
Banyak pepohonan yang tumbang, terbelah dua, dan hangus terbakar. Dari lima belas kultivator yang Xiao Shuxiang lawan, kini tersisa sembilan orang. Koki Alkemis itu sendiri nampak tidak baik-baik saja.
Wajah Xiao Shuxiang pucat, keringat mengucur di dahinya. Bekas darah terlihat di bibirnya dan ini untuk kesekian kalinya dia kembali memuntahkan darah segar.
Kekuatan Xiao Shuxiang sebenarnya sudah sangat hebat, tetapi musuh yang dia lawan bukanlah sosok sembarangan. Apalagi setiap kali menebas, justru dirinyalah yang akan merasakan sakit. Sementara itu, para musuhnya memberi perlawanan yang tidak main-main.
TRAANG..!
Jian Shen berseru. "Akan jauh lebih baik jika kau mati sekarang, Xiao Shuxiang!"
"Senior Jian Shen, mimpimu terlalu tinggi. Dua orang yang saling bermusuhan tidak pantas hidup berdampingan di bawah langit yang sama. Kau sudah lama tiada, jadi sebaiknya kembalilah ke tempatmu yang sebenarnya!"
Xiao Shuxiang mengayunkan Yīng xióng, dia menggunakan Teknik Pernapasan Air. Jian Shen sendiri memakai energi kebencian untuk melawannya, kekuatan mereka berdua luar biasa hebat.
Wei Lou Ye dan para sesepuh tidak tinggal diam. Mereka membantu Jian Shen dengan menggunakan segel tangan untuk membuat Xiao Shuxiang kesulitan bergerak dan menyerang organ dalam pemuda itu.
!!
Xiao Shuxiang tidak menghindar, justru dia sengaja masuk ke dalam perangkap yang terang-terangan dibuat Wei Lou Ye dan para sesepuh. Alhasil, dia terjebak hingga sulit bahkan untuk menggerakkan satu jari pun.
Jian Shen dan yang lainnya berpikir mereka telah menang. Dia meledek dan mengatai Xiao Shuxiang yang semakin lemah sambil membuat senjatanya diselimuti dengan aura kebencian yang pekat.
Tidak butuh waktu lama, dia pun mengayunkan pedangnya dan serangan kuat melesat secepat anak panah ke arah Xiao Shuxiang.
!!
Sayang belum sempat serangan itu mengenai targetnya, sebuah cermin setinggi pria dewasa muncul dan menjadi pelindung Koki Alkemis tersebut. Detik berikutnya, cermin yang lain muncul tepat di belakang para pendekar termasuk di belakang tubuh Jian Shen.
Serangan yang harusnya mengenai Xiao Shuxiang justru malah mengenai punggung dari para kultivator dan Jian Shen sendiri. Mereka terkejut sekaligus merasakan sakit, aura kebencian terlalu kuat dan terasa seakan meretakkan tulang-tulang mereka.
Seulas senyum terlihat di wajah Xiao Shuxiang. Dia memperhatikan bagaimana wajah Jian Shen yang mulai retak dan tengah memberinya tatapan tajam.
"Xiao.. Shuxiang..!!"
"Senior, kalian semua hebat. Hanya saja kalian lupa untuk selalu waspada saat melawan Xiao Shuxiang ini.."
Lawan-lawannya sangat kuat, memiliki gerakan gesit, dan sulit untuk dibunuh. Namun bila menggunakan sebuah teknik penyegelan, para lawannya harus tetap diam. Xiao Shuxiang memanfaatkan kesempatan itu untuk memberi serangan balasan.
"Aku senang dengan pertemuan kita, ini pasti tidak akan kulupakan.." Xiao Shuxiang mengangkat Yīng xióng. Dia pun melesat untuk mengakhiri pertarungannya agar bisa ke tempat yang lain.
Saat pedangnya nyaris menebas dua orang sesepuh, seseorang tiba-tiba melesat dari balik pohon dengan pedang yang terayun kuat. Xiao Shuxiang menyadarinya dan segera mengganti target serangan.
!!
Benturan kedua senjata itu terdengar amat nyaring, percikan api terlihat. Xiao Shuxiang dan sosok yang melawannya terdorong mundur secara bersamaan.
Lawan yang datang rupanya adalah Zui Yin Chang Ge, Grand Elder dari Sekte Bangau Air. Sebuah perguruan yang pernah diporak-porandakan oleh Xiao Shuxiang di masa lalu.
"..."
Butuh beberapa saat bagi Koki Alkemis itu untuk menyadari siapa yang dilawannya. Dia begitu terkejut kala mengetahui identitas dari sesepuh berpakaian putih di hadapanya ini. Perasaan tidak nyaman mulai berkecamuk di dalam dirinya.
"Wajah yang sama.. Sikap yang sama.. Kau tidak pernah berubah."
!?
Begitu dingin suara yang didengar oleh Xiao Shuxiang, tangannya menggenggam kuat Yīng xióng dan tetap memandang ke depan. Dia bahkan masih bersikap waspada.
Ekspresi wajahnya masih tetap sama, tatapan matanya pun tidak berubah. Hanya saja saat diperhatikan lebih teliti, Xiao Shuxiang seperti menahan sesuatu yang akan keluar dari pelupuk matanya.
Koki Alkemis itu mengembuskan napas pelan, tenggorokannya terasa sakit. Dia benar-benar dihadapkan dengan masa lalu yang sangat tidak ingin dirinya hadapi.
"Apa kau tidak mau mengatakan apa pun padaku?" ada aura yang menekan saat Zui Yin Chang Ge bertanya pada Xiao Shuxiang. Dia mengepalkan tangan kanannya dan seakan menahan diri untuk tidak memukul pemuda yang dilihatnya ini.
"…"
"Masih tidak mau bicara. Apa jangan-jangan kau tidak lagi mengingat Tua Bangka ini, Xiao Shuxiang?!"
!!
Mungkin sejenak pemuda berpakaian hitam itu agak lupa dengan rupa pria tua yang dia lihat, namun suara khas yang terdengar ini telah membuat ingatannya kembali jernih.
Kultivator di hadapannya merupakan guru dari Zhou Yuan. Dia adalah sosok yang memperlakukannya dengan baik sama seperti Lai Kuan Ye.
Xiao Shuxiang, "Tetua.. Kau terlihat lebih menakutkan daripada yang pernah kuingat,"
"Apa hanya itu yang ingin kau katakan? Kau tidak mau mengucapkan rasa penyesalanmu padaku? Atau justru.. Kau tidak memiliki rasa sesal itu,"
"…"
__ADS_1
Xiao Shuxiang tidak menjawab, tetapi pandangannya agak menunduk. Dia seperti berada dalam pikiran sendiri meski tetap mempertahankan kewaspadaan. Perlahan, tatapan matanya mulai terlihat sendu.
"Haah.. Ini gila," Xiao Shuxiang tersenyum dan lalu menatap tua bangka yang berdiri tidak jauh di depannya. Ada setitik air yang jatuh di pelupuk matanya kala memandang pria tua itu.
"Ha ha ha, Tetua.. Kau membuatku menangis. Aku kasihan melihatmu diperalat, kau harusnya tenang-tenang saja di Alam Baka sambil memperhatikan sepak terjang Xiao Shuxiang ini. Kau menyia-nyiakan kematianmu.."
Terlihat tanpa penyesalan, bahkan suaranya pun sama sekali tak terasa bergetar. Xiao Shuxiang mungkin meneteskan air mata, namun itu bukanlah pertanda dia menyesal atau rindu dengan tua bangka di hadapannya.
Air mata itu bagai pertanda bahwa dia sudah mencapai batasnya. Dia begitu senang sampai tidak dapat diungkapkan lagi, ini pertama kali dalam hidupnya bertarung dengan mereka yang sudah dia bunuh di masa lalu.
"Tetua, satu-satunya penyesalan yang ingin kukatakan padamu adalah.. Di masa lalu aku belum sempat memberimu kematian yang indah. Sekarang aku akan menebusnya," Xiao Shuxiang tersenyum lebar, terdapat binar aneh di matanya. Sungguh, ini sesuatu yang tidak tertahankan.
Jian Shen yang mendengar ucapan tersebut nampak menggertakkan gigi, urat menegang di dahinya. Dia lantas berteriak lantang dan menunjuk Xiao Shuxiang.
"Memang tidak pantas kau hidup di dunia ini..! Langit memberimu kehidupan yang baru, harusnya kau bisa menggunakan itu untuk merubah perilakumu! Phuuih, kau bahkan lebih kotor daripada sampah, Xiao Shuxiang!"
Tidak hanya Jian Shen, tetapi kultivator yang lain pun mulai mengeluarkan kata-kata yang menulikan telinga. Xiao Shuxiang sendiri hanya mendengarkan dan lalu mendengus saat telinganya penuh dengan ucapan-ucapan penuh kutukan.
Hanya satu orang yang masih belum melakukannya, dia adalah Wei Lou Ye. Kultivator dari Sekte Pedang Langit itu tidak pernah meninggikan nada suaranya pada Xiao Shuxiang. Dia hanya memberi tatapan yang seakan butuh jawaban.
Wei Lou Ye berujar, "Tetua Sekte Bangau Air sudah memberimu tempat tinggal dan memperlakukanmu dengan baik. Immortal Zhou Yuan bahkan menolongmu saat terluka dan telah menganggapmu sebagai saudara, tetapi kau justru memberi mereka kematian. Orang lain mungkin saja pantas mendapatkannya, tetapi apa mereka juga sama?"
Saat Wei Lou Ye mengatakan, 'orang lain mungkin saja pantas mendapatkannya..' dia melirik ke arah Jian Shen dan beberapa kultivator yang di masa lalu pernah memperlakukan Xiao Shuxiang dengan tidak baik. Nada suaranya memang tidak berubah, namun sindirannya cukup mengusik telinga Jian Shen.
Xiao Shuxiang sendiri mengerti maksud dari mayat kultivator yang menawan di hadapannya. Dia juga ikut melihat ke arah Jian Shen, pemuda berwajah garang itu jelas pernah menjadi duri dalam masa lalunya.
Xiao Shuxiang. "Senior Lou Ye, terima kasih karena sudah mengingatkanku tentang kebaikan murid dan guru dari Sekte Bangau Air. Sungguh, selama ini aku hanya lebih sering mengenang Senior Zhou saja. Tidak yang lainnya.."
Xiao Shuxiang memang tidak pandai bicara bila dalam situasi tegang seperti ini. Walau nampak seperti tidak ada yang menyerangnya, namun dia tetap harus bersiap.
".. Tentang pertanyaanmu itu, Senior. Aku punya jawaban yang cocok untuknya, 'inilah akibat kalian berani bersikap baik pada Xiao Shuxiang.'"
!
Mereka harusnya tahu, risiko dari memberi pertolongan pada seorang penjahat sangatlah besar. Rasanya seperti merawat seekor ular liar yang berbisa, kemungkinan ular itu menjadi jinak amatlah kecil, bisa saja setelah lukanya sembuh--dia justru mematuk tangan yang telah merawatnya.
" .. Tindakan Senior Zhou yang sudah menyelamatkanku telah membawa kematian pada kalian. Andai dia membiarkanku saja waktu itu, mungkin keadaan akan berbeda. Pemikirannya bahwa dunia ini akan damai saat kultivator ketiga Aliran dapat saling memahami telah membawa Benua Timur menuju kehancuran. Kepolosannya itulah.. Yang telah membuat kalian semua mati."
Xiao Shuxiang mengingatkan bahwa tidak seharusnya dia menerima semua kebencian para kultivator. Dia melimpahkan semua kesalahan pada seniornya.
Zhou Yuan adalah kultivator dari Aliran Putih. Dia laksana gunung salju yang hangat, penuh karismatik, dan bagai sebuah rumah dengan segala kasihnya. Dia memiliki rambut putih, dan selalu memakai pita yang menutupi kedua matanya. Sifatnya yang tulus memang menaruh tempat di dalam hati Xiao Shuxiang.
Koki Alkemis itu menghormati Zhou Yuan, tetapi bukan berarti dia tidak berani melibatkan nama kultivator itu pada tindakan yang dilakukannya. Biar bagaimanapun, Immortal Zhou Yuan harusnya ikut menanggung setengah dari kebencian para mayat kultivator ini.
"Kenyataannya adalah kau menggigit orang yang telah memperlakukanmu layaknya keluarga.." Wen Li menimpali, dia adalah seorang kultivator wanita yang merupakan teman baik Ming Mei, patriach keempat Sekte Pedang Langit yang sekarang.
".. Kau mungkin saja mendapat perlakuan yang buruk di lingkunganmu.." Wen Li lanjut bicara. Dia melirik ke arah Jian Shen sebelum kembali berujar, ".. Kau juga mungkin tidak diterima oleh masyarakat biasa, tapi tidakkah kau mengingat bagaimana kami memperlakukanmu? Kami selalu merasa kau akan berubah, Xiao Shuxiang.."
"…"
Sebenarnya ingin sekali Xiao Shuxiang berkata bahwa dia tidak seharusnya diberi perlakuan baik. Dia tidak menginginkan hubungan dengan manusia mana pun, apalagi mengikat hubungan yang memaksanya berubah.
Dia adalah Xiao Shuxiang. Tidak peduli dunia melihatnya seperti apa, dia tetap akan menjadi diri sendiri. Bila dunia melihatnya sebagai penjahat, maka itu memang dirinya. Jika dunia tidak suka, dia hanya perlu melenyapkan mereka semua.
"Nona Li, sayangnya aku tidak bisa memenuhi harapanmu. Entah di masa saat kita bertemu di kehidupanku yang sebelumnya, dan saat menjalani kehidupanku yang sekarang.. Xiao Shuxiang ini akan selalu sama.."
Koki Alkemis itu tersenyum, sebuah senyuman pembuka dari ucapannya yang akan meningkatkan potensi kebencian dari para mayat yang memperhatikannya.
".. Kalian pikir hidup di lingkungan kedua aliran selama enam bulan bisa membuatku berubah? Atau apa kalian pikir kehidupanku yang sekarang.. Selama lebih dari 20 Tahun ini dapat mengubahku? Hah, kesalahan yang besar."
!!
Wen Li dan yang lainnya tersentak saat asap tipis begitu cepat terbentuk di bawah kaki Xiao Shuxiang dan menyelimuti seluruh tubuh pemuda itu. Dalam sekejap, yang berdiri di hadapan mereka adalah sosok pemuda berusia 39 Tahun.
Warna mata Xiao Shuxiang berubah merah, aura kelamnya lebih dari yang biasa. Postur tubuhnya tegap dengan pakaian hitam serta jubah kebesarannya. Jika teman-temannya ada di sini dan melihat perubahannya yang sekarang, mereka pasti akan berpikir beberapa kali untuk mendekat atau sekadar menyapa.
Tatapan mata Xiao Shuxiang berbeda, dia benar-benar seperti sosok yang lain. Wen Li, Jian Shen, dan para kultivator yang menyaksikan perubahannya nampak menyelimuti tubuh mereka dengan aura kebencian. Tekanannya pun semakin bertambah.
".. Selama sepuluh kehidupan Xiao Shuxiang ini menjadi kultivator Aliran Hitam, bagaimana mungkin sifatnya akan berubah dengan hanya 20 Tahun lebih tinggal di lingkungan Aliran Putih. Impianku masih sama.. Kehancuran." Xiao Shuxiang tersenyum lebar, dia memang memiliki keinginan untuk membuat kehancuran, dia mengucapkannya secara sadar dan sejalan dengan hati serta pikirannya.
".. Aku tidak pernah meminta pengampunan dari langit, termasuk memohon agar aku diberi kehidupan baru supaya dapat menebus dosa yang kuperbuat. Penyesalanku tidak pernah ada untuk kalian, sama sekali tidak."
!!
Jian Shen benar-benar marah saat mendengarnya, namun dia masih menahan diri untuk tidak bertindak gegabah. "Hah, sekarang kau mulai memperlihatkan sifat aslimu." suaranya bergetar saat mengucapkannya. Sungguh, dia benar-benar ingin membabat habis tubuh pemuda yang dilihatnya ini.
"Xiao Shuxiang, kau telah diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki hidupmu. Kenapa kau tetap saja menginginkan kehancuran? Apa kau tidak pernah merasakan apa-apa terhadap keluarga yang kau dapatkan sekarang?" Wei Lou Ye berusaha menyadarkan pemuda di hadapannya sambil memperhatikan Xiao Shuxiang dengan saksama.
"Memperbaiki hidupku..? Benar. Aku melakukannya sekarang, memperbaiki hidupku. Impianku adalah kehancuran, tapi targetku bukan lagi Benua Timur. Hanya saja, sepertinya tempat ini tidak akan baik-baik saja selama ada kalian."
__ADS_1
!!
Tanpa aba-aba, Xiao Shuxiang melesat dan hanya satu serangan dari pedangnya.. Dia menebas empat kultivator secara sekaligus.
!!
Bukan hanya suaranya yang bagaikan petir menyambar, tetapi tubuh lawannya sungguh berubah menjadi abu dan telah diterbangkan oleh angin.
Jian Shen, Zui Yin Chang Ge, dan Wei Lou Ye sempat terhempas akibat angin kejut yang dihasilkan oleh serangan tiba-tiba Xiao Shuxiang. Ketiganya segera memperbaiki posisi dan lalu menyerang dengan kekuatan tak terbantahkan.
TRAANG..!!
TRANG..!
Gerakan dalam pertarungan itu sulit untuk diikuti mata, bahkan termasuk rumit dijelaskan. Satu-satunya hal yang bisa dikatakan adalah pertarungan tersebut membuat tanah bergetar hebat.
BAAAAM..!!
Dedaunan yang berguguran bahkan nampak tercincang menjadi beberapa potongan hanya dengan angin yang dihasilkan oleh pertarungan itu. Suara nyaring dan bunyi debaman kerasnya sampai nyaris membangunkan monster yang tertidur di bawah Bukit Salju Tanpa Musim.
!!
Yu Changhai sudah sangat kelelahan mempertahankan segel di tempat tinggalnya. Dia sekarang dibantu oleh Lai Kuan Ye dan Shuai Niao. Kedua orang terdekat Xiao Shuxiang itu bergegas datang saat getaran tanah berlangsung untuk pertama kalinya.
".. Kita tidak bisa menahannya seperti ini terus. Aku dapat merasakan monsternya mulai membuka mata.." Shuai Niao terlihat cemas. Sebagai Demonic Beast berwujud ular putih, kepekaannya lebih hebat daripada Lai Kuan Ye dan Yu Changhai sendiri.
"Tapi hanya kita dan Tianqi Mao yang tahu soal ini. Tianqi Mao bahkan tidak berada di sini sekarang, apa salah satu di antara kalian bisa pergi mencari bantuan?" Yu Changhai menatap Lai Kuan Ye dan Shuai Niao secara bergantian, dia sendiri mustahil pergi.
"Aku yang akan pergi, kalian harus bisa menahan segelnya sedikit lebih lama." Lai Kuan Ye menurunkan tangannya, tindakannya membuat tekanan yang harus ditahan oleh Yu Changhai dan Shuai Niao makin memberat.
Yu Changhai meminta agar Lai Kuan Ye pergi ke Gunung Induk dan mencari Zhou Yan, karena baginya hanya Alkemis itu yang bisa membantu dalam mengatasi masalah ini.
Saat kepergian Lai Kuan Ye, Bukit Salju Tanpa Musim berguncang hingga mengakibatkan longsor. Yu Changhai dan Shuai Niao hampir kehilangan konsentrasi mereka, apalagi suara menggelegar di langit membuat keadaan keduanya semakin sulit.
Di sisi lain, kekacauan masih berlangsung di kota-kota yang ada di Kekaisaran Matahari Tengah. Dai Chen, Li Qian Xie, dan Xiao Lu berada di barisan terdepan untuk menghadapi para mayat kultivator yang begitu kuat.
Kekacauan besar ini tidak hanya terjadi di Kekaisaran Matahari Tengah saja. Para kultivator yang ada di kekaisaran lain meski menyadari bahaya ini, namun mereka tidak mampu berbuat apa-apa.
!!
Terdapat segel yang membungkus wilayah Kekaisaran Matahari Tengah hingga kultivator yang berada di luar segel itu tidak bisa masuk. Apabila kenyataan bahwa setiap mereka menyerang untuk menghancurkan segelnya--serangan mereka justru terpantul kembali.
BAAAAM..!!
Hampir saja para kultivator itu terkena serangan sendiri. Mereka begitu khawatir, getaran pada tanah dan suara gemuruh yang tanpa henti di langit makin membuat mereka resah.
Tidak ada yang tahu, tetapi segel yang membungkus Kekaisaran Matahari Tengah dan coba dipecahkan oleh para kultivator adalah segel paling luar.
Sebenarnya, ada lebih dari lima segel dan itu digunakan untuk menghalangi para kultivator yang dikhawatirkan akan menjadi masalah bagi rencana besar ini. Salah satunya adalah keberadaan Ming Mei dan Bai Wu Dang.
Mereka terperangkap di wilayah terluar Kota Bintang Biduk. Keduanya tidak bisa memasuki kota karena segel yang entah datang dari mana ini. Ming Mei dan Bai Wu Dang pun tidak dapat terbang melewati segel, mereka sudah berusaha keras untuk dapat terbebas namun tetap tidak bisa.
"Patriarch, apa yang harus kita lakukan?" salah seorang murid Sekte Pedang Langit menghampiri Ming Mei, terdapat kecemasan pada raut wajahnya.
"Kita harus mencari cara lain, barangkali ada sebuah titik terlemah dari segel ini.." Ming Mei menyuruh para muridnya untuk mengikutinya. Meski selalu menutup mata, nyatanya dia tidak sulit meraba jalan.
Hari ini harusnya adalah persiapan kembali untuk pesta pernikahan Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu. Namun justru karena hal ini para musuh menggunakannya sebagai waktu menyerang, mereka benar-benar tidak memberi Xiao Shuxiang sedikit kedamaian.
BAAAAM..!!
Empat mayat kultivator menghantam bangunan dan tanah dengan keras karena terkena serangan Ling Qing Zhu. Gadis berambut putih dan bercadar tipis itu mengembuskan napas kemudian kembali menyerang.
Baiyi, pedang pusakanya lebih berat setelah Xiao Shuxiang pernah mengambilnya. Dia tidak tahu apa yang telah dilakukan Wali Pelindungnya, namun selain terasa berat--Baiyi juga terasa agak berbeda.
!!
Ling Qing Zhu tidak tahu cara menjelaskannya. Walau sekarang pedangnya berat, namun justru saat menyerang lawan--tiap langkahnya terasa kian mudah.
Tidak hanya itu, teknik dari sembilan langkah petirnya menghasilkan serangan yang lebih hebat dari biasanya. Dia merasa sudah mengalami peningkatan saat ini.
TRAANG..!
Cara bertarung Ling Qing Zhu berbeda dengan para kultivator wanita pada umumnya. Dia memiliki wibawa dan keanggunan yang luar biasa mengagumkan dalam setiap gerakannya.
Ketenangan pada sikap dan tatapan matanya tidak mampu ditiru oleh sembarangan orang. Bila gadis seperti Ro Wei yang nampak berekspresi buruk dan terlihat tegang, maka Ling Qing Zhu laksana air yang tenang di tengah guncangan badai.
TRAANG!
Gong Zitao yang menahan beberapa serangan mayat hidup memperhatikan bagaimana Ling Qing Zhu bergerak. Gadis itu tidak pernah bosan untuk dikagumi, apalagi dengan pakaiannya yang masih sangat bersih tanpa noda sama sekali.
__ADS_1
"Cantik.. Sangat mengagumkan. Aku jadi tidak sabar menjadikanmu sebagai milikku.."
***