
"Ini adalah kamar kalian, satu kamar di tempati oleh tiga orang. Seragam kalian ada di lemari dan untuk makan malam nanti akan ada murid yang memanggil kalian. Beristirahatlah dan jangan lupa untuk bangun sangat pagi besok. Dan ini, merupakan jadwal pelajaran kalian.."
Murid Sekte Pedang Langit memberikan masing-masing sebuah gulungan kepada Bao Yu, Jing Mi dan Xiao Shuxiang. Dia kemudian berjalan pergi untuk mengantar murid-murid Sekte Kupu-Kupu ke kamar yang lainnya.
Kamar yang di tempati oleh Xiao Shuxiang ini adalah bagian dari salah satu Balai Murid Sekte Pedang Langit.
Memiliki lima lantai dengan lima ratus kamar, membuat Balai Murid menjadi bangunan terluas di Sekte Pedang Langit ini. Kamar Xiao Shuxiang sendiri ada di lantai pertama, kamar ke-97.
Pengurutan kamar ini diatur oleh murid Sekte Pedang Langit, banyak kamar di lantai pertama yang tidak di huni. Entah bagaimana cara penyusunan mereka, namun Xiao Shuxiang sama sekali tidak memusingkannya.
Setelah murid Sekte Pedang Langit pergi, Xiao Shuxiang langsung berebut salah satu tempat tidur yang ada di dekat jendela dengan Jing Mi.
"Saudara Xiao, aku sudah memutuskan ini adalah tempat tidurku..!"
"Memang kau siapa?! Tempat ini adalah milik Xiao Shuxiang..!!"
Jing Mi dan Xiao Shuxiang saling berebut bantal dan selimut, tidak ada yang mau menyerah atau pun mengalah. Keduanya bahkan entah sejak kapan mulai saling berguling-gulingan di lantai.
Bao Yu seakan tidak terganggu sama sekali dengan tingkah kedua saudaranya, dia terlihat sedang membaca gulungan yang diberikan oleh murid Sekte Pedang Langit tadi.
"Kelas etika? Apa itu..?" Bao Yu menggaruk keningnya, dia tidak mengerti sama sekali maksud dari gulungan di tangannya.
Bao Yu kemudian berjalan ke salah satu tempat tidur, dengan terus melihat dan membaca gulungan di tangannya sambil sesekali melihat Xiao Shuxiang dan Jing Mi yang kini sedang bergulat sambil bertukar kuncian.
Tak berselang lama, seorang murid Sekte Pedang Langit mengetuk pintu dan berkata bahwa ini adalah waktunya makan malam.
Jing Mi seakan mendapat kekuatan dan semangat berapi-api ketika mendengar kata makanan. Dengan sekali gerakan, dia berhasil membuat Xiao Shuxiang mencium lantai dan kemudian menduduki punggung anak itu.
"Ku-Kurang Ajar..! Oi, Saudara Jing! Tu-turun dan menjauh dariku sekarang..!" Xiao Shuxiang tidak bisa mempercayai dirinya dikalahkan seperti ini.
"Hah, hah, Ini Kemenangan Terbesarku..!" Jing Mi mencoba mengatur napasnya, dia tidak bisa percaya dapat mengalahkan Xiao Shuxiang. Padahal dirinya tadi seperti sudah berada di ambang batas.
__ADS_1
Bao Yu segera menghampiri Jing Mi dan Xiao Shuxiang, dia melihat wajah anak berusia tujuh tahun yang sedang diduduki oleh Jing Mi sedang berusaha untuk membalik keadaan.
"5, 4, 3, 2, 1..! Teng Teng Teng..! Saudara Jing, Kau Yang Menang..!!" Bao Yu segera mengangkat tangan Jing Mi seolah-olah dirinya adalah wasit dari pergulatan kedua temannya.
Jing Mi tentu merasa gembira, dia bahkan membayangkan berada di arena pertarungan di mana dirinya menang melawan Rival Abadinya.
Xiao Shuxiang akhirnya bisa bernapas lega saat Jing Mi berdiri, dia menatap aneh kedua teman seperguruannya itu.
"Xiao Shuxiang tidak terima harus kalah oleh bocah..!" Xiao Shuxiang berniat untuk menyerang Jing Mi kembali, namun tiba-tiba pintu kamar mereka dibuka seketika oleh Murid Sekte Pedang Langit.
"Kalian ini, aku sudah menunggu di luar sejak tadi. Ayo cepat bersiap dan segera ikut denganku." Murid Sekte Pedang Langit kembali menutup pintu setelah meminta Bao Yu, Jing Mi dan Xiao Shuxiang untuk mengganti pakaian mereka.
Jing Mi dan Bou Yu segera berjalan menuju lemari kemudian mengambil pakaian berwarna putih dan langsung memakainya.
"Aku ingin mandi dulu," Xiao Shuxiang berniat keluar ruangan, namun segera ditahan oleh Jing Mi dengan mengatakan bahwa Xiao Shuxiang akan kehabisan jatah makanan nanti.
"Saudara Xiao, kau bisa mandi besok. Aku sudah lapar dan tidak mau menunggumu, ayo cepat ganti baju..!"
Jing Mi, "Aku juga belum mandi sama sepertimu."
Bao Yu, "Aku juga."
"Baiklah, bukan masalah besar juga sih..!" Xiao Shuxiang akhirnya menurut dan mulai mengikuti Jing Mi dan Bou Yu untuk memakai seragam milik Sekte Pedang Langit.
Tidak berapa lama, Jing Mi dan kedua saudara seperguruannya mulai keluar kamar. Mereka bertiga kemudian mengikuti Murid Sekte Pedang Langit ke sebuah bangunan.
Jing Mi dan Bao Yu tidak henti-hentinya mengusap-usap seragam yang mereka pakai. Baru pertama kalinya mereka memakai pakaian yang begitu halus dan lembut.
Seragam murid Sekte Pedang Langit memang memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan beberapa seragam murid ada yang bisa bertahan dari api.
Meski Jing Mi dan Bao Yu begitu senang, tetapi tidak bagi Xiao Shuxiang. Dia merasa gatal dan kurang nyaman dengan pakaian Sekte Pedang Langit, "Aku tidak suka pakaian berkabung ini.."
__ADS_1
Murid Sekte Pedang Langit membawa ketiganya ke bangunan yang bernama 'Balai Peristirahatan'.
Di dalam tembok yang mengeliliingi Sekte Pedang Langit terdapat beberapa bangunan. Pertama adalah bangunan yang terhubung dengan pintu gerbang, disebut 'Balai Induk'.
Kedua adalah 'Balai Pembersihan', tempat di mana Yang Shu dan murid-muridnya melakukan Teknik Penguatan Mental dan Pembersihan Iblis Hati.
Ketiga, adalah 'Bangunan Empat Arah yang berada tidak jauh dari 'Balai Pembersihan'. Berjalan di pinggir anakan sungai buatan, maka akan menemukan sebuah bangunan yang disebut 'Balai Utama'. Tempat inilah yang digunakan dalam berbagai aktivitas seperti pembelajaran Etika.
Selanjutnya ada 'Balai Murid', balai ini terbagi menjadi tiga bangunan. Satu bertingkat lima sementara dua lainnya bertingkat tiga, namun memiliki kesamaan yaitu setiap lantai mempunyai seratus ruang kamar.
Sedikit berdekatan dengan 'Balai Murid', ada bangunan yang bernama 'Balai Peristirahatan'. Bangunan ini terbesar ketiga setelah 'Balai Murid' dan 'Balai Utama'. Tempat inilah murid-murid Sekte Pedang Langit beristirahat atau pun makan siang.
Kebanyakan yang datang di balai ini hanyalah murid junior yang kurang bisa menggunakan Qi untuk memenuhi nutrisi tubuhnya. Balai ini di ketuai oleh Kepala Pelayan sekaligus Koki Utama, bernama Nenek Nian.
Ada juga sebuah bangunan yang bernama 'Balai Hukuman'. Jika dilihat secara kasat mata, balai ini hanyalah sebuah bangunan biasa. Namun saat memasukinya, balai ini ternyata memiliki lantai bawah tanah sebanyak enam lantai. Semakin ke bawah, maka semakin berat hukumannya.
Satu lagi bangunan yang tidak kalah penting dari Sekte Pedang Langit, yaitu Pagoda Tingkat Sembilan. Tempat di mana Grand Elder tinggal serta sering dijadikan tempat pertemuan para Patriarch.
Di lingkungan Sekte Pedang Langit juga ada sebuah hutan bambu dan danau buatan, serta sebuah tanah kosong yang akan bergerak dan membentuk sebuah gua saat bulan purnama datang.
Saat Jing Mi, Bao Yu, dan Xiao Shuxiang sudah berada di Balai Peristirahatan.. ternyata teman-teman seperguruan mereka sudah lama mengambil tempat duduk.
Murid Sekte Pedang Langit yang membawa mereka kemudian mengajak ketiganya untuk mengantri ke salah satu tempat. Di sanalah mereka akan mendapatkan jatah makanan.
Xiao Shuxiang tak hanya melihat saudara-saudara seperguruannya, tetapi juga melihat murid-murid Sekte Pedang Langit yang memiliki usia mulai 5 hingga 14 tahun.
Ruangan yang dilihat Xiao Shuxiang ini bisa diisi sampai seratus orang, dan sepertinya makan malam Sekte Pedang Langit memang diatur bergilir.
Xiao Shuxiang paling tidak suka mengantri, namun apa boleh buat. Biarkan sajalah, untuk kali ini dia akan menjadi anak penurut.
***
__ADS_1