XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
161 - Bian Que [Revisi]


__ADS_3

Catatan Penulis :



Terima Kasih karena sudah membaca sampai sejauh ini. Penulis ingatkan bahwa 'Karya' ini mengandung sedikit unsur Bromance. Jika tidak suka atau merasa terganggu dengan ini, diharapkan untuk tidak membacanya.



Boleh membenci 'Karya' kami, tapi Jangan Mengganggu.



Bila tidak suka dengan Catatan Penulis yang bagai hantu karena terus membayangi kalian. Maka tolong pengertiannya.



Dan untukmu, bila tidak mempermasalahkan 'Bromance' di Karya ini. Mari bantu Penulis untuk memahamkan pada mereka-mereka yang hanya datang, memberi komentar tempe, dan kemudian pergi tanpa pernah mengindahkan peringatan Penulis.



Maaf atas ketidaknyamanan ini dan semoga sehat selalu..!^^


.


.


.


.


Bian Que terpaksa mengambil langkah mundur untuk menghindari terjangan Xiao Shuxiang. Dengan nada genit dirinya mengatakan bahwa pemuda tersebut begitu kasar pada seorang perawan.


Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang menggenggam pedangnya dengan kuat, dia kembali menyerang Bian Que.


Lan Guan Zhi juga tidak tinggal diam, dia bersama dengan Xiao Shuxiang saling bertukar serangan dengan Bian Que di atas atap kediaman wali kota.


Traang!


Traang!


Bian Que tidak memegang senjata apapun untuk menangkis serangan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi. Dia hanya menggunakan lengan bajunya yang begitu panjang sampai menutupi kedua tangannya sebagai senjata.


Traang!


Meski demikian, suara saat lengan pakaiannya berbenturan dengan pedang Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi seperti suara pedang.


Di tempat lain, Dai Chen mengeluarkan lima akar menjalar miliknya untuk menyerang laba-laba yang semakin bertambah.


Dia sudah membunuh tiga ekor laba-laba, tetapi kemudian laba-laba lain kembali masuk melewati dinding dan pintu gerbang kediaman wali kota.


Setiap kali jumlah laba-laba kurang dari sepuluh, maka akan ada laba-laba yang masuk hingga jumlahnya kembali pada angka tersebut.


CRAASH!


Traang!


Demonic Beast ini memiliki punggung dan kaki yang keras. Bagian tubuh lunaknya adalah kepala dan perut.


Walau gerakannya sedikit lambat, tetapi cairan asam berwarna hijau miliknya sangatlah berbahaya. Manusia seperti Mo Huai akan langsung meleleh seketika andai terkena cairan asam yang menyembur dari mulut laba-laba itu.


Traaang!


Bian Que memancing Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang untuk bertarung di halaman, tentu membuat kedua pemuda ini agar berkumpul dengan kedua temannya yang lain.


?!


Laba-laba yang menyerang Dai Chen dan Jing Mi seketika berjalan mundur, mereka menaiki dinding dan pohon yang ada di kediaman wali kota.


"Ada apa dengan mereka?" napas Jing Mi tersengal-sengal, bertarung sambil melindungi Mo Huai ternyata bukan perkara mudah.


"Waktu yang tepat..!" Bian Que langsung melompat mundur bersamaan dengan kesepuluh Laba-Laba miliknya menyemburkan cairan asam secara bersamaan.


!!


Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, Dai Chen, Jing Mi, dan Mo Huai terkejut. Mereka tidak sempat menghindar dari serangan laba-laba Bian Que.


Cairan asam mengenai kelimanya hingga membuat tubuh mereka semua meleleh. Bian Que tersenyum, pada akhirnya Sang Bintang Penghancur tetap saja lemah.


"Apa yang sebenarnya diinginkan Tetua dari orang itu? Dia hanyalah manusia biasa.." Bian Que memberi tanda agar para laba-laba miliknya berhenti menyemburkan cairan asam lagi.


Kini, tidak nampak lagi Xiao Shuxiang dan keempat temannya. Hanya cairan asam berwarna hijau yang perlahan menguap.


Merasa tak ada lagi tanda-tanda kehidupan, membuat Bian Que berniat untuk pergi. Masalahnya adalah, sesuatu tiba-tiba saja terjadi.

__ADS_1


!!


Terbentuk gumpalan-gumpalan kecil pada cairan asam tersebut. Bian Que terkejut saat seekor Phoenix melesat naik dan membuka sayapnya lebar.


Bulu pada perutnya berwarna kuning emas, sementara kepala sampai leher, punggung dan ekornya berwarna merah giok.


Seluruh tubuhnya diselimuti oleh Api, tatapan matanya begitu tajam. Memberi tatapan merendahkan seolah berkata dirinya adalah hewan suci dan penguasa langit.


Bian Que tidak tahu dari mana datangnya Demonic Beast ini, namun dia sadar betul bahwa laba-laba miliknya merasa gemetar ketakutan.


Phoenix Api mengeluarkan suara nyaring. Dirinya lalu terbang berputar-putar hingga ke bawah, tepat di sekitar bekas Xiao Shuxiang dan teman-temannya meleleh tadi.


Phoenix Api perlahan berubah wujud, Bian Que bisa melihat ada lima orang yang mulai terbentuk dari Api milik Phoenix itu.


!!


Bian Que terkejut, Phoenix Api yang dilihatnya ternyata hanyalah roh Demonic Beast. Keterkejutannya kembali berulang saat kelima manusia yang sudah seharusnya tewas kini kembali muncul di depannya.


Praktik Bian Que berada pada tingkat Grand Master Tahap Fana, laba-laba miliknya tentu lebih kuat dan bisa membunuh kultivator yang berada di tingkat Master Foundation Tahap Emas Putih dengan mudah.


Sementara itu, hanya Lan Guan Zhi sajalah yang memiliki praktik paling tinggi diantara teman-temannya, yakni Master Foundation Tahap Emas Putih.


Lan Guan Zhi dan teman-temannya memang seperti datang mengantar nyawa. Andai Bian Que bertarung dengan serius sejak awal, Lan Guan Zhi dan teman-temannya pasti telah tewas secara mengenaskan.


!!


"Hah.. Hah..! Kupikir kita sudah mati?! Bagaimana bisa kita hidup kembali?!" Jing Mi begitu terkejut, jelas dirinya merasakan nyawanya telah melayang saat terkena cairan asam tadi, tetapi sekarang..


"Ini tidak mungkin..!" Jing Mi mengusap-usap wajah dan tangannya, Mo Huai yang berada di belakang Jing Mi juga melakukannya.


Dai Chen sama terkejutnya dengan Jing Mi dan Mo Huai, tetapi dia mencoba untuk tetap tenang. Belum saatnya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.


!!


Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Jing Mi melihat pakaian Xiao Shuxiang bagian punggung seperti habis terbakar, menampakan kulit punggung berwarna kuning langsat, sedikit terhalangi dengan rambut panjangnya.


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat ketiga temannya memegangi pundaknya dan menyingkap rambut panjangnya, dia bertanya apa yang sedang dilakukan oleh Jing Mi, Dai Chen, dan Lan Guan Zhi.


Benar dugaan mereka bertiga, kulit punggung Xiao Shuxiang yang berwarna kuning langsat, mulus tanpa cacat.. terlukis seekor Phoenix Api.


Mereka dapat melihatnya dengan jelas sebab punggung Xiao Shuxiang basah karena keringat, lukisan ini nampak bergerak dan itu membuat ketiga temannya merasa bahwa roh Phoenix milik Xiao Shuxiang-lah yang membantu mereka.


"Saudaraku, dari mana kau mendapatkan tanda ini? Kau sangat hebat karena memiliki roh Demonic Beast Legenda itu..!" Jing Mi menepuk pelan punggung Xiao Shuxiang dan berterima kasih karena saudaranya telah melindungi dirinya.


"Sepertinya tanda di punggungku muncul karena aku memakan Phoenix Api yang dimenangkan Zhi Shu dan Hai Feng di pelelangan, tetapi hewan itu sudah tidak bernyawa lagi. Dan usianya belum cukup untuk bisa bangkit dari kematian, jadi aku juga bingung dengan keadaan ini. Sebaiknya kita bahas lain kali, ayo fokus menyerang.."


Dai Chen walau masing bingung, namun benar apa yang dikatakan Xiao Shuxiang. Mereka harus segera menyelesaikan ini secepatnya.


Xiao Shuxiang menggunakan kecepatan yang tidak biasa untuk menyerang Bian Que, gerakannya menghasilkan garis kilat ungu kala dirinya memberi hantaman pada Bian Que.


BAAAM!


Serangan kejut dari Xiao Shuxiang tidak dapat diduga Bian Que, dirinya terlempar jauh namun dia masih bisa mempertahankan posisi berdirinya.


Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Jing Mi kini bertarung dengan para laba-laba milik Bian Que. Kerjasama mereka begitu baik hingga tanpa celah sedikit pun.


"Mereka butuh waktu dua menit untuk menyemburkan cairan asam lagi.."


Dai Chen dan Lan Guan Zhi sepemikiran, keduanya bertarung sambil menggunakan otaknya.


TRAANG!


TRAANG!


"Kau ini liar sekali..! Cobalah berlaku lembut pada wanita cantik sepertiku.." Bian Que mulai membalas serangan Xiao Shuxiang, dia memadatkan Qi di tangan kanannya sampai membentuk sebuah pedang.


"Hah, wanita cantik? Aku yakin wajah aslimu lebih jelek dari binatang peliharaanmu itu..!"


TRAANG!


Xiao Shuxiang mengubah Pernapasan Air miliknya menjadi Pernapasan Api di tengah pertarungan. Dia berhasil membuat Bian Que tersudut hingga harus mengeluarkan Aura Pembunuhnya.


"Sudah cukup main-mainnya..! Aku sudah muak denganmu..!"


Xiao Shuxiang tersenyum tipis, dia masih berwajah tenang walau saat ini tubuhnya begitu sulit digerakkan karena Aura Pembunuh Bian Que lebih pekat dari Aura Pendekar Miliknya.


"Kau yang sejak awal bermain-main. Apa dengan praktikmu yang berada di Grand Master Tahap Fana itu kau bisa memperlakukan Xiao Shuxiang seperti ini?"


?!


Bian Que mengerutkan kening saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia tidak pernah menyebutkan praktiknya pada pemuda tersebut, karenanya dia merasa heran.

__ADS_1


Xiao Shuxiang masih merasakan tekanan pada dirinya semakin kuat, tetapi bukannya memperlihatkan wajah kesakitan.. Dirinya malah menyeringai lebar.


"Ah, benar. Kita belum berkenalan, tetapi Hu Li pernah menyebutkan namamu padaku. Bian Que, bukan? Kau sepertinya punya masalah dengan Hu Li sampai menanamkan hal itu di dalam tubuhnya, atau.. begitu caramu menggunakan Teknik Terlarang, hm?"


Xiao Shuxiang mencoba menggali informasi tentang Scarlet Bayangan pada Bian Que. Sambil memikirkan cara untuk melenyapkan wanita tersebut sebelum Bian Que mengeluarkan semua kemampuannya.


".. Sepertinya yang masih hidup di kota ini hanyalah warga diperbatasan. Hm, sangat bagus..! Tiga puluh persen warga kau biarkan hidup dalam ketakutan.. Sementara lainnya kau jadikan makanan untuk dirimu dan binatang peliharaanmu. Kau meniru siapa, Bian Que? Ah! Tidak perlu menjawab, aku tahu orangnya.."


Bian Que memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah. Dia begitu mencintai Tetuanya, seseorang yang telah mendirikan Scarlet Bayangan.


Dirinya terobsesi menjadi bagian dari para Pilar agar dapat dekat dengan Tetuanya. Hingga akhirnya dia bisa menduduki salah satu kursi Pilar Bawah.


Namun, orang yang begitu dia hormati dan kagumi itu hanya terus menyebut satu nama saja. Dia membenci Hu Li karena Rubah tersebut dekat dengan orang yang selalu disebut-sebut Tetuanya.


"Apa.. Yang dilihat Tetua darimu..?! Aku sudah melakukan semua yang pernah kau perbuat, tetapi dia masih saja menginginkanmu..! Kau hanyalah manusia lemah, baik di masa lalu maupun yang sekarang..! Tapi kenapa dia masih saja ingin dirimu..!"


!!


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, sepertinya dia sudah salah perhitungan. Niat dirinya ingin membuat Bian Que tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya. Tetapi yang terjadi malah dia membuat Bian Que marah.


"Ehm.. Apa Tetuamu Perempuan? Masih lajang atau sudah pernah menikah? Yang kuingat di kehidupan pertamaku.. Xiao Shuxiang pernah dilamar satu kali, hanya sekali. Tapi dia seekor ikan c***ng, tidak mungkin dia Tetuamu, kan?"


"Kau!!"


Bian Que melesat, berniat membunuh Xiao Shuxiang. Tetapi pemuda tersebut mampu menggerakkan tubuhnya dan memberi tendangan kuat yang tepat mengenai perut Bian Que.


BAAAM!


Bian Que terlempar sejauh lima meter. Andai Xiao Shuxiang tidak berada dalam pengaruh Aura Pembunuh miliknya, pasti Bian Que akan terlempar lebih jauh lagi.


"Hei, kenapa kau malah marah? Aku kan hanya bertanya, aku tidak menghina Tetuamu. Aku memang pernah dilamar seekor ikan, jenisnya kemungkinan c****ng.."


"Kau Bahkan Tidak Ingat Tetuaku, Tetapi Kenapa Dia Selalu Saja Memikirkanmu. Setiap Hari Berkata Agar Aku Menjadi Sepertimu..! Semua Sudah Kulakukan, Tapi Dia Masih Saja Ingin Kau..! Aku Sangat Membencimu, Xiao Shuxiang!"


!!


Xiao Shuxiang melongo sebentar, kemudian menangkis serangan Bian Que yang begitu cepat. Dia mengeluarkan tiga api biru kecil yang membantunya memberi serangan pada Bian Que.


TRAANG!


TRAANG!


"Kau belum melakukan satu hal, yaitu melawan seluruh kultivator tingkat Master Foundation dan Grand Master ketiga Aliran. Aku pernah melakukannya, jadi kurasa itu yang disukai Tetuamu dariku. Tapi bukannya sombong, hanya kuberitahu padamu.. Xiao Shuxiang memang mempesona, karismatik, dan sangat menawan. Aku saja sering berdebar-debar melihat diriku sendiri, sungguh.."


Bian Que sangat risih dengan ocehan Xiao Shuxiang yang terus saja memuji dirinya sendiri. Apa ini yang disukai Tetuanya? Seorang kultivator narsis tidak tahu malu sepertinya?! Cerewetnya bahkan mengalahkan kaum perempuan! Membuat ingin dicincang habis saja!


!!


Bian Que tersentak saat atmosfer di sekelilingnya tiba-tiba berubah. Dia mengambil langkah mundur saat menyadari wajah Xiao Shuxiang berubah serius.


"Bian Que, kau memang memiliki Aura Pembunuh yang jauh lebih pekat dari Aura Pendekar milikku. Tingkat praktikmu juga jauh di atasku, tapi.. Apa kau pikir tingkat praktik bisa menjadi penentu kemenangan? Kau masih bocah jika beranggapan seperti itu..!"


Warna mata Xiao Shuxiang berubah merah, sedetik berikutnya dia menghilang dan langsung muncul di dekat Bian Que, memberinya tendangan hingga membuat wanita tersebut terlempar hingga ke tempat teman-temannya berada.


!!


BAAAM!


Jing Mi, Qi Xuan dan Lan Guan Zhi untungnya cepat menghindar, ketiganya telah menghabisi banyak laba-laba.


Saat berpikir telah berhasil, seekor laba-laba raksasa muncul dari dalam kediaman wali kota. Demonic Beast tersebut berukuran satu rumah, berwarna merah darah dengan panjang kakinya sekitar tujuh meter.


Yang mengerikan adalah.. Di perut laba-laba tersebut banyak kepala kultivator muncul. Mo Huai tidak bisa lagi bergerak saking takut dan terkejutnya.


Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Jing Mi sebenarnya sudah sangat kelelahan. Saat Jing Mi menganggap akan segera tewas, mendadak sesuatu menghantam ke arah mereka.


"Saudara Xiao..?!" Jing Mi melihat Xiao Shuxiang melayang tanpa bantuan pedang terbang, saudaranya itu juga entah sejak kapan berganti pakaian.


Walau pakaian Xiao Shuxiang sebelumnya juga berwarna hitam, namun yang saat ini dilihat Jing Mi seperti mengandung kewibawaan dan aura misterius.


Warna mata Xiao Shuxiang juga nampak lain. Dai Chen dan Lan Guan Zhi saling berpandangan, keduanya langsung mengangguk dan segera menggunakan kesempatan untuk mencari titik lemah dari monster laba-laba ini.


"Xiao Shuxiang.. Be-Beraninya Kau..!" Bian Que mengepalkan erat kedua tangannya, tubuhnya mendadak mengalami perubahan yang tidak wajar.


Kedua tangan Bian Que membesar, urat kehitaman terbentuk di leher dan wajahnya. Warna tubuh Bian Que berubah menjadi merah, kaki dan tubuhnya ikut membesar.


!!


Jing Mi terkejut saat wanita yang begitu cantik tersebut berubah. Mendadak kaki laba-laba tumbuh di kedua sisi pinggangnya. Bahkan kaki mulus Bian Que juga bertambah panjang dan berubah menjadi kaki laba-laba.


Mo Huai bahkan lupa bernapas, dia menyaksikan perubahan wanita cantik menjadi seekor monster laba-laba. Dia kesulitan merasakan kakinya, bagaimana bisa monster mengerikan seperti ini tinggal di kotanya?!


"Hm, jadi ini wujudmu yang sebenarnya. Sangat pantas jika Tetuamu tidak suka dirimu.." Xiao Shuxiang tidak lagi memegang kedua pedangnya.

__ADS_1


Dia membuat pedang tersebut menjadi debu saat perubahannya tadi. Xiao Shuxiang lalu mengeluarkan Yīng xióng, dan segera melesat ke arah Bian Que.


***


__ADS_2