila tidak tahu bahwa tindakannya dilihat oleh Tianqi Mao. Wali Kota Embun Bunga itu awalnya terkejut saat melihat Xiao Shuxiang mendapat serangan kejutan, namun seketika dia berseru saat melihat Koki Alkemis itu menabrak Lan Guan Zhi dan tercebur kembali ke dalam danau.


"Sasaran yang bagus. Shuxiang memang harus diberi sedikit pelajaran, aku mendukungmu kawan,"


Tianqi Mao memainkan kipasnya dan nampak menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh Cermin Pemindah di depannya.


Di tempat lain, Bocah Pengemis Gila berpura-pura menanyakan keadaan Xiao Shuxiang. Dia bisa melihat pemuda itu mulai melesat keluar dari danau dan langsung menyerangnya.


!!


Bocah Pengemis Gila melompat mundur, dia menapakkan kakinya dengan mulus di tanah sambil membentak Xiao Shuxiang karena berani melancarkan serangan dengan kuat.


"Apa kau sudah gila?! Apa kau berniat membunuhku dengan serangan barusan, hah?"


"Kau yang gila. Seluruh keluargamu yang gila. Sebaiknya merangkak kemari sebelum aku membelah bokongmu, ayo kemari..!" Xiao Shuxiang tidak salah lagi, dia mulai meradang.


***

__ADS_1


__ADS_2