
!!
Ekspresi mereka wajar sebab saat ini murid-murid Sekte Pedang Langit tengah disuguhkan pemandangan di mana seorang pria merangkul Tuan Muda Lan sambil menggelayut manja.
"Ya Tuhan..! Apa yang sudah kulihat ini?!"
"Tu-Tuan Muda Lan.."
Seorang murid perempuan Sekte Pedang Langit bahkan kesulitan berkata-kata. Dia hampir menangis saat melihat Lan Guan Zhi dirangkul oleh pemuda yang jelas nampak seperti orang yang tidak tahu malu.
"Selama ini kupikir, Tuan Muda Xiao adalah pemuda yang punya kelainan. Tetapi setelah melihat ini.. Jelas bahwa orang itu lebih buruk dari Tuan Muda Xiao,"
Seorang murid laki-laki Sekte Pedang Langit nampak berwajah pucat, entah sejak kapan dia mulai kehilangan ketenangan. Ucapannya barusan mendapat anggukan dari dua orang temannya.
Bocah Pengemis Gila sendiri nampak tidak peduli, diam-diam dirinya bahkan tersenyum meledek sambil mengeratkan rangkulannya pada lengan kiri Lan Guan Zhi.
"Lan'Er Gege, kau tidak keberatan kan terus membawa tongkatku?"
"Mn,"
"Bagaimana dengan rangkulanku? Apa kau keberatan?"
"Lenganku pegal,"
Wajah Lan Guan Zhi masih begitu tenang, walau dirinya sedang menjadi pusat perhatian. Dia sedikit tersentak kala tangannya tiba-tiba saja diarahkan untuk memegang pinggang Bocah Pengemis Gila.
"Aku sudah lama tidak dirangkul pemuda tampan, jadi biarkan ini bertahan beberapa menit, oke?"
?!
Lan Guan Zhi berkedip. Selama hidupnya, hanya Xiao Shuxiang yang kadang bertindak tidak tahu malu padanya. Temannya itu sering merangkul lengannya, tetapi tidak pernah sekali pun Xiao Shuxiang segenit ini.
"Tuan Muda, kurasa ini sudah kelewatan.."
"Lan'Er Gege, kuberi tahu padamu. Kau ini pemuda yang tampan dan bisa kulihat, banyak gadis yang mencoba dekat denganmu.." Bocah Pengemis Gila berujar pelan, namun masih didengar jelas oleh Lan Guan Zhi.
".. Aku juga melihat kau bukan pemuda yang suka didekati banyak gadis. Apa yang kulakukan ini adalah sebuah teknik untuk membuat mereka menjauh dari dirimu. Kalau seorang pria tampan nan populer ingin membuat banyak gadis tidak mendekatinya, maka berpura-pura saja menjadi homo. Bagaimana? Ini pelajaran yang bagus, kan?"
"..."
Bocah Pengemis Gila memperhatikan wajah Lan Guan Zhi. Dalam hati dia tidak menyangka pemuda ini masih nampak begitu polos, bisa dipastikan Tuan Muda Lan ini belum mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kedewasaan.
".. Tatapan matanya seperti dia memikirkan dengan serius bualanku barusan. Hah, Shuxiang.. Kau punya teman yang sifatnya mirip anak anjing putih. Apa perlu kuajari dia cara mengigit? Pfft.. Ini pasti menyenangkan,"
Bocah Pengemis Gila menaik-turunkan alisnya sambil tersenyum penuh arti. Dia sepertinya sudah menemukan mainan baru yang pastinya akan membuat hari-harinya tidak terasa membosankan.
Bocah Pengemis Gila tentu saja mempunyai maksud terselubung. Dia berniat mengajarkan hal-hal tidak layak, terlarang, dan sangat tak tahu malu pada sosok sesuci Lan Guan Zhi. Niatannya jelas bukan sesuatu yang baik.
Untung saja, niatan Bocah Pengemis Gila selalu diganggu oleh Duan De. Kakek Janggut Panjang itu tahu betul bagaimana sifat Seniornya, dia tidak mungkin membiarkan pikiran suci Lan Guan Zhi ternoda dengan sesuatu yang terlarang.
Duan De mengetahui betapa bahaya dan kotornya pikiran Bocah Pengemis Gila. Pemikiran pemuda homo itu bisa berdampak buruk bagi hubungan persaudaraan Lan Guan Zhi dengan Xiao Shuxiang. Jadi sebisa mungkin, dia berusaha memisahkan Tuan Muda Lan dengan Bocah Pengemis Gila.
*
*
Dai Chen menggunakan pedang terbang untuk membawa dirinya dengan Li Qian Xie ke Sekte Pedang Langit.
__ADS_1
Kedatangannya yang tidak disangka ini tetap mendapat sambutan hangat dari para murid di sekte itu.
Awalnya, Dai Chen begitu senang bisa melihat Lan Guan Zhi setelah begitu lama tidak bertemu. Namun seketika raut wajahnya berubah buruk tatkala melihat ada pemuda yang sekali pandang saja.. Sudah nampak betapa buruk perasaannya.
"Tu-Tuan Muda Lan, siapa.. Siapa orang ini?"
Bocah Pengemis Gila menaikkan sebelah alisnya saat melihat pemuda yang entah namanya siapa menunjuk dirinya dengan begitu tidak sopan.
"Lan'Er Gege~ siapa dia..? Dia terlihat tidak menyukaiku, apa dia orang jahat..?"
"Lan'Er Gege? Gege..?" wajah Dai Chen nyaris bagai kulit jeruk purut, bibir atasnya berkedut beberapa kali saat mendengar perkatan pemuda berpakaian putih yang terdengar begitu menggelikan baginya.
Lan Guan Zhi dengan tenang memperkenalkan Bocah Pengemis Gila pada Dai Chen dan Li Qian Xie. Dia lalu mengajak kedua tamunya ini untuk menemui GrandElder Sekte Pedang Langit.
".. Mari,"
"Tuan Muda Lan, bagaimana Anda bisa setenang ini saat berhadapan dengan pemuda sepertinya?! Dan kau, jangan rangkul Tuan Muda Lan..!"
?!
Bocah Pengemis Gila tersentak saat Dai Chen tiba-tiba saja menggertaknya. Dirinya malah semakin mempererat rangkulannya.
Dai Chen tidak terima ini, sudah cukup Xiao Shuxiang yang bertindak tak tahu malu, dia tidak mau ada pemuda lain yang mewarisi bahkan lebih buruk dari Xiao Shuxiang.
!
Tiga akar menjalar milik Dai Chen muncul dari tanah. Dirinya baru akan melesatkan serangan, namun seketika terdengar suara dari Patriarch Lan hingga pertarungan bisa dihindari.
Selama seharian itu, Dai Chen dan Li Qian Xie berbincang-bincang dengan Patriarch Lan di salah satu ruangan yang ada di dalam Pagoda Tingkat Sembilan.
Dirinya kini mengerti bahwa pemuda yang merangkul Lan Guan Zhi dan menyebutnya, 'Lan'Er Gege' rupanya adalah penduduk dari Benua Tengah.
Dai Chen sebenarnya masih ingin tinggal, namun dia khawatir dengan kondisi Li Qian Xie, istrinya ini di awal telah menatap Bocah Pengemis Gila, apalagi dengan cukup dekat.
"Sayang, tenanglah.. Jangan mencemaskan apa pun, kau ini tidak seperti biasanya. Padahal bukan kau yang mengandung, tapi malah kau yang lebih khawatir dari diriku,"
Dai Chen sebenarnya wajar bersikap seperti ini, sebab Li Qian Xie sedang mengandung anak pertamanya. Sebagai calon 'Ayah', tentu dirinya merasa sangat khawatir.
"Kedatanganku kemari untuk menenangkan diri sekaligus berharap anakku nantinya akan tumbuh menjadi sosok seperti Tuan Muda Lan. Tetapi kegelisahan itu datang semenjak aku melihat wajah yang jauh lebih menyebalkan daripada adik iparku sendiri,"
"Tuan Muda Chen, teman Adikku memang sedikit suka ehm.. Bermain-main.. Mungkin,"
Patriarch Lan bahkan tidak bisa menjelaskan apa pun pada Dai Chen karena memang sejak dia melihat Bocah Pengemia Gila.. Pemuda tersebut punya tingkah yang sangat mengesankan, namun dalam artian lain.
"Patriarch, kenapa Anda harus membawa orang semacam itu masuk ke sekte ini? Dia bisa merusak moral para murid Anda. Kusarankan agar Patriarch segera menendangnya keluar dari sini,"
Bocah Pengemis Gila menyunggingkan bibirnya saat mendengar ucapan Dai Chen. Pemuda ini sangat menyebalkan sebab berani bicara sejelas itu, tepat dihadapannya.
Sejujurnya tidak hanya Dai Chen yang merasa geli dan kurang nyaman dengan kehadiran pria seperti Bocah Pengemis Gila, tetapi para guru Sekte Pedang Langit termasuk GrandElder sendiri juga ikut merasakannya.
Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab Lan Guan Zhi yang memintanya. GrandElder tentu tidak bisa menolak permintaan muridnya yang satu ini, lagipula pemuda itu tahu dengan jelas apa yang diperbuatnya.
Selama seminggu pertama.. Kelakuan Bocah Pengemis Gila semakin membuat heboh suasana di Sekte Pedang Langit. Pemuda itu tidak tanggung-tanggung, dia begitu berani menggoda murid senior laki-laki sampai mengajaknya bergelut di tempat tidur.
Selama seminggu itu juga, Xiao Shuxiang terus berlatih mengembangkan Jurus Cermin Pemindahnya. Dia kali ini mengalami cukup banyak perkembangan.
Lihat saja, sudah ada tujuh cermin berukuran besar yang melayang dan memperlihatkan berbagai tempat dengan suasana berbeda-beda. Xiao Shuxiang masih nampak menutup matanya dan terus berkonsentrasi.
__ADS_1
Di sisi lain, Xiao Qing Yan juga mengalami kemajuan dalam sesi latihan berpedangnya di dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang. Dia merupakan seorang anak perempuan, namun dia selalu mamakai seragam layaknya anak laki-laki, khas benua Utara.
Sorot matanya tajam dengan wajah yang cukup tegas, dia memiliki otot yang kuat dan bila dilihat sekilas.. Dirinya memang nampak seperti anak laki-laki.
Untuk Ling Qing Zhu sendiri.. Gadis tersebut juga terlihat lebih kuat dari sebelumnya. Benua Timur jujur saja sangat sesuai untuk kultivator, Qi murni di alam yang melimpah ini tidak sama seperti yang ada di Benua Tengah.
Butuh waktu sekitar dua minggu sampai pelatihan tertutup Xiao Shuxiang selesai. Dan dalam rentang waktu itu.. Di Benua Tengah--Bangunan pada Penginapan Seribu Tahun yang didirikan Nie Shang dengan bantuan teman-temannya serta para warga telah rampung.
Tidak hanya tempat di Benua Tengah yang pernah dipijak Xiao Shuxiang yang nampak pada Cermin Pemindah miliknya--Tetapi semua tempat dalam Empat Dunia saat ini ada tepat di hadapannya.
Perlahan, mata Xiao Shuxiang mulai terbuka. Pandangannya mengarah pada puluhan cermin berbeda-beda ukuran yang nampak melayang di depannya.
Pintu ruangan lalu terbuka dan memperlihatkan Tianqi Mao berjalan masuk. Selama pelatihan berlangsung, ini adalah kedatangan kelima sekaligus terakhir Tianqi Mao untuk menjenguk Xiao Shuxiang.
"Mn..? Kau terlihat senang, sepertinya latihan ini tidak terlalu sulit untukmu," Tianqi Mao tersenyum saat Xiao Shuxiang perlahan melayang turun dan mendarat tepat di depannya.
"Sebenarnya ini sangat menyulitkan, apalagi saat memecah konsentrasi. Aaah~ ini sangat melelahkan..!"
Xiao Shuxiang menggerak-gerakkan tubuhnya seolah sedang pemanasan. Dia memang cukup lama duduk dan ini membuat kedua kakinya nyaris mati rasa.
"Kau membuat cermin yang banyak.." Tianqi Mao memperhatikan cermin-cermin milik Xiao Shuxiang yang melayang itu, dia melihat cermin tersebut satu persatu menghilang dan seketika muncul tepat di depannya dengan susunan yang begitu rapi.
"Hmph, kau sepertinya lebih ahli dariku sekarang ini.."
Xiao Shuxiang tersenyum dan mulai memperhatikan cermin-cermin miliknya setelah meregangkan otot. "Awalnya kupikir butuh waktu selama dua bulan atau lebih dalam mengembangkan jurus ini, tidak disangka waktunya cukup singkat,"
"Itu artinya kau punya bakat. Sekarang apa kau bisa menjelaskan padaku lokasi yang ditampilkan dalam cermin milikmu ini?"
"Mm.."
Xiao Shuxiang memperhatikam dengan seksama, dia lalu menunjuk salah satu cermin yang menunjukkan sebuah lingkungan yang penuh dengan monster pemakam manusia, dia menjelaskan bahwa itu adalah Dunia Demon.
".. Itu adalah tempat tinggal Paman Angkatku, Yan Xi Fan. Dan ini.."
Hanya sekali kibasan dan tampilan Cermin Pemindah tersebut berubah lokasi, sekarang yang ditampilkan adalah Wilayah Gunung Kaisar Merah.
".. Ini wilayah milik Bibi Angkatku, Lui Me Tian. Dia juga tinggal di Dunia Demon. Kemudian ada Paman Wu yang juga tinggal di dunia itu,"
"Dunia Demon..? Kau luar biasa karena bisa pergi ke sana. Lalu bagaimana dengan cermin ini?"
Tianqi Mao menunjuk satu cermin lagi yang melayang di depannya. Tampilan pada cermin tersebut adalah sebuah gerbang yang berada di sebuah padang rumput luas.
".. Ada gerbang lagi di cerminmu yang lain, satu berada di sekitar tanah merah dan satu lagi nampak di dalam kegelapan. Apa kau pernah ke sana?"
"Tidak, tapi ketiga gerbang itu merupakan Gerbang Dunia. Sepertinya mereka terhubung dengan Segel Pengekang Jiwa yang kumiliki, aku memang memikirkan tentang gerbang itu dan rupanya berhasil,"
!!
"Jadi itu Gerbang Dunia..? Tunggu, berarti yang tanah merah itu adalah gerbang yang ada di Benua Selatan?"
Tianqi Mao tidak percaya sebelum melihatnya sendiri dan kali ini dia benar-benar sudah melihatnya. Dia mendengus tak percaya dan nampak begitu kagum, tidak disangka Xiao Shuxiang bisa mengembangkan jurus Cermin Pemindah sampai sehebat ini.
".. Kau seperti bisa mengawasi setiap tempat, Shuxiang. Kemampuanmu bahkan melampaui harapanku. Kau luar biasa,"
"Aku juga tidak menyangka hasilnya akan sehebat ini. Tidak hanya tempat yang sering kudatangi di Benua Timur, bahkan tempat di Benua Utara dan Benua Tengah juga ada. Aku bahkan bisa melihat ketiga Gerbang Dunia, dan juga tempat yang pernah kudatangi di dunia lain,"
Xiao Shuxiang memperhatikan Cermin-Cermin Pemindah miliknya dengan seksama. Dia dan Tianqi Mao masih tetap berdiri sambil memperhatikan setiap gambar yang ditampilkan pada cermin-cermin itu.
__ADS_1
"Kita seperti mengintai banyak tempat.. Ini sangat keren," Tianqi Mao menggeleng sambil berdecak kagum. Dia sendiri mungkin tidak akan bisa menyaingi bakat Xiao Shuxiang ini.
***