
Sakit yang dirasakan Xiao Shuxiang karena Paku Penembus Tulang berangsur-angsur menghilang. Dia juga tidak lagi merasakan sakit pada jantungnya. Bahkan, regenerasi tubuhnya kembali bekerja seperti sebelumnya.
Xiao Shuxiang memejamkan mata secara perlahan dan kemudian membuka matanya, dia menghirup napas perlahan dengan pandangan yang terarah pada langit-langit kamar.
"Kupikir aku sudah mati.." Xiao Shuxiang mengembuskan napas secara perlahan, "Langit suka sekali menyiksaku. Apa dosaku benar-benar sangat banyak hingga harus dibersihkan dengan cara seperti ini..?"
Ingin sekali dirinya mengeluh dan melampiaskan semua kekesalannya pada langit yang telah mengatur garis takdirnya.
Xiao Shuxiang tidak mengharapkan kehidupan yang biasa-biasa saja, tetapi bukan berarti dia ingin kehidupan yang penuh bahaya.
Sekali saja, dia ingin bisa menikmati hidup yang tenang tanpa bayang-bayang dari makhluk yang selalu mencari masalah padanya. Bukan hanya manusia, tetapi juga makhluk seperti Qian Kun.
Tatapan mata Xiao Shuxiang sedikit berubah, ini berbeda dari tatapannya yang biasa. Bibirnya baru akan tertarik saat suara dari teman-temannya terdengar.
"Saudara Xiao..! Apa kau baik-baik saja?" Yi Wen bergegas duduk sampai saling bertabrakan dengan Hou Yong karena tidak sabaran melihat kondisi Xiao Shuxiang.
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut saat melihat ada noda darah di selimut yang dipakai Xiao Shuxiang. Dia memberi tanda pada Yi Wen hingga membuat gadis itu membuka mulutnya lebar.
"Saudaraku! Apa kau benar-benar melakukan 'itu' dengan Tuan Muda Lan?! Kau benar-benar melakukannya?!" Yi Wen tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
"Shuxiang, bagaimana rasanya? Dilihat dari kondisimu, kau pasti sudah kalah telak." Bocah Pengemis Gila juga tidak sabaran dalam meledek Xiao Shuxiang.
Jing Mi dan Hou Yong tidak bisa mengatakan apa-apa. Wajah keduanya pucat, mereka sejak tadi berusaha menepis pikiran kotor dan tidak tahu malu tentang Saudara mereka ini, namun bukti yang terlihat sekarang sudah sangat nyata.
Xiao Shuxiang mulai bangun. Dia dalam keadaan setengah telanjang dan tubuhnya cukup banyak dipenuhi keringat. Dirinya berusaha duduk dengan baik dan seakan penuh gaya.
"Kalian berempat ini.. Apa yang kalian bayangkan di luar sana? Aku mendengar jelas suara kalian, dan kau Bocah Pengemis Gila! Berhenti meracuni pikiran anak-anak ini..! Kau yang paling tua, cobalah bersikap lebih dewasa."
Kondisi Xiao Shuxiang sepertinya telah membaik, ini bisa dilihat dari sikapnya yang mulai cerewet lagi.
"Aku memang dewasa.. Kuajarkan mereka ilmu tentang kedewasaan."
"Hah! Yang kutahu, kau mengajari mereka pikiran sesatmu. Aku dengar kau mengucapkan kata 'menungging' tadi. Kau pikir aku tuli?"
Xiao Shuxiang melempari Bocah Pengemis Gila dengan bantal miliknya. Karena regenerasi tubuhnya, tenaganya telah kembali lagi. Dia sudah bisa meladeni pemuda homo yang kurang ajar ini.
Yi Wen berkedip, dia sudah memikirkan hal yang bukan-bukan tentang Saudara Xiao-nya. Tidak disangka erangan yang dia dengar adalah karena Lan Guan Zhi membantu saudaranya mengeluarkan Paku Penembus Tulang.
"Ada apa Yi Wen? Kau terlihat tidak suka aku sembuh,"
!!
Yi Wen terkejut kala mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia melihat pemuda tampan ini tersenyum tipis ke arahnya.
"Kau bicara apa Saudara Xiao? Bagaimana mungkin aku tidak senang melihatmu sembuh,"
"Mm, benarkah? Berarti beberapa detik tadi hanya perasaanku saja,"
Hanya orang seperti Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi yang raut wajahnya kadang sulit dibaca oleh Xiao Shuxiang. Selain daripada mereka, dia akan tahu bahwa gadis seperti Yi Wen tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
Xiao Shuxiang tidak akan mendesak Yi Wen bicara bila saaudaranya ini tidak ingin mengatakan apa pun. Lagipula, bila apa yang disembunyikan gadis ini berhubungan dengannya--maka cepat atau lambat, dia pasti akan mengetahuinya.
Yi Wen sedikit tidak nyaman, ucapan Xiao Shuxiang tadi sudah membuat perasaannya tidak enak. Untunglah pemuda ini sibuk bicara dengan Jing Mi dan Hou Yong.
"... Apa kalian tidak merasa jijik bila membayangkan aku dan Lan Zhi melakukan 'itu'? Jika pria normal, mustahil dia tidak merasa ingin muntah,"
"Saudara Xiao, kau sering bertindak memalukan dan suka menggoda Tuan Muda Lan, jadi jangan salahkan kami bila kami membayangkan yang bukan-bukan mengenai dirimu saat kau bersamanya, apalagi bila kalian hanya berdua saja."
Hou Yong mengangguk setuju atas ucapan Jing Mi, dia ikut menambahkan dengan berkata bahwa dirinya jujur saja ingin mengeluarkan isi perutnya setiap kali melihat kedekatan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi yang tidak wajar.
".. Apa kau tidak pernah merasa geli sendiri, Saudara Xiao? Aku saja, yang kadang menjadi penonton sering mual melihat kelakuanmu,"
"Saudara Hou, dengarkan aku. Saat sendirian, kadang aku juga sering mengingat saat-saat kedekatanku dengan Lan Zhi. Maksudku, aku sering mengingat bagaimana kelakuan tidak tahu maluku pada anak itu, dan memang--rasanya sedikit menggelikan."
Xiao Shuxiang mengusap-usap lengannya, dia merinding. "Aku sebenarnya pemuda yang normal, tapi sikap menyebalkan Lan Zhi itu kadang membuatku gatal ingin menggodanya. Tapi jujur, hubunganku dengannya tidak seperti bayangan kalian. Pikiran kalian saja yang terlalu kotor,"
Yi Wen, "Bukan pikiran kami Saudara Xiao, tapi kelakuan tidak tahu malumu pada Tuan Muda Lan yang mengundang kami berpikiran seperti itu,"
"Nah, gadis ini berkata benar," Bocah Pengemis Gila menunjuk Yi Wen, dia begitu semangat menyudutkan Xiao Shuxiang.
".. Tidak ada pemuda yang memiliki kelakuan tidak tahu malu selain kau di dunia ini. Kau tidak ingin kami berpikiran kotor, maka perbaiki sikapmu. Utamanya saat kau sedang bersama Lan'Er Gege,"
"Bocah Pengemis Gila! Sebelum kau bicara, cobalah untuk bercermin dulu. Kau pemuda homo! Dibandingkan aku, kau yang paling tidak tahu malu di sini. 'Lan'Er Gege.. Lan'Er Gege', usiamu lebih tua dari Lan Zhi, sialan! Berhentilah menyebutnya 'Lan'Er Gege'! Itu menjijikkan,"
"Lan'Er Gege saja tidak mempermasalahkannya, kenapa malah kau yang marah? Kupanggil dia 'Lan Zhi Didi' pun tidak ada hubungannya denganmu,"
"Cakra-!!" Xiao Shuxiang terkejut saat mulutnya dibekap tiba-tiba oleh Bocah Pengemis Gila. Dia tidak bisa mempertahankan posisi duduk penuh gayanya hingga harus berakhir dengan posisi ditindih.
Xiao Shuxiang tidak tinggal diam, dia berjuang mengubah posisinya dan membuat Bocah Pengemis Gila berada di bagian bawah. Sekarang, dirinyalah yang menindih pemuda homo ini.
"Kau sepertinya sudah menunggu ini yah?" kedua tangan Xiao Shuxiang bercengkeraman dengan tangan Bocah Pengemis Gila. Rambut panjangnya yang tanpa diikat terurai hingga beberapa mengenai wajah pemuda tampan di bawahnya.
__ADS_1
"Kau yang mulai duluan!" Bocah Pengemis Gila menggunakan segenap kekuatannya untuk menjatuhkan Xiao Shuxiang hingga posisinya kembali berganti. Jing Mi terpaksa menghindar agar tidak masuk ke dalam pergulatan kedua pemuda ini.
".. Bukankah sudah kubilang untuk tidak mengungkit-ungkit namaku saat kita berdebat?! Sebenci apa pun dan semarah apa pun kau padaku, tolong untuk tidak menyebut namaku."
"Siapa suruh kau punya nama yang terkutuk. Dan asal kau tahu--Aku akan menurut padamu, jika aku ingin. Kau tidak bisa memaksaku. Dan yah! Namamu memiliki arti yang bagus, tapi karena digunakan pada pemuda menyimpang sepertimu--nama itu menjadi layaknya kutukan!"
Yi Wen menggelengkan kepalanya pelan. Saat Xiao Shuxiang sembuh, saudaranya itu benar-benar suka mencari masalah, terutama pada Bocah Pengemis Gila.
?!
Keningnya berkerut kala menyadari sesuatu. Ada benda yang nampak bersinar redup di salah satu sudut ruangan. Diperhatikan lebih baik, dia tahu bahwa benda tersebut merupakan Paku Penembus Tulang.
!!
Mata Yi Wen amat jeli, dia bahkan bisa melihat ada seutas benang tipis yang dirinya yakini merupakan rambut yang secara sengaja pernah dia tanamkan di jantung Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Lan harusnya tidak menyadari keberadaan benda itu.." Yi Wen mengepalkan sebelah tangannya, dia berusaha bersikap senormal mungkin walau jujur saja, dirinya cukup kesal karena hal ini.
Yi Wen menatap Xiao Shuxiang yang masih bergulat sengit dengan Bocah Pengemis Gila. Pandangan matanya mengandung sesuatu yang asing, namun tidak terlalu diperhatikan oleh Jing Mi dan Hou Yong.
Butuh waktu lama sampai Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila berhenti saling menghujat sambil tindih-menindih satu sama lain. Kedua pemuda itu terlihat kelelahan dengan napas yang tersengal-sengal.
"Sebaiknya kau pergi, aku mau istirahat. Kita lanjutkan nanti saja, dan untuk yang berikutnya--jaga dengan baik bokong indahmu," Xiao Shuxiang berusaha mengatur napasnya, dia terlalu kelelahan karena meladeni Bocah Pengemis Gila, namun suaranya tetap mengandung ketegasan.
"Hmph, aku tidak yakin kau bisa mengalahkanku untuk yang berikutnya," Bocah Pengemis Gila sama sekali tidak takut dengan ancaman pemuda ini, dia bahkan secara terang-terangan menantang Xiao Shuxiang.
Di luar kamar, Ling Qing Zhu mendengar semua keributan dan segala hal yang diucapkan Xiao Shuxiang pada teman-temannya.
Dia saat ini membawa satu set pakaian berwarna putih, di belakangnya mengikut seorang pelayan wanita yang membawa satu bak ukuran sedang yang berisi air hangat.
Xiao Shuxiang menyadari kehadiran Kucing Putihnya, dia lalu kembali ke tempat tidurnya sambil menyuruh gadis itu masuk. Yi Wen, Bocah Pengemis Gila, Jing Mi, dan Hou Yong mengarahkan pandangan mereka ke pintu.
Itu memang Ling Qing Zhu, gadis cantik bercadar tipis tersebut membawa pakaian ganti untuk Xiao Shuxiang. Wajah dan tatapan matanya masih sama, yakni datar serta mengandung ketenangan.
"Saudara Xiao, kami sebaiknya pergi. Kau terlihat seperti ingin berduaan dengan tamu pentingmu ini.." Yi Wen menyenggol pelan lengan Xiao Shuxiang, dia tersenyum sambil menaik-turunkan alisnya.
".. Kami akan kembali lagi nanti. Kau pelan-pelanlah dengan Nona Ling, oke?"
"Yi Wen.." Xiao Shuxiang tahu saudara seperguruannya ini sedang menggodanya, dia tidak ingin terpengaruh.
Jing Mi, Hou Yong, dan Bocah Pengemis Gila juga mengerti maksud dari ucapan Yi Wen. Mereka juga ikut pamit, di saat seperti ini--meninggalkan Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu lebih wajar daripada saat Koki Alkemis itu bersama Lan Guan Zhi.
Yi Wen menarik pelayan yang tadinya bersama Ling Qing Zhu. Dia tidak ingin Saudara Xiao-nya diganggu saat menghabiskan waktu bersama calon istrinya itu.
Memang, Yi Wen menyukai Xiao Shuxiang dan pemuda tersebut tahu akan hal itu. Hanya saja, Yi Wen tanpa ragu memberi ruang untuk saingan cintanya. Dia membiarkan Ling Qing Zhu bisa dekat dengan saudara seperguruannya ini.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?"
"Yi Wen, bukannya kau suka pada Saudara Xiao?" Hou Yong tidak menduga gadis ini membiarkan Xiao Shuxiang hanya berduaan dengan Ling Qing Zhu.
"Itu benar. Kau biasanya sangat menempel pada Saudaraku, tapi sekarang sikapmu berbeda? Atau jangan-jangan kau sudah tidak menyukainya lagi?"
"Saudara Jing. Aku sangat menyukai Saudara Xiao. Tapi kau tahu, aku ini gadis yang baik. Aku tidak akan memaksakan kehendakku pada Saudara Xiao, dia bebas memilih kebahagiaannya sendiri.."
Pandangan mata Yi Wen lalu terarah pada beberapa murid Sekte Pagoda Langit yang berlalu-lalang dan nampak begitu sibuk. Dia pun melanjutkan ucapannya.
".. Bukan hanya Nona Ling yang menjadi sainganku, tetapi Zhi Shu juga. Belum lagi murid-murid perempuan di sekte ini yang diam-diam menaruh hati padanya. Aku membiarkan mereka semua mendapat kesempatan untuk dekat dengan Saudara Xiao. Dan mungkin saja, salah satu dari mereka adalah penyebab kebahagiaan Saudaraku."
"Kau ini pasrah sekali.." suara Bocah Pengemis Gila terdengar meledek, ".. Jika kau benar-benar suka padanya, maka cobalah berusaha lebih keras. Buat dia bisa melihatmu, memikirkanmu, dan merindukanmu. Kau harusnya tidak menyerah sekarang,"
Yi Wen menggelengkan kepalanya pelan, "Kau salah. Apa kau tidak pernah dengar istilah, 'cinta itu tidak perlu dikejar, dia akan datang sendiri'. Sama seperti jodoh, kalau aku dan Saudara Xiao memang ditakdirkan bersama, maka langit pasti akan memberi jalannya,"
Bohong namanya bila Yi Wen mengatakan tidak iri melihat kedekatan Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu.
Apalagi, Xiao Shuxiang sudah pernah membuat pengakuan di depan banyak orang ketika melawan para penantang yang berusaha mengambil gelarnya sebagai 'Wali Pelindung'.
Dengan suara yang jelas, pemuda itu berkata bahwa Ling Qing Zhu adalah miliknya. Yi Wen tentu mengerti maksud dari ucapan saudaranya, dan jujur saja--dirinya memang kesal.
"..." bibir Yi Wen tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. Dia melakukan semua ini hanya demi agar tahu siapa gadis yang benar-benar disukai oleh Xiao Shuxiang.
Kehilangan sesuatu yang berharga bagi pemilik Hati Giok Hitam akan membuat emosinya tersulut amarah hingga tidak dapat ditenangkan siapa pun. Jika pemilik Hati Giok Hitam merupakan pendekar seperti Xiao Shuxiang, maka tempatnya berpijak akan luluh lantak bila amarah menguasainya.
Yi Wen tahu Qian Kun mengincar kehancuran dunia ini dan orang itu ingin menjadikan Xiao Shuxiang sebagai pemicunya. Hanya saja, dia belum mengetahui alasan mengapa Qian Kun begitu inginnya dunia ini hancur.
Saudara Xiao-nya juga seperti sebuah rahasia besar. Sesuatu yang seakan hanya diketahui oleh Qian Kun. Entah apa hubungan keduanya, tetapi Yi Wen merasa--Xiao Shuxiang tidak akan pernah lepas dari gelarnya yang merupakan, 'Sang Bintang Penghancur'.
"Kau terlalu banyak berpikir, Wen'Er. Benda yang kau tanamkan pada jantungnya bahkan sudah keluar. Aku bisa melihat, pemuda berpita dahi itu merupakan anak yang berbakat,"
?!
Suara kakek tua terdengar di telinga Yi Wen. Hanya dia seorang yang mendengarnya, sementara teman-temannya yang lain termasuk Bocah Pengemis Gila dan pelayan di sampingnya tidak mendengar suara tersebut.
"Kakek.. Apa aku belum pernah mengatakan padamu untuk tidak mengajakku bicara saat cucumu ini sedang bersama teman-temannya? Kakek membuat kepalaku sakit,"
__ADS_1
"Itu karena hanya inilah kesempatanku untuk bicara padamu, jadi dengarkan aku. Hentikan apa pun yang kau lakukan, jika kau tidak ingin kehilangan teman-temanmu. Ini kesekian kalinya aku memperingatkanmu, Wen'Er.."
Yi Wen berhenti melangkah, dia membuat Bocah Pengemis Gila tersadar akan tingkahnya barusan.
"Kau kenapa? Melupakan sesuatu?"
"Sama sekali tidak," Yi Wen kembali berjalan, dalam hati dia bicara pada roh kakeknya dengan memintanya untuk diam sejenak. Dia tidak ingin lepas kendali dan malah marah-marah tidak jelas.
Di lain tempat, Xiao Shuxiang duduk di pinggiran kasur lantainya sambil mengelap tubuhnya dengan kain basah.
Dia memunggungi Ling Qing Zhu.
"..."
Gadis cantik bercadar tipis itu juga duduk dalam posisi memunggungi Xiao Shuxiang. Di sampingnya terdapat satu set pakaian yang sudah dia siapkan untuk Wali Pelindungnya ini.
"..."
Tidak ada di antara mereka yang saling bicara. Namun bila diperhatikan lebih teliti, keduanya terlihat sama-sama canggung.
Ruangan ini hanya diisi dengan suara saat Xiao Shuxiang memeras kain yang dia celupkan ke bak air di sampingnya. Sesekali, dia menoleh ke belakang untuk memastikan Kucing Putihnya tidak mengintip.
Sebenarnya, di dalam kamar ini terdapat sekat kayu yang dibaliknya ada sebuah bak mandi. Namun, bak itu adalah milik Ling Qing Zhu dan jelas gadis tersebut sering menggunakannya untuk berendam.
Meski Xiao Shuxiang akui dia pemuda yang tidak tahu malu, tetapi dia tidak akan pernah lancang menyentuh barang-barang milik seorang gadis. Yaah.. Terkecuali kepunyaan saudara-saudara seperguruannya.
Xiao Shuxiang mulai mengelap perlahan tubuh bagian atasnya dengan kain yang kering. Tangan kanannya kemudian meraba-raba pakaian gantinya yang cukup sulit dirinya jangkau.
Ling Qing Zhu melirik sedikit pakaian di sampingnya dan melihat tangan Wali Pelindungnya yang seperti sulit menjangkau benda itu. Dia mengembuskan napas pelan dan lalu mengulurkan tangannya.
Dia menggeser sedikit pakaian tersebut di saat Xiao Shuxiang masih meraba-raba. Secara tidak sengaja, jari-jari tangan mereka bersentuhan yang membuat keduanya sama-sama tersentak.
!!
Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu spontan menoleh. Pandangan mereka bertemu dan tatapan keduanya seakan mengandung keterkejutan, nyaris seperti habis menyentuh kilatan petir.
Xiao Shuxiang menarik pakaiannya kala menyadari pandangan gadis di depannya berubah sedikit ke bawah. Dia berdeham singkat dan lalu menutup dadanya sambil membalik tubuhnya untuk memunggungi Kucing Putihnya kembali.
Berbeda dengannya, Ling Qing Zhu tidak lagi membalik posisinya. Dia hanya berkedip dan menatap lurus ke depan saat Wali Pelindungnya berusaha berpakaian.
Xiao Shuxiang menyadari sedang ditatap. Jujur saja dia sangat canggung. Beberapa kali dia berdeham untuk memberi tanda pada Kucing Putihnya, tapi sepertinya gadis ini sama sekali tidak mengerti.
"Ehem..!"
!?
Ling Qing Zhu tersentak, dia baru menyadari tanda dari Xiao Shuxiang saat Wali Pelindungnya itu berdeham sambil menggunakan jari telunjuk dan tatapan mata untuk memintanya berbalik.
Ling Qing Zhu menurut, dengan wajah tenangnya dia mulai menolehkan pandangannya ke arah lain.
Diam-diam, dia mengulum senyum.
"..." Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan-pelan. Dia tidak akan pernah malu apalagi sampai gugup bila yang melihat bagian atas tubuhnya adalah saudara seperguruannya seperti Yi Wen atau Zhi Shu. Namun beda halnya bila orang itu adalah Kucing Putihnya.
".. Ini sangat memalukan. Maksudku, kenapa anak ini tetap tinggal dan seakan menungguku mengganti pakaian? Apa dia ingin mengatakan sesuatu? Tapi sejak tadi dia hanya-!" Xiao Shuxiang tersentak, dia berbalik karena mendengar sesuatu.
Pelan-pelan, dia bergerak mendekati Kucing Putihnya saat menyadari ada kejanggalan pada gadis cantik ini. Dia sangat tidak menyangka, Kucing Putihnya seperti sedang menahan tawa.
"Ya Tuhan.. Aku tidak menduga kau ternyata suka melihat tubuh telanjang pria.." suara Xiao Shuxiang pelan, namun senyumannya mengandung ledekan.
!!
Ling Qing Zhu terkejut, dia lengah sebab tidak sadar bahwa posisi Xiao Shuxiang begitu dekat dengannya. Dia pun berusaha bersikap senormal mungkin.
"Tidak semua bagian tubuh pria aku suka melihatnya," suara Ling Qing Zhu terkesan dingin.
"Hmm.. Jadi, kau hanya suka melihat tubuhku?" Xiao Shuxiang tersenyum, wajahnya tampan dan mempesonanya itu sangat tidak bisa ditolak.
"Mustahil. Kau.. Sangat lancang."
"Bukannya kau yang lancang karena sudah mengintip-!" mulut Xiao Shuxiang langsung dibekap oleh Kucing Putihnya. Dia tidak menepis tangan gadis ini, malahan dia seakan membiarkannya.
"Kau sangat memalukan,"
"..." Xiao Shuxiang menyentuh tangan yang membekap mulutnya, dia menatap Ling Qing Zhu dengan pandangan yang sulit diartikan.
Ling Qing Zhu berkedip, dia tidak nyaman mendapat tatapan dalam diam seperti ini. Apalagi, tangannya sekarang sedang dipegang dengan begitu lembut.
Kehangatan dari tangan laki-laki memang sangat berbeda. Rasanya aneh, tetapi nyaman. Dia tidak tahu harus menepis tangan yang memegangnya ini atau membiarkannya begitu saja.
Xiao Shuxiang menurunkan tangan Ling Qing Zhu yang membekapnya tanpa melepaskan genggaman tangannya pada gadis cantik ini. Bibirnya mulai bergerak, nada suaranya terdengar rendah.
"Mari bicarakan hal yang serius, Kucing Putih."
__ADS_1
!!
***