XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
124 - Duan De Tahu [Revisi]


__ADS_3

Duan De mengusap-usap janggut panjangnya, dia menatap pedang yang berhasil di tempa oleh Xiao Shuxiang.


Pedang ini berwarna hitam, sedikit bengkok pada ujungnya, namun sangat tajam.


"Nak, kau membuatku bingung..." Duan De menggeleng, dia lalu menarik kedua tangan Xiao Shuxiang dan memperhatikan telapak tangannya.


"... Meski sudah menempa setiap waktu, nyatanya telapak tanganmu begitu halus dan lembut. Tidak akan ada yang percaya bahwa kau adalah seorang pendekar jika melihat telapak tanganmu ini,"


"Kakek Janggut Panjang, kau perhatikan sampai semua janggutmu rontok juga tidak akan bisa menemukan cacat pada telapak tanganku. Xiao Shuxiang ini kultivator..!"


Duan De menampar bokong Xiao Shuxiang dan menggertak, "Aku tahu itu. Tapi bagi kultivator yang telah berlatih pedang ribuan kali sekali pun, tentu akan ada tanda pada telapak tangannya. Tanda itu hanya bisa pudar, tetapi tidak dapat hilang. Dilihat dari telapak tanganmu ini... Kau pasti sangat malas berlatih."


!!


Xiao Shuxiang terkejut, dia langsung protes dan mengatai Duan De keterlaluan. "Selama ini aku terus berlatih pedang. Di kehidupan pertamaku, Xiao Shuxiang ini selalu bertarung dengan sepuluh orang kutivator setiap harinya. Baru di kehidupan keduaku ini, aku bisa hidup sedikit lebih tenang. Tapi tentu saja, itu tidak akan berlangsung lama. Karena Xiao Shuxiang akan kembali membuat kekacauan..! Ha ha ha-Adduh!"


Xiao Shuxiang merintih saat Duan De langsung memukul bokongnya dengan besi panjang. Rasanya sakit, pukulan Kakek Janggut Panjang tidak seperti biasanya, ini terlalu sakit!


Duan De hanyalah manusia biasa, dia bukan kultivator. Tapi kenapa pukulannya begitu sakit?! Bahkan tubuh Xiao Shuxiang yang tahan banting tidak bisa berbuat apa-apa terhadap pukulan Duan De.


"Kakek Janggut Panjang?! Apa Kau Mau Membunuhku, Hah?!" Xiao Shuxiang meminta agar Duan De menghentikan memukul bokongnya.


"Jika kau tidak bisa menghilangkan hasrat yang ingin seperti Bintang Payah itu, aku akan terus memukulmu..!"


"Tua Bangka! Aku tidak pernah mau menjadi orang lain..! Sang Bintang yang kau anggap payah itu adalah aku!!"


Tanpa mendengarkan Xiao Shuxiang----Duan De terus memukulnya sampai anak laki-laki itu menyerah.


Dia lalu membuat Xiao Shuxiang berlutut agar tinggi keduanya sejajar.


Sambil mengetuk-ngetuk kepala Xiao Shuxiang, Duan De berucap. "Nak, kau memiliki nama yang sama dengannya, tetapi kau jauh lebih beruntung darinya. Jangan membuang semua keberuntunganmu, jangan memutuskan hubunganmu dan jangan menapaki jalan seperti orang itu..."


Duan De, "... Miliki keberanian dan berbuat baiklah. Kau harus menjadi pemberani dan memiliki kebaikan hati yang jauh lebih banyak dari orang lain. Maka kau akan mendapatkan kekuatan lebih dari apa yang kau bayangkan."


Xiao Shuxiang menatap Duan De, dia tidak pernah memiliki niatan untuk memutuskan hubungan dengan siapa pun. "Aku mengerti maksudmu, Kakek Janggut Panjang. Tapi untuk kebaikan hati... Aku tidak tahu. Aku hanya melakukan apa yang kuanggap benar.."


Xiao Shuxiang memakan pil buatannya, dia lalu berpamitan karena sudah lama dirinya tidak pulang. Duan De mengatakan bahwa Xiao Shuxiang harus kembali lagi untuk belajar menempa.


Duan De selalu memperhatikan punggung Xiao Shuxiang saat anak itu berjalan pergi. Ketika Xiao Shuxiang tidak terlihat lagi, seorang pria yang memakai jubah putih bertudung muncul di belakang Duan De.


"Apa itu pewarismu?"


Duan De mengusap-usap janggut panjangnya, tatapannya masih terus mengarah ke tempat di mana Xiao Shuxiang pergi.


"Aku sudah hidup hampir tiga ratus tahun, ingatanku sangat jelas tentang perang itu. Meski belum dewasa, tetapi dia memang reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur."


!!


Pria bertudung ini tersentak mendengar ucapan Duan De. "Kalau begitu aku akan segera membunuh anak itu agar kekacauan tidak menimpa Benua Timur untuk kedua kalinya."


"Jangan. Dia bisa menjadi pelindung Benua ini. Yang harus kita lakukan adalah mendidiknya..! Aku tidak ingin melihat kejadian yang sama lagi..."


Duan De menceritakan, "Dahulu, Sang Bintang Penghancur mendapat penolakan dari kultivator ketiga Aliran dan juga seluruh manusia di Benua Timur. Mereka terlalu takut dengan kekuatannya. Kejadian itu membuatku merasa bahwa inilah alasan kenapa Sang Bintang Penghancur membenci manusia. Hanya satu orang kultivator yang perlahan mau menerimanya. Sayang, pertemuannya dengan Immortal Zhou Yuan terlambat. Dia sudah terlalu tenggelam lebih dalam dan tidak bisa ditolong lagi. Kali ini... Kita harus bisa mengubahnya."


Pria di samping Duan De mengangguk, dia juga berharap reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur dapat menjadi bagian dari mereka.


"Kita akan sangat rugi jika anak itu kembali menjadi jahat. Dia membutuhkan banyak bimbingan."


*


*


*


Xiao Shuxiang merasa aneh saat berjalan menuju Sekte Kupu-Kupu, tatapannya beberapa kali menelusur pepohonan.


Angin sejuk yang biasanya berhembus membawa ketenangan, kini membuat perasaan tidak mengenakkan.


Grasak!


Xiao Shuxiang segera melompat mundur ketika mendengar suara semak-semak, wajah dan matanya nampak waspada.


!!

__ADS_1


TRAANG!


Xiao Shuxiang menarik pedangnya dan menangkis sebuah serangan yang tiba-tiba saja mengarah padanya. Perlahan... Dia tersenyum.


"Jadi, sudah dimulai ya..?"


Di tempat lain, di balik pepohonan dan semak-semak belukar----Seluruh murid Sekte Kupu-Kupu terlihat bersembunyi.


Pakaian mereka begitu kotor, tangan dan pedang mereka basah oleh darah. Ada tiga buah garis di pipi keseluruhan murid ini yang terbuat dari darah Demonic Beast.


Yi Wen menyeringai, seminggu melatih para juniornya membuat tatapan matanya dipenuhi oleh hasrat membunuh.


Xiao Shuxiang merasa sedang diawasi, "Lumayan. Tetapi hawa keberadaan kalian masih terlalu kental..!"


Xiao Shuxiang segera melesat, dia menyerang salah satu pohon. Beberapa murid juniornya melompat untuk menghindari serangan Xiao Shuxiang.


Yi Wen dan kelompoknya segera melesat, mereka menolong saudara yang sedang kesulitan menghadapi Xiao Shuxiang.


Kelompok Jing Mi dan Hou Yong juga ikut menyerang. Mereka terlihat bertarung secara serampangan, tetapi sebenarnya... Semua anak-anak ini telah mengatur rencana yang matang.


TRAANG!


TRAANG!


"Ini... Strategi yang bagus..!" Xiao Shuxiang tersenyum kala menyadari sesuatu.


Setiap kali ada junior yang hampir ditebas oleh Xiao Shuxiang, junior yang lain langsung melindunginya.


Mereka membuat Xiao Shuxiang tidak memiliki kesempatan untuk istirahat. Jika ada murid yang kelelahan, mereka dengan cepat digantikan oleh murid yang lain.


Yang paling kuat tentu saja adalah Jing Mi, Yi Wen, Ro Wei, Hou Yong dan Feng Ying. Kerjasama kelimanya dapat membuat Xiao Shuxiang harus berada dalam posisi bertahan.


Li Qian Xie dan Hun Fung memberi tanda agar semua saudara mereka bersiap melakukan serangan selanjutnya.


Tap


!!


Xiao Shuxiang merasakan kakinya menginjak sesuatu yang aneh. Dia tersentak ketika tahu bahwa yang diinjaknya adalah jebakan milik anak-anak ini.


Xiao Shuxiang tidak sempat menghindar, dia terjatuh.


!!


Seluruh murid Sekte Kupu-Kupu terkejut, mereka dengan segera memeriksa keadaan Xiao Shuxiang di dalam lubang.


Bersamaan dengan mereka semua melihat ke dalam lubang----Sebuah asap berwarna hijau meledak dan membuat mereka tersedak.


Aromanya begitu menyengat, mereka berlari sejauh mungkin untuk menghindari asap hijau tersebut.


Xiao Shuxiang melesat naik dan dengan tiga kali kibasan, asap itu menghilang. Yi Wen menggenggam erat pedangnya, dia kesal karena Xiao Shuxiang mengerjai dirinya.


Yi Wen memberi tanda agar teman-temannya kembali menyerang, kali ini mereka mengeluarkan seluruh kemampuannya.


Pertarungan antara Xiao Shuxiang melawan seluruh murid Sekte Kupu-Kupu berlangsung hingga bulan bersinar terang.


Tepat di tengah malam, Xiao Shuxiang berdiri sambil melihat pedangnya yang sudah tidak berbentuk lagi.


Di depan Xiao Shuxiang, seluruh murid Sekte Kupu-Kupu terbaring dengan beberapa sayatan pedang di lengan dan punggung mereka.


Semuanya kelelahan, beberapa di antara mereka mengeluarkan darah di mulut dan juga hidung.


Keadaan Jing Mi dan Yi Wen yang paling parah. Keduanya harus kehilangan satu bagian tubuh mereka.


Tangan kanan Jing Mi ditebas oleh Xiao Shuxiang, sementara Yi Wen harus kehilangan kaki kirinya. Xiao Shuxiang sangat tidak pandang bulu.


Walau terluka parah, semuanya masih tetap hidup. Xiao Shuxiang sendiri mendapat tiga goresan kecil di leher dan pipi kanannya. Namun dengan cepat ketiga goresan itu menghilang.


"Usaha kalian berlima pantas mendapat pujian Xiao Shuxiang. Mereka sudah sedikit berubah sejak terakhir kali aku melihatnya.."


Xiao Shuxiang berjalan ke arah Jing Mi, dia lalu mengangkat sedikit tangan kanan Jing Mi yang sudah tidak memiliki pergelangan tangan lagi.


"Aku masih membutuhkanmu, Saudara Jing." Xiao Shuxiang mengeluarkan satu buah pil berwarna keemasan, dia lalu memasukkan pil tersebut ke dalam mulut Jing Mi.

__ADS_1


Mendapatkan satu buku resep terbaik Patriarch Ketiga----Xiao Shuxiang mampu membuat satu resep pil buatannya sendiri.


Sebuah pil yang dapat menumbuhkan kembali bagian tubuh seseorang, sekaligus menjadikannya lebih kuat dari bagian tubuh sebelumnya.


Xiao Shuxiang belum memberi nama pil ini karena masih tahap uji coba. Benar, dia menjadikan Jing Mi dan Yi Wen sebagai kelinci percobaannya.


Butuh waktu sekitar sepuluh tarikan napas agar bagian tubuh Jing Mi dan Yi Wen bisa kembali seperti semula.


Pil milik Xiao Shuxiang berhasil, dia hanya perlu menyempurnakannya lagi agar efeknya bisa lebih cepat terlihat.


"Kalau aku bisa menggabungkannya dengan Pil Napas Naga, maka Ini akan menjadi satu-satunya pil terkuat yang pernah ada..!"


Xiao Shuxiang tidak tahu lagi harus memberi pujian yang seperti apa pada dirinya sendiri. "Bakat Alkemisku sudah berada di tingkat yang membahayakan..! Aku jadi merinding dengan diriku sendiri..!"


Xiao Shuxiang mengusap-usap lengannya, dia lalu melemparkan satu persatu pil untuk para junior-juniornya. Dia berseru bahwa setelah mereka pulih kembali.. Pelatihan yang sesungguhnya akan segera dimulai.


Di bawah ajaran Xiao Shuxiang, Li Qian Xie, Hun Fung dan saudara-saudaranya berulang kali mencoba melarikan diri.


Mereka tidak ingin dilatih oleh anak berusia 14 tahun tersebut. Xiao Shuxiang tidak segan memotong tangan dan kaki mereka karena dia memiliki pil untuk menumbuhkan bagian tubuh mereka lagi.


Li Qian Xie merasakan bahwa ini siksaan yang tidak akan pernah berakhir. Dia memohon dan terus menangis dihadapan Grand Elder Sekte Kupu-Kupu.


Namun, Xiao Shuxiang memiliki banyak alasan untuk membuat Yang Shu tidak menghukumnya.


Hanya dalam waktu lima hari, Li Qian Xie, Hun Fung dan saudara-saudaranya menjadi kultivator yang tidak pernah takut mati.


Yang Shu memberikan didikan agar mereka mengayunkan pedang hanya untuk kebaikan. Dia menutupi kekurangan dalam didikan yang dilakukan Xiao Shuxiang.


Syukurlah Yang Shu ada. Jika tidak, murid-murid Sekte Kupu-Kupu akan menjadi kultivator jahat yang haus darah.


Xiao Shuxiang kembali pergi untuk belajar menempa pedang lagi. Dalam hati dia begitu kagum dengan sekte miliknya. Walau hanya memiliki sedikit murid, namun semuanya adalah murid-murid berbakat hasil didikannya.


Xiao Shuxiang sepertinya tidak menyadari bakat terpendam lain miliknya. Sebuah bakat yang mampu menempa orang lemah dan pengecut menjadi kuat, pemberani, tidak takut mati dan mematuhi setiap ucapannya.


Ketika Xiao Shuxiang pergi, nyatanya selama ini dia selalu diikuti oleh seorang kultivator Sekte Tengkorak Darah yang sangat ahli menyembunyikan hawa keberadaannya.


Kultivator tersebut menyaksikan semua yang terjadi di Sekte Kupu-Kupu. Dia bergidik merinding saat menyaksikan pelatihan yang dilakukan Xiao Shuxiang terhadap saudara seperguruannya.


Belum pernah dia melihat bocah yang sehebat Xiao Shuxiang. Anak berusia 14 tahun tersebut mampu melemparkan pil yang begitu berkualitas kepada seluruh teman-temannya, bahkan salah satu pil itu dapat membuat bagian tubuh yang tertebas bisa tumbuh kembali.


Kultivator Sekte Tengkorak berniat menculik Xiao Shuxiang, namun langkahnya terhenti ketika Jing Mi dan Hun Fung menghadang jalannya.


Xiao Shuxiang yang mendengar suara pedang berbenturan nampak tersenyum. Dia telah berhasil membuat pengikut-pengikut kecil yang kuat.


"Kau bisa datang ke tempat kediamanku, tapi jangan harap bisa pergi dengan tubuh yang utuh.."


Xiao Shuxiang segera menaiki pedang terbang barunya, melesat untuk menuju ke tempat Sang Penempa, Duan De.


Sementara itu, kultivator Sekte Tengkorak Darah yang selama ini memata-matai Xiao Shuxiang kini tidak lagi bernyawa. Hun Fung dan Jing Mi membuat tubuhnya terpotong menjadi sepuluh bagian.


Keduanya tidak memperlihatkan rasa bersalah melainkan memasang tatapan merendahkan.


"Ini akibat karena kau berani kemari tanpa izin dan berniat jahat pada senior Xiao!" Hun Fung menendang kepala kultivator Sekte Tengkorak Darah, dia lalu menatap Jing Mi sambil tersenyum.


"Kau anak baik, ayo pergi." Jing Mi menepuk pelan pundak Hu Fung dan mengajaknya untuk berjalan-jalan lagi.


Praktik mayat kultivator yang mereka bunuh ini berada di Forging Qi tingkat 16, terlalu tinggi bahkan untuk Jing Mi sekali pun.


Sayangnya, saat bertarung.. Kultivator tersebut terlalu tergesa-gesa, dia berhasrat untuk membunuh Jing Mi dan Hun Fung.


Dan hasilnya, sebelum dirinya mengeluarkan Aura Pembunuh.. Hun Fung dan Jing Mi telah memotong tubuhnya menjadi sepuluh bagian.


***


.


.


Catatan :


'Penulis' dan 'Para Pemeran' serta kru yang bertugas termasuk Dasha sendiri, mengucapkan..


Takabbalallahu Minna Wa Minkum, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H ヽ(´▽`)/

__ADS_1


Semoga kita bisa dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan di Tahun yang akan datang..! ( ´ ▽ ` )ノ *Tetap semangat Teman-Teman..! Meskipun suasana Lebaran Tahun ini berbeda..^^


__ADS_2